Malam khusyuk berselimut kabut ketika sunyi beralih rupa menjadi tabuhan kendang yang bertalu.Cahaya patromak memijar laksana sasmita dari langit,menyeka gulita wengi, menghidupkan rasa yang wingit.Para sesepuh berdiri tegak bagai pilar-pilar jati purba,meniup serunai kidung, melaraskan jiwa dengan semesta.Sepeda tua bersandar bisu di atas hamparan batu,menyimpan memori zaman yang lebur bersama waktu.Obor menyala marak, mengantarkan doa ke angkasa,berpadu dawai akordeon yang mengalun penuh rasa.Seorang belia menatap takzim dalam keheningan rasa,mereguk luhurnya tradisi agar tak sirna ditelan fana.Inilah saujana harmoni, ikatan sakral tanah leluhur,tempat adat dan budaya dijaga agar tiada berkubur.Selama pelita minyak masih memijarkan kehangatan,ruh leluhur akan terus hidup menjinjing keselamatan.
Komentar