00:03Fenomena langit yang menakjubkan kembali terjadi.
00:06Sebuah cahaya meter berwarna hijau terang tertangkap kamera melintasi langit Yogyakarta pada Sabtu malam 11 Juli 2026.
00:13Fenomena ini sontak menarik perhatian warga dan memicu rasa penasaran.
00:18Hai, baru dari bareng Guadava di MTV Unlens dan mari kita kupas penjelasan ilmiahnya.
00:23Profesor Astronomi Brin, Thomas Diamaludin, menjelaskan bahwa batuan antariksa ini awalnya terdeteksi di atas Laut Jawa.
00:29Saat melintas di atas Bekasi, objek ini masih berupa cahaya putih kecil.
00:34Ketika lintasannya berpapasan dengan bumi, batuan ini memasuki atmosfer dengan kecepatan yang sangat tinggi.
00:39Gesekan hebat pada ketinggian 120 km di atas permukaan bumi menyebabkan batuan memanas terkikis dan berpijar sangat terang.
00:47Nah, saat mencapai Yogyakarta, meteor ini memancarkan cahaya hijau menyala yang ternyata berasal dari unsur magnesium yang terbakar di suhu
00:54yang sangat tinggi.
00:55Uniknya, meteor ini juga dilaporkan tampak berwarna biru di wilayah Majalengka.
00:59Selain pertunjukan cahaya warga di Cirebon dan Kuningan, juga sempat mendengar suara bintuman.
01:04Nah, tapi kalian jangan panik karena suara bumi bukan dari ledakan,
01:08melainkan gelombang kejut yang tercipta karena meteor bergerak jauh lebih cepat dari kecepatan suara.
01:14Lanjut lagi, berdasarkan analisis brain, meteor tersebut terus bergerak ke arah Tenggara dan kehilangan kecepatannya hingga diperkirakan berakhir di perairan
01:22Samudera India di selatan Jawa Timur atau Bali.
01:24Fenomena ini menjadi pengingat indah bahwa bumi kita terus berinteraksi dengan lingkungan antariksa.
01:29Masyarakat diimbau, tidak perlu khawatir karena batuan tersebut umumnya habis terbakar di atmosfer atau jauh di area tak berpenghuni.
01:37Terima kasih sudah menonton dan sampai jumpa di berita menarik lainnya hanya di metronkipinews.com
01:42Terima kasih sudah menonton!