00:00Kata siapa saya belum ngomong, kan saya enggak usah ngomong sama anda, anda buat saya bukan, saya enggak perlu lapor
00:05sama anda
00:06Cuma kan masyarakat itu kan pengen tahu apakah komunikasi ini terjadi
00:11Pokoknya kita jalankan sepru dan mungkin dengan batasan yang ada, jadi waktu MBG ngaco zaman dulu tuh sebelum-sebelumnya
00:20Bukannya Pak Presiden enggak tahu, Presiden tahu, cuman dia punya pertimbangan sendiri kan saya enggak tahu pertimbangannya apa
00:26Dia mungkin biarin dulu, dites, dites, dites, bagi soalannya clear, sikat semuanya
00:31Jadi bukan Presiden enggak tahu laporan keadaan seperti ini, dia tahu betul
00:34Dari mana Bapak tahu, dia tahu?
00:37Kan kalau ngomong suka, suka kalau ngomong malem-malem
00:39Oke, berarti dia komunikasikan ke Pak Purbaya kan?
00:42Ya enggak ke saya aja, tapi saya enggak tahu, dia ngerti
00:44Oke, berarti komunikasi itu ada ya?
00:47Oh ada lah, kan setiap minggu ketemu
00:49Oke, jadi masyarakat itu clear, karena masyarakat itu dia menangkap bahwa ini sesama mereka di dalam ini ngobrol
00:56Enggak sih?
00:56Pengobrol lah
00:57Oke
00:58Tapi enggak semuanya menteri ya, mungkin kalau saya yang sering ikut tuh 10 orang, 12 orang
01:05Iya, yang sektor-sektor penting nih
01:09Sektor penting, kalau saya kan bagian bayar saya lihatin, kenapa saya dipanggil, karena pasti buntutnya minta uang kan
01:14Lucu banget
01:15Kenapa ya?
01:16Pak, pertanyaan supaya...
01:17Gini contohnya
01:17Iya, iya, lanjut-lanjut
01:18Jangan dipikir gue diem aja
01:20Iya, iya, iya
01:21Enggapnya gue umi aja
01:22Iya, iya, iya
01:23Ada usulan suatu saat
01:26Pak, kami usulin proyek, oh gak boleh ngomong gitu ya
01:30Oh, gak boleh ngomong
01:31Nanti ketahuan menterinya siapa?
01:32Iya, iya, iya
01:33Suatu proyek besar, sekian
01:37Nanti gue susah juga
01:38Iya, iya, iya, iya
01:40Jadi, dengan proyek itu, kita akan menghemat sekian
01:43Jadi, subsidi-nya akan hilang, gini, gini, gini, gini, gini
01:47Saya kan tahu
01:49Saya alih di bidang itu juga
01:50Kebetulan saya tanya
01:51Lama-lama gue pusing kan
01:53Dan ini saya mau
01:54Ini dia yang 70 miliar dolar nih
01:56Kan banyak
01:59Hampir
01:59Seribu triliun ya
02:01Seribu triliun lebih sekarang
02:02Enak ya ngomong
02:03Seribu seribu triliun ya
02:04Orang kaya nih
02:04Kita jadi sejutanya susah ya
02:07Jadi, saya pikir
02:08Pak
02:11Udah anda hitung belum?
02:14Dijualnya berapa?
02:15Ya
02:15Dijualnya sekian
02:16Anda jual ke dia berapa?
02:18Sekian
02:19Lebih tinggi
02:21Jadi, subsidi-nya masih ada
02:23Masih ada ya?
02:23Masih ada, Pak
02:24Jadi, bukannya untung
02:25Pak, saya rugi
02:26Iya, itu
02:27Langsung presiden
02:28Oh, jadi masih rugi nih?
02:29Masih subsidi?
02:30Masih, Pak
02:30Malah lebih bisa
02:31Batalin
02:32Ada kaya gitu
Comments