00:00Coba tuang air ke atas daun talas dan perhatikan apa yang terjadi.
00:03Air itu tidak membasahi daun sama sekali,
00:06melainkan langsung menggelinding turun seperti bola kaca yang meluncur di permukaan meja.
00:10Padahal daun talas bukan plastik, bukan kaca, dan bukan logam yang dilapisi anti lengket.
00:15Tapi kenapa air seperti enggan menyentuhnya,
00:18dan yang lebih mengejutkan semakin kotor airnya,
00:20semakin bersih pula daun talas itu setelah air menggelinding pergi.
00:24Selama berabad-abad, orang hanya tahu bahwa daun talas memang begitu sifatnya tanpa pernah tahu alasannya.
00:30Para petani di Asia sudah lama menggunakan daun talas sebagai payung darurat atau alas makanan justru
00:36karena sifat anti airnya yang luar biasa ini.
00:39Tapi penjelasan ilmiahnya baru mulai terungkap ketika mikroskop elektron ditemukan
00:43dan ilmuwan akhirnya bisa melihat permukaan daun dalam skala yang sangat kecil.
00:47Dan apa yang mereka temukan benar-benar mengubah cara manusia memandang permukaan benda.
00:52Ternyata permukaan daun talas yang terlihat mulus dengan mata telanjang itu,
00:56kalau diperbesar ribuan kali, penuh dengan struktur seperti pegunungan dan lembah yang sangat rapat dan sangat kecil.
01:03Pada tahun 1997, dua ilmuwan Jerman bernama Wilhelm Barthlott
01:08dan Christoph Neinhuis menerbitkan penelitian penting yang akhirnya memberikan nama resmi untuk fenomena ini.
01:14Mereka menyebutnya efek lotus karena bunga teratai juga memiliki sifat yang sama dengan daun talas, bahkan lebih ekstrim.
01:21Barthlott dan Neinhuis menemukan bahwa rahasia permukaan daun ini terletak pada dua lapisan perlindungan yang bekerja secara bersamaan dan saling
01:29menguatkan satu sama lain.
01:31Dan dua lapisan inilah yang membuat air tidak punya kesempatan sedikitpun untuk benar-benar menyentuh permukaan daun secara langsung.
01:38Bayangkan seperti kasur pegas yang dipasangi lapisan teflon di atasnya, air mendarat tapi tidak pernah benar-benar menyentuh kasurnya.
01:46Lapisan pertama yang melapisi permukaan daun talas adalah lilin epikutikular, yaitu lapisan tipis zat lilin alami yang diproduksi oleh sel
01:54-sel daun itu sendiri secara terus-menerus.
01:56Lilin ini bersifat hidrofobik, artinya secara kimiawi ia memang tidak bisa bersatu atau bercampur dengan molekul air sama sekali.
02:04Ini mirip dengan minyak goreng yang tidak mau menyatu dengan air meski dikocok sekuat apapun, karena keduanya memiliki struktur molekul
02:11yang saling menolak satu sama lain.
02:13Tapi lapisan lilin saja sebenarnya belum cukup untuk menciptakan efek menggelinding yang sempurna seperti yang kita lihat di daun talas.
02:21Butuh satu lapisan lagi yang bekerja di level yang jauh lebih kecil dari sekadar lapisan lilin tersebut.
02:26Di bawah lapisan lilin itu, ada tonjolan-tonjolan kecil yang disebut papila epidermal dengan ukuran antara 10 hingga 20 mikrometer,
02:35kira-kira 1.200 lebar sehelai rambut manusia.
02:38Tonjolan-tonjolan ini tersusun sangat rapat dan setiap tonjolan pun dilapisi lagi dengan bulu-bulu nano yang jauh lebih kecil
02:44dari ukuran papilanya sendiri.
02:47Susunan berlapis-lapis inilah yang menciptakan permukaan yang secara teknis disebut superhidrofobik,
02:52yaitu permukaan yang menolak air dengan tingkat efisiensi yang hampir sempurna.
02:57Ketika setetes air jatuh ke permukaan seperti ini, air hanya menyentuh puncak-puncak tonjolan terkecil saja, bukan permukaan daun yang
03:03sesungguhnya.
03:05Ini artinya kontak antara air dan daun hanya terjadi dikurang dari 2% luas permukaan,
03:10sehingga tegangan permukaan air membuat tetesan itu tetap berbentuk bola dan menggelinding begitu saja.
03:16Para ilmuwan mengukur seberapa hidrofobik sebuah permukaan menggunakan angka yang disebut sudut kontak,
03:21yaitu sudut yang terbentuk antara tetesan air dan permukaan tempat ia mendarat.
03:26Permukaan biasa seperti kaca memiliki sudut kontak sekitar 20 derajat,
03:30artinya air menyebar lebar dan menempel kuat di permukaan itu.
03:34Tapi permukaan daun talas memiliki sudut kontak di atas 150 derajat,
03:38artinya tetesan air tetap berbentuk hampir,
03:40seperti bola sempurna dan hampir tidak ada bagian dasarnya yang bersentuhan dengan daun.
03:45Untuk membayangkannya, coba bayangkan perbedaan antara menaruh bola lempung basah di atas pasir.
03:50Ia menempel dan menyebar, dibankan menaruh bola bekel di atas lantai marmer yang miring,
03:55dan ia langsung menggelinding.
03:57Dan saat air menggelinding itulah,
03:59ia sekaligus menyapu kotoran debu atau spora jamur yang mungkin ada di permukaan daun.
04:04Daun talas tumbuh di lingkungan yang lembab dan penuh tanah berlumpur,
04:08sehingga permukaan yang selalu bersih sendiri adalah sebuah keuntungan besar bagi kelangsungan hidupnya.
04:14Kalau permukaan daun terus-menerus tertutup air,
04:17proses fotosintesis akan terganggu karena cahaya matahari tidak bisa masuk secara efisien ke sel-sel daun di bawahnya.
04:23Selain itu, permukaan yang basah dan kotor adalah tempat yang sangat disukai oleh jamur,
04:28bakteri, dan parasit yang bisa merusak daun dari luar.
04:31Dengan memiliki permukaan yang selalu kering dan bersih sendiri,
04:34daun talas tidak perlu mengeluarkan energi ekstra untuk melawan semua ancaman itu.
04:38Ini adalah sistem pembersihan otomatis yang bekerja tanpa henti,
04:43tanpa energi tambahan, dan tanpa mengeluarkan satu senyawa kimia berbahaya pun ke lingkungannya.
04:48Dan disinilah bagian yang benar-benar membuat peneliti di seluruh dunia bersemangat,
04:53ilmuwan dan insinyur mulai meniru persis struktur nano daun talas
04:56untuk menciptakan material baru yang tidak pernah ada sebelumnya.
05:01Cat dinding dengan teknologi superhidrofobik terinspirasi dari efek lotus
05:04kini digunakan di gedung-gedung di Tokyo dan Zurich
05:07agar dindingnya tidak pernah kotor meski disiram hujan sekalipun.
05:11Panel surya yang dilapisi material mirip daun talas
05:14bisa membersihkan dirinya sendiri dari debu dan kotoran
05:17sehingga efisiensinya tetap terjaga tanpa perlu tenaga manusia untuk membersihkannya.
05:22Tekstil anti-air tanpa lapisan kimia berbahaya,
05:25instrumen bedah yang tidak menempel darah,
05:27hingga lambung kapal yang dirancang agar lebih sedikit mengalami gesekan dengan air,
05:31semuanya terinspirasi dari struktur daun-daun yang kita injak begitu saja di kebun.
05:36Sebuah daun yang kelihatannya biasa itu
05:38ternyata menyimpan desain teknik yang belum bisa sepenuhnya ditiru oleh mesin tercanggih sekalipun.
05:44Nah, itu dia cerita di balik daun talas yang sering kita lewatin begitu saja tanpa pernah penasaran.
05:49Ternyata di balik permukaannya yang hijau biasa itu
05:52ada arsitektur nano yang ribuan kali lebih rumit dari yang pernah kita bayangkan.
05:57Kalau kamu punya tanaman talas di rumah atau di sekitar rumah,
06:00sekarang coba tuang sedikit air ke daunnya dan lihat sendiri keajaibannya.
06:04Tulis di komentar kira-kira benda atau makhluk hidup apalagi yang menurutmu
06:08menyimpan rahasia sains yang belum kita bahas.
06:11Kalau video ini bermanfaat buat kamu,
06:14tekan like dan share ke teman-temanmu yang suka sains.
06:16Jangan lupa subscribe supaya video berikutnya langsung nyangkut di beranda kamu.
06:21Sampai ketemu lagi di video selanjutnya.