Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
Israel mengaku siap menghadapi berbagai serangan Iran dan enggan mundur dalam peperangan di Lebanon Selatan melawan front Hizbullah. Saling serang Iran dan Isr
Transkrip
00:02Saudara Iran-Israel saling balas serangan, apakah perang sengit akan semakin panjang dan bagaimana nasib perundingan damai yang sudah diproses
00:12oleh Amerika Serikat serta Iran?
00:15Kita akan bahas bersama dengan pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaw Sriyanta.
00:21Selamat malam Mas Stanis, apa kabar?
00:24Selamat malam, berbaik banget.
00:25Ya, Mas Stanis ini perdana sejak jatahan senjata berlaku, meskipun memang tidak ada batasnya ataupun dilakukan secara permanen.
00:33Nah, Iran tak lagi bisa menahan diri dan memilih untuk membalas serangan Israel.
00:38Dari dinamika yang terjadi saat ini, bagaimana menurut Anda terkait perang yang bakal terjadi ke depannya?
00:46Makin panjang dan meluas atau bagaimana?
00:49Ya, kita harus adil menilai ini ya.
00:52Jadi, tanggal 7 Juni itu ada serangan dari Hezbollah ke utara Israel.
00:57Kemudian, IDF membalas ke dekat Beirut.
01:02Kemudian, Iran membalas lagi.
01:04Iran melakukan serangan ke Pakalun Udara di Israel.
01:07Lalu, tanggal 8 Juni itu Israel melakukan serangan kepada Iran.
01:09Saling balas lah ini.
01:10Tapi, sebenarnya saya pernah menyampaikan juga di Kompas TV bahwa dugaan saya nanti, salah satu exit strategi dari Amerika untuk
01:20pergi dari Iran adalah menyerahkan perangnya kepada Israel.
01:25Jadi, saya melihat bahwa ketika Israel sudah mulai melakukan serangan, ini sebenarnya tanda Amerika untuk menarik diri.
01:32Dan tidak mungkin kalau misalnya Israel melakukan serangan itu tidak restu Amerika.
01:37Meskipun ada drama-drama yang Trump mengatakan bahwa dia yang megang kendali.
01:41Kemudian, Netanyahu seperti kayak mau mengabekkan peringatan Trump.
01:46Saya itu hanya drama-drama saja.
01:48Tapi, ini sebenarnya adalah strategi dari Amerika untuk mulai mengurangi perannya di Timur Tengah.
01:55Kemudian, menyerahkan kepada Israel untuk berperang dengan Iran.
02:02Tapi, ini ada pelanggaran hukum internasional nggak, Mas?
02:06Karena kan yang melakukan serangan sebelumnya adalah Israel dan Lebanon.
02:09Tapi, ini dibalaskan oleh Iran gitu, langsung ke Israel.
02:14Ya, perangnya sudah melanggar hukum kan.
02:16Serangan-serangan itu pasti sudah melanggar hukum.
02:18Kalau misalnya di Kuiti satu-satu, ya semua melakukan pelanggaran sebenarnya kan.
02:22Yang jelas ini adalah ada kesepakatan jeda.
02:24Ada kesepakatan jeda.
02:26Tapi, mereka saling serang, ya mereka salah.
02:28Meskipun, Hezbollah menyerang duluan, kemudian Israel membalas.
02:32Kalau Iran, Iran melakukan serangan untuk membela Lebanon.
02:36Kemudian, Israel kembali menyerang Iran, ya.
02:38Apapun itu, saling bila itu menggunakan senjata untuk menyerang pihak lain, kan salah.
02:42Yang benar saat ini adalah kerjatan senjata.
02:45Kerjatan senjata, perdamaian menuju ke perdamaian.
02:47Nah, banyak orang mengatakan bahwa Amerika dengan Israel sudah pecah kongsi, misalnya.
02:55Tidak sepakat lagi.
02:56Tapi, saya melihat tidak seperti itu.
02:58Ini adalah drama sebenarnya.
03:00Drama bagaimana Amerika supaya bisa keluar dari situasi ini.
03:04Kemudian, Israel yang memimpin perang sekarang.
03:06Israel mengambil alih perangnya, maka Amerika akan pelan-pelan untuk mengurangi ini.
03:11Nah, apapun itu sebenarnya, tujuan kita kan tidak membela Israel, tidak membela Iran, tidak membela Amerika, ya.
03:17Tidak membela orang yang berperang, tapi kita sebenarnya ingin itu segera ada perdamaian.
03:21Karena, kalau misalnya nanti Amerika meninggalkan kawasan Timur Tengah, kemudian orang masih ada,
03:28apakah itu antara Israel dengan Iran, dengan Lebanon, itu tetap kita dampaknya kena, itu.
03:33Minyak bumi akan, harga BPM akan naik, kemudian perdagangan juga akan semakin naik.
03:38Tentu nanti juga situasi ekonomi tidak stabil, ya.
03:42Ini yang menjadi dampak kita, Israel kita kritisi, itu.
03:45Nah, lantas posisi Trump sebenarnya dalam kondisi saat ini gimana?
03:49Langkah apa yang realistik bagi Trump?
03:52Apalagi Anda tadi mengatakan bahwa sebenarnya ini adalah drama antara Amerika Serikat dan Israel.
03:57Ada dua versi memang.
03:59Ada yang mengatakan Trump benar-benar terjepit karena merasa bahwa Israel tidak.
04:03Tidak lagi satu jalur dengan Trump yang sedang mengusahkan perdamaian.
04:06Tapi saya masih meyakini bahwa ini sebenarnya ya ini strategi Amerika untuk lepas dari situasi ini,
04:14supaya dia bisa lepas dari situasi Timur Tengah, mengakhiri perang pelan-pelan,
04:18supaya tidak terlihat kalah, kemudian dia akan fokus pada permasalahan-permasalahan dalam negeri.
04:24Kemudian permusuhan dengan Iran akan dilanjutkan oleh Israel.
04:28Ada juga yang mengatakan bahwa Trump memang terjepit itu.
04:30Dia tidak mau mengakhiri perang,
04:33dia ingin mengakhiri perang dengan baik-baik saja,
04:36tetapi Israel malah melakukan provokasi.
04:39Seolah-olah Israel tidak mau perang berhenti.
04:41Jadi ada dua versi seperti itu,
04:42walaupun saya meyakini yang pertama yang lebih kuat.
04:46Tapi apapun itu,
04:47saya melihat bahwa sebenarnya Trump sudah keteteran juga
04:50untuk melawan Iran ini.
04:51100 hari dia tidak bisa mengalahkan Iran ini kan
04:54agak keterlaluan ketika negara yang segede Amerika
04:57dengan peralatan secanggih itu tidak bisa mengalahkan Iran.
05:00Dan Iran menunjukkan bahwa
05:01dia adalah negara yang daya tahannya sangat tinggi.
05:04Oke, kalau dari pandangan Mas Tanis,
05:06dengan apa yang terjadi baru-baru ini,
05:09balasan antara Israel dan Iran,
05:10pada titik ini,
05:12apa yang mungkin Mas Tanis lihat?
05:14Apakah kita sedang menyaksikan episode baru konflik
05:17yang masih bisa dikendalikan
05:19atau justru awal dari krisis keamanan baru di Timur Tengah?
05:24Makanya ketika ini adalah versi pertama ketika
05:27Amerika menyerahkan perangnya kepada Israel,
05:30makanya ini akan menjadi titik baru perang
05:32yang akan dilanjutkan oleh Israel melawan Iran
05:34yang dengan poros perlawanannya,
05:36dia nanti ada yang di Palestina,
05:38ada yang di Beirut,
05:40ada yang di Lebanon,
05:41ada yang di Iran melawan Israel.
05:43Tapi kalau memang ternyata kemungkinan kedua
05:45bahwa Amerika ingin mengusahakan perdamaian,
05:48ya nanti itu mungkin tidak akan lama.
05:50Permusuhan-permusuhan seperti biasa
05:52yang sering terjadi antara Israel dengan Iran,
05:55yang nanti yaudah skala-skala kecil-kecil saja.
05:58Karena siapa sih yang ingin berperang?
06:00Perang itu biayanya mahal,
06:02korbannya banyak.
06:03Siapa yang ingin tahan dari situasi itu?
06:05Kita lihat juga Iran sudah kesulitan secara ekonomi
06:08dan biaya perang itu cukup besar.
06:09Amerika menghasil mengeluarkan hampir 500 triliun lebih
06:12untuk perang seperti ini.
06:13Dan hasilnya apa?
06:15Iran tidak kalah.
06:16Tentu semua ingin mengakhiri ini.
06:18Cuma ini mereka sudah mencari cara,
06:20apa cara terbaik supaya perang ini selesai,
06:22tetapi mereka tidak malu karena kalah gitu loh.
06:25Walaupun permusuhan pasti akan tetap terjadi.
06:27Berarti ini bukan tanda bahwa
06:29seolah Amerika Serikat
06:32hilang untuk mengendalikan,
06:34hilang kendali untuk mengendalikan Israel.
06:36Jadi ini memang sudah disetting sedemikian rupa begini,
06:39Mas Tanis?
06:40Ya, saya melihat bahwa itu yang terjadi.
06:43Saya melihat bahwa ini sebenarnya adalah settingan
06:45supaya Amerika bisa meninggalkan Iran gitu loh.
06:49Tapi ada yang menganggap bahwa
06:50ini sebenarnya alamiah dan Amerika tidak bisa mengendalikan gitu loh.
06:54Dua-duanya sebenarnya ini menunjukkan bahwa
06:57Amerika sudah tidak tahan,
06:59sudah tidak punya daya tahan di Iran,
07:01dia harus segera merecovery
07:03karena jeda yang dilakukan oleh Amerika dan Iran.
07:06Jeda ini kan benar-benar ingin damai
07:08atau sebenarnya mereka reload amunisi,
07:10kita kan tidak tahu.
07:11Kan orang habis kelahi itu kan,
07:12dia seperti tinju,
07:13tinju 3 menit maka perlu ada istirahat itu kan,
07:16kayak mengumpulkan energi lagi reload amunisinya.
07:20Kita kan tidak tahu itu,
07:22apakah Amerika menginginkan itu
07:23atau sebenarnya dia ingin,
07:25ya memang tidak bisa perang lagi gitu loh.
07:28Nah, ini kan permasalahannya banyak.
07:30Ekonomi, politik, ini cukup berat.
07:31Nah, jadi kalau Anda melihat situasi
07:34disandingkan dengan keadaan ekonomi saat ini,
07:37tekanan dari masing-masing internal negara,
07:40ujung situasi ini bagaimana?
07:41Mungkinkah Amerika kemudian mundur
07:44atau tetap bertahan
07:45supaya tetap terlihat power-nya?
07:48Maka paling baik adalah Amerika mundur dari Iran.
07:51Dia menarik diri dari Timur Tengah,
07:53kemudian kalau dia mau support,
07:54ya support hal yang lain,
07:56apakah support persenjataan kepada Israel
07:58atau yang lain,
07:59untuk menjaga eksistensi Amerika sendiri.
08:03Jadi, mungkin ini sudah mencari strategi
08:05mundur dengan cara-cara terbaik
08:07dan tidak malu di depan publik.
08:09Oke, singkat saja, perdamaian tidak akan terjadi.
08:12Perundingannya tidak akan terjadi,
08:14tidak akan membuahkan hasil, maksud saya.
08:17Harapan saya perang akan berhenti,
08:19walaupun skala-skala masih kecil, masih terjadi.
08:21Ini kan masalahnya Amerika mau mundur dengan malu atau tidak,
08:24tapi perang nampaknya akan mulai jeda,
08:26walaupun ada skala perang-perang kecil.
08:28Baik, terima kasih atas analisa Anda,
08:30pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia,
08:33Mas Tanislaus Rianta.
Komentar

Dianjurkan