Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SAMARINDA, KOMPAS.TV - 5 personel Polsek Pinang di Samarinda disanksi etik penahanan khusus hingga non-job.

Mereka disanksi usai terbukti menggunakan ATM tersangka kasus narkoba untuk kepentingan pribadi.

5 anggota Polsek Sungai Pinang Samarinda disanksi etik, usai terbukti menggunakan isi ATM, yang dijadikan barang bukti untuk keperluan pribadi. Saat ini kelimanya tengah menjalani hukuman 20 hari kurungan khusus.

4 anggota mendapat sanksi dicopot dari jabatannya dan dimutasi 2 tahun. Sementara salah satu anggota juga dicopot dan dimutasi 1 tahun 6 bulan.

Hal itu dibenarkan Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar saat dikonfirmasi.

Hendri juga bilang, kelima polisi tersebut kini di-nonjobkan atau tidak ditempatkan di satuan khusus penyidikan dan hanya menjadi staf bintara di wilayah Polresta Samarinda.

Sementara itu, kuasa hukum pemilik ATM yang saat itu kliennya ditetapkan tersangka kasus narkoba bilang, saat dikonfirmasi Sabtu (6/6/2026) malam, isi ATM yang dikuras mencapai Rp100 juta lebih.

Ia bahkan membantah ATM tersebut bukan merupakan barang bukti yang ada kaitannya dengan kasus yang tengah ditangani.

Kini pihak kuasa hukum tak melanjutkan perkara ini hingga ke tahap pidana, lantaran ke-5 polisi tadi sudah disanksi etik serta mengembalikan uang tersebut.

Baca Juga Anggota Brimob Dipecat Usai Terlibat Sindikat Narkoba di Samarinda |BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/673216/anggota-brimob-dipecat-usai-terlibat-sindikat-narkoba-di-samarinda-borgol

#polisi #atm #narkoba

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673579/atm-tersangka-narkoba-dikuras-hingga-rp100-juta-5-polisi-di-samarinda-dijatuhi-sanksi-borgol
Transkrip
00:00Kita akan informasi pertama saudara, 5 personel Polsek Pinang di Samarinda disangsi etik penahanan khusus hingga non-job.
00:08Mereka disangsi usai terbukti menggunakan ATM tersangka kasus narkoba untuk kepentingan pribadi.
00:175 anggota Polsek Sungai Pinang Samarinda disangsi etik usai terbukti menggunakan isi ATM yang dijadikan barang bukti untuk keperluan pribadi.
00:26Saat ini kelimanya tengah menjalani hukuman 20 hari kurungan khusus.
00:32Empat anggota mendapat sanksi dicopot dari jabatannya dan dimutasi 2 tahun.
00:37Sementara salah satu anggota juga dicopot dan dimutasi 1 tahun 6 bulan.
00:42Hal itu dibenarkan Kapolresta Samarinda kompes Henry Umar saat dikonfirmasi.
00:47Henry juga bilang kelima polisi tersebut kini dinonjobkan atau tidak ditempatkan di satuan khusus penyidikan
00:54dan hanya menjadi staf bintara di wilayah Polresta Samarinda.
00:59Penyidik mereka menyalahgunakan menggunakannya sebagai penyidik.
01:04Terus kemudian ada komplain dari pihak yang sedang berperkara.
01:13Akhirnya dari pelopat kita saya perintahkan untuk turun, tingkah lanjuti dan kita temukan memang ada dugaan penyelaskan gunakan gunak
01:23oleh 5 orang oklum anggota polisi pinang ini sehingga akhirnya kita gunakan kode etik.
01:33Sementara itu kuasa hukum pemilik ATM yang kliennya ditetapkan tersangka kasus narkoba mengatakan
01:39isi ATM yang dikuras mencapai lebih dari 100 juta rupiah.
01:43Ia bahkan membantah ATM tersebut bukan merupakan barang bukti yang ada kaitannya dengan kasus yang tengah ditangani.
01:50Ada barang bukti yang katanya dijadikan barang bukti, tapi tidak terkait dengan perkara itu sebenarnya.
01:56Tidak terkait dengan perkara yang disangkakan kepada klien kami.
02:01Berapa bang yang diambil bang?
02:03Saya lupa ya secara ininya, intinya di atas 100 juta lah.
02:08Kasus yang ditangani, kasus perkaranya apa bang?
02:11Narkoba, narkoba ya.
02:12Tapi udah clear bang ya?
02:14Narkoba, klien kami udah diponis ya, udah diponis bersalah.
02:17Dan saat ini sudah menjalani hukuman di rutannya.
02:21Kini pihak kuasa hukum tak melanjutkan perkara ini ke tahap pidana.
02:25Lantaran kelima polisi sudah disangsi etik dan mengembalikan uang tersebut.
Komentar

Dianjurkan