00:00Intro
00:04Pernah gak sih merasa hidup cuma buat bayar kebutuhan keluarga?
00:09Gaji baru masuk, tapi udah habis buat orang tua, adik, pasangan sampai ke anak.
00:15Kalau iya, bisa jadi kamu sedang berada di situasi yang disebut sandwich generation.
00:21Yuk kita bahas.
00:23Halo Sobat MTV and Lens, balik lagi bareng aku, Richard, di segmen edukasi ekonomi.
00:29Kali ini kita bakal bahas fenomena yang diam-diam dialami banyak anak muda di Indonesia, yaitu sandwich generation.
00:38Sandwich generation adalah kondisi ketika seseorang harus menanggung tiga generasi sekaligus, yaitu orang tua, dirinya sendiri, dan anak-anaknya.
00:48Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Profesor Dorotia Miller pada tahun 1981.
00:55Di Indonesia, fenomena ini cukup sering terjadi.
00:59Banyak orang tua yang belum memiliki dana pensiun atau tabungan yang cukup.
01:04Sehingga, di masa tua mereka masih bergantung pada anak.
01:08Akibatnya, anak harus memikul beban finansial yang besar.
01:12Masalahnya, tekanan ini bukan cuma soal uang.
01:15Banyak generasi sandwich mengalami stres berkepanjangan, burn out, bahkan rasa bersalah ketika merasa belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
01:26Mereka sering sulit menabung, sulit menikmati hasil kerja sendiri, dan terus hidup dalam rasa khawatir kalau sewaktu-waktu terjadi masalah
01:36keuangan atau kesehatan dalam keluarga.
01:38Fenomena ini juga terus bisa berulang dari generasi ke generasi.
01:43Karena sejak kecil melihat kondisi tersebut sebagai sesuatu yang normal, banyak orang akhirnya menjalani pola hidup yang sama ketika dewasa.
01:52Padahal, kondisi ini bisa diminimalisir, mulai dari belajar mengatur keuangan, punya dana darurat, menyiapkan tabungan hari tua, sampai mencari sumber
02:05penghasilan tambahan.
02:06Karena pada akhirnya, membantu keluarga memang bentuk kasih sayang.
02:11Tapi kalau sampai mengorbankan kesehatan mental dan masa depan diri sendiri, apakah itu masih bisa disebut sehat?
Komentar