Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jalan damai Amerika Serikat dan Iran masih terjal, apalagi Amerika Serikat masih ngotot ingin mendapatkan uranium yang diperkaya milik Iran. Namun Iran menegaskan tidak akan menyerahkan material tersebut.

Kita akan bahas hal ini bersama Guru Besar Teknik Nuklir Institut Teknologi Bandung Zaki Su'ud dan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte dalam program dialog Sapa Malam, Sabtu (23/5/2026).

#iran #uranium #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670684/full-guru-besar-teknik-nuklir-dosen-politik-soal-as-ngotot-dapatkan-uranium-iran
Transkrip
00:00Jalan damai, Amerika Serikat dan Iran masih terjal, apalagi Amerika Serikat masih ngotot ingin mendapatkan uranium yang diperkaya milik Iran.
00:10Namun Iran menegaskan tidak akan menyerahkan material itu.
00:13Saya akan diskusikan ini bersama dengan para narasumber.
00:15Bergabung saat ini, Guru Besar Teknik Nuklir dari Institut Teknologi Bandung, Zaki Suud,
00:20dan dosen ilmu politik dari Universitas Udayana, Evata, Filomeno, Boromeo Duarte.
00:25Selamat malam semuanya dengan Tifal di sini.
00:27Selamat malam.
00:28Selamat malam, Mas.
00:30Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
00:32Pak Zaki, saya mau ke Anda dulu, karena yang masih diperdebatkan di tengah perang ini kan masalah uranium ya, Pak.
00:40Bantu kami, terutama masyarakat yang belum awam dengan uranium ini,
00:44emang seberapa besar manfaat atau seberapa penting uranium ini untuk kehidupan kita sebetulnya, Pak?
00:51Oh iya.
00:53Uranium ini, Pak, kalau untuk kejahatan lain,
00:56ya itu sangat berguna untuk menghasilkan energi, Pak.
01:00Jadi, uranium satu kilogram itu setara dengan batu barat dua juta kilogram, Pak, energinya.
01:10Jadi, itu istilahnya uranium beberapa meter gigi yang ditaruh di kapal selama itu cukup untuk memberi energi kapal itu gak
01:23usah mengisi bahan bakar 20 tahun.
01:24Bahkan, reaktor generasi sekarang adanya bisa sampai 30-40 tahun sekali isi, gak usah isi ulang lagi.
01:31Sampai 30 tahun, 20 tahun.
01:34Ini memang sumber energi yang sangat padat.
01:37Nuklir adalah sumber energi yang sangat padat.
01:39Nah, tetapi, kalau dia dipakai untuk bom,
01:44maka 10 kilogram, kira-kira setengah liter, Pak,
01:49itu menghasilkan daya ledak setara sekurang-kurangnya 20 ribu ton TNT.
01:56Jadi, 20 ribu ton TNT diledakkan sekaligus,
02:00dan dampaknya itu akan meratakan kota dalam radius 10-15 kilo.
02:04Itu akan rata dengan tanah.
02:07Oke. Mungkin bantu kami, suara Bapak, mungkin bisa lebih keras lagi ya,
02:11karena kami tidak mendengar suara Bapak dengan jelas.
02:13Tapi pada intinya, uranium ini sebetulnya fungsinya tidak sebatas sebagai senjata saja.
02:17Anda mau bilang begitu?
02:18Iya. Dia bisa dipakai sebagai energi,
02:21dia bisa dipakai sebagai senjata.
02:24Jadi, kalau dia dipakai sebagai energi,
02:26tadi saya sudah katakan,
02:271 kilogram uranium itu setara dengan 2 juta kilogram batu bara.
02:32Jadi, reaktor-reaktor generasi baru, Pak,
02:35itu bisa dibuat sekali isi,
02:37dioperasikan 20-40 tahun tanpa menggunakan bahan bakar.
02:41Oke. Nah, kalau faktanya seperti itu, Pak Efata,
02:46maka kalau kita korelasikan dengan pernyataan Trump
02:49bahwa pilihannya akan merampas atau...
Komentar

Dianjurkan