Hadhdratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh di Indonesia. Ia juga merupakan pendiri dari Nahdatul Ulama, yang merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia.
Selain itu beliau juga merupakan Pahlawan Nasional Indonesia dan merupakan pemimpin besar yang menginspirasi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus mempertahankannya. Perjuangannya melawan penjajah dilalui dengan tidak mudah, penuh ancaman, intimidasi, penjara, siksaan, dan percobaan pembunuhan.
Semua itu dijalani dengan tegar bahkan KH Hasyim Asy’ari menjadi tokoh sentral bagi para pejuang pergerakan nasional. Beliau menjadi tempat bertanya, meminta nasihat, dan fatwa-fatwa keagamaan maupun persoalan kehidupan sehari-hari.
Biografi KH Hasyim Asy’ari
KH Hasyim Asyari merupakan putra dari pasangan Kyai Asyari dan Nyai Halimah, Ayahnya Kyai Ashari merupakan seorang pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Beliau merupakan keturanan dari para ulama dan beliau juga merupakan keturunan darah biru/ bangsawan. Jika dilihat dari jalur ibu, nasab KH. Hasyim Asy’ari tidaklah dapat dipisahkan dari kerajaan Majapahit dan Demak. KH. A. Wahab Hasbullah menerangkan bahwa, leluhur KH. Hasyim Asy’ari adalah Brawijaya VI (dikenal juga dengan nama Kartawijaya atau Damarwulan). Selain itu ibunya juga merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir /Sultan Pajang.
Semenjak dikandungan, beliau telah memiliki tanda-tanda yang menunjukan, bahwa nanti beliau menjadi orang besar dan panutan banyak orang. Saat masih mengandung, Nyai Halimah melihat tanda-tanda yang luar biasa. Yaitu, pada suatu malam, beliau bermimpi bulan jatuh dan hinggap diperutnya. KH. Hasyim Asy’ari juga berada di dalam kandungan selam 14 bulan. Bayi yang lebih lama berada dalam kandungan, memiliki kecerdasan yang melebihi bayi pada umumnya. Apalagi, selama masa 14 tersebut ibunya sering melakukan puasa, ibadah sholat malam, dan berdzikir.
KH Hasyim Asy’ari dilahirkan pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287 H atau bertepatan pada taggal 14 Februari 1871 Masehi di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ketika beliau menginjak usia anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasannya sudah tampak.
Pola kepemimpinannya mampu menjembatani persatuan antara Islam tradisional dan moderen. Sehingga, umat Islam di Indonesua saat itu dapat hidup rukun dalam ukhuwah islamiyah yang baik serta dapat bersatu bahu membahu dalam perjuangan memukul mundur penjajah dari tanah air tercinta, Indonesia.
#nahdlatululama #gusdur #nu #khhasyimasy'ari #aswaja #islamnusantara #hasyim #hadratusysyekh
Selain itu beliau juga merupakan Pahlawan Nasional Indonesia dan merupakan pemimpin besar yang menginspirasi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus mempertahankannya. Perjuangannya melawan penjajah dilalui dengan tidak mudah, penuh ancaman, intimidasi, penjara, siksaan, dan percobaan pembunuhan.
Semua itu dijalani dengan tegar bahkan KH Hasyim Asy’ari menjadi tokoh sentral bagi para pejuang pergerakan nasional. Beliau menjadi tempat bertanya, meminta nasihat, dan fatwa-fatwa keagamaan maupun persoalan kehidupan sehari-hari.
Biografi KH Hasyim Asy’ari
KH Hasyim Asyari merupakan putra dari pasangan Kyai Asyari dan Nyai Halimah, Ayahnya Kyai Ashari merupakan seorang pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Beliau merupakan keturanan dari para ulama dan beliau juga merupakan keturunan darah biru/ bangsawan. Jika dilihat dari jalur ibu, nasab KH. Hasyim Asy’ari tidaklah dapat dipisahkan dari kerajaan Majapahit dan Demak. KH. A. Wahab Hasbullah menerangkan bahwa, leluhur KH. Hasyim Asy’ari adalah Brawijaya VI (dikenal juga dengan nama Kartawijaya atau Damarwulan). Selain itu ibunya juga merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir /Sultan Pajang.
Semenjak dikandungan, beliau telah memiliki tanda-tanda yang menunjukan, bahwa nanti beliau menjadi orang besar dan panutan banyak orang. Saat masih mengandung, Nyai Halimah melihat tanda-tanda yang luar biasa. Yaitu, pada suatu malam, beliau bermimpi bulan jatuh dan hinggap diperutnya. KH. Hasyim Asy’ari juga berada di dalam kandungan selam 14 bulan. Bayi yang lebih lama berada dalam kandungan, memiliki kecerdasan yang melebihi bayi pada umumnya. Apalagi, selama masa 14 tersebut ibunya sering melakukan puasa, ibadah sholat malam, dan berdzikir.
KH Hasyim Asy’ari dilahirkan pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287 H atau bertepatan pada taggal 14 Februari 1871 Masehi di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ketika beliau menginjak usia anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasannya sudah tampak.
Pola kepemimpinannya mampu menjembatani persatuan antara Islam tradisional dan moderen. Sehingga, umat Islam di Indonesua saat itu dapat hidup rukun dalam ukhuwah islamiyah yang baik serta dapat bersatu bahu membahu dalam perjuangan memukul mundur penjajah dari tanah air tercinta, Indonesia.
#nahdlatululama #gusdur #nu #khhasyimasy'ari #aswaja #islamnusantara #hasyim #hadratusysyekh
Kategori
📚
PembelajaranTranskrip
00:03Haudratul Syekh Yaihaji Muhammad Hashim Ash'ari
00:06Dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh di Indonesia
00:09Beliau juga merupakan pendiri dari Nahdlatul Ulama
00:12Yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia
00:14Selain itu, beliau juga merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia
00:19Dan merupakan pimpinan besar yang menginspirasi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia
00:23Sekaligus mempertahankannya
00:25Perjuangannya melawan penjajah dilalui dengan tidak mudah
00:28Penuh ancaman, intimidasi, penjara, siksaan, dan percobaan pembunuhan
00:33Semua itu dijalin dengan tegar
00:36Bahkan Kiyaihaji Hashim Ash'ari menjadi tokoh sentral bagi para pejuang pergerakan nasional
00:40Beliau menjadi tempat bertanya, peminta nasihat, dan fatwa-fatwa keagamaan
00:45Maupun persoalan kehidupan sehari-hari
01:13Kiyaihaji Hashim Ash'ari merupakan putra dari pasahan Kiyaiha Ash'ari dan Nyaiha Limah
01:18Ayahnya Kiyaiha Ash'ari merupakan seorang pimpinan pesantren keras yang berada di sebelah selatan Jumbang
01:24Kiyaihaji Hashim Ash'ari merupakan anak ketiga dari sebelah bersaudara
01:28Beliau merupakan keturunan dari para ulama
01:30Dan beliau juga merupakan keturunan darah biru atau bangsawan
01:33Jika dilihat dari nasab jalur ibu
01:36Kiyaihaji Hashim Ash'ari tidak dapat dipisahkan dari kerajaan Majapahit dan Kesultanan Demak
01:42Kiyaihaji Wahab Ash'ari menerangkan bahwa leluhur Kiyaihaji Hashim Ash'ari adalah berwujaya enam
01:47Yang dikenal dengan nama Kertawijaya atau Damarwulan
01:50Selain itu, ibunya juga merupakan keturunan kedelapan dari Joko Tinggir atau Sultan Pajang
01:58Semenjak dikandungan, beliau telah memiliki tanda-tanda yang menunjukkan
02:02Bahwa nanti beliau akan menjadi orang yang besar dan panutan banyak orang
02:06Saat masih mengandung, Nyai Halimah melihat tanda-tanda yang luar biasa
02:10Yaitu pada suatu malam, beliau bermimpi, bulan jatuh dan hingga di parutnya
02:15Kiyaihaji Hashim Ash'ari juga berada di dalam kandungan selama 14 bulan
02:18Bayi yang lebih lama berada dalam kandungan sebagaimana mestinya
02:22Biasanya memiliki kecerdasan yang melebihi bayi pada umumnya
02:26Apalagi, selama masa 14 bulan tersebut, ibunya sering melakukan puasa, ibadah, sholat malam, dan selalu berpikir
02:39Kiyaihaji Hashim Ash'ari dilahirkan pada tanggal 24 Dulkodah tahun 1287 Hijriah
02:45Atau bertempatan pada tanggal 10 April tahun 1875 Masehi
02:49Di Desa Gedang, Kecamatan Dewak, Kabupaten Cobang, Jawa Timur
02:54Ketika beliau menginjak usia anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasan beliau sudah tampak
02:59Pada saat bermain dengan anak-anak sebayanya
03:02Jika beliau melihat teman-temannya bermain kasar atau menyembang dari peratuan permainan
03:07Maka tidak sekan-sekan beliau menegur dan memperingatkan mereka
03:11Beliau menyatakan bahwa tindakan main curang itu tidak boleh
03:15Karena jika pelaku curang satu saat dicurangi, tentu juga tidak akan mau
03:20Cara menegur beliau pun tidak dengan cara yang kasar
03:23Sehingga teman-temannya yang ditegur tidak merasa disudukan atau sakit hati
03:27Justru timbul kesadaran dalam dirinya sendiri untuk memperbaikinya
03:32Perilaku dan sikapnya ini membuat beliau disegani oleh teman-temannya
03:35Sikap dan perilaku beliau tersebut juga tetap bertahan sampai akhir hayatnya
03:40Dan menjadikan beliau pemimpin yang karimastik
03:43Dengan keadilannya menegakkan hukum dan sikap antikekerasan dalam mengubah kejahatan menjadi kebaikan
03:49Pola kepemimpinan seperti inilah yang menjadikan beliau mampu menjembatani persatuan
03:54Antara Islam tradisional dan Islam modern
03:56Sehingga umat Islam di Indonesia saat itu dapat hidup rukun dalam ukuah islamiah yang baik
04:01Serta dapat bersatu, bahu-membahu dalam perjuangan memukul mundur penjajah dari tanah air tercinta Indonesia
04:19Lahir dari keluarga Kiai dan hidup di lingkungan pesantren yang beruh dengan kajian ilmu
04:23Tentu membuat Kiai Haji Haji Mahasari mendapatkan pendidikan agama Islam dengan sangat baik
04:28Dan menjadikan beliau sosok yang haus akan ilmu
04:30Salah satu faktor lagi yang membuat beliau menjadi sosok yang haus akan ilmu adalah
04:35Karena beliau melihat secara langsung bagaimana perjuangan ayahnya dalam mendidikan pesantren dan mendidik umat
04:40Hidup di lingkungan pesantren, di mana umumnya para santri hidup dengan sederhana
04:44Juga membuat nilai kesederhanaan tertanam dalam diri beliau
04:49Kiai Haji Haji Mahasari mempelajari ilmu-ilmu dasar tentang agama Islam dari ayahnya dan kakeknya
04:54Kiai Usman seperti ilmu tauhid, fikih, dan lain sebagainya
04:59Dalam belajarnya di pesantren keras, yakni pesantren ayahnya sendiri
05:03Beliau dikenal sebagai sosok yang rajin, ulet, dan bersungguh-sungguh
05:06Semua pelajaran dapat beliau tangkap dan pahami dengan baik dan sempurna
05:11Hal tersebut menimbulkan kekaguman banyak orang termasuk ayahnya
05:15Sehingga ketika beliau masih sangat muda, yakni ketika berumur sekitar 13 tahun
05:19Beliau telah dipercaya oleh ayahnya untuk membantu mengajar para santri atau menjadi badal ayahnya
05:26Kepercayaan ini menunjukkan bahwa di umurnya sangat muda, beliau telah memiliki kemampuan yang mumpuni
05:33Selain itu, Kiai Haji Hashim Asari dikenal akan kemandiriannya
05:37Tidak seperti putra Kiai lainnya, beliau adalah sosok yang memiliki etus kerja yang sangat tinggi
05:42Sang kakek Kiai Usman melidihnya agar mandiri dan tidak mudah bergantung kepada orang lain
05:47Sejak kecil, beliau terbiasa mencari nafkah sendiri dengan cara bertani atau berdagang
05:52Hasil yang didapatkannya digunakan untuk menuntut ilmu
05:56Meskipun telah mengajar di pesantren milik ayahnya, tidaklah membuat Kiai Haji Hashim Asari merasa jemawa dan puas terhadap apa yang
06:03telah ia peroleh
06:04Pada umur 15 tahun, beliau memulai pengembaraannya untuk mencari ilmu di berbagai pesantren di Jawa
06:11Dimulai dari pesantren Wonokaya Probolinggo, pesantren Langitan Tupan, pesantren Terenggiri Semarang
06:17Kemudian beliau melanjutkan pengembaraannya ke pesantren Bangkalan Madura yang diasuh oleh Saykhona Khalil
06:22Saykhona Khalil merupakan ulama terkemuka pada masa itu yang sangat disegani sampai sekarang
06:28Di pesantren Bangkalan, Kiai Haji Hashim Asari terbilang tinggal cukup lama
06:33Jika dibandingkan dengan pesantren-pesantren sebelumnya yang hanya tinggal beberapa bulan saja
06:38Kemudian beliau melanjutkan pengembaraannya di pesantren Siwalan yang diasuh oleh Kiai Yakub selama 5 tahun
06:44Di tempat ini, beliau tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga mendapatkan seorang istri
06:50Kiai Yakub merasa kekum dengan kecerdasan dan kepribadian Kiai Haji Hashim Asari
06:54Yang rendah hati, baik budi, pekun, serta teliti
06:58Sehingga tanpa ragu, Kiai Yakub mengangkat beliau menjadi menantunya
07:02Pernikahan ini terjadi pada tahun 1892 ketika Kiai Haji Hashim Asari berumur 21 tahun
07:13Setelah menikah, beliau mendapatkan hadiah dari sang mertua, yaitu ibadah haji
07:17Beliau melaksanakan rukun Islam yang kelima bersama istri dan mertuanya
07:21Dan mereka berada di Makkah selama 7 bulan
07:25Selama di Makkah, Kiai Haji Hashim Asari tidak hanya menjalankan ibadah haji
07:29Akan tetapi kesempatan ini juga beliau manfaatkan untuk menuntut ilmu
07:33Ketika itu, beliau belajar ilmu hadis kepada ulama kondang yakni Syekh Ahmad Khotib Al-Minangkabawi
07:39Yang merupakan ulama asal Tanah Minang dan menjadi imam di Masjidil Haram untuk menganut madhab imam syafiai
07:45Selain itu, Kiai Haji Hashim Asari juga berguru kepada Syekh Al-Alamah Adul Hamid Al-Dharustani dan Syekh Muhammad Su
07:52'aid
07:54Ketika di Makkah, Kiai Haji Hashim Asari dikarunai seorang anak yang diberi nama Abdullah
07:58Nama tersebut diberikan dalam rangka mencari berkah terhadap ayah Nabi Muhammad SAW
08:04Namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama
08:07Karena sang istri tercinta meninggal dunia
08:09Kemudian disusul sang anak yang hanya berjarak 40 hari dari sang istri
08:14Kesedihan mendalam dirasakan oleh Kiai Haji Hashim Asari
08:17Begitu pula mertuanya
08:18Tetapi beliau tetap tabah dan menerima takdir
08:21Karena semua yang di dunia hanyalah ditipan dan akan kembali kepada sang khalik
08:27Kemudian pada tahun 1893, Kiai Haji Hashim Asari berangkat kembali ke Makkah
08:32Kali ini beliau berangkat bersama adiknya yang bernama Anis
08:36Dan hal yang sama untuk kedua kalinya terulang kembali
08:39Adiknya juga meninggal dunia ketika di Makkah
08:42Kesedihan tentu menyelimuti beliau
08:44Karena tiga orang yang disayanginya meninggal di sampingnya
08:48Tetapi beliau tidak mau tenggelam dalam kesedihan
08:50Seperti sebelumnya beliau tetap tabah
08:52Kejadian ini malah membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT
08:56Dan beliau semakin meningkatkan ibadahnya di Masjidil Haram
09:00Ketika itu, kota Makkah adalah gudang keilmuan Islam
09:03Banyak ulama yang tinggal dan mengajar di sana
09:06Termasuk beberapa ulama asal Indonesia
09:09Untuk kedatangan yang kedua kalinya ini
09:11Beliau tinggal di Makkah selama tujuh tahun
09:13Dan belajar ilmu hatis kepada Sheikh Mahfud At-Termasi
09:16Putra Kiai Abdullah
09:17Yakni pengasuh penduk pesantren termas pacitan
09:23Sheikh Mahfud At-Termasi
09:25Merupakan salah satu ulama dari tanah air
09:27Yang terkemuka di kota Makkah
09:28Dengan spesialisasi ilmu hadis
09:31Sheikh Mahfud mengajar Sokhih Bukhari
09:33Dan Sokhih Muslim di Masjidil Haram
09:34Dari beliau lah
09:36Kiai Haji Asim Asyari yang mendapatkan ijazah
09:38Untuk mengejar kitab Sokhih Bukhari dan Muslim
09:40Serta juga ijazah Torikot Khadiriyah
09:42Wanaksabendiyah
09:46Kemudian Kiai Haji Asim Asyari juga melanjutkan belajarnya
09:49Kepada Sheikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
09:51Tentang pikir Matab Safi'i
09:53Kepada dua guru besar itu pula lah
09:55Kiai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah juga berguru
09:59Jadi antara Kiai Haji Asim Asyari
10:01Dan Kiai Ahmad Dahlan merupakan teman seperguruan
10:06Selain berguru kepada ulamak yang berasal dari tanah air
10:09Kiai Haji Asim Asyari juga berguru kepada beberapa ulamak terkemuka lainnya
10:14Seperti Sheikh Su'ab bin Abdurrahman
10:16Sheikh Amin Al-Attar
10:17Sheikh Ibrahim Arab
10:19Sheikh Sheikh Sheikh Al-Yamani
10:20Sheikh Rahmatullah
10:21Dan Sheikh Bafadal
10:24Beberapa Sheikh juga pernah menjadi guru beliau
10:27Di antaranya adalah
10:28Sheikh Abad Al-Maliki
10:30Sheikh Sultan Hashim Al-Daghistani
10:32Sheikh Abdullah Al-Zawawi
10:34Sheikh Ahmad bin Hasan Al-Atos
10:36Sheikh Alwi Al-Sagaf
10:38Sheikh Abu Bakar Satwa Al-Dhimiati
10:41Sheikh Hussein Al-Habsi
10:44Dari sekian Sheikh dan Sheikh yang menjadi guru beliau
10:47Sosok yang mempengaruhi pemberian beliau adalah
10:50Sheikh Alwi Al-Sagaf
10:51Sheikh Hussein Al-Habsi
10:52Sheikh Mahfud Al-Habsi
10:59Selain rajin belajar
11:00Kiai Haji Hashim Asyari Selama Demakah
11:02Juga senantiasa mengunjungi pertilasan-pertilasan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
11:07Untuk sekedar merenung, tafakur, hadapur, refleksi atas kebesaran Allah SWT
11:12Dan juga menyelami dakwah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
11:15Yang begitu berat menghadapi banyak cobaan, ujian, bentangan, dan halangan
11:21Kiai Haji Hashim Asyari Selain sekali merenungkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
11:51Ketika Kiai Hashim berziarah ke berbagai tempat tersebut
11:54Bukan sekedar hanya untuk merenung, tafakur, tafakur, dan refleksi
11:58Melainkan juga untuk belajar dan menghafalkan banyak hati serta materi pelajaran
12:02Dengan demikian, dibalik sisi spiritualnya yang meningkat
12:06Sisi intelektualnya juga bertambah
12:08Atas usaha dan ketekunan beliau dalam menuntut ilmu
12:12Serta tidak pernah melepaskan diri dari Allah SWT
12:14Pada sekitar umur 30 tahun, beliau diangkat menjadi guru di Masjidil Haram
12:19Prestasi ini menandakan bahwa di umur yang sangat muda
12:22Beliau telah pantas disebut ulama
12:24Dan keilman beliau telah sejejar dengan Syekh Mahfud Atarmasi
12:27Syekh Ahmad Khotib Al-Minangkabawi
12:29Dan Syekh Imam Nawawi Al-Bantani yang juga mengajar di Masjidil Haram
12:38Seperti umumnya guru
12:39Beliau juga memiliki murid selama mengajar di Masjidil Haram
12:42Ada yang dari Indonesia dan negara lain
12:44Di antaranya adalah
12:46Shadullah Al-Mairnani yang kemudian menjadi mufti di India
12:50Umar Hamdan yang kemudian menjadi ahli hadis di Makkah
12:53Al-Shihab Ahmad bin Abdullah yang kemudian menjadi ulama di Syuriyah
12:57Dan lain sebagainya
13:01Pencapaian Kiai Haji Asyem Asyari
13:03Membuat Kakum Kiai Romli
13:04Pengasuh persantan karangkatas kediri
13:06Sehingga pada tahun 1899
13:09Beliau datang ke kota Makkah bersama putrinya
13:12Dengan maksud untuk menonaikan ibadah haji
13:14Serta meminta Kiai Haji Asyem Asyari
13:16Untuk mau menikahi putrinya yang bernama Khadijah
13:19Tidak berselang lama dari pertingkahan ini
13:21Kiai Haji Asyem Asyari pulang ke Indonesia
13:24Dengan kepastian ilmu yang mumpuni
13:25Dan siap diajarkan kepada masyarakat di Indonesia
13:36Pada tahun 1899
13:38Kiai Haji Asyem Asyari pulang ke tanah air
13:41Beliau kemudian mengajar di pesantren milik akeknya
13:44Kiai Usman
13:46Kiai Haji Asyem Asyari
13:47Bukan saja seorang Kiai ternama
13:49Melainkan juga seorang petani dan pedagang yang sukses
13:52Tanahnya pulang hektar
13:53Dan setiap dua hari dalam seminggu
13:55Biasanya beliau istirahat untuk mengajar
13:57Dan pada saat itulah beliau memeriksa sawah-sawahnya
14:00Kadang juga pergi ke Surabaya
14:02Untuk pedagang kuda, besi
14:04Dan menjual hasil pertaniannya
14:07Dari pertanian dan pedagang itulah
14:09Kiai Haji Asyem Asyari
14:10Menghidupi keluarga dan pesantrennya
14:15Kemudian
14:16Kiai Haji Asyem membeli sepindang tanah
14:18Dari seorang dalang di doko tebu ireng
14:19Yang terletak di arah timur desa keras
14:21Kurang lebih satu kilometer
14:23Di sana
14:24Beliau membangun sebuah bangunan
14:26Yang terbuat dari bambu atau teratak
14:27Sebagai tempat tinggal
14:28Dari teratak kecil inilah
14:30Embryo pesantren tebu ireng dimulai
14:33Saat itu
14:34Santrinya berjumlah 8 orang
14:36Setelah 3 bulan
14:37Kemudian meningkat menjadi 28 orang
14:39Dan sampai saat ini
14:40Sudah menjadi puluhan ribu santri
14:42Yang belajar di pondok pesantren tebu ireng
14:47Kiai Haji Asyem Asyari
14:48Merupakan ulama yang sangat terkenal
14:50Membuni dalam ilmu hadis
14:51Pada setiap bulan Ramadan
14:53Kiai Haji Asyem Asyari
14:55Mempunyai tradisi
14:56Mengelar kajian hadis Bukhari dan Muslim
14:58Selama satu bulan penuh
14:59Maka tidak menghilangkan
15:01Jika banyak santri
15:03Yang datang dari berbagai daerah di Indonesia
15:04Termasuk gurunya sendiri
15:06Yaitu Syaih Kono Khalil
15:10Banyak ribuan santri
15:11Menimba ilmu kepada beliau
15:13Setelah lulus dari tebu ireng
15:15Tidak sedikit diantara santri
15:16Kiai Haji Asyem
15:17Kemudian tampil sebagai tokoh ulama kondang
15:19Dan berpengaruh luas di masyarakat
15:23Pada abad 20 ini
15:25Tempu ireng merupakan
15:26Salah satu pesantren paling besar
15:28Dan paling penting
15:29Serta berpengaruh di Jawa
15:30Yang telah melahirkan
15:31Ulama dan pimpinan
15:32Lembaga-lembaga pesantren
15:33Di seluruh Jawa dan Madura
15:35Tidak menghilangkan
15:37Bila para santri dan pengikutnya
15:38Kemudian memberi
15:39Bilar Hadratusyeh
15:40Atau Tuan Guru Besar
15:42Kepada Kiai Hashim
15:54Karena pengaruh Kiai Hashim yang begitu kuat
15:56Keberadaan beliau menjadi perhatian Sirius penjajah
15:59Baik penjajah Belanda maupun Jepang
16:01Berusaha untuk merangkulnya
16:03Di antaranya ia pernah dianugerai
16:05Bintang Jasa pada tahun 1937
16:07Akan tetapi beliau menolaknya
16:09Justru Kiai Hashim Ash'ari
16:12Sempat membuat Belanda kelimpungan
16:15Pertama
16:15Ketika beliau memfatwakan
16:17Bahwa orang melawan Belanda adalah jihad
16:19Belanda kemudian sangat kerepotan
16:21Karena pelawanan Kiki melawan penjajah
16:23Muncul di mana-mana
16:26Kedua
16:26Kiai Hashim juga pernah mengharamkan
16:28Naghaji memakai kapal Belanda
16:30Fatwa tersebut ditulis dalam bahasa Arab
16:32Dan disiarkan oleh Kementerian Agama secara luas
16:35Sehingga penguasa Belanda menjadi bingung
16:37Karena banyak umat Islam
16:38Yang telah mendaftarkan diri
16:40Kemudian mengundurkan niatnya
16:44Kependudukan tentara Jepang di Indonesia
16:46Menandai datangnya masa baru
16:48Bagi kalangan Islam
16:49Berbeda dengan Belanda
16:51Yang represif terhadap Islam
16:52Jepang menggabungkan kebijakan represif
16:55Dan kooptasi
16:56Hal ini sebagai upaya dari Jepang
16:58Untuk memperoleh dukungan
16:59Dari pimpinan muslim
17:00Namun tetap saja
17:02Banyak perlakuan represif
17:03Terhadap masyarakat di bumi
17:05Yang dilakukan oleh tentara Jepang
17:06Apabila menantang kehendaknya
17:07Salah satu perlakuan represif Jepang adalah
17:10Penahanan terhadap Hadratusya Hashim Ash'ari
17:13Hal ini dikarenakan
17:15Karena pada waktu itu
17:16Hadratusya Hashim Ash'ari
17:18Menolak melakukan shikeri
17:19Yaitu kewajiban berbaris
17:21Dan membungkukkan badan ke arah Tokyo
17:22Setiap pukul 7 pagi
17:24Sebagai simbol penghormatan
17:25Terhadap Kaisar Hirohito
17:26Dan ketaatan kepada Dewa Matahari
17:29Akibatnya
17:30Hadratusya Hashim Ash'ari
17:32Ditangkap dan ditahan
17:33Secara berpindah-pindah
17:34Mulai dari penjara Jumbang
17:36Kemudian Wajokerto
17:37Dan akhirnya ke penjara
17:39Bukutan Surabaya
17:40Karena kesetiaan
17:42Dan keyakinan
17:43Bahwa Hadratusya
17:44Berada di pihak yang benar
17:45Sejumlah santri beliau
17:46Meminta untuk ikut ditahan
17:49Selama dalam tahanan
17:50Hadratusya Hashim Ash'ari
17:52Banyak mengalami penyaksaan fisik
17:54Sehingga salah satu jari tangannya
17:55Menjadi patah
17:56Dan tidak dapat dikerakkan
17:59Pada tanggal 18 Agustus
18:01Tahun 1942
18:02Setelah 4 bulan di penjara
18:05Akhirnya Hadratusya Hashim Ash'ari
18:07Dibibaskan oleh Jepang
18:08Karena banyaknya protes
18:09Dari para kiai dan santri
18:17Pada tanggal 22 Oktober
18:19Tahun 1945
18:20Ketika rentara nikah
18:22Yang dibentuk oleh pemerintah Belanda
18:24Memboncang pasukan sekutu
18:25Yang dipimpin oleh Inggris
18:27Berusaha melakukan agresi
18:28Ketanah Jawa
18:29Khususnya Surabaya
18:30Mereka beralasan
18:32Untuk mengurus tawanan Jepang
18:33Padahal yang sebenarnya
18:34Untuk menguasai Indonesia kembali
18:37Untuk menjaga marwah
18:39Dan juga kehormatan
18:40Karena bangsa Indonesia
18:41Pada waktu telah merdeka
18:42Hadratusya Hashim Ash'ari
18:44Kemudian menyerukan resolusi jihad
18:46Melawan pasukan gabungan nikah dan Inggris
18:48Beliau menyatakan
18:49Perang mempertahankan tanah air
18:51Adalah bagian dari jihad
18:54Akibatnya
18:55Melutuslah perang
18:56Antara masyarakat Jawa Timur
18:57Dengan tentara nikah dan Inggris
18:59Pada tanggal 10 November
19:00Tahun 1945
19:02Umat Islam
19:03Yang mendengar resolusi jihad itu
19:05Keluar dari kampung-kampung
19:06Dengan membawa senjata
19:07Apa adanya
19:08Untuk melawan pasukan gabungan nikah dan Inggris
19:11Peristiwa tanggal 10 November
19:12Kemudian diperingati
19:13Sebagai hari pahlawan nasional
19:22Penjajahan panjang
19:23Penjajahan panjang
19:23Yang menghukum bangsa Indonesia
19:25Mengugah kesejahteraan
19:26Kampur pelajar
19:27Untuk memperjuangkan
19:28Martabat bangsa
19:29Melalui jalur pendidikan
19:30Dan organisasi
19:31Pada tahun 1908
19:33Muncul sebuah gerakan
19:35Yang kini disebut
19:36Sebagai gerakan kebangkitan nasional
19:39Semangat kebangkitan nasional
19:41Terus menyebar kemana-mana
19:42Sehingga muncullah
19:44Berbagai organisasi pendidikan
19:45Sosial
19:46Dan keagamaan
19:47Di antaranya adalah
19:49Nahdlatul Waton
19:49Atau kebangkitan tanah air
19:51Pada tahun 1916
19:53Kemudian
19:54Tasvirwal Afkar
19:55Pada tahun 1918
19:56Yang juga dikenal sebagai
19:58Nahdlatul Fikri
19:59Atau kebangkitan pemikiran
20:00Dari situ
20:02Kemudian didirikan
20:03Nahdlatul Tujar
20:04Atau pergerakan kaum saudagar
20:06Syarikat itu
20:07Kemudian dijadikan basis
20:09Untuk memperbaiki
20:10Perekonomian masyarakat
20:12Dengan adanya
20:14Nahdlatul Tujar
20:14Maka
20:15Tasvirul Afkar
20:16Tampil sebagai kelompok studi
20:18Untuk lembaga pendidikan
20:19Yang berkembang besar
20:20Dan memiliki capeng
20:21Di beberapa kota
20:24Tokoh utama
20:25Di balik penirian
20:26Tasvirul Afkar adalah
20:27Iyaji Adul Wahab
20:28Hasbullah
20:29Seorang tokoh muda
20:30Pengasuh
20:31Bandung pesantren
20:31Baharul Ulum
20:32Tambak Beras
20:33Yang juga merupakan
20:34Murid dari
20:35Hadratul Syah
20:35Hashim Ash'ari
20:37Kelompok ini
20:38Lahir sebagai
20:38Bentuk kepedulian
20:39Para ulama
20:40Terhadap
20:40Tentangan zaman
20:41Di kala itu
20:42Baik dalam masalah
20:43Keagamaan
20:43Pendidikan
20:44Sosial
20:45Dan politik
20:48Ketika itu
20:49Raja Arab Saudi
20:50Ibn Su'ud
20:51Berencana
20:51Menjadikan
20:52Mazdab Salafi Wahabi
20:53Sebagai Mazdab
20:54Resmi Negara
20:54Dia juga
20:55Berencana
20:56Menghancurkan
20:57Semua peninggalan
20:57Sejarah Islam
20:58Yang selama ini
20:59Banyak dijiarei
21:00Oleh kaum muslimin
21:01Karena dianggap
21:01Bid'ah
21:03Di Indonesia
21:04Sendiri
21:05Rencana tersebut
21:05Mendapat sambutan
21:06Hangat
21:07Dari kalangan modernis
21:08Namun
21:09Sebaliknya
21:10Kalangan
21:10Besantren
21:11Yang sangat menghormati
21:12Keberagaman
21:12Menolak
21:13Dengan alasan
21:14Adanya
21:14Pembatasan
21:14Mazdab
21:15Dan penghancuran
21:16Warisan
21:16Peradaban Islam
21:17Sebagai akibatnya
21:19Kalangan
21:20Besantren
21:20Dikeluarkan
21:21Dari keanggotaan
21:22Kongres
21:22Al-Islam
21:23Serta
21:23Tidak
21:24Dilipatkan
21:24Sebagai
21:25Delikasi
21:25Dalam
21:26Muqtamar
21:26A'lam
21:26Islam
21:27Atau
21:27Kongres
21:28Islam
21:28Internasional
21:29Di Mekah
21:29Yang akan
21:30Mengesahkan
21:30Keputusan
21:31Tersebut
21:33Didorong oleh
21:34Rasa semangat
21:34Menciptakan
21:35Kembebasan
21:35Bermadab
21:36Serta
21:36Rasa
21:37Kepedulian
21:37Terhadap
21:38Lestarian
21:38Warisan
21:39Peradaban Islam
21:40Maka
21:41Hathratusya
21:45Yang dinamai
21:46Komite Hijaz
21:48Komite Hijaz
21:49Tersebut
21:49Diketuai
21:50Oleh
21:50Kiyayaji
21:51Wahabah
21:51Sepuluh
21:52Yang kemudian
21:53Diurus datang
21:54Ke Saudi Arabia
21:54Untuk mewakili
21:55Kalangan
21:56Pesantren Indonesia
21:57Dan meminta
21:57Raja Ibn Su'ud
21:58Untuk mengurungkan
21:59Niatnya
22:01Pada saat
22:02Yang hampir bersamaan
22:03Datang pula
22:04Tentangan
22:04Dari berbagai
22:05Penjuru dunia
22:06Atas rencana
22:06Ibn Su'ud
22:07Sehingga
22:08Rencana tersebut
22:09Dapat digagalkan
22:10Dan hasilnya
22:11Hingga saat ini
22:12Umat Islam
22:12Bebas melaksanakan
22:13Ibadah
22:13Di Maka
22:14Sesuai dengan
22:15Mata masing-masing
22:17Itulah
22:18Oran internasional
22:19Kalangan
22:19Pesantren yang pertama
22:20Dan berhasil
22:21Memperjuangkan
22:21Kebebasan
22:22Bermata
22:22Serta berhasil
22:23Menyelamatkan
22:24Peninggalan sejarah
22:25Dan peradaban
22:25Yang sangat berharga
22:30Pada tahun
22:311924
22:33Kelompok diskusi
22:34Tasfirullah Afkar
22:35Ingin mengembangkan
22:35Sayapnya
22:36Dengan menirikan
22:37Sebuah organisasi
22:38Yang ruangan
22:38Ingkupnya lebih besar
22:39Khadratusya
22:40Hashim Ash'ari
22:41Yang diminta
22:42Persetujuannya
22:43Meminta waktu
22:43Untuk mengerjakan
22:44Salat istighorah
22:45Memohon
22:45Petunjuk dari
22:46Allah
22:46Subhanahu wa ta'ala
22:48Dinanti-nanti
22:49Sekian lama
22:50Petunjuk itu
22:50Belum juga datang
22:51Sehingga menyebabkan
22:53Khadratusya
22:53Sangat gelisah
22:54Dalam hati kecilnya
22:56Beliau ingin berjumpa
22:57Dengan gurunya
22:57Syekhuna Khadratusya
22:58Syekhuna Kholil Mangkalan
23:00Sementara
23:01Namjauh di Mangkalan
23:02Sana
23:02Syekhuna Kholil
23:03Telah mengetahui
23:04Apa yang dialami
23:05Oleh hadratusya
23:06Hashim Ash'ari
23:08Syekhuna Kholil
23:09Lalu mengetuk
23:10Salah satu
23:10Sandrinya
23:11Yang bernama
23:11Ash'ad
23:12Samsul Arifin
23:12Untuk menyampaikan
23:13Sebuah tongkat
23:14Kepada
23:14Yayi Hashim
23:15Ditebu Irang
23:16Ash'ad
23:17Samsul Arifin
23:18Juga dibesani
23:19Agar setiba
23:19Ditebu Irang
23:20Untuk membacakan
23:21Surat Toha
23:21Ayat 23
23:22Kepada Yayi Hashim
23:24Ketika
23:25Kiyai Hashim
23:25Menerima kedatangan
23:26Ash'ad
23:27Dan mendengar
23:27Ayat tersebut
23:28Hatinya langsung bergetar
23:30Keinginanku
23:31Untuk membentuk
23:32Jamiyah
23:32Agaknya akan tercapai
23:33Ujar lirih
23:34Yayi Hashim
23:35Sambil meneteskan
23:36Air mata
23:38Waktu terus berjalan
23:39Akan tetapi
23:40Pendirian
23:41Organisasi itu
23:41Juga belum terrealisasi
23:42Agaknya
23:44Hatratus Sheh
23:44Masih menunggu
23:45Kemantapan hati
23:46Satu tahun kemudian
23:48Pada tahun 1925
23:50Ash'ad
23:50Samsul Arifin
23:51Santri
23:52Saykhona Kholil
23:52Kembali datang
23:53Menemui Hatratus Sheh
23:54Untuk menyampaikan
23:55Sebuah tasbih
23:55Dari Saykhona Kholil
23:57Dengan menunjukkan
23:57Tasbih yang dikalungkan
23:58Saykhona Kholil
23:59Di lehernya
24:01Tangan Ash'ad
24:02Belum pernah menyentuh
24:03Tasbih tersebut
24:04Meskipun perjalanan
24:05Antara bangkalan
24:06Menuju
24:06Dibu Irang
24:06Sangatlah jauh
24:07Dan banyak rintangan
24:08Bahkan
24:09Ash'ad rela
24:10Tidak mandi selama
24:11Dalam perjalanan
24:12Sebab dikhawatirkan
24:13Tangannya menyentuh
24:14Tasbih tersebut
24:14Ia memiliki prinsip
24:16Tasbih ini
24:17Yang menaruh adalah
24:18Kiai
24:18Maka yang boleh
24:19Menepasnya
24:20Juga harus Kiai
24:22Selain itu
24:22Saykhona Kholil
24:23Juga meminta
24:24Untuk mengamalkan
24:25Wilt
24:25Yajabgar
24:26Yakohar
24:26Setiap maku
24:27Kepada
24:27Hatratus Sheh
24:28Hashim As'ari
24:30Kehadiran Ash'ad
24:31Yang kedua ini
24:32Membuat hati
24:32Kiai Hashim
24:33Semakin mantap
24:34Kiai Heji
24:35Hashim As'ari
24:35Menangkap isyarat
24:36Bahwa gurunya
24:37Tidak keberatan
24:38Jika ia bersama
24:39Kawan-kawannya
24:39Menirikan organisasi
24:40Atta Jam'iyah
24:41Inilah jawaban
24:43Yang dinantikan beliau
24:44Melalui sholat istiqoroh
24:46Sayangnya
24:47Sebelum keinginan itu
24:48Terwujud
24:49Saykhona Kholil
24:50Telah meninggal dunia
24:51Terlebih dahulu
24:51Pada tanggal
24:5229 Ramadan
24:53Tahun 1343 Hijriah
24:55Atau 24 April
24:57Tahun 1925 Masehi
25:00Kemudian
25:00Pada tanggal
25:0116 Rojab
25:021344 Hijriah
25:04Atau 31 Januari
25:051926 Masehi
25:07Organisasi tersebut
25:08Secara resmi
25:09Didirikan
25:10Dengan nama
25:10Nahdlatul Ulama
25:11Yang artinya
25:12Kebangkitan Ulama
25:13Di Kota Surabaya
25:14Kiai Haji Hashim As'ari
25:16Dipercaya sebagai
25:17Ra'is Akbar pertama
25:18Kelak
25:19Jam'iyah ini
25:20Menjadi sebuah
25:20Organisasi
25:21Dengan anggota terbesar
25:22Di Indonesia
25:22Bahkan di Asia
25:23Di kalangan
25:25Nahdiyin
25:25Dan Ulama
25:26Pesantren
25:26Kiai Haji Hashim As'ari
25:28Dijuluki
25:28Hadratus Sheh
25:29Yang berarti
25:30Maha Guru
25:33Pada tanggal
25:347 November
25:34Tahun 1945
25:36Tiga hari sebelum
25:37Meletusnya
25:38Perang 10 November
25:39Di Surabaya
25:39Umat Islam
25:40Membentuk
25:41Partai Politik
25:41Bernama Masyri
25:42Surah Muslim
25:43Indonesia
25:43Atau Masyumi
25:45Pembentukan Masyumi
25:46Merupakan salah satu
25:47Langkah konsolidasi
25:48Umat Islam
25:49Dari berbagai paham
25:50Dalam pembentukan
25:51Partai tersebut
25:52Hadratus Sheh
25:53Hashim As'ari
25:54Dianat sebagai
25:54Roh Islam
25:55Atau Ketua Umum Pertama
25:56Periode tahun 1945
25:58Sampai 1947
26:11Sebagai sosok
26:12Yang memiliki
26:13Kedalaman
26:13Dan Keluasan Ilmu
26:14Hadratus Sheh
26:16Hashim As'ari
26:16Juga memiliki
26:17Beberapa karya
26:18Yang merupakan
26:19Curahan dari
26:19Pemikiran-pemikiran
26:20Beliau
26:21Meskipun
26:22Dalam keadaan perang
26:23Keadaan yang serba susah
26:25Pada masa itu
26:25Tidaklah menjadi halangan
26:27Bagi beliau
26:27Untuk menulis
26:28Sebagian diantara
26:30Kitab-kitab beliau
26:30Tersebut adalah
26:31Al-Tibyan
26:33Fi'al-Nahi
26:34Al-Muqata'at
26:35Al-Araham
26:36Wa'al-Aqarib
26:37Wa'al-Ikhwan
26:37Secara umum
26:39Kitab ini
26:39Berisi pentingnya
26:40Membangun persaudaraan
26:41Di tengah perbedaan
26:42Serta bahaya
26:43Memutus tali persaudaraan
26:46Mukadimah
26:47Al-Qonun
26:48Al-Asasyili
26:49Jam'iyah
26:49Nahdlatul Ulama
26:50Kitab ini
26:52Berisi tentang
26:52Pemikiran
26:53Dasar Nahdlatul Ulama
26:54Yang terdiri dari
26:55Ayat-Ayat Al-Quran
26:56Dan pesan-pesan penting
26:57Yang melandasi
26:58Berdirinya Nahdlatul Ulama
26:59Kitab ini
27:01Sangat penting
27:01Dalam rangka
27:02Memberikan fundamen
27:03Yang kuat
27:03Tentang paham agama
27:05Yang akan dijadikan
27:06Bijakan umat
27:35Risalah
27:36Dipendamani oleh Nahdlatul Ulama
27:38Nahdlatul Ulama
27:39Hadis-hadis tersebut
27:40Berisi pesan
27:41Untuk meningkatkan ketakwaan
27:42Dan kebersamaan
27:43Dalam hidup
27:43Yang harus menjadi
27:44Pendasi kuat
27:45Bagi setiap umat
27:46Dalam mengarungi kehidupan
27:49An-Nur Al-Mubin
27:50Bi Mahabati
27:51Syait Al-Mursalin
27:52Kitab ini
27:53Merupakan seruan
27:54Untuk mencintai
27:55Nabi Muhammad
27:56Sallallahu Alaihi Wasallam
27:57Dengan cara
27:58Mengirimkan sholawat
27:59Dan mengikuti
27:59Segala ajarannya
28:00Selain itu
28:02Kitab ini
28:02Juga berisi tentang
28:03Biografi Nabi Muhammad
28:04Sallallahu Alaihi Wasallam
28:05Dan akhlak beliau
28:06Yang begitu mulia
28:08Al-Tanbihat
28:10Al-Wajibat
28:11Limanyasna
28:11Al-Mawlid
28:12Bi Al-Mungkarud
28:14Kitab ini
28:14Berisi peringatan
28:15Tentang hal-hal
28:16Yang harus diperhatikan
28:18Saat merayakan
28:18Maulud Nabi
28:21Risalah
28:21Al-Sunnah
28:22Wa Al-Jama'ah
28:23Fihadis Al-Mawah
28:24Wa Asyurut
28:25Al-Sa'ah
28:26Wa Bayani
28:26Mafum Al-Sunnah
28:27Wa Al-Bid'ah
28:28Kitab ini
28:29Merupakan
28:30Salah satu kitab
28:31Yang sangat penting
28:32Karena di dalamnya
28:33Berisi perbedaan
28:34Antara Sunnah
28:35Dan Bid'ah
28:35Kemudian juga
28:36Menjelaskan
28:37Tentang hakikat
28:38Faham Ahlu Sunnah
28:39Wa Al-Jama'ah
28:39Dan menjelaskan
28:41Tentang tanda-tanda
28:41Akhir zaman
28:44Ziyadat Ta'liqat
28:45Al-Manzumah
28:46Syekh Abdullah
28:47Bin Yasin
28:47Al-Fasurwan
28:48Kitab ini
28:50Berisi perdebatan
28:51Hadratah Syekh Hashim As'ari
28:52Dengan Syekh Abdullah
28:53Bin Yasin
28:55Tau'il Misbah
28:56Fibayan
28:57Ahkam Al-Nikah
28:58Kitab ini
28:59Berisi hal-hal
29:00Yang berkaitan
29:01Dengan pernikahan
29:02Baik dari
29:02Seki hukum
29:03Syarat
29:04Rukun
29:04Hingga
29:05Hak-hak
29:05Dalam pernikahan
29:08Al-Dhurah Al-Muntashirah
29:10Fimasha'il Tis'a Asyarah
29:11Kitab ini
29:13Berisi 19 masalah
29:14Tentang kajian wali
29:15Dan torikot
29:17Ar-Risalah
29:18Fi Al-Aqaid
29:19Kitab ini
29:21Ditulis dalam
29:21Bahasa Jawa
29:22Berisi masalah-masalah
29:23Yang berkaitan
29:24Dengan Tauhid
29:26Ar-Risalah
29:27Fi Al-Tasawuf
29:28Kitab ini
29:29Juga ditulis
29:30Dalam bahasa Jawa
29:31Yang berisi
29:32Masalah-masalah
29:32Tentang Tasawuf
29:33Dan kitab ini
29:35Banyak cetak
29:36Jadi satu bersama
29:36Kitab Ar-Risalah
29:37Fi Al-Aqaid
29:40Adab Al-A'lim
29:41Wa Al-Muta'alim
29:42Kitab ini
29:43Berisi hal-hal
29:44Yang harus diberdomani
29:45Oleh seorang pelajar
29:46Dan pengajar
29:47Terutama dalam
29:48Hal Ahlat
29:49Kitab ini
29:50Merupakan resum
29:51Atau ringkasan
29:52Dari kitab
29:52Adab Al-Muta'alim
29:54Karyasih Muhammad bin Zahnun
29:55Paklim Al-Muta'alim
29:57Fi Torikot Al-Ta'alum
29:58Karyasih Burhanuddin Al-Yarnuji
30:00Dan Tadjuat Al-Samil
30:02Wa Al-Muta'alim
30:03Fi Adab Al-A'lim
30:04Wa Al-Muta'alim
30:05Karya Sheikh Mujem'ah
30:09Selain 14 karya di atas
30:11Masih terdapat
30:12Beberapa karya baliau
30:14Yang masih berupa manuskrip
30:15Dan belum diterbitkan
30:16Antara lain
30:17Hansiat Al-Fat Al-Rahman
30:19Bisharah Al-Risalah
30:21Al-Wali Ruslan
30:22Bishayh Al-Islam
30:23Bishayh Al-Zakariah Al-Zakariyya Al-A'ansari
30:24Al-Risalah Al-Tauhidiyah
30:27Al-Qalaid Fibayan
30:29Mayajib Min Al-Aqaid
30:30Al-Risalah Al-Jama'ah
30:32Bamyus Al-Hak Min Al-Badil
30:35Al-Jayus Fi'ahkam Al-Nugus
30:37Dan Manasik Sukro
30:49Pada pukul 3 pagi
30:51Tanggal 25 Juli
30:52Tahun 1947
30:53Atau bertempatan
30:557 Romatun
30:561366 Hijriah
30:58Di tengah masih berkobarnya
31:00Perjuangan bangsa Indonesia
31:01Untuk mempertahankan
31:02Kemerdekaan dari Belanda
31:03Dan sekutu
31:04Hadratus Syah Hashim Asari
31:06Panggil oleh Sang Khalik
31:07Dengan meninggalkan
31:08Semangat keilmuan
31:09Semangat perjuangan
31:10Dan pemikiran
31:11Sebagai sebuah teladan
31:13Beliau wafat
31:14Pada usia 72 tahun
31:16Dan dimakamkan
31:17Di pondok pesantren
31:18Tebu Ilang Jombang
31:23Atas jasa-jasa beliau
31:25Selama parang kemerdekaan
31:26Melawan penjajah
31:27Maka Presiden Soekarno
31:29Melalui keputusan Presidennya
31:30Menetapkan bahwa
31:32Hadratus Syah Hashim Asari
31:33Sebagai pahlawan nasional
31:35Semoga
31:36Allah merahmati
31:37Dan meninggikan
31:38Derajat beliau
31:38Amin
31:43Terima kasih telah menonton!
31:45Terima kasih telah menonton!
31:49Terima kasih telah menonton!
31:50Terima kasih telah menonton!
Komentar