- 3 hours ago
- #vandesar
#VANDESAR
Category
🥇
SportsTranscript
00:01He didn't look happy coming forward, Analka, and he's not happy now because it's red in Russia, there's English night
00:10in Europe, it's Manchester United's night, best in the Premier League, they're best in the Champions League.
00:23Salah satu penyesalan terbesar dalam karir Sir Alex Ferguson, adalah karena dia gagal untuk mendatangkan keeper ini lebih cepat ke
00:32Old Trafford.
00:46Laki-laki ini bukan keeper biasa, ketenangan membuatnya berbeda, dan usia tak membatasi betapa bagusnya dia.
01:12Meski memulai karirnya dengan sedikit terlambat, nyatanya dia berhasil menjadi seorang legenda.
01:49Sehebat apa sebenarnya Edwin van der Sar? Simat kisahnya.
02:22Tepatnya di tanggal 29 bulan Oktober tahun 1970,
02:28Edwin van der Sar, lahir di desa perladangan Furholt.
02:40Ketika usianya 10 tahun, dia memutuskan untuk bergabung dengan tim junior lokal Furholt.
02:51Namun saat berusia 15 tahun, dia pindah ke VV Nordwick.
03:02Awalnya dia sebenarnya bermain sebagai back.
03:06Namun posturnya yang tinggi besar, membuat pelatih mempercayakan posisi keeper padanya.
03:16Taukah kalian, entah bagaimana bakat van der Sar terlambat berkembang?
03:23Dia sangat pendiam, dan tak pernah ada di kepalanya.
03:28Keinginan untuk menjadi pemain besar.
03:32Sampai suatu hari, namanya disebutkan Ruth Broering,
03:38pelatih tim junior VV Nordwick,
03:41yang rutin bermain kartu dengan Louis van Gaal.
03:47Waktu itu van Gaal yang masih menjadi asisten pelatih di Ajax,
03:52mengatakan jika dia membutuhkan seorang penjaga gawang.
03:58Broering langsung menawarkan van der Sar,
04:00yang saat itu sudah berusia 20 tahun.
04:05Van Gaal mengamati beberapa kandidat yang lebih baik dalam menghentikan tembakan.
04:10Namun dia terkesan dengan kelincahan van der Sar,
04:14dan caranya membaca permainan.
04:18Dia kemudian mengontrak van der Sar,
04:21dan memberikan banyak perhatian padanya.
04:29Meski masih ditempatkan di bangku cadangan,
04:33secara khusus van Gaal memberinya dua kali latihan setiap hari,
04:37dan berusaha membentuknya menjadi seorang keeper jenis baru.
04:45Ide ini terinspirasi dari tim total football Belanda tahun 1974,
04:51di mana Johan Cruyff dan Rinus Michels
04:54berusaha mengubah peran keeper Jan Jongblut,
04:58menjadi back tambahan yang bisa bermain 20 meter dari gawang,
05:02dan menggunakan kakinya.
05:07Seperti itulah van Gaal mengubah van der Sar menjadi sweeper-keeper berkecepatan tinggi,
05:13yang menjadi poros,
05:16dari sistem sepak bola di timnya.
05:42Seperti kebanyakan hal tentang Ajax,
05:45semua ceritanya akan berhubungan dengan Johan Cruyff.
05:56Dia juga membentuk kembali gagasan tentang penjaga gawang
05:59dalam filosofi total football.
06:10Cruyff meninggalkan banyak warisan di Ayak sebelum dia pindah ke Barsha.
06:15Dia pun meninggalkan keeper yang merupakan hasil dari penelitiannya di klub itu,
06:21yaitu Stanley Menzo.
06:24Menzo membantu Cruyff memenangkan piala winner di tahun 1987.
06:30Bagi Cruyff,
06:32Menzo adalah pemain terpentingnya,
06:34yang tak hanya mampu membaca permainan dengan baik,
06:38mengoper bola dengan hebat,
06:40bisa bermain di luar gawang,
06:43dan menangkap bola dengan mudah.
06:48Namun ternyata Menzo hanyalah contoh dari percobaan Cruyff.
06:53Produk terbaik yang mampu mewujudkan konsepnya dengan sempurna,
06:58ternyata ada pada diri van der Sar.
07:08Di musim pertama van der Sar di klub itu,
07:13Leo Ben Hacker memberikan kesempatan debut untuknya,
07:17di beberapa pertandingan menjelang akhir musim 1990-1991.
07:24Namun dia memang masih belum terlalu fit di depan gawang.
07:29Musim berikutnya,
07:32Van Hal menggantikan posisi Ben Hacker.
07:36Bersama Franz Huck,
07:39yang sebelumnya juga merupakan pelatih keeper di era Cruyff.
07:43Van Hal membantu membentuk permainan van der Sar,
07:47sesuai dengan filosofi Cruyff.
07:51Namun perkembangannya di Ajax tentu membutuhkan waktu.
07:56Dia belum mendapatkan kesempatan bermain di musim 1991-1992.
08:01Karena itu dia mengasah kemampuannya lebih keras di tempat latihan.
08:08Kelebihan van der Sar yang pernah bermain sebagai back,
08:12membuatnya lebih mudah memahami,
08:15bagaimana mendistribusikan bola dari belakang,
08:19yang membuat Huck semakin mudah mengajarinya.
08:25Para keeper Ajax memang diberi latihan khusus,
08:29terutama untuk menjadi pemain ke-11 di lapangan.
08:35Mentalitas Ajax
08:36membuat van der Sar berbeda.
08:40Selain dia memang kuat secara fisik,
08:43dia juga hebat dalam menangani umpan silang,
08:46tapi tak suka mengandalkan aksi spektakuler yang heboh.
08:51Karena Huck
08:52memang mengajarkan para keepernya untuk tetap berdiri di gawangnya,
08:58kecuali perannya dibutuhkan di sisi lain.
09:20Secara gamblang,
09:22Johan Cruyff juga memuji jika van der Sar adalah keeper yang sangat lengkap.
09:27Untuk menjadi sweeper-keeper yang hebat,
09:31dia sudah memiliki pola pikir dan keahlian dalam melakukannya.
09:35Dia diajari untuk mengatur pertahanan,
09:39dan bagaimana membangun serangan dari belakang.
09:47Van der Sar kemudian mendapat kesempatan bermain saat mereka melawan Kambur.
09:52Di bulan Oktober tahun 1992.
09:57Lalu dia menjadi pilihan pertama di empat pertandingan berikutnya.
10:03Tapi kemudian Minzu kembali dari cederanya.
10:08Van der Sar merasa takkan mendapat tempat,
10:11dan dia meminta untuk pindah.
10:14Tapi,
10:15Ajax menginginkannya agar tetap bertahan.
10:21Kesabarannya berbuah.
10:24Tak lama Minzu membuat kesalahan.
10:27Kekalahan Ajax saat melawan PSV dan Auxer.
10:31Menjadi titik balik bagi karir van der Sar.
10:36Sejak itu dia tak pernah lagi menoleh ke belakang.
10:42Dia menikmati tugas yang panjang dan sukses untuk Ajax.
10:46Membantu mereka memenangkan Liga Champions tahun 1994-1995.
10:52Dan penghargaan keeper terbaik Eropa di musim yang sama.
11:00Selain itu dia juga membantu Ajax memenangkan empat gelar era divisi.
11:05Tiga gelar Piala Kain Fibi.
11:07Serta gelar domestik lainnya.
11:12Selama sembilan musim menjaga gawang Ajax.
11:16Van der Sar bermain dalam 226 penampilan.
11:21Dia juga pernah mencetak satu penalti.
11:23Dalam kemenangan 8-1 melawan The Grashab.
11:27Di musim 1997-1998.
11:35Dengan nilai sekitar 5 juta pound.
11:38Van der Sar menjadi keeper non-Italia pertama bagi Juventus.
11:44Tapi musim panas tahun 1999 itu.
11:48Dia sebenarnya hampir saja bermain di Liga Primer.
11:53Ya.
11:54Performa apiknya bersama The Golden Zonen.
11:58Memang membuat klub-klub besar Eropa mengincarnya.
12:02Termasuk Manchester United.
12:04Yang kala itu mencari pengganti Peter Schmeichel.
12:08Dan Liverpool.
12:10Yang secara khusus mengundangnya ke klub mereka.
12:15Gerard Hollier.
12:17Boss The Reds kala itu.
12:19Bahkan sudah membawanya berkeliling Anfield.
12:25Saat aku meninggalkan Ajax di tahun 1999.
12:29Aku sempat pergi ke Liverpool dan berbicara dengan Hollier.
12:33Mereka mengajakku berkeliling Anfield.
12:37Aku bertemu ketua klub.
12:39Dan beberapa pemain.
12:42Aku sempat memikirkan untuk pindah ke sana.
12:46Sebelumnya.
12:47Aku juga mengetahui bahwa Sir Alex Ferguson sangat tertarik untuk mengontrakku.
12:53Namun pimpinan United kala itu.
12:56Lebih tertarik mengontrak Mark Bosnitz secara gratis.
13:02Sebenarnya itulah alasan mengapa aku datang ke Inggris.
13:06Ferguson mengatakan padaku.
13:09Bahwa dia membutuhkan seseorang yang bisa memimpin.
13:12Dan memberikan bimbingan di lini pertahanan.
13:17Dia mengatakan bahwa dia tahu aku tak akan bingung.
13:20Sekalipun ada di bawah tekanan.
13:25Tapi Juve kemudian menawarkan kesempatan.
13:29Dan aku sampai pada kesimpulan.
13:32Bahwa bermain di Italia.
13:34Akan membawaku pada tantangan yang besar.
13:39Begitulah van der Sar mengakui.
13:42Mengapa dia memilih klub Turin itu.
13:45Ketimbang memilih bermain di Liga Primer.
13:50Debutnya untuk Bianconeri terjadi di pertandingan imbang melawan Regina.
13:54Di Stadio Dele Alpi.
13:58Di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
14:02Van der Sar selalu menjadi kiper utama.
14:05Dan tampil sangat baik.
14:08Timnya bahkan selalu dipuji karena menunjukkan pertahanan hebat dalam setiap kesempatan.
14:16Namun sekalipun mereka berhasil memenangkan piala Intertoto.
14:21Fans Juve mengkritiknya.
14:24Karena mereka gagal meraih Scudetto.
14:28Apalagi dengan hanya selisih satu poin dari Lazio.
14:31Yang menjuarai Liga.
14:34Di musim pertamanya itu.
14:38Van der Sar hanya absen di dua pertandingan.
14:41Namun dia kebobolan 19 gol dalam 31 penampilan.
14:44Untuk penampilan.
14:48Musim keduanya.
14:50Kritikan datang lebih kejam lagi.
14:53Karena mereka tersingkir dari Coppa Italia.
14:56Dan Liga Champion.
14:59Van der Sar juga melakukan beberapa kesalahan di Liga.
15:05Seperti pada tanggal 6 Mei 2001.
15:08Di mana mereka awalnya sudah unggul 2-0 melawan Ais Roma.
15:14Di menit ke-79.
15:18Nakata berhasil membobol gawang.
15:21Tapi Juventus masih unggul hingga masa injury time.
15:26Namun di menit ke-91.
15:30Nakata kembali melakukan tembakan.
15:34Van der Sar tidak bisa menahan upaya gelandang Jepang itu.
15:39Dan Vincenzo Montella.
15:42Menyambut bola di depan gawang.
15:45Juve memang memenangkan 5 pertandingan terakhir mereka musim itu.
15:51Namun mereka akhirnya tersingkir dari Scudetto.
15:55Karena selisih 2 poin dengan Roma.
15:58Yang merebut gelar tersebut.
16:03Petinggi Juve lalu memutuskan mendatangkan Gianluigi Buffon dari Parma.
16:08Dengan rekor transfer sebesar 32,6 juta pounds.
16:14Van der Sar menegaskan jika dia tak ingin menjadi cadangan Buffon.
16:19Dan memilih meninggalkan seri A.
16:41Di awal bulan Agustus tahun 2001.
16:45Fulham.
16:47Tim yang baru promosi ke Liga Primer.
16:50Membuat kejutan besar dengan merekrut salah satu keeper terbaik dunia.
16:54Dengan nilai sebesar 7 juta pounds.
17:00Memanfaatkan kekecewaan Van der Sar di Italia.
17:04Klub asuhan Jan Amadu Tigana ini.
17:07Menunjukkan bahwa proyek mereka serius.
17:10Dan bergerak cepat mendekati keeper Belanda itu.
17:13Mengalahkan Ajax, Borussia Dortmund, dan juga Liverpool.
17:21Van der Sar dalam sebuah kesempatan pernah bercerita.
17:27Waktu itu ada banyak pergerakan di antara keeper di Italia.
17:32Buffon bergabung dengan Juve.
17:35Toldo pergi ke Inter Milan.
17:37Dan Sebastian Frey.
17:39Pindah ke Parma.
17:42Ada semacam pertikaian di antara klub-klub papan atas.
17:46Tapi aku tak diikut sertakan.
17:50Aku kemudian bicara dengan Ajax, Dortmund, dan Liverpool.
17:57Namun mereka ingin menunggu hingga akhir jendela transfer musim panas.
18:02Sayangnya aku tak mau bertahan lebih lama di Turin.
18:06Fulheim datang dengan ambisi besar.
18:09Mereka baru saja lolos ke Liga Primer.
18:12Dan merekrut banyak pemain baru.
18:16Aku hanya ingin bermain.
18:18Jadi aku berkonsultasi dengan Van Hal.
18:22Yang waktu itu melatih Belanda.
18:25Dia sangat positif.
18:27Dan mendukung perpindahan itu.
18:30Bagiku.
18:32Itu seperti mengambil satu langkah mundur.
18:34Untuk membuat beberapa langkah maju lebih jauh.
18:40Fulheim mengontraknya selama empat musim.
18:44Di awal musimnya.
18:46Dia mengatakan jika pilihan itu membuatnya merasa dihargai.
18:51Dia melakukan debutnya untuk Fulheim pada tanggal 18 Agustus 2001.
18:57Dengan kekalahan tandang 2-3 melawan Manchester United.
19:04Musim pertamanya di Inggris cukup baik.
19:07Mereka menjadi tim yang mencapai semifinal Piala FA.
19:13Kontribusinya dalam tim itu berpengaruh sangat besar.
19:17Sean Davies mengenang.
19:20Bahwa Van Der Sar selalu tiba sebelum jam latihan.
19:24Berlatih dengan keras.
19:27Dan membantu para kiper muda setelah latihan.
19:31Dia seorang superstar.
19:34Tapi selalu sangat fokus.
19:37Dia meningkatkan level kami.
19:39Membuat kami sulit dikalahkan.
19:43Di musim keduanya.
19:46Van Der Sar hanya kebobolan 19 kali dalam 21 pertandingan.
19:52Namun dia harus mengakhiri musim itu dengan absen karena cedera lutut.
19:59Lalu di bulan April tahun 2003.
20:03Tigana secara tiba-tiba memutuskan meninggalkan The Cottagers.
20:08Hal ini sampai membuat Van Der Sar terpukul.
20:12Apalagi ambisi besar Tigana lah yang membuatnya yakin memilih klub itu.
20:18Tak menunggu waktu lama.
20:21Chris Coleman yang sebelumnya merupakan staf pelatih Tigana mengambil alitim itu.
20:27Dan mereka berhasil finish di peringkat 9 di Liga.
20:32Ternyata Van Der Sar tampil jauh lebih baik di bawah pelatih yang baru memulai debutnya ini.
20:39Padahal para kritikus sejak awal yakin.
20:42Bersama Coleman.
20:44Mereka akan kesulitan.
20:46Dan pelatih muda itu akan segera dipecat.
20:51Komitmen Van Der Sar dan serangkaian penyelamatannya yang luar biasa.
20:56Semakin menarik minat Sir Alex.
21:00Namun sebelum menyatakan pergi.
21:02Van Der Sar terlebih dahulu memperpanjang kontraknya.
21:07Memastikan bahwa Fulham akan mendapat keuntungan dengan transfernya di akhir musim.
21:14Itulah mengapa.
21:16Fans Fulham selalu punya tempat dalam sejarah mereka untuk Edwin Van Der Sar.
21:22Mereka akan bermain di klub dengan stadion yang sangat berhistorik.
21:26Dan fans yang benar-benar sangat pasi dengan permainan.
21:32Dan bukan penyelamatan yang benar-benar.
21:49Kalian tentu tahu.
21:52Saat Peter Schmeichel memutuskan untuk meninggalkan Manchester United.
21:57Dan pergi ke Sporting Lisbon di tahun 1999.
22:02Dia pergi sebagai legenda klub.
22:05Dan menjadi salah satu keeper terbaik yang pernah dimiliki Liga Primer.
22:24Selama sembilan musim di Old Trafford.
22:27Schmeichel membantu memenangkan lima gelar Liga.
22:31Dan di musim terakhirnya di tahun 1999.
22:35Dia bahkan membantu United memenangkan treble.
22:40Setelah kepergian Schmeichel.
22:43Selalu menjadi tugas yang sulit bagi Sir Alex untuk mencari penggantinya.
22:49Meskipun dalam enam musim.
22:52Mereka memenangkan tiga gelar Liga dan satu piala FA.
22:57Tak ada satupun dari sepuluh keeper penggantinya.
23:00Yang memiliki dampak serupa.
23:04Jadi.
23:06Ketika di tahun 2005.
23:08Sir Alex membawa Van Der Saar yang berusia 34 tahun dari Fulham.
23:13Dengan nilai transfer sebesar 2 juta pounds.
23:17Banyak fans heran dan pesimis.
23:30Van Der Saar memang keeper berprestasi yang telah menghabiskan hampir satu dekade cemerlang bersama Ajax.
23:37Berkelana ke Serie A.
23:39Dan menghabiskan empat musim yang hebat bersama Fulham.
23:44Tapi mayoritas orang percaya.
23:47Waktunya akan segera habis.
23:52Mereka yakin dia hanya akan bertahan semusim atau dua musim di United.
23:57Dan didatangkan hanya untuk membantu mengembangkan keeper muda mereka.
24:01Ben Foster.
24:03Yang masih berusia 22 tahun.
24:06Yang waktu itu baru saja dibeli dari Stock City.
24:12Sangat sedikit orang yang memperkirakan bahwa penanda tanganan Van Der Saar
24:16akan menjadi jawaban atas permasalahan United.
24:21Dan menjadi kunci.
24:24Bagaimana mereka kembali mendominasi sepak bola Eropa
24:27hingga akhir periode 2000-an.
24:32Naluri Sir Alex memang brilian.
24:35Karena setibanya di United
24:37Van Der Saar dengan cepat kembali ke performa terbaiknya
24:41seperti saat dia masih bersama Ajax.
24:46Di musim pertamanya
24:49pertahanan United langsung menjadi lebih baik.
24:54Apalagi setelah datang Nemanja Fidik dan Petris Efra
24:57di bulan Januari 2006.
25:06Di musim keduanya
25:08dengan hanya kebobolan 27 gol
25:12United merebut kembali tahta Liga Primer mereka dari Chelsea.
25:18Selamat 6 musim di Old Trafford.
25:20Dia membantu klub itu memenangkan 4 gelar Liga Primer.
25:26Satu trofi champion yang dramatis di musim 2007-2008
25:31serta deretan trofi domestik.
25:36Secara individual
25:37dia juga memenangkan deretan penghargaan gemilang.
25:44Namun
25:44untuk lebih memahami seorang Edwin Van Der Saar
25:49selain menghitung deretan trofinya
25:52akan lebih menarik jika kita mengingat lagi
25:56bagaimana konsisten dan berpengaruhnya dia dalam seragam The Red Devil.
26:05Jika S. Michael dikenal sebagai sosok yang eksentrik
26:09baik di lapangan atau di ruang ganti
26:12Van Der Saar
26:14tak pernah berusaha tampak flamboyan
26:17atau reaktif dengan situasi dihadapannya.
26:23Dia memilih pendekatan yang berbeda dan lebih tenang.
26:29Namun dia selalu berhasil mengatur pertahanannya
26:34mengarahkan rekan setimnya ke posisi yang tepat
26:37dan di waktu yang tepat untuk mengacaukan serangan lawan.
26:44Seringkali kita melihat para keeper meneriaki para pemain bertahan
26:49yang membuat si pemain bertahan akan bergerak menjauh
26:53mengabaikan teriakan itu
26:54atau bahkan beradu mulut dengan keeper.
26:59Tapi ini jarang terjadi pada Van Der Saar.
27:03Dengan sikap tenang
27:04dia selalu mampu menyampaikan tujuannya
27:09sambil mensupport rekan satu timnya
27:11tak mau membuat rekan setimnya berpikir
27:14dia tak menghargai kerja keras
27:17dan upaya mereka.
27:21Inilah mentalitas kepemimpinan
27:23yang ingin Sir Alex dapatkan dari Van Der Saar.
27:28Keeper seringkali menjadi fondasi emosional
27:31bagi sebuah tim
27:33dan ketenangan Van Der Saar
27:36membantunya tampil sebagai kekuatan
27:38yang sulit digoyahkan di depan gawang.
27:41Menginspirasi dan dipercaya rekan satu timnya
27:45membuat mereka yakin dengan permainan
27:47dan keputusan mereka sendiri.
27:51Meski ini mungkin jarang dibicarakan
27:55tapi tim yang menyukai dan percaya
27:57dengan keeper yang menjaga gawang mereka
28:00akan menunjukkan perbedaan.
28:04Hal inilah yang membantu Van Der Saar
28:07dan rekan satu timnya
28:09mencatatkan rekor 14 clean sheet
28:11berturut-turut di Premier League
28:13selama musim 2008-2009
28:18yang dianggap sebagai salah satu rekor terhebat di Premier League.
28:24Dia juga bukan keeper yang provokatif
28:26saat berhadapan dengan penyerang lawan
28:29karena fokusnya adalah mengantisipasi keadaan.
28:35Saat keeper lain mengalami penurunan
28:37karena alasan atletis
28:38Van Der Saar terus menjadi lebih baik
28:42karena dia menggunakan pengalaman
28:44dan pemahaman yang terus terasa
28:46saat melakukan penyelamatan.
28:51Kesadaran akan positioning dan efisiensi teknisnya
28:55membuatnya tak perlu melakukan gerakan liar di depan gawang.
29:21Salah satu momen paling berkesan baginya adalah
29:24final Liga Champions 2008.
29:29Saat itu mereka melawan Chelsea di Moskow.
29:32Skor imbang satu sama setelah perpanjangan waktu
29:35yang berakhir dengan adu penalti.
30:02Adu tendangan penalti
30:04sering menjadi mimpi buruknya.
30:09Dia mengalami beberapa kekalahan dalam adu penalti.
30:14Seperti saat melawan Juventus di final Liga Champions 1996 bersama Ajax.
30:20Melawan Brazil di semifinal Piala Dunia 1998.
30:25Dan melawan Italia di semifinal Euro tahun 2000
30:29bersama Belanda.
30:33Terlepas dari kecerdasan emosional dan ketenangan yang ia tunjukkan di lapangan.
30:39Gejolak liar yang muncul akibat adu penalti
30:42adalah sesuatu yang sulit diatasi.
30:47Hingga momen besar itu datang lagi di tahun 2008.
30:58Ini adalah pertarungan psikologis yang intens antara penendang dan keeper.
31:05Setelah United unggul 6-5
31:08Anelka mendapat giliran menendang.
31:13Sebelum Anelka
31:15para pemain Chelsea disuruh menendang ke kiri van der Sar
31:20karena sang keeper sering menjatuhkan dirinya ke kanan gawang.
31:25Van der Sar dengan tenang berdiri dan menunjuk sisi kiri gawangnya.
31:28Dia mencoba mengubah pikiran Anelka
31:32dan itu adalah pertaruhan yang besar.
31:36Dan benar saja
31:39Anelka menendang ke kanan
31:41pada ketinggian sempurna bagi van der Sar untuk melakukan penyelamatan.
31:50Suatu hari
31:51secara eksklusif pada 4-4-2
31:55van der Sar mengungkapkan bagaimana dia mempersiapkan diri dan strateginya untuk pertandingan itu.
32:02Aku ingat betul
32:04kalau aku pernah mempelajari banyak cara Chelsea dalam melakukan tendangan penalti lewat DVD
32:09sebelum pertandingan.
32:13Aku mungkin menganalisis sekitar 40 tendangan
32:16yang salah satunya dilakukan Frank Lampard di masa lalu.
32:22Aku juga sudah membuat banyak catatan
32:24dan menyadari bahwa Nicholas Anelka
32:28hampir selalu membawa tendangan penaltinya ke arah kanan keeper.
32:34Kemudian
32:35aku mendengar bahwa Chelsea juga selalu melatih strategi penalti mereka
32:41dan mereka tahu jika aku biasanya akan menjatuhkan diri ke sebelah kanan gawang.
32:48Jadi
32:49kupikir para pemain mereka telah diperintahkan untuk menembak bola ke arah sisi kiriku
32:56dan itulah yang kebanyakan mereka lakukan.
33:01Aku sudah mengantisipasi apa yang akan Anelka lakukan.
33:06Dia pun akan memilih untuk menendang ke arah sisi lain.
33:10Dan untungnya itulah yang terjadi.
33:14Aku akhirnya bisa menepis tendangannya.
33:19Meski itu bukan penyelamatan tersulit yang pernah dia lakukan.
33:24Tapi hal itu menjadi salah satu momen penyelamatan terpenting dalam karirnya.
33:37Usia tak menghentikan Van Der Sar.
33:39Karena keahliannya meningkat seiring pengalamannya di lapangan.
33:45Dalam sebuah podcast
33:46Ben Forster pernah bercerita
33:49jika Van Der Sar bahkan sangat sedikit latihan selama di MU.
33:53Tapi dia selalu siap untuk pertandingan.
33:59Dan dia akan keluar untuk latihan selama 3 hari seminggu, kan?
34:03Dan saya ingat pada Friday kadang-kadang dia akan keluar,
34:05dia akan menemukan sekitar 3 atau 4 volleys
34:07dan bahkan kemudian mungkin tidak menemukan dia,
34:09dan dia akan menemukan bola ke arah sisi.
34:09Dan dia akan menemukan bola ke arah sisi kiriku dan berkata,
34:12itu saya sudah selesai.
34:13Dan pula ke arah sisi kiriku dan berkata,
34:14dan dia akan berjalan.
34:15Karena itu semua tentang Saturday.
34:17Itu semua dalam hati dia dan dia hanya tahu apa yang dia lakukan.
34:19Dia sangat keren.
34:23Van Der Sar memutuskan mengakhiri karirnya di tahun 2011.
34:28Hal itu sudah diarencanakan sejak musim tahun 2009.
34:33Apalagi waktu itu istrinya Anna Mary
34:35terkena pendarahan otak
34:38yang membuatnya kesulitan untuk fokus pada permainan.
34:44Meski rekan setimnya memintanya untuk tinggal lebih lama,
34:47dia lebih memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.
34:56Di sepanjang karirnya,
34:59dia telah tampil dalam 951 pertandingan
35:03dan berhasil menciptakan 440 clean sheets.
35:09Selepas pensiun,
35:11dia menerima saran Johan Cruyff
35:14untuk berkontribusi bersama Ajax.
35:17Dia menjadi direktur marketing klub itu
35:20di tahun 2012.
35:23Dan 4 tahun kemudian,
35:25dia diangkat menjadi CEO di sana.
35:31Pertengahan tahun lalu,
35:33dia sempat mengalami pendarahan otak
35:35dan sempat dirawat intensif di rumah sakit.
35:39Lalu setelah sembuh,
35:41dia memutuskan untuk beristirahat total
35:44dan mengundurkan diri dari peran yang sudah dilakoninya
35:47selama 11 tahun terakhir itu.
35:59Van der Sar adalah definisi seorang penjaga gawang yang lengkap
36:03karena tak banyak kelemahan dalam permainannya.
36:08Dia mendapat julukan Ice Conin
36:11yang berarti kelinci es
36:13karena meski tubuhnya besar,
36:16kuat,
36:17dan lincah,
36:19dia lebih suka bermain tanpa keributan.
36:24Dia mengatur pertahanannya
36:26seperti Grandmaster catur Soviet
36:28dan menghitung setiap sudut di hadapannya.
36:32Dan setiap kali tembakan sampai padanya,
36:36dia selalu berada di tempat yang tepat
36:38untuk menangkap atau menepisnya.
36:43Saatnya Pfizer,
36:45seorang penulis Belanda,
36:47ingin menuliskan biografinya.
36:50Van der Sar merasa khawatir.
36:53Si penulis akan merasa kesulitan
36:55menemukan sesuatu yang menarik
36:58untuk dikatakan tentang keseluruhan karirnya
37:00yang tanpa skandal dan kemewahan.
37:05Maaf,
37:07aku tak terlalu rock and roll.
37:10Katanya pada sang penulis.
37:13Edwin van der Sar adalah pesepak bola yang berbeda.
37:18Dia menikmati status sebagai laki-laki yang baik,
37:21sederhana,
37:22dan setia pada keluarganya.
37:26Namun van der Sar yang lembut bersama keluarganya ini
37:30menjadi ancaman bagi pemain lawan
37:33saat berada di depan gawang.
37:36Dia bahkan sudah mulai mengintimidasi lawannya
37:39lewat jabatan tangan yang kuat,
37:42sebelum pertandingan dimulai.
37:45Seolah-olah mengatakan,
37:48Jangan main-main denganku.
37:50Aku ini Edwin van der Sar.
37:51Jangan main-main denganku.
38:01Terima kasih.
38:14We'll see you next time.
Comments