TERIKAT JANJI Episode 16 #terikatjanji #terikatjanjircti #terikatjanjiepisode16 #sinetronterikatjanji #sinetron #series #seriesterbaru #filmterbaru #filmterbaru2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Di mana hatimu rasa bersama
00:07Tolong jawab saya dengan jujur
00:11Ada masalah apa diantara kalian berdua?
00:24Ada sebuah pertanyaan yang
00:30Menurut Davina
00:34Itu fatal saya tanyakan
00:36Soal apa itu Sena?
00:39Saya baru tahu kalau dulu Davina pernah pacaran bersembunyi-sembunyi
00:49Makanya saya tanya kenapa pacarannya sembunyi?
00:53Apakah Davina pernah berselingkuh dari pacar yang bernama Rian?
00:58Selamat malam
00:59Prani, Prani!
00:59Saya tak buka selingkuh dengan finally
01:00Tak boleh, jangan buat apapun
01:02Gak boleh mampu
01:02Saya tak buka selingkuh dengan finally
01:04Balik
01:05Siapa yang akan menyerang?
01:06Boa
01:06Boa
01:08Boa
01:08Boa
01:09Boa
01:09Boa
01:10Boa
01:10Boa
01:18Boa
01:21Om?
01:25Maaf.
01:26Maaf.
01:27Maaf.
01:39Maaf.
01:41Maaf. Masuk. Masuk.
01:44Pak.
01:45Davina.
01:47Sena, kamu ngapain disini?
01:52Papa yang panggil Sena.
01:54Kenapa ada masalah?
01:56Sena ngelakuin kesalahan.
01:57Enggak ada masalah apa-apa ya Sena?
02:01Papa cuma mau ngobrol-ngobrol sama Sena dan ya ingin cek sejauh apa progresi tim yang sedang kalian kerjakan.
02:08Itu aja.
02:10Kenapa?
02:12Ruangan Arandi udah siap jadi mendingan kita semua langsung kesana.
02:16Oke.
02:18Maaf, sebentar saya. Papa mau hubungi Sari dulu.
02:22Oke.
02:28Sari, tolong suruh objek kesini ya.
02:31Bereskan ada gelas saya pecahin.
02:33Baik, Pak.
02:34Oke, terima kasih.
02:46Oke.
02:56Oke.
02:57Kita jalan ya.
02:59Saya izin ke toilet ya, Om.
03:01Nanti saya nyusul ke ruang Arandi.
03:04Oke.
03:05Oke.
03:05Kalau gitu kita ada luar saya.
03:07Tengah.
03:09Tengah.
03:09Tengah.
03:09Tengah.
03:12Tengah.
03:21Tengah.
03:22Tengah.
03:24Tengah.
03:31Tengah.
03:47Tengah.
03:52Tengah.
03:55Tengah.
03:59Tengah.
04:00Tengah.
04:01Tengah.
04:07Tengah.
04:08Tengah.
04:10Tengah.
04:11Tengah.
04:12Tengah.
04:13Tengah.
04:16Tengah.
04:16Tengah.
04:17Tengah.
04:17Tengah.
04:18Tengah.
04:18Tengah.
04:18Tengah.
04:24Tengah.
04:25Tengah.
04:27Tengah.
04:28Tengah.
04:30Tengah.
04:44Aku mau angkat sebentar ya, sayang.
04:52Kenapa sih tiap kali ngomongin pernikahan ada aja alasannya?
04:57Tidak selesai.
05:12Halo.
05:13Halo, Pak.
05:14Saya dan anak buah saya sekarang di polres Cek Labumi.
05:17Tapi orang itu belum kelihatan.
05:19Oke.
05:20Kamu tunggu sampai dia muncul.
05:22Baik, Pak.
05:38Ya.
05:39Pagi tadi, Pak.
05:41Pak, saya mau infoin, Pak.
05:43Saat ini di kantor ada polisi datang, Pak.
05:47Polisi?
05:50Ada apa?
05:51Katanya mau ngantar surat panggilan sama mau ketemu sama Pak Dipa.
05:56Pasti soal operasi tangkap tangan kemarin.
05:59Ternyata aku masih dicurigai.
06:02Kamu terima aja suratnya.
06:04Bilang sama mereka saya masih ada urusan di luar.
06:07Masih lama baliknya.
06:09Oke, Pak.
06:10Siap.
06:18Karena laki-laki yang menyamar itu,
06:20sekarang aku jadi berurusan sama polisi.
06:24Ini bukan masalah besar.
06:27Mereka nggak akan bisa menanggap aku.
06:31Karena mereka nggak punya bukti.
06:59Selamat pagi.
07:01Selamat pagi.
07:07Selamat pagi.
07:24Selamat pagi.
07:26Selamat pagi.
07:30Selamat pagi.
07:40Selamat pagi.
07:53Selamat pagi.
07:54Dari kapan dia ada di situ?
07:57Apa dia dengar pembicaraan aku tadi?
08:12Aduh, banyak banget sih nih.
08:16Apaan sih nggak ngerti deh?
08:21Oh iya.
08:23Kak Davina kan mau presentasi hari ini.
08:26Kira-kira jam berapa ya?
08:34Halo.
08:36Halo Mba Sari.
08:37Papa jadi meeting sama Kak Davina nggak ya?
08:39Jadi Mba, baru aja panovan ke ruangan R&D bersama Mba Davina.
08:45Ini presentasinya sekarang?
08:47Iya Mba.
08:57Kamu mau ke mana?
08:58Mau ke R&D.
09:00Yuk.
09:00Ngapain?
09:01Kak Davina presentasi.
09:03Sekalian aku mau lihat gimana sih si timnya rasa ketopraknya itu.
09:06Yuk.
09:11Ketoprak adalah makanan rakyat.
09:13Bahannya simpel.
09:15Ada tahu, toge, bihun.
09:18Tapi yang bikin rasanya luar biasa adalah siraman saus kacangnya.
09:23Perpaduan rasa manis, asin, gurih, pedas.
09:28Itu adalah rasa yang sudah sangat akrab di lidah kita.
09:40Ini adalah kemasannya.
09:42Warna coklat pada kemasan ini melambangkan identitas bumbu kacang yang sangat kental.
09:47Di situ juga saya kasih ilustrasi gambar gerobak ketoprak yang sangat-sangat khas.
09:53Dan ini?
09:55Ini saat minyak sudah siap disajikan.
10:02Oke.
10:06Ini untuk saya?
10:07Ya.
10:07Besar ya?
10:09Oke.
10:11Terima kasih, Sena.
10:13Silahkan.
10:14Silahkan.
10:14Terima kasih, Pak Sena.
10:21Sampai jumpa, Enak.
10:25Terima kasih, Pak Sena.
10:26Terima kasih, Pak Sena.
10:26Terima kasih.
10:27Oke, kita coba sama-sama ya.
10:29Baik.
10:30Halo.
10:31Maaf, kita nggak terlambat, kan?
10:42Emang apa di sini?
10:44Oh, iya.
10:45Aku harus ada di sini dong, kan aku brand director.
10:48Aku harus memastikan semua ini berjalan dengan benar.
10:52Ya aku gak mau papa gak objektif hanya karena si Timi rasa ketoprak ini yang ngebikin putrinya.
10:59Jihan, gak usah khawatir.
11:03Papa gak akan bersikap seperti itu.
11:06Ya aku tahu, pak. Aku percaya sama papa.
11:09Cuman, pak. Kak Davina ini harus tahu bahwa dunia bisnis itu kencang.
11:17Dan jangan sampai hanya karena rasa kasihan, papa jadi kasih kesempatan.
11:24Dan buat Kak Davina, kalau misalnya papa nanti gak suka sama si Timi rasa ketoprak itu, jangan bakal.
11:42Yang itu, kenapa yang berada di sini?
11:46Silahkan keluar ya. Kan dia gak ada di proyek ini.
11:48Dipai ini calon suami aku. Jadi wajar kalau ada dia di sini.
11:53Dan dia juga bisnis partnernya papa.
11:59Kebetulan saya juga ada urusan sama Obnova.
12:02Mungkin setelah ini kita bisa meeting sebentar.
12:04Oke, oke. Nanti kita ketemu di ruang meeting satu Dipai.
12:08Baik.
12:10Luar biasa ya, Om Dipa.
12:13Ini menginspirasi saya sekali loh.
12:17Dengan bisnisnya yang sangat banyak, sibuk.
12:21Masih bisa nyempetin nemenin calon istrinya.
12:25Meeting sama calon mertuanya.
12:28Bahkan ada urusan sama polisi juga kan?
12:41Sayang, kamu ada urusan sama polisi? Kamu gak cerita?
12:47Dipa, ada masalah apa kamu dengan polisi?
13:14Saya minta kamu jawab dengan jujur.
13:17Ada masalah apa kamu dengan polisi?
13:33Ini di toiletan.
13:37Iya, Om. Tadi sekretari saya telpon soal polisi.
13:40Cuman masalah sepele.
13:43Aku juga sampai hampir lupa.
13:45Nanti akan saya ceritain setelah acara ini, Om.
13:50Sayang, ini beneran?
13:53Beneran? Aman, sayang.
13:54Selamat tinggal.
13:57Oke, oke.
13:59Dipa, nanti saya akan bicara lagi dengan kamu.
14:02Sekarang ini kita selesaikan dulu presentasi Davina.
14:12Kurang ajar.
14:13Benar-benar lancang mulut laki-laki itu.
14:16Silahkan, silahkan.
14:17Silahkan, Om. Kita coba dulu.
14:18Siap.
14:19Oke, Davina. Papa coba ya.
14:21Silahkan.
14:56Depart somehow ya.
15:07Siap.
15:13Elifina.
15:27Selamat menikmati.
15:28Ini enak.
15:28Ya.
15:46Bumbunya pas, semuanya pas.
15:47Okey.
15:48Sekejap.
15:51Masa sih, Pa?
15:52Sini aku coba.
15:54Coba saja.
16:13Tak apa-apa. Tinggal kali.
16:14Gak apa-apa.
16:15Silahkan, tiga kali juga gak apa-apa.
16:17Enggak.
16:18Menurut aku ini rasanya terlalu be aja.
16:20Terus kayak bentuknya kurang menarik gitu deh.
16:27Oke, gimana menurut kalian?
16:29Menurut kami enak, Pa.
16:31Meskipun ini hal baru dalam mie goreng.
16:36Tapi cocok di lidah orang Indonesia.
16:39Betul, Pa.
16:39Seperti makan ketoprak, tapi dalam bentuk mie goreng.
16:42Kami yakin sih, ini akan jadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat.
16:48Oke, thank you.
16:51So, Davina.
16:53Ya.
16:56Kalau dari Papa, untuk rasa bumbu dan isian semuanya.
17:03Oke.
17:03Papa Bro.
17:05Oke.
17:06Tapi, untuk kemasan.
17:09Ini menurut Papa kamu harus revisi topak.
17:12Warna coklat ini, Dami.
17:14Warna coklat ini cenderung gelap.
17:16Bisa dibilang suram.
17:18Dan, gak menggugah selera.
17:21Untuk dijadikan satu kemasan untuk mie start.
17:25Jadi saran Papa, coba kamu cari warna yang lain.
17:29Oke.
17:29Oke.
17:30Oke, terima kasih.
17:32Oke, selanjutnya untuk mulai besok.
17:35Kamu sudah dapat izin untuk produksi ini.
17:37Tolong dicatat semuanya.
17:39Baik, Pak.
17:41Terima kasih, Pak.
17:42Oke.
17:44Tapi, Davina.
17:45Ini yang harus kamu ingat.
17:47Ya.
17:48Goal kamu.
17:50Goal kamu itu bukan membuat Papa suka sama mie buatan kalian ini.
17:54Bukan.
17:56Goal kamu adalah membuat masyarakat membeli mie produk kalian.
18:04Ya.
18:06So.
18:07Project kalian ini, kalian berdua.
18:10Baru akan dinyatakan berhasil.
18:12Apabila produk kalian bisa terjual.
18:15Minimal.
18:17Minimal.
18:18Minimal 25 ribu karton dalam waktu dua minggu.
18:21Sejak launching.
18:34Kalau kalian gak berhasil,
18:36so sorry.
18:38Project kalian akan nyatakan gagal.
18:41Lirian.
18:45Lirian.
18:49Tuh, eh.
18:51Gue merasakan diri.
18:54Terima kasih.
19:15Terima kasih.
19:19Bu.
19:20Bersyukur kalau present tadi semuanya lancar.
19:25Apanya, Pak.
19:27Bisa menerima semua dengan baik.
19:30Pakai kesempatan lagi.
19:34Yaudah yang masuk.
19:42Ini kita ngapain sih?
19:44Ini akan menjadi ruangan baru saya.
19:47Karena kan posisi saya diganti sama Jihan.
19:52Saya gak ada ruangan lain.
19:54Sementara ruangan saya ini.
19:57Ini ruangan titik?
19:59Yaudah lah.
20:01Oh ya.
20:03Saya mau beli kopi dulu ya.
20:05Ke bawah.
20:05Kau mau titip gak?
20:06Biar saya aja.
20:08Beneran gak apa-apa.
20:09Ya, gak apa-apa.
20:11Boleh.
20:11Saya teraktir sekali-sekali kan?
20:13Boleh.
20:14Makasih ya.
20:17Silahkan istirahat dulu.
20:19Terima kasih.
20:27Butter scotch?
20:28Nesugar kan?
20:31Yes.
20:32Oke.
20:33Thank you.
20:35Yap.
20:47Kenapa sih sayang?
20:48Papa tuh selalu aja ngebelain Kak Davina.
20:51Dan aku yakin ya.
20:52Kak Davina itu gak akan berhasil ngejual 25.000 karton hanya dalam waktu 2 minggu.
20:58Itu impossible.
20:59Iya kamu benar sayang.
21:01Itu emang berat banget.
21:04Aku lanjut meeting dulu ya sama papa kamu.
21:06Aku ke mobil bentar ambil laptop.
21:08Yaudah sayang.
21:09Good luck ya.
21:13Baiklah sayang.
21:1925.000 karbis nih.
21:23Harus habis dalam waktu 2 minggu.
21:28Berat juga ya.
21:35Kasian juga Davina.
21:41Biar cuma tanya Bilal aja deh.
21:43Kan orang marketing.
21:45Jual rumah aja lah aku.
21:46Apalagi jual ini harusnya bisa dong.
21:58Halo bos.
22:00Halo Bilal.
22:01Bisa bantuin gue ya?
22:02Buat bos ya.
22:03Ada apa nih?
22:04Tolong lo cariin strategi marketing untuk menjual 25.000 kardus mie.
22:10Dalam waktu 2 minggu harus habis.
22:13Bisa ya?
22:15Bos.
22:16Please.
22:17Jangan bilang bos mau nyuruh saya buat beli 25.000 kardus si Timi.
22:21Jangan ya bos.
22:22Jangan.
22:23Itu banyak banget bos.
22:25Kemarin aja 9.000 karton itu.
22:27Susah payah bos ngebagiinnya.
22:29Bayangin aja.
22:29Satu karton itu isinya 40 bungkus.
22:32Kalau 25.000 karton itu artinya 1 juta bungkus bos.
22:37Bilal.
22:38Lo orang marketing kan?
22:42Iya bos.
22:42Coba pikirin deh.
22:44Harusnya bisa dong.
22:46Lo cari strateginya.
22:48Lo jualin untuk mie sampai habis.
22:51Gue tunggu strategi marketingnya besok.
22:55Gue gak mau tau.
22:56Ya?
22:58Saya coba pikirin dulu ya bos.
23:00Ya, pikirin tuh.
23:06Dia minta besok pula solusinya.
23:09Kalau gak dapet, leher gak aman nih.
23:11Tidak.
23:13Tidak.
23:16Tidak.
23:17Tidak.
23:17Terima kasih pak.
23:18Ini pesanan ya.
23:22Terima kasih.
23:23Tidak.
23:36Tidak.
23:39Tidak.
23:43Tidak.
23:46Tidak.
23:51Tidak.
23:56Tidak.
23:58Tidak.
24:00Tidak.
24:14Tidak.
24:16Lepas di sini.
24:20Tidak.
24:22Terima kasih.
24:35Tidak sampai sampai sampai sampai sampai sampai sampai ketiga, têmuk.
24:40Ngapain disini?
24:47Lu ngapain sendirian disini?
24:51Lagi mikirin target dari papa kamu
24:54Bukan urusan kamu keluar dari sini
25:00Aku cuma mau bantuin kamu
25:03Aku gak perlu bantuan kamu
25:07Keluar
25:1025 ribu kardus dalam waktu dua minggu
25:13Itu gampang, bukan?
25:15Bahkan aku bisa bantu jual dalam waktu satu minggu
25:18Tapi saya enak
25:20Aku gak yakin dia bisa ngelak
25:28Silahkan membual ke tembok
25:34Davina
25:35Di situasi seperti saat ini
25:38Nama kamu
25:39Nama Kusuma Food
25:41Itu sedang dipertaruhkan
25:43Kamu benar-benar partner yang seimbang
25:47Kalau kamu sama Sena
25:49Kamu pasti akan hancur
25:56Batalkan kerja sama kamu dengan Sena
25:58Aku siap untuk kamu kemarin
26:02Percaya sama aku Davina
26:07Kalau bukan aku
26:10Siapa yang akan lindungi kamu?
26:21Aku berjumpa dulu sama papa
26:25Kau fikirin aja sekali lagi
26:27Hubungi aku kapanpun kamu mau
26:39Terima kasih telah menonton!
27:04Sayang
27:11Loh
27:12Kok gak ada orang?
27:14Bukannya Dipa sama papa meeting disini ya?
27:19Oh, apa Dipa masih ngambil laptop ke mobil ya?
27:23Mas!
27:25Iya, Bu
27:26Saya mau minta tolong bikinin cappuccino tiga
27:28Buat saya, papa saya, sama tunangan saya
27:31Baik, Bu
27:31Saya permisi
27:45Buat saya, saya harus lakukan
27:46Betul
27:49Terima kasih saya
28:04Terima kasih.
28:29Terima kasih.
29:05Terima kasih.
29:10Terima kasih.
29:27Terima kasih.
29:56Terima kasih.
30:04Terima kasih.
30:38Terima kasih.
30:53Terima kasih.
31:27Terima kasih.
31:41Terima kasih.
31:51Terima kasih.
32:23Kenapa ya?
32:43Terima kasih.
33:09Terima kasih.
33:19Terima kasih.
33:33Terima kasih.
34:10Terima kasih.
34:51Terima kasih.
35:14Terima kasih.
35:16Terima kasih.
35:18Terima kasih.
35:38Terima kasih.
35:51Terima kasih.
36:05Terima kasih.
36:18Terima kasih.
36:30Terima kasih.
36:33Terima kasih.
36:37Terima kasih.
36:45Terima kasih.
37:06Terima kasih.
37:29Terima kasih.
37:31Terima kasih.
37:32Terima kasih.
37:41Terima kasih.
37:47Mukanya kok tegak
37:54Gimana kalau saya gak bisa mencapai target penjualan
37:59Gimana kalau bisa nanti Papa kecewa lagi
38:01Gimana kalau misalnya proyek Nisi Timi Ketoprak ini saya gagal
38:10Ada kertas A.V.S gak?
38:13Buat apa?
38:14Ada gak?
38:16Ini
38:17Maaf ini
38:20Oke
38:26Kut saya?
38:27Mau mana?
38:29Kut saya
38:30Sana kerjaan saya masih banyak
38:32Kut saya ayo
38:34Ayo
38:47Sana kamu ngapain sih kesini?
38:49Ikut aja Mbak
38:51Mau ngapain lagi?
39:07Moham
39:10Kut saya
39:10Itu kertas sama pulpen buat apa?
39:15Ini
39:17Buat kita bikin pesawat
39:19Ini
39:19Kita bikin pesawat ya?
39:21Pesawat kertas
39:23Pernah
39:24Masih ingat?
39:27Lupa.
39:29Oke, saya ingatin.
39:31Saya ajarin.
39:36Terima kasih.
39:38Dilipat begitu dulu semuanya.
39:44Ini mau buat apa sih sana?
39:46Sama kertas, Pak.
39:48Iya, Pak. Aku sama terbang, Pak Habibie yang buat.
39:53Kalau saya nggak bisa buat pesawat terbang, Pak.
39:55Beli pesawat terbang bisa, Pak.
39:58Kalau punya uangnya.
40:00Terus gini, Pak.
40:03Ini dilipat gini.
40:04Gini.
40:06Iya.
40:07Ketemu di tengah ya?
40:09Iya.
40:09Kalau janjian ketemunya di tengah.
40:14Tantang.
40:17Oke.
40:18Sudah.
40:18Sudah.
40:21Setelah itu.
40:24Ini dilipat ke bawah, Pak.
40:26Oke.
40:26Begini.
40:39Tetap mau di bawah.
40:40Sudah?
40:41Sudah.
40:42Setelah itu.
40:44Tinggal sekarang.
40:46Mbak tulis.
40:48Apa yang membuat Mbak resah selama ini.
40:52Apa yang membuat Mbak overthinking.
40:55Maksudnya, yang membuat Mbak gelisah selama ini.
41:01Mbak tulis.
41:04Mau pakai pulpen? Spidol?
41:05Spidol aja.
41:06Biar lebih besar.
41:09Biar lebih jelas kata-katanya.
41:13Tulis.
41:14Terserah di dalam, di luar, di mana pun.
41:18Tulis aja.
41:21Ya.
41:22Nanti diapain?
41:23Ya, ditulis dulu lagi.
41:26Ditulis dulu.
41:27Berapa?
41:30Bebas.
41:32Satu pesawat satu boleh.
41:34Di dalam satu pesawat ada dua, tiga, empat, lima boleh.
41:37Dua ya?
41:38Boleh.
41:46Ya.
41:46Kamu gak boleh lihat sana?
41:48Iya, iya. Saya gak lihat.
41:49Aman.
41:55Aku takut gak dipercaya papa lagi.
41:58Aku takut gagal.
42:00Aku takut kehilangan.
42:03Udah?
42:05Kamu lihat?
42:06Enggak sih gak lihat.
42:07Nih, lagi.
42:10Yang banyak, Mak.
42:11Kerasaannya banyak kan?
42:13Yang banyak, yang banyak.
42:15Yang banyak.
42:16Luapkan di dalam pesawat itu semua.
42:32Kamu harus lihat?
42:34Kamu?
42:35Jangan nudus barangan deh.
42:37Intip.
42:38Dikit.
42:39Enggak, Mak.
42:40Enggak bercanda saya.
42:41Kamu gak boleh lihat sana.
42:43Iya, maaf.
42:44Udah.
42:45Tunggu dulu.
42:46Saya buat satu pesawat lagi.
42:50Yang ini private jet.
42:53Tulis.
42:57Terakhir ya?
42:58Ya.
43:13Sini pesawatnya.
43:15Mau diapain?
43:16Saya pinjam dulu.
43:24Ikut.
43:25Sana mau kemana?
43:27Ikut aja, Mbak.
43:31Sana.
43:33Saya gak bisa naik ke atas itu.
43:35Bisa? Saya bantu.
43:36Pelan-pelan.
43:52Ya.
43:54Aman?
43:56Cari posisi yang aman dulu.
43:58Bentar.
44:04Oke.
44:05Udah.
44:07Oke.
44:10Sekarang...
44:17Pesawatnya diterbangin.
44:19Pesawatnya diterbangin.
44:21Mbak terbangin.
44:23Di pesawat ini kan...
44:25Sudah terisi semua keresahan yang Mbak punya.
44:29Jadi sekarang pesawatnya diterbangin.
44:32Supaya...
44:33Semua isi pikiran yang jelek-jelek yang sudah Mbak tuangkan di pesawat ini...
44:37Terbang.
44:44Kau tak peduli.
44:48Sekarang tak mampir.
44:50Sambil diluapin, Mbak ya.
44:52Tangan kanan, Mbak.
44:53Biar kenceng.
44:53Biar jauh.
44:56Kalau dulu saya kecil, sebelum diterbangin, diginin dulu, Mbak.
45:02Sebentar.
45:04Ya.
45:09Satu.
45:10Dua.
45:11Tiga.
45:30Teriak aja, Mbak.
45:31Kalau mau teriak, teriak aja.
45:34Oke.
45:37Satu.
45:38Dua.
45:39Tiga.
45:40Tiga.
45:41Tiga.
45:45Tiga.
45:51Tiga.
46:04Tiga.
46:05Tiga.
46:08Tiga.
46:10Tiga.
46:12Tiga.
46:17Tiga.
46:19Tiga.
46:23Tiga.
46:24Tiga.
46:26Tiga.
46:29Tiga.
46:33Tiga.
46:36Wah, bisa curiga lagi nih dia.
46:43Emang ini hal psikologis, Mbak.
46:49Kalau saya nggak mikir kesana sih, Mbak.
46:51Dulu saya waktu kecil sama teman-teman saya di kampung.
46:55Itu sering main pesawat-pesawatan kayak begini, Mbak.
46:57Ya, permainan orang kampung lah.
47:00Ya, kami pada saat itu ketika menerbangkannya,
47:04terbangin pesawat, kami senang, kami happy, kami bahagia.
47:10Ya, jadi saya keingat itu aja.
47:12Mungkin kalau saya ajak Mbak buat terbangin pesawat,
47:16terus di dalam pesawat diisi kata-kata yang memang membuat Mba Arsah.
47:20Dan ketika terbangin pesawat, bisa sambil meneriakan dengan suara yang kenceng.
47:28Mungkin bisa sedikit melegakan.
47:32Saya mikirnya begitu.
47:34Saya mikir psikologi. Saya aja nggak tahu.
47:39Saya mikirnya begitu.
47:54Saya mikirnya begitu.
48:10Bosen nih gue nih.
48:12Nonton lagi.
48:14Bersih-bersih lagi.
48:16Makan lagi.
48:19Kita tuh biasanya nyamar kek.
48:22Apa kek.
48:24Eh lah.
48:28Gue juga sama.
48:30Nonton udah.
48:31Makan udah.
48:32Sampai kenyang nih gue.
48:33Gini-gini aja kita ya.
48:43Siapa?
48:44Komandan.
48:46Angkat lah.
48:47Lo angkat deh.
48:48Lo angkat deh.
48:49Lo angkat deh.
48:50Telepon.
48:50Angkat.
48:51Angkat.
48:51Angkat.
48:52Angkat.
48:52Lo angkat.
48:53Apa yang lu?
49:00Siap.
49:01Perintah komandan.
49:01Halo Dion.
49:03Kamu dimana?
49:04Siap.
49:04Saya dengan Reza ada di rumahnya Sena komandan.
49:07Oke.
49:08Kebetulan kamu sama Reza.
49:10Kamu sama Reza ke kantor sekarang.
49:13Saya tunggu ya.
49:14Siap.
49:15Siap komandan.
49:15Meluncur.
49:17Kenapa?
49:18Meluncur kemana?
49:19Ke markas.
49:20Dipanggil komandan.
49:22Udah.
49:23Yuk.
49:32Baru selesain erbangin pesawat, Mbak.
49:35Hmm?
49:36Iya, baru selesain erbangin pesawat.
49:38Mukanya udah kencang lagi.
49:39Pikiran apa?
49:41Enggak.
49:41Saya cuma kepikiran aja.
49:4325 ribu karton harus habis dalam dua minggu.
49:46Mungkin.
49:48Dulu tuh saya pernah pakai jasa influencer.
49:51Tapi itu juga nggak laruh ke penjualan.
49:55Ya mungkin influencer ya sudah nggak begitu menarik lagi sekarang.
50:01Harus pakai cara yang lain.
50:03Ya tapi apa?
50:11Eh.
50:12Makan dulu yuk.
50:14Sena kerjaan saya masih banyak.
50:16Makan dulu.
50:17Kalau orang.
50:19Rute kosong.
50:20Itu nanti susah.
50:22Buat mengeluarkan ide-ide.
50:23Susah mikir.
50:25Bukan susah mikir.
50:26Emosi yang ada nanti.
50:27Makan dulu aja gimana?
50:29Kita cari tempat makan.
50:31Di luar.
50:32Menti suasana.
50:34Kamu pengen saya traktur ya?
50:36Saya traktur?
50:37Kan saya laki-laki?
50:39Iya boleh.
50:48Tidak.
50:50Tidak.
50:53Tidak.
50:54Tidak.
51:07Tidak.
51:08Tidak.
51:16Tidak.
51:23Tidak.
51:24Tidak.
51:37Tidak.
51:38Tidak.
51:43Tidak.
51:48Tidak.
52:07Tidak.
52:22Tidak.
52:24Tidak.
52:24Tidak.
52:25Tidak.
52:25Tidak.
52:26Tidak.
52:26Tidak.
52:27Tidak.
52:29Tidak.
52:29Tidak.
52:30Tidak.
52:31Tidak.
52:32Tidak.
52:32Tidak.
52:33Tidak.
52:33Tidak.
52:36Tidak.
52:37Tidak.
52:37Tidak.
52:37Tidak.
52:39Tidak.
52:53Tidak.
52:54Iya, halo.
52:56Saya ketemu orangnya, Pak.
52:57Orang ini memang polisi.
53:00Dugaanku tepat.
53:03Jadi...
53:03Apa yang harus saya lakukan, Pak?
53:07Gini.
53:20Baik, Pak.
53:21Ingat ya.
53:22Jangan tinggalin jenjak sedikit, Pak.
53:25Pasti, Pak.
53:32Jangan berani macam-macam sama saya.
53:47Ini orangnya.
53:53Dengarkan saya baik-baik.
53:56Komandan Erick,
53:57izinkan kalian tetap dalam operasi kasus money laundering di Pak Andika.
54:08Tapi ingat.
54:10Tidak langsung ke PT.
54:11Arta Investama ya.
54:14Tapi kalian dekati di Pak Andika dengan cara lain.
54:18Mau tahu?
54:21Kalian dekati sekretarisnya itu.
54:23dari situ kalian dapat informasi.
54:26Siap.
54:27Ijin Komandan.
54:28Sepertinya sekretaris di Pak Andika sudah mengenali wajah saya, Komandan.
54:34Aduh.
55:01Aduh.
55:03Ijin Komandan.
55:05Siap.
55:05Ijin Komandan.
55:08Jadi kamu nggak tahu apapun soal Rian?
55:13Udah lama banget, Tante.
55:14Saya nggak ketemu Rian.
55:16Saya ketemu terakhir waktu alumni Akbar SMP.
55:20Itu pun 10 tahun yang lalu.
55:25Saya udah tanya.
55:28Sama teman SMA-nya.
55:31Teman kuliah Rian.
55:33Tapi nggak ada yang tahu apapun soal Rian.
55:37Kalau saya dengar kabar tentang Rian.
55:39Nanti saya kabar di Tante ya.
55:42Kamu sek nomor saya tadi ya.
55:44Hubungi saya begitu kamu dapat kabar apapun tentang Rian.
55:48Iya, Tante.
55:49Saya pamit dulu ya, Tante.
55:53Terima kasih.
55:54Siap. Sama-sama, Tante.
56:01Di mana kamu, Rian?
56:21Terima kasih.
56:22Terima kasih.
56:26Saya cari parkir dulu.
56:27Mbak, langsung aja ya.
56:28Nanti saya mau suruh.
56:29Sudah, saya tunggu di dalam ya.
56:31Sampai jumpa.
56:31Sampai jumpa.
56:35Sampai jumpa.
56:42Terima kasih.
56:45Sampai jumpa.
57:13I'm the Pharaoh?
57:35Terima kasih telah menonton!
Komentar