- 2 days ago
Sinema Spesial Ramadhan 2011
Category
📺
TVTranscript
00:01Intro
00:11Apakah mungkin bila kamu menjadi pengampi bagi kami
00:19Hanyalah saja yang terjadi kami jadi pengampimu
00:37Memang benar kau punya kuasa atas diri kami
00:46Tapi ingat kuasamu amanah dari sang kuasa
00:54Pimpinlah kami dengan cinta
00:59Pimpinlah kami dengan kuasa
01:03Pimpinlah kami dengan sayang
01:08Jadilah pemimpin dari surga
01:12Pimpinlah kami dengan cinta
01:16Pimpinlah kami dengan kuasa
01:21Pimpinlah kami dengan sayang
01:26Jadilah pemimpin dari surga
01:56Jadilah pemimpin dari surga
02:09Allahu Akbar, Allahu Akbar
02:14La ilaha illallah
02:38La ilaha illallah
03:10La ilaha illallah
03:27La ilaha illallah
03:28Ada apa bang?
03:30Ada yang salah
03:34Kenapa gua sholat sendiri yang dimu sholat?
03:36Sebab lu pada sholat sendiri-sendiri di rumah
03:40Kita bukan sholat sendiri-sendiri bang
03:43Tapi kita emang belum sholat
03:45Kenapa belum sholat?
03:47Lu kan denger azan gue?
03:49Mau sholat deket dari sini
03:50Lu semua lagi pada gak sibuk
03:53Kenapa?
03:53Kalau boleh jujur
03:56Ya abang tau sendiri lah
04:00Kita-kita ini emang jarang sholat
04:04Astagfirullah al-azim
04:35Kita ini
04:37Hidayah kan urusan Allah bang
04:38Biar Allah yang bimbing saya
04:40Eh
04:41Lu tau
04:42Kapan tuh jadwal hidayah turun
04:45Lu yakin
04:47Nama lu ada dalam daftar
04:49Nama orang-orang yang menerima hidayah dari Allah
04:52Kalau lu nunggu terus kayak begini
04:54Tau-tau meninggal bagaimana?
04:56Tapi bukan salah kita bang
04:58Salah Allah
05:00Sebab dia kagak masukin nama-nama kita
05:02Di daftar penerima hidayah
05:04Lu kagak berusaha
05:05Bagaimana dapet hidayah?
05:09Astagfirullah al-azim
05:30Mau jadi apa agama kita di masa depan nanti Ustadz?
05:35Mau jadi apa?
05:38Agama Islam tetap jadi agama Islam bang
05:42Sampai Allah menentukan lain
05:44Al-Islam
05:47Islam itu jaya bang
05:52Tidak ada yang menyamai kejayaan Islam
05:55Yang kita khawatirkan adalah kondisi umatnya bang
05:59Itu yang bikin saya nangis siang malam
06:29Ini yang bikin saya jadi marah Ustadz
06:32Saya marah melihat ini
06:33Bener
06:34Ya udah
06:35Buat bang Jek semua
06:37Saya udah pernah makan tau
06:39Maksud saya
06:41Kondisi umat yang bikin saya jadi marah
06:43Bukan tau
06:44Kalau tau sih tetep bangin dua
06:46Ambil deh
06:49Makasih dah ngerti abang umat
06:51Iya iya
06:53Saya kira tau
06:57Mama marah juga
07:01Dari tadi mama makan sambil berdoa dalam hati
07:05Semoga sebuah kesedihan dan kemarahan papa dan bang Jek
07:10Semata-mata hanya karena Allah
07:13Bukan karena nafsu amarah dan keputusasaan
07:20Ada lagi ma
07:22Mama hanya mau ngingetin
07:25Perintah Allah adalah perintah Allah
07:28Bukan perintah kita
07:29Kita hanya berkewajiban
07:32Menyampaikan kepada semua umat
07:34Apa yang perlu kita sampaikan
07:36Dan mengajarkan
07:38Apa yang perlu mereka pelajari
07:46Terima kasih
07:48Terima kasih Bustazia
07:50Terima kasih
07:59Ada yang mau tambah nasi?
08:03Iya
08:05Dikit aja nih
08:15Baru mau dimasak lagi ya?
08:17Belum tentu bang
08:21Belum tentu bang
08:21Mama punya nih
08:24Bukan-bukan gak makan gak?
08:26Berasnya juga gak ada
08:30Iya dah
08:49Pak Jalal belum juga memaafkan Pak Yaakob
08:53Dia dalam keadaan sekarat
08:55Awak talkin dia sejak tadi
08:57Belum juga dia menanggapi
08:59Gue gak peduli
09:03Baik
09:03Kalau begitu
09:04Kita bawa Pak Yaakob ke rumah sakit
09:06Jangan ya
09:07Justru Pak Yaakob ini buronan dari rumah sakit itu
09:10Dia tidak sanggup membayar biaya perawatan
09:12Enggak masalah
09:13Mungkin kita orang miskin
09:15Tapi bukan orang susah
09:16Ayo kita patungan
09:17Nanti dong
09:19Tapi kalau mendengar hikayat yang diceritakan Pak Yaakob kepada Mamang
09:22Utang nyata 200 juta
09:24Masya Allah
09:30Kita talkin aja ya
09:36La ilaha illallah
09:49La ilaha illallah
10:04Om mau jadi pendendam seumur hidup
10:06Om pikir Om gak pernah bikin salah sama orang lain
10:10Bagaimanapun Pak Yaakob saudara kita Om
10:12Saudara seiman
10:15Mungkin Pak Yaakob banyak nyansarain Om
10:17Tapi Pak Yaakob belum jadi orang kafir Om
10:20Tolong maafin Pak Yaakob Om sebelum Pak Yaakob meninggal
10:24Cuma itu permintaannya
10:26Dia dapat maaf gue nanti di akhirat
10:33Pak Jalal itu agamanya apa ya?
10:37Maaf Pak Jalal
10:39Bukankah di akhirat nanti akan lebih berat
10:42Allah akan mengadili kita dengan sifat adilnya
10:45Karena Allah maha pengasih
10:47Maha pengampun
10:48Maha penyayang
10:50Maha benar Allah dengan segala firmannya
10:54Kayak Syariti lawa
10:56Udah Meme diem aja
10:57Jangan ikut ngomong
11:04Abu Bakar Ashidik sahabat Nabi
11:06Pernah bersumpah
11:08Untuk menghentikan bantuan nafkah apapun
11:11Kepada orang yang pernah memfitnah putrinya
11:13Yang juga istri Nabi
11:15Yaitu Siti Aisyah
11:18Istrinya Pak Serul guru agama ya?
11:21Shhhhhh
11:22Shhhhhh
11:25Shhhhhh
11:26Kemudian Allah menurunkan satu ayat
11:28Untuk menegur keras sikap Abu Bakar yang tidak memaafkan
11:33Bahkan menghentikan bantuan yang selama ini dia berikan
11:36Ayat yang mana?
11:37Tunjukin ke gue
11:40Mang, cepat ambil Al-Quran, tunjukkan sama Pak Jalal
11:43Cepat, cepat, ambil, ambil
11:45Al-Qurannya tak ada tapi gede
11:46Ya Allah memangnya kenapa?
11:49Ya Allah
11:50Tunggu, tunggu, tunggu
11:51Jom, set
12:08Surat Anur ayat 22
12:11Dengarkan bagi yang mau dengar
12:15A'udzubillahiminasyaitonirojin
12:19Bismillahirrahmanirrahim
12:21Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan diantara kamu bersumpah
12:27Bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabatnya
12:31Orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah
12:34Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada
12:42Gue
12:42Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu
12:47Dan Allah maha pengampun, maha penyayang
13:12Mau dengar ayat-ayat ajab lainnya?
13:29Terima kasih
13:42Gua maafin semua kesalahan lo
13:54La ilaha illallah
14:11Sampai jumpa di video selanjutnya
14:40Sampai jumpa di video selanjutnya
14:59Orang cantik bisa lari kemana akan selalu mendapat perhatian lebih dari orang lain
15:04Entah itu menyenangkan atau membuat risih
15:09Itu kemuliaan ma
15:12Sekagus cobaan yang diberikan oleh Allah
15:14Mama hanya ingin menyelesaikan hidup ini dalam ketenangan dan sendiri
15:20Bu
15:21Kita bukan umat yang mengenal pertapas bayi jalan keluar
15:25Tapi kita umat yang diperintahkan untuk hidup antar sesama manusia dan saling silaturahim
15:41Kalian tahu arti kestiaan
16:00Kestiaan adalah mahkota
16:04Yang tidak pernah punya akar
16:10Tidak punya daya cengkram
16:14Kecuali tangan kita sendiri
16:16Yang menjaganya
16:18Agar tidak jatuh dari kepala
16:25Almarhum bapak kamu tidak akan tergantikan
16:28Apa kamu pikir
16:31Mama akan melepas mahkota kestiaan itu
16:36Hanya untuk keceriaan hidup yang ditawarkan laki-laki lain
16:44Tidak
16:48Mama tidak ingin menambah sejarah lagi dalam kehidupan cinta Mama
16:56Sejarah ini
17:00Hanya untuk Mama dan Almarhum bapak
17:09Mama harus pulang
17:13Dan menghindar dari semua ini
17:18Mana yang lebih besar kemungkinannya digoda oleh laki-laki
17:21Perempuan single
17:23Atau yang sudah bersuami
17:31Ibu tidak akan menikah
17:35Atau dinikahi oleh orang lain
17:38Ya betul
17:39Emang ada yang bisa maksa ibu
17:40Ini hidup ibu sendiri
17:43Mungkin emang pulang lebih baik daripada ibu ada di sini
17:49Allah menegur Nabi
17:51Untuk tidak mengharamkan yang halal
17:55Atau menghalalkan yang haram
17:58Hanya janda para Nabi dan Rasul yang diharamkan untuk menikah atau dinikahi
18:04Yang jelas
18:09Mama bukan termasuk golongan mereka
18:23Urusan dengan Bang Jack gimana nih?
18:28Bang Jack dan Ustaz Ferry sudah ada yang membereskan
18:32Kita cuma butuh beberapa menit dari hidup ini
18:36Tanpa kehadiran mereka
18:38Oke deh
18:39Mudah-mudahan rencana kita lancar
18:42Tapi ingat
18:44Kalian bertugas memprovokasi jemaah
18:48Saya akan pura-pura membantah kalian
19:00Ayo, solat
19:03Allahuakbar, Allahuakbar
19:05Asyadu an la ilaha illallah
19:08Asyadu anna muhammad rasulullah
19:11Hayya ala solah
19:13Hayya ala falah
19:14Kadu qamadu solah
19:16Kadu qamadu solah
19:18Allahuakbar, Allahuakbar
19:21La ilaha illallah
19:24La ilaha illallah
19:38Apa ini?
19:40Ini apa ini?
19:42Kok basah ya?
19:43Pasti ini remusannya rujan ini
19:48Ayo, mundur, mundur
19:50Mundur, mundur
19:52Semuanya mundur
19:52Mundur
19:53Ayo, mundur terus
19:56Lagi mundur
19:57Mundur
19:59Mundur
19:59Mundur
20:00Mundur
20:12Mundur
20:13Imbamlah siapa?
20:15Imbamlah siapa?
20:42Imbamlah siapa?
20:43Karena sama-sama hitam
20:44Karena sama-sama hitam
20:48Rui, lu jadi imam
20:49Loh, saya kan berdugas memprov
20:52Provinsi Jawa Barat
20:54Itu luasnya berapa ya?
20:57Ngomong apaan sih lo?
21:00Udah gak usah dipikirin
21:01Shalat
21:02Ya
21:08Allahuakbar
21:11Allahuakbar
21:31Allahuakbar
21:39Bismillahirrahmanirrahim
21:43Baru juga mulai shalat
21:45Udah dilemparin meteor
21:46Sorry keceplosan Kim
21:47Maksudnya sih
21:49Cuman buat percobaan
21:50Kita tunggu sampe mereka selesai shalat
21:52Pas salam ke kiri
21:54Pas ngeliat ke arah kita
21:56Jadi
21:57Secara hukum
21:58Kita gak mengganggu mereka shalat
21:59Karena shalatnya udah selesai
22:01Oke bro?
22:02Oke
22:09Ngomong-ngomong
22:10Kayak ada bau wangi ya
22:13Jadi merinding saya
22:14Kan tadi kita siramin kuburan baha
22:17Pake minyak wangi
22:20Oh iya
22:21Lupa
22:37Allahuakbar
22:53Allahuakbar
22:56Siap-siap
22:58Udah ada komando?
23:00Udah
23:00Sekarang?
23:11Sebentar lagi
23:29Assalamualaikum warahmatullah
23:34Assalamualaikum warahmatullah
23:54Assalamualaikum warahmatullah
23:57subhanallah apaan itu ada apaan sih
24:03Meteor
24:09apaan tuh
24:25apaan tuh banyak banget itu pasti pecahan Meteor ngapain Meteor jatuh ke kampung kita bukan
24:34ke kampung kita tapi kemakam bahak
24:42wala ngarang Meteor dari mana kecuali kalau almarhum Kiai Sehbaruddin itu orang suci saya percaya paling-paling itu kembang api
24:56sejak kapan almarhum bahan disebut Kiai walau nggak usah dipikirkan itu betul juga kata Pak RW jangan-jangan cuma kembang
25:05api
25:05loh Sampian jangan ikut-ikutan saya dong coba punya pendapat sendiri yang lainnya ngeliat Meteor Sampian sendirian ngeliat kembang api
25:15pakai kacamata dong
25:17tapi Pak RW ngeliatnya juga kembang api kan nah itu kan cuma sekedar pendapat nggak usah diam dilatih
25:25itu Meteor gimana sih ente yang sampe yang lihat itu pasti Meteor ngaku saja lah eh gimana sih kalau nggak
25:33percaya
25:34teman-teman aku juga nggak apa-apa eh mending kita lihat yuk nah ini baru spirit ayo
25:40cepet cepet
26:00manapak meteornya salah lihat kali tapi saya yakin tadi jatuh kemakam kiai Sebahag
26:08perasaan dari tadi kiai kiai sejak kapan almarhum bahan itu jadi kiai dia orang biasa kayak kita ya nggak
26:17waktu hidupnya mungkin biasa tapi setelah matinya bisa jadi luar biasa
26:30pada ngeliat nggak tadi ada yang jatuh di pohon beringin deket sawah sana ada yang di kuburan kampung
26:36sebelah ada juga yang ke arah sini apaan yang jatuh kembang api itu jangan-jangan Meteor
26:46saya yakin itu Meteor tadi saya juga sempat lihat langit agak terang dan ada tulisan harapnya nggak tahu
26:54apa-apa tapi cuma sebentar
27:00oke lah Meteor tapi mana bekasnya
27:03iya
27:03mana
27:09aneh
27:10kuada bawah ini aneh
27:20aneh
27:21buruknya dari arah kuburan
27:34Begini saudara-saudara
27:37Sebetulnya
27:38Saya kurang suka mengungkapkan
27:40Tapi apa boleh buat
27:43Dari sejarah orang-orang suci yang pernah saya baca
27:49Ini peristiwa yang lazim terjadi
27:54Meteor jatuh ke kuburan mereka
27:56Hanya sebentuk keceriaan para dewa
27:59Maksud saya
28:01Para penghuni langit terhadap orang-orang suci itu
28:07Meteornya jatuh
28:08Langsung menerangi di dalam kuburnya
28:11Dan tidak perlu berbekas
28:13Karena ini bukan peristiwa fisik
28:16Ini adalah peristiwa spiritual
28:23Jadi dengan terpaksa
28:26Saya harus menyimpulkan
28:28Almarhum Zulfikar Bakarudin
28:31Mungkin memang bukan manusia biasa
28:59Handball-nya bicara terus, Bang?
29:02Kayaknya kita mesti jalan kakin ya, Pak Ustadz
29:07Kasian juga tuh calon mu'alaf
29:09Nungguin kelamaan
29:11Ntar keburu-buru buah pikiran lagi
29:13Saya gak tahu alamatnya, Bang
29:15Si Seleng itu cuma datang jemput saya
29:17Dia bilang ada orang minta diislamin
29:19Saya gak sempat banyak nanya
29:21Ampe jemput Abang tadi
29:22Telepon panitianya
29:24Yang pegang nomernya si Seleng itu, Bang
29:27Aku kemana lagi?
29:29Cari bantuan apa pingsan di jalan
29:34Saya bilang ada orang yang mau minta diislamkan
29:37Astagfirullahalazim
29:39Tegas sekali sampai memakai alasan lebay seperti itu
29:42Loh gimana sih, Pak Erwe?
29:44Kan Pak Erwe sendiri yang mengintrusikan saya begitu
29:47Masa sih?
29:48Kok saya lupa ya?
29:51Coba nanti saya lihat jatutan saya
29:53Pak Erwe, sekarang saya lagi berhenti di kampung orang nih
29:57Saya pura-pura mogok
29:59Udah setengah jam lebih saya tinggalin mereka di dalam mobil
30:01Udah perlu kecil hati
30:04Itu prestasi yang tak terlupakan
30:07Sejarah yang akan membalas prestasimu
30:10Saya gak percaya sama sejarah
30:12Bapak aja yang membalas saya pakai duit
30:14Apa gitu ya?
30:15Boleh, boleh
30:16Pak Erwe, terus terang nih
30:18Saya gak enak harus ngebohongin Ustadz Fedy sama Bang Jack
30:22Kalau enak semua orang berbocor di pembohong, Seleng
30:25Jangan cengeng lah
30:27Ada kepentingan lebih besar yang memaksa kita melakukan ini
30:31Urusan meteor udah selesai belum, Pak?
30:34Oh, peluncuran meteor sudah terlaksana dengan baik dan lancar
30:38Tinggal beberapa orang saja yang masih penasaran dengan makan bahan
30:43Berarti saya sudah boleh bawa pulang Pak Ustadz sekarang?
30:46Loh, ya harus
30:48Halo, Bu Ustadz nyariin gimana?
30:50Bisa repot semua
30:51Pulang, pulang
30:53Ngapain sampian di situ?
30:56Yaelah
31:00Eh, sejak kapan punya handphone?
31:04Main nantungin aja
31:06Loh, kalau mau megang sendiri silahkan
31:09Enggak perlu ngotet begitu
31:27Kok bisa hidup lagi? Kapan lo benerin?
31:31Anu Bang
31:32Cuma mesinnya aja kali yang ngepanasan
31:35Jadi gak perlu dibenerin
31:39Yaudah, buruan jalan
31:40Oh iya, Pak Ustadz
31:42Sebelumnya saya minta maaf nih
31:44Barusan saya dapat telepon dari calon mualaf itu
31:47Terus katanya acara pengislamannya udah selesai
31:49Sama Ustadz yang lain
31:50Dan acaranya juga udah bubar
31:52Kita pulang aja ya
31:58Yaudah, emang bukan rezeki kita
32:00Menyaksikan bertambahnya saudara seiman
32:03Asal bukan menyaksikan berkurangnya saudara seiman kita aja
32:11Yaudah, buruan sana
32:12Jalan, jalan
32:13Iya, Pak
32:18Pak RW, gimana kabarnya Ustadz Ferry dan Bang Jack?
32:23Kim, tadi kamu dimana?
32:25Disini aja, Pak
32:26Ada di dekat saya
32:28Iya dong
32:29Saya kan bendara sekaligus asisten terpercaya
32:32Berarti kamu dengar semua pembicaraan saya di telepon
32:36Kenapa masih bertanya?
32:38Kalau saya jawab
32:40Maka itu akan menjadi
32:42Pemborosan energi
32:45Kalau tanya jawab itu yang barusan
32:46Dihitung pakai pulsa
32:49Kira-kira
32:50Itu menghabiskan pulsa seribu rupiah
32:54Ente mau ngomong apa sih?
32:56Bayangkan
32:58Berapa miliar pulsa per tahun
33:00Terbuang percuma
33:01Hanya untuk membiayai
33:03Omong kosong seperti tadi
33:07Itu bukan hanya terjadi disini
33:09Tapi juga di istana
33:12Sampai tingkat kelurahan
33:14Kayaknya negara Indonesia kurang cocok buat Bapak
33:17Mending ente pergi aja dari sini, Pak
33:20Kalau saya pergi
33:22Lantas siapa yang mengurusi masyarakat?
33:25Halah, jangan sok pintar deh
33:27Sekarang eksen kita berikutnya apa?
33:29Nah, terbukti kan?
33:31Untuk membahas program berikutnya
33:33Sampean aja masih nanya saya
33:36Bagaimana saya enggak ada
33:39Ya oke lah
33:40Saya sudah punya rencana
33:44Mau kemana, Pak?
33:46Kim
33:47Sampean punya istri
33:49Punya?
33:49Ya pulang
33:51Ya pulang
33:51Jangan terus-terusan bergaul sama suami orang
34:04Jangan terus-terusan berikutnya
34:09Terima kasih
34:22Terima kasih
34:24Maksud gue orang suci
34:26Kalau suci bukan cuma Baha
34:28Semua bayi juga suci
34:31Oi
34:32Maksudmu apa ngomong begitu?
34:35Tau dari mana kalau semua bayi itu suci?
34:39Bagaimana kalau itu bayinya setan?
34:44Terlalu banyak mikir loh
34:46Kita harus berprasangka baik sama Almarhum Baha
34:53Yang jelas
34:54Enggak semua kuburan beruntung kejatuhan meteor
34:59Pasti
35:00Karena kuburan itu istimewa
35:02Camken itu?
35:04Iya Pak Rw, maaf
35:15Eh
35:16Ngomong-ngomong
35:18Bayinya setan sudah punya dosa apa belum sih?
35:20Gak tahu
35:20Mending mikirin bayi-bayi kita sendiri aja deh
35:23Oh oh
35:48Mama gak ngerti
35:49Kenapa semuanya jadi aneh begini
35:52Ini jenis singkong yang keras Bu
35:54Jadi agak susah make rocknya
35:57Siapa yang mikirin singkong Loli?
35:59Kita lagi ngomongin persoalan Bapak
36:00Oh iya, maaf
36:32Emang aneh, maaf
36:35Dan rasa pahit
36:37Bukan singkong
36:40Oh
36:43Papa ngerasa
36:44Allah lagi mempermainkan perasaan kita
36:50Papa harus jauh-jauh nemuin orang yang udah ngancurin hidup kita
36:55Dengan harapan
36:57Dia ngembalikan sebagian harta kita
37:01Ternyata cuma buat minta maaf
37:05Dia sama bangkrutnya dengan kita
37:09Setelah dia meninggal
37:12Papa juga yang musti ngurus kematiannya ke rumah sakit dan lingkungan
37:18Papa juga yang harus ngurus pemakaman si Yaakob
37:22Karena keluarganya bertebaran gak tahu dimana
37:31Yang ikhlas siapa?
37:40Papa cuma bisa ngikutin apa maunya Allah
37:45Papa sendiri gak ngerti
37:49Ini ikhlas
37:51Atau emang Papa udah menyerah
37:54Karena mati akal
37:56Ternyata
37:58Ternyata
38:01Ternyata
38:07Ternyata
38:08Ternyata
38:17twis
38:24Ternyata
38:30Hei, ngelamun cuma cukup semenit dalam sehari.
38:35Gue bingung.
38:37Gimana nanti harus mengembalin pinjeman gue ke lo dan Azam?
38:41Gila, 200 juta.
38:44Banyak juga ya?
38:46Ya lo balikin aja sesuai kewajiban orang yang berhutang.
38:49Dan lo jangan gila berpikir gue akan ngejar-ngejar lo pakai golok supaya bayar hutang.
38:57Kok lo sama Azam baik banget sih sama gue?
39:00Hidup ini terlalu singkat, Kal, untuk sekedar dihabisin jadi orang yang gak baik.
39:04Lagipula gue dan Azam pengen terlibat dalam sejarah kehidupan Pak Jalal yang rada aneh.
39:09Maksud lo?
39:10Ya lo bayangin aja.
39:11Pak Jalal berkorban banyak hal untuk dirinya untuk membantu orang yang telah ngancurin hidupnya.
39:17Allah lagi ngasih kesempatan Pak Jalal untuk naik level yang lebih tinggi.
39:20Dan gue gak pengen cuma jadi penonton.
39:31Yang so akrab deh.
39:32Ntar orang nyangka lo sama gue udah jadi madu lagi.
39:36Bodok.
39:40Azam sama ayah ikhlas, mah.
39:41Insya Allah gak mengganggu keuangan kita.
39:45Mama gak pernah mengecilkan maksud baik kalian.
39:49Mama tuh cuma pengen tahu.
39:51Kok bisa kalian itu meminjamkan uang sebanyak itu?
39:55Sama orang yang kalian gak kenal.
39:58Yang kita banti itu Pak Jalal, mah.
40:00Masih saudara kita sendiri.
40:01Untuk menolong Pak Yaakob yang sudah menghancurkan hidupnya.
40:04Mungkin Pak Yaakob sudah banyak melakukan kejahatan dari Pak Jalal, mah.
40:08Tapi kan itu udah membuatnya menjadi kafir.
40:10Dan Pak Yaakob juga masih saudara kita.
40:12Saudara seiman.
40:24Ngomong-ngomong Mama bener gak mau dantar kembang Bang Ferry.
40:27Gak usah.
40:28Gak usah.
40:31Gak usah.
40:39Gak usah.
40:41Gak usah.
40:45Gak usah.
40:47Gak usah.
40:48Gak usah.
40:50Gak usah.
40:52Gak usah.
40:55Gak usah.
40:57Gak usah.
40:57Gak usah.
40:58Gak usah.
41:22Ibu, Ibu sudah berdoa kan?
41:24Kamu ngomong apa sih, Loli?
41:25Ini tentang urusan kita dengan Mas Yaakob
41:28Mas?
41:31Sebelum Bapak berangkat menemuin Mas Yaakob
41:33Pasti Ibu, Bapak, dan apalagi Loli
41:36Sudah berdoa memohon kepada Allah
41:38Agar diberi kebaikan dunia akhirat
41:40Dalam segala urusan kita
41:43Walaupun...
41:44Loli?
41:46Aduh, maksud Loli...
41:49Gak usah dipikirin
41:50Gue udah ikhlas
41:52Kita kembali ke hidup kita yang kemarin
41:55Allah menjawab doa kita kapan dia mau
41:59Sekarang di dunia
42:01Atau nanti di akhirat
42:02Nah, itu yang Loli maksud Pak
42:06Ternyata pikiran kita sama
42:08Loli yakin?
42:10Allah gak gitu-gitu banget
42:11Pasti Allah juga menjawab doa kita untuk di dunia
42:14Walaupun sedikit
42:16Mungkin...
42:16Bapak aja yang gak dengar atau lupa
42:19Bahwa Allah telah menjawab doa kita
42:31Maksud Loli
42:32Apa mungkin ada informasi yang tertinggal?
42:41Coba diingat-ingat lagi, Pak
43:11Maksud Loli
43:21Kata penjaga villa
43:23Yaakob
43:24Yaakob meninggalin surat berharga buat Papa
43:54Maksud Loli
43:59Apakah mungkin bila kamu menjadi pengampi bagi kami
44:08Hanyalah saja yang terjadi
44:13Kami jadi pengampimu
44:26Memang benar
44:28Memang benar kau punya kuasa atas diri kami
44:34Tapi ingat kuasamu amanah dari sang kuasa
44:43Pimpinlah kami dengan cinta
44:47Pimpinlah kami dengan kuasa
44:52Pimpinlah kami dengan sayang
44:57Pimpinlah kami dengan cinta
44:59Pimpinlah kami dengan cinta
45:01Pimpinlah kami dengan cinta
Comments