00:05Dan saya sudah buktikan, dengan efisiensi saya bisa menghemat di awal 308 triliun.
00:13Itu sama dengan 18 miliar dolar.
00:16Masih banyak yang bisa kita hemat, Pak Muhammad.
00:20Banyak sekali yang bisa kita hemat.
00:23Coba, masa kita ada biaya seremonial?
00:30Tiap kementerian, tiap badan di seluruh eselan Indonesia itu ada biaya untuk ulang tahun.
00:41Saya bilang sudah lah, seremoni hanya di ruangan potong tumpeng.
00:48Biaya percetakan dan suvenir kita potong 75 persen.
00:54Pembelian alat tulis kantor kita potong 90 persen.
00:58Tiap kantor selalu beli alat tulis, beli buku, komputer hampir tiap tahun.
01:06Sewa gedung, peralatan, rapat seminar sejenis.
01:11Sudah ada kantor kementerian, semua pejabat maunya rapat di luar daerah.
01:19Di luar kota.
01:20Di luar kota.
01:22Ada yang mau di Bali.
01:24Ada yang mau kajian-kajian, analisa-analisa saya bilang, masalahnya sudah jelas kok.
01:34Masalahnya kemiskinan, kesenjangan, lapangan kerja.
01:38Iya kan?
01:38Jembatan, anak itu teriak, Pak Prabowo.
01:42Tiap hari kami basah.
01:45The problem is there.
01:46Jadi, saya lihat dengan penghematan yang pasti kekorupsi.
01:53Nah, ini di awal, di akhir.
01:56Di akhir tahun pertama pemerintahan saya,
02:01Menteri Keuangan melapor, Pak, kita masih ada sisa sekian ratus jenis juga.
02:08Itu contoh.
02:10Jadi, menurut saya,
02:13kalau kita hadapi krisis,
02:16ya semua upaya kita pelajari.
02:18Iya kan?
02:19Pertama, kita harus turunkan konsumsi.
02:22Ya, kita bisa turunkan konsumsi.
02:24Saya lihat negara-negara lain,
02:27umpamanya, lagi mikir,
02:29hari kerja jadi empat, dari lima jadi empat.
02:33Filipin, Pakistan sudah.
02:35Kemudian, work from home.
02:37Bekerja dari rumah.
02:38Waktu COVID kita lakukan.
02:40Cukup berhasil.
02:42Saya kira kita bisa lakukan itu juga.
02:44Mungkin 75 persen karyawan dan pegawai
02:48bisa kerja dari rumah.
02:55Terima kasih.
Komentar