00:00Guys, inilah momen perilaku tidak sopan Abu Janda terhadap Ikrar Nusa Bakti,
00:05yang merupakan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia,
00:08dan juga pengamat politik serta Profesor Dibrin.
00:30Bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis.
00:32Betul, karena ada pemberontakan di Badiun itu.
00:35Betul ya Pak Bang?
00:36Betul?
00:36Ya, itu betul.
00:37Tapi apapun itu Pak, apapun itu, Amerika merahnya besar.
00:40Jangan pikir, Anda pikir, Amerika itu negara yang baik.
00:43Ya itu kan masalah laki-laki itu.
00:45Tunggu dulu, tunggu dulu.
00:46Saya juga cerita dulu.
00:47Di zaman.
00:49Gue tidak ada urusan sama perasaan lo Pak.
00:51Perasaan lo, gue ada urusan.
00:52Katanya Anda mau belajar sejarah.
00:55Jagoan gue daripada lo pasti.
00:56Lelah, lelah, lelah.
00:57Gimana?
00:58Anda tahu ya.
01:00Lo terlalu baper, Pak.
01:02Dari tadi kalau lo komentar, gue berarti lo terlalu baper.
01:04Enggak, gimana baper.
01:05Jangan bawa-bawa perasaan, Pak.
01:06Enggak ada urusan perasaan di sini.
01:08Jangan bawa perasaan.
01:08Ini perasaan.
01:09Sangat disayangkan melihat sebuah ruang diskusi publik
01:12yang seharusnya menjadi tempat pertukaran ide secara sehat,
01:15justru tercoreng oleh sikap emosional dan ketidaksantunan.
01:18Tindakan Abu Janda yang melontarkan makian kepada sosok senior
01:21seperti Ikrar Nusabakti
01:23menunjukkan rendahnya etika berkomunikasi,
01:25apalagi mengingat status lawan bicaranya
01:27sebagai mantan diplomat dan akademisi.
Komentar