00:00Saudaraku, ini ya, yuk kita mengerti, lihat dua aspek tadi.
00:07Satu aspek kita harus berpikir realistis, dunia ini memang sudah terhukum kita hidup di dalamnya,
00:14ya mengalami banyak penderitaan seperti yang orang lain alami.
00:18Tetapi respon kita beda loh dengan respon orang. Kenapa?
00:22Karena keadaan kehadiran Allah yang melalui peristiwa itu, ia mau menyempurnakan kita.
00:32Mau membuat kita indah, makanya kalau orang mengajarkan teologi kemakmuran, betapa rusaknya.
00:42Merusak seni-seni kekristenan yang sejati.
00:47Kalau tidak punya rumah, memangnya kenapa?
00:50Kalau gaji pas-pasan dari saat hari ke hari, lalu kenapa?
00:54Kalau tidak punya mobil, lalu hanya naik, maaf ya kata hanya juga tidak boleh,
00:59naik motor atau keadaan umum.
01:01Memangnya kenapa?
01:03Bukan soal senang atau tidak senang.
01:06Tetapi apakah itu mempersiapkan kita menjadi orang yang layak bagi Allah.
01:12Saudara kalau mati, nanti mati, belum mati sekarat saja.
01:17Anda lihat 70-80 tahun umur hidup Anda, tidak ada artinya.
01:21Tidak ada.
01:22Benar.
01:23Saya sudah menghayati itu dan saya sudah berkali-kali lihat orang memati di ujung maut.
01:28Seperti menggapai-gapai sesuatu untuk pegangan.
01:32Tidak bisa dia berpegang ke Tuhan tangannya banyak barang.
01:36Kecuali dia sudah mengosongkan diri.
01:40Jadi bisara mengenai berkat, tolong jangan dikaitkan dengan berkat materi.
01:49Kalau itu tidak mendewasakan kita.
01:53Kata berkat itu memang berarti prosperity.
01:57Kemakmuran.
01:58Tetapi juga termuat pengertian the power of life.
02:03The power of life.
02:04Kuasa hidup.
02:05Bagi umat perjanjian lama, kuasa hidupnya hanya sekitar atau berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasmani dan materi.
02:17Berbeda dengan umat perjanjian baru.
02:20Yang orientasinya sekitar kesucian hidup sempurna seperti Bapak, serupa dengan Yesus dan kehidupan yang akan datang di langit baru, bumi
02:31baru.
02:32Itu orientasinya.
02:33Kelimpaan materi bukanlah ukuran berkat Allah.
02:39Justru bagi umat perjanjian baru, berkat Allah adalah kuasa hidup yang mempersiapkan kita ada di dalam kerajaannya.
02:51Begitu ya saudaraku.
02:55Nah itu saya harap bisa dimengerti saudara.
03:02Gak gampang loh merubah karena sudah terlanjur salah selama puluhan tahun.
03:12Pokoknya kalau berkat itu selalu stressingnya ke materi.
03:18Uang, harta, rumah, mobil, saudaraku.
03:21Orang kalau gagal menghayati kekekalan, sulit sebenarnya untuk bisa menerima bahwa berkat yang sesungguhnya itu, the power of life, itu
03:34adalah kesucian kehidupan yang sempurna seperti Bapak dan serupa dengan Yesus.
03:42Sehingga layak menjadi anak-anak Allah di kerajaannya.
03:47Nah saudaraku sekalian, biasanya kalau orang Kristen bicara soal kelimpahan itu dikaitkan dengan Abraham, bangsa Israel.
03:59Lah mereka sendiri itu beda sama kita, beda dengan kita.
04:03Orientasinya beda.
04:04Kalau bangsa Israel dalam masa-masa tertentu memiliki keadaan istimewa secara lahiria, itu disebabkan karena bangsa itu memikul tanggung jawab
04:16untuk memenuhi rencana Allah.
04:19Sebenarnya kenyataannya bangsa ini bukan bangsa yang makmur dengan baik.
04:24Jika dibanding dengan bangsa Cina, itu bangsa Israel gak ada artinya.
04:30Daratan Cina sana itu lebih makmur secara materi artinya menguasai negerinya sendiri.
04:38Walaupun tentu karena banyaknya masyarakat, maka kemiskinan juga banyak saudara.
04:45Tapi hari ini tidak bisa disangkal RRC menjadi negara yang tangguh.
04:51Negara yang disebut adik kuasa, menyaingi Amerika.
04:58Israel itu tahun 1440 sebelum Masai.
05:101440 sebelum Masai meninggalkan Mesir ke Kanaan.
05:17Jadi 40 tahun itu di Padanggurun.
05:20Tahun 1400 sampai di Israel.
05:23Tapi tahun 722, Israel Utara sudah runtuh oleh Asyur dan dibuang.
05:32Hanya 700 tahun kira-kira.
05:37Bangsa-bangsa lain bisa menempati negerinya ribuan-ribuan tahun.
05:42Mereka hanya 700 tahun.
05:44200 tahun kemudian Yehuda runtuh.
05:47Dibuang.
05:48Sejak itu tidak pernah punya kerajaan.
05:51Kun tak ganti.
05:53Dikuasai bangsa lain.
05:54Baru kemudian tanggal 14 Mei.
05:581948 berdiri negara Israel modern.
06:03Coba.
06:05Sejak tahun 70 Jenderal Titus menggempur Yerusalem.
06:09Ribuan tahun mereka itu hidup semua.
06:12Di diaspora.
06:14Tercerebre.
06:16Dan di negeri asing pun mereka.
06:18Waduh teraniaya saudara.
06:21Aduh enggak tahu bagaimana.
06:22Anda lihat sejarah hidupnya bangsa Israel atau orang Yahudi ini.
06:25Sering menimbulkan kecemburuan.
06:28Dan sering terjadi pembunuhan atas bangsa ini.
06:31Di negeri-negeri.
06:32Di mana mereka berada.
06:34Yang puncaknya itu peristiwa holokus.
06:37Perang dunia kedua tahun 1939.
06:40Sampai tahun 1945.
06:427 tahun.
06:436 juta orang Yahudi mati di bantai.
06:466 juta bu.
06:49600 saja banyak.
06:506 ribu banyak.
06:52600 ribu.
06:53Enggak bisa kepikir.
06:54Ini 6 juta.
06:56Jangan coba-coba lawan Tuhan.
07:02Aduh.
07:07Jangan coba-coba.
07:08Ketika saya sakit selama 15 hari itu juga saya.
07:14Kadang-kadang berguman begini.
07:17Tuhan buat aku bisa ngeri terhadap engkau bagaimana.
07:21Supaya aku tidak berbuat salah.
07:24Lalu lagu yang saya tulis ini menjadi hidup.
07:28Ajar aku Bapak.
07:34Gentar sepatutnya.
07:58Gentar sepatutnya.
08:04Dengan sepatutnya.
08:06Dengan sekenap jiwa.
08:11Tuhan.
08:14Tuhan.
08:15Tuhan.
08:19Tuhan.
08:26Tuhan.
08:33Tuhan.
08:34mempunyai kuasa.
08:41Tuhan.
08:42Tuhan.
08:44Tuhan.
08:46Kemuliaan, kekal selamanya, semua yang ada, karena tanganmu,
09:13Kaciptakan untuk kemuliaanmu.