Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Judul: Film Horor Indonesia Terbaru 2025 | DOTI (Full Movie)
​Sinopsis:
Dendam tak pernah mati, ia hanya menunggu waktu untuk meledak. DOTI membawa Anda ke kedalaman tradisi ilmu hitam yang paling ditakuti. Di balik bayang-bayang desa yang tenang, sebuah praktik klenik kuno kembali bangkit untuk menuntut balas.
​Ketika nyawa menjadi taruhan dan teror tak kasat mata mulai merayap masuk ke dalam rumah, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Siapkah Anda melihat konsekuensi mengerikan dari sebuah sumpah serapah? Saksikan ketegangan tanpa henti dalam salah satu mahakarya horor Indonesia paling mencekam di tahun 2025.
​🚨 PERINGATAN: Film ini mengandung adegan yang mengejutkan dan suasana mencekam. Tonton dalam gelap jika Anda cukup berani!
​Dukung Kami:
​📌 Follow channel ini agar tidak ketinggalan update film terbaru.
​💬 Komentar di bawah bagian mana yang paling bikin kamu merinding!
​👍 Like & Share video ini untuk mendukung sineas horor Indonesia.
​Hashtag
​#Doti #FilmHororIndonesia #Horor2025 #FullMovie #NontonHoror #FilmIndonesia #DotiFullMovie #HorrorMovie #Misteri #IlmuHitam #Santet #Thriller #SinemaIndonesia #HantuIndonesia
Transkrip
00:00:09Terima kasih telah menonton
00:00:46Terima kasih telah menonton
00:01:04Terima kasih telah menonton
00:01:15Terima kasih telah menonton
00:01:45Terima kasih telah menonton
00:02:15Terima kasih telah menonton
00:02:46Terima kasih telah menonton
00:03:05Terima kasih telah menonton
00:03:21Terima kasih telah menonton
00:03:31Terima kasih telah menonton
00:04:04Terima kasih telah menonton
00:04:24Terima kasih telah menonton
00:05:01Terima kasih telah menonton
00:05:10Terima kasih telah menonton
00:05:49Terima kasih telah menonton
00:06:14Terima kasih telah menonton
00:06:28Terima kasih telah menonton
00:06:48Terima kasih telah menonton
00:07:36Tidak...
00:08:43Terima kasih telah menonton
00:09:14Terima...
00:09:34Terima kasih telah menonton
00:09:59Terima kasih...
00:10:14Tidak...
00:10:59Tidak...
00:11:16Terima kasih telah menonton
00:11:28Tidak...
00:12:26Tidak...
00:12:35Terima kasih telah menonton...
00:13:05Terima kasih telah menonton...
00:13:18Terima kasih telah menonton...
00:13:19Terima kasih telah menonton...
00:13:28Tidak...
00:13:30Tidak, Tidak, Tidak.
00:14:22Tidak, Tidak.
00:14:28Tidak akan berusaha menyembuhkan anak Tidak.
00:14:31Dan saya juga akan mencari tahu siapa dibalik semua ini.
00:14:38Terima kasih, Ndewa. Terima kasih.
00:14:40Terima kasih, Ndewa.
00:15:00Assalamualaikum.
00:15:06Assalamualaikum, Deng.
00:15:07Waalaikumsalam.
00:15:08Apa benar ini rumahnya Deng Tiro?
00:15:09Ya, saya Deng Tiro.
00:15:12Saya Ihsan.
00:15:14Anaknya Deng Rate.
00:15:16Masya Allah, Ihsan.
00:15:22Kamu itu meninggalkan kampung ini sejak kecil.
00:15:26Sekarang sudah bujang.
00:15:28Ayo masuk, nak.
00:15:30Ayo masuk.
00:15:32Mak!
00:15:33Mak!
00:15:34Ini Ihsan datang.
00:15:36Ihsan.
00:15:41Ihsan.
00:15:42Tantamu Pangling.
00:15:44Ya Allah.
00:15:46Jadi anakmu, Dai itu mendatangi makam Deng Rate.
00:15:50Betul, Dai.
00:16:03Kami melihat dia berdoa di makam Dukun Doti itu.
00:16:08Dia juga mendatangi rumah Deng Tiro.
00:16:11Sepertinya orang itu anak Deng Rate.
00:16:20Awasi dia terus.
00:16:23Cari tahu siapa dia sebenarnya.
00:16:26Siap, Dai.
00:16:30Ini hidangan kampung, nak.
00:16:33Semoga kamu suka.
00:16:34Saya rindu makanan tradisional kampung.
00:16:37Terima kasih, Tante.
00:16:38Tante.
00:16:45Eh, oh iya.
00:16:47Ini Sari.
00:16:48Masih kau kenal dia?
00:16:49Ya pasti ingat, Om.
00:16:51Sari kan teman-teman kecil saya bersama Tiara.
00:16:56Eh, sini.
00:16:58Jangan sini, nak.
00:17:01Apa kabar, Sari?
00:17:03Baik, Ihsan.
00:17:05Kamu makin gagah.
00:17:07Terima kasih, Sari.
00:17:09Oh iya.
00:17:10Sekarang di mana, Tiara?
00:17:12Dia sedang pulih di kota.
00:17:13Tapi sekarang ada di sini.
00:17:15Sedang berlibur sambil menjenguk bapaknya.
00:17:18Mumpung aku di sini.
00:17:20Bagaimana kalau kita bertemu dengan Tiara?
00:17:22Begini, nak.
00:17:24Sesuai pesan mamakmu,
00:17:26sebaiknya kamu tidak usah terlalu muncul di kampung ini.
00:17:29Bukan om mau membatasi ya.
00:17:31Tapi kampung ini tidak aman buatmu.
00:17:34Jika urusanmu sudah selesai,
00:17:37sebaiknya kamu segera balik pulang.
00:17:39Saya mengerti, Om.
00:17:41Tapi boleh kan, Om.
00:17:43Beberapa waktu saya menikmati susana kampung di sini.
00:17:46Mengenang masa kecil saya.
00:17:48Istirahatlah dulu.
00:17:50Yang penting,
00:17:51kamu sudah siara ke makam bapakmu.
00:17:53Bapakmu itu orang soleh.
00:17:55Hanya saja dia menjadi korban,
00:17:57fitnah yang keji.
00:17:58Insya Allah,
00:18:00dia tentu tenang di surga.
00:18:02Dan dia tentu bangga
00:18:03pada anaknya yang sudah menimba ilmu,
00:18:06dipesan tren.
00:18:07Tentu ini menjadi bekal yang baik
00:18:09untuknya di akhirat.
00:18:11Amin.
00:18:12Terima kasih, Om.
00:18:18Ibu.
00:18:20Ibu.
00:18:20Ingat ke malam Jumat, Ibu.
00:18:22Jangan kirimu bakar dupa, nih.
00:18:24Iya, Pak.
00:18:25Iya.
00:18:31Tapi, Tante,
00:18:32untuk apa dupa itu
00:18:33diletakkan di depan rumah?
00:18:35Tiap malam Jumat,
00:18:36jelang maghrib,
00:18:37kami bakar dupa
00:18:38sebagai tolak bala.
00:18:40Sebaiknya,
00:18:41malam Jumat itu mengaji,
00:18:43membaca Al-Quran.
00:18:45Itu yang dianjurkan.
00:18:48Iya, nak.
00:18:49Ini
00:18:49hanya tradisi warga di sini.
00:18:52Bukan suatu kewajiban.
00:19:00Om.
00:19:01Ini sudah masuk waktu maghrib.
00:19:04Tapi kenapa saya tidak menanggalkan
00:19:05suara azad, ya?
00:19:07Bukankah
00:19:08ada surau yang tak jauh dari sini?
00:19:10Itulah kenapa saya memintamu
00:19:12untuk berhati-hati.
00:19:13Orang-orang di kampung ini,
00:19:16tidak ada yang berani keluar
00:19:17ketika maghrib menjelang.
00:19:19Astagfirullah.
00:19:20Semakin lama,
00:19:22semakin orang itu,
00:19:24ya, jarang ke surau.
00:19:25Kenapa bisa seperti itu, Om?
00:19:27Besok, Om ceritakan.
00:19:28Sekarang, ambil wudhu,
00:19:30kita sholat berjamaah, ya?
00:19:32Iya, Om.
00:19:57Kembali.
00:20:00Siapa dengan
00:20:02Rina istifar, Astagfirullahaladzim, Astagfirullahaladzim, Tarih Bapak!
00:20:09Rina! Rina! Rina!
00:20:12Rina!
00:20:13Rina!
00:20:14Rina!
00:20:17Kau jaga Rina, saya panggil Rina!
00:20:20Rina!
00:20:21Rina!
00:20:22Innaladzim naka paru sawa'un alaihim a'anjaratahum amlam tunjirahum layu'minun
00:20:42Sejak sakitnya Rina, suasana kampung ini semakin mencekam
00:20:54Tapi betul itu kah sakitnya Rina karena didoti?
00:21:01Menurut cerita orang-orang begitu.
00:21:04Berarti kalau Rina sakitnya karena didoti tidak mungkin diselamat.
00:21:11Jangan ku bilang begitu.
00:21:13Umur manusia, hanya Allah yang tahu kita berempat ini.
00:21:17Ini kita kalau disuruh jaga maling, ya kita berani.
00:21:22Kalau disuruh jaga ibu hitam, gimana kak Sayana kalau begitu?
00:21:28Enggak, Mi. Jangan bahas itu lagi.
00:21:31Bisa kencing berdiri kat di sini.
00:21:33Wah, selain saja.
00:21:36Iya sih.
00:21:38Tapi ini gimana? Udah lu menang juga malah diberantakin.
00:21:42Ini catur yang berantakan. Sekarang perasaan kita berantakan.
00:21:46Wah, perasaan.
00:21:58Kenapa tidak terlalu panas?
00:22:05Api umbun juga sudah mati.
00:22:10Iya, kalian rasa yang panas tidak?
00:22:13Ada apa ya? Mau hujan kah?
00:22:15Tidak.
00:22:22Tidak.
00:22:35Tidak.
00:22:37Tidak.
00:22:53Tidak.
00:22:55Tidak.
00:23:00Tidak.
00:23:12Terima kasih.
00:23:43Terima kasih.
00:24:11Terima kasih.
00:24:24Terima kasih.
00:24:29Terima kasih.
00:24:39Terima kasih.
00:24:41Terima kasih.
00:24:45Terima kasih.
00:24:48Terima kasih.
00:24:51Terima kasih.
00:24:51Terima kasih.
00:25:16Terima kasih.
00:25:34Terima kasih.
00:25:40Terima kasih.
00:26:15Terima kasih.
00:26:22Terima kasih.
00:26:33Terima kasih.
00:27:08Terima kasih.
00:27:31Terima kasih.
00:27:46Terima kasih.
00:28:03Terima kasih.
00:28:19Terima kasih.
00:28:53Terima kasih.
00:29:20Terima kasih.
00:29:54Bapak.
00:30:18Terima kasih.
00:30:43Terima kasih.
00:30:59Terima kasih.
00:32:21Terima kasih.
00:32:52Terima kasih.
00:33:22Terima kasih.
00:33:55Terima kasih.
00:34:04Terima kasih.
00:34:37Terima kasih.
00:34:49Terima kasih.
00:34:55Terima kasih.
00:35:00Terima kasih.
00:35:15Terima kasih.
00:35:37Terima kasih.
00:36:02Terima kasih.
00:36:33Terima kasih.
00:36:40Terima kasih.
00:36:41Terima kasih.
00:36:44Terima kasih.
00:36:46Terima kasih.
00:36:48Terima kasih.
00:36:49Terima kasih.
00:36:51Terima kasih.
00:37:17Terima kasih.
00:37:27Terima kasih.
00:38:05Terima kasih.
00:38:10Terima kasih.
00:38:15Tomasai.
00:38:22Terima kasih.
00:38:23Terima kasih.
00:38:23Terima kasih.
00:38:24Biar mimpi kita bakal bertemu bertiga.
00:38:26Aku juga senang banget bisa ketemu kamu lagi.
00:38:35Jadi Iksan itu aneh di Anderate?
00:38:38Iya.
00:38:40Dia datang kesini mau bersiarah ke makam bapaknya.
00:38:46Apa bisa setelah urusannya selesai,
00:38:50Dai bujuk dia untuk segera meninggalkan kampung ini?
00:38:53Sebenarnya saya sudah sering menyarankan.
00:38:56Tapi saya tentu tidak bisa memaksanya.
00:38:59Ini kan kampung halamannya juga.
00:39:02Dia itu lulusan pesantren.
00:39:05Dia datang kemari berinisiatif untuk membersihkan surau.
00:39:09Sekaligus mengajak masyarakat untuk sholat, berjamaah, dan mengaji bersama di surau.
00:39:15Itu tidak salah.
00:39:17Tidak ada yang salah sebenarnya.
00:39:19Cuman waktunya saja yang tidak tepat.
00:39:21Di saat kejadian demi kejadian aneh terjadi di kampung ini.
00:39:26Saya tidak mau kejadian yang dulu pernah terjadi kembali lagi.
00:39:32Saya mohon, Dai, bujuk dia untuk segera tinggalkan kampung ini.
00:39:37Ini demi kebaikan kita bersama.
00:39:40Bujuk dia.
00:39:44Bujuk dia.
00:39:51Bujuk dia.
00:39:58Bujuk dia.
00:40:06Bujuk dia.
00:40:10Bujuk dia
00:40:11Laki yang tak hadirlah
00:40:24Kampungnya harus balik kayak dulu
00:40:29Anak-anak bisa ngaji ke surau tanpa rasa takut
00:40:31Atau ditakut-takutin sama hal yang berbau istri
00:40:37Saya mau bantu kamu Isan
00:40:43Terima kasih Tiara
00:40:58Sari
00:41:00Kamu lewat lagi?
00:41:03Enggak, aku lagi datang bulan
00:41:05Oh yaudah kalau gitu aku masuk dulu ya
00:41:07Iya
00:41:20Assalamualaikum
00:41:23Waalaikumsalam
00:41:24Tabe, saya Pak Akbar, orang Tonya Aco
00:41:26Saya mau bawa pulang anak saya
00:41:28Anak-anak sudah mengaji di sini
00:41:31Tabe, saya tidak mau anak saya diajar mengaji oleh anak Dukun Doti
00:41:35Tabe, Bapak saya bukan Dukun Doti
00:41:38Kamu tidak tahu apa-apa ya, semenjak kedatangan kamu di kampung ini, di kampung ini banyak kejadian aneh
00:41:43Tentu berhenti
00:41:45Jangan meminta saya
00:41:46Setelah kalian meminta bapak saya
00:41:50Aco, ayo pulang
00:41:52Tapi kan Pak, Aco kan mau mengaji
00:41:56Bapak bilang pulang
00:41:57Mengaji saya di rumah dengan ibu kamu
00:41:59Jangan mengaji dengan anak Dukun Doti
00:42:04Ayo pulang
00:42:12Tidak apa-apa, saya tidak memaksa kalian ikut mengaji di sini
00:42:16Tetapi, dengan kita sholat berjamaah bersama, mengaji bersama, kita telah memuliakan rumah Allah
00:42:22Dan sesungguhnya itulah orang-orang yang beriman
00:42:25Bagaimana? Masih mau mengaji?
00:42:27Mari
00:42:29Bagus, ayo ketemu aja lagi
00:42:37Bismillahirrohmanirrohim
00:42:59Dari mana kamu?
00:43:02Mengaji di Surau, Pak
00:43:05Sejak kapan kamu mengaji di Surau?
00:43:07Semenjak Surau itu dibersihkan, terus diperlakukan naiknya rumah ibadah
00:43:13Kamu tidak tahu menahu tentang kampung ini
00:43:16Bapak sekolahkan kamu di kota, agar kamu tidak terbawa pengaruh buruk orang-orang di sini
00:43:22Kenapa maksud bapak pengaruh buruk?
00:43:25Justru Tiara pengen, Pak, warga itu bisa kembali ke Surau
00:43:28Mengaji bersama, sholat berjamaah
00:43:32Biar terhindar dari pengaruh buruk
00:43:39Jangan langsung tahu kamu
00:43:44Pasti ada yang mempengaruhi pikiran
00:43:51Sudahlah kamu kembali ke kota
00:43:54Tidak ada gunanya lagi
00:43:56Kamu berkuat baik untuk warga di kampung ini
00:44:00Dengar
00:44:02Bapak tidak akan mengizinkan kamu mengaji di Surau itu
00:44:08Ya sebetulnya Bapak tidak mengarangmu
00:44:10Mengaji, tapi jangan di Surau itu
00:44:12Apalagi kamu belajar mengaji sama anak dukun Dote itu
00:44:16Bapak Isan bukan dukun
00:44:18Almarhum cuma guru ngaji, Pak
00:44:20Lagipulah Isan datang ke sini baik-baik
00:44:22Dia belum bersihkan Surau
00:44:25Dia ajal dengan anak-anak mengaji
00:44:28Tiara sebagai anak yang lahir juga di kampung ini punya kewajiban
00:44:32Tiara warga bisa kembali memuliakan rumah Allah
00:44:35Kalau kamu membangkang Bapak akan memaksamu kembali ke kota
00:44:38Tiara bukan lagi anak kecil, Pak
00:44:40Tiara sudah mahasiswa
00:44:41Tiara berhak untuk menentukan sikap menegakannya
00:44:45Maaf Bapak, Tiara masuk kamar
00:44:47Tiara!
00:44:55Kampung kita ini
00:44:57Kian meresahkan
00:44:59Setelah kematian istri Densahril dan Rina
00:45:03Ditambah lagi
00:45:05Istri Lelalang yang depresi karena kematian si Rina
00:45:10Rina
00:45:11Kamu makan dulu ya anak
00:45:14Ayo makan Rina
00:45:16Kamu tidak mau dengar kata-kata Mama
00:45:17Ayo makan
00:45:22Ayo makan Rina
00:45:26Kari
00:45:30Mama sayangkah
00:45:32Buna
00:45:41Begitulah Pak Dersu
00:45:44Sejak Rina meninggal
00:45:46Istri saya jadi depresi
00:45:50Bahkan
00:45:52Dia sudah tidak mengenali saya lagi Pak Dersu
00:45:57Siapa kamu?
00:45:59Siapa kamu?
00:45:59Pergi!
00:46:01Pergi!
00:46:05Pergi!
00:46:08Pergi!
00:46:08Pergi!
00:46:09Pergi kamu!
00:46:10Pergi!
00:46:19Pergi!
00:46:23Pergi!
00:46:25Tepari inward
00:46:36Pergi saya, dikira
00:46:56Belum lagi isu yang merebak
00:46:58Ada mayat hidup
00:46:59Yang memangsa ternak penduduk
00:47:04Pak
00:47:05Kambingnya berisik, Pak
00:47:10Sepertinya ada pencuri di kandang kami
00:47:15Coba Bapak lihat di belakang, Pak
00:47:20Ibu tunggu di sini, ya
00:47:21Saya cek di kandang
00:47:23Pak, hati-hati, Pak
00:47:24Ya, ya
00:47:47Setan, setan
00:47:49Setan, setan
00:47:51Setan makan kambis
00:47:55Mana mungkin ada setan
00:47:56Oh, ada setan makan kambing, Pak
00:47:57Tidak mungkin, Pak, ada setan makan kambing
00:48:01Bapak ada-ada saja
00:48:03Ya bener, Pak, ada setan makan kambing di bawah
00:48:13Kasian warga di sini
00:48:14Diteror oleh si Doty
00:48:16Doty memang ada
00:48:17Hanya saja
00:48:20Ada yang memanfaatkan situasi
00:48:22Untuk kepentingan tertentu
00:48:44Diterusnya
00:48:46Kambingnya
00:48:46Aku teilahnya!
00:49:12Iksah?
00:49:16Sedang apa kamu?
00:49:19Ada sesuatu yang gue mengaku saya, om.
00:49:22Ketika saya sedang berjikir, ada ular masuk ke kamar saya, lalu mengelilit saya.
00:49:26Dan bang hilang berbentuk kumpalan asap.
00:49:28Astaga, Firulal, Nasim. Itu kiriman ilmu hitam.
00:49:32Kamu harus berhati-hati.
00:49:34Rupanya ada orang yang mengincarmu.
00:49:37Kamu harus banyak berdoa dan bersikir.
00:49:42Ada piksan.
00:49:49Acu, kenapa ya?
00:49:51Acu!
00:49:53Ya Allah, Acu!
00:49:55Sejak kapan dia begini?
00:49:56Acu!
00:49:57Kurang dari Surau, Deng.
00:49:58Dia tuh muntah-muntah.
00:50:00Lalu badannya mendadak panas.
00:50:02Sudah aku bilang, jangan ke Surau.
00:50:05Surau itu dibangun oleh Daeng Rate.
00:50:07Dia tuh Dukun Dot yang berkenau, guru mengaji.
00:50:11Iya, Deng.
00:50:12Saya sudah melarang anak saya untuk pergi ke Surau.
00:50:15Akan tetapi, anak Deng lah yang mengajak anak-anak untuk mengaji di Surau.
00:50:21Masuklah, Neng.
00:50:23Sadar, Nak.
00:50:25Nengah, Acu.
00:50:28Acu.
00:50:35Ayo, keluar.
00:50:42Acu.
00:50:43Acu.
00:50:45Acu.
00:50:47Acu.
00:50:51Acu.
00:50:52Tiara.
00:50:56Tiara.
00:50:57Buka pintunya.
00:50:59Tiara.
00:51:10Ada apa, Pak?
00:51:12Kita harus sedang mengaji.
00:51:13Kalau kamu mengaji, suara jangan keras-keras.
00:51:17Sakit kuping papam.
00:51:19Sudah mengajinya dalam hati saja.
00:51:23Astagfirullahaladzim.
00:51:24Bukan termasuk bagian dari kami,
00:51:27orang yang nyata khanat terhadap Al-Quran.
00:51:29Menurut hadis bukari muslim,
00:51:32yatah khanat itu memperbagi suara
00:51:34dalam membaca Al-Quran dengan suara yang indah.
00:51:38Jangan ajari bapakmu.
00:51:41Ini karena pengaruh anak dukun itu
00:51:44sehingga kamu berani menentang bapakmu.
00:51:46Saya tidak menentang bapak.
00:51:47Saya ingin menyampaikan kebenaran.
00:51:49Jangan seramai bapakmu.
00:51:51Sudah.
00:51:53Bapak tidak mau.
00:51:55Kamu ketemu sama anak dukun itu lagi.
00:51:58Apalagi sampai kamu mengajak anak-anak
00:52:01mengandung di surau itu.
00:52:04Awas.
00:52:05Sampai bapak lihat.
00:52:06Bapak tidak akan segan-segan mengurungmu dalam kamar.
00:52:10Dan bapak juga tidak akan segan-segan menyuruh orang-orang
00:52:14untuk mengusir dia dari kampung ini.
00:52:16Bapak Isan bukan dukun doti, pak.
00:52:20Justru bapak sekarang jadi dukun.
00:52:22Bapak belum bisa meninggalkan ritual-ritual lama.
00:52:25Dan itu menyesatkan, pak.
00:52:26Itu musyrik.
00:52:28Jaga omonganmu.
00:52:31Tahu apa kamu?
00:52:33Ritual leluhur
00:52:35adalah keajaran yang harus dihormati.
00:52:41Bapak bukan dukun.
00:52:45Bapak diberi kelebihan.
00:52:47Membantu untuk mengobati orang-orang yang sakit.
00:52:51Mengobati dengan cara yang salah?
00:52:54Karena bapak mempraktekan ilmu hitam, pak.
00:52:57Jaga omonganmu, Ciara.
00:53:01Bapak ingatkan sama kamu.
00:53:04Bapak ingatkan sama kamu.
00:53:06Jangan sekali-kali lagi berani membantu bapakmu.
00:53:17Mas.
00:53:19Mas.
00:53:47Terima kasih sudah membersihkan surau ini.
00:53:55meskipun
00:53:55tak ada orang yang mau datang
00:53:58sholat di sini.
00:53:59Terima kasih, Teta.
00:54:01Pertama kali kita bertemu
00:54:03pas awal saya datang ke sini.
00:54:04Iya.
00:54:07Ya, mari, Teta.
00:54:08Mari kita sholat.
00:54:10Teta sebagai imam.
00:54:11Sudah, nanda saja
00:54:13biar saya jadi mahkut.
00:54:16Ini tidak bisa terus dibiarkan, Pak Dusun.
00:54:18Kedatangan dia
00:54:19jelas membawa dendam.
00:54:21Jika dibiarkan,
00:54:24akan semakin banyak korban.
00:54:26Dan desa kita
00:54:27akan semakin mencekam.
00:54:31Betul, Pak Dusun.
00:54:33Kita harus bertindak.
00:54:35Usir anak Nukunot itu
00:54:37dari kampung ini.
00:54:38Betul.
00:54:38Betul.
00:54:38Yang membangun surau itu
00:54:42adalah bapakku.
00:54:45Sebelum dibangun,
00:54:47surau itu adalah
00:54:49tempat pemujaan warga
00:54:52setiap kali merayakan
00:54:55pesta panen.
00:54:57Warga melakukan ritual
00:55:00di atas batu besar
00:55:01itu adalah
00:55:03kepercayaan lama
00:55:05masyarakat di kampung ini.
00:55:07Oh, keraing
00:55:09Baraka Patiang
00:55:11Sare-sarena
00:55:14Sare-tubaruga
00:55:16Mereka
00:55:18pesta pora
00:55:19dan
00:55:21mereka mengelilingi
00:55:24batu besar
00:55:24sambil mabuk-mabukan
00:55:26sampai saatnya
00:55:29kehadiran bapakmu
00:55:32memberikan pemahaman
00:55:34dan ilmu agama
00:55:36hingga
00:55:38kemusrikan
00:55:39di kampung ini
00:55:41berangsur-angsur
00:55:44menghilang.
00:55:46Mulai saat itu
00:55:48warga
00:55:49rajin
00:55:51sholat berjamaah
00:55:52dan
00:55:53mengaji
00:55:55ke surau
00:55:56Assalamualaikum
00:55:58Warahmatullahi
00:56:01Assalamualaikum
00:56:02Warahmatullahi
00:56:04Tapi
00:56:05tidak semua orang
00:56:06menyukainya
00:56:08khususnya
00:56:10mereka yang
00:56:11masih percaya
00:56:12akan ritual
00:56:14kepada leluhur
00:56:15suatu ketika
00:56:17muncul wabah penyakit
00:56:20mengerikan
00:56:21di kampung ini
00:56:22yang menimbulkan
00:56:25kematian
00:56:26demi kematian
00:56:27Assalamualaikum
00:56:30Warahmatullahi
00:56:34Assalamualaikum
00:56:35Warahmatullahi
00:56:37Pada saat
00:56:39dua jenasa
00:56:40warga
00:56:41yang ingin
00:56:42disolatkan
00:56:43tiba-tiba
00:56:45keluar
00:56:46liban
00:56:46dari
00:56:47selah-selah
00:56:48kain kafan
00:56:50Masyarakat
00:56:51percaya
00:56:52bahwa itu
00:56:53adalah
00:56:53pertanda buruk
00:56:55leluhur
00:56:57yang marah
00:56:58karena
00:56:59tak ada lagi
00:57:00persembahan
00:57:01yang dilakukan
00:57:02Bapakmu
00:57:04dituduh
00:57:06memiliki
00:57:07ilmu doti
00:57:08yang menimbulkan
00:57:09kematian
00:57:10demi kematian
00:57:11karena
00:57:12dianggap
00:57:14sebagai keturunan
00:57:15dari kampung
00:57:16Ujung Karama
00:57:17dimana
00:57:19ilmu doti
00:57:20itu berasal
00:57:21termasuk
00:57:23dengan dirimu
00:57:24sebagai keturunan
00:57:27Dengrate
00:57:28masyarakat
00:57:30masih percaya
00:57:31bahwa ilmu doti
00:57:33itu masih ada
00:57:35dan berlangsung
00:57:37turun-temurun
00:57:38akibatnya
00:57:40Bapakmu
00:57:42mendapatkan
00:57:42perlakuan
00:57:43keji
00:57:44hingga
00:57:45keluargamu
00:57:46diusir
00:57:47dari kampung
00:57:48ini
00:58:13Siapa yang menebar fitnah
00:58:14hingga sekarang
00:58:16Tolong
00:58:17jangan main hakim sendiri
00:58:19kita bicarakan dulu
00:58:20baik-baik
00:58:21Bos sampai kapan Pak
00:58:23dengarkan saya
00:58:24kalau Pak Dusun
00:58:25tidak mau bertindak
00:58:26biar kami semua
00:58:27yang bertindak
00:58:28bagaimana
00:58:28betul
00:58:29betul
00:58:30Bapak-bapak
00:58:31tenang dulu
00:58:32tenang dulu
00:58:34kita harus bertindak
00:58:36Pak Dusun
00:58:36anak itu
00:58:38harus kita usir
00:58:39dari kampung kita
00:58:40ayo
00:58:40ayo
00:58:41ayo
00:58:44ayo
00:58:53hey anak Dukun Doti
00:58:55segera kamu tinggalkan
00:58:56tempat ini
00:58:57atau kami akan memaksamu
00:58:59pergi
00:59:01ini kampung halaman saya
00:59:03saya punya hak
00:59:04untuk tinggal di sini
00:59:05dan perlu saya tegaskan
00:59:07Bapak saya bukan Dukun
00:59:08apalagi memiliki ilmu Doti
00:59:10kalian salah
00:59:11dan telah memfitnah
00:59:12keluarga saya
00:59:13bohong
00:59:13kamu itu
00:59:15anak Dukun Doti
00:59:17sejak kedatangan kamu
00:59:19di sini
00:59:21keluarga kita
00:59:22semakin resah
00:59:22betul
00:59:23betul
00:59:24ini kejadian aneh
00:59:25di kampung kita
00:59:26benar
00:59:27betul
00:59:28betul
00:59:29ilmu saya ilmu Allah
00:59:30bukan ilmu hitam
00:59:32maka dari itu
00:59:33saya mengajak kalian
00:59:34untuk sholat berjamaah
00:59:35di surau
00:59:36untuk apa
00:59:37agar kalian
00:59:38tidak terpengaruh
00:59:39oleh ilmu setan
01:00:08jangan banyak omong
01:00:09ajari anak-anak kalian
01:00:11untuk kembali
01:00:11mengagih surau
01:00:12harusnya kalian bersyukur
01:00:14ada anak muda yang berani
01:00:16mengembalikan kampung ini
01:00:18seperti dulu lagi
01:00:19pulang kalian semua
01:00:20jangan mau terhasut oleh orang-orang yang
01:00:23tidak bertanggung jawab
01:00:32san
01:00:38kamu kenapa san?
01:00:41gak apa-apa
01:00:42tapi itu muka kamu leban
01:00:45gak apa-apa
01:00:49ada orang yang sengaja kembali membuat
01:00:51tisu Doti
01:00:51gerur-gerusah
01:00:53atau memang ada yang menggunakan ilmu Doti
01:00:55untuk balas dendam
01:00:57kamu percaya dengan Doti?
01:01:01ada yang ingin saya ceritakan
01:01:03jadi ada yang menyerang kamu
01:01:04menggunakan ilmu hitam
01:01:05berwujud ular
01:01:06terus kumpulan asap lah
01:01:08ke kamar sari
01:01:10iya
01:01:27selamat menikmati
01:01:29iya
01:01:30dendam
01:01:32buku lenu na buku leku
01:01:36nyawa nu na nyawaku
01:01:40tukul nu na tubuhku
01:01:43na kepanutini
01:01:45namastau pemainu
01:01:50ayo
01:01:51ayo
01:01:51ayo
01:01:51ayo
01:01:51apa-apaan kalian?
01:01:53pak
01:01:54jangan dong pak
01:01:55kenapa si bapak
01:01:56ngakuin ini sama Tiora?
01:01:59ayo
01:01:59pak
01:02:00pak Tiora cuma pengen ke surau
01:02:02mengaji sama solat pak
01:02:03bapak sudah memperingatkanmu
01:02:06tapi
01:02:07kamu masih saja membantah
01:02:09dan lebih mendengar
01:02:10serta percaya sama anak
01:02:11dukun Doti itu
01:02:13bawa dia ke ruang
01:02:15bawa
01:02:15enggak
01:02:16bawa cepat
01:02:17ayo
01:02:20ayo
01:02:25ayo
01:02:26ayo
01:02:28kurut
01:02:41ayo
01:02:42lively
01:02:43ayo
01:02:44batu
01:02:44ambil berhitungan
01:02:45dengan ikisan anak
01:02:47dukun Doti itu
01:02:49tersesekan
01:02:51iblis
01:02:59kamu panggil bapak
01:03:00gua iblis
01:03:03Bapak sengah kamu panggil iblis daripada Bapak Nyaisan.
01:03:08Ya, itu dukun bergedok orang soleh.
01:03:14Ya, Rauh.
01:03:18Bapak Nyaisan yang membunuh mamamu dengan doti-doti.
01:03:25Lering raca dan keturunannya harus menerima hukuman yang setipal.
01:03:32Bismillahirrahmanirrahim.
01:03:33Bapak!
01:03:35Mena meninggal karena sakit bukan karena doti.
01:03:40Kepatian hitam milik Allah, bukan milik manusia.
01:03:43Bapak lagi percaya dukun daripada sama Allah.
01:03:47Bapak memang sudah sirik.
01:03:48Cukup! Sudah!
01:03:50Jangan seramain bapakmu lagi!
01:03:54Isat dia!
01:03:55Alhamdulillah!
01:04:15Kamu harus kuat menghadapi semua.
01:04:21Kamu ditakdirkan untuk menghentikan semua kejadian kutukan ini.
01:04:27Ini Allah bersamamu.
01:04:33Amin.
01:04:36Saya belum maghrib.
01:04:38Silahkan, Tata.
01:04:56Iksan, kamu tidak apa-apa?
01:04:59Oh, hanya khawatir. Kamu belum pulang. Ini sudah lewat maghrib.
01:05:05Sepertinya, kondisi cuaca juga kurang bagus.
01:05:08Seperti mau turun hujan.
01:05:09Saya tidak apa-apa, Om.
01:05:11Syukurlah.
01:05:13Sari mana?
01:05:14Sari?
01:05:15Iya.
01:05:16Tidak ada sari di sini.
01:05:17Apa?
01:05:18Tadi dia pamitmu ke Surau.
01:05:20Ketika mendengar ada orang mau mendatangimu.
01:05:24Tidak ada siapa-siapa di sini, kecuali Tata yang sedang sholat.
01:05:27Tata siapa?
01:05:28Kamu dari mana dan mau ke mana?
01:05:32Sepertinya, kamu datang dari jauh.
01:05:35Tapi, Tata.
01:05:36Saya dari kota.
01:05:38Mau ke kampung Jonjo.
01:05:40Apakah masih jauh?
01:05:41Hmm.
01:05:44Mari.
01:05:45Iya.
01:05:45Iya.
01:05:53Di mana dia?
01:05:55Baru saja dia masuk ke Surauai.
01:05:59Mungkin orang tua yang kamu maksud adalah Karai Serro.
01:06:03Tapi dia sudah meninggal 10 tahun yang lalu.
01:06:21Dia juga sahabat bapakmu.
01:06:23Dia memang selalu ke suruh ini.
01:06:27Dialah yang mempertahankan suruh ini ketika warga sudah tidak mau sholat di sini.
01:06:33Innaillahi wa innaillahi rajyuan.
01:06:36Beliau itu orang baik.
01:06:39Mungkin beliau hanya ingin memperlihatkan sesuatu yang baik kepada kamu.
01:06:44Om, sebaiknya sekarang kita cari-cari.
01:06:47Ya, kita lapor ke Pak Dusun.
01:06:50Ayo, mari.
01:06:54Istiqal dan...
01:07:13Ayo, jari.
01:07:13Tolong itu, tolong.
01:07:15Tolong.
01:07:16Tolong, tolong.
01:07:17Cepat keluar, cepatnya.
01:07:18Keluar, keluar.
01:07:20Keluar.
01:07:21Keluar.
01:07:23Keluar.
01:07:26Dengin tau
01:07:28Tangan
01:07:30Jangan takkan
01:07:34Tangan
01:07:38Tangan
01:07:39Tangan
01:07:41Tangan
01:07:47Bagaimana
01:07:48Tangan
01:07:50Tangan
01:07:55Sudah, Deng Lalang
01:07:56Kalau dia tidak diikat seperti ini
01:08:00Suatu saat dia pasti akan mengamuk lagi
01:08:03Iya, rewa
01:08:05Assalamualaikum, Deng
01:08:07Deng
01:08:11Sepertinya
01:08:11Deng Rewa tidak ada di rumah
01:08:13Tuh dulu
01:08:17Kayak ada suara orang
01:08:18Ih, suaranya dari bawah
01:08:37Ayo kita lihat
01:08:38Sabar di dalam
01:08:39Sabar di dalam
01:08:46Astagfirullahaladzim
01:08:46Tiara
01:08:50Tiara, siapa melakukan ini
01:08:53Terus, di mana Deng Rewa
01:08:54Ceritanya panjang
01:08:55Sekarang kita harus ke rumah Pak Dusun
01:08:57Ada hal yang sangat penting
01:09:05Assalamualaikum
01:09:07Waalaikumsalam
01:09:09Nah, ini dia orangnya
01:09:11Sumber malapetaka di kampung kita
01:09:14Kebetulan kamu kesini
01:09:15Sejarah kamu bertanggung jawab
01:09:18Atas apa yang terjadi di kampung ini
01:09:19Betul?
01:09:21Betul!
01:09:22Tunggu dulu
01:09:22Jangan kalian asal menuduh
01:09:25Tapi Pak Dusun
01:09:27Anak saya Sari meninggalkan rumah
01:09:29Tadi sore dia pamitanmu ke Surau
01:09:32Tapi setelah saya ke Surau
01:09:33Dia tidak ada di sana
01:09:35Jadi Sari belum pulang sampai sekarang?
01:09:36Iya
01:09:37Jangan Tiro
01:09:38Siapa suruh anakmu pergi ke Surau
01:09:40Surau itu dibangun oleh Dukun Doti
01:09:43Dia sumber petaka sejak kedatangannya
01:09:47Dia ingin membalas kematian bapaknya
01:09:53Sebelum terlambat
01:09:55Bagaimana kalau kita tangkap dia?
01:09:58Setuju?
01:10:02Tunggu!
01:10:03Sabar
01:10:03Tapi kalian semua sudah dirasuki iblis
01:10:06Bukan dia penyebabnya
01:10:08Saya tahu siapa di belakang semua ini
01:10:19Kita harus cepat melaporkan ini pada Denrewa
01:10:25Eh Yomi
01:10:29Eh
01:10:30Kau dengar itu?
01:10:33Seperti ada orang tertawa
01:10:36Apa itu ini?
01:10:38Jangan-jangan
01:10:41Jangan-jangan
01:10:43Setan
01:10:44Jangan kau bicara setan di sini
01:10:59Lugman!
01:10:59Jangan!
01:11:02Jangan!
01:11:11Jangan!
01:11:15Jangan!
01:11:21Jangan!
01:11:22Jangan!
01:11:24Jangan!
01:11:26Jangan!
01:11:27Jangan!
01:11:27Jangan!
01:11:29Jangan!
01:11:29Jangan!
01:11:36Terima kasih.
01:12:07Terima kasih.
01:12:34Terima kasih.
01:12:42Terima kasih.
01:12:53Terima kasih.
01:13:05Terima kasih.
01:13:07Terima kasih.
01:13:07Terima kasih.
01:13:19Terima kasih.
01:13:31Terima kasih.
01:13:53Terima kasih.
01:14:06Terima kasih.
01:14:26Terima kasih.
01:15:06Terima kasih.
01:15:26Terima kasih.
01:15:28Terima kasih.
01:15:33Terima kasih.
01:16:42Terima kasih.
01:17:08Terima kasih.
01:17:38Terima kasih.
01:17:49Terima kasih.
01:17:54Terima kasih.
01:18:34Terima kasih.
01:18:54Terima kasih.
01:19:24Terima kasih.
01:19:27Terima kasih.
01:19:51Terima kasih.
01:19:53Terima kasih.
01:20:28Terima kasih.
01:20:32Terima kasih.
01:20:43Terima kasih.
01:21:10Terima kasih.
01:21:26Hilang, sudah semua indah kisah kita.
01:21:39Malam ini terasa sepi, terasa senyi, terasa dingin.
01:21:56Hilang, sudah semua indah kisah kita.
01:22:08Tuhan bertemukan, walau hanya mimpi saja.
01:22:14Terima kasih.
01:22:17Terima kasih.
01:22:17Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan