Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) atensi khusus dan bergerak cepat terkait keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang bekerja di luar negeri.

Hal itu diungkapkan Kepala Disnaker Lotim, H. Suroto kepada media di ruang kerjanya, Selasa 27 Januari 2026.

H. Suroto mengatakan, PMI wajib untuk memperoleh perlindungan dari Pemerintah Daerah Lombok Timur, terutama Soal BPJS Ketenagakerjaan.

"BPJS ini sudah kita siapkan untuk PMI yang sedang bekerja di luar negeri dan yang ingin mau berangkat," ucapnya.

"Tugas kita adalah salah satunya memberikan perlindungan kepada semua pekerja dan calon pekerja, entah itu di dalam daerah maupun yang akan ke luar negeri," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BPJS ketenagakerjaan menjadi hak wajib untuk masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Dia menyebut sudah banyak terjadi musibah, baik itu kecelakaan kerja dan yang telah meninggal dunia.

"Mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja, karena kita sudah bermitra dengan BPJS ketenagakerjaan. Jadi wajib untuk masyarakat Lombok Timur mendapat jaminan sosial ini, baik di daerah maupun luar negeri,'' jelasnya.
Transkrip
00:00Kita mengumumkan, mudah-mudahan banyak di calon pekerja itu yang tidak hanya kepinginnya ke Malaysia, ke TWS, ke Jepang.
00:08Ke Jepang itu syaratnya setelah anti seleksi fisiknya harus bagus, macam-macam, dia ada tes bahasa Jepang juga.
00:15Untuk itu sudah mulai lelongkotimur, kemarin baru mendaftar yang sudah awalnya 48, tapi banyaknya juga yang belum lolos.
00:21Misalnya, kendalanya hanya di bahasa.
00:25Belum tahu saya kemarin, pokok 48 dari Lompotimur yang daftar kemarin.
00:28Sekarang sudah banyak lagi kemarin dari sawing itu mulai mengadakan kursus bahasa Jepang, yang di dekatnya saat itu ada.
00:37Kalau semakin banyak LPK pelatih yang berada itu mengadakan kursus bahasa Jepang, insya Allah, memudahkan lah begitu.
00:44Karena biasanya sudah fisiknya bagus, macam-macam, kalau tidak bisa bahasa Jepang mana-mana sedikit, itu ada tesnya itu yang agak-agak.
00:51Itu mungkin perlu, kesempatan kerja sebetulnya banyak kan?
00:56Oh ya, di odolnya banyak, cuma kadang-kadang kita kan yang diburu masih tenaga yang di perkebunan, macam-macam itu.
01:02Kan tidak memerlukan bahasa macam-macam kalau yang ke Malaysia.
01:04Jadi, sehingga paling banyak peminatnya masih ke Malaysia itu karena kendala bahasa tidak ada masalah.
01:10Jadi, apa alasannya ke Jepangnya?
01:12Nanti karena dia akan dilakukan di asesmen, butuh panunya apa, jenis-jenis di job panunya pekerjaannya, ada panunya kelihatan.
01:23Jenis pekerjaan apa-apa akan dia menyesuaikan dengan basic pendidikannya di apa, pilihannya banyak.
01:28Berarti tetua ada kejuan?
01:29Ada ke Jepang memang, ada program pemerintah itu.
01:32Banyak yang diminta dari Jepang.
01:34Tinggal kita menyesuaikan nanti dengan di provinsi, karena yang mengatur, kita hanya mendaftarkan ke provinsi melalui PT, melalui LPKA,
01:41nanti di sana akan diseleksi.
01:43Kemarin sudah mengirim berapa, tapi kita belum banyak.
01:48Mungkin masih perluannya, masih sampai tahun 23 tahun ke depan masih banyak.
01:51Sebanyak mungkin kalau perlu, makanya karena kita menghimpul kepada lembaga-lembaga pelatihan kerja itu,
01:59tidak hanya mengadakan pelatihan-pelatihan yang hanya menjahit, memasak, bengkel itu,
02:04ada juga pelatihan bahasa Jepang, bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Korea, bahasa itu,
02:08sehingga dia ketika ada permintaan dari negara tujuan, minimal adalah bahasanya itu.
02:14Meskipun yang harus utama bahasa Inggris, tapi minimal selain bahasa Inggris, punya kemampuan bahasa yang lain juga.
02:20Meskipun tidak banyak, yang penting memenuhi syarat untuk diberangkatkan.
02:23Minimal ya, kalau ditanya siapa sih, pekerjanya apa, minimal tahu.
02:27Tidak harus bahasa dalam arti semuanya.
02:30Nanti setelah di sana, pasti akan dia, pasti sendiri, akan bisa sendiri.
Komentar

Dianjurkan