00:00Panas! Tolong! Panas!
00:03Panas! Tolong!
00:07Panas!
00:11Tolong!
00:13Apa ini? Nggak bisa dipadamin.
00:20Kau beruntung, kalau bukan karena energi spiritual di sekitar nggak cukup banyak, sekarang kau sudah mati.
00:26Siapa lagi yang mau kepala keluarga mundur? Ayo majulah sekarang!
00:37Karena nggak ada urusan lain, aku mau ke Menara Uji Coba.
00:41Menara Uji Coba? Itu buat menghukum dan menguji anggota. Berbahaya banget.
00:47Sudah 10 tahun nggak dibuka, kau beneran mau ke sana.
00:50Iya. Bantu aku buka pintunya.
00:53Oke, ikutlah denganku.
00:59Kau nggak apa-apa kan? Ayo, kita pergi dari sini.
01:03Pergi? Kita pergi begitu saja.
01:05Aku nggak rela. Aku bukan cowok kalau nggak bisa balas dendam.
01:09Gini saja, tunggu aku di desa.
01:11Hmm.
01:23Monster spiritual yang ditandai setiap tingkat di dalam Menara Uji Coba berbeda-beda, tapi semuanya sangat berbahaya.
01:29Kau pertimbangkanlah lagi.
01:30Cuma beberapa bocah, nggak jadi masalah.
01:32Hah?
01:34Hey, bocah.
01:35Kau kira apimu itu bisa hadapi para monster spiritual?
01:38Dasar sombong.
01:40Kau pasti bakal mati di dalam.
01:41Hmm?
01:47Hmm?
01:47Look, it's up to the 2nd!
02:00Then why?
02:01He will soon die.
02:03Look, it's up to the 3rd!
02:06How could he just go to the 3rd?
02:09How could he climb?
02:11Wow, he's up to the 3rd!
02:13Look, it's up to the 3rd!
02:15No, it's up to the 3rd!
02:17Astaga, dia semakin cepat!
02:19Tingkat 8!
02:20Ah, bukan!
02:21Sudah tingkat 9!
02:24Tingkat 9?
02:26Sudah tingkat 9?
02:28Kalau gitu berarti dia jadi kepala keluarga baru.
02:30Pertama kali gue lihat bocah ini di Gunung Lasue.
02:33Dia bisa takutin monster spiritual di sekitarnya.
02:36Dan aku langsung tahu dia pasti bukan orang biasa.
02:38Aku nggak salah menilai.
Comments