- 2 hari yang lalu
Tempatnya film panjang seru dari berbagai genre — action, horor, komedi, dan banyak lagi. Nikmati tontonan terbaik di SUDUT TONTON!
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00:00Selama ini
00:00:01Doakan Isan
00:00:05Agar selalu dalam lindungan Allah ya, Mak
00:00:08Jangan selalu ada yang tahu
00:00:13Kalau kamu pernah berlindung
00:00:18Jangan pernah percaya
00:00:29Satu orang pun kecuali di pintu
00:00:37Iya, Mak
00:00:39Di sini
00:00:48Sendiri
00:00:52Tak lagi
00:00:56Kau hadir hilang
00:01:04Sudah semua indah kisah kita
00:01:10Tuhan
00:01:16Tuhan
00:01:18Walau hanya mimpi saja
00:01:22Ingin aku kenal
00:01:26Dalam mimpi yang terendah
00:01:30Ku ingin rasakan
00:01:33Hangat, penuh, penuh cinta
00:01:38Meski tak lagi
00:01:41Nyata hadirnya
00:01:44Kamu dari mana dan mau kemana
00:01:57Sepertinya
00:01:58Kamu datang dari jauh
00:02:01Tapi Teta
00:02:02Saya dari kota
00:02:04Mau ke kampung Jonjo
00:02:06Apakah masih jauh?
00:02:09Jalan saja terus
00:02:11Ikuti
00:02:13Aliran sungai ini
00:02:15Kampungnya
00:02:17Ada di ujung sana
00:02:19Terima kasih, Teta
00:02:24Hati-hati
00:02:25Permisi, Teta
00:02:28Terima kasih
00:02:40Hati-hati
00:02:54Mengkam Bapakmu
00:02:57Ada di bawah pohon besar
00:03:02Hanya ada batu
00:03:06Sebagai penanda
00:03:09Yang bertuliskan
00:03:11Nama Bapak
00:03:13Selama ini
00:03:16Hanya Dantiro
00:03:19Yang merawat
00:03:20Makam Bapakmu
00:03:22Selamat datang
00:03:24Selamat datang
00:03:54Deng, ini sepertinya penyakit kiriman
00:03:58Ada orang yang mengerjain dia
00:04:00Siapa yang tengah melakukan ini, Deng Rewa?
00:04:03Kalian keluar
00:04:05Saya akan mengobatinya
00:04:07Terima kasih
00:04:08Keluar kau dari tubuhnya
00:04:20Kasihan anak ini
00:04:24Mau keluar
00:04:36Atau dipaksa
00:04:38Atau dipaksa
00:04:51?
00:04:52Atau dipaksa
00:04:54?
00:04:55Aaaah! Aaaah! Aaaah!
00:05:19Aaaah!
00:05:21Kenapa, Deng, rewak?
00:05:25Dia menggigit tangan.
00:05:28Astagfirullahaladzim.
00:05:30Rina anak baik, Deng.
00:05:32Siapa yang tega berbuat keji pada dia?
00:05:35Dia terkena dodi.
00:05:39Astagfirullahaladzim.
00:05:40Ya Allah!
00:05:41Kenapa kau beri kecema ini kepada keluarga kami?
00:05:46Tenang, Pak.
00:05:47Tengke lewat.
00:05:49Sejak kematian dukun Doty dulu,
00:05:53kampung ini baik-baik saja, Deng, rewak.
00:05:56Dan sudah tidak ada kejadian-kejadian aneh di kampung ini, Deng, rewak.
00:06:00Berarti ada orang yang sengaja memenuhkan ilmu Doty di kampung ini.
00:06:06Sabar, Deng.
00:06:07Saya akan berusaha menyembuhkan anak Deng.
00:06:14Dan saya juga akan mencari tahu
00:06:17Siapa dibaliki semua ini?
00:06:20Terima kasih, Deng, rewak.
00:06:22Terima kasih.
00:06:23Terima kasih, Deng.
00:06:24Assalamualaikum.
00:06:25Assalamualaikum.
00:06:26Assalamualaikum, Deng.
00:06:27Assalamualaikum.
00:06:28Assalamualaikum, Deng.
00:06:29Waalaikumsalam.
00:06:30Apa benar ini rumahnya Deng Tiro?
00:06:32Ya, saya Deng Tiro.
00:06:33Saya Deng Tiro.
00:06:34Saya Isan.
00:06:35Anaknya Deng Rate.
00:06:36Masya Allah, Isan.
00:06:37Masya Allah, Isan.
00:06:38Kamu itu meninggalkan kampung ini sejak kecil.
00:06:42Sekarang sudah bujang.
00:06:43Ayo masuk, Neng.
00:06:44Ayo masuk, Neng.
00:06:45Ayo masuk.
00:06:46Ayo masuk.
00:06:47Ayo masuk.
00:06:48Mak!
00:06:49Mak!
00:06:50Mak!
00:06:51Mak!
00:06:52Mak!
00:06:53Ini rumahnya Deng Tiro.
00:06:54Ya, saya Deng Tiro.
00:06:55Saya Isan.
00:06:56Anaknya Deng Rate.
00:06:58Masya Allah, Isan.
00:07:01Tantem Pangling.
00:07:02Ya Allah.
00:07:03Jadi anak muda itu menatang.
00:07:04Ya, Isan.
00:07:05Ya, Isan.
00:07:06Kamu itu meninggalkan kampung ini sejak kecil.
00:07:09Sekarang sudah bujang.
00:07:10Ayo masuk, Neng.
00:07:11Ayo masuk.
00:07:12Ayo masuk.
00:07:13Mak!
00:07:14Mak!
00:07:15Ini Isan datang.
00:07:18Isan.
00:07:19Isan.
00:07:20Itu anaknya Deng Rate.
00:07:22Ya Allah, Isan.
00:07:24Tantem Pangling.
00:07:26Ya Allah.
00:07:28Jadi anak muda itu mendatangi makam Deng Rate.
00:07:33Betul, Deng.
00:07:35Ya Allah.
00:07:37Kami melihat dia berdoa di makam Dukundoti itu.
00:07:50Dia juga mendatangi rumah Deng Tiro.
00:07:54Sepertinya orang itu anak Deng Rate.
00:08:03Awasi dia terus.
00:08:05Cari tahu siapa dia sebenarnya.
00:08:09Siap, Deng.
00:08:13Ini hidangan kampung, nak.
00:08:15Semoga kamu suka.
00:08:17Saya rindu makanan tradisional kampung.
00:08:19Terima kasih, Tante.
00:08:21Silahkan.
00:08:29Oh iya.
00:08:30Ini Sari.
00:08:31Masih kau kenal dia?
00:08:32Ya pasti ingat, Om.
00:08:34Sari kan teman-teman kecil saya.
00:08:36Bersama Tiara.
00:08:40Sini.
00:08:44Apa kabar, Sari?
00:08:45Baik, Iksan.
00:08:47Kamu lakin gagah.
00:08:49Terima kasih, Sari.
00:08:51Oh iya.
00:08:52Sekarang di mana, Tiara?
00:08:54Dia sedang kuliah di kota.
00:08:56Tapi sekarang ada di sini.
00:08:58Sedang berlibur sambil menjemuk bapaknya.
00:09:00Mumpung aku di sini.
00:09:02Bagaimana kalau kita bertemu dengan Tiara?
00:09:04Begini, nak.
00:09:06Sesuai pesan mamakmu,
00:09:08sebaiknya kamu tidak usah terlalu muncul di kampung ini.
00:09:11Bukan Om mau membatasi ya.
00:09:13Tapi kampung ini tidak aman buatmu.
00:09:16Jika urusanmu sudah selesai,
00:09:18sebaiknya kamu segera balik pulang.
00:09:21Saya mengerti, Om.
00:09:23Tapi boleh kan, Om.
00:09:25Beberapa waktu saya menikmati susana kampung di sini.
00:09:28Mengenang masa kecil saya.
00:09:30Istirahatlah dulu.
00:09:32Yang penting, kamu sudah siarah ke makam bapakmu.
00:09:36Bapakmu itu orang soleh.
00:09:38Hanya saja dia menjadi korban fitnah yang kejih.
00:09:41Insya Allah, dia tentu tenang di surga.
00:09:45Dan dia tentu bangga pada anaknya yang sudah menimba ilmu di pesantren.
00:09:50Tentu ini menjadi bekal yang baik untuknya di akhirat.
00:09:53Amin.
00:09:54Terima kasih, Ibu.
00:09:56Ibu.
00:10:02Ingat ke malam Jumat, Ibu.
00:10:04Jangan kembang bakar dupa nih.
00:10:06Iya, Pak.
00:10:07Iya.
00:10:14Tapi Tante, untuk apa dupa itu diletakkan di depan rumah?
00:10:17Tiap malam Jumat, jelang maghrib, kami bakar dupa sebagai tolak bala.
00:10:23Sebaiknya, malam Jumat itu mengaji.
00:10:26Membaca Al-Quran.
00:10:28Itu yang dianjurkan.
00:10:30Iya, nak.
00:10:32Ini hanya tradisi warga di sini.
00:10:35Bukan suatu kewajiban.
00:10:37Ini sudah masuk waktu maghrib.
00:10:46Tapi kenapa saya tidak mendengar suara azal ya?
00:10:49Bukankah ada surau yang tak jauh dari sini?
00:10:52Itulah kenapa saya memintamu untuk berhati-hati.
00:10:55Orang-orang di kampung ini tidak ada yang berani keluar ketika maghrib menjelang.
00:11:01Semakin lama, semakin orang itu jarang ke surau.
00:11:08Kenapa bisa seperti itu, Om?
00:11:10Besok Om ceritakan.
00:11:11Sekarang ambil wudhu, kita sholat berjamaah ya.
00:11:14Iya, Om.
00:11:31zaal taksi.
00:11:32Ah�....
00:11:37Rina.
00:11:39Ah...
00:11:41Aaaaaa.
00:11:42только apa yang kita sajarkan, Gina allah istifa.
00:11:43Astagfirullahalazim.
00:11:46Astagfirullahalazim.
00:11:48Pak, Rina, Pak!
00:11:50Ah, reportedit.
00:11:52Ya Allah!
00:11:53Rina, Rina...
00:11:56Enak serangan suami烈, Pak.
00:11:58Aak serang hundred sudah terjadi.
00:11:59Kenapa Tungguan sama pertama Rina, Pak.
00:12:00Kau jaga Rina, saya panggil Rina.
00:12:02Iya, panggil Rina.
00:12:24Hei, sejak sakitnya Rina,
00:12:28suasana kampung ini semakin mencekam.
00:12:33Menyari betul.
00:12:37Tapi betul itu kah?
00:12:39Sakitnya Rina karena didoti?
00:12:44Menurut cerita orang-orang begitu?
00:12:46Berarti kalau Rina sakitnya karena didoti,
00:12:52tidak mungkin diselamat.
00:12:54Jangan kubilang begitu.
00:12:56Umur manusia.
00:12:57Hanya Allah yang tahu.
00:12:59Kita berempat ini.
00:13:01Ini kita kalau disuruh jaga maling,
00:13:03ya kita berani.
00:13:05Kalau disuruh jaga ilmu hitam.
00:13:09Gimana kak Sayana kalau begitu?
00:13:11Tunggu, Mi.
00:13:12Jangan bahas itu lagi.
00:13:13Bisa kena cember diri kat di sini.
00:13:15Wah, saya lain saja.
00:13:19Iya sih, iya.
00:13:20Tapi ini gimana?
00:13:22Udah lu menang juga malah diberantakin.
00:13:25Ini catur yang berantakan.
00:13:27Sekarang perasaan kita berantakan.
00:13:29Perasaan naik.
00:13:31Kenapa itu terlalu panas?
00:13:48Api unggun juga sudah mati.
00:13:53Iya.
00:13:54Kalian rasa yang panas tidak?
00:13:56Ada apa ya?
00:13:57Mau hujan kah?
00:13:58Sadaqallahul Adib.
00:13:59Sadaqallahul Adib.
00:14:00Sadaqallahul Adib.
00:14:01Apa justru?
00:14:02Lambo Tunggu...
00:14:03Dimana masuk.
00:14:04Berkaitan ketika keliatan.
00:14:05οι alimenta.
00:14:06Medan nevertheless...
00:14:08Lama ga naik.
00:14:10Sayang kan luparä keliatan.
00:14:20Sudah Qolsadaul Adib.
00:14:22Allah'u l'a adib.
00:14:26Allah'u l'a adib.
00:14:30Allah'u l'a adib.
00:14:38Astagfirullah.
00:14:40Astagfirullah.
00:14:42Astagfirullah.
00:14:44Astagfirullah.
00:14:46Astagfirullah.
00:14:48Astagfirullah.
00:14:50Astagfirullah.
00:14:51Astagfirullah.
00:14:52Astagfirullah.
00:14:53Astagfirullah.
00:14:54Astagfirullah.
00:14:55Astagfirullah.
00:14:56Astagfirullah.
00:14:57Astagfirullah.
00:14:58Astagfirullah.
00:14:59Astagfirullah.
00:15:00Astagfirullah.
00:15:01Astagfirullah.
00:15:02Astagfirullah.
00:15:03Astagfirullah.
00:15:04Astagfirullah.
00:15:05Astagfirullah.
00:15:06Astagfirullah.
00:15:07Astagfirullah.
00:15:08Astagfirullah.
00:15:09Astagfirullah.
00:15:10Rina kawcence
00:15:13Rina ini.
00:15:15Rina kakak.
00:15:17Rina, jangkang.
00:15:20Handsome, Rina.
00:15:21Rina kawasse, Rina sadar.
00:15:27Pero medit grandma
00:15:37Rina, aku rina.
00:15:39Ya enak, Kirena!
00:15:45Aduh! Aduh!
00:15:55Ya enak, ya enak, ya enak!
00:15:57Aduh!
00:16:07Deng itang!
00:16:09Kenapa saya?
00:16:10Deng itang!
00:16:12Deng itang!
00:16:13Tolong!
00:16:14Lepaskan Rina, itu mama hap nunak.
00:16:22Dia bukan Rina, dia sudah rasa ke Iblis.
00:16:27Oh!
00:16:37Keluarku dari tubuhnya.
00:16:39Kasian anak itu.
00:16:41Aku tidak akan keluar dari tubuhnya.
00:16:45Sebelum aku dibalikan tumba,
00:16:49biar perempuan ini menjadi tumbaku.
00:16:57Aduh!
00:17:00Mau keluar atau sepaksa!
00:17:14Rina!
00:17:15Rina!
00:17:16Rina!
00:17:17Rina!
00:17:23Maafkan saya anak.
00:17:26Saya tidak mampu mencegah marah orang-orang.
00:17:30Dan saya tidak bisa menyelamatkan Bapakmu.
00:17:34Sudah Om.
00:17:36Semua sudah terjadi.
00:17:37Peristiwa itu memang masih membekas hingga kini.
00:17:41Tapi kami menerima semuanya dengan ikhlas.
00:17:43Sebagai ujian Allah kepada keluarga kami.
00:17:46Meskipun saya sering dibayangi oleh mimpi buruk.
00:17:49Ini sudah masuk waktu juhur.
00:17:51Bagaimana kalau kita solat berjamaah di surau?
00:17:54Sambil kita bersihkan kembali?
00:17:56Siapa tahu dengan kita bersihkan,
00:17:59Orang-orang akan kembali solat berjamaah di surau.
00:18:06Tapi nak, itu sangat beresiko.
00:18:09Resiko kita dimusuhi oleh orang-orang.
00:18:11Iya.
00:18:12Yang tidak menginginkan masyarakat solat berjamaah di rumah Allah.
00:18:15Ini tidak bisa dibiarkan, Om.
00:18:16Apapun resikonya,
00:18:18Ishan akan hadapi.
00:18:20Ini jihad melawan kebatilan, Om.
00:18:33Siapa yang berani Ashan di surau?
00:18:35Beraninya dia.
00:18:37Sepertinya bukan orang sini.
00:18:41Ngapain di situ?
00:18:43Ayo ambil uduh.
00:18:44Kita solat berjamaah.
00:18:46Ingat,
00:18:47Pahala solat berjamaah itu,
00:18:48Lebih besar tujuh kali lipat,
00:18:50Daripada solat sendiri di rumah.
00:18:52Ayo, Mi.
00:19:00Ya begitu lah keadaannya, Nak.
00:19:04Tak apa, Om.
00:19:06Kewajiban saya,
00:19:07Untuk mengajak dan mengingatkan,
00:19:09Sudah saya terapkan.
00:19:11Perkara mereka mau atau tidak,
00:19:12Itu urusan mereka.
00:19:16Baik.
00:19:17Lokal Mechanik.
00:19:18Zetul.
00:19:19faham maaf.
00:19:20Sama Allah wa li Man Hamidah.
00:19:25Allaahuhu akbar.
00:19:26Allah
00:19:29Allah
00:19:33Allah
00:19:35Ada yang bisa dibantu deh
00:19:46Ada dan rewa
00:19:48Ada
00:19:50Ada
00:19:55Deng, tolong istri saya lagi surupan
00:20:00Surupan?
00:20:01Iya, Deng
00:20:03Ayo pasal
00:20:05Tiara jaga rumah, kaya
00:20:08Iya
00:20:15Siti
00:20:17Mana?
00:20:19Siti
00:20:21Siti
00:20:23Siti
00:20:25Janganlah, jangan dikejarkan
00:20:26Tolong
00:20:28Tolong
00:20:30Tolong
00:20:32Tolong
00:20:33Tolong
00:20:34Tolong
00:20:35Tolong
00:20:36Tolong
00:20:37Bolehkah dia?
00:20:38Tolong
00:20:41Cepat
00:20:42Kamu! Cepat kejar dia!
00:20:49Siti! Siti jangan! Siti! Siti! Siti nampak lagi! Siti! Siti! Siti jalan!
00:20:57Siti!
00:21:02Siti! Siti!
00:21:08Assalamualaikum.
00:21:10Waalaikumsalam.
00:21:11Assalamualaikum.
00:21:11Pak Sari, kok tahu Bapak ada di sini?
00:21:14Tadi ada warga yang bilang kalau Bapak sedang membersihkan surau.
00:21:18Pak, Ibu Siti istri Pak Sari meninggal dunia barusan.
00:21:24Tadi ada Pak Amir datang ke rumah.
00:21:27Ingin mengajak Bapak pergi melayat bersama.
00:21:29Baik kalau begitu. Bapak segera pulang.
00:21:32Naisan, selepas asal langsung pulang.
00:21:36Sholat maghrib di rumah saja.
00:21:38Yuk.
00:21:38Pak Sari boleh membantu Iksan membersihkan surau?
00:21:44Iya, boleh.
00:21:51Tapi ingat, selepas asal, ingatkan Isan untuk segera pulang, ya.
00:21:56Baik, Pak.
00:21:57Assalamualaikum.
00:21:58Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
00:21:59Terima kasih, Sari.
00:22:01Terima kasih, Sari.
00:22:02Iya.
00:22:05Kenapa bisa begini?
00:22:07Semua kejadian demi kejadian ini adalah...
00:22:25Terima kasih, Siti.
00:22:55Pak Kepala Dosun ini korban kedua setelah Rina yang terkena kiriman Doti di kampung kita ini.
00:23:17Kenapa Tiro Doti kembali menghantui kampung ini?
00:23:22Kita harus cari tahu penyempap semua ini.
00:23:25Jangan sampai peristiwa alu berulang lagi.
00:23:28Eh.
00:23:30Saya dengar ada pemuda yang datang ke kampung ini dan tiga di rumah Dain Tiro.
00:23:35Pak Dusun tahu.
00:23:36Saya juga sudah dengar dari warga.
00:23:41Nanti saya tanya sama Dain Tiro.
00:23:43Iya.
00:23:49Terima kasih, Sari.
00:23:51Makanannya sangat enak.
00:23:53Kamu atau mamamu yang masak?
00:23:55Saya dan mama, bagaimana kesan kamu kembali ke kampung ini?
00:24:01Saya sangat senang bisa kembali ke kampung ini.
00:24:05Seperti mengenang masa kesil kita.
00:24:07Yeay, dapat!
00:24:08Yeay, saya cuma dapat.
00:24:11Dapat lagi!
00:24:12Yeay!
00:24:13Masa-masa itu, kampung ini begitu damai.
00:24:42Kita bermain di sungai, di sawah, dan mengaji di surau ini.
00:24:48Semua menjadi hilang sejak peristiwa itu.
00:24:54Saya kehilangan kamu setelah kamu meninggalkan kampung ini secara tiba-tiba.
00:25:02Ya, semua terasa begitu cepat.
00:25:05Saya juga tidak pernah membayangkan akan meninggalkan kampung ini.
00:25:08Oh, iya.
00:25:13Pihara sedang ada di sini, kan?
00:25:17Bagaimana kalau kita bertemu bertiga?
00:25:20Kita mengenang masa kesil kita dulu.
00:25:27Iya.
00:25:27Ika mbeena buntuli
00:25:31Sombang kusuri kopi
00:25:35Karena makanannya
00:25:38Mengapa tani apa ya
00:25:41Mak kau tani kau kia
00:25:44Sampi sampah rajana
00:25:48Pamalaki ceratna
00:25:50Pak Dusun, tujuan kita kesini ada yang harus dibicarakan, Pak Dusun.
00:26:10Sepertinya ada yang ingin mengusik keterangan kampung kita, Pak Dusun.
00:26:14Iya benar, Pak Dusun.
00:26:16Karena sejak kematian istri Pak Sahrir, serta sakitnya Rina, katanya kibadoti, Pak Dusun.
00:26:23Pak Dusun, kita harus bertindak sebelum ada korban lagi.
00:26:28Saya curiga dengan kedatangan tamu tak diundang di kampung kita.
00:26:33Sejak kedatangannya, tiba-tiba kejadian demi kejadian muncul di kampung ini.
00:26:40Maksudmu, tamu siapa?
00:26:42Orang yang datang dan tinggal di rumah Dengahiro.
00:26:46Siapa di sini?
00:26:48Kami juga belum tahu pasti.
00:26:50Sepertinya dia anak Denrate yang pulang ke kampung ini dan ingin membalas dendam atas kematian bapaknya dulu.
00:27:00Denrate Dukundoti.
00:27:03Iya, Daim.
00:27:03Kita tidak boleh menubuh tanpa bukti.
00:27:06Itu fitnah namanya.
00:27:08Saya akan tanya ke Daim Tiro.
00:27:10Karena memang belum ada laporan ke saya, kok ada tamu yang datang di kampung ini.
00:27:15Rina, Astagfirullahaladzim.
00:27:23Rina, Astagfirullahaladzim.
00:27:25Astagfirullahaladzim.
00:27:27Rina, Rina, Rina.
00:27:29Rina, Astagfirullahaladzim.
00:27:59Rina itu teman kecil kita.
00:28:02Om, boleh saya ikut ke pemakaman ya?
00:28:05Bukan saya melarang.
00:28:07Tapi ini demi kebaikanmu.
00:28:09Baik, Om.
00:28:10Saya faham.
00:28:11Kalau gitu saya lanjut membersihkan surau ya.
00:28:13Oh iya.
00:28:14Dilanjutkan.
00:28:16Saya pergi dengan.
00:28:17Sabar, Dian.
00:28:26Sabar, Dian.
00:28:28Sabar, Kik.
00:28:31Saya senang ketemu kamu lagi, Tiara.
00:28:34Sudah lama kita tidak berjumpa setelah kamu berkuliah di kota.
00:28:38Oh iya.
00:28:40Ingat, Iksan.
00:28:42Teman kecil kita dulu.
00:28:44Ingat dong.
00:28:45Dia kan teman-teman kita dulu.
00:28:46Iya.
00:28:47Tapi semenjak dia pindah, kita tidak tahu lagi bagaimana kabarnya.
00:28:51Dia ada di sini.
00:28:53Baru dua hari dia di sini.
00:28:55Datang untuk berjarah ke makam bapaknya.
00:28:59Oh iya.
00:29:00Terus dia di mana sekarang?
00:29:01Jadi Rina meninggal karena doti?
00:29:08Iya.
00:29:09Begitu cerita dari orang-orang.
00:29:11Dengarkan saya ya.
00:29:13Ilmu hitam.
00:29:15Dimanapun ada.
00:29:17Karena sesuai firman Allah.
00:29:19Setan itu musuh nyata bagimu sampai hari akhir.
00:29:22Setan akan salam kepada manusia dengan beragian cara.
00:29:26Oleh karena itu, semakin kita jauh dari Allah.
00:29:29Maka setan semakin senang kepada manusia.
00:29:33Meramaikan kembali surau ini dengan sholat berjamaah adalah salah satu cara kita untuk menghentikan langkah-langkah setan.
00:29:40Ajak keluarga yang lain untuk sholat berjamaah di surau.
00:29:43Kembali mengaji di surau selepas maghrib.
00:29:45Semakin kita mendekatkan diri kepada Allah.
00:29:48Insya Allah, tidak ada ilmu hitam yang mampu mengalahkan ilmu Allah.
00:29:53Iksan!
00:29:54Kamu masih lupa sama saya?
00:29:59Kamu Tiara kan?
00:30:01Iya.
00:30:02Tiara?
00:30:04Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi.
00:30:06Dan aku tidak pernah bermimpi kita akan bertemu bertiga.
00:30:09Aku juga senang banget bisa ketemu kamu lagi.
00:30:11Jadi, Iksan itu anak dia nerate?
00:30:21Iya.
00:30:23Dia datang ke sini mau bersiarah ke makam bapaknya.
00:30:28Apa bisa setelah urusannya selesai?
00:30:33Dan bujuk dia untuk segera meninggalkan kampung ini?
00:30:35Sebenarnya, saya sudah sering menyarankan.
00:30:39Tapi saya tentu tidak bisa memaksanya.
00:30:42Ini kan kampung halamannya juga.
00:30:45Dia itu lulusan pesantren.
00:30:48Dia datang kemari berinisiatif untuk membersihkan surau.
00:30:52Sekaligus mengajak masyarakat untuk sholat, berjamaah, dan mengaji bersama di surau.
00:30:57Itu tidak salah.
00:30:59Tidak ada yang salah sebenarnya.
00:31:02Cuman waktunya saja yang tidak tepat.
00:31:04Di saat kejadian demi kejadian aneh terjadi di kampung ini.
00:31:08Saya tidak mau kejadian yang dulu pernah terjadi kembali lagi.
00:31:15Saya mohon, Daim.
00:31:16Bujuk dia untuk segera tinggalkan kampung ini.
00:31:20Ini demi kebaikan kita bersama.
00:31:22Iya.
00:31:23Ya.
00:31:24Bujuk, Daim.
00:31:24Ya.
00:31:24Ya.
00:31:24Ya.
00:31:24Ya.
00:31:24Ya.
00:31:24Ya.
00:31:26Ya.
00:31:28Ya.
00:31:29Tuhan bertemukan, walau hanya mimpi saja.
00:31:38Ingin aku kenal dalam mimpi yang terindah.
00:31:44Ku ingin rasakan, hangat, penuh, penuh cinta, meskipal lagi yang tak hadirnya.
00:31:58Kampung ini harus balik kayak dulu.
00:32:12Anak-anak bisa ngaji ke surau tanpa rasa takut.
00:32:15Atau ditakut-takutin sama hal yang berbau mistik.
00:32:20Saya mau bantu kamu, Isan.
00:32:21Terima kasih, Tiara.
00:32:41Sari.
00:32:43Kamu gak icap ngaji?
00:32:44Eh, enggak.
00:32:45Aku lagi datang bulan.
00:32:48Oh, yaudah.
00:32:48Kalau gitu aku masih dulu ya.
00:32:49Iya.
00:32:51Assalamualaikum.
00:33:05Waalaikumsalam.
00:33:07Tabe, saya Pak Akbar, orang Tonya Aco.
00:33:09Saya mau bawa pulang anak saya.
00:33:11Anak ta sedang mengaji di sini.
00:33:13Tabe, saya tidak mau anak saya diajar mengaji oleh anak Dukun Doti.
00:33:18Tabe, bapak saya bukan Dukun Doti.
00:33:20Kamu tidak tahu apa-apa ya?
00:33:22Semenjak kedatangan kamu di kampung ini, di kampung ini banyak kejadian aneh.
00:33:26Astagfirullahaladzim, jangan meminta saya setelah kalian meminta bapak saya.
00:33:31Aco, ayo pulang.
00:33:33Aco, ayo pulang.
00:33:35Tapi kan, Pak, Aco kan mau mengaji.
00:33:39Bapak bilang pulang.
00:33:40Mengaji saya di rumah dengan ibu kamu.
00:33:42Jangan mengaji dengan anak Dukun Doti.
00:33:47Ayo pulang.
00:33:48Ayo pulang.
00:33:48Tidak apa-apa.
00:33:56Saya tidak memaksa kalian ikut mengaji di sini.
00:33:59Tetapi, dengan kita sholat berjamaah bersama, mengaji bersama, kita telah memuliakan rumah Allah.
00:34:05Dan sesungguhnya itulah orang-orang yang beriman.
00:34:08Bagaimana?
00:34:09Masih mau mengaji?
00:34:10Masih.
00:34:10Bagus.
00:34:12Ayo kita mau ajil lagi.
00:34:18Bismillahirrohmanirrohim.
00:34:40Dari mana kamu?
00:34:44Mengaji di Surau, Pak.
00:34:47Sejak kapan kamu mengaji di Surau?
00:34:49Semenjak Surau itu dibersihkan, terus diperlakukan laiknya rumah ibadah.
00:34:54Kamu tidak tahu menau tentang kampung ini.
00:34:59Bapak sekolahkan kamu di kota agar kamu tidak terbawa pengaruh buruk orang-orang di sini.
00:35:05Apa maksud Bapak pengaruh buruk?
00:35:06Justru Tiara pengen, Pak, warga itu bisa kembali ke Surau, mengaji bersama, sholat berjamaah, biar terhindar dari pengaruh buruk.
00:35:21Jangan langsung tahu kamu.
00:35:24Eh, pasti ada yang mempengaruhi pikiranmu.
00:35:33Sudahlah kamu kembali ke kota.
00:35:35Tidak ada gunanya lagi, kamu berkuat baik untuk warga di kampung ini.
00:35:43Dengar.
00:35:45Bapak tidak akan mengizinkan kamu mengaji di Surau itu.
00:35:50Nah, sebetulnya Bapak tidak melarangmu mengaji, tapi jangan di Surau itu.
00:35:56Apalagi kamu belajar mengaji sama anak dukun Doti itu.
00:35:59Bapak Isan bukan dukun.
00:36:01Almarhum cuma guru ngaji, Pak.
00:36:03Lagi pula Isan datang ke sini baik-baik.
00:36:04Tapi dia belum bersihkan Surau.
00:36:08Dia ajarin anak-anak mengaji.
00:36:10Tiara sebagai anak yang lahir juga di kampung ini punya kewajiban.
00:36:15Tiara warga bisa kembali memulihkan rumah Allah.
00:36:17Kalau kamu membangkang, Bapak akan memaksamu kembali ke kota.
00:36:21Tiara bukan lagi anak kecil, Pak.
00:36:23Tiara sudah mahasiswa.
00:36:24Tiara berhak untuk menentukan sikap menegakannya.
00:36:27Maaf, Bapak. Tiara masuk kamar.
00:36:30Tiara!
00:36:31Hei!
00:36:32Terima kasih.
00:36:33Tiara.
00:36:34Mari.
00:36:35Kampung kita ini kian meresahkan setelah kematian istri Den Syahril dan Rina.
00:36:46Ditambah lagi, istri Den Lalang yang depresi karena kematian si Rina.
00:36:52Rina, kamu makan dulu, Yana.
00:36:56Ayo makan, Rina.
00:36:58Kamu tidak mau dengar kata-kata, Mama!
00:37:00Ayo makan!
00:37:04Ayo makan, Rina!
00:37:08Rina.
00:37:12Mama sayang kamu, Nang.
00:37:15Begitulah, Pak Dusun.
00:37:27Sejak Rina meninggal, istri saya jadi depresi.
00:37:32Bahkan, dia sudah tidak mengenali saya lagi, Pak Dusun.
00:37:40Siapa kamu?
00:37:42Ayo.
00:37:42Pergi!
00:37:43Pergi!
00:37:45Siapa yang tegak melakukan semua ini terhadap keluarga saya, Pak Dusun?
00:38:00Dia akan membapat balasannya.
00:38:06Tak pergi.
00:38:08Serahkan semua kepada Allah.
00:38:11Siapa yang berbuat jahat,
00:38:12pasti akan merasakan
00:38:14balasan dari kejahatannya.
00:38:18Sampai.
00:38:19Kalau kamu tidak mau makan, Rina,
00:38:20biar Mama yang makan.
00:38:21Belum lagi, isu yang merebak, ada mayat hidup yang memangsa ternak penduduk.
00:38:44Pak, kambingnya berisik, Pak.
00:38:51Pak, sepertinya ada pencuri di kandang kambing kita, Pak.
00:38:57Coba Bapak lihat di belakang, Pak.
00:39:00Oh, iya, ya?
00:39:03Ibu tunggu di sini, ya.
00:39:04Saya cek di kandang.
00:39:05Pak, hati-hati, Pak.
00:39:06Iya, iya.
00:39:30Cak, cak, cak, cak, cak, cak cekan!
00:39:33Cekan, Bu!
00:39:34Setan makan kambing!
00:39:37Mana mungkin ada setan?
00:39:38Ada setan makan kambing!
00:39:40Tidak mungkin, Pak, ada setan makan kambing.
00:39:43Bapak ada-ada saja.
00:39:45Ya benar, Bu.
00:39:47Ada setan makan kambing di bawah.
00:39:56Kasian warga di sini.
00:39:57Diteror oleh si Doti.
00:39:59Doti memang ada.
00:40:00Hanya saja,
00:40:03Ada yang memanfaatkan situasi
00:40:05Untuk kepentingan tertentu.
00:40:06Untuk kepentingan tertentu.
00:40:15Terima kasih.
00:40:45Terima kasih.
00:41:15Kamu harus berhati-hati.
00:41:17Rupanya, ada orang yang mengincarmu.
00:41:19Kamu harus banyak berdoa dan bersikir.
00:41:25Ada api, Kesan.
00:41:26Kenapa ya?
00:41:34Aco!
00:41:35Ayo pulang, Aco!
00:41:37Sejak kapan dia begini?
00:41:39Aco!
00:41:40Kurang dari Surau, deng.
00:41:41Dia tuh muntah-muntah.
00:41:43Lalu badannya mendadak panas.
00:41:45Sudah kubilang, jangan ke Surau.
00:41:48Surau itu dibangun oleh Daeng Rate.
00:41:50Dia itu dukun dos yang berkenau, guru mengaji.
00:41:53Iya, Deng. Saya sudah melarang anak saya untuk pergi ke Surau.
00:41:57Akan tetapi, anak Deng lah yang mengajak anak-anak untuk mengajik di Surau.
00:42:04Asyurah, Deng.
00:42:06Sadar, Neng.
00:42:08Lelah, cuok.
00:42:10Cuok.
00:42:17Ayo, keluar.
00:42:23Ayo, cuok.
00:42:26Cuok, cuok.
00:42:35Tiara.
00:42:38Tiara.
00:42:40Buka pintunya.
00:42:42Tiara.
00:42:46Ayo.
00:42:53Ada apa, Pak? Tiara sedang mengaji.
00:42:56Kalau kamu mengaji, suara jangan keras-keras. Sakit kuping bapakmu.
00:43:02Sudah mengajinya dalam hati saja.
00:43:05Astaghfirullahaladzim.
00:43:07Bukan termasuk bagian dari kami orang yang nyatak hana terhadap Al-Quran.
00:43:12Menurut hadis Bukhari Muslim,
00:43:14ya takh hana itu memperbagus suara dalam membaca Al-Quran dalam suara yang indah.
00:43:20Jangan ajari bapakmu.
00:43:23Ini karena pengaruh anak dukun itu sehingga kamu berani menentang bapakmu.
00:43:28Saya tidak menentang bapak.
00:43:30Saya ingin menyampaikan kebenaran.
00:43:32Jangan seramai bapakmu.
00:43:34Sudah.
00:43:36Bapak tidak mau kamu ketemu sama anak dukun itu lagi.
00:43:41Apalagi sampai kamu mengajak anak-anak mengajari surau itu.
00:43:46Awas sampai bapak lihat.
00:43:49Bapak tidak akan segan-segan mengurungmu dalam kamar.
00:43:52Dan bapak juga tidak akan segan.
00:43:54Serta menyuruh orang-orang untuk mengusir dia dari kampung ini.
00:43:59Bapak Ishan bukan dukun doti, pak.
00:44:02Justru bapak sekarang jadi dukun.
00:44:04Bapak belum bisa meninggalkan ritual-ritual lama.
00:44:07Dan itu menyesatkan, pak.
00:44:09Itu musyrik.
00:44:11Jaga omonganmu.
00:44:12Tahu apakah kamu?
00:44:15Ritual leluhur adalah keajaran yang harus dihormati.
00:44:23Atau bukan dukun.
00:44:25Bapak diberi kelebihan membantu untuk mengobati orang-orang yang sakit.
00:44:34Mengobati dengan cara yang salah?
00:44:36Karena bapak mempraktekan ilmu hitam, pak.
00:44:39Jaga omonganmu, Ciara.
00:44:43Bapak ingatkan sama kamu.
00:44:45Jangan sekali-kali lagi berani membantah bapakmu.
00:45:00Mas.
00:45:00La ilaha illallah
00:45:22Terima kasih sudah membersihkan surau ini.
00:45:37Meskipun tak ada orang yang mau datang sholat di sini.
00:45:42Terima kasih, Teta.
00:45:44Pertama kali kita bertemu pas awal saya datang ke sini.
00:45:47Iya.
00:45:49Ya, mari, Teta.
00:45:50Mari kita sholat.
00:45:52Teta sebagai imam.
00:45:53Sudah, nanda saja.
00:45:55Biar saya jadi mahkong.
00:45:58Ini tidak bisa terus dibiarkan, Pak Dusun.
00:46:01Kedatangan dia jelas membawa dendam.
00:46:04Jika dibiarkan,
00:46:07akan semakin banyak korban.
00:46:09Dan desa kita akan semakin mencekam.
00:46:14Betul, Pak Dusun.
00:46:16Kita harus bertindak.
00:46:18Usir anak dukunot itu dari kampung ini.
00:46:20Yang membangun surau itu adalah bapakmu.
00:46:28Sebelum dibangun,
00:46:30surau itu adalah tempat pemujaan warga
00:46:35setiap kali merayakan pesta panen.
00:46:39Warga melakukan ritual di atas batu besar itu adalah kepercayaan lama masyarakat di kampung ini.
00:46:50Mereka pesta pora dan mereka mengelilingi batu besar sambil mabuk-mabukan.
00:47:09Sampai saatnya kehadiran bapakmu memberikan pemahaman dan ilmu agama.
00:47:18Hingga kemusrikan di kampung ini berangsur-angsur menghilang.
00:47:28Mulai saat itu warga rajin sholat berjamaah dan mengaji ke surau.
00:47:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:47:45Tapi tidak semua orang menyukainya.
00:47:51Khususnya mereka yang masih percaya akan ritual kepada leluhur.
00:47:59Suatu ketika muncul wabah penyakit mengerikan di kampung ini
00:48:05yang menimbulkan kematian demi kematian.
00:48:19Pada saat dua jenasa warga yang ingin disolatkan
00:48:25tiba-tiba keluar liban dari selah-selah kain kafan.
00:48:32Masyarakat percaya bahwa itu adalah pertanda buruk.
00:48:38Leluhur yang marah karena tak ada lagi persembahan yang dilakukan.
00:48:46Bapakmu dituduh memiliki ilmu doti yang menimbulkan kematian demi kematian
00:48:54karena dianggap sebagai keturunan dari kampung Ujung Karama
00:49:00di mana ilmu doti itu berasal termasuk dengan dirimu.
00:49:08Sebagai keturunan dengrate,
00:49:11masyarakat masih percaya bahwa ilmu doti itu masih ada
00:49:17dan berlangsung turun-temurun.
00:49:20Akibatnya bapakmu mendapatkan perlakuan keji
00:49:26hingga keluargamu diusir dari kampung ini.
00:49:31ini.
00:49:33Bapak!
00:49:34Bapak!
00:49:36Bapak!
00:49:38Bapak!
00:49:38Bapak!
00:49:40Bapak!
00:49:41Kenapa bapak dibawa?
00:49:42Apa salah bapak?
00:49:43Bapak!
00:49:44Bapak berlaku di sini.
00:49:47Kita doakan bapak.
00:49:49Semoga Allah melindunginya.
00:49:50Siapa yang menebar fitnah hingga sekarang?
00:49:59Tolong, jangan main hakim sendiri.
00:50:02Kita bicarakan dulu baik-baik.
00:50:04Gue sampai kapan, Pak?
00:50:05Dengarkan saya.
00:50:07Kalau Pak Dusun tidak mau bertindak,
00:50:09biar kami semua yang bertindak.
00:50:11Bagaimana?
00:50:11Betul!
00:50:13Bapak-bapak, tenang dulu, tenang dulu.
00:50:17Kita harus bertindak, Pak Dusun.
00:50:19Dan anak itu harus kita usir dari kampung kita.
00:50:22Ayo!
00:50:24Ayo!
00:50:25Ayo usir dia!
00:50:28Ayo usir dia!
00:50:29Ayo usir dia!
00:50:31Usir!
00:50:32Usir!
00:50:33Usir!
00:50:33Usir!
00:50:33Usir!
00:50:34Usir anak Dukun Doti!
00:50:36Hei anak Dukun Doti!
00:50:38Segera kamu tinggalkan tempat ini.
00:50:40Atau kami akan memaksamu pergi!
00:50:42Usir!
00:50:42Usir!
00:50:44Ini kampung halaman saya.
00:50:46Saya punya hak untuk tinggal di sini.
00:50:47Dan perlu saya tegaskan,
00:50:50Bapak saya bukan Dukun.
00:50:51Apalagi memiliki ilmu Doti.
00:50:53Kalian salah dan telah memfitnah keluarga saya.
00:50:55Bohong!
00:50:57Kamu itu anak Dukun Doti!
00:51:00Sejak kedatangan kamu di sini,
00:51:03keluarga kita semakin resah.
00:51:05Betul!
00:51:06Ini kejadian aneh di kampung kita!
00:51:09Benar!
00:51:10Benar!
00:51:11Betul!
00:51:12Ilmu saya ilmu Allah.
00:51:13Bukan ilmu hitam.
00:51:15Maka dari itu saya mengajak kalian untuk sholat berjamaah.
00:51:18Di surau.
00:51:19Untuk apa?
00:51:20Agar kalian tidak terpengaruh oleh ilmu setan.
00:51:22Jangan banyak omong!
00:51:24Ayo!
00:51:25Mungkir dia!
00:51:26Ayo!
00:51:27Ayo!
00:51:27Bapak!
00:51:28Bapak!
00:51:29Bapak!
00:51:30Bapak!
00:51:30Bapak!
00:51:30Bapak!
00:51:33Bapak!
00:51:33Bapak kalian!
00:51:35Diadap!
00:51:36Dia tidak seperti apa yang kalian tuduhkan!
00:51:38Dia itu anak Dukun Doti!
00:51:40Dia datang ke sini untuk memakas dendam!
00:51:43Diam!
00:51:44Bapaknya bukan Dukun Doti!
00:51:46Dia datang ke sini hanya untuk bersiarah!
00:51:48Dia bersihkan surau untuk kembali mengajak keluarga sholat berjamaah!
00:51:52Dia ajari anak-anak kalian untuk kembali mengajik surau!
00:51:55Seharusnya kalian bersyukur!
00:51:56Ada anak muda yang berani mengembalikan kampung ini seperti dulu lagi!
00:52:02Pulang kalian semua!
00:52:04Jangan mau terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab!
00:52:14San!
00:52:21Kamu kenapa, San?
00:52:23Enggak apa-apa.
00:52:25Tapi itu muka kamu leban.
00:52:27Enggak apa-apa.
00:52:32Ada orang yang sengaja kembali membuat tisu Doti.
00:52:35Terluar-luar resah.
00:52:36Atau memang ada yang menggunakan ilmu Doti?
00:52:39Untuk bales dendam.
00:52:40Kamu percaya dengan Doti?
00:52:43Ada yang ingin saya ceritakan.
00:52:45Jadi ada yang menyerang kamu menggunakan ilmu hitam berwujud ular?
00:52:49Terus kumpulan asap lah ke kamar sari?
00:52:51Iya.
00:52:52Iya.
00:52:53Jangan lupa.
00:52:54Jangan lupa.
00:52:54Tidak.
00:52:55Itu juga.
00:52:56Terus kumpulan asap lah.
00:52:56Tidak.
00:52:56Tapi karena dia ceritakan.
00:52:57Tidak.
00:52:58Ini menyerang kamu tahu.
00:52:58Jadi itu juga menyerang kamu.
00:52:58Tidak.
00:52:59Terima kasih.
00:53:29Terima kasih.
00:53:59Terima kasih.
00:54:29Terima kasih.
00:54:59Terima kasih.
00:55:29Terima kasih.
00:55:59Kamu harus kuat menghadapi semuanya.
00:56:04Kamu ditakdirkan untuk menghentikan semua kejadian kutukan ini.
00:56:10Allah bersamamu.
00:56:15Amin.
00:56:18Saya belum maghrib.
00:56:20Silahkan, Tata.
00:56:21Iksan, kamu tidak apa-apa.
00:56:40Oh, hanya khawatir kamu belum pulang.
00:56:44Ini sudah lewat maghrib.
00:56:47Sepertinya kondisi cuaca juga kurang bagus.
00:56:50Seperti mau turun hujan.
00:56:51Saya tidak apa-apa, Tata.
00:56:52Saya tidak apa-apa, Om.
00:56:54Syukurlah.
00:56:56Sari mana?
00:56:56Sari?
00:56:57Iya.
00:56:58Tidak ada sari di sini.
00:56:59Apa?
00:57:01Tadi dia pamitmu ke suruh.
00:57:03Ketika mendengar ada orang mau mendatangimu.
00:57:07Tidak ada siapa-siapa di sini, kecuali Tata yang sedang sholat.
00:57:09Tata siapa?
00:57:10Kamu dari mana dan mau ke mana?
00:57:13Sepertinya kamu datang dari jauh.
00:57:18Tapi, Tata.
00:57:19Saya dari kota.
00:57:21Mau ke kampung Jonjo.
00:57:22Apakah masih jauh?
00:57:26Mari.
00:57:27Iya.
00:57:35Kemana dia?
00:57:38Baru saja dia masuk ke Surau ini.
00:57:40Mungkin orang tua yang kamu maksud adalah Karaisarroh.
00:57:46Tapi dia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu.
00:58:03Dia juga sahabat bapakmu.
00:58:06Dia memang selalu ke Surau ini.
00:58:08Dia lah yang mempertahankan Surau ini ketika warga sudah tidak mau sholat di sini.
00:58:18Beliau itu orang baik.
00:58:21Mungkin beliau hanya ingin memperlihatkan sesuatu yang baik padamu.
00:58:26Om.
00:58:27Sebaiknya sekarang kita cari-cari.
00:58:29Iya.
00:58:30Kita lapor ke Pak Dusun.
00:58:32Ayo.
00:58:32Ayo mari.
00:58:44Ayo.
00:58:44Ayo jari, tolong itu, tolong dulu
00:58:57Ayo cepat keluar semuanya, keluar, bawa keluar
00:59:02Dia ingin tahu
00:59:10Tenang, jangan pakaian
00:59:14Tenang, tenang, deng itu
00:59:22Ma, maaf, maaf, maaf
00:59:32Deng itu
00:59:33Sudah, deng lalang
00:59:39Kalau dia tidak diikat seperti ini, suatu saat dia pasti akan mengamuk lagi
00:59:46Iya, deng rewa
00:59:47Assalamualaikum, deng
00:59:50Deng
00:59:51Sepertinya, deng rewa tidak ada di rumah
00:59:56Tunggu dulu
00:59:57Kayak ada suara orang
01:00:01Iya
01:00:02Ih, suaranya dari bawah
01:00:06Ayo kita lihat
01:00:08Sabri dalam
01:00:19Sabri dalam
01:00:21Sabri dalam
01:00:23Astagfirullahaladzim
01:00:29Tiara
01:00:30Tiara
01:00:31Tiara
01:00:33Tiara
01:00:34Siapa miliko kayak gini
01:00:35Terus
01:00:36Di mana deng rewa
01:00:37Ceritanya panjang
01:00:38Sekarang kita harus ke rumah Pak Dusun
01:00:40Ada hal yang sangat penting
01:00:41Assalamualaikum
01:00:43Waalaikumsalam
01:00:45Assalamualaikum
01:00:46Waalaikumsalam
01:00:47Nah
01:00:48Ini dia orangnya
01:00:52Sumber malapetaka di kampung kita
01:00:55Kebetulan kamu kesini
01:00:56Segera kamu bertanggung jawab atas apa yang terjadi di kampung ini
01:01:01Betul?
01:01:02Betul!
01:01:03Betul!
01:01:04Tunggu dulu
01:01:05Jangan kalian asal menuduh
01:01:07Tapi Pak Dusun
01:01:09Anak saya Sari meninggalkan rumah
01:01:12Tadi sore dia pamitan mau ke Surau
01:01:14Tapi setelah saya ke Surau
01:01:16Dia tidak ada di sana
01:01:17Jadi Sari belum pulang sampai sekarang?
01:01:19Iya
01:01:20Teng Piro
01:01:21Siapa suruh anakmu pergi ke Surau
01:01:23Surau itu dibangun oleh Dukun Doti
01:01:26Dia sumber petaka sejak kedatangannya
01:01:29Sabar, sabar
01:01:30Dia ingin membalas kematian bapaknya
01:01:33Terserah
01:01:34Terserah
01:01:35Sambat
01:01:36Sebelum terlambat
01:01:37Bagaimana
01:01:39Kalau kita tangkap dia?
01:01:40Setuju?
01:01:41Tengkap, tangkap, tangkap, tangkap, tangkap, tangkap
01:01:44Tunggu
01:01:45Sambat
01:01:46Nanti kalian semua sudah dirasuki iblis
01:01:48Bukan dia penyebabnya
01:01:50Saya tahu siapa di belakang semua ini
01:01:52Kita harus cepat melaporkan ini pada Den Rewa.
01:02:07Ayo, Mi.
01:02:12Eh, kau dengar itu?
01:02:16Seperti ada orang tertawa.
01:02:18Apa itu, Mi?
01:02:19Jangan-jangan.
01:02:24Jangan-jangan.
01:02:26Setan.
01:02:27Jangan kau bicara setan di sini.
01:02:41Lu, Keman!
01:02:45Lu, Keman!
01:02:49Lu, Keman!
01:02:50Lu, Keman!
01:02:51Lu, Keman!
01:02:52Lu, Keman!
01:02:53Lu, Keman!
01:02:54Lu, Keman!
01:02:55Lu, Keman!
01:02:56Lu, Keman!
01:02:57Lu, Keman!
01:02:58Lu, Keman!
01:02:59Lu, Keman!
01:03:00Lu, Keman!
01:03:02Lu, Keman!
01:03:03Lu, Keman!
01:03:04Lu, Keman!
01:03:05Lu, Keman!
01:03:06Lu, Keman!
01:03:07Lu, Keman!
01:03:08Lu, Keman!
01:03:09Lu, Keman!
01:03:10Lu, Keman!
01:03:11Lu, Keman!
01:03:12Lu, Keman!
01:03:13Lu, Keman!
01:03:14Lu, Keman!
01:03:15Lu, Keman!
01:03:16Tolong!
01:03:19Tolong!
01:03:20Besok saya akan mengajik ke Juru.
01:03:31Tolong!
01:03:32Tolong!
01:03:33Tolong!
01:03:34Tolong!
01:03:35Tolong!
01:03:42Sari!
01:03:43Sari!
01:03:44Sari!
01:03:45Sari!
01:03:46Sari!
01:03:47Sari!
01:03:48Sari!
01:03:49Oh, Tepunguju!
01:03:52Bagilisai!
01:03:54Inakesalam amataku
01:03:58Inakesalam amataku akwakuri kuri
01:04:02Dupaku tunung bebe yukku
01:04:05Ya, Dene
01:04:08Bukulenyu nabukuleku
01:04:12Ya, Dene
01:04:13Sari!
01:04:14Atleti
01:04:16Sari!
01:04:17Sari!
01:04:18Amataku!
01:04:19Sari!
01:04:20Kumi!
01:04:21Sari!
01:04:22Sari!
01:04:23Sari!
01:04:24Sari!
01:04:25Sari!
01:04:26Sari!
01:04:27Aku bunuh, nak terbukung.
01:04:31Iya.
01:04:35Nak ke pandu cini, nak baksa upamak ini.
01:04:39Diara binting.
01:04:46Diara suri binting.
01:04:50Syari!
01:04:51Apa yang kamu lakukan di situ, nak?
01:04:54Aku bukan Syari!
01:04:57Syari!
01:04:59Istighfar, nak!
01:05:01Itu musrik!
01:05:03Ayo pulang, nak!
01:05:05Pulang!
01:05:14Jangan ganggu aku!
01:05:16Ayo pulang, nak! Pulanglah!
01:05:19Syari!
01:05:21Sadar, nak!
01:05:23Saya mau pangu!
01:05:25Jangan ikut campur urusan kau!
01:05:27Syari!
01:05:28Lepaskan dia!
01:05:37Kamu yang saya mau.
01:05:39Kamu harus jadi pendapat.
01:05:41Istighfar, Syari!
01:05:43Kamu telah tersesat jalan!
01:05:45Jangan tergoda oleh raih, setan!
01:05:47Istighfar, Syari!
01:05:49Istighfar, Syari!
01:05:51Isighfar, Syari!
01:06:14Syari!
01:06:15Siara kau buta kaya randa jangka
01:06:18Hati-hati Ksan
01:06:21Hati-hati
01:06:22Itu yang mau tuju
01:06:23Hati-hati
01:06:25Lah Allah
01:06:34Walau ketelatillah
01:06:45Sari
01:06:52Sari
01:06:53Sari
01:06:54Sari
01:06:55Sari
01:06:56Sari
01:06:57Sari bangun
01:06:59Sari
01:07:00Sari
01:07:01Bangun nak
01:07:03Kan
01:07:05Kak Rik
01:07:06Kak
01:07:08Kan
01:07:11Aku Isan
01:07:13Aku
01:07:16Maaf
01:07:17Cinta Aino
01:07:19Dengan
01:07:20Cara
01:07:21Yang
01:07:22Kalah
01:07:23Isan
01:07:25Saya ingin
01:07:26Kalau besar nanti
01:07:28Kita selalu bersama seperti ini
01:07:30Ya gak mungkin lah Sari
01:07:32Kan kalau kita besar nanti kita akan menikah
01:07:35Kita akan punya pasangan masing-masing
01:07:37Oh ya juga ya
01:07:39Kalau nanti
01:07:41Pasanganmu
01:07:42Saya aja
01:07:43Mau gak
01:07:44Daeng
01:07:45Saya tahu
01:07:46Daeng tidak suka
01:07:47Tiara dekat dengan Iksan
01:07:49Saya pun demikian
01:07:51Daeng
01:07:53Beritahu saya cara
01:07:54Agar Iksan mencintai saya
01:07:56Dengan Iksan mencintai saya
01:07:58Dia akan melupakan Tiara
01:08:05Itu hal mudah
01:08:09Asal kamu
01:08:11Mau mengikuti ritual
01:08:13Aku sudah memaafkanmu Sari
01:08:16Kami semua memaafkanmu
01:08:19Yang penting kamu sadar
01:08:21Atas kesalahan yang telah kamu buat
01:08:23Dawa kita maaflah pada Allah
01:08:26Beristifahmu
01:08:28Atau
01:08:30Atau
01:08:31Atau
01:08:32Atau
01:08:33Atau
01:08:34Atau
01:08:35Sari
01:08:36Sari
01:08:37Sari
01:08:38Baru
01:08:46Badusun
01:08:47Saya melihat dan rewa tewas tergantung datang pohon
01:08:50Ini sana
01:08:51Opa
01:08:52Indah nilaiwan nilirah
01:08:53Joon
01:08:54Dan Tiro
01:08:55Bawasari dari sini
01:08:56Ayo bantu
01:08:57Yang lain hidup saya
01:08:58Ayo ayo
01:08:59Mbak!
01:09:00Yara!
01:09:03Mbak!
01:09:05Mbak!
01:09:09Mbak!
01:09:13Mbak!
01:09:17Mbak!
01:09:29Mbak!
01:09:31Mbak!
01:09:37Mbak!
01:09:39Mbak!
01:09:41Mbak!
01:09:53Mbak!
01:09:59Mbak!
01:10:03Mbak!
01:10:04Mbak, saya minta maaf ya, Pak.
01:10:06Atas apa yang Bapak saya telah lakukan selama ini.
01:10:11Kalau sampaikan permintaan maaf saya kepada orang lain, Pak.
01:10:17Ternyata Bapak saya tidak ada di belakang semua ini.
01:10:21Kami semua sudah memaafkan, Tiara.
01:10:25Semoga ada hikmah yang baik yang bisa kita ambil dari kejadian ini.
01:10:31Dan yang terpenting kemudian, kita bisa lebih meningkatkan ketakuan kita kepada Allah.
01:10:38Terima kasih, Pak Kadus.
01:10:44San, saya juga minta maaf pada keluarga kamu.
01:10:54Selamat menikmati.
01:11:24Selamat menikmati.
01:11:54Selamat menikmati.
01:12:24Selamat menikmati.
Komentar