00:00Bukan pemeriksaan terhadap saudara DA selaku eks-menteri pemuda dan olahraga.
00:06Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji
00:14dari pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia.
00:18Karena memang kami melihat Pak Dito ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik
00:27karena memang Pak Dito pada saat itu ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari pemerintah Indonesia.
00:35Sehingga ini juga kemudian menguatkan terkait dengan informasi-informasi atau bukti-bukti yang didapatkan oleh penyidik KPK
00:46berkaitan dengan diskresi yang dilakukan oleh Kementerian Agama.
00:50Karena memang kalau kita melihat asal-usul atau latar belakang pemberian kuota tambahan
00:56dari pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia adalah
00:59untuk memangkas panjangnya antrean ibadah haji reguler.
01:05Dimana antrean itu bisa sampai 30-40 tahun.
01:09Atas permasalahan yang disampaikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab tersebut,
01:15kemudian kita diberikan tambahan sejumlah Rp20.000.
01:19Nah, keterangan dari Pak Dito ini tentu kemudian membantu penyidik KPK untuk melengkapi bukti-bukti yang sudah didapatkan sebelumnya.
01:30Tentu rangkaian penyidikan perkara ini belum selesai hari ini.
01:35Penyidik masih akan terus memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pihak lain,
01:40termasuk untuk menjelaskan bagaimana soal proses diskresi,
01:44diskresi, distribusi kuota, jual-beli kuota,
01:48hingga soal aliran uang dari para Biro Travel ini kepada oknum-oknum di Kementerian Agama.
01:54Sehingga konstruksi perkara ini kemudian menjadi utuh,
01:59termasuk dalam proses pengisian, yaitu jual-beli kuota.
02:03Di mana beberapa pihak yang kemudian bisa membayar dengan nilai lebih,
02:09bisa berangkat lebih dulu, atau istilahnya T0,
02:12yang kemudian menyalip calon-calon jamaah lain yang sudah lama mengantre.
02:16Terima kasih telah menonton!
02:46Terima kasih telah menonton!
Komentar