Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan haji.

Dito mengaku ditanya soal kunjungan kerjanya bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi.

"Ditanya lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail dan semoga bisa membantu KPK dan juga yang sedang sekarang ini menyelesaikan kasus ini," ujar Dito di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga Eks Menpora Dito Ariotedjo Mengaku Ditanya KPK soal Pemilik Maktour Travel atau Mertuanya di https://www.kompas.tv/nasional/645807/eks-menpora-dito-ariotedjo-mengaku-ditanya-kpk-soal-pemilik-maktour-travel-atau-mertuanya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645820/full-eks-menpora-dito-diperiksa-kpk-soal-kasus-kuota-haji-singgung-kunker-jokowi-ke-arab-saudi
Transkrip
00:00Tadi sudah selesai diperiksa, tadi saya minta semuanya apa yang diperlukan saya jawab.
00:07Saya ada garis besar, memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi,
00:15waktu itu saya menampingi Bapak Presiden Jokowi.
00:18Dan tadi saya sudah menceritakan semuanya, detail, dan semoga bisa membantu KPK
00:26dan juga yang sedang sekarang ini menyelesaikan kasusnya.
00:31Itu kunjungan kerja apa sih, Mas? Mungkin bisa dijelaskan, Mas?
00:34Oh ya, waktu itu kunjungan kerja ada forum dunia dan juga ada bilateralnya.
00:39Kebetulan waktu itu olahraga menjadi sektor yang Kerajaan Arab Saudi ingin kerjasama.
00:46Jadi waktu itu ada tantangan MOU juga, ini MOU-nya tadi saya bawa.
00:50Untuk yang Kementerian Pemudaian Warraga, kebetulan tidak hanya Kemenpora, ada beberapa kementerian dan lembaga lainnya.
00:58Jadi itu pas bilateral dengan waktu itu, MBS, waktu itu masih putra mahkota ya, tapi sudah Perdana Menteri, jadi itu dilakukan.
01:07Jadi tadi saya menjelaskan, dan juga apa saja kegiatan-kegiatan waktu di Arab Saudi.
01:12Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota.
01:20Tapi memang pertemuan bilateral waktu itu saya ingat sekali dari putra mahkota, Perdana Menteri, Muhammad bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi.
01:31Pagi waktu itu juga, disitu juga kami memberikan dukungan untuk Tuan Rumah Piala Dunia waktu itu.
01:37Dan juga setelah makan siang, waktu itu saya ingat betul ada pembahasan dari Perdana Menteri ini menawarkan kepada Indonesia, apa saja yang harus dibantu.
01:49Mas, kalau misi yang tidak diajak, mas atau mas?
01:51Hah?
01:53Saya cerita dulu ini, ya kan, pas makan siang.
01:56Nah, apa saja yang perlu MBS bantu.
02:01Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti ke Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat itu masih haji.
02:13Itu yang disampaikan Bapak Presiden.
02:16Dan waktu itu saya ingat betul dari MBS, Perdana Menteri itu semangat untuk semuanya ditindak lanjuti.
02:26Dan di pertemuan itu tidak ada juga terkait dengan jumlah kuota.
02:29Tapi itu secara garis besar, Raja yang moodnya sangat baik dan happy, atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi ya, semuanya terlesana.
02:38Dan itu tidak hanya terkait dengan haji, ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak.
02:43Kuota yang minta Indonesia atau pemerintah Arab Saudi yang menawarkan berarti mas kalau dari pengetahuan mas?
02:49Saya ingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS.
02:56Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji.
03:00Karena kan haji kita butuh banyak kan.
03:03Dan itu bagian.
03:05Dan tidak hanya minta haji, sebelumnya ada IKN dan investasi juga.
03:08Berarti kayak ibaratnya tukar menukar mas?
03:10Ya enggak lah, ini namanya diplomasi, bukan tukar menukar.
03:13Pastinya ada lah, kebetulan kan Pak Fuad itu bapak dari istri saya.
03:19Ditanya itu kan mas kalau penakutan datang itu masih mas?
03:22Enggak, enggak, enggak ditanya sama sekali.
03:24Tapi emang benar mas, waktu itu penggeledahan di rumahnya Pak Fuad, waktu itu mas itu ada di lokasi?
03:29Saya tidak di lokasi, yang ada waktu itu masih istri saya.
03:33Kebetulan, ya mungkin ini saya jelasin dikit ya, kalau kultur orang dari keturunan Timur Tengah itu kan biasanya satu rumah itu memang isinya rame gitu.
03:43Keluarga anak-anaknya disatukan.
03:45Jadi kebetulan waktu penggeledahan.
03:48Ya, setahu saya karena waktu kunjungan ke Arab, Saudi, kan kalau kunjungan itu kan itu biasanya ditentukan oleh tuan rumah.
03:59Apa setor-setor yang rasanya akan dibahas.
04:03Kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan untuk pembahasan haji dan juga kebenaran agama ya.
04:11Menurut saya, saya tidak tahu.
04:13Saya belum tahu, tapi ya kalau dipanggil pasti saya siap hadir.
04:19Ya.
04:21Enggak ada suamaku, saya enggak ada suamaku.
04:23Mas ada tanda, bukan, bukan.
04:30Dalam lawatan itu berarti tidak ada istilah tukar-menukar antara Kemenpora dengan penambahan kota.
04:37Sudah lah, apa hubungannya?
04:38Kita waktu itu pentingnya tukerannya sama Cristiano Ronaldo untuk bisa ngelatih atau main di Indonesia.
04:47Ditanya aja Pak Fuad sebagai bapak dari istri saya sempat bertanya atau enggak.
04:54Ya, saya sudah sampaikan.
04:57Cuma satu pertanyaan kok.
04:58Ya, saya sudah tahu.
05:04Ya, cuma sekali.
05:06Ada satu pertanyaan doang.
05:08Pernah membahas atau tidak?
05:09Ini.
05:10Ini.
05:14Awas, awas, awas.
05:18Lagi jaga makan?
05:25Ayo, daw.
05:26Awas, awas.
05:27Awas, awas.
05:27Awas, awas.
05:28Awas, awas.
05:28Awas, awas.
05:29Hati-hati, hati-hati.
05:59Oke.
06:29Terusnya kan nanti ada menteri agama, tadi dijelaskan juga.
06:32Terima kasih.
06:33Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan