- 3 menit yang lalu
- #titokarnavian
- #mendagri
- #bencanasumatera
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan penjelasan soal tambahan anggaran transfer ke daerah untuk percepatan penanganan bencana Sumatera.
Kepada KompasTV, Tito menjelaskan bahwa setelah melakukan rapat dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Presiden menyetujui ada tambahan transfer ke daerah bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, baik daerah yang terdampak bencana maupun yang tidak.
Ia bilang ada sekitar Rp10 triliun dana yang disiapkan untuk wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Akhirnya gitu ya, tapi kalau ada anggaran daerah yang di 2026 sudah melebihi dari tahun 2025 ya dipakai yang 2026. Ya itulah kira-kira dan ini saya kira sangat signifikan ya bertambah lebih kurang totalnya Rp10,6 triliun ini bagi daerah," ujar Tito, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026).
Ia pun menekankan kepada pemerintah daerah untuk tak menyelewengkan dana tersebut.
Baca Juga Mendagri Tito Karnavian Pimpin Satgas Rehabilitasi 52 Kabupaten/Kota di Aceh, Sumut dan Sumbar di https://www.kompas.tv/regional/642421/mendagri-tito-karnavian-pimpin-satgas-rehabilitasi-52-kabupaten-kota-di-aceh-sumut-dan-sumbar
#titokarnavian #mendagri #bencanasumatera
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644602/full-eksklusif-mendagri-tito-buka-suara-soal-tambahan-anggaran-transfer-ke-daerah-bencana-sumatera
Kepada KompasTV, Tito menjelaskan bahwa setelah melakukan rapat dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Presiden menyetujui ada tambahan transfer ke daerah bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, baik daerah yang terdampak bencana maupun yang tidak.
Ia bilang ada sekitar Rp10 triliun dana yang disiapkan untuk wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Akhirnya gitu ya, tapi kalau ada anggaran daerah yang di 2026 sudah melebihi dari tahun 2025 ya dipakai yang 2026. Ya itulah kira-kira dan ini saya kira sangat signifikan ya bertambah lebih kurang totalnya Rp10,6 triliun ini bagi daerah," ujar Tito, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026).
Ia pun menekankan kepada pemerintah daerah untuk tak menyelewengkan dana tersebut.
Baca Juga Mendagri Tito Karnavian Pimpin Satgas Rehabilitasi 52 Kabupaten/Kota di Aceh, Sumut dan Sumbar di https://www.kompas.tv/regional/642421/mendagri-tito-karnavian-pimpin-satgas-rehabilitasi-52-kabupaten-kota-di-aceh-sumut-dan-sumbar
#titokarnavian #mendagri #bencanasumatera
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644602/full-eksklusif-mendagri-tito-buka-suara-soal-tambahan-anggaran-transfer-ke-daerah-bencana-sumatera
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Salah satu ini dibahas mengenai masalah progres situasi rencana di Sumatera, tiga provinsi.
00:10Dan disitu saya menyampaikan bahwa sebagian daerah ada yang sudah kembali dengan indikator diantaranya
00:20Pemerintahan Kabupaten, kecamatan, desa, relatif normal, kemudian juga sarana perlindungan, ada yang sudah kembali sekolah belajar dan tidak terganggu.
00:39Saya nampilkan data ini yang warna hijau berarti itu enggak masalah, yang kuning itu berarti ada hal yang harus diatensi.
00:54Nah saya, ini hasil rapat saya empat kali.
00:59Yang langsung tuh, saya kena lama turun tapi ini rapat resmi semenjak saya sebagai kasat gas pemulihan untuk percepatan pemulihan rekonstruksi rehabilitasi bencana Sumatera, tiga provinsi ini.
01:17Saya kan sudah rapat spesifik di seluruh kepala daerah Polkom Binda di Banda Aceh ya.
01:26Setelah itu saya terbang lagi ke Sumatera Utara, rapat detil.
01:32Ada seluruh para kepala daerah, berarti wali kota kebenur, dan kemudian setelah itu ke kota Padang ya.
01:39Nah, disitu saya nanya dengan indikator-indikator itu, bagaimana sana kesehatannya, ada terganggu enggak, PSUD-nya, puskesmasnya, bagaimana sana pendidikan sekolah mulai Pak Utik, KSD, SMP, Madrasa, SMA, SMK, bagaimana dengan akses jalan darat.
01:59Nah, jalan nasional, provinsi, koopatit, kota, jalan desa, jembatan, ekonominya gimana, pasar udah buka belum, toko-toko, warung-warung, objek kini apa-apa, ya.
02:13Kemudian juga saya menanyakan apa, apakah rumah ibadah ada yang rusak, dan seterusnya.
02:19Nah, kemudian juga hal yang penting mendasar untuk kehidupan, yaitu mulai dari listrik, internet, kemudian air minum, SPBU, LPG, gas, ya.
02:37Nah, sehingga saya bisa mengetahui peta-petanya.
02:39Dari peta itu, ketahuan ada 52 koopaten-kota di 3 provinsi.
02:45Nah, ada yang sudah normal, ada yang mendekati normal, ada yang perlu atensi.
02:52Di Sumatera Barat-Barat itu ada, saya sampaikan tadi Pak Presiden, ada 4 yang memerlukan atensi, meskipun nggak menafikan yang lain.
03:01Karena banyak indikatornya yang harus diperbaiki, yaitu di Kabupaten Agang, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Tanah Datar,
03:15Kabupaten Besisir Selatan.
03:18Nah, setelah itu saya sampaikan untuk Sumatera Utara, itu lima yang memerlukan atensi.
03:25Ada yang sudah normal, ada yang mendekati normal, ada yang mendekati atensi khusus.
03:30Karena beberapa indikator yang saya sampaikan tadi, itu dari dialog saya dengan para bupati, dan cek lapangan juga ada masalah.
03:43Yaitu Tapal di Tengah, Tapal di Selatan, Kota Simbolga, Tapal Utara, dan Kumbang Hasudutan.
03:51Nah, kemudian di Aceh, saya menyampaikan, ada yang normal, seperti Kabupaten Aceh Besar, ya.
04:07Tapi ada juga yang mendekati normal, ada juga yang memerlukan atensi khusus.
04:13Setidaknya saya catat tadi delapan, ya.
04:16Satu, Aceh Tamiang yang paling berat, Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Widjaya, Miren, Bener Meriah, Gayo Nuwes, dan satu lagi, Aceh Tengah.
04:31Takengon ibu katanya.
04:32Ini gunung.
04:35Nah, dari penjelasan saya tersebut, kemudian saya menyampaikan beberapa usulan.
04:44Mulai dari percepatan untuk pemersian rumpur, ya.
04:50Terutama di Aceh Tamiang dan di daerah-daerah datar rendah.
04:53Kemudian juga percepatan normalisasi sungai, karena kan banyak sedimen, ya.
05:00Seperti Sungai Aceh Tamiang, Sungai Merdu, DUP di Jaya.
05:05Kemudian juga untuk mengurangi pengusian tenda.
05:09Yang rumah ringan itu diberikan yang mulai 1 juta, yang rumahnya rusak sedang 30 juta.
05:15Nah, yang lainnya rusak berat dan hilang di untara, atau diberikan dana tunggu hunian, yang nilainya 3 bulan juta 1,8.
05:28Supaya dia bisa sewa atau tinggal di rumah keluarkannya.
05:31Nah, di samping itu, saya juga menyampaikan saran, mengenai masalah, ini yang paling pentingnya, yang saya sampaikan yaitu APBD.
05:47APBD. Nah, ini yang saya minta disampaikan betul, poin yang terpenting, yaitu, waktu rapat Satgas DPR dan Satgas Pemerintah di Bawana Aceh,
06:03ada usulan untuk transfer keuangan daerah, artinya pemasukan APBD daerah, yang berasal dari Kementerian Keuangan,
06:16Pemerintah Pusat, itu dikembalikan lagi, yang di tahun 26 ini, seperti tahun 2025, transfernya dari pusat.
06:30Kita tahu bahwa di tahun 26 ini terjadi pengurangan, karena pengalihan ke pusat.
06:36Jadi daerah minta agar yang bencana-bencana ini, tolonglah kami kembalikan lagi ke 2025, supaya punya anggaran untuk menangani bencana ini terutama.
06:51Nah, waktu yang lalu, ya, difasilitasi oleh Bapak Dasko, Satgas, Ketua Satgas DPR, ya, pengurian menghubungi Bapak Presiden,
07:06dan kemudian Bapak Presiden menanyakan kepada Menteri Keuangan Pak Purbaya, disetujui untuk di Aceh.
07:13Nah, pada waktu saya ke Sumatera Barat dan ke Sumatera Utara, pertanyaan yang sama yang ditanyakan oleh Bapak Dari sana,
07:22bagaimana kami, karena kami juga terdampak bencana.
07:25Nah, tadi saya mengusulkan kepada Bapak Presiden, ya, agar yang di, apa, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
07:38baik provinsi, kabupaten, kotanya, itu transfer keuangan daerahnya, artinya transfer dari pusat,
07:48kepada daerah yang menjadi salah satu, apa, revenue atau income, pemasukan pendapatan, ya, penerimaan untuk APBD,
08:02anggaran pendapatan belanja daerah, itu sama seperti tahun 2025, setelah efisiensi.
08:11Nah, saya nanyakan berapa kira-kira anggarannya.
08:16Saya sampaikan kalau seandainya yang diberikan hanya yang terdampak saja, ya, daerah terdampak,
08:25kita tahu misalnya seperti di Sumba itu ada 19 kabupaten kota, selain provinsi, ya,
08:33itu yang terdampak kan 16, sementara di Sumatera Utara,
08:36dari 33 kabupaten kota, yang terdampak kan 18.
08:43Nah, beliau menyampaikan, minta tanya itu, dan saya menyampaikan angkanya lah,
08:49kalau yang terdampak saja, 3 provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ya,
08:57itu 8,1 triliun.
08:59Sementara kalau yang tidak terdampak juga disertakan,
09:05tapi sebetulnya mereka juga mengalami problema, ya,
09:09karena banyak yang belanja ke daerah itu,
09:12terjadinya perang itu, peningkatan arus, dan lain-lain, ya,
09:16itu totalnya adalah 10,6 triliun.
09:18Nah, beliau langsung, kemudian, meminta pendapat dari Pak Menteri Keuangan, Pak Purbaya,
09:28bagaimana kesiapan agaran.
09:30Dan Pak Purbaya menyampaikan bahwa,
09:33kalau mau diberikan semuanya,
09:36untuk Aceh, provinsinya,
09:39kabupaten kota, ya,
09:41satu komandan triun debi,
09:43kemudian Sumatera Utara,
09:45untuk provinsinya,
09:47dan tiga petiaga kabupaten kota,
09:506,3 triliun,
09:52dan untuk provinsi Sumatera Barat,
09:55untuk APBD provinsinya,
09:5719,8 kota itu 2,6 triliun,
09:59maka, itu angkanya adalah 10,6 triliun.
10:04Jadi, yang terdampak, mungkin tidak terdampak.
10:06Dan beliau langsung memutuskan,
10:07jadi, diberikan kepada seluruh
10:11kabupaten kota di,
10:13dan provinsi di,
10:14tiga provinsi ini.
10:15Kenapa? Karena inilah bencana-bencana provinsi.
10:20Jadi, meskipun,
10:22misalnya di Aceh itu ada,
10:2518 yang terdampak dari 23,
10:27tapi empatnya lagi juga mengalami problema.
10:30Contohnya, misalnya,
10:33di Bandar Aceh banyak yang pindah,
10:35keluarganya yang,
10:36apa, yang terdampak,
10:38ke keluarganya di Bandar Aceh.
10:40Harga-harga meningkat,
10:41inflasi naik, gitu ya.
10:42Sumatera Utara, misalnya,
10:45di Nias tidak terlalu terdampak.
10:47Tapi, kota si Bolga,
10:49itu terdampak,
10:51ya,
10:52lumpur, segala macam,
10:53mengakibarkan jalan putus,
10:56akibatnya patokan ke si Bolga,
10:58sulit,
10:59masuk,
11:00si Bolga itu pintunya,
11:02pelabuannya,
11:03pintu untuk menuju Nias.
11:04sehingga seluruh kopaten Nias
11:06terdampak.
11:08Akibatnya, harga-harga naik.
11:10Gunung Sitoli itu,
11:12itu,
11:13akhir Desember lalu,
11:16itu tertinggi.
11:18Tertinggi,
11:19inflasi,
11:21dari 98 kota,
11:22di Indonesia.
11:24Meskipun dia tidak terdampak,
11:26banjir longsor.
11:27Tapi terdampak,
11:29karena efek banjir longsor di sekitarnya.
11:31Kota si Bolga khususnya.
11:33Nah, itulah.
11:34Jadi,
11:36saya ingin menyampaikan
11:36pada kesempatan ini,
11:39bahwa,
11:40apa,
11:41Bapak Presiden,
11:43ya,
11:43sudah memutuskan tadi,
11:46berdasarkan usulan
11:47dari teman-teman
11:49kepala daerah,
11:51sesumatra
11:52utara,
11:54sumatra barat,
11:55dan Aceh,
11:56ya,
11:57jadi seluruh.
11:58Dan kemudian beliau meminta
12:00pendapat dari
12:01Pak Purbayak,
12:03kesiapan anggarannya,
12:05dan Pak Purbayak
12:05menantarkan siap
12:06untuk 10,6 triliun itu,
12:10maka Presiden kemudian
12:11sudah memutuskan tadi,
12:13bahwa,
12:14seluruh,
12:15apa,
12:15Provinsi,
12:19Kabupaten Kota 3 ini,
12:21Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
12:25transfer keuangan daerahnya,
12:27disamakan dengan,
12:29di tahun 2025.
12:30Dengan kata lain,
12:31ya,
12:32ditambahnya,
12:33angkanya totalnya,
12:34menjadi 10,6 triliun.
12:37Nah,
12:37saya sudah komendagri,
12:40dan kasat gas
12:41untuk pemulihan,
12:43rekonstruksi rehabilitasi,
12:46bencana Sumatera,
12:47yang tiga provinsi ini,
12:49saya,
12:49atas nama,
12:50seluruh kepala daerah,
12:52ya,
12:52tiga provinsi ini,
12:55mengucapkan terima kasih banyak,
12:57kepada Bapak Presiden,
12:59atas kebijakan beliau,
13:00yang sangat luar biasa.
13:02Ya,
13:03karena ini akan sangat,
13:04memudahkan daerah,
13:06untuk,
13:07apa,
13:07nama itu,
13:10menangani,
13:11lebih mudah menangani,
13:12bencana karena ada uangnya.
13:13Ya,
13:14kita ambil contoh saja,
13:14misalnya,
13:16untuk,
13:17apa,
13:18bandak,
13:18provinsi sendiri,
13:19provinsi Aceh,
13:20itu otomatis,
13:21ini pertama,
13:22800 miliar,
13:23gitu,
13:24dan kemudian,
13:25lagi-lagi,
13:25misalnya,
13:26provinsi,
13:27apa,
13:28Sumatera,
13:29utara,
13:32ya,
13:34itu bisa bertambah,
13:35lebih kurang,
13:35hampir,
13:36hampir,
13:37hampir 1 triut,
13:40bahkan,
13:40lebih,
13:401,2 triut,
13:42provinsi Sumatera utara,
13:44ya,
13:45tambahannya,
13:45kemudian,
13:47Sumatera barat itu,
13:49dari 3,2,
13:51dikurang 2,
13:51lebih kurang 500 miliar,
13:53bertambahnya,
13:54sangat berarti sekali,
13:56nah,
13:56ini seperti misalnya,
13:57yang agak berat,
13:58yang,
13:59Aceh Tamiang,
14:00ya,
14:00Aceh Tamiang,
14:01yang paling berat lah,
14:03Aceh Tamiang,
14:04buat saya,
14:04ini,
14:06dari anggarannya semula,
14:12apa,
14:12yang 2006 ini,
14:131,012 triliun,
14:17kalau dikembalikan,
14:18ya,
14:19saya ulangi,
14:20dari 2006 ini,
14:22975,
14:24ya,
14:25dia menjadi 1,012,
14:27jadi,
14:27menambahnya lebih kurang,
14:28hampir,
14:2950 miliaran,
14:31ya,
14:32ada lagi,
14:32misalnya,
14:34eh,
14:35Aceh,
14:36katakanlah Aceh,
14:37apa,
14:38eh,
14:39Timur,
14:41selagi Aceh,
14:44Aceh Utara,
14:46misalnya,
14:47ya,
14:48itu juga ada pengurangan,
14:50ada,
14:50dia akan,
14:52ya,
14:52bertambah-tambah lagi,
14:53nah,
14:54kira-kira itu,
14:56ya,
14:56tapi kalau ada,
14:57anggaran daerah yang,
14:59dia,
15:00di 2006 sudah,
15:02melebihi,
15:03dari tahun 2005,
15:04ya,
15:04dipakai tahun 2006,
15:06ya,
15:07itulah kira-kira,
15:09dan ini,
15:09saya kira sangat signifikan,
15:11ya,
15:12apa,
15:12eh,
15:13bertambah,
15:14lebih kurang,
15:16totalnya,
15:1710,6 triliun,
15:19ini,
15:20bagi daerah,
15:20saya,
15:21ingin terima kasih juga,
15:23kepada Bapak,
15:23Menteri Keuangan,
15:25Pak Purbaya,
15:27karena,
15:28dia langsung cepat menangkap,
15:29dan paham,
15:30bagaimana problema,
15:32yang diharapkan oleh teman-teman,
15:33kepala daerah,
15:34yang sangat memerlukan,
15:36tambahan biaya,
15:37dan,
15:38saya memesankan,
15:39kepada seluruh,
15:40eh,
15:41teman-teman,
15:42keperbaikan,
15:43tiga provinsi,
15:45baik Aceh,
15:46Sumatera Utara,
15:47Sumatera Barat,
15:48dan,
15:50semua kebuatan kota,
15:51yang terdampak,
15:52betul-betul,
15:53manfaatkan,
15:54anggaran ini,
15:55ya,
15:56setiap setnya,
15:57untuk,
15:57segera menangkan,
15:58secara ini,
15:59contoh,
16:00misalnya,
16:01eh,
16:02apa,
16:03sekolah,
16:04yang sudah dibersihkan,
16:05misalnya,
16:06segera isi,
16:07kursi-kursinya,
16:09peralatan,
16:10sekolahnya,
16:11kemudian,
16:12kemudian,
16:12apa,
16:13apa,
16:13eh,
16:13kantor-kantor dinas,
16:15yang tadinya,
16:16di Tacek,
16:16Tamiang,
16:17itu penuh lumpur,
16:19ya,
16:20sudah dibersihkan,
16:21oleh,
16:22adik-adik dari PDN,
16:24mebelernya,
16:25nggak ada,
16:26laptop,
16:27nggak ada,
16:28peralatan lain,
16:29nggak ada,
16:30untuk bekerja administrasi,
16:31segera penuhi,
16:33dari anggaran ini,
16:34kemudian,
16:36juga,
16:37eh,
16:38tingkat provinsi,
16:40sungai,
16:40misalnya,
16:41ada yang,
16:42eh,
16:43ditangani pusat,
16:44ada mungkin yang nggak tertangani oleh pusat,
16:47segera,
16:48eh,
16:48tangani,
16:50ada mungkin jembatan,
16:51atau jalan yang pusat-pusat,
16:53ya,
16:55eh,
16:56yang,
16:57sebagai besar,
16:57ditangani oleh pusat,
16:59yang nggak tertangani oleh pusat,
17:00gunakan,
17:02anggaran ini,
17:02untuk,
17:03memperbaiki,
17:05jalan keempatan kota,
17:06jalan provinsi,
17:07dan daerah ini,
17:09manfaatkan betul,
17:10dan saya akan mengawal ini,
17:12bersama-sama,
17:13nanti,
17:13koordinasi dengan Pak,
17:14Menteri Keuangan,
17:16jadi,
17:16dijen-jennya,
17:17dijen-jen saya juga,
17:19untuk,
17:19secepat mungkin,
17:21anggaran ini,
17:22dapat segera ditransfer,
17:24ke daerah-daerah,
17:25sehingga daerah ini,
17:26cepat juga melakukan pemulihan,
17:28segera itu,
17:29terima kasih banyak,
17:30Assalamualaikum Wr. Wb.
17:33Soal,
17:36kapan bakal ditransfer?
17:38Ya, saya maunya minggu depan,
17:39ini kan hari,
17:42Sabtu,
17:43nggak masukkan jatah,
17:44minggu,
17:46ya,
17:46Senin mulai proses,
17:47koordinasi antara,
17:49dijen saya,
17:50di Keuangan Daerah,
17:51Pak Agus Fatoni,
17:53yang nangani,
17:54anggaran daerah,
17:56dengan,
17:56dijen,
17:57perimbangan,
17:59kemenangan keuangan,
17:59Bapak Askolhani,
18:01yang ngurusin,
18:02anggaran daerah,
18:03tapi kan yang paling penting,
18:05adalah,
18:06keputusan,
18:07dari Bapak Presiden,
18:09sudah,
18:10ya,
18:11bahwa,
18:11tiga provinsi ini,
18:13dan semua,
18:14kabupaten kotanya,
18:15anggaran,
18:19TKD,
18:20transfer keuangan daerah,
18:22yang dari Kementerian Keuangan,
18:24disamakan dengan,
18:25tahun 2005,
18:26setelah efisiensi,
18:282005 itu dua macam,
18:29ada yang di awal tahun,
18:30ada yang kemudian di efisiensi,
18:32nah, yang di efisiensi,
18:34tapi kalau seandainya,
18:35yang TKD-nya ini,
18:362006,
18:38itu,
18:38lebih tinggi daripada,
18:39yang,
18:40yang efisiensi 2005,
18:42ya, kita pakai yang 2006,
18:432006,
18:44supaya daerah,
18:47apa,
18:47memiliki,
18:50apa namanya itu,
18:52instrumen lah,
18:54ya,
18:54keuangan yang,
18:55yang,
18:57lumayan bisa,
18:58membantu penanganan rencana ini,
19:00karena salah satu,
19:01yang dibutuhan mereka ini,
19:01tentunya lah,
19:03anggaran,
19:04saya kira itu ya,
19:06makasih banyak,
19:07Pak Presiden,
19:08Pak Presiden,
19:11ya jelas,
19:12beliau,
19:13sangat memahami,
19:15kesulitan dari,
19:16daerah,
19:17beliau sudah mobilisasi,
19:19semua kekuatan pusat,
19:20dan itu,
19:22ada anggaran yang tersendiri,
19:24dan PU,
19:25dari Menterian,
19:27Pendidikan,
19:28dari,
19:29dan antara,
19:30kesehatan,
19:30lain-lain,
19:31TNI,
19:32Poli,
19:33BNPB,
19:35kemudian juga,
19:36Basarnas,
19:37macam-macam,
19:38semua di backup,
19:39semua,
19:39semua didorong,
19:40tapi daerah sendiri,
19:44ini juga,
19:45tentu,
19:47perlu juga untuk bergerak,
19:48ngotong-royong,
19:50nah,
19:50tapi untuk mereka kuat,
19:52tambah anggaran,
19:53kira-kira gitu,
19:54ya,
19:55Pak Imbawan,
19:56supaya tidak,
19:56di selewengkan,
19:57ya,
19:58jangan di selewengkan,
19:59ini anggaran rencana,
20:00kalau anggaran rencana,
20:01ini sampai di selewengkan,
20:03ini,
20:04apa namanya itu,
20:06mudaratnya,
20:07berkali,
20:07berlipat ganda,
20:09satu ini adalah,
20:10pidana,
20:12yang kedua,
20:13tonggok kepada Tuhan,
20:16yang ketiga,
20:16ini adalah,
20:18artinya,
20:20menikmati,
20:21menari-nari,
20:22di atas pergelitaan,
20:23masyarakatnya sendiri,
20:25ya,
20:25boleh,
20:26tolong betul-betul,
20:27saya minta,
20:28untuk teman-teman daerah,
20:29manfaatkan betul,
20:31gunakan betul,
20:31sesuai dengan,
20:33problema daerah masing-masing,
20:34ada yang urusannya jalan,
20:36ada yang urusannya,
20:38untuk fungsi,
20:40ya,
20:40bantu-bantu,
20:42ada yang urusannya,
20:43untuk bersih sungai,
20:46ada yang untuk melimbeler,
20:48atau masyarakat,
20:49yang masyarakat,
20:50untuk merisikkan lumpur,
20:52meskipun tentu,
20:53dari pusat,
20:54tidak tinggal diam,
20:54sekarang,
20:55sampai hari ini,
20:56juga kekuatan pusat,
20:58makin ditambah,
20:59makin ditambah,
21:00ya,
21:01untuk membantu,
21:01tapi daerah juga,
21:03kan,
21:03tidak boleh,
21:03bertanggung tangan,
21:05diam,
21:06mereka juga,
21:06sebuah kerja,
21:07ya,
21:08jadi,
21:09dengan tambahan,
21:10anggaran ini,
21:11saya harap,
21:12kerja mereka,
21:13lebih optimal lagi,
21:15jangan diserah gunakan,
21:16sekali lagi,
21:17saya akan kawal,
21:18secepat mungkin,
21:19bersama dengan,
21:19Menteri Keuangan,
21:21agar,
21:21anggaran-anggaran ini,
21:22dapat segera,
21:23ditransfer,
21:23ke daerah-daerah,
21:25secepat mungkin,
21:25saya Sintia Rompas,
21:36saksikan program-program Kompas TV,
21:39melalui siaran digital,
21:41pay TV,
21:42dan media streaming lainnya,
21:44Kompas TV,
21:45independen,
21:46terpercaya.
Jadilah yang pertama berkomentar