Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar membeberkan sejumlah kejanggalan terkait surat penyetaraan sekolah milik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, dalam polemik ijazah.

"Banyak sekali kejanggalan yang perlu dijawab oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," ujar Rismon Sianipar saat di Kemendikdasmen pada Senin (12/1/2026).

"Harus ada pemetaan kurikulum terhadap anatomi kurikulum, silabus, serta capaian pembelajaran mengenai bobot-bobotnya. Spesifik satuan pembelajaran, seperti kok bisa ya Gibran menerima surat keterangan penyetaraan," lanjutnya.

Baca Juga [FULL] Sidang Sengketa Ijazah Gibran di Komisi Informasi Pusat, Hadir Bonatua dan Kemendikdasmen di https://www.kompas.tv/nasional/634696/full-sidang-sengketa-ijazah-gibran-di-komisi-informasi-pusat-hadir-bonatua-dan-kemendikdasmen

#breakingnews #rismonsianipar #kemendikdasmen


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/643310/rismon-sianipar-beber-kejanggalan-surat-penyetaraan-wapres-gibran-di-polemik-ijazah
Transkrip
00:00Ya, terima kasih kepada media dan youtuber yang menghadir di perpustakaan Kemendik Dasmen ini.
00:08Ya, seperti yang dibacakan oleh Dr. Tipah, yang merupakan ekstraksi dari pemikiran kami,
00:15ya bahwa banyak sekali kejanggalan yang perlu dijawab oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,
00:21yang tugasnya sebenarnya mengajari bukan hanya pendidikan, tetapi moralitas pendidik untuk anak-anak
00:28sejak usia dini.
00:31Oleh karena itu, integritas moral dari Kementerian ini dipertaruhkan di sini.
00:37Sangat dipertaruhkan.
00:39Oleh karena itu, ya, seperti yang saya ungkapkan sering di banyak media,
00:44harus ada pemetaan kulum terhadap anatomi, kurikulum, silabus, capaian, pembelajaran,
00:53mengenai bobot-bobotnya, spesifik satuan pembelajaran, seperti kok bisa, ya,
01:02Gibran menerima surat keterangan penyetaraan SMK Akuntansi dan Keuangan,
01:07yang merupakan sekolah kejuruan atau vokasional,
01:12yang spesifik untuk mempersiapkan peserta ajar untuk masuk ke dunia kerja.
01:19Itu diekivalenkan dengan, diekivalensikan dengan pendidikan secondary 3 dan secondary 4
01:28atau kelas 9 dan kelas 10 atau kelas 1 SMA
01:35plus diploma 1-2 tahun di UTS Insearch yang merupakan program pra-universitas
01:47atau program universitas tingkat awal.
01:51Bayangkan, sebegitu banyak profesor di Indonesia ini,
01:55sebegitu banyak dokter, profesor di Kemendik Dasmen ini,
02:02tetapi ekivalensi kelas 1 SMA plus diploma ekivalen dengan SMK Peminatan Akuntansi dan Keuangan.
02:12Padahal, dalam syarat penyetaraan ijazah yang secara online,
02:20itu ada 10 dokumen.
02:22Kami tanyakan langsung.
02:25Konfirmasi langsung kepada Dr. Eko Susanto sebagai sekretaris di Jenik Dasmen.
02:29Setidaknya ada 2 dokumen yang tidak dimiliki oleh Gibran.
02:33Satu, rapor 3 tahun.
02:37Tidak ada.
02:38Yang kedua, ijazah yang mau disetarakan itu tidak ada.
02:43Ijazah SMA dari luar negeri
02:45atau yang dikenal di luar negeri,
02:46High School Living Certificate.
02:50Itu tidak ada.
02:52Kok bisa secara online itu bisa tembus
02:55dan menjadi surat keterangan penyetaraan itu?
02:59Itu yang harus kita tanyakan.
03:00Dan terakhir,
03:02kami telah berjumpa dengan seseorang yang menempu
03:05di pendidikan di Singapura, secondary school.
03:10Dan kami lihat dan kami memiliki skannya
03:12sertifikat GCEO level
03:14dari Singapura.
03:17Dan ia mengatakan,
03:19jangankan mendaftar
03:20WAPES,
03:22mendaftarkan ke universitas saja,
03:25dia tidak bisa.
03:27Sertifikat GCEO level yang dia miliki
03:30tidak mendaftarkan universitas di Indonesia.
03:36Kok bisa lolos di KPU?
03:38Bisa lolos menjadi SMK?
03:42Ketika saya tanyakan,
03:43dan saat itu terakhir saya ketemu dengan Dr. Eko Susantok,
03:48pertanyaan terakhir saya,
03:49apakah kasus serupa itu pernah ada
03:53di Kemendik Dasmen ini?
03:56Maksudnya serupa artinya
03:57secondary four
03:59atau kelas 1 SMA
04:00plus diploma
04:01itu ekivalen dengan SMK.
04:04Tidak ada.
04:06Kalau memang ada,
04:07ayo kita tunjukkan
04:08nanti besok
04:10di sidang KIP
04:12hari Selasa
04:1413 Januari 2026
04:16pukul 10.30 besok.
04:18Kalau ada,
04:21oleh karena itu
04:22disahkan kami
04:23ya kejujuran
04:24dari Kemendik Dasmen
04:25ya
04:26karena
04:27ini kementerian
04:28yang mengajar moralitas
04:29sejak usia dini,
04:31ya kalian dulu juga
04:31bermoral.
04:33Jangan mengajarin
04:34anak-anak bermoral
04:35kalau kalian tidak bermoral.
04:37Artinya
04:37ya kalau memang ada yang salah,
04:40ada mal-administrasi
04:41ketika
04:42dikeluarkannya
04:43surat keterangan
04:44untuk Gibran
04:46pada tanggal 6
04:47Agustus 2019
04:49ya cabut.
04:51Itu saja cabut.
04:53Institusi
04:54juga pernah salah,
04:55bisa salah.
04:57Tapi harus berani
04:58mengkoreksinya.
05:00Begitu.
05:01Terima kasih.
05:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:03Terima kasih.
05:03Terima kasih.
05:04Terima kasih.
05:04Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan