Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GAYO LUES, KOMPAS.TV - Pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi 26 November 2025, sejumlah desa di pedalaman Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih sulit dijangkau.

Akses jalan dan jembatan yang putus membuat warga sulit bergerak dan bantuan belum sepenuhnya menjangkau lokasi terdampak.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Gayo Lues, Aceh, pada akhir November 2025 meninggalkan kerusakan parah pada akses jalan utama menuju Kecamatan Pining. Hingga kini, jalur masih sulit dilewati, bahkan sejumlah desa belum dapat diakses kendaraan roda empat.

Sepanjang jalur sungai menuju Kecamatan Pining, jalan dan jembatan utama terputus dan tertimbun material longsor. Kondisi ini membuat penyaluran bantuan logistik kepada korban banjir menjadi tidak maksimal.

Untuk mencapai pusat Kecamatan Pining, saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan khusus berpenggerak empat kali empat. Itupun harus melalui jalur ekstrem, didorong secara manual, dan menyeberangi arus sungai yang masih deras.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyebut saat ini tengah melakukan upaya perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Pining. Meski demikian, sejumlah desa masih belum dapat ditembus kendaraan roda empat. Pemerintah memastikan kebutuhan logistik warga terdampak tetap diupayakan dan diklaim telah tertangani.

#gayolues #aceh #banjir #aksessulit

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642963/1-5-bulan-pascabanjir-begini-potret-akses-sulit-di-gayo-lues-aceh-belum-pulih
Transkrip
00:00Pasca banjir bandang dan longsor yang terjadi 26 November 2025,
00:05sejumlah desa di pedalaman Kabupaten Gayuluwas Aceh masih sulit dijangkau.
00:09Akses jalan dan juga jembatan yang putus membuat warga sulit bergerak
00:13dan bantuan belum sepenuhnya menjangkau lokasi terdampak.
00:23Banjir bandang dan longsor yang melanda Gayuluwas Aceh pada akhir November 2025
00:27meninggalkan kerusakan parah pada akses jalan utama menuju kecamatan Pining.
00:32Hingga kini jalur masih sulit dilewati,
00:35bahkan sejumlah desa belum dapat diakses kendaraan roda empat.
00:40Sepanjang jalur sungai menuju kecamatan Pining,
00:42jalan dan jembatan utama terputus dan tertimbun material longsor.
00:46Kondisi ini membuat penyeluruhan bantuan logistik
00:48pada korban banjir menjadi tidak maksimal.
00:52Untuk mencapai pusat kecamatan Pining,
00:54saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua
00:56dan kendaraan khusus berpenggerak empat kali empat.
01:00Itu pun harus melalui jalur ekstrim,
01:02didorong secara manual dan menyeberangi arus sungai yang masih deras.
01:08Kemudian untuk kecamatan Tripejaya juga masih ada beberapa desa
01:12yang hari ini belum bisa kita tembus jalannya
01:15dan hari ini sedang kita lakukan pekerjaan,
01:19pembukaan jalan alternatif sehingga nanti masyarakat kita bisa nyaman
01:22dalam waktu dekat ini gitu.
01:25Bu, dari mana ibu?
01:25Dari Pinding.
01:26Jalan kaki?
01:27Jalan kaki.
01:28Ada naik kereta, ada jalan, ada yang nyurung.
01:30Oh, memang sulit bu ya akses jalan di sana ya.
01:32Ini kan istirahnya lebih parahnya di sana.
01:36Di depan lagi bu ya?
01:37Di depan lagi.
01:38Tapi ini kayak lima titik lagi.
01:40Lima titik ke depannya?
01:41Itu lebih parah.
01:43Betik-betik.
01:46Semangat, semangat.
01:46Saudara, inilah titik longsor di jalan utama
01:50menuju kecamatan Pining, Kepupaten Gayulwes.
01:56Titik ini sangat sulit dilewati.
01:59Hanya bisa dengan kendaraan roda dua
02:01dan juga mobil yang memiliki double gerdang.
02:07Setelah ini, ke depannya juga ada dua lagi titik lokasi
02:11yang lebih parah dari ini.
02:13Pemerintah Kabupaten Gayulwes menyebut
02:16saat ini tengah melakukan upaya perbaikan akses jalan
02:19di kecamatan Pining.
02:20Meski demikian, sejumlah desa masih belum dapat
02:23ditembus kendaraan roda empat.
02:25Pemerintah memastikan kebutuhan logistik warga terdampak
02:28tetap diupayakan dan diklaim telah tertangani.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan