Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Setelah lebih dari dua pekan dalam pengejaran, terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon ditangkap polisi.

Tetapi apa motif pembunuhan masih dalam pengusutan polisi. Terduga pembunuh anak politisi PKS di Cilegon ditangkap di sebuah rumah di Kampung Pabuaran, Kota Cilegon, Jumat 2 Januari.

Keberadaannya terungkap setelah dirinya tepergok seorang asisten rumah tangga saat hendak mencuri di rumah mantan anggota DPRD Cilegon.

Menurut polisi, pelaku adalah pencuri spesialis rumah mewah. Benarkah pria yang dtangkap kemarin di Cilegon terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS? Lalu apa motifnya sehingga tega menghabisi nyawa bocah yang baru berumur sembilan tahun?

Kita bahas bersama Kepala Bareskrim Polri periode 2009 hingga 2011, Komjen purnawirawan Ito Sumardi.

#anakpolitisipks #pks #ekskabareskrim

Baca Juga Blak-Blakan Guru Besar UI Soal Penangkapan Maduro, Trump Akan Kuasai Minyak Venezuela | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/641760/blak-blakan-guru-besar-ui-soal-penangkapan-maduro-trump-akan-kuasai-minyak-venezuela-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/641761/full-eks-kabareskrim-polri-soroti-soal-jejak-kejahatan-pelaku-pembunuh-anak-politisi-pks
Transkrip
00:00Lalu benarkah pria yang ditangkap kemarin di Cilegon adalah terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS?
00:10Dan apa motifnya sehingga tega menghabisi nyawa bocah yang baru berusia 9 tahun?
00:16Kita bahas bersama Kepala Bares Krimpori periode 2009-2011, Komisaris Jenderal Purnawirawan Polisi Ito Sumardi.
00:25Selamat malam Pak Ito.
00:26Selamat malam, Mas Radhi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:30Pak Ito, polisi kan mengaku susah katanya menemukan petunjuk pelaku.
00:35Tapi tiba-tiba pelaku terpergok mencuri masih di kawasan yang sama.
00:41Ini banyak tandatannya yang muncul juga di publik.
00:44Menurut analisis Anda bagaimana Pak Ito?
00:48Yang pertama tentu kita bersyukur ya Mas Radhi.
00:50Di penghujung tahun ini akhirnya pengukapan kasus yang menjadi perhatian masyarakat ini bisa terungkap ya.
00:59Meskipun ya, kan kepolisian ini dengan kerja kerasnya menghadapi berbagai kendala.
01:05Baik bukti atau petunjuk yang sangat minim.
01:07Sehingga polisi belum bisa merilis kira-kira ciri-ciri siapa pelakunya.
01:12Meskipun sudah diperiksa 20 orang lebih ya saksi-saksi.
01:15Semua tentunya ini masih gelap.
01:17Nah kebetulan, ini kembali ya, saya juga pernah mengalami saat perdinas.
01:21Kebetulan ada orang yang ditangkap yang melakukan pencurian di rumah mewah.
01:26Dan kebetulan orang itu memang membawa peralatan-peralatan yang memang digunakan untuk melakukan pencurian di rumah-rumah mewah.
01:34Nah kemudian tentunya polisi dari sana mengkaitkan, bisa saja mengkaitkan ya dengan kejadian yang di rumah politisi PKS itu.
01:43Kemudian yang bersangkutan ngaku.
01:45Ya mungkin dia juga sedang merasa selama ini kan kita belum bisa merilis ya siapa pelaku sesungguhnya.
01:53Sehingga karena dia merasa aman, dia juga melakukan lagi di daerah tersebut.
01:57Kalau orang itu logikanya sudah diberikan ciri-ciri oleh kepolisian, tidak mungkin dia berada di wilayah Banten ya, apalagi di Cilegon.
02:06Tapi karena dia merasa bahwa identitas daripada pelaku pembunuhan Almarhum Aksel ini masih belum diekspos atau diketahui,
02:15dia tentunya merasa bahwa polisi belum mengetahui.
02:18Nah pada saat dia ketangkap itulah, akhirnya mungkin polisi melihat bahwa yang bersangkutan adalah spesialis pencurian rumah mewah.
02:27Nah dikaitkanlah dengan yang di Cilegon yang di rumahnya politikis PKS.
02:33Langsung dia merasa bahwa dia mengaku.
02:36Nah bukti lain bukan hanya pengakuan saja Mas Radi.
02:39Kan kemudian polisi melakukan pencocokannya daripada alat-alat yang dibawa,
02:44ternyata yang menurut keterangan itu alat itu memang cocok dengan pada saat dia mencokkel pintu belakang.
02:51Motif awal, motif sementara menurut saya, yang bersangkutan kepergok.
02:57Kepergok Almarhum, kemudian dia panik, dia melakukan pembunuhan,
03:03tapi kemudian karena dia lihat akibatnya yang tidak diduga oleh yang bersangkutan,
03:09yang bersangkutan melaruhkan diri ya.
03:10Jadi yang sangat tahu pasti adalah Almarhum, pasti kan ya.
03:13Tapi karena Almarhum sudah meninggal, yang bersangkutan masih merasa bahwa tidak ada yang tahu sehingga dia melakukan lagi.
03:20Karena memang pekerjaannya dia, meskipun dia adalah salah satu pegawai daripada perusahaan besar,
03:26tapi memang dia spesialis pencuri rumah-rumah mewah ya.
03:31Jadi ya kalau orang bilang lagi apesnya lah ya Mas Adik ya.
03:34Jadi ya kepolisian juga di sini diuntungkan juga dengan satu pola yang sama,
03:40yang dilakukan oleh pelaku tersebut, yang kemudian dikaitkan dan kemudian bisa ditemukan alat bukti lain,
03:47yaitu kecocokan dari alat bukti yang dipakai dengan bekas-bekas yang dilakukan di rumah politik FFKS juga.
03:56Ada pertanyaan lain Pak Ito.
03:58Oke lah tadi Pak Ito menyebut ya bahwa yang bersangkutan ini, terduga pelaku ini masih belum mengetahui bahwa polisi sudah punya ciri-ciri pelaku lah ya.
04:07Karena polisi juga belum secara rinci-merinci begitu ya, mendetailkan bagaimana ciri-ciri pelaku,
04:13bagaimana juga pelaku ini bisa masuk ke dalam rumah politisi FFKS itu.
04:18Tapi yang saya ingin tanyakan dan juga banyak juga publik yang menanyakan,
04:22meskipun dirinya belum diketahui polisi identitasnya,
04:27tapi dia melakukan hal yang sama di kelingkungan yang dekat dengan rumah politisi FFKS ini.
04:33Sebegitu beranikah pelaku pencurian rumah, spesialis pencurian rumah,
04:39terlebih dia sudah melakukan pembunuhan, melakukan pencurian di daerah yang sama.
04:43Itu kan akan sangat mudah sekali diketahui oleh polisi di jejaknya, Pak Ito.
04:48Kalau saya mungkin berpikir gini Mas Radik ya,
04:51kalau orang belum diketahui dan dia tahu bahwa daerah itu adalah daerah perumahan elit ya,
04:57yang tentunya kalau orang mencuri nggak mungkin mencuri di rumah-rumah yang sederhana,
05:01pasti yang rumah elit ya.
05:03Dia ini melakukan tersebut karena dia merasa bahwa polisi itu belum tahu
05:09bahwa dia adalah pelaku pencurian di tempat rumahnya politisi PKS.
05:14Nah setelah dia tertangkap, kemudian tentunya polisi ini juga banyak ya,
05:21dari anggota polisi yang mempunyai sensnya ya,
05:25jadi naluri bahwa orang ini jangan-jangan melakukan pencurian di sana juga.
05:30Bisa saja ditanya, kamu melakukan pencurian di sana juga?
05:33Iya Pak.
05:33Nah di sana ada polisi yang membunuh, akhirnya dicocokkanlah barang-barang yang diperolehkan,
05:39dia membawa juga alat yang untuk memanaskan gembok ya,
05:43kemudian pistol mainan dan mungkin ada alat lain.
05:45Jadi yang dikatakan oleh Kapolsek Cilegon itu adalah dasar daripada pengembangan.
05:50Nah tentunya di sini akan dikembangkan juga,
05:53apakah memang yang bersangkutan itu adalah pemain tunggal,
05:56atau dia punya jaringan.
05:57Nah nanti ini tentu saya yakin dari pihak kepolisian sudah memiliki banyak ya,
06:03data memprofiling dan apakah yang bersangkutan memang residivis,
06:07pernah terlibat kasus serupa.
06:09Karena kalau saya melihat feeling saya,
06:11yang bersangkutan ini memang spesialis ya,
06:13sudah terbiasa.
06:16Apakah dia sudah tertangkap atau belum ya.
06:18Nah ini kan keluarga korban juga mengatakan tidak kenal dengan terduga pelaku ini ya.
06:24Apa, jadi motif seperti dendam pribadi ini secara garis besar sudah tereliminasi begitu Pak itu.
06:32Nah berarti sementara ini Pak itu meyakini bahwa dugaan kuat ini murni karena panik tadi ya Pak ya?
06:39Ya, ya itu saya juga pernah mengalami ya.
06:41Oke.
06:42Pada waktu berdinasi beberapa daerah kasus yang serupa,
06:45bahkan orang sedang tidur dihabisi satu keluarga kan.
06:49Nah, tapi karena dia kemudian ketakutan tidak ada yang diambil.
06:54Ternyata memang yang pelakunya itu adalah memang pelaku yang biasa melakukan pencurian dengan pemberatan ya.
07:00Tapi karena ketahuan, jadi satu keluarga dihabisi.
07:03Banyaklah kasus-kasus yang seperti itu.
07:06Nah sekarang yang perlu dikembangkan adalah dengan tidak dikenal yang bersangkutan,
07:10tentu ini betul tadi Mas Radi bilang kita bisa abaikan kalau kemungkinan adanya dendam
07:16ataukah mungkin ada suruhan orang atau yang bersangkutan pernah bekerja ya,
07:21kemudian dipecat, sakit hati.
07:23Nah ini kan tentu ini tapi ini masih dikembangkan ya motif yang bersangkutan
07:27dan saya yakin dalam waktu dekat daripada Polda Banten ya,
07:31itu ataupun Pura Cilegon akan merilis hasil daripada pendalaman pelaku yang sudah tertangkap.
07:38Demikian Mas Radi.
07:39Oke, ada satu lagi pertanyaan soal polisi yang mengklaim pelaku pencuri spesialis,
07:45terduga pelaku ini merupakan pencuri spesialis rumah kosong dan mewah.
07:51Tapi kalau kita lihat aksi-aksinya sepertinya dilancarkan seorang diri.
07:56Nah menurut Pak Ito lazim modus semacam ini terjadi di tempat-tempat lain?
08:01Oh sangat lazim Mas.
08:02Oke.
08:03Sangat lazim ya.
08:04Jadi memang polisi itu menyampaikan tersebut tentunya bukan hanya asal ngomong ya.
08:09Oke.
08:10Itu tentunya hasil daripada pendalaman dan kemungkinan besar yang bersangkutan juga sudah diprofile
08:16bahwa sudah melakukan di tempat-tempat lain ya.
08:19Dari hasil pengakuan.
08:20Tapi kan ini kita tentunya perlu bersabar menunggu daripada penjelasan atau rilis resmi
08:26dari kepolisian daerah Banten ya.
08:29Saya yakin bahwa polisi sudah memiliki informasi.
08:32Jadi apa yang disampaikan Pak Kapolda itu bukan hanya berdasarkan pada saat ditangkap.
08:37Oke.
08:37Tapi tentu sudah dikembangkan.
08:39Karena mengembangkan satu pendalaman kepada seorang yang terduga pelaku itu
08:45tidak perlu memerlukan hari-hari ya.
08:47Dalam waktu beberapa menit ataupun jam itu sudah bisa diprofiling siapa yang bersangkutan.
08:53Oke. Ada satu lagi yang cukup menarik untuk ditelaah gitu Pak Ito.
08:58Bahwa terduga pelaku ini merupakan spesialis pembobol rumah mewah gitu.
09:03Penjuri rumah mewah.
09:04Nah biasanya lazimnya rumah mewah itu kan punya CCTV.
09:07Artinya di rumah politisi PKS ini kan CCTV-nya tidak aktif.
09:13Ini dengan profil terduga pelaku seperti ini apakah memang ini koinsidens gitu ya.
09:19dia biasanya tidak memperhatikan CCTV sehingga CCTV tidak aktif juga menjadi keuntungan tersendiri bagi dirinya untuk melakukan aksinya.
09:29Ataukah biasanya mereka ini profil terduga pelaku seperti ini memperhatikan CCTV dulu sebelum melakukan aksinya Pak Ito?
09:37Nah pertama kan kita lihat tempus deliktinya ya.
09:40Oke.
09:40Kan menurut keterangan daripada pihak penyidik itu sudah mati sejak 2023 tuh.
09:45Dua tahun yang lalu ya lama tempus deliktinya.
09:48Pernyataannya itu sangat tidak mungkin.
09:50Yang kedua kan yang bersangkutan itu menghindari dari CCTV yaitu mencokel pintu atau jendela dari belakang.
09:57Belakang oke.
09:58Kita tinggal lihat apakah di belakang itu dilengkapi dengan CCTV atau tidak.
10:02Nah kalau tidak dilengkapi memang yang bersangkutan meskipun CCTV itu aktif.
10:07Dia akan mencari sudut-sudut dimana yang tidak tercover oleh CCTV.
10:10Artinya dia juga sudah observe gitu ya Pak ya.
10:12Oh iya betul biasanya akan gambar dulu mas.
10:16Oke.
10:16Jadi pelaku-pelaku yang sudah profesional dia akan gambar dulu lokasi gambar kebiasaan daripada pemilik rumah.
10:24Mungkin dia juga sudah menggambar bahwa pada saat ayahnya almarhum pergi kosong ditinggal di situ ternyata masih ada almarhum.
10:31Oke.
10:32Sehingga dia panik kemudian dia lakukan.
10:34Itu menurut analisa saya ya mas Radhiri.
10:36Oke.
10:36Baik.
10:37Terakhir Pak Ito dalam kasus ini kan memang polisi belum secara rinci merilis motif secara resmi begitu ya.
10:46Nah menurut Pak Ito sendiri kapan waktu yang tepat untuk mengungkap detail seperti itu agar tidak mengganggu penyelidikan.
10:52Tetapi tetap transparan kepada publik.
10:54Ya dalam teknik penyelidikan ya mas Radhi itu ada hal-hal yang tidak disampaikan karena satu jangan sampai ada barang bukti yang hilang.
11:06Yang kedua jangan sampai kalau ini merupakan jaringan tentunya kita juga tidak berharap nanti jaringannya akan bubar ya.
11:14Jadi banyak langkah-langkah kehati-hatian dan juga langkah-langkah yang tidak disampaikan melalui publik oleh penyelidik tentunya ya.
11:23Kita berharap bahwa untuk kasus ini betul-betul akan merupakan kasus yang utuh.
11:28Jadi jangan sampai ini kasus sudah diajukan ternyata kemudian hari adalah hal-hal yang kurang ya.
11:34Yang kurang dalam penyelidikan.
11:36Sehingga sini tentunya tidak jeli dianggap tidak jeli dan profesionalisme daripada penyelidik tentunya dipertanyakan ya.
11:43Saya kira itu yang mungkin alasannya mengapa tidak dirilis dalam waktu dekat.
11:49Tapi saya yakin kalau sudah ada pasti polisi akan menyampaikan kepada masyarakat.
11:53Dan yang paling penting mas bahwa dengan kasus ini kita belajar pentingnya CCTV itu ya.
11:59Ditempatkan di sudut-sudut yang mungkin kalau tidak ada pun juga tentunya juga ada hal-hal yang perlu kita perhatikan.
12:05Apakah dengan menguci pintu, dengan kunci ganda dan sebagainya ya.
12:09Ini untuk kepentingan kita.
12:10Kita juga untuk referensi bagi kita.
12:15Sistem keamanan rumah menjadi perhatian dalam peristiwa pembunuhan anak politisi PKS ini.
12:23Terutama modus awalnya hendak mencuri di rumah mewah.
12:27Ini menjadi perhatian masyarakat untuk bisa membangun sistem keamanan rumah dengan baik.
12:34Sehingga terhindar dari peristiwa-peristiwa semacam ini.
12:36Terima kasih kabar es keempori periode 2009-2011.
12:40Komisaris Jenderal Purnawirawan Ito Sumardi telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
12:44Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:45Sampai malam.
12:46Ya, saat malam.
12:48Saudara Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan dalih perdagangan narkoba.
12:55Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:55Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:55Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:55Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:56Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:56Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:56Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:56Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:56Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:56Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:57Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:58Sampai jumpa lagi Pak Ito.
12:59Sampai jumpa lagi Pak Ito.
13:00Sampai jumpa lagi Pak Ito.
13:01Sampai jumpa lagi Pak Ito.
13:02Sampai jumpa lagi Pak Ito.
13:03Sampai jumpa lagi Pak Ito.
13:04Sampai jumpa lagi Pak Ito.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan