Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANTEN, KOMPAS.TV - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Banten. Pria tersebut ditangkap saat mencuri di rumah seorang mantan anggota DPRD Cilegon.

Memasuki pekan ketiga pascapembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Banten, polisi menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Terduga pelaku berinisial HA diringkus oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat, 2 Januari 2026, di sebuah rumah di Kampung Pabuaran, Kota Cilegon, Banten.

Ketua Bidang Advokasi DPP PKS Nurul Amalia bilang ayah korban, Maman Suherman, tidak mengenal terduga pelaku pembunuhan. Nurul menegaskan terduga pelaku bukan orang yang pernah bekerja di keluarga korban.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mencari petunjuk lain yang berkaitan dengan kasus pembunuhan anak berusia sembilan tahun itu.

Setidaknya ada 22 saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini. Mereka di antaranya adalah keluarga, tetangga, karyawan, hingga orang tua dari teman korban.

Sementara itu, CCTV rumah rusak saat kejadian sehingga tidak bisa dijadikan petunjuk.

Alih-alih menangkap pelaku pembunuhan yang dikatakan spesialis pencurian di rumah, sebelumnya polisi mengungkap tak ada barang yang hilang ketika pembunuhan terjadi.

#pks #cctv #polisi #cilegon #anakpolitisipks

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/641669/penangkapan-terduga-pelaku-pembunuhan-anak-politisi-pks-begini-kata-polisi-parpol
Transkrip
00:00Berikutnya saudara polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Banten.
00:05Pria tersebut ditangkap saat mencuri di rumah seorang mantan anggota DPRD Cilegon.
00:24Memasuki pekan ketiga pasca pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Banten,
00:28polisi menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
00:35Terduga pelaku berinisial HA diringkus oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda, Banten
00:40pada Jumat 2 Januari 2026 di sebuah rumah di kampung Pabuaran, kota Cilegon, Banten.
00:48Keberadaannya terungkap setelah dirinya tepergok seorang asisten rumah tangga
00:52saat hendak mencuri di rumah mantan anggota DPRD Cilegon.
00:55Keberadaannya terungkap setelah dirinya tepergok seorang asisten rumah tangga
01:02saat hendak mencuri di rumah mantan anggota DPRD Cilegon.
01:06Polisi yang saat itu mendapat informasi tentang pencurian di rumah
01:09langsung melakukan penangkapan di lokasi tersebut.
01:13HA yang disebut sebagai spesialis pencurian di rumah
01:15kemudian diketahui sebagai terduga pelaku pembunuhan
01:18anak politisi PKS 16 Desember lalu setelah menjalani pemeriksaan polisi.
01:23Pelakunya spesialis curi rumah curat ya, pencurian dengan pemerhatan rumah-rumah yang kosong.
01:35Dan sasarannya rumah-rumah yang bagus.
01:38Ada kemungkinan tersangka lain bertambah bang?
01:42Gak ada, gak ada ya.
01:44Aduh got.
01:46Sudah, sementara itu ya.
01:47Siap, mengatakan bang.
01:48Berarti ada kemudian motifnya memang pencurian ya?
01:51Siap.
01:51Ketua Bidang Advokasi DPP PKS Nurul Amalia bilang
01:56ayah korban Maman Soherman tidak mengenal terduga pelaku pembunuhan.
02:01Nurul menegaskan, terduga pelaku bukan orang yang pernah bekerja di keluarga korban.
02:07Keluarga korban tidak mengenal pelaku ya.
02:10Dan pelaku bukan orang yang terdekat ya dengan keluarga korban.
02:14Jadi, dan pelaku juga bukan pekerja ya.
02:18Pekerja di keluarga korban ya.
02:21Jadi ini memang pelakunya adalah orang lain yang sama sekali tidak dikenal oleh pihak luar.
02:27Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mencari petunjuk lain
02:33yang berkaitan dengan kasus pembunuhan anak berusia 9 tahun itu.
02:38Setidaknya ada 22 saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini.
02:43Mereka diantaranya adalah keluarga, tetangga, karyawan, hingga orang tua dari teman korban.
02:48Sementara CCTV rumah tak berfungsi saat kejadian, sehingga tak bisa dijadikan petunjuk.
02:54Alih-alih menangkap terduga pelaku pembunuhan yang dikatakan spesialis pencurian di rumah,
02:59sebelumnya polisi mengungkap tak ada barang yang hilang ketika pembunuhan terjadi.
03:04Tim Liputan, Kompas TV
03:05Tim Liputan, Kompas TV
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan