KOMPAS.TV - Teror terhadap influenser dan aktivis yang terjadi menuai kecaman publik. Influenser asal Aceh, Sherly Annavita mengungkapkan teror terjadi usai dirinya ikut memberikan pandangan terkait bencana di Sumatera.
Dirinya dikirimi paket telur busuk dan aksi vandalisme terhadap kendaraan pribadinya.
Teror juga terjadi pada Ramond Dony Adam alias DJ Donny. Selain mendapat kiriman bangkai hewan dan surat bernada ancaman, rumah Dony juga dilempari bom molotov oleh 2 orang tak dikenal.
Atas teror yang terjadi, Dony melaporkan dugaan pengancaman dan teror ke polisi.
Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik pun tak luput dari serangan teror.
Serupa dengan DJ Donny, Iqbal mendapat kiriman bangkai hewan.
Greenpeace menilai sulit untuk tidak mengaitkan teror dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini.
Greenpeace Indonesia menduga ini sebagai bentuk teror terhadap kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace, yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatera.
Merespons teror yang terjadi pada influencer, kreator konten hingga aktivis, Kompolnas, Mohammad Choirul Anam mengecam tindakan itu. Anam meminta kepolisian mengusut dan mengungkap pelaku hingga dalang teror.
Teror yang terjadi pada sejumlah influenser terjadi dengan rentang waktu berdekatan di akhir Desember 2025.
Kita bahas maraknya teror pada influenser dan aktivis beberapa hari belakangan, bersama Ketua Pokja Politik Greenpeace Indonesia, Khalisah Kalid dan Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim.
Baca Juga Polda Metro Jaya Terima Laporan Teror yang Dialami DJ Donny, bakal Diselidiki dan Periksa Saksi di https://www.kompas.tv/regional/641095/polda-metro-jaya-terima-laporan-teror-yang-dialami-dj-donny-bakal-diselidiki-dan-periksa-saksi
#teror #aktivis #influencer
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/641149/rekaman-cctv-aksi-teror-ke-aktivis-dan-influencer-pelaku-bisa-diungkap-kompas-petang
00:00Kita bahas maraknya teror pada influencer dan aktivis beberapa hari belakangan bersama Ketua Pokja Politik Greenpeace Indonesia,
00:06Halisa Halid dan Komisioner Kompolnas Yusuf Warshim.
00:10Mbak Kalin dan Pak Yusuf, selamat petang semua.
00:13Selamat petang, Mas.
00:15Selamat petang.
00:16Baik, saya ingin ke Mbak Kalin terlebih dahulu.
00:18Mbak Kalin, kita tahu bahwa teror terhadap aktivis Greenpeace Iqbal Damanik ini terjadi pada tanggal 30 Desember,
00:24berupa pengiriman bangkai ayam dan juga ancaman.
00:27Apakah sampai dengan saat ini ada mungkin teror-teror lain yang kemudian diterima oleh Greenpeace?
00:33Sampai saat ini setelah serangan teror terhadap Iqbal Damanik, kita belum menerima teror lagi gitu.
00:41Tapi sebelumnya memang mungkin hampir sama dengan beberapa influencer dan aktivis yang diteror sebelumnya,
00:51lewat komentar-komentar di media sosial ya.
00:57Nah, tapi sampai saat ini belum ada lagi teror dan semoga tidak ada lagi teror yang menyasar aktivis atau influencer
01:06dan siapapun yang mengkritik kebijakan pengurus negara yang kami pandang belum sesuai atau belum sejalan dengan kewajiban konstitusinya.
01:17Betul, tentu kita berharap tidak ada teror terhadap aktivis kita, terhadap influencer kita dan tentu masyarakat Indonesia.
01:23Pertanyaan saya, Mbak Akalin, apakah Greenpeace sudah menganalisa mungkin pihak-pihak yang diduga terlibat dan alasannya apa sehingga mengirimkan teror kepada Greenpeace?
01:31Ya, kalau kami melihat sebenarnya teror atau serangan yang ditujukan kepada aktivis atau influencer dan warga yang menyuarakan kritik kepada kebijakan negara
01:44atau dalam hal ini dalam konteks belakangan ya, teror terakhir yang diterima oleh Iqbal dan para influencer itu kan terkait dengan penanganan bencana di Sumatera gitu.
01:55Kami melihat memang polanya sebenarnya adalah pola yang sama yang ditujukan kepada aktivis
02:03yang sebelumnya banyak mengkritik kebijakan-kebijakan negara yang tidak sejalan dengan kewajiban konstitusi seperti yang saya sampaikan tadi.
02:13Polanya adalah pembungkaman gitu, polanya adalah pembungkaman agar aktivis dan atau warga dan para influencer tidak lagi mengkritik pemerintah.
02:25Jadi jelas ini adalah pola yang sistematis dan ini bukan hal yang baru ya.
02:31Yang terakhir memang terkait dengan penanganan bencana di Sumatera.
02:35Tapi sebelumnya kita tahu gitu, kritik kepada pemerintah dijawab dengan teror misalnya kepada kawan-kawan jurnalis Tempo gitu
02:44dan kawan-kawan aktivis yang lain.
02:46Jadi selain teror juga ada kriminalisasi terhadap aktivis.
02:50Nah ini sebenarnya kami melihat adalah buruknya tata kelola negara dalam melihat demokrasi di Indonesia.
02:59Jadi suara publik, suara rakyat, suara aktivis itu dianggap sebagai sebuah ancaman bagi negara.
03:06Dan menurut kami tidak ada yang punya kekuatan itu gitu ya.
03:11Selain alat-alat negara, negara yang memiliki alat-alat atau instrumen yang cukup untuk melakukan itu.
03:17Baik, saya ingin ke Pak Yusuf.
03:18Pak Yusuf, apakah Kompolnas memiliki informasi?
03:21Siapa sesungguhnya pihak yang mungkin saya diduga melakukan teror kepada aktivis dan influencer kita?
03:26Baik, terima kasih.
03:28Jadi kita sangat prihatin di dalam negara demokrasi ada pihak-pihak yang di dalam merespon kebebasan berpendapat,
03:43bersuara dengan cara-cara yang tidak demokratik.
03:48Itu yang pertama.
03:49Yang kedua, dan kita juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bung Doni, Bung DJ Doni,
03:58yang telah membuat laporan polisi.
04:01Nah, tentu dalam pantauan Kompolnas yang sudah dilaporkan itu ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,
04:14lebih tepat Polda Metro Jaya, sudah langsung ke TKP.
04:19Tapi kami kira ini yang harus terus kita dorong agar diusut bagaimana dan siapa pelakunya tentu.
04:34Semuanya itu dalam kewenangan penyidik dan penyidik untuk mendapatkan bukti-bukti Bung Biko.
04:41Oke, dan salah satu buktinya Pak Yusuf adalah rekaman si TV.
04:44Tidakkah ini memudahkan polisi untuk menangkap pelakunya?
04:47Ya, itu tentu semuanya kan harus diselidiki, termasuk CCTV.
04:56Kan harus diselidiki apakah memang dalam CCTV tersebut sudah terlihat terang,
05:04yang patut diduga, ya itu semuanya harus diselidiki.
05:10Sekali lagi, kita sebagai pengawas mengawasi dan memantau,
05:15dan sekali lagi mendorong pihak kepolisian untuk mengusut karena ini cara-cara yang tidak demokratik
05:24di dalam menyikapi perbedaan pendapat ataupun kebebasan menyampaikan pendapat.
05:31Oleh karenanya apabila ini benar,
05:34sebagaimana yang disuarakan oleh teman-teman masyarakat sipil bahwa ini teror,
05:40bahkan menurut Bung Dijedoni, bukan hanya teror, tapi ancaman pembunuhan.
05:48Untuk itu, kita serahkan agar proses penyelidikan ini segera mendapatkan hasil,
05:56kita mendorong, dilakukan secara transparan dan akuntabel.
06:02Intinya, kepolisian dalam hal ini kami minta untuk bisa melayani dari pihak-pihak yang memberikan laporan,
06:09pihak-pihak yang merasa diteror, diancam,
06:13agar masalah ini tidak berkembang luas, itu Bung Dipo.
06:20Oke, saya ingin ke Mbak Kalin lagi.
06:22Mbak Kalin, bahwa kita tahu ada satu influencer yang sudah melapor kepada polisi.
06:27Apa kemudian yang akan dilakukan oleh Greenpeace? Apakah akan menempuh langkah yang sama dengan melapor ke polisi atau seperti apa?
06:33Ya, sampai saat ini Mas Dipo, kami masih terus menganalisa dan mendalami secara serius
06:40untuk bisa juga melaporkan kasus atau serangan teror ini ke pihak kepolisian.
06:48Hanya memang yang juga selalu kami ingatkan gitu ya,
06:52bahwa ada dalam kasus-kasus sebelumnya, seperti kasus yang dialami oleh Tempo gitu ya,
06:58ini yang sudah dilaporkan tetapi juga tidak ada upaya yang serius
07:04bagi aparat penegak hukum, bagi aparat kepolisian untuk mengusutuntas serangan yang ditujukan kepada masyarakat sipil.
07:14Tapi sekali lagi, kami sedang mendalami secara serius untuk juga bisa melaporkan kasus ini
07:22dan juga tentu saja bukan hanya Greenpeace, tapi juga bersama dengan teman-teman organisasi masyarakat sipil lain
07:28yang telah mendukung suara kami, mendukung Iqbal Damanik untuk terus berani bersuara
07:38karena sebenarnya tujuan dari teror ini adalah membungkam suara kritis masyarakat sipil.
07:45Mbak Alin, saya izin tanyakan, ketika bangkai ayam itu dikirimkan,
07:49sebelumnya juga ada nada ancaman kalau tidak salah yang diterima oleh Iqbal Damanik,
07:53mungkin bisa ditekankan lagi ancamannya itu seperti apa?
07:57Ya sebenarnya ancamannya secara umum adalah meminta agar Iqbal menjaga ucapannya gitu ya,
08:04dan sebenarnya ancamannya bukan hanya ditujukan kepada Iqbal, tapi juga kepada keluarganya gitu.
08:10Nah ini yang menurut kami memang teror ini adalah teror yang ditujukan untuk membungkam
08:17karena bukan hanya menyasar aktivisnya, tapi juga keluarga aktifis.
08:21Dan pola-pola seperti ini memang pola-pola yang sudah dilakukan sejak lama ya.
08:25Setidaknya dalam satu tahun ini, Amnesty sudah mencatat ada kurang lebih 283 kasus serangan teror,
08:34ancaman yang ditujukan kepada para aktivis.
08:37Oke, saya ingin ke Pak Yusuf.
08:40Pak Yusuf, apakah kemudian hal ini akan mudah diungkap?
08:44Karena tadi seperti yang disampaikan oleh Mbak Alin,
08:45bahwa kasus-kasus sebelumnya polisi dalam tanda kutip seakan tidak serius.
08:49Ya, untuk sementara dalam hal yang terakhir ini kan,
08:57akhir Desember ini memang tidak dialami oleh DJ Doni ya.
09:03Kita sudah pantau pihak-pihak lain juga seperti yang disebutkan Mbak Halisa tadi.
09:09Oleh karenanya, agar ini tidak menjadi PR-PR berikutnya,
09:14ini jangan sampai mandek gitu.
09:17Tentu, sekali lagi Bung Dipo, kita junjung profesionalisme penyidik dalam hal ini,
09:26kita sepenuhnya memberikan kewenangan itu pada penyidik,
09:30tapi kita awasi.
09:31Kita awasi, kami akan terus memantau dan minta update perkembangan,
09:36karena dari peristiwa yang dialami Bung Doni ini dan yang lainnya,
09:41sekali lagi memang kalau kita pantau dari yang diduga bukti-bukti ancaman,
09:48intimidasi atau teror itu memang tidak bisa dibenarkan dan itu harus diusut siapa pelakunya
09:54agar tidak berkembang luas, diduga-duga, dihubungkan dengan pihak-pihak kaitannya dengan negara.
10:01Nah, tentu semuanya itu kita bekerja berdasarkan bukti-bukti dan inilah menjadi pekerjaan polisi
10:07untuk bisa melayani hukum apa yang dialami oleh teman-teman adanya teror dan ancaman ini.
10:12Dan ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk Polri di tengah reformasi Polri
10:17untuk betul-betul mengusut tuntas siapa pelaku teror terhadap aktivis dan influencer kita.
10:21Bagaimana kalau Polnas memastikan dan melakukan pengawasan agar hal ini betul-betul diusut tuntas?
10:28Ya, sekali lagi ya proses penyelidikan kan semuanya itu mengumpulkan bukti-bukti
10:33yang sudah langsung cepat direspon oleh pihak Polda Metro Jaya
10:39menurunkan inafis untuk mengelola TKP di rumah Bung Doni.
10:43Saya kira itu menunjukkan bahwa Polri berkomunikmen kuat di akhir 2005 dan di awal tahun 2026 ini
10:52menunjukkan bahwa Polri akan benar-benar bisa diharapkan dan dipercaya oleh masyarakat.
10:57Itu yang kita dorong.
10:58Oke, tentu kita berharap pelaku teror ini dapat diusut tuntas dan 2026 tercipta reformasi Polri
11:04yang tentu akan berpengaruh baik untuk masyarakat kita.
11:07Terima kasih Pak Yusuf dan juga Mbak Alin telah bergabung di Kompas Petang.
Jadilah yang pertama berkomentar