00:00Kita bahas maraknya teror pada influencer dan aktivis beberapa hari belakangan bersama Ketua Pokja Politik Greenpeace Indonesia,
00:06Halisa Halid dan Komisioner Kompolnas Yusuf Warshim.
00:10Mbak Kalin dan Pak Yusuf, selamat petang semua.
00:13Selamat petang, Mas.
00:15Selamat petang.
00:16Baik, saya ingin ke Mbak Kalin terlebih dahulu.
00:18Mbak Kalin, kita tahu bahwa teror terhadap aktivis Greenpeace Iqbal Damanik ini terjadi pada tanggal 30 Desember,
00:24berupa pengiriman bangkai ayam dan juga ancaman.
00:27Apakah sampai dengan saat ini ada mungkin teror-teror lain yang kemudian diterima oleh Greenpeace?
00:33Sampai saat ini setelah serangan teror terhadap Iqbal Damanik, kita belum menerima teror lagi gitu.
00:41Tapi sebelumnya memang mungkin hampir sama dengan beberapa influencer dan aktivis yang diteror sebelumnya,
00:51lewat komentar-komentar di media sosial ya.
00:57Nah, tapi sampai saat ini belum ada lagi teror dan semoga tidak ada lagi teror yang menyasar aktivis atau influencer
01:06dan siapapun yang mengkritik kebijakan pengurus negara yang kami pandang belum sesuai atau belum sejalan dengan kewajiban konstitusinya.
01:17Betul, tentu kita berharap tidak ada teror terhadap aktivis kita, terhadap influencer kita dan tentu masyarakat Indonesia.
01:23Pertanyaan saya, Mbak Akalin, apakah Greenpeace sudah menganalisa mungkin pihak-pihak yang diduga terlibat dan alasannya apa sehingga mengirimkan teror kepada Greenpeace?
01:31Ya, kalau kami melihat sebenarnya teror atau serangan yang ditujukan kepada aktivis atau influencer dan warga yang menyuarakan kritik kepada kebijakan negara
01:44atau dalam hal ini dalam konteks belakangan ya, teror terakhir yang diterima oleh Iqbal dan para influencer itu kan terkait dengan penanganan bencana di Sumatera gitu.
01:55Kami melihat memang polanya sebenarnya adalah pola yang sama yang ditujukan kepada aktivis
02:03yang sebelumnya banyak mengkritik kebijakan-kebijakan negara yang tidak sejalan dengan kewajiban konstitusi seperti yang saya sampaikan tadi.
02:13Polanya adalah pembungkaman gitu, polanya adalah pembungkaman agar aktivis dan atau warga dan para influencer tidak lagi mengkritik pemerintah.
02:25Jadi jelas ini adalah pola yang sistematis dan ini bukan hal yang baru ya.
02:31Yang terakhir memang terkait dengan penanganan bencana di Sumatera.
02:35Tapi sebelumnya kita tahu gitu, kritik kepada pemerintah dijawab dengan teror misalnya kepada kawan-kawan jurnalis Tempo gitu
02:44dan kawan-kawan aktivis yang lain.
02:46Jadi selain teror juga ada kriminalisasi terhadap aktivis.
02:50Nah ini sebenarnya kami melihat adalah buruknya tata kelola negara dalam melihat demokrasi di Indonesia.
02:59Jadi suara publik, suara rakyat, suara aktivis itu dianggap sebagai sebuah ancaman bagi negara.
03:06Dan menurut kami tidak ada yang punya kekuatan itu gitu ya.
03:11Selain alat-alat negara, negara yang memiliki alat-alat atau instrumen yang cukup untuk melakukan itu.
03:17Baik, saya ingin ke Pak Yusuf.
03:18Pak Yusuf, apakah Kompolnas memiliki informasi?
03:21Siapa sesungguhnya pihak yang mungkin saya diduga melakukan teror kepada aktivis dan influencer kita?
03:26Baik, terima kasih.
03:28Jadi kita sangat prihatin di dalam negara demokrasi ada pihak-pihak yang di dalam merespon kebebasan berpendapat,
03:43bersuara dengan cara-cara yang tidak demokratik.
03:48Itu yang pertama.
03:49Yang kedua, dan kita juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bung Doni, Bung DJ Doni,
03:58yang telah membuat laporan polisi.
04:01Nah, tentu dalam pantauan Kompolnas yang sudah dilaporkan itu ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,
04:14lebih tepat Polda Metro Jaya, sudah langsung ke TKP.
04:19Tapi kami kira ini yang harus terus kita dorong agar diusut bagaimana dan siapa pelakunya tentu.
04:34Semuanya itu dalam kewenangan penyidik dan penyidik untuk mendapatkan bukti-bukti Bung Biko.
04:41Oke, dan salah satu buktinya Pak Yusuf adalah rekaman si TV.
04:44Tidakkah ini memudahkan polisi untuk menangkap pelakunya?
04:47Ya, itu tentu semuanya kan harus diselidiki, termasuk CCTV.
04:56Kan harus diselidiki apakah memang dalam CCTV tersebut sudah terlihat terang,
05:04yang patut diduga, ya itu semuanya harus diselidiki.
05:10Sekali lagi, kita sebagai pengawas mengawasi dan memantau,
05:15dan sekali lagi mendorong pihak kepolisian untuk mengusut karena ini cara-cara yang tidak demokratik
05:24di dalam menyikapi perbedaan pendapat ataupun kebebasan menyampaikan pendapat.
05:31Oleh karenanya apabila ini benar,
05:34sebagaimana yang disuarakan oleh teman-teman masyarakat sipil bahwa ini teror,
05:40bahkan menurut Bung Dijedoni, bukan hanya teror, tapi ancaman pembunuhan.
05:48Untuk itu, kita serahkan agar proses penyelidikan ini segera mendapatkan hasil,
05:56kita mendorong, dilakukan secara transparan dan akuntabel.
06:02Intinya, kepolisian dalam hal ini kami minta untuk bisa melayani dari pihak-pihak yang memberikan laporan,
06:09pihak-pihak yang merasa diteror, diancam,
06:13agar masalah ini tidak berkembang luas, itu Bung Dipo.
06:20Oke, saya ingin ke Mbak Kalin lagi.
06:22Mbak Kalin, bahwa kita tahu ada satu influencer yang sudah melapor kepada polisi.
06:27Apa kemudian yang akan dilakukan oleh Greenpeace? Apakah akan menempuh langkah yang sama dengan melapor ke polisi atau seperti apa?
06:33Ya, sampai saat ini Mas Dipo, kami masih terus menganalisa dan mendalami secara serius
06:40untuk bisa juga melaporkan kasus atau serangan teror ini ke pihak kepolisian.
06:48Hanya memang yang juga selalu kami ingatkan gitu ya,
06:52bahwa ada dalam kasus-kasus sebelumnya, seperti kasus yang dialami oleh Tempo gitu ya,
06:58ini yang sudah dilaporkan tetapi juga tidak ada upaya yang serius
07:04bagi aparat penegak hukum, bagi aparat kepolisian untuk mengusutuntas serangan yang ditujukan kepada masyarakat sipil.
07:14Tapi sekali lagi, kami sedang mendalami secara serius untuk juga bisa melaporkan kasus ini
07:22dan juga tentu saja bukan hanya Greenpeace, tapi juga bersama dengan teman-teman organisasi masyarakat sipil lain
07:28yang telah mendukung suara kami, mendukung Iqbal Damanik untuk terus berani bersuara
07:38karena sebenarnya tujuan dari teror ini adalah membungkam suara kritis masyarakat sipil.
07:45Mbak Alin, saya izin tanyakan, ketika bangkai ayam itu dikirimkan,
07:49sebelumnya juga ada nada ancaman kalau tidak salah yang diterima oleh Iqbal Damanik,
07:53mungkin bisa ditekankan lagi ancamannya itu seperti apa?
07:57Ya sebenarnya ancamannya secara umum adalah meminta agar Iqbal menjaga ucapannya gitu ya,
08:04dan sebenarnya ancamannya bukan hanya ditujukan kepada Iqbal, tapi juga kepada keluarganya gitu.
08:10Nah ini yang menurut kami memang teror ini adalah teror yang ditujukan untuk membungkam
08:17karena bukan hanya menyasar aktivisnya, tapi juga keluarga aktifis.
08:21Dan pola-pola seperti ini memang pola-pola yang sudah dilakukan sejak lama ya.
08:25Setidaknya dalam satu tahun ini, Amnesty sudah mencatat ada kurang lebih 283 kasus serangan teror,
08:34ancaman yang ditujukan kepada para aktivis.
08:37Oke, saya ingin ke Pak Yusuf.
08:40Pak Yusuf, apakah kemudian hal ini akan mudah diungkap?
08:44Karena tadi seperti yang disampaikan oleh Mbak Alin,
08:45bahwa kasus-kasus sebelumnya polisi dalam tanda kutip seakan tidak serius.
08:49Ya, untuk sementara dalam hal yang terakhir ini kan,
08:57akhir Desember ini memang tidak dialami oleh DJ Doni ya.
09:03Kita sudah pantau pihak-pihak lain juga seperti yang disebutkan Mbak Halisa tadi.
09:09Oleh karenanya, agar ini tidak menjadi PR-PR berikutnya,
09:14ini jangan sampai mandek gitu.
09:17Tentu, sekali lagi Bung Dipo, kita junjung profesionalisme penyidik dalam hal ini,
09:26kita sepenuhnya memberikan kewenangan itu pada penyidik,
09:30tapi kita awasi.
09:31Kita awasi, kami akan terus memantau dan minta update perkembangan,
09:36karena dari peristiwa yang dialami Bung Doni ini dan yang lainnya,
09:41sekali lagi memang kalau kita pantau dari yang diduga bukti-bukti ancaman,
09:48intimidasi atau teror itu memang tidak bisa dibenarkan dan itu harus diusut siapa pelakunya
09:54agar tidak berkembang luas, diduga-duga, dihubungkan dengan pihak-pihak kaitannya dengan negara.
10:01Nah, tentu semuanya itu kita bekerja berdasarkan bukti-bukti dan inilah menjadi pekerjaan polisi
10:07untuk bisa melayani hukum apa yang dialami oleh teman-teman adanya teror dan ancaman ini.
10:12Dan ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk Polri di tengah reformasi Polri
10:17untuk betul-betul mengusut tuntas siapa pelaku teror terhadap aktivis dan influencer kita.
10:21Bagaimana kalau Polnas memastikan dan melakukan pengawasan agar hal ini betul-betul diusut tuntas?
10:28Ya, sekali lagi ya proses penyelidikan kan semuanya itu mengumpulkan bukti-bukti
10:33yang sudah langsung cepat direspon oleh pihak Polda Metro Jaya
10:39menurunkan inafis untuk mengelola TKP di rumah Bung Doni.
10:43Saya kira itu menunjukkan bahwa Polri berkomunikmen kuat di akhir 2005 dan di awal tahun 2026 ini
10:52menunjukkan bahwa Polri akan benar-benar bisa diharapkan dan dipercaya oleh masyarakat.
10:57Itu yang kita dorong.
10:58Oke, tentu kita berharap pelaku teror ini dapat diusut tuntas dan 2026 tercipta reformasi Polri
11:04yang tentu akan berpengaruh baik untuk masyarakat kita.
11:07Terima kasih Pak Yusuf dan juga Mbak Alin telah bergabung di Kompas Petang.
Komentar