Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Film ini menceritakan Ikhsan (Ahmad Pule) yang meminta izin kepada ibunya, Daeng Rannu (Sri Herawati), untuk pergi berziarah ke makam ayahnya, Daeng Rate (Jerry Wong), yang telah meninggal dunia sejak 15 tahun lalu. Daeng Rate meninggal setelah dituduh sebagai dukun Doti, sebuah praktik ilmu hitam yang dipercaya masih ada di Kampung Jonjo, Sulawesi.

Meski berat hati, Daeng Rannu mengizinkan dengan syarat identitas Ikhsan harus disembunyikan. Namun, kehadiran Ikhsan di kampung malah memicu kematian misterius. Daeng Rewa (Billy Budjanger), seorang dukun sakti, menuduh Ikhsan sebagai penyebabnya. Tapi justru Daeng Rewa yang akhirnya tewas setelah mencoba menyerang Ikhsan dengan ilmu hitam.
Transkrip
00:00:00Terima kasih telah menonton
00:00:30Terima kasih telah menonton
00:01:00Terima kasih telah menonton
00:01:29Terima kasih telah menonton
00:01:59Terima kasih telah menonton
00:02:29Terima kasih telah menonton
00:02:59Terima kasih telah menonton
00:03:29Terima kasih telah menonton
00:03:59Terima kasih telah menonton
00:04:29Terima kasih telah menonton
00:04:59Terima kasih telah menonton
00:05:29Terima kasih telah menonton
00:05:59Terima kasih telah menonton
00:06:29Terima kasih telah menonton
00:06:59Terima kasih telah menonton
00:07:29Terima kasih telah menonton
00:08:59Terima kasih telah menonton
00:09:29Terima kasih telah menonton
00:09:59Terima kasih telah menonton
00:10:29Terima kasih telah menonton
00:10:59Terima kasih telah menonton
00:12:29Keluar
00:12:59Terima kasih telah menonton
00:13:29Terima kasih telah menonton
00:14:29Menonton
00:14:59Terima kasih telah menonton
00:19:29Terima kasih telah menonton
00:19:59Terima kasih telah menonton
00:20:29Terima kasih telah menonton
00:21:29Jangan menonton
00:22:29Terima kasih telah menonton
00:22:31Terima kasih telah menonton
00:22:59Terima kasih telah menonton
00:23:01Terima kasih telah menonton
00:23:03Terima kasih telah menonton
00:23:33Terima kasih telah menonton
00:24:33Terima kasih telah menonton
00:25:03Terima kasih telah menonton
00:25:05Terima kasih telah menonton
00:25:07Terima kasih telah menonton
00:25:09Menonton
00:25:10Menonton
00:26:09Bagaimana
00:26:39Terima kasih telah menonton
00:27:39Terima kasih telah menonton
00:28:11Terima kasih telah menonton
00:28:13Terima kasih telah menonton
00:28:15Terima kasih telah menonton
00:28:17Terima kasih telah menonton
00:28:19Terima kasih telah menonton
00:28:47Terima kasih telah menonton
00:28:49Terima kasih telah menonton
00:29:17Terima kasih telah menonton
00:29:47Terima kasih telah menonton
00:30:17Terima kasih telah menonton
00:30:19Terima kasih telah menonton
00:30:47Terima kasih telah menonton
00:30:49Terima kasih telah menonton
00:31:17Terima kasih telah menonton
00:31:19Terima kasih telah menonton
00:31:21Terima kasih telah menonton
00:31:23Terima kasih telah menonton
00:31:25Terima kasih telah menonton
00:31:57Tidak menonton
00:31:59Terima kasih telah menonton
00:32:01Terima kasih telah menonton
00:32:03Terima kasih telah menonton
00:32:07Terima kasih telah menonton
00:32:09Terima kasih telah menonton
00:32:11Terima kasih telah menonton
00:32:13Terima kasih telah menonton
00:32:15Terima kasih telah menonton
00:32:17Terima kasih telah menonton
00:32:19Terima kasih telah menonton
00:32:21Terima kasih telah menonton
00:32:23Terima kasih telah menonton
00:32:25Terima kasih telah menonton
00:32:27Terima kasih telah menonton
00:32:29Terima kasih telah menonton
00:32:31Terima kasih telah menonton
00:32:33Terima kasih telah menonton
00:32:357, 8, saya dapat 6.
00:32:38Isan, kamu dapat berapa?
00:32:41Saya cuma dapat 4.
00:32:43Saya pemenangnya, saya pemenangnya.
00:32:45Isan kalah.
00:32:56Masa-masa itu, kampung ini begitu damai.
00:33:00Kita bermain di sungai, di sawah,
00:33:03dan mengaji di surau ini,
00:33:05semua menjadi hilang sejak peristiwa itu.
00:33:12Saya kehilangan kamu setelah kamu meninggalkan kampung ini secara tiba-tiba.
00:33:19Ya, semua terasa begitu cepat.
00:33:23Saya juga tidak pernah membayangkan akan meninggalkan kampung ini.
00:33:29Oh iya,
00:33:30Tiara sedang ada di sini, kan?
00:33:34Bagaimana kalau kita bertemu bertiga?
00:33:38Kita
00:33:38mengenang masak cerita dulu.
00:33:44Iya.
00:33:45Ika mbe na bunculi,
00:33:50Sombang ku suri kopi,
00:33:53Karain na makanan na.
00:33:56Mengapa tani apa ya?
00:33:59Mak gau, tani gau kia.
00:34:02Sampi samparajana,
00:34:06Pamalaki cerak na.
00:34:08Pak Dusun,
00:34:23tujuan kita ke sini,
00:34:25ada yang harus dibicarakan Pak Dusun.
00:34:28Sepertinya,
00:34:29ada yang ingin mengusik ketenangan kampung kita Pak Dusun.
00:34:32Iya, benar Pak Dusun.
00:34:34Karena sejak kematian istri Pak Sahrir,
00:34:37serta sakitnya Rina,
00:34:39katanya akibat doti Pak Dusun.
00:34:40Pak Dusun,
00:34:41kita harus bertinggal sebelum ada korban lagi.
00:34:45Saya curiga dengan kedatangan tamu tak diundang di kampung kita.
00:34:49Sejak kedatangannya,
00:34:52tiba-tiba kejadian demi kejadian muncul di kampung ini.
00:34:57Maksudmu,
00:34:59tamu siapa?
00:35:00Orang yang datang dan tinggal di rumah Dengahiro.
00:35:03Siapa di sini?
00:35:05Kami juga belum tahu pasti.
00:35:08Sepertinya,
00:35:10dia anak Dengrate,
00:35:12yang pulang ke kampung ini,
00:35:14dan ingin membalas dendang atas kematian bapaknya dulu.
00:35:18Dengrate Dukundon.
00:35:19Dengrate Dukundi.
00:35:20Iya, Daim.
00:35:21Kita tidak boleh menuduh tanpa bapaknya.
00:35:24Itu fitnah namanya.
00:35:26Saya akan tanya ke Daim Tiro.
00:35:28Karena memang belum ada laporan ke saya,
00:35:30kok ada tamu yang datang di kampung ini.
00:35:38Rina!
00:35:39Astagfirullahaladzim!
00:35:42Astagfirullahaladzim!
00:35:44Rina!
00:35:46Rina!
00:35:47Rina!
00:35:48Rina!
00:35:48Rina!
00:35:49Rina!
00:35:51Rina!
00:35:53Rina!
00:35:55Ada kabar Dukah, Pak Dusun.
00:35:57Rina,
00:35:58anak Daeng Lalang,
00:35:59meninggal dunia.
00:36:00Rina meninggal.
00:36:03Rina meninggal.
00:36:08Kenapa, Pak?
00:36:09Sakit.
00:36:11Iya.
00:36:11Katanya sakit mendadak.
00:36:13Pak,
00:36:13saya boleh ikut ke pemakaman Rina?
00:36:15Tidak.
00:36:16Sam.
00:36:17Rina itu teman kecil kita.
00:36:20Om,
00:36:21boleh saya ikut ke pemakaman ya?
00:36:23Bukan saya melarang,
00:36:24tapi ini demi kebaikanmu.
00:36:27Baik, Om.
00:36:27Saya faham.
00:36:29Kalau gitu,
00:36:29saya lanjut membersihkan surau ya.
00:36:31Oh, iya.
00:36:32Dilanjutkan.
00:36:33Saya pergi dengan.
00:36:34Sabar, Lina Lalang.
00:36:45Sabar.
00:36:49Saya senang ketemu kamu lagi, Tiara.
00:36:51Sudah lama kita tidak berjumpa
00:36:53setelah kamu berkuliah di kota.
00:36:56Oh, iya.
00:36:58Ingat Iksad,
00:36:59teman kecil kita dulu.
00:37:01Ingat dong.
00:37:02Dia kan teman-teman kita dulu.
00:37:03Iya.
00:37:04Tapi semenjak dia pindah,
00:37:06kita tidak tahu lagi bagaimana kabarnya.
00:37:08Dia ada di sini.
00:37:10Baru dua hari dia di sini.
00:37:13Datang untuk berjarah ke makam bapaknya.
00:37:16Oh, iya.
00:37:18Terus dia di mana sekarang?
00:37:23Jadi Rina meninggal karena Doti?
00:37:25Iya.
00:37:26Begitu cerita dari orang-orang.
00:37:28Dengarkan saya ya.
00:37:30Ilmu hitam.
00:37:31Di mana pun ada,
00:37:34karena sesuai firman Allah,
00:37:36setan itu musuh nyata bagimu sampai hari akhir.
00:37:40Setan akan salam kepada manusia dengan beragian cara.
00:37:43Oleh karena itu,
00:37:45semakin kita jauh dari Allah,
00:37:47maka setan semakin senang kepada manusia.
00:37:49meramaikan kembali surau ini dengan sholat berjamaah
00:37:52adalah salah satu cara
00:37:54kita untuk menghentikan langkah-langkah setan.
00:37:58Ajak keluarga yang lain untuk sholat berjamaah di surau.
00:38:01Kembali mengaji di surau selepas maghrib.
00:38:03Semakin kita mendekatkan diri kepada Allah.
00:38:05Insya Allah,
00:38:07tidak ada ilmu hitam yang mampu mengalahkan ilmu Allah.
00:38:09Iksan!
00:38:14Kamu masih lupa sama saya.
00:38:16Kamu Tiara, kan?
00:38:19Iya.
00:38:20Tiara?
00:38:21Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi.
00:38:24Dan aku tidak pernah bermimpi kita akan bertemu bertiga.
00:38:27Aku juga senang banget bisa ketemu kamu lagi.
00:38:29Jadi, Iksan itu anek dia nerate?
00:38:39Iya.
00:38:40Dia datang ke sini
00:38:42mau bersiarah ke makam bapaknya.
00:38:46Apa bisa setelah urusannya selesai
00:38:49dan bujuk dia untuk segera meninggalkan kampung ini?
00:38:53Sebenarnya,
00:38:54saya sudah sering menyarankan.
00:38:57Tapi saya tentu tidak bisa memaksanya.
00:39:00Ini kan kampung halamannya juga.
00:39:02Dia itu lulusan pesantren.
00:39:05Dia datang kemari
00:39:06berinisiatif untuk membersihkan surau.
00:39:09Sekaligus mengajak masyarakat
00:39:11untuk sholat, berjamaah,
00:39:13dan mengaji bersama di surau.
00:39:15Itu tidak salah.
00:39:17Tidak ada yang salah sebenarnya.
00:39:19Cuman waktunya saja yang tidak tepat.
00:39:22Di saat kejadian demi kejadian aneh terjadi di kampung ini.
00:39:26Saya tidak mau
00:39:27kejadian yang dulu pernah terjadi.
00:39:30Kembali lagi.
00:39:32Saya mohon, Daimu,
00:39:34bujuk dia untuk segera tinggalkan kampung ini.
00:39:37Ini demi kebaikan kita bersama.
00:39:41Bujuk, Daimu.
00:39:42Tuhan bertemukan
00:39:49walau hanya mimpi saja.
00:39:53Ingin aku kenal dalam mimpi yang terindah.
00:40:01Ku ingin rasakan
00:40:05Hanya penuh-penuh cinta
00:40:09Meskip,
00:40:10변uh kursus
00:40:26ber ожi
00:40:28Anak-anak bisa ngaji ke surau tanpa rasa takut
00:40:31Atau ditakut-takutin sama hal yang berbau mistik
00:40:37Saya mau bantu kamu Isan
00:40:42Terima kasih Tiara
00:40:58Sari
00:41:00Kamu ngajep ngaji?
00:41:02Enggak, aku lagi datang bulan
00:41:05Oh yaudah, kalau gitu aku masuk dulu ya
00:41:07Iya
00:41:20Assalamualaikum
00:41:22Waalaikumsalam
00:41:24Tabe, saya Pak Bar, orang Tony Aco
00:41:26Saya mau bawa pulang anak saya
00:41:28Anak-anak sedang mengaji di sini
00:41:30Tabe, saya tidak mau anak saya diajar mengaji oleh anak Dukun Doti
00:41:35Tabe, bapak saya bukan Dukun Doti
00:41:38Kamu tidak tahu apa-apa ya
00:41:39Semenjak kedatangan kamu di kampung ini
00:41:41Di kampung ini banyak kejadian aneh
00:41:43Astagfirullahaladzim, jangan mempintah saya
00:41:46Setelah kalian mempintah bapak saya
00:41:50Aco, ayo pulang
00:41:52Tapi kan Pak, Aco kan mau mengaji
00:41:55Mengaji
00:41:56Bapak bilang pulang
00:41:57Mengaji saya di rumah dengan ibu kamu
00:41:59Jangan mengaji dengan anak Dukun Doti
00:42:04Ayah pulang
00:42:12Tidak apa-apa
00:42:13Saya tidak mau masa kalian ikut mengaji di sini
00:42:15Tetapi
00:42:17Dengan kita sholat berjamaah bersama
00:42:19Mengaji bersama
00:42:21Kita telah memuliakan rumah Allah
00:42:23Dan sesungguhnya itulah orang-orang yang beriman
00:42:25Bagaimana?
00:42:26Masih mau mengaji?
00:42:27Masih
00:42:28Bagus
00:42:29Ayo ketemu aja lagi
00:42:30Bismillahirrohmanirrohim
00:42:38Dari mana kamu?
00:42:39Mengaji di Surau, Pak
00:42:40Sejak kapan kamu mengaji di Surau?
00:42:41Semenjak Surau itu dibersihkan
00:42:42Terus diperlakukan laiknya rumah ibadah
00:42:43Kamu
00:42:44Kamu
00:42:45Tidak tahu menau tentang kamu
00:42:47Tentang kamu
00:42:48Lalu
00:42:49Kamu
00:42:50Lalu
00:42:51Tentang kamu
00:42:52Lalu
00:42:53Lalu
00:42:54Lalu
00:42:55Lalu
00:42:56Lalu
00:42:57Lalu
00:42:59Lalu
00:43:00Lalu
00:43:01Lalu
00:43:02Dari mana kamu?
00:43:03Mengaji di Surau, Pak
00:43:05Sejak kapan kamu mengaji di Surau?
00:43:07Semenjak Surau itu dibersihkan
00:43:09Terus diperlakukan laiknya rumah ibadah
00:43:11Kamu
00:43:13Tidak tahu menahu tentang kampung ini
00:43:15Bapak sekolahkan kamu di kota
00:43:18Agar kamu tidak terbawa pengaruh buruk
00:43:21Orang-orang di sini
00:43:22Apa maksud Bapak pengaruh buruk?
00:43:25Justru Tiara pengen
00:43:26Warga itu bisa kembali ke surau
00:43:28Mengaji bersama
00:43:30Sholat berjamaah
00:43:31Biar terhindar dari pengaruh buruk
00:43:34Jangan so tahu
00:43:40Pasti ada yang mempengaruhi pikiran
00:43:46Sudahlah kamu kembali ke kota
00:43:53Tidak ada gunanya lagi
00:43:55Kamu berkuat baik
00:43:57Untuk warga di kampung ini
00:43:59Dengar
00:44:01Bapak tidak akan mengizinkan kamu
00:44:04Mengaji di surau itu
00:44:06Sebetulnya Bapak tidak melarang
00:44:09Mengaji tapi jangan di surau itu
00:44:13Apalagi kamu belajar mengaji
00:44:14Sama anak dukun dote itu
00:44:16Bapak Isan bukan dukun
00:44:18Almarhum cuma guru ngaji Pak
00:44:20Lagipula Isan datang ke sini baik-baik
00:44:22Dia membersihkan surau
00:44:24Dia ajarin anak-anak mengaji
00:44:28Tiara sebagai anak yang lahir juga di kampung ini
00:44:30Punya kewajiban
00:44:31Biar warga bisa kembali memuliakan rumah Allah
00:44:34Kalau kamu membangkang
00:44:36Bapak akan memaksamu kembali ke kota
00:44:38Tiara bukan lagi anak kecil Pak
00:44:40Tiara sudah mahasiswa
00:44:41Tiara berhak untuk menentukan sikap menegakkan yang hak
00:44:45Maaf Bapak Tiara masuk kamar
00:44:47Tiara
00:44:48Hey
00:44:49Kampung kita ini
00:44:56Kian meresahkan
00:44:58Setelah kematian istri Deng Syahril dan Rina
00:45:02Ditambah lagi
00:45:04Istri Lelalang yang depresi karena kematian si Rina
00:45:09Rina
00:45:11Kamu makan dulu ya anak
00:45:13Ayo makan Rina
00:45:15Kamu tidak mau dengar kata-kata Mama
00:45:17Ayo makan
00:45:22Ayo makan Rina
00:45:23Isteri saya jadi depresi
00:45:24Bahkan
00:45:25Dia sudah terima kasih
00:45:26Isteri saya
00:45:27Isteri saya jadi depresi
00:45:30Begitulah Pak Dusuk
00:45:42Sejak Rina meninggal
00:45:45Isteri saya jadi depresi
00:45:48Bahkan
00:45:50Dia sudah tidak mengenali saya lagi Pak Dusuk
00:45:55Siapa kamu?
00:45:57Siapa kamu?
00:45:59Pergi!
00:46:00Pergi!
00:46:02Pergi!
00:46:04Pergi!
00:46:06Pergi!
00:46:07Pergi!
00:46:08Pergi!
00:46:09Pergi kamu!
00:46:10Pergi!
00:46:11Siapa yang tega melakukan semua ini terhadap keluarga saya Pak Dusuk?
00:46:16Dia akan membapat balasannya
00:46:20Tawar Ki!
00:46:24Serahkan semua kepada Allah
00:46:26Siapa yang berbuat jahat
00:46:29Pasti akan merasakan
00:46:31Balasan dari kejahatannya
00:46:33Sama
00:46:35Kalau kamu tidak mau makan Rina
00:46:37Biar Mama yang makan
00:46:39Belum lagi isu yang merebak
00:46:58Ada mayat hidup
00:46:59Yang memangsa ternak penduduk
00:47:01Pak
00:47:05Kambingnya berisik Pak
00:47:07Pak
00:47:09Sepertinya ada pencuri di kandang kami kita Pak
00:47:11Coba Bapak lihat di belakang Pak
00:47:16Oh iya ya?
00:47:18Ibu tunggu di sini ya
00:47:20Saya cek di kandang
00:47:22Pak hati-hati Pak
00:47:23Ya iya
00:47:24Ya iya
00:47:25Maaf
00:47:37God
00:47:40U preview
00:47:44Kenapa?
00:47:45Ikh
00:47:46Gini
00:47:48Selamat tinggalir
00:47:49Selamat tinggalir
00:47:50Selamat tinggal di sana
00:47:51Selamat tinggal di sana
00:47:53Kasihan warga disini
00:48:14Diteror oleh si Doty
00:48:16Doty memang ada
00:48:18Hanya saja
00:48:20Ada yang memanfaatkan situasi
00:48:22Untuk kepentingan tertentu
00:48:24Kasihan warga disini
00:48:54Iksa
00:49:09Iksa
00:49:13Sedang apa kamu?
00:49:19Ada sesuatu yang menggabut saya om
00:49:21Ketika saya sedang berjikir
00:49:23Ada ular masuk ke kamar saya
00:49:25Lalu mengelilit saya
00:49:26Dan bang hilang berbentuk kumpahan asap
00:49:28Astaga firullah nasib
00:49:30Itu kiriman ilmu hitam
00:49:32Kamu harus berhati-hati
00:49:33Rupanya ada orang yang mengincarmu
00:49:36Kamu harus banyak berdoa dan bersikir
00:49:39Ada piksan
00:49:43Kenapa ya?
00:49:51Aco
00:49:52Aco
00:49:53Sejak kapan dia begini?
00:49:56Aco
00:49:57Mulai dari Surau, Deng
00:49:58Dia tuh muntah-muntah
00:49:59Lalu badannya mendadak panas
00:50:02Sudah kubilang jangan ke Surau
00:50:04Surau itu dibangun oleh Daeng Rate
00:50:07Dia tuh dukun dok yang berkenau
00:50:10Guru mengaji
00:50:11Iya Deng
00:50:12Saya sudah melarang anak saya untuk pergi ke Surau
00:50:14Akan tetapi
00:50:16Anak Deng lah yang mengajak anak-anak untuk mengaji di Surau
00:50:19Ayo keluar
00:50:36Aco
00:50:43Aco
00:50:44Aco
00:50:44Tiara
00:50:53Tiara
00:50:56Buka pintunya
00:50:58Tiara
00:51:00Zara
00:51:08Siara
00:51:10Ada apa Pak?
00:51:12Tiara sudah mengaji
00:51:13Kalau kamu mengaji
00:51:15Suara jangan keras-keras
00:51:17Syakit kubing bapamu
00:51:18Sudah mengajinya dalam hati saja
00:51:21Bukan termasuk bagian dari kami
00:51:27Orang yang nyatakhana terhadap Al-Quran
00:51:29Menurut hadis Bukhari Muslim
00:51:31Ya takhana itu memperbagus suara
00:51:34Dalam membaca Al-Quran dengan suara yang indah
00:51:37Jangan ajari Bapakmu
00:51:39Ini karena pengaruh anak dukun itu
00:51:44Sehingga kamu berani menentang Bapakmu
00:51:46Saya tidak menentang Bapak
00:51:47Saya ingin menyampaikan kebenaran
00:51:49Jangan ceramai Bapakmu
00:51:51Sudah
00:51:52Bapak tidak mau
00:51:54Kamu ketemu sama anak dukun itu lagi
00:51:58Apalagi sampai kamu mengajak anak-anak
00:52:01Menganji di suara itu
00:52:02Awas sampai Bapak lihat
00:52:06Bapak tidak akan segan-segan mengurungmu dalam kamar
00:52:10Dan Bapak juga tidak akan segan-segan
00:52:12Menyuruh orang-orang untuk mengusir dia dari kampung ini
00:52:16Bapak Isam bukan dukun doti Pak
00:52:19Justru Bapak sekarang jadi dukun
00:52:21Bapak belum bisa meninggalkan ritual-ritual lama
00:52:24Dan itu menyesatkan Pak
00:52:26Itu musyrik
00:52:27Jaga umunganmu
00:52:30Tahu apa kamu?
00:52:32Ritual leluhur adalah ajaran yang harus dihormati
00:52:39Apa bukan dukun?
00:52:43Bapak
00:52:45Bapak diberi kelebihan
00:52:47Membantu
00:52:48Untuk mengobati orang-orang yang sakit
00:52:51Mengobati dengan cara yang salah?
00:52:54Karena Bapak mempraktekan ilmu hitam Pak
00:52:56Jaga umunganmu Ciara
00:52:58Bapak ingatkan sama kamu
00:53:02Bapak ingatkan sama kamu
00:53:06Jangan sekali-kali lagi berani membantah Bapakmu
00:53:08Bapak ingatkan sama kamu
00:53:38Terima kasih sudah membersihkan surau ini
00:53:52Meskipun tak ada orang yang mau datang sholat disini
00:53:59Terima kasih Teta
00:54:00Pertama kali kita bertemu pas awal saya datang kesini
00:54:04Iya
00:54:05Ya mari Teta
00:54:08Mari kita sholat
00:54:10Teta sebagai imam
00:54:11Sudah nanda saja
00:54:13Biar saya jadi maho
00:54:15Ini tidak bisa terus dibiarkan Pak Dusun
00:54:18Kedatangan dia
00:54:19Jelas membawa dendam
00:54:21Jika dibiarkan
00:54:23Akan semakin banyak korban
00:54:26Dan desa kita
00:54:27Akan semakin mencekam
00:54:29Betul Pak Dusun
00:54:33Kita harus bertindak
00:54:35Usir anak nukunot itu dari kampung ini
00:54:38Betul
00:54:38Yang membangun surau itu adalah Bapakku
00:54:44Sebelum dibangun
00:54:47Surau itu adalah tempat pemujaan warga
00:54:52Setiap kali merayakan pesta panen
00:54:56Warga melakukan ritual di atas batu besar
00:55:01Itu adalah kepercayaan lama masyarakat di kampung ini
00:55:07Mereka pesta pora
00:55:20Dan mereka mengelilingi batu besar sambil mabuk-mabukan
00:55:27Sampai saatnya kehadiran Bapakmu
00:55:32Memberikan pemahaman dan ilmu agama
00:55:36Hingga
00:55:38Kemusrikan di kampung ini
00:55:42Berangsur-angsur menghilang
00:55:45Mulai saat itu
00:55:48Warga rajin solat berjamaah
00:55:53Dan mengaji ke surau
00:55:56Assalamualaikum warahmatullahi
00:55:59Assalamualaikum warahmatullahi
00:56:04Tapi tidak semua orang menyukainya
00:56:08Khususnya
00:56:10Mereka yang masih percaya
00:56:12Akan ritual kepada leluhur
00:56:15Suatu ketika
00:56:17Muncul wabah penyakit mengerikan di kampung ini
00:56:22Yang menimbulkan kematian demi kematian
00:56:27Assalamualaikum warahmatullahi
00:56:31Assalamualaikum warahmatullahi
00:56:37Pada saat dua jenasa warga yang ingin disolatkan
00:56:43Tiba-tiba keluar liban dari selah-selah kain kafan
00:56:50Masyarakat percaya bahwa itu adalah pertanda buruk
00:56:55Leluhur yang marah
00:56:58Karena tak ada lagi persembahan yang dilakukan
00:57:02Bapakmu
00:57:04Dituduh memiliki ilmu doti
00:57:08Yang menimbulkan kematian demi kematian
00:57:11Karena dianggap sebagai keturunan dari kampung Ujung Karama
00:57:17Dimana ilmu doti itu berasal
00:57:21Termasuk dengan dirimu
00:57:24Sebagai keturunan dengrate
00:57:28Masyarakat masih percaya bahwa ilmu doti itu masih ada
00:57:35Dan berlangsung turun-temurun
00:57:38Akibatnya
00:57:40Bapakmu mendapatkan perlakuan keji
00:57:44Hingga keluargamu diusir dari kampung ini
00:57:49Siapa yang menebar fitnah hingga sekarang?
00:58:14Tolong
00:58:17Jangan main hakim sendiri
00:58:19Kita bicarakan dulu baik-baik
00:58:21Wah sampai kapan Pak?
00:58:23Dengarkan saya
00:58:24Kalau Pak Dusun tidak mau bertindak
00:58:26Biar kami semua yang bertindak
00:58:28Bagaimana?
00:58:29Betul!
00:58:30Bapak-bapak
00:58:31Tenang dulu, tenang dulu
00:58:33Kita harus bertindak Pak Dusun
00:58:36Anak itu harus kita usir dari kampung kita
00:58:40Ayo, ayo, ayo
00:58:42Ayo usir dia
00:58:43Ayo
00:58:44Ayo usir dia
00:58:46Ayo usir
00:58:47Ayo usir
00:58:47Ayo usir
00:58:48Ayo usir
00:58:49Ayo usir
00:58:50Ayo usir
00:58:51Ayo usir
00:58:52Ayo usir
00:58:54Hei anak dukun doti
00:58:55Segera kamu tinggalkan tempat ini
00:58:57Atau kami akan memaksamu
00:58:59Pergi
00:58:59Ayo usir
00:59:00Ini kampung halaman saya
00:59:03Saya punya hak untuk tinggal di sini
00:59:05Dan perlu saya tegaskan
00:59:07Bapak saya bukan dukun
00:59:08Apalagi memiliki ilmu doti
00:59:10Kalian salah
00:59:11Dan telah memfitnah keluarga saya
00:59:13Bohong!
00:59:14Kamu itu anak dukun doti
00:59:17Sejak kedatangan kamu di sini
00:59:20Keluarga kita semakin resah
00:59:22Betul!
00:59:23Ini kejadian aneh di kampung kita
00:59:26Betul!
00:59:27Betul!
00:59:29Ilmu saya ilmu Allah
00:59:30Bukan ilmu hitam
00:59:32Maka dari itu saya mengajak kalian
00:59:34Untuk sholat berjamaah
00:59:35Di surau
00:59:36Untuk apa?
00:59:37Agar kalian tidak terpengaruh oleh ilmu setan
00:59:39Jangan banyak omong!
00:59:42Ayo!
00:59:42Bungkinkan dia!
00:59:44Ayo!
00:59:44Ayo!
00:59:46Badan!
00:59:46Stop!
00:59:47Stop!
00:59:48Hentikan!
00:59:50Bapak kalian!
00:59:51Bapak kalian!
00:59:51Bapak kalian!
00:59:53Dia ada!
00:59:54Dia tidak seperti apa yang kalian tuduhkan!
00:59:56Dia itu anak dukun doti!
00:59:58Dia datang ke sini
00:59:59Untuk memanas dendam!
01:00:01Diam!
01:00:01Bapaknya bukan dukun doti!
01:00:04Dia datang ke sini hanya untuk bersiarah!
01:00:06Dia bersihkan surau
01:00:07Untuk kembali mengajak warga sholat berjamaah!
01:00:09Dia ajari anak-anak kalian
01:00:11Untuk kembali mengajih surau!
01:00:13Harusnya kalian bersyukur!
01:00:15Ada anak muda yang berani
01:00:16Mengembalikan kampung ini
01:00:18Seperti dulu lagi!
01:00:20Bukan kalian semua!
01:00:21Jangan mau terhasut oleh orang-orang
01:00:23Yang tidak bertanggung jawab!
01:00:24San!
01:00:39Kamu kenapa, San?
01:00:41Tidak apa-apa
01:00:43Tapi itu muka kamu leban!
01:00:45Tidak apa-apa
01:00:49Ada orang yang sengaja kembali membuat isu doti
01:00:52Terwarga resah
01:00:53Atau memang ada yang menggunakan ilmu doti
01:00:55Untuk balas dendam
01:00:57Kamu percaya dengan doti?
01:01:00Ada yang ingin saya ceritakan
01:01:02Jadi ada yang menyerang kamu menggunakan ilmu hitam berwujud ular
01:01:06Terus ke pulau nasab lah ke kamar sari
01:01:08Iya
01:01:10Tidak apa-apa
01:01:12Oh!
01:01:15Tepuju
01:01:17Pagi lingsai
01:01:21Inak kesal
01:01:23Memanaku
01:01:25Ikasal
01:01:27Maku
01:01:28Rikuri
01:01:29Ya
01:01:30Dendek
01:01:33Bukule
01:01:34Nuna
01:01:35Bukuleku
01:01:36Tidak mengajar saya.
01:01:38Tidak mengajar saya.
01:01:40Tidak mengajar saya.
01:01:42Tidak mengajar saya.
01:01:44Tidak mengajar saya.
01:01:46Tidak mengajar saya.
01:01:51Apa-apa kalian?
01:01:53Pak, jangan.
01:01:55Kenapa Bapak tidak mengajar ini dengan Tiara?
01:01:58Pak Tidak cuma ingin ke Surau.
01:02:02Mengajar dengan surat, Pak.
01:02:04Bapak sudah memperingatkanmu.
01:02:06Tapi kamu masih saja membantah dan lebih mendengar
01:02:10serta percaya sama anak Dukun Doti itu.
01:02:13Bawa dia ke ruang.
01:02:15Tidak! Tidak!
01:02:16Bawa cemang.
01:02:17Ayo, lu.
01:02:26Ayo, lu.
01:02:34Ayo.
01:02:37Tidak!
01:02:43Bapak akan tinggi never tidurah dengan kisah anak Dukun Doti itu.
01:02:48Tidak dengan dulu, Pak.
01:02:49Tidak mengatakan iblis!
01:02:51Tunggu-tunggu dia masukin iblis!
01:02:59Kamu panggil Bapak mau iblis!
01:03:03Bapak sengah kamu panggil iblis!
01:03:05Daripada...
01:03:07Bapaknya Isan, dia itu dukun bergedok orang soleh!
01:03:18Bapaknya Isan itu...
01:03:21Yang membunuh mamamu dengan doti-doti!
01:03:25Daring raca dan keturunannya harus menerima hukuman yang setipal!
01:03:31Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
01:03:33Bapak!
01:03:35Mama meninggal karena sakit bukan karena doti!
01:03:40Kamu percayaan itu milik Allah, bukan milik manusia!
01:03:42Bapak lagi percayaan dukun daripada sama Allah!
01:03:47Bapak memang sudah sirik!
01:03:48Cukup! Sudah!
01:03:50Jangan seramai bapakmu lagi!
01:03:52Isyap dia!
01:03:54Isyap dia!
01:03:59Tolonglah!
01:04:00Bersambung...
01:04:14Astagfirullahaladzim.
01:04:16Kamu harus kuat menghadapi semuanya.
01:04:21Kamu ditakdirkan untuk menghentikan semua kejadian kutukan ini.
01:04:28Allah bersamamu.
01:04:33Amin.
01:04:36Saya belum maghrib.
01:04:38Silakan, Tata.
01:04:56Iksan, kamu tidak apa-apa?
01:04:58Oh, hanya khawatir. Kamu belum pulang.
01:05:02Ini sudah lewat maghrib.
01:05:04Sepertinya kondisi cuaca juga kurang bagus.
01:05:07Seperti mau turun hujan.
01:05:09Saya tidak apa-apa, Om.
01:05:11Syukurlah.
01:05:12Sari mana?
01:05:14Sari?
01:05:15Iya.
01:05:16Tidak ada Sari di sini.
01:05:17Apa?
01:05:18Tadi dia pamitmu ke Suroh.
01:05:20Ketika mendengar ada orang mau mendatangimu.
01:05:24Tidak ada siapa-siapa di sini.
01:05:25Kecuali Teta yang sedang sholat.
01:05:26Teta siapa?
01:05:27Kamu dari mana dan mau kemana.
01:05:30Sepertinya kamu datang dari jauh.
01:05:34Tapi Teta.
01:05:35Saya dari kota.
01:05:37Mau ke kampung Jonjo.
01:05:39Apakah masih jauh?
01:05:40Mari.
01:05:41Ayo, tiba.
01:05:53Ke mana dia?
01:05:55Baru saja dia masuk ke Surau ini.
01:05:57Mungkin orang tua yang kamu maksud adalah kaki Saro.
01:06:02Tapi dia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu.
01:06:05Dia juga sahabat Bapakmu.
01:06:24Dia memang selalu ke surau ini.
01:06:27Dialah yang mempertahankan surau ini ketika warga sudah tidak mau sholat di sini.
01:06:31Beliau itu orang baik.
01:06:37Mungkin beliau hanya ingin memperlihatkan sesuatu yang baik padamu.
01:06:43Om, sebaiknya sekarang kita cari-cari.
01:06:46Ya, kita lapor kepada Dusun.
01:06:49Ayo, mari.
01:06:50Mari.
01:06:51Istiqal ini.
01:06:54Ayo, Jari.
01:06:56Tolong itu.
01:06:57Tolong.
01:06:58Tolong.
01:06:59Tolong.
01:07:00Tolong.
01:07:01Tolong.
01:07:02Tolong.
01:07:03Tolong.
01:07:04Tolong.
01:07:05Tolong.
01:07:06Tolong.
01:07:07Tolong.
01:07:09Tolong.
01:07:10Tolong.
01:07:11Tolong.
01:07:12Tolong.
01:07:27Dia ingin kamu.
01:07:29Tanah sesuatu.
01:07:31Danah
01:07:38Tenang, dingin
01:07:40Ma'alabah, ma'alabah
01:07:49Dingin, dingin
01:07:51Sudah, ding, lalang
01:07:56Kalau dia tidak diikat seperti ini
01:08:00Suatu saat dia pasti akan mengamuk lagi
01:08:03Iya, rewa
01:08:05Assalamualaikum, deng
01:08:07Deng
01:08:09Sepertinya
01:08:11Deng rewa tidak ada di rumah
01:08:13Tunggu dulu
01:08:14Kayak ada suara orang
01:08:18Iya
01:08:19Ih, suaranya dari bawah
01:08:24Baik, kita lihat
01:08:30Sabri dalam
01:08:38Sabri dalam
01:08:40Astagfirullahaladzim
01:08:46Tiara
01:08:47Tiara, siapa milik kok yang ini?
01:08:53Terus, dimana deng rewa?
01:08:55Ceritanya panjang
01:08:55Sekarang kita harus ke rumah Pak Dusun
01:08:57Ada hal yang sangat tentu
01:08:59Assalamualaikum
01:09:06Waalaikumsalam
01:09:08Nah, ini dia orangnya
01:09:11Sumber malapetaka di kampung kita
01:09:13Kebetulan kamu ke sini
01:09:15Segera kamu bertanggung jawab
01:09:18Atas apa yang terjadi di kampung ini
01:09:19Betul?
01:09:20Betul
01:09:21Tunggu dulu
01:09:22Jangan kalian asal menuduh
01:09:24Tapi Pak Dusun
01:09:26Anak saya Sariq meninggalkan rumah
01:09:29Tadi sore dia pamitanmu ke Surau
01:09:32Tapi setelah saya ke Surau
01:09:33Dia tidak ada di sana
01:09:35Jadi Sari belum pulang sampai sekarang?
01:09:36Iya
01:09:37Jangan Tiro
01:09:37Siapa suruh anakmu pergi ke Surau?
01:09:41Surau itu dibangun oleh Dukun Doti
01:09:43Dia sumber petaka sejak kedatangannya
01:09:46Dia ingin membalas kematian Bapaknya
01:09:51Sebelum terlambat
01:09:55Bagaimana
01:09:56Kalau kita tangkap dia
01:09:58Setuju?
01:09:58Tunggu
01:10:03Tunggu
01:10:03Sampai
01:10:03Sampai
01:10:04Mati kalian semua sudah dirasuki Iblis
01:10:06Bukan dia penyebabnya
01:10:07Saya tahu siapa di belakang sebuah ini
01:10:10Kita harus cepat melaporkan ini pada Den Rewa
01:10:22Kau dengar itu?
01:10:31Seperti ada orang tertawa
01:10:35Apa itu Mi?
01:10:37Jangan-jangan
01:10:39Jangan-jangan
01:10:42Setan
01:10:44Jangan kau bicara setan di sini
01:10:46Jangan kau bicara setan di sini
01:11:16Jangan-jangan
01:11:46Jalan! Jalan! Jalan!
01:11:59Sari!
01:12:00Sari!
01:12:01Sari!
01:12:02Sari!
01:12:03Sari!
01:12:04Sari!
01:12:05Sari!
01:12:06Oh, itu penghujung, bagi linsai,
01:12:11Enakes לא mau menakku,
01:12:16Enakes LOLM aku akuri-kuri!
01:12:20Lupa aku tuono bebe yuk ku!
01:12:23Yadene, bukulen nur na bukul eik tuk!
01:12:30Koro Duna,
01:12:33Yara Binyeng.
01:12:37Nyawa dan nyawa aku,
01:12:40Siara suri pinjing
01:12:45Ku bunuh naa tubuhku
01:12:49Iya
01:12:52Naa kepadu sini naa masa upamak ibu
01:12:57Siara pinjing
01:13:04Siara suri pinjing
01:13:08Siara suri
01:13:10Apa yang kamu lakukan disitu naa
01:13:12Aku bukan Sari
01:13:14Sari
01:13:16Istighfar naa
01:13:18Itu musrik
01:13:20Ayo pulang naa
01:13:22Pulang
01:13:32Jangan ganggu aku
01:13:34Ayo pulang naa
01:13:36Sari
01:13:38Sadar naa
01:13:40Saya bapamu
01:13:42Jangan ikut campur rencanku
01:13:44Sari
01:13:45Lepaskan dia
01:13:54Kamu yang saya mau
01:13:56Kamu harus jadi pendapat
01:13:58Istighfar Sari
01:14:00Kamu telah tersesat
01:14:02Jalan
01:14:04Jangan tergoda oleh rakyat setan
01:14:08Istighfar
01:14:10Sari
01:14:12Sari
01:14:14Sari
01:14:16Sari
01:14:18Sari
01:14:20Sari
01:14:30Sari
01:14:31Sari
01:14:32Sari!
01:14:33Siara kau buta kaya randa, Dago!
01:14:38Hati-hati, Sari! Hati-hati!
01:14:40Itu yang mau tuju!
01:14:41Hati-hati!
01:14:51Allah Allah, walau ketelatilah!
01:15:02Hati-hati!
01:15:10Sari!
01:15:11Sari!
01:15:12Sari!
01:15:13Sari!
01:15:14Sari bangun!
01:15:16Sari bangun!
01:15:17Sari!
01:15:18Sari!
01:15:19Bangun, nak!
01:15:22Kak Arif, Kak!
01:15:25Aku, Ipsiat!
01:15:33Aku, Anci, Aino,
01:15:36Dengan...
01:15:38Caranya...
01:15:40Mahalah!
01:15:41Ipsiat!
01:15:42Saya ingin,
01:15:43Kalo besar nanti,
01:15:45Kita sama bersama seperti ini.
01:15:47Ya gak mungkin lah Sari.
01:15:49Kan kalo kita besar nanti,
01:15:51Kita akan menikah.
01:15:52Kita akan punya pasangan masing-masing.
01:15:55Oh iya juga ya, kalau nanti pasanganmu, saya aja mau enggak.
01:16:01Daeng, saya tahu Daeng tidak suka Tiara dekat dengan Iksan.
01:16:07Saya pun demikian. Daeng, beritahu saya cara agar Iksan mencintai saya.
01:16:14Dengan Iksan mencintai saya, dia akan melupakan Tiara.
01:16:19Itu hal mudah, asal kamu mau mengikuti ritualmu.
01:16:31Aku sudah memaafkanmu, Sari. Kami semua memaafkanmu.
01:16:37Yang penting kamu sadar atas kesalahan yang telah kamu buat.
01:16:42Kami sudah minta maaf kepada Allah. Beristifat kau.
01:16:48Bistur.
01:16:51Aziz.
01:16:52Sari!
01:16:53Sari!
01:16:54Sari!
01:17:03Waduh Sun!
01:17:04Saya melihat yang rewa tewa tergantung jatuh sepohon.
01:17:07Juju sana.
01:17:08Bapak!
01:17:09Indah ni lewat ni lewat racun!
01:17:11Bapak!
01:17:12Deng Tiro!
01:17:13Bawah Sari dari sini!
01:17:14Ayo bantu!
01:17:15Yang lain hidup saya!
01:17:16Ayo, ayo!
01:17:17Mak!
01:17:18Tiara!
01:17:21Bapak!
01:17:22Bapak!
01:17:23Bapak!
01:17:24Bapak!
01:17:26Bapak!
01:17:28Bapak!
01:17:30Bapak!
01:17:31Bapak!
01:17:32Bapak!
01:17:33Bapak!
01:17:34Bapak!
01:17:35Bapak!
01:17:36Bapak!
01:17:37Bapak!
01:17:38Bapak!
01:17:39Bapak!
01:17:40Bapak!
01:17:41Bapak.
01:17:43Bapak!
01:17:45Bapak!
01:17:46Bapak!
01:17:47Bapak!
01:17:48Al MC.
01:17:50Sampai jumpa.
01:18:21Pak Kadus saya minta maaf ya, Pak.
01:18:24Atas apa yang Bapak saya telah lakukan selama ini.
01:18:29Allah sampaikan permintaan maaf saya kepada warga yang lain, Pak.
01:18:34Ternyata Bapak saya yang ada di belakang semua ini.
01:18:39Kami semua sudah memaafkan, Tiara.
01:18:43Semoga ada hikmah yang baik yang bisa kita ambil dari kejadian ini.
01:18:47Dan yang terpenting kemudian, kita bisa lebih meningkatkan ketakuan kita kepada Allah.
01:18:56Terima kasih, Pak Kadus.
01:19:01San, saya juga minta maaf kepada keluarga kamu.
01:19:05Terlalu banyak fitnah yang keluarga saya berikan kepada keluargamu.
01:19:15Kami sudah memaafkan, Tiara.
01:19:18Kami menerima semuanya dengan ikhlas.
01:19:20Sebagai ujian dari Allah.
01:19:24Dan aminnya harus kita akhiri.
01:19:27Terima kasih, San.
01:19:28Istri dan yang laklang sudah sadar kembali.
01:19:34Keadaannya tiba-tiba saja membaik.
01:19:37Begitu juga dengan anak Pak Akbar.
01:19:41Semoga dengan peristiwa ini,
01:19:43kampung yang kita cintai ini kembali damai seperti semula.
01:19:47Amin.
01:19:48Amin.
01:19:48Amin.
01:19:53Sudah rapi ya, taruh akurannya ya.
01:19:57Nah.
01:19:58Mas, yang berputar sendalnya, pelan-pelan.
01:20:10Tiara.
01:20:12Mau saya ntar pulang?
01:20:14Hmm, gak usah.
01:20:15Sampai ketemu besok, San.
01:20:17Yaudah.
01:20:18Kalau gitu, saya duluan ya.
01:20:20Assalamualaikum.
01:20:21Waalaikumsalam.
01:20:22Maaf.
01:20:43Terima kasih.
01:21:13Terima kasih.
01:21:43Terima kasih.
01:22:13Terima kasih.

Dianjurkan