Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kasus perundungan di Jawa Timur kembali disorot melalui diskusi daring “Darurat Bullying di Jatim, Siapa yang Bertanggung Jawab?” yang digelar Fraksi PKS DPRD Jawa Timur pada Selasa, 16 Desember 2025 via Zoom.

Di forum ini, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas menekankan bahwa kekerasan terhadap anak, termasuk di ranah digital, tidak bisa lagi dianggap persoalan ringan dan memerlukan kebijakan yang mengikuti perubahan pola interaksi masyarakat.

Baca berita lengkapnya dengan klik link di bio atau cek story terbaru kami di AboutMalang.com

Penulis: Novi Embun Tristiani/ AboutMalang.com
Editor: Maulidiyah Kamaliah/ AboutMalang.com

#PerdaPerlindunganPerempuandanAnak #perundingan #PuguhWijiPamungkas

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Angka perundungan naik, buku DPRD Catim dorong semua pihak kompak
00:04Sekolah wajib perkuat tim anti kekerasan
00:06Kasus perundungan di Jawa Timur kembali disorot dalam diskusi daring
00:10Fraksi PKS DPRD Catim, buku Wiji Pamungkas
00:13Dimana ia menegaskan bahwa bullying termasuk di ruang digital
00:16Perlu ditangani serius melalui pembaruan kebijakan
00:19Seiring meningkatnya rakam kasus kekerasan terhadap anak
00:22Penjagaan perundungan harus melibatkan keluarga, sekolah, komunitas
00:26Hingga platform digital dengan call center dan UPTDP 3AK
00:30Catim yang responsif
00:32Serta penguatan tim pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah
00:36Untuk mendampingi remaja yang masih labil
00:38Dengan sistem yang lebih siap, intervensi seperti konseling, pengawasan, dan pendampingan
00:43Dapat berjalan efektif, didukung regulasi pemerintah, peran aktif sekolah
00:47Serta keluarga dan masyarakat agar korban pulih dan kembali percaya diri
Komentar

Dianjurkan