Halo Drama Lovers!
Di channel ini yang selalu siap bikin kamu baper! Kali ini kita kedatangan drama yang lagi VIRAL banget, Siap-siap teriak bareng karena kita akan bedah momen paling manis, paling bikin emosi, dan kenapa drama ini wajib banget kamu tonton!
Yuk, langsung kita mulai..
#CDrama #ChineseDrama #DramaCina #RomansaModern #ModernRomance #CDramaTerbaru #ReviewDramaCina #DramaReview #CDramaSubIndo
#DramaKantor #OfficeRomance #CampusRomance #SweetDrama #ChemistryBintang #DramaBaper #CDramaViral #PasanganDramaCina #OSTDramaCina #DramaManis #liulanbo
Di channel ini yang selalu siap bikin kamu baper! Kali ini kita kedatangan drama yang lagi VIRAL banget, Siap-siap teriak bareng karena kita akan bedah momen paling manis, paling bikin emosi, dan kenapa drama ini wajib banget kamu tonton!
Yuk, langsung kita mulai..
#CDrama #ChineseDrama #DramaCina #RomansaModern #ModernRomance #CDramaTerbaru #ReviewDramaCina #DramaReview #CDramaSubIndo
#DramaKantor #OfficeRomance #CampusRomance #SweetDrama #ChemistryBintang #DramaBaper #CDramaViral #PasanganDramaCina #OSTDramaCina #DramaManis #liulanbo
Kategori
π₯
Film pendekTranskrip
00:00:00Terima kasih.
00:00:30Terima kasih.
00:01:00Jimat apa ini? Kenapa aku gak pernah lihat? Aku ini master agung, alih perjimatan. Jangan mimpi bisa mencelakai aku dengan jimat.
00:01:08Connie.
00:01:09Gak ada gunanya kamu robek cek ini. Kita tetap harus bercerai.
00:01:13Kawan, kulihat dahimu hitam. Kamu diselimuti aura negatif. Kamu bakal dapat bencana.
00:01:28Connie, jangan kira dengan pura-pura bodoh. Lalu kita gak jadi celai.
00:01:32Oh, ucapanku benar. Kamu dapat bencana, kan?
00:01:56Ih, dia jadi lumpuh. Gara-gara seorang wanita.
00:02:25Perusahaannya bangkrut, lalu mati mengenaskan. Dia sial banget.
00:02:30Apa katamu?
00:02:32Kawan, kamu bernasib buruk. Apa kamu mau ngubah nasib?
00:02:35Aku ini ahli mata fisika. Gak perlu 2928, 998 batur aja. Udah cukup. Kamu tetap untung. Gak bakal rugi.
00:02:40Lukanya jangan sampai kena air ya. Terima kasih.
00:02:51Tunggu.
00:02:53Coba periksa otaknya.
00:02:54Kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pasien. Sama sekali gak ditemukan masalah pada otaknya.
00:02:58Mana mungkin?
00:02:58Kalau otaknya gak bermasalah, mana mungkin? Mana mungkin dia kayak orang yang berbeda. Bicaranya juga aneh.
00:03:05Bicaranya aneh? Mungkin karena dia sedang kurang sehat.
00:03:13Dia jadi lumpuh gara-gara seorang wanita. Perusahaannya bangkrut, lalu mati mengenaskan.
00:03:18Kony, tadi kamu bilang apa padaku?
00:03:20Tito! Tito! Kak!
00:03:24Tito, kamu bebek aja kan?
00:03:27Kony, dasar pembawa sial. Kenapa masih di sini?
00:03:30Kalau bukan karena kamu, mana mungkin kakakku bakal terluka?
00:03:32Dia terbentur sendiri. Apa hubungannya denganku?
00:03:43Gadis yang malang. Dia dihancurin sama cowok berengsek dan kena penyakit kelamin.
00:03:47Perusahaannya bangkrut, semua dilintas. Yang tersisa cuma biaya pengobatan.
00:03:50Akhirnya dia putus asa dan terjun dari atas gedung.
00:03:52Apa katamu? Kamu berani nyumpahin aku?
00:03:55Aku gak bilang apa-apa. Siapa yang nyumpahin kamu?
00:03:56Astrid?
00:03:59Selain nasibnya mengenaskan, dia juga bodoh.
00:04:01Udahlah, karena nasibmu sangat malang, setelah kamu mati,
00:04:05aku akan diberangi jiwamu agar kehidupanmu yang berikutnya bisa lancar.
00:04:09Kakak gak dengar barusan dia bilang apa?
00:04:12Dia bilang apa, Astrid?
00:04:13Apa kamu terlalu lelah dan berhalusinasi?
00:04:15Nana Koning gak ngomong apa-apa?
00:04:17Apa aku dengar suara hatinya Koning?
00:04:20Nana Koning, terima kasih udah bantuin aku ngerawat Tito.
00:04:23Ini sub buatanku untuk Tito.
00:04:25Ayo coba dicicipi.
00:04:29Dia pura-pura tersiram sub, aku gak pegang dengan benar.
00:04:32Trikotor murahan.
00:04:34Gak mungkin, Kak Valeria bukan diperolah sejahat itu.
00:04:37Dia pasti mau nyelahkan Kak Valeria.
00:04:38Ternyata ucapannya memang kayak gini.
00:04:48Ternyata ucapannya memang terbuka.
00:04:50Mana mungkin kayak gini?
00:04:51Tito, jangan salahin Nana Koning.
00:04:53Nana Koning gak sengaja.
00:04:54Tentu aja aku gak sengaja.
00:04:55Kamu yang sengaja melakukannya.
00:04:57Maksud Nana Koning, aku sengaja menyeram diriku sendiri dan berniat menjebakmu.
00:05:00Apa aku salah?
00:05:01Aku tahu, kamu dendam padaku karena perceraianmu dengan Tito.
00:05:06Tapi kami saling mencintai.
00:05:08Apalagi Tito juga udah ngasih kamu kompensasi 20 miliar.
00:05:12Hidupmu ke depan akan terjamin.
00:05:15Valeria, jangan sebarangan ngomong.
00:05:17Valeria memang menyelamatkan nyawa aku.
00:05:19Aku berterima kasih pandanya.
00:05:20Tapi setelah nikah sama Koning, aku selalu jaga jarak sama dia.
00:05:22Mana ada saling mencintai.
00:05:24Emangnya 20 miliar itu banyak banget?
00:05:26Kamu bakal terjamin seumur hidup.
00:05:29Ternyata 20 miliar sebanyak itu?
00:05:31Harapanku terkabul.
00:05:33Aku lagi pusing masalah uang buat naik level nanti.
00:05:37Kasih aku 20 miliar.
00:05:38Aku akan...
00:05:39Tadi apa namanya?
00:05:41Bercerai.
00:05:41Iya, bercerai.
00:05:42Asal kamu ngasih aku uang.
00:05:44Meski aku nggak tahu apa itu bercerai, aku nggak peduli.
00:05:46Yang penting bisa dapat uang.
00:05:48Uang 20 miliarnya udah semurah, oke?
00:05:54Ternyata aku sendiri yang ngebuang kekayaan luar biasa ini.
00:06:01Aduh, gimana kalau kamu kasih aku 20 miliar lagi ya?
00:06:04Aku jamin bakal cerai sama kamu nggak pake lama.
00:06:07Astrid, bawa Valeria buat ngobatin luka bakarnya.
00:06:09Iya, Kak.
00:06:10Kak Valeria, ayo pergi.
00:06:11Selama ini ku kira Valeria orang yang lemah lembut dan baik hati.
00:06:18Hari ini aku sadar yang sebelumnya kulihat belum tentu benar.
00:06:24Ayo ganti baju dan pulang.
00:06:25Cerainya ditunda dulu.
00:06:27Apa?
00:06:28Aku dan Astrid bisa dengar suara hatinya.
00:06:30Aku harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
00:06:32Dan apa ucapannya itu benar.
00:06:35Kalau benar, aku harus nyari cara untuk ubah nasibmu.
00:06:38Gak jadi cerai?
00:06:40Berarti aku gak dapet uang 20 miliar dong?
00:06:41Kita beneran gak jadi cerai?
00:06:43Kamu gak mau pertimbangin lagi?
00:06:44Aku kasih diskel 20% deh.
00:06:4630% gak bisa kurang.
00:06:47Jangan ngawur.
00:06:48Cepat ganti baju dan pulang.
00:06:50Dasar pelit.
00:06:57Baju jelek apa ini?
00:06:58Keterlaluan.
00:06:59Apa seseorang bisa berubah sederastis gitu?
00:07:01Bukannya dulu dia suka pake sepapun tinggi.
00:07:08Ayo naik.
00:07:11Wah, alat sihir di dunia dewa.
00:07:13Benar-benar luar biasa.
00:07:19Jangan ngaco.
00:07:20Cepat naik.
00:07:30Aku sudah siap.
00:07:31Ayo pergi.
00:07:31Aku suruh naik ke mobil.
00:07:33Bukan ke atap.
00:07:34Aduh, kawan.
00:07:36Tenang aja.
00:07:37Aku gak bakal merosak alat sihirmu.
00:07:39Ayo turut.
00:07:40Aku gak mau ditilang polantas.
00:07:47Apa itu polantas?
00:07:49Aku sudah salah menilai.
00:07:50Dia gak cerdik.
00:07:51Tapi kecerdasannya menurun.
00:07:54Oh, gitu caranya.
00:08:02Aku ngerti.
00:08:04Fonny.
00:08:15Maaf.
00:08:16Aku gak tau kalau alat sihir kamu sejelek ini.
00:08:22Bati tuh.
00:08:23Ini mobilnya.
00:08:26Tolong urus mobilnya.
00:08:29Hei.
00:08:29Hei.
00:08:34Mata kamu juling ya?
00:08:52Aku jurur kamu pakai sabuk pengaman.
00:08:54Sabuk pengaman?
00:08:54Hei.
00:08:55Hei.
00:09:04Bukannya mau pakai sabuk pengaman.
00:09:10Dasar loh jahat.
00:09:32Rasakan jimat petirku ini.
00:09:33Fonny.
00:09:40Kamu lagi ngapain?
00:09:41Aku lagi bantuin.
00:09:44Maaf.
00:09:45Aku gak sengaja.
00:09:46Itu refleks.
00:09:47Aku gak peduli dari mana asal jimat kamu.
00:09:49Tapi lain kali jangan dipakai sembarangan.
00:09:51Menurut statistik aset grup sendara sudah melampaui puluhan triliun lebih dalam tiga kuartal terakhir.
00:09:59Meningkat 3,75% dari tahun ke tahun.
00:10:06Grup sendara dilaporkan akan mengikuti tender proyek kota baru.
00:10:09Jika mereka menang tender, nilai pasar grup sendara akan makin berlipat ganda.
00:10:13Kony, jangan.
00:10:16Ini itu bukan salahku.
00:10:17Kamu yang ngegetin aku.
00:10:19Kony.
00:10:26Mesin vakum, 20 juta.
00:10:27Televisi, 60 juta.
00:10:29Kalau kamu sembarangan megang dan merusak benda apapun di rumah ini,
00:10:31kamu gak akan bisa bayar meski jual diri.
00:10:33Jangan banyak tingkah.
00:10:41Lapar banget.
00:10:42Tapi aku gak punya uang.
00:10:46Oh iya.
00:10:48Aku bisa nyari uang dengan meramal.
00:10:51Ramalan, ramalan.
00:10:53Membaca bentuk wajah dan meramal nasib.
00:10:56Gak usah bayar kalau gak tepat.
00:10:58Hei, kawan.
00:10:59Dari kamu besar, lebar, dan bulat.
00:11:01Kamu nanti pasti bakal kayak raya.
00:11:05Kawan, ayo bayar.
00:11:10Pak Gito.
00:11:10Nyonya ada di depan kantor kita.
00:11:13Ngapain dia ke sini?
00:11:14Bilang aja saya sedang sibuk.
00:11:15Suruh dia pulang.
00:11:17Pak Gito.
00:11:18Nyonya ke sini bukan buat nyari bapak.
00:11:19Dia sedang melakukan penipuan di depan kantor kita.
00:11:22Apa?
00:11:22Hai, cewek-cewek cantik.
00:11:26Ayo meramal nasib.
00:11:27Eh, jangan mau ditipu.
00:11:29Orang semuda dia mana bisa meramal nasib.
00:11:31Dia pasti menipu.
00:11:32Ayo pergi.
00:11:33Hei, jangan pergi.
00:11:34Eh, eh, eh.
00:11:36Aduh.
00:11:37Semua ini gara-gara cowok berengsek itu gak mau cerai denganku.
00:11:40Kalau gak, mana mungkin aku jadi gak punya uang sampai harus buka lapak ramalan di sini.
00:11:42Aku ini Master Agung yang terhormat.
00:11:45Mana mungkin aku mati kelabaran di sini, Kak.
00:11:51Hei, dik.
00:11:54Kamu bawa apa tuh?
00:11:56Kayaknya enak banget.
00:11:57Aku boleh minum setegung gak?
00:11:59Gak boleh.
00:12:00Kalau mau, beli aja di sana.
00:12:01Ini tes susunya.
00:12:08Silahkan scan di sini.
00:12:10Pembayaran berhasil.
00:12:11Oke, terima kasih.
00:12:12Halo, mau pesen apa?
00:12:13Ternyata beli barang di Dunia Dewa cukup ngasihkan wajah aja.
00:12:16Halo, mau pesen apa?
00:12:20Yang ini sama yang itu.
00:12:23Masing-masing satu.
00:12:24Mau semua?
00:12:24Iya.
00:12:28Nona, tes susunya udah siap.
00:12:30Terima kasih.
00:12:31Sama-sama.
00:12:33Pembayaran gagal.
00:12:34Hei, Nona, kamu belum bayar.
00:12:36Hei, Nona, kamu belum bayar.
00:12:37Bukannya, tadi aku udah nge-scan wajah.
00:12:39Pembayarannya gagal.
00:12:40Tolong bayar pake ponsel.
00:12:41Apa itu ponsel?
00:12:42Aku gak punya ponsel.
00:12:43Kamu gak punya ponsel?
00:12:44Uh-uh.
00:12:45Kamu mau minum teh gratis?
00:12:46Teh gratis?
00:12:47Benda aneh apa itu?
00:12:48Kayaknya cocok buatku.
00:12:49Aku mau satu gelas.
00:12:50Aduh, kamu udah gila ya.
00:12:52Kamu beneran gila.
00:12:53Kalian semua kemarilah.
00:12:54Orang ini minum teh susu dari tokoku,
00:12:56tapi gak mau bayar dan gak mau ngaku.
00:12:57Padahal masih muda,
00:12:58tapi gak punya moral.
00:12:59Dia udah susah payah ngejalanin bisnis ini,
00:13:01tapi kamu malah minum gratis.
00:13:02Orang tuanya ngajarin apa sih?
00:13:04Menurutku,
00:13:04mendingan laporin dia ke polisi aja deh.
00:13:06Aku peringatin ya,
00:13:07cepat bayar.
00:13:08Kalau enggak,
00:13:09aku gak bakal sungkar lagi.
00:13:10Kenapa?
00:13:10Wajah orang lain bisa disken,
00:13:12tapi aku gak bisa.
00:13:12Ini gak adil.
00:13:13Hah?
00:13:14Iya.
00:13:14Kalau enggak bisa dibeli,
00:13:16aku gak mau.
00:13:18Gak mau.
00:13:19Aku udah susah payah bikin puluhan gelas.
00:13:20Lalu kamu bilang gak mau.
00:13:21Hari ini aku harus kasih kamu pelajaran.
00:13:23Kamu mau apa?
00:13:24Kalau kamu berani main tangan,
00:13:25aku bakal balas.
00:13:26Balas aja kalau bisa.
00:13:27Iya.
00:13:28Kamu udah gila ya.
00:13:29Berhenti.
00:13:41Wah,
00:13:42hebat banget ya.
00:13:44Cermat ya.
00:13:46Hebat.
00:13:47Hebat, hebat.
00:13:49Hebat ya.
00:13:50Iya.
00:13:52Kalian,
00:13:53kalian keterlaluan.
00:13:56Kalian,
00:13:57kalian keterlaluan.
00:14:04Ini uang untuk bayar tes susunya.
00:14:05Kalau lebih,
00:14:06anggap kompensasi buatmu.
00:14:07Aku gak mau uangnya.
00:14:08Aku mau dia minta maaf.
00:14:09Aku yang main tangan duluan.
00:14:10Apapun itu,
00:14:12kamu yang salah.
00:14:13Gimana kalau kamu minta maaf sama dia?
00:14:14Dengar gak?
00:14:15Hari ini kamu harus berlutut dan minta maaf pada aku.
00:14:17Kalau enggak,
00:14:18jangan harap bisa pergi.
00:14:18Kamu.
00:14:20Dia gak akan berlutut dan minta maaf.
00:14:21Kalian bergantung aja aku begini.
00:14:23Jangan harap bisa selesai dengan uang busukmu.
00:14:24Jangan mimpi.
00:14:2550 juta.
00:14:26Enggak minta maaf.
00:14:29Kamu kira aku orang bodoh.
00:14:30Mau bikin aku malu dengan uang.
00:14:31Enak aja.
00:14:32Pokoknya minta maaf.
00:14:33Kalau enggak dia gak boleh pergi.
00:14:34100 juta.
00:14:35Enggak minta maaf.
00:14:38Siapa yang butuh 100 jutamu?
00:14:39Pokoknya minta maaf.
00:14:40Enggak minta maaf.
00:14:41160 juta.
00:14:44Enggak bisa.
00:14:45Minta maaf.
00:14:46Hari ini harus minta maaf.
00:14:47Pokoknya lebih baik uangnya kasih aku aja.
00:14:50Ngapain kasih ke dia.
00:14:52Gimana kalau aku...
00:14:54Enggak minta maaf.
00:14:56200 juta.
00:14:58Yaudah kalau enggak mau.
00:15:00Oke.
00:15:01200 juta.
00:15:03Jangan nyesel ya.
00:15:05Aku udah bilang jangan sebarang ngomot.
00:15:06Lihat tuh.
00:15:07Aku ini master agung yang terhormat.
00:15:08Mana mungkin aku ditindak sama orang yang berguna itu.
00:15:10Dimana?
00:15:11Harga diriku sebagai master agung.
00:15:13Punya harga diri tes susu gratis.
00:15:19Kamu...
00:15:19Enggak usah ngomongin fakta.
00:15:23Emangnya kamu gak punya anjil sampai aku bisa ngelakuin hal memalukan kayak gini.
00:15:27Kamu ninggalin aku sendirian di dalam rumah kosong.
00:15:30Aku confirmati kelaparan.
00:15:31Kalau kamu ngasih aku uang, mana mungkin aku gak bisa bayar tes susu.
00:15:35Bukannya ini semua gara-gara kamu.
00:15:37Kenapa kamu gak mau nyalain aku?
00:15:38Kalau cerai ada 20 miliar, aku bisa bayar tagian.
00:15:41Buat apa aku perhitungan sama orang gila?
00:15:54Halo?
00:15:58Aku mengerti kakek.
00:15:59Aku akan bawa dia pulang ke rumah.
00:16:08Nanti jangan asal ngomong.
00:16:09Jangan sebarang ngomong juga.
00:16:10Kak, kakek udah tua.
00:16:11Gak sanggup menerima tekanan.
00:16:15Eh, tunggu aku.
00:16:18Kak!
00:16:20Tahu gak?
00:16:21Kakak masuk pencarian terpopuler.
00:16:22Sekarang semua orang manggil kakak tukang tawal menawar.
00:16:24100 juta.
00:16:25Enggak minta maaf.
00:16:25Siapa yang butuh 100 juta mu?
00:16:27Pokoknya minta maaf.
00:16:27Enggak minta maaf.
00:16:28160 juta.
00:16:31Connie?
00:16:32Kamu masih berani datang?
00:16:33Iya.
00:16:35Kamu pasti tahu Kak Valeria ada di sini.
00:16:37Sengaja mau nunjukin dominasi kamu ya?
00:16:39Astrid, jangan bilang begitu.
00:16:41Nona Connie bukan orang kayak gitu.
00:16:43Emang aku orangnya gimana?
00:16:45Nona Connie, semua udah ada takdirnya masing-masing.
00:16:50Kamu gak bisa dapetin seseorang dengan cara memaksa.
00:16:52Wajahnya lebih tebal dari tembok.
00:16:55Ini bukan pertama kalinya dia berbuat gak tahu malu.
00:16:57Hendek!
00:16:59Tutup mulutmu.
00:16:59Kak, kenapa aku gak boleh ngomong?
00:17:01Dia menjebakmu dengan obat sampai kakak harus nikahin dia.
00:17:03Semua orang di Jakarta juga udah tahu.
00:17:04Iya.
00:17:05Kalau dia gak ngelakuin hal itu, kakak pasti udah lama menikah dengan Kak Valeria.
00:17:08Aku yang gak berjodoh dengan itu.
00:17:10Kak Valeria?
00:17:11Kakak cantik dan murah hati.
00:17:13Kamu pasangan yang cocok buat kakakku.
00:17:15Pastilah.
00:17:16Cuma Kak Valeria yang paling cocok dengan kakakku.
00:17:19Mendingan kamu tahu diri.
00:17:20Cepet keluar dari keluarga sendara.
00:17:21Aku mau cerai.
00:17:23Tapi dia yang gak mau.
00:17:24Aku gak tahu apa keluarga kalian udah bangkut sampai ngasih 20 miliar buat biaya cerai aja gak bisa.
00:17:28Tito!
00:17:30Bener kamu yang gak mau cerai.
00:17:32Bener, Bu.
00:17:34Nasihat beluhur keluarga sendara.
00:17:36Istri yang baik bisa membuat mamur tinggal keturunan.
00:17:38Wanita jahat seperti dia gak pantas berada di keluarga sendara.
00:17:44Maki aja aku terus.
00:17:45Mumpung masih bisa, maki aja lagi.
00:17:47Setahun lagi, anak sulungmu masih didorong dari atas gedung.
00:17:50Putrimu mati tenggelam.
00:17:51Putra keduamu dicongkel mata dan ginjalnya.
00:17:54Selang moksikin suaminmu dicambut orang, kamu juga kena kanker payudara studio mahir.
00:17:56Nanti juga gak bisa maki-maki lagi.
00:17:59Connie, kamu?
00:18:02Connie, kamu?
00:18:05Apa yang ku dengar itu?
00:18:07Suara hati Connie.
00:18:07Nggak akan ku biarkan itu terjadi.
00:18:09Nanti aku akan bawa ibu periksa ke rumah sakit.
00:18:11Connie, omong kosong macam apa itu?
00:18:13Mana mungkin mata dan ginjalku dicongkel?
00:18:15Ibu juga sangat sehat, gak mungkin sakit.
00:18:17Hei, kawan.
00:18:20Aku lihat wajah kamu menghijau.
00:18:24Takutnya...
00:18:25Apa?
00:18:26Takutnya dia patah hati dan putus cinta.
00:18:29Dia...
00:18:30Apa maksudnya?
00:18:30Si bodoh ini masih nanya artinya.
00:18:34Maksudnya kamu tuh diselingkuhin.
00:18:35Gitu aja gak paham.
00:18:37Takutnya dia gak kebagian otak waktu reancar nasi kembali.
00:18:39Lantesan diselingkuhin.
00:18:40Ternyata dia memang bodoh.
00:18:42Apa pacarnya Handy nilingkuhin dia?
00:18:44Dasar wanita licik.
00:18:45Kamu bilang pacarku selingkuh.
00:18:46Kamu dihajar ya?
00:18:47Kayaknya dudakan.
00:18:48Tenang, tenang, tenang.
00:18:50Dona Connie.
00:18:51Aku tahu kamu gak suka sama Handy.
00:18:53Tapi kamu gak boleh nyumpahin pacarnya selingkuh.
00:18:55Hah?
00:18:56Siapa yang nyumpahin dia?
00:18:57Parahnya lagi, dia masih belum tahu kalau pacarnya baru berdiri dari rancang bersama seorang pria.
00:19:01Selamat ya.
00:19:03Pacarmu bakal punya pacar lain.
00:19:05Kudi, kubunuh kamu.
00:19:06Kudi, kubunuh kamu.
00:19:07Aku kudunuh kamu.
00:19:08Kuduh kamu, kubunuh.
00:19:10Oh, lampu.
00:19:11Pacarmu baru balik dari Thailand ya?
00:19:15Ya ampun, dia baik banget.
00:19:17Berani bawa pulang cowok lain begitu sampai dari Thailand.
00:19:19Gak diperiksa benar-benar dulu lagi.
00:19:22Tekniknya luar biasa.
00:19:24Apa namanya?
00:19:25Coba aku lihat.
00:19:25Oh, namanya operasi kelamin.
00:19:34Kenapa kamu berlutut?
00:19:38Tito, Astrid, kembali, kembali.
00:19:42Sebenarnya ada apa adingannya?
00:19:44Ada masalah di otaknya.
00:19:45Kenapa ibu bisa dengar isi hatinya?
00:19:47Kalian bisa gak?
00:19:48Bisa.
00:19:49Apa semua ucapannya itu benar?
00:19:53Kok lebih begitu?
00:19:54Hendy...
00:19:55Hendy...
00:19:57Kak Hendy emang pernah cerita kalau pacarnya tuh dari Thailand.
00:20:05Gak mungkin.
00:20:06Gak mungkin.
00:20:07Gak mungkin.
00:20:08Itu gak mungkin.
00:20:09Mana mungkin dia transgender?
00:20:11Nana Pony, kamu udah keterlaluan.
00:20:12Kamu gak boleh bikin rumor tentang pacarnya Hendy.
00:20:14Bisa gak ngomongnya gak usah so imut gitu?
00:20:19Aku gak sengaja ketawa.
00:20:20Tito, aku cuma mau bersikap adil.
00:20:27Kenapa Nana Pony menghina aku kayak gitu?
00:20:29Kalian pikir peringatan itu penghinaan?
00:20:32Pony, ucapanmu memang sudah keterlaluan.
00:20:34Cepat minta maaf ke Valeria.
00:20:36Jangan ngomong kayak gitu, Pony.
00:20:37Gaya bicara Valeria, memang seperti itu.
00:20:39Ya ampun.
00:20:42Kamu masih aja belain dia.
00:20:43Daripada begitu, mending cemasi diri kamu sendiri.
00:20:45Kamu mikir dia kekasih impian.
00:20:47Dia cuma nganggap kamu mesin uang.
00:20:49Dia lagi nunggu peluang buat ngerampas perusahaan kamu dan menunuh.
00:20:52Valeria pernah nyelamatin nyamaku.
00:20:54Selama ini dia sangat baik kepada aku.
00:20:56Apa dia dega mengkhianatiku?
00:20:58Kak Valeria mencintai kakakku.
00:20:59Mana mungkin mengkhianatinya?
00:21:00Benar.
00:21:01Valeria selama ini ingin menikah dengan Tito.
00:21:03Dia gak mungkin mengkhianati Tito.
00:21:04Nana Pony, aku tahu.
00:21:06Kamu nyalain aku karena bercerai dengan Tito.
00:21:08Semua ini salahku.
00:21:09Aku telah membuat Nana Pony marah.
00:21:17Aku bersedia minum teh sebagai tanda permintaan maaf pada Nana Pony.
00:21:21Apa kamu mau maafin aku?
00:21:33Nana Pony gak mau minum.
00:21:35Apa kamu menolak permintaan maafku?
00:21:36Nona Valeria, tadi aku lupa bilang ke kamu.
00:21:39Ubun-ubunmu menjorok ke dalam.
00:21:41Seada bedak di dahimu.
00:21:43Kamu punya masalah percintaan.
00:21:44Mungkin masih bisa menghindar kalau berhenti tepat waktu.
00:21:46Tito, bagaimana ini?
00:21:47Nana Pony menolak permintaan maafku.
00:21:49Pony, dia niatnya baik.
00:21:52Gimana kalau kamu minum aja?
00:21:54Iya, benar.
00:21:55Valeria memang besar hati.
00:21:58Pantas aja satu keluarga mati mengenaskan.
00:22:00Kalau akhir mereka cuma segini,
00:22:02mau terus dinasihati atau diingatkan gak ada gunanya.
00:22:04Gak mungkin.
00:22:06Gimana kalau kamu aja yang minum teh yang udah dibubuhi obat ini?
00:22:10Apa mungkin tehnya dibubuhi obat?
00:22:18Jahat banget ya.
00:22:23Nana Pony, aku cuma mau berselang sejak kerta denganmu.
00:22:26Apa-apaan ini?
00:22:26Kalau itu memang teh, minum aja sendiri.
00:22:29Dasar ceroboh.
00:22:30Di sini cuma ada dua orang cowok.
00:22:32Siapa yang membenci sampai harus masukin obat perangsang?
00:22:34Tito, bagaimana ini?
00:22:36Nana Pony tetap gak mau maafin aku.
00:22:39Aku juga gak bisa apa-apa.
00:22:41Gimana kalau kamu mohon lagi ke dia?
00:22:50Sebagai orang tua,
00:22:51ibu gak mau ikut campur urusan kalian?
00:22:54Gak mungkin.
00:22:55Dia pasti bukan transgender.
00:22:58Gak mungkin.
00:22:59Gak mungkin.
00:23:00Hei, kenapa masih di sini?
00:23:02Kalau gak pergi, nanti obatnya.
00:23:04Nanti efek tehnya bakal bekerja.
00:23:06Karena ini pesta keluarga,
00:23:10aku gak akan mengganggu lagi.
00:23:11Tito, Astrid, Tata Lisa,
00:23:13aku pamit dulu.
00:23:18Kak?
00:23:22Apa benar?
00:23:23Teh itu sudah dibubuhi obat?
00:23:24Ucapannya sudah terbukti dua kali.
00:23:26Kak Valeria baru-baru pergi.
00:23:28Apa dia?
00:23:31Tentu saja dia pergi.
00:23:32Mencari pria.
00:23:34Dia pergi nyari pria untuk keredahin efek obatnya.
00:23:36Nanti di atas kepala Tito,
00:23:38ada warna hijau seperti handy.
00:23:42Cinta seperti kasina.
00:23:44Membuatmu jadi hijau.
00:23:52Halo.
00:23:53Aku di luar rumah keluarga sendara.
00:23:54Proposal tender grup sendara sudah keluar.
00:23:57Mumpung Tito lagi gak ada.
00:23:58Curi proposal itu dari kantornya.
00:23:59Tenang aja.
00:24:00Aku sudah dapat orang untuk bantuin kamu.
00:24:02Aku mengerti.
00:24:06Kali sudah datang.
00:24:17Cepat kemari.
00:24:18Ayo mendekat.
00:24:20Dayanya tinggi dan datar berkilau tanpa kerutan.
00:24:22Tubuhnya diselimuti cahaya emas.
00:24:24Belum lagi kebajikannya.
00:24:25Jelas banget kalau dia ini orang kaya dari keluarga terhormat.
00:24:28Aduh.
00:24:28Sayang.
00:24:29Gak dibebanin sama keluarganya.
00:24:30Yang sial ini.
00:24:31Kenapa kamu datang kemari?
00:24:33Mumpung semuanya ada di sini.
00:24:34Ayah akan jelaskan di tempat ini.
00:24:36Karena kamu dan Tito sudah mau cerai.
00:24:38Mahal 5% saham yang kami berikan padamu waktu itu.
00:24:41Harus dikembalikan hari ini.
00:24:43Ayah, aku gak mau cerai.
00:24:44Jangan mimpi.
00:24:45Logika dari mana minta barang yang udah dikasih?
00:24:47Dasar gak tau malu.
00:24:49Mau ngambil sesuatu yang udah kamu berikan untukku.
00:24:52Kak Koni, itu ayahku.
00:24:54Jangan kasar kayak gitu.
00:24:55Alfon, menurutku mereka itu gak harus cerai.
00:25:02Dasar ku, Abangka.
00:25:03Buang jauh-jauh deh rencana kamu.
00:25:05Hampir aja aku ngebong ke rencanamu.
00:25:06Kamu mau ngambil saham itu buat dikasih ke anak haramu, kan?
00:25:10Anak haram?
00:25:11Koni, kamu jangan ngomong sebarang.
00:25:12Jelaskan padaku.
00:25:13Katakan.
00:25:14Dasar kemarat.
00:25:15Katakan.
00:25:16Tepat lepas dengah.
00:25:17Kenapa emosi banget?
00:25:19Dasar bodoh.
00:25:21Belum paham juga.
00:25:22Mendingan kamu tebak kenapa seleng oksigenmu bisa dicampun.
00:25:25Bukannya gara-gara anak haram itu bukan anak kandungmu.
00:25:27Kamu itu cuma laki-laki menampung barang bekas.
00:25:38Kenapa kalian berdiri?
00:25:41Kenapa ngeliatin aku?
00:25:43Dasar tua bangka.
00:25:45Keluar kamu.
00:25:46Hari ini aku tinggal berjalan sama kamu.
00:25:48Sayang.
00:25:49Sayang.
00:25:50Masih tangguh kayak dulu.
00:25:53Ternyata ucapan beramal waktu itu memang benar.
00:25:57Koni satu-satunya jalan keluar bagi keluarga.
00:26:00Tito, malam ini kamu dan Koni menginap di sini aja.
00:26:04Nanti temui kakek di ruang kerja.
00:26:09Eh, Kak.
00:26:10Beneran ayah kita punya anak haram.
00:26:14Bener anggapnya.
00:26:15Maka ketahuan kamu periksa.
00:26:16Eh, kok semua orang pergi?
00:26:22Kak Koni, kakek kami juga orang.
00:26:26Tito, tadi kamu sudah mendengar sendiri.
00:26:32Bagaimana menurutmu?
00:26:33Koni gak cuma berubah jadi orang lain.
00:26:36Dia juga punya kekuatan membaca nasib orang lain.
00:26:38Dulu sekali, seorang peramal pernah meramal nasib keluarga kita.
00:26:44Dia bilang keluarga kita akan kena musimah beberapa tahun ini.
00:26:48Kakek selalu berbuat baik mengikuti arahan si peramal.
00:26:52Hari ini, akhirnya kesempatan itu datang juga.
00:26:56Maksud kakek Koni?
00:26:59Kalau bisa meramal nasib, artinya bisa mengubah nasib.
00:27:04Apapun yang terjadi, dia harus tetap berada di keluarga kita.
00:27:07Tito, tenang aja kakek.
00:27:08Aku tahu apa yang harus kulakukan.
00:27:15Kak Koni, menurut kakak, Kak Tito gimana?
00:27:18Kak Tito ganteng, kaya, pinter.
00:27:20Dia juga kaya raya.
00:27:24Kakak gak mau jadi orang kaya dan hidup bergelimang harta dalam semalam.
00:27:31Jangan terlalu tergantung orang lain.
00:27:33Kita harus ngandelin diri sendiri, buat dapet sesuatu yang kita inginkan.
00:27:38Nah, kakakmu emang kaya.
00:27:39Tapi kalau cerai sama dia, aku bisa dapet 20 miliar.
00:27:42Aku aja bisa milih.
00:27:46Kak Koni, sekarang giliranku.
00:27:48Apa aku masih bisa ketemu dengan orang yang mencintaiku?
00:27:51Ya, bisa lah. Kamu punya banyak kelebihan.
00:27:54Kamu tuh, kamu...
00:27:55Kamu punya kepala berwarna hijau yang menyilaukan.
00:28:00Cuy, dasar bodoh.
00:28:02Mendingan kamu nyari cara supaya bisa kutusin pacarmu yang transgender itu.
00:28:11Kenapa nangis?
00:28:13Dia ngungkit-ngungkit transgender lagi.
00:28:14Kalian ngobrol dulu aja ya.
00:28:31Kenapa?
00:28:32Ngomakan juga.
00:28:35Apa yang kamu pikirin itu semuanya nyataku nih.
00:28:40Kenapa kamu bisa tahu apa yang aku pikirin?
00:28:42Jangan-jangan, kamu.
00:28:47Bukan, bukan, bukan.
00:28:48Maksudku, apa ramalan kamu tepat?
00:28:51Hah? Kamu ngeraguin kemampuan bisnisku.
00:28:53Oke, coba ramalaku.
00:28:54Gak mau. Takdir gak boleh diungkap.
00:28:59Kecuali, kamu mau cerai dan ngasih aku 20 miliar.
00:29:03Koni, kamu udah bikin aku rugi, ngerti gak?
00:29:07Satu ramalan senilai 20 miliar.
00:29:09Menurutmu masuk akal atau enggak?
00:29:10Ya, udah gak jadi ramah.
00:29:12Kamu mengusir pengemis.
00:29:26Kamu bahkan ngasih 200 juta buat pegawai toko minuman.
00:29:28Kamu membodohin aku dengan uang ini.
00:29:31Kamu pikir di mana harga diriku sebagai seorang master agung.
00:29:34Tambah lagi uangnya.
00:29:35Di dalam kartu ini...
00:29:42Takdir gak boleh diungkap, tapi buat orang kaya.
00:29:45Oh, maksudku jodoh. Aku bisa kasih sedikit petunjuk.
00:29:47Hei, jangan bergerak.
00:30:04Kak Koni, menurut kakak, Kak Tito gimana?
00:30:06Kak Tito ganteng, kaya, pintar.
00:30:10Kakak gak mau jadi orang kaya dan hidup bergelimang harta dalam semalam.
00:30:14Siapa yang gak mau?
00:30:17Dia ganteng, kaya, roya pula.
00:30:20Dia bener-bener cocok jadi.
00:30:23Jadi, jadi...
00:30:26Dia cocok jadi jaminan hidup jangan kepanjangku.
00:30:30Kenapa tadi kamu ngeliatin aku kayak gitu?
00:30:44Siapa?
00:30:46Kamu orang yang diutus, Viko.
00:30:48Berikan proposal-nya.
00:30:50Kamu, Nona Valeria, ya?
00:30:52Aku gak pernah menyangka.
00:30:54Viko selicik ini bahkan sampai nempatin orang di samping Tito.
00:30:57Dan demi proyek ini,
00:30:59grup sendara ngelakuin investasi besar.
00:31:01Dan tanah yang dijadiin tender,
00:31:03bagian yang paling penting.
00:31:05Kalau tendernya gagal,
00:31:06sumber dana grup sendara akan terputus.
00:31:14Nona Valeria, ada apa?
00:31:19Obat beraksanya mulai bereaksi.
00:31:32Kenapa tadi kamu ngeliatin aku kayak gitu?
00:31:34Kau ramal gak?
00:31:35Kalau gak balikin kartuku.
00:31:35Iya, iya, aku ramal.
00:31:36Sekarang aku ramal, ya?
00:31:37Wah, parah banget.
00:31:57Kamu liat apa?
00:32:00Kekasih idamanmu, Valeria.
00:32:02Bukan cuma nyuri proposal tender di kantormu.
00:32:04Ia juga selingkuh di dalam kantormu.
00:32:10Gak mungkin.
00:32:11Itu gak mungkin.
00:32:15Gak mungkin.
00:32:17Itu gak mungkin.
00:32:18Kak Koni, ramalanmu gak benar, kan?
00:32:20Kak Valeria sangat mencintai kakakku.
00:32:22Mana mungkin dia selingkuh?
00:32:23Iya, Kak Valeria suka banget sama kakakku.
00:32:25Mana mungkin dia bersama pria lain.
00:32:27Apa ramalan kakak gak salah?
00:32:29Mana mungkin Valeria berbuat begitu?
00:32:30Dia tahu betul proyek ini sangat penting bagiku.
00:32:32Enggak, yang paling penting bukan itu.
00:32:33Tapi proposal tender gak boleh bocor.
00:32:34Ayo, sekalian ngebuktiin perkataanku.
00:32:37Hei, kamu harus tambah bayarannya.
00:32:42Kami juga ikut.
00:32:44Aku juga ikut.
00:32:46Kau ikut.
00:32:48Kalian mau kemana?
00:32:50Kami mau mergokin orang, dok.
00:32:52Kak Valeria lagi selingkuh dengan pria lain di kantor kakak.
00:32:54Kami mau ngajak dengan kakak.
00:32:55Tungguin, gue ikut, pengawal.
00:32:56Kurus itu abang kakak ini di ruang kerja.
00:32:57Dia ditrospeksi diri.
00:32:59Sayang, aku juga ditipu.
00:33:00Sayang, dia bukan anak karamku.
00:33:02Dia bukannya anak karamku.
00:33:16Kak!
00:33:17Tidak, kakak!
00:33:18Ibu, kita harus bersikap lebih sopan sama Kak Connie.
00:33:35Kalau enggak, aku takut kita bisa dibunuh cuma pakai satu jari.
00:33:39Tenang aja, setelah kita pulang, Ibu akan kasih tau pelayan untuk ngelayani dia dari ratu.
00:33:43Itu, aku...
00:33:48Aku panik sesaat.
00:33:49Maaf ya, maaf.
00:33:54Kalau panik aja kayak gini, kalau lagi enggak panik bisa segala apa dia.
00:33:58Kami ngerti kok, ngerti.
00:34:03Katanya mau mergokin orang.
00:34:04Ayo.
00:34:05Patito, ada dokumen penting yang harus...
00:34:09Kalau sembarangan ngomong, nanti aku pecah di tengkorakmu.
00:34:12Patito, Patito.
00:34:15Kalau masih keras kepala, nanti kakak hukum ya.
00:34:19Bisa lebih cepat ya?
00:34:21Patito, Patito, ada ratu...
00:34:23Patito, Patito.
00:34:25Patito.
00:34:26Kak Connie.
00:34:27Pira kuanya.
00:34:38Nona Valeria, Nona kenapa?
00:34:40Panas banget, panas.
00:34:42Wah, seru banget.
00:34:59Kalau kita ketemu datang, mungkin mereka udah enggak pakai apa-apa.
00:35:04Ternyata, kata Kak Connie benar.
00:35:06Valeria, kamu mencuri proposal tender.
00:35:08Menghianati kakakku.
00:35:10Dan berbuat ngerasenono di kantor sama pria lain.
00:35:15Ramalan Connie benar.
00:35:17Dia juga bilang ada yang mendorongku dari gedung.
00:35:19Astrid tenggelam, mata dan ginjal handi dicungkil.
00:35:21Ayah punya anak haram, selang ausigennya dicabut.
00:35:22Ibu menghidap kanker payudara.
00:35:25Jadi semuanya benar.
00:35:26Enggak aku gak akan biarin semua itu terjadi.
00:35:28Tanto, Tanto.
00:35:29Aku gak ngelakuin apa-apa.
00:35:30Tito, Tito.
00:35:31Aku gak seperti yang kamu pikirin.
00:35:33Dia, dia yang maksa aku.
00:35:34Wanita jalan.
00:35:35Jelas-jelas kamu yang menerkamku.
00:35:36Kamu bohong.
00:35:38Tito, percaya pada aku.
00:35:39Aku paling cinta sama kamu.
00:35:41Tito, hatimu gak bakal goyah kan?
00:35:44Kenapa Valeria bisa jadi begini?
00:35:45Sebenarnya dia mau nyalakain Connie dengan obat perangsang.
00:35:47Tapi malah jadi senjata makan tuan.
00:35:49Dia tuh cinta sama kamu.
00:35:50Kalau enggak, dia pasti udah selingkuh.
00:35:51Tapi malah kamu yang hianatin dia.
00:35:52Emangnya dia belum cukup mencintai kamu?
00:35:54Bukan, bukan begitu.
00:35:56Valeria, kamu bilang dia yang maksa kamu.
00:35:59Lalu gimana dengan proposal tendernya?
00:36:00Siapa yang nyuruh kamu mencurinya?
00:36:04Bukan aku.
00:36:05Aku beneran gak tahu apa-apa.
00:36:06Kamu jelas-jelas tahu proposal tender ini sangat penting buatku dan grup sendara.
00:36:09Kenapa kamu mau mengkhianatiku?
00:36:11Tito, aku juga terpaksa.
00:36:13Kalau aku gak ngelakuin ini, dia gak akan lepasin aku.
00:36:15Kamu pikir aku percaya?
00:36:16Ayo bilang, siapa dalangnya?
00:36:19Tito, tolong percaya aku.
00:36:21Aku cuma disuruh ambil proposal tender.
00:36:23Aku beneran gak tahu dia siapa.
00:36:24Memang bukan dia dalangnya.
00:36:37Wajah dalangnya gak terlihat.
00:36:42Walau gak terlihat, tapi dalangnya selalu ngawasin dari belakang.
00:36:46Kita di tempat terang, dalangnya di tempat gelap.
00:36:49Kalau mau mancing dia keluar, aku gak boleh ngehukum Valeria dulu.
00:36:52Karena kamu pernah menolongku, hari ini aku maafin.
00:36:56Sana pergi.
00:36:57Tito, kamu udah maafin aku.
00:36:59Cepat pergi!
00:37:05Pak Tito, saya pergi dulu ya.
00:37:09Pak Tito, sumpah ini bukan salah saya.
00:37:11Dia yang maksa saya.
00:37:12Maafin saya Pak Tito.
00:37:13Bawa dia pergi.
00:37:14Ini bukan salah saya.
00:37:15Ini bukan salah saya.
00:37:18Kak, kenapa kakak maafin dia begitu aja?
00:37:20Cintalah, apalagi.
00:37:25Aku cuma ingin nemuin dalangnya.
00:37:27Aku ngerti, ngerti.
00:37:32Bos, puas gak sama pelayananku tadi?
00:37:35Kalau puas, tambah paketnya dong.
00:37:39Puas, puas, puas banget.
00:37:41Kak Kodi beneran keren.
00:37:42Lumayan, lumayan.
00:37:48Paket apa?
00:37:51Nilai paket cerai.
00:37:53Kalau kamu bersedia ceraiin aku dan ngasih aku 20 miliar, aku bisa bantu kamu mengungkap semua mata-mata di perusahaan kamu.
00:37:57Selain itu, aku juga bisa bantu nangkap dalangnya.
00:38:00Surat cerai dari mana ini?
00:38:01Kak, kamu cintalah sebanyak itu.
00:38:08Setiap saat siap cerai dong, Kak.
00:38:10Tito, suara hatiku ini sangat akurat.
00:38:13Kamu mau melepas peramal kayak dia.
00:38:15Masih mau cerai.
00:38:16Dasar buca tengit kalau pikir ibumu berumur panjang.
00:38:19Awalnya aku takut tinggal mencerai denganku.
00:38:21Makanya aku nyuruh asist emku cetak sebanyak itu.
00:38:23Kenapa masih belum dibuang?
00:38:26Kak Kodi, kamu mau cerai dengan kakakku apa aku bisa?
00:38:29Aku nggak mau cerai.
00:38:38Aku bisa nyari sendiri mata-mata.
00:38:40Dan dalangnya.
00:38:43Masalah proposal tender ini udah nggak bisa diubah.
00:38:46Kalau gitu, sebelum krisis keluarga sendara beres, aku nggak boleh biarin dia pergi.
00:38:51Besok malam ada acara lelang.
00:38:54Temannya aku ke sana.
00:38:55Kasih uang dulu.
00:38:56Mau berapa?
00:38:57200 juta nggak terlalu banyak, puluhan miliar nggak terlalu sedikit.
00:38:59Mau gesek atau transfer?
00:39:01Kamu juga tahu transfer?
00:39:03Aku cuma nggak paham.
00:39:04Bukan bodoh.
00:39:06Aku yang ngajarin.
00:39:07Hebat kan?
00:39:12Nggak mau ceraiin aku.
00:39:13Jangan salahin aku kalau meres kamu dengan kejam, Tom.
00:39:17Bayar bulanan.
00:39:18Oke, makasih, bos.
00:39:19Kapan bisa tanda-tanda kontraknya?
00:39:21Kalau kerja bagus, naik gaji nggak?
00:39:22Oh iya, ada asuransi penjangan dan lain-lain.
00:39:23Gimana kalau ada kecelakaan kerja?
00:39:24Oh iya, aku nggak mau ngelakuin hal yang berbahaya.
00:39:26Karena lewat oke, makasih, bos.
00:39:31Aku bisa ngelakuin apapun, hubungi aku setiap saat.
00:39:36Ibu?
00:39:36Aku udah bikin janji pemeriksaan kesehatan.
00:39:38Nanti ibu ke sana diantar sopir ya.
00:39:39Iya, nanti ibu pergi.
00:39:40Oh iya, soal ayahmu.
00:39:42Dia nggak mau bilang siapa anak haramnya.
00:39:48Selain aja masalah ini padaku, aku yang selidikin.
00:39:50Permisi dulu.
00:39:59Tito?
00:40:02Dimana-mana ada dia.
00:40:04Tito, Astrid.
00:40:06Aku datang untuk minta maaf ke kalian.
00:40:09Nggak perlu minta maaf.
00:40:10Nona Valeria, aku udah bilang karena kamu pernah menolongku.
00:40:12Aku nggak akan bikin perhitungan masalah proposal tender.
00:40:14Kita udah impas.
00:40:15Tito, kamu beneran mau bersikap sekejam ini?
00:40:19Nona Connie, kamu istrinya Tito.
00:40:22Tito pasti nurut sama kamu.
00:40:24Tolong bantu aku memohon ke Tito ya.
00:40:26Aku?
00:40:28Bantu kamu memohon ke dia?
00:40:29Setelah aku bantuin, kamu mau dorong aku ke kolam.
00:40:50Jangan jauh-jauh dariku.
00:40:52Jangan kemana-mana.
00:40:53Nona Valeria, aku udah sampaikan semuanya.
00:40:56Aku harap kamu nggak ngelantun sesuatu yang keterlaluan.
00:40:59Kakak, yuk.
00:41:05Tito, Connie, awas kalian.
00:41:10Kak Connie, ini anaknya Om Warto, Vincent.
00:41:13Dia kakak iparku.
00:41:13Salam kenal ya.
00:41:15Kak Connie, kata Hendy, ramalanmu sangat tepat.
00:41:18Gimana kalau kakak juga ngeramal dengan ngeliat wajahku?
00:41:20Wajahmu ini bisa datengin hoki yang besar buat kamu.
00:41:22Kak Connie, kakak ini nggak apa-apa kan?
00:41:33Nggak apa-apa.
00:41:35Connie!
00:41:35Kak!
00:41:37Kak!
00:41:38Aku di sini.
00:41:47Kamu baik-baik aja kan?
00:41:49Yang nggak baik-baik aja mungkin dia.
00:41:52Ayo!
00:41:52Mau nengokin dia sebentar?
00:41:58Pria ini liat aku berdiri di tepi kolam renang.
00:42:01Tapi dia nggak nolongin Valeria dan malah naik sendiri.
00:42:04Apa maksudnya?
00:42:05Suka lah kalau baik-baik aja.
00:42:07Aku kan udah bilang,
00:42:08kamu harus ikut aku dan jalan kemana-mana.
00:42:09Pasti enak banget kalau dia raba.
00:42:17Kamu suka?
00:42:18Suka.
00:42:19Aku mau raba.
00:42:23Kamu suka?
00:42:24Biar bagus tetap nggak balik di raba.
00:42:25Semua yang ada di dunia ini kepalsuan belaka.
00:42:31Masih ngelih.
00:42:32Nggak.
00:42:32Mataku emang udah juling dari lahir.
00:42:35Lupain aja kalau itu kepalsuan.
00:42:36Tapi bilang aku sering insomnia.
00:42:37Dan dia nyaranin aku tidur di atas perut-perut.
00:42:39Maksudku kalau mau liat,
00:42:41kamu boleh liat terang-terangan.
00:42:43Kalau mau ngeraba,
00:42:44kamu juga bisa.
00:42:46Ngeraba terang-terangan.
00:42:47Ini.
00:42:51Nggak baik.
00:42:58Kak Connie, liat fa.
00:43:04Silahkan lanjutin.
00:43:05Lanjutin.
00:43:06Berhenti.
00:43:07Kalian temani Connie.
00:43:08Aku ganti baju dulu.
00:43:09Acara lelangnya akan dimulai.
00:43:11Tunggu aku di dalam.
00:43:12Iya, Kak.
00:43:22Eh, Kak Connie.
00:43:23Liat deh mereka berdua.
00:43:24Nggak bisa ngendaliin diri di tempat umum.
00:43:26Malu-malin banget.
00:43:27Bukannya dia tunangan kamu yang lagi dinas di luar kota.
00:43:32Hah?
00:43:32Apa?
00:43:33Rian?
00:43:35Benar, benar.
00:43:36Ini akibatnya kalau kamu terjebak cinta dan nggak menujuin larangan keluarga.
00:43:40Kamu ngorbanin seluruh uang dan tenaga kamu cuma buat niara cowok parasit.
00:43:43Dia malah pakai uang kamu buat mencinta secara ilegal dan selingkuh.
00:43:46Rian!
00:43:47Siapa?
00:43:48Astrid, kenapa kamu udah di sini?
00:43:53Bagus ya, Rian.
00:43:55Katanya kamu lagi dinas di luar kota.
00:43:56Tapi kenyataannya malah lagi selingkuh.
00:43:58Astrid, kamu salah paham.
00:43:59Dia cuma rekan kerjaku.
00:44:01Rekan kerja di atas ranjang.
00:44:03Kamu masih berani bohongin aku?
00:44:05Enggak, Astrid.
00:44:06Kamu harus percaya sama aku.
00:44:07Kamu nggak tahu aku kangen banget sama kamu setelah sebulan tugas di luar kota.
00:44:09Setelah proyek selesai, orang pertama yang ingin kutemui adalah kamu.
00:44:11Kamu kangen di pagi hari, siang hari, atau malam hari.
00:44:14Kalau tunya salah, Astrid pasti sedih banget.
00:44:16Dia udah selingkuh dan punya banyak cewek di luar sana.
00:44:19Beneran nggak disangka.
00:44:20Jom, brengsek!
00:44:20Aku nggak jadi nikah sama kamu!
00:44:25Wanita busuk.
00:44:26Kamu berani napar aku?
00:44:28Astrid, asal kamu tahu ya,
00:44:29kalau kamu bukan orang kaya,
00:44:31kamu pikir aku bakal tertarik sama wanita rendahan, licik,
00:44:35dan nggak jelas kaya kamu?
00:44:37Aku beritahu ya,
00:44:38aku tuh udah nggak tahan sama kamu.
00:44:39Wah, baru kali ini aku lihat cowok busuk yang bisa jadi para si cewek,
00:44:42tapi malah ngerasa dia yang kulit.
00:44:44Rian, kamu nggak malu.
00:44:46Kalau bukan karena uang yang aku kasih,
00:44:47emangnya kamu bisa bertahan hidup sama sekarang?
00:44:49Dasar jalan!
00:44:58Ada apa ini?
00:44:59Mungkin ada orang yang berbuat jahat,
00:45:01terus Tuhan marah,
00:45:02dan disambar pakai petir.
00:45:03Eee, iya.
00:45:04Dia emang disambar petir.
00:45:05Kalian ini nggak becus.
00:45:06Orang kayak gini dibiarin masuk.
00:45:07Coba tusin.
00:45:08Baik, Nona.
00:45:10Ayo pergi.
00:45:10Ayo!
00:45:11Ayo!
00:45:11Ayo!
00:45:12Ayo!
00:45:22Viko,
00:45:24Tito,
00:45:25makin nggak percaya sama aku.
00:45:27Kapan kamu bisa habisin dia?
00:45:32Tenang aja.
00:45:33Malam ini riwayatnya akan berakhir.
00:45:35Aku akan turun tangan langsung.
00:45:37Halo.
00:45:46Hmm.
00:45:54Halo.
00:45:55Patito.
00:45:55Papa nyuruh saya nggak usah Nona Valeria.
00:45:57Barusan saya lihat ada seorang pria yang ikuti dia
00:45:59masuk ke luar istirahat wanita.
00:46:00Mungkin dia dalangnya.
00:46:01Tidak.
00:46:01Tidak.
00:46:01Tidak.
00:46:07Viko.
00:46:23Aku udah ngelak sama Tito.
00:46:25Aku pasti akan membunuhnya malam ini.
00:46:27Kak Kony,
00:46:34kakak aku ganti baju lama banget.
00:46:36Acara lelangnya udah mau mulai.
00:46:37Tunggu aja dulu.
00:46:40Valeria,
00:46:41kenapa kamu berani datang ke sini?
00:46:44Kenapa?
00:46:45Emangnya keluarga kamu yang ngadain lelang ini?
00:46:46Kamu...
00:46:47Aneh.
00:46:47Kenapa dia nggak pura-pura lagi?
00:46:49Dia juga nggak kelihatan takut.
00:46:51Kalau Tito mati,
00:46:53kalian nggak bisa
00:46:54seangkuh ini lagi.
00:46:55Tenang aja.
00:47:01Malam ini riwayetnya akan berakhir.
00:47:03Aku akan turun tangan langsung.
00:47:18Gawat.
00:47:19Tito dalam bahaya.
00:47:20Apa?
00:47:20Kakakku dalam bahaya.
00:47:22Berhenti.
00:47:23Acara lelang udah mau mulai.
00:47:24Kamu mau kemana?
00:47:25Semuanya diharap duduk.
00:47:28Acara lelang akan segera dimulai.
00:47:31Nggak.
00:47:31Acara lelang akan dimulai.
00:47:32Tapi kenapa kalian masih berdiri?
00:47:33Cepat duduk.
00:47:34Iya, jangan menghalangi kami.
00:47:35Kalian mau ikut nggak?
00:47:36Kalau nggak, cepat pergi.
00:47:38Kak Kony,
00:47:39kita harus gimana sekarang?
00:47:40Sudah sampai di responsabilitas.
00:47:51Ilepani tidak meantar di bab Charge Procar.
00:47:54Anybody masukin online?
00:47:55Segera.
00:47:56Kakak.
00:47:56Kadaban,
00:47:57occasionally masih continually based in on-lot yang lain.
00:47:58Kone zam monarch.
00:47:59Earp Heaven.
00:47:59Sampai jumpa
00:48:29Sampai jumpa
00:48:59Sampai jumpa
00:49:29Sampai jumpa
00:49:59Sampai jumpa
00:50:29Sampai jumpa
00:50:59Sampai jumpa
00:51:29Sampai jumpa
00:51:59Sampai jumpa
00:52:29Sampai jumpa
00:52:59Sampai jumpa
00:53:29Sampai jumpa
00:53:59Sampai jumpa
00:54:29Sampai jumpa
00:54:59Sampai jumpa
00:55:29Sampai jumpa
00:55:59Sampai jumpa
00:56:29Sampai jumpa
00:56:59Sampai jumpa
00:57:29Sampai jumpa
00:57:59Sampai jumpa
00:58:29Sampai jumpa
00:58:59Sampai jumpa
00:59:29Sampai jumpa
00:59:59Sampai jumpa
01:00:29Sampai jumpa
01:00:59Sampai jumpa
01:01:29Sampai jumpa
01:01:59Sampai jumpa
01:02:29Sampai jumpa
01:02:59Sampai jumpa
01:03:29Sampai jumpa
01:03:59Sampai jumpa
01:04:29Sampai jumpa
01:04:59Sampai jumpa
01:05:29Sampai jumpa
01:05:59Sampai jumpa
01:06:29Sampai jumpa
01:06:59Sampai jumpa
01:07:29Sampai jumpa
01:07:59Sampai jumpa
01:08:29Sampai jumpa
01:08:59Sampai jumpa
01:09:29Sampai jumpa
01:09:58Sampai jumpa
01:10:28Sampai jumpa
01:10:58Sampai jumpa
01:11:28Sampai jumpa
01:11:58Sampai jumpa
01:12:28Sampai jumpa
01:12:58Sampai jumpa
01:13:28Sampai jumpa
01:13:58Sampai jumpa
01:14:28Sampai jumpa
01:14:58Sampai jumpa
01:15:28Sampai jumpa
01:15:58Sampai jumpa
01:16:28Sampai jumpa
01:16:58Sampai jumpa
01:17:28Sampai jumpa
01:17:58Sampai jumpa
01:18:28Sampai jumpa
01:18:58Sampai jumpa
01:19:28Sampai jumpa
01:19:58Sampai jumpa
01:20:28Sampai jumpa
01:20:58Sampai jumpa
01:21:28Sampai jumpa
01:21:58Sampai jumpa
01:22:28Sampai jumpa
01:22:58Sampai jumpa
01:23:28Sampai jumpa
01:23:58Sampai jumpa
01:24:28Sampai jumpa
01:24:58Sampai jumpa
01:25:28Sampai jumpa
01:25:58Sampai jumpa
01:26:28Sampai jumpa
Komentar