- 6 weeks ago
Paris in Bali adalah film romantis yang menceritakan kisah Paris, seorang wanita Paris yang mengalami kejenuhan hidup dan patah hati, memutuskan mencari ketenangan di Bali. Di Bali, ia bertemu Bumi, seorang pria lokal yang membantunya menjalani petualangan jiwa, penyembuhan luka, dan akhirnya menemukan kembali cinta, meskipun diwarnai fakta tak terduga terkait masa lalu Bumi yang juga berkaitan dengan Paris.
Karakter Utama: Paris (diperankan oleh Michelle Ziudith) dan Bumi (diperankan oleh Dimas Anggara).
Latar Belakang: Paris merasa jenuh dengan kehidupan di Paris setelah putus cinta dan memutuskan liburan ke Bali untuk mencari ketenangan spiritual dan budaya.
Pertemuan Awal: Pertemuan Paris dan Bumi berawal dari kesalahpahaman, namun berkembang menjadi kisah cinta.
Konflik: Kisah cinta mereka terhambat karena Paris rupanya terlibat dalam sebuah kejadian traumatis di masa lalu Bumi.
Tema: Film ini mengeksplorasi tema penyembuhan diri, kesempatan kedua, dan cinta yang tumbuh di tempat yang tidak terduga.
Karakter Utama: Paris (diperankan oleh Michelle Ziudith) dan Bumi (diperankan oleh Dimas Anggara).
Latar Belakang: Paris merasa jenuh dengan kehidupan di Paris setelah putus cinta dan memutuskan liburan ke Bali untuk mencari ketenangan spiritual dan budaya.
Pertemuan Awal: Pertemuan Paris dan Bumi berawal dari kesalahpahaman, namun berkembang menjadi kisah cinta.
Konflik: Kisah cinta mereka terhambat karena Paris rupanya terlibat dalam sebuah kejadian traumatis di masa lalu Bumi.
Tema: Film ini mengeksplorasi tema penyembuhan diri, kesempatan kedua, dan cinta yang tumbuh di tempat yang tidak terduga.
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00:00Terima kasih.
00:00:30Terima kasih.
00:01:00Terima kasih.
00:01:30Terima kasih.
00:02:00Lu gila ya?
00:02:02Lu mau ngelemin gue?
00:02:03Enggak, Pak.
00:02:04Saya tadi ngeliat Bapak itu lagi tenggelam.
00:02:05Makanya saya tolongin Bapak.
00:02:06Tenggelam-tenggelam gundulmu.
00:02:08Saya itu lagi healing.
00:02:09Arti-arti healing gak?
00:02:11Hah?
00:02:12Healing.
00:02:15Maaf, Pak.
00:02:15Maaf.
00:02:17Maaf.
00:02:17Sudah ibu bilang berapa kali kamu tuh kalau pergi pakai mobil, bukan pakai motor.
00:02:41Ya kan yang biar keren, Bu.
00:02:44Ibu, pusing ini Pak Kadek ini sakit.
00:02:47Besok harus jemput tamu lagi.
00:02:49Ampun, serius amat.
00:02:52Ya udah nanti kita cari solusinya, Bu, ya.
00:02:54Aduh, ayo ibu naik, Bu.
00:02:56Aduh, gak tahu apa yang ini.
00:02:58Tinggal kamu naik tangga aja gak bisa.
00:03:00Sampai jumpa.
00:03:30Halo, saya Paris.
00:03:34Halo, ibu Paris.
00:03:37Tapi saya bukan ibu-ibu, jadi seharusnya yang ditulis di situ Miss Paris atau Nona Paris.
00:03:43Bukan ibu Paris.
00:03:45Maaf, Mbak.
00:03:47Paris.
00:03:48Gak pakai Mbak.
00:03:50Ya.
00:03:54Saya mau duduk di depan.
00:03:55Kita mau kemana?
00:04:05Jalan aja dulu.
00:04:06Berapa lama Siti di Bali?
00:04:30Saya udah bayar mobil dan driver untuk satu minggu.
00:04:35Kalau saya butuh lebih lama, saya pasti akan bayar lagi.
00:04:40Bukan itu maksud saya.
00:04:43Di Bali liburan atau...
00:04:45Memangnya saya harus kasih tahu kamu kenapa saya ke Bali.
00:04:49Kau tanya aja sama bule-bulean di sana.
00:04:51Saya rasa tujuan saya datang ke sini bukan urusan kamu.
00:04:55Urusan kamu itu mengantar saya.
00:04:57Terima kasih, ya.
00:05:26Aku buru-buru, aku belum makan siang.
00:05:30Kamu temenin aku makan.
00:05:31Aku gak bisa makan sendiri.
00:05:33Maaf, tapi kan gak ada driver yang temenin tamunya makan.
00:05:38Gak ada ya?
00:05:40Oh, yaudah. Bagus kalau gitu kita bisa mulai dari sekarang.
00:05:43Driver gak boleh nolak apa permintaan tamunya, kan?
00:05:45Maaf, saya lancang.
00:06:11Terima kasih.
00:06:26Terima kasih.
00:06:56Terima kasih.
00:07:26Terima kasih.
00:07:56Terima kasih.
00:08:26Terima kasih.
00:08:56Terima kasih.
00:09:56Panggil gue bro aja.
00:10:00Pak bro.
00:10:00Bro.
00:10:01Pak bro.
00:10:02Bro.
00:10:03Pak bro.
00:10:04Udah, tercantai lo.
00:10:06Terima kasih ya.
00:10:07Lo punya duit gak buat bayar.
00:10:08Amat, yaudah, yaudah, yaudah.
00:10:17Bentar pak bro, nyokap.
00:10:32Kenapa?
00:10:33Nyokap telpon, nyuruh pulang, kayaknya ada yang penting.
00:10:43Bro, ini ya.
00:10:44Ya.
00:10:46Bistok, bapak bro.
00:10:47Enjoy ya.
00:10:50Ya.
00:10:53Thank you.
00:10:55Cheers.
00:11:14Ibu, ini foto siapa?
00:11:24Ini anak saya, Bumi.
00:11:26Yang jemput Mapa Aris.
00:11:29Oh, maaf. Saya pikir Bumi driver yang kerja di sini.
00:11:34Anak saya, Bumi ini lagi liburan.
00:11:37Dia lagi kuliah semester akhir di Jakarta.
00:11:43Itu foto ulang tahun terakhir sama ayahnya.
00:11:50Silahkan diminum, Mapa Aris.
00:11:53Makasih.
00:11:54Ya, Bu. Eh.
00:11:55Maaf, Bu. Saya benar-benar lupa kalau barang ibu, barang mbak kebawa sama saya.
00:12:08Nanti saya hantar. Saya hantarkan.
00:12:10Maaf, Bu.
00:12:11Ibu.
00:12:12Saya udah bilang kan panggil saya, Paris.
00:12:14Bukan mbak atau ibu.
00:12:17Ya.
00:12:19Paris.
00:12:21Ya, maaf, Bu. Bukannya saya nggak coba.
00:12:24Paris.
00:12:25Maaf, Paris.
00:12:27Biar saya hantarkan Paris pulang.
00:12:33Mari, Bu. Ya.
00:12:34Han, terima kasih.
00:12:35Ya.
00:12:41Kenapa dari semua barang-barangku justru malah kopar pinku yang ketinggalan di mobil kamu?
00:12:48Kamu sengaja ya?
00:12:58Ternyata Ibu Rahmi, pemilik mobil rental ini,
00:13:01Ibu kamu.
00:13:05Kenapa emangnya?
00:13:08Kamu mau say sorry karena udah nyuruh aku bawa barang kamu.
00:13:13Kenapa aku harus say sorry?
00:13:16Aku kan bayar sewa mobil.
00:13:19Kenapa aku harus bawa barang-barangku sendiri?
00:13:27Aku lapar.
00:13:28Maper.
00:13:29Restoran udah pada mau tutup.
00:13:31Ya palingan kita cari yang bisa take away atau nggak.
00:13:35Delivery.
00:13:37Ada spesifik mau makan apa?
00:13:42Seafood? Daging?
00:13:43Apa aja?
00:13:44Sampai cek lagi barang kamu ada yang hilang nggak?
00:13:59Ya nggak mungkin lah sama asiswa nyuri.
00:14:04Ibu cerita apa sama kamu?
00:14:06Hmm?
00:14:07Ya udah saya pamit ya.
00:14:12Besok mau njemput jam berapa sama Pak Kadek?
00:14:15Nggak.
00:14:16Saya nggak mau sama Pak Kadek.
00:14:17Saya maunya sama kamu aja.
00:14:19Saya bukan driver.
00:14:21Saya hanya mengganti sama Pak Kadek yang anaknya sedang sakit.
00:14:24Eh, tunggu, tunggu.
00:14:26Kan saya udah bilang sama kamu saya nggak bisa makan sendiri.
00:14:30Kamu udah beliin saya makan, kamu temuin saya makan.
00:14:32Saya lupa ya.
00:14:38Betul.
00:14:39Eh.
00:14:57Handphone kau bunyi tadi.
00:14:59Oh.
00:15:01Hmm.
00:15:03Ibu.
00:15:05Nanti biar saya telpon balik.
00:15:21Cheers.
00:15:23For life.
00:15:25Cheers.
00:15:30Tidak.
00:15:38Kamu beruntung.
00:15:42Bali adalah rumahmu.
00:15:45Rasanya seperti menikmati hidup di surga.
00:15:50Tempat di mana kamu tinggal juga adalah kota yang indah, kan?
00:15:53Baru Tunggu.
00:15:54Shikam.
00:15:57By the way kenapa nama kamu Paris ya?
00:15:59Karena kamu mau untuk lahir di Bali?
00:16:03Hmm.
00:16:05Ibu saya yang kasih saya nama itu.
00:16:08Oh.
00:16:09Jadi dulu ibu punya impian untuk membesarkan anaknya di Paris.
00:16:17Makanya ibu kasih saya nama Paris,
00:16:21karena buat ibu saya adalah salah satu impian yang terwujud.
00:16:25Ya, tapi sayangnya nggak semua impian ibu terwujud.
00:16:31Itu alasannya kenapa saya kembali lagi ke Bali.
00:16:36Lalu saat kamu kembali ke sini, apakah semua itu sesuai sama keinginan kamu?
00:16:55Saya selalu belajar kalau berekspektasi itu berujung mengecewakan.
00:17:06Jadi sebisa mungkin saya meyakini apa yang terbaik untuk diri saya.
00:17:16Jadi kalau kamu tanya apakah ini sesuai seperti apa yang saya bayangkan sebelum saya datang ke sini,
00:17:24jawabannya...
00:17:28ya...
00:17:32ini lebih dari yang saya bayangkan.
00:17:34Karena ketemu driver kayak saya?
00:17:36Karena saya dijemput sama cowok yang saya pikir driver.
00:17:46Dan yang orang-orang pikir waktu dia bawain barang saya dia adalah pacar saya.
00:17:52Tapi...
00:17:54ternyata plot twistnya...
00:17:56dia bukan driver.
00:17:58Hehehe...
00:18:00Entah apa maksud Tuhan kirim dia untuk jemput saya.
00:18:04Mohon maaf nih.
00:18:10Jangan biar dulu.
00:18:12Bukan Tuhan yang ngirim aku.
00:18:14Tapi ibu aku.
00:18:16Hehehe...
00:18:20Hehehe...
00:18:22Hehehe...
00:18:24Hehehe...
00:18:26Rasanya udah lama banget saya nggak ketawa selepas ini.
00:18:30Hehehe...
00:18:32Hehehe...
00:18:34Hehehe...
00:18:36Kapan kamu merasa paling bahagia?
00:18:40Psst...
00:18:54Pak Kadik!
00:18:59Ya, kenapa?
00:19:04Pak Kadik...
00:19:06Besok...
00:19:07Pak Kadik dari nak aja...
00:19:09Saya yang ngantar tamu.
00:19:11Yakin kamu?
00:19:12Hehehe...
00:19:13Hehehe...
00:19:14Hehehe...
00:19:15Oke...
00:19:16Anak itu nomor satu.
00:19:17Oke...
00:19:18Yang bertanggung jawab sama tamu.
00:19:20Saya aja.
00:19:21Hehehe...
00:19:22Geng nih pasti tamunya.
00:19:23Pak Kadik bisa aja.
00:19:24Bukan begitu.
00:19:25Hehehe...
00:19:26Saya kan kasihan sama Pak Kadik.
00:19:27Anak lagi sakit masa ditinggal.
00:19:29Hehehe...
00:19:30Hehehe...
00:19:31Oke, terima kasih kalau gitu.
00:19:32Iya...
00:19:33Tapi jangan bilang siapa-siapa.
00:19:34Pasti...
00:19:35Jempol...
00:19:36Jempol...
00:19:37Oke...
00:19:39Hai...
00:19:40Selamat pagi.
00:19:41Kamu yang jemput sih?
00:19:42Bukannya Pak Kadik.
00:19:43Anaknya lagi sakit soalnya.
00:19:44Hai...
00:19:57Selamat pagi.
00:19:58Kamu yang jemput sih?
00:20:00Bukannya Pak Kadik.
00:20:01Anaknya lagi sakit soalnya.
00:20:03Oke...
00:20:04Boi, ii salah satu lukisan yang Pak Mario ngaku.
00:20:18Ini tentang kokonat, jadi Pak Mario juga sempat dapat beli, lukisan dengan bingkai teruni.
00:20:24Kak, mari aku antar ke tempat selanjutnya
00:20:32Yuk
00:20:32Pedangan dong, mesra, mesra, mesra
00:20:54Terima kasih telah menonton
00:21:24Terima kasih telah menonton
00:21:54Terima kasih telah menonton
00:22:23Pak Bro, Pak Bro, Pak Bro, What's up, Pak Bro
00:22:28Ada apa, ada apa
00:22:29Iya ini gue
00:22:30Lu bisa kesini?
00:22:32Gue di tempat biasa
00:22:34Mas siapa, Pak Bro?
00:22:35Udah
00:22:36Gue tubuh dulu ya
00:22:39Oke
00:22:40Tuh kanan gitu sih
00:22:46Ini aku udah telepon, minta temenin
00:22:50But thanks for your stupid face
00:22:56Thank you for today
00:22:57Tapi gak bisa gitu dong, matiin dulu
00:22:59Itu namanya cheers
00:23:01Cheers
00:23:02Cheers
00:23:03Bersambung
00:23:14Bersambung
00:23:15Bersambung
00:23:16Apa?
00:23:17Itu memang ibu
00:23:20Si mas Sherry
00:23:22Gimana?
00:23:23Udah menemukan apa yang kamu cari?
00:23:27Sayang
00:23:28Ibu kan sudah bilang sebelum kamu berangkat ke Bali
00:23:32Apa kamu yakin?
00:23:36Aku yakin
00:23:39Aku gak akan pernah menyesali keputusan aku untuk datang ke Bali
00:23:43Dan aku juga yakin
00:23:44Aku pasti bisa nemuin apa yang aku cari
00:23:46Palingan orang itu kalau healing cuma ada dua masalah dalam hidupnya
00:23:54Yang pertama
00:23:56Masalah duit
00:23:58Terus yang kedua?
00:23:59Udah
00:24:00Udah
00:24:02Masalah perempuan
00:24:03Fiks yakin gue
00:24:08Eh Bro
00:24:09Bro
00:24:11Dengerin dulu
00:24:13Lu gila ya
00:24:14Lu gak ngeliat gue sesetres ini
00:24:17Itu perempuan bener-bener ngancurin hidup gue
00:24:21Ngancurin harga gini juga
00:24:23Bukan cuma harga diri gue sebagai suami
00:24:25Tapi harga diri gue sebagai laki-laki
00:24:28Selesaian gue
00:24:29Kok bisa?
00:24:30Ya gak tau
00:24:32Aduh
00:24:34Gak bisa kayak gitu Pak Bro
00:24:35Kalau menurut gue Pak Bro itu harus lawan
00:24:37Gak boleh diem aja
00:24:38Lu pikir gue gak ngelakuin semua itu
00:24:40Aduh
00:24:41Aduh
00:24:42Aduh
00:24:43Aduh
00:24:48Kamu lupa
00:24:49Kalau aku punya semua rahasia kamu
00:24:52Atau kamu mau masuk penjara
00:24:54Iya
00:24:58Menurut gue tuh
00:24:59Kalau ngeliat dari penampilan kalau masalah duit
00:25:01Gue yakin Pak Bro itu gak ada masalah
00:25:03Last order
00:25:04Oh iya
00:25:05Oh iya enggak
00:25:06Udah-udah
00:25:07Udah
00:25:08Ada
00:25:09Tenang aja Pak Bro
00:25:10Oh
00:25:15Tapi kalau ngeliat tadi penampilan Pak Bro
00:25:18Makasih ya
00:25:19Thank you
00:25:20Perempuan mana yang mau sama laki-laki punya duit
00:25:23Tapi kelakuannya kayak gembel
00:25:25Eh lu pikir gue gak keren?
00:25:27Keren
00:25:28Terus
00:25:31Kurang rapih
00:25:33Gue gak bisa rapih
00:25:34Itu masalahnya tuh
00:25:35Itu tuh
00:25:36Kadang itu manusia tuh pengennya
00:25:37Oke nih gue
00:25:38Eh penampilan gue udah oke nih
00:25:40Nah itu gak boleh dibiarin Pak Bro
00:25:42Kita tuh sebagai laki-laki gak boleh cepet puas
00:25:44Tapi itu suatu saat nanti kita terus tampil beda gitu
00:25:46Boleh lah sekali rapih
00:25:48Ceder
00:25:49Dadah bisa maju begini kan
00:25:51Ini
00:25:52Gue yakin perempuan pasti nempel semua
00:25:54Besok ikut gue Pak Bro
00:25:56Ngapain?
00:25:57Gue rapin
00:25:58Ayo
00:25:59Kebayar
00:26:00Let's go
00:26:01Gapain?
00:26:03Gapain?
00:26:04Gapain?
00:26:05Jawa
00:26:06Jawa
00:26:07Jaga.
00:26:24Kita kan mau ke barber, bukan burger.
00:26:26Makan nanti.
00:26:27Bawain.
00:26:28Siap.
00:26:30Gini.
00:26:31Oke, Pak Bro. Tenang aja.
00:26:38Selamat pagi, Mbak. Saya Kadek.
00:26:41Lov, bumi mana?
00:26:44Maaf, Mbak. Mau duduk di depan apa? Di belakang?
00:27:07Ya, Pak Bro, udah siap?
00:27:13Siap!
00:27:17Bapak Sadewa?
00:27:21Ya?
00:27:24Bapak masih ingat saya?
00:27:26Peter?
00:27:27Iya, saya ingat Peter, ya.
00:27:28Lama kita udah berjumpa.
00:27:30Terakhir saya masih ingat Bapak waktu itu mabuk sama Mbak Sika.
00:27:33Oh, iya.
00:27:35Seling ketemu dengan Peter.
00:27:37Saya masuk dulu.
00:27:38Baik, Pak.
00:27:43Kaman, Pak Bro.
00:27:44Terima kasih.
00:27:56Terima kasih.
00:27:57Terima kasih.
00:27:58Terima kasih.
00:28:01Terima kasih.
00:28:04Untuk hidup perempuan dan kebebasan.
00:28:08Salud.
00:28:15Terima kasih, Bro.
00:28:17Bro, udah jadi penyelamat hidup gue.
00:28:20Apaan sih, Pak Bro? Enggak lah.
00:28:23Terima kasih banget.
00:28:25Cheers!
00:28:32Pemotannya sakit.
00:28:34Lo ganteng.
00:28:37Walau habis selesai.
00:28:42Bina pacar gak?
00:28:46Hmm?
00:28:48Gak ada, Pak Bro.
00:28:49Aduh gila.
00:28:51Gue udah hafal sama tipuan kayak gini.
00:28:55Leiboy macam lo tuh udah pasti bilang gak punya pacar.
00:28:58Hmm?
00:29:00Beneran, Pak Bro.
00:29:01Kalau lo gak punya pacar lo gak mungkin ngajarin gue.
00:29:05Beneran, Pak Bro gak percayaan amat sih.
00:29:09Eh.
00:29:11Bawa ciri lo kesini.
00:29:14Kenalin gue.
00:29:16Canso lo profile lo.
00:29:20Minuman adalah satu-satunya cara buat gue menenangkan diri.
00:29:24Kenapa gitu, Pak Bro?
00:29:26Dari dulu gue selalu menempuh jalan yang salah.
00:29:29Perempuan baik-baik, gue tinggalin.
00:29:34Malah gue dapet perempuan yang bikin hidup gue kayak di neraka.
00:29:36Tunggu, tunggu, tunggu.
00:29:38Maksudnya gimana ya?
00:29:40Kok bisa kayak gitu?
00:29:42Gue seperti kebanyakan laki-laki lain selalu gak pernah mikir pake ini.
00:29:45Laki-laki pake ini.
00:29:46Nih.
00:29:48Pak Bro, itu normal.
00:29:50Semua laki-laki juga mikir pake ini duluan.
00:29:52Baru pake ini.
00:29:53Oke.
00:29:55Normal itu.
00:29:57Tapi lo tau kan?
00:29:59Hidup gue habis-habisan begini.
00:30:00Justru.
00:30:03Istri Pak Bro itu adalah perempuan yang sukses.
00:30:06Sukses kuburmu.
00:30:08Eh, lo denger.
00:30:10Kalo dia sukses, gue gak mungkin habis-habisan seperti ini.
00:30:15Apa yang disini gue pertahankan?
00:30:17Orang gue lepas.
00:30:19Begini, Pak Bro.
00:30:20Ada sebuah peribahasan.
00:30:23Bahwa sesungguhnya adalah pria yang sukses itu adalah pria yang mampu mendapatkan penghasilan lebih dari apa yang istrinya buang.
00:30:35Dan perempuan yang sukses adalah perempuan yang bisa mendapatkan laki-laki seperti Pak Bro.
00:30:41Oh gitu?
00:30:42Iya.
00:30:43Lah buktinya aja sekarang Pak Bro masih bisa kok.
00:30:48Membiayai keluarga.
00:30:49Masih bisa hidup enak.
00:30:53Pak Bro.
00:30:58Ada sebuah cerita Pak Bro.
00:31:01Ada sebuah daerah yang memiliki sumur yang sangat dalam.
00:31:07Dan di sumur tersebut dipenuhi oleh jin-jin yang sangat menakutkan.
00:31:10Dan di sana hanya ada dua mahluk hidup.
00:31:17Suami dan istri.
00:31:21Tapi pada saat suaminya ingin bebas, suami tersebut membawa istrinya ke arah sumur.
00:31:27Lalu diceburkanlah istri tersebut ke dalam sumur.
00:31:31Bayangkan.
00:31:32Terus betapa laki-laki ingin bebasnya.
00:31:35Tapi apa yang terjadi Pak Bro?
00:31:40Lima menit kemudian itu jin pada kabur semua.
00:31:43Takut sama istrinya.
00:31:45Tunggu, tunggu, tunggu.
00:31:46Eh.
00:31:47Kok gak ngerti cerita lo.
00:31:56Berarti ini alkoholnya tinggi banget Pak Bro.
00:31:59Kita cheers lagi kalau begitu.
00:32:01Untuk perempuan hidup dan kebebasan.
00:32:04Cheers!
00:32:05Astaga, parah banget.
00:32:12Emangnya ada istri yang sekejam itu?
00:32:15Ya katanya segitu.
00:32:20Kira-kira kamu akan jadi istri seperti apa?
00:32:23Ya tergantung.
00:32:26Suaminya siapa dulu?
00:32:27Kalau kamu?
00:32:33Kamu cari perempuan yang seperti apa?
00:32:39Kalau aku perempuan yang kalau suaminya meninggal dia gak akan pernah menikah lagi.
00:32:49Kamu gimana?
00:32:50Suami yang tidak akan pernah meninggalkan keluarganya.
00:33:14Boleh!
00:33:20Suka?
00:33:21Mangga.
00:33:22Yup.
00:33:30Sis?
00:33:35Sis?
00:33:39Kamu mau kemana?
00:33:42Jangan pergi dong.
00:33:43Ini kan rumah kita juga.
00:33:44Kamu mau ke mana Sis?
00:33:46I know.
00:33:47Terus kamu mau pergi?
00:33:51Siapa juga yang mau pergi?
00:33:53Itu.
00:33:54Nih, bawa.
00:33:58Loh, gak bisa begini.
00:33:59Kamu gak bisa ngusir aku.
00:34:00Ini rumah aku.
00:34:02Apalagi sih kamu?
00:34:07Kamu tahu gak?
00:34:08Kamu itu udah gak berguna di sini.
00:34:10Nih, kamu pergi aja sana.
00:34:18Oke.
00:34:23Ke sini aku mandi.
00:34:25Setelah itu aku pergi.
00:34:36Tahan perginya!
00:34:47Satu.
00:34:58Terima kasih.
00:35:28Dan aku suka pegunungan.
00:35:35Karena bagi aku untuk menikmati keindahan alam itu ada keseimbangan jiwa.
00:35:41Keseimbangan?
00:35:43Iya.
00:35:58Sampai jumpa.
00:36:28Hati-hati.
00:36:34Udah, udah, udah.
00:36:35Udah, yuk.
00:36:37Sakir nih, kak.
00:36:43Udah pegangan aja.
00:36:44Enggak usah gengsi.
00:36:45Kamu masih sendiri?
00:36:53Maksudnya, single.
00:36:57Kalau iya, kenapa? Kalau enggak, kenapa?
00:37:01Dulu, aku sempat lihat dan ikut ngerasain sakitnya ibu waktu ditinggal ayah.
00:37:09Karena perempuan lain.
00:37:12Maaf, aku terlalu prihatin.
00:37:16Itu sebabnya kamu nanya aku masih sendiri apa enggak?
00:37:19Iya, karena kamu takutnya jika ada orang yang melihat kita lagi sama-sama gini itu seharian tersakiti gitu.
00:37:34Terus kalau aku bilang aku masih sendiri, apa yang kamu lakukan?
00:37:42Karena orang enggak mungkin bertanya kalau dia enggak ada motivasi untuk mengisi kesendirian itu.
00:37:54Enggak usah salah tingkah gitu kali.
00:37:56Selamat sore, Gek.
00:38:06Selamat sore.
00:38:08Saya mau ketemu dengan Bumi.
00:38:10Ini rumahnya?
00:38:11Iya.
00:38:12Selamat sore, ibu.
00:38:14Iya.
00:38:15Saya mau ketemu dengan Bumi.
00:38:17Bapak siapa ya?
00:38:19Saya temannya.
00:38:22Temannya?
00:38:23Iya.
00:38:27Dari tadi saya coba telepon Bumi, cuma enggak diangkat.
00:38:29Oh, mungkin sinyal ya?
00:38:31Bumi lagi antar tamu.
00:38:34Bapak ini kenal Bumi dari mana ya?
00:38:37Oh.
00:38:38Sebenarnya Bumi berapa kali udah bantu saya.
00:38:44Oh.
00:38:45Bapak mau sewa mobil.
00:38:47Sama staff saya aja.
00:38:49Kalau sama Bumi nanti lama.
00:38:53Yuk, Pak.
00:38:55Saya khawatir Bumi pulangnya malam.
00:38:59Gak apa-apa, Bu.
00:39:01Saya tunggu Bumi sampai malam.
00:39:03Gitu.
00:39:04Kalau boleh.
00:39:05Silahkan diminum kalau gitu.
00:39:06Eh, terima kasih.
00:39:14Saya boleh lihat-lihat, Bu.
00:39:16Oh, iya?
00:39:17Silahkan, Pak.
00:39:26Oh, ini Bumi waktu kecil.
00:39:29Iya, Pak.
00:39:32Bumi sering cerita tentang ibu.
00:39:34Cuma dia gak pernah cerita tentang bapaknya.
00:39:38Dimana ayahnya sekarang?
00:39:44Ayahnya Bumi...
00:39:48...kami gak pernah tahu apa yang terjadi sama ayahnya Bumi.
00:39:51Ya, sampai akhirnya Bumi ini sangat membenci hari ulang tahunnya.
00:40:02Saya gak pernah tahu apa yang terjadi sama suami saya.
00:40:06Hanya Tuhan yang tahu.
00:40:08Apa yang terjadi sama ayahnya Bumi, Pak.
00:40:12Ayahnya Bumi, Pak.
00:40:15Ayahnya Bumi, Pak.
00:40:19Saya turut berduka mendengarnya.
00:40:21Makasih, Pak.
00:40:22Makasih, Pak.
00:40:23Makasih.
00:40:39Makasih, Pak.
00:40:40Selamat menikmati.
00:41:10Selamat menikmati.
00:41:40Selamat menikmati.
00:42:10Selamat menikmati.
00:42:40Selamat menikmati.
00:42:42Selamat menikmati.
00:42:44Selamat menikmati.
00:42:46Selamat menikmati.
00:42:48Selamat menikmati.
00:43:50Selamat menikmati.
00:43:52Selamat menikmati.
00:43:54Selamat menikmati.
00:43:56Selamat menikmati.
00:43:58Selamat menikmati.
00:44:00Selamat menikmati.
00:44:02Selamat menikmati.
00:44:32Selamat menikmati.
00:44:34Selamat menikmati.
00:44:36Selamat menikmati.
00:44:38Selamat menikmati.
00:44:40Selamat menikmati.
00:44:42Selamat menikmati.
00:44:44Selamat menikmati.
00:44:46Selamat menikmati.
00:44:48Selamat menikmati.
00:44:50Bagus ya
00:44:51Kamu lihat deh rangit malam ini
00:45:06Kamu tahu gak
00:45:08Kenapa bintangnya sepi banget Hadim
00:45:11Gak tahu gak
00:45:15Itu karena kamu lagi cantik-cantiknya
00:45:20Malam ini
00:45:20Jadi semua bintang ada di mata kamu
00:45:50Pak Bro
00:45:56Pak Bro
00:45:57Lu gak siapa
00:46:00Ada itu gue bawa
00:46:01Tunggu ya
00:46:02Siap Pak Bro
00:46:03Udah
00:46:10Udah
00:46:11Pak Bro
00:46:17Udah lama Bro
00:46:19Pak Bro
00:46:30Udah lama Bro
00:46:32Baru sih
00:46:33Mau minum
00:46:33Udah
00:46:34Udah ada
00:46:35Udah
00:46:36Udah
00:46:36Pak Bro
00:46:37Kenalin Pak Bro
00:46:38Kenalin Pak Bro
00:46:40Ini Pak Bro
00:46:40Ini Pak Bro
00:46:40Sadewo
00:46:43Gak pernah diajak ke sini
00:46:46Sawa bumi
00:46:47Kenapa sih
00:46:51Siapa namanya tadi
00:46:53Supasih
00:47:17Alice.
00:47:20Alice.
00:47:26Alice.
00:47:30Alice.
00:47:47Alice.
00:47:59Haris.
00:48:14Ayah.
00:48:17Ibu selalu mengajarkan kalau cinta pasti diikuti dengan pengampunan.
00:48:25Ibu sudah memaafkan ayah meski mungkin ayah nggak layak untuk dapetin itu.
00:48:38Kedatangan aku kesini karena aku udah dewasa.
00:48:43Dan karena keinginan aku sendiri.
00:48:47Karena aku berhak untuk mendapatkan jawaban.
00:48:53Kenapa orang yang seharusnya menyayangi dan melindungi kami tapi justru malah meninggalkan.
00:48:59Aku berhak ayah.
00:49:04Aku punya hak untuk memiliki kehidupan dan tumbuh besar dengan kasih sayang seorang ayah.
00:49:13Tapi kenapa hak aku direnggut.
00:49:17Kita sama ayah.
00:49:21Kita sama-sama hidup dalam penyesalan.
00:49:25Bedanya yang aku sesalkan kenapa saat pertama kali aku naik sepeda, saat pertama aku masuk sekolah.
00:49:31Saat pertama aku bahkan menyukai lawan jenisku.
00:49:36Saat itu nggak ada ayah untuk menjaga aku.
00:49:41Untuk melindungi aku.
00:49:43Atau bahkan untuk memarahi aku ketika aku salah.
00:49:46Ayah nggak ada.
00:49:47Ayah nggak pernah ada.
00:49:48Ayah nggak pernah ada.
00:49:53Ayah.
00:49:58Mungkin ayah benar.
00:50:01Kedatangan aku kesini.
00:50:04Mungkin karena Tuhan sudah memaafkan ayah.
00:50:08Karena aku anak ayah.
00:50:09Tapi aku sama sekali nggak punya kuasa untuk memaafkan ayah.
00:50:20Aku cuma bisa mencintai ayah.
00:50:23Dan mendapatkan jawaban.
00:50:29Apakah setelah sekian lama kita berpisah?
00:50:36Ayah masih mencintai aku juga.
00:50:39Tidak aku begitu dah.
00:50:42Tidak, Tidak.
00:50:43Tidak, Tidak.
00:50:46Ayah tetap sayang kamu.
00:50:50Ayah tetap cinta kamu.
00:50:58Tidak.
00:51:04Ayah.
00:51:09Uni.
00:51:10Ayo makan dulu.
00:51:11Ya bu.
00:51:13Bentar.
00:51:14Tidak.
00:51:15Ayah.
00:51:16Bawah.
00:51:17Iyah.
00:51:18Bawah.
00:51:19Bawah.
00:51:20Bawah.
00:51:21Iyah.
00:51:23Iyah.
00:51:24Iyah.
00:51:25KELcang.
00:51:26Iyah.
00:51:27Iyah.
00:51:28Iyah.
00:51:29Iyah.
00:51:30selamat menikmati
00:52:00selamat menikmati
00:52:30selamat menikmati
00:52:32lu rencanain semuanya kan
00:52:34dari mana lu tau kalau Paris anak gue
00:52:37sejak saat itu saya baru sadar kalau ternyata
00:52:46tujuan Paris datang kesini itu untuk mencari ayahnya
00:52:48dan saya baru tau kalau ternyata
00:52:51Pak Bro adalah ayahnya Paris
00:52:53jadi saya masih mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan Pak Bro dengan Paris
00:53:14sejauh apa hubungan kalian
00:53:19ya belum lama kenal sih Pak Bro
00:53:22tapi
00:53:23tapi apa
00:53:24tapi apa
00:53:26tapi belum lama kenal
00:53:30bagus dong
00:53:31berarti gampang buat kalian untuk saling menjauh
00:53:34lu menjauh kenapa ya Pak Bro
00:53:39lu nanya
00:53:40nanya kenapa
00:53:42semua kesenangan kita bersama
00:53:45bukan itu yang gue harapkan dari calon pendamping anak gue
00:53:48gue ini laki-laki
00:53:50dan setiap gue bercermin
00:53:52gue seperti ngomong dengan diri gue sendiri
00:53:54gue gak mau
00:53:55pendamping anak gue nanti seperti gue
00:53:58maaf
00:54:02saya bukan Pak Sadewo kalau memang itu yang Bapak maksud
00:54:06bagaimana kalau misalkan memang semesta yang mempersatukan saya dengan Paris
00:54:12apapun alesan lu deh
00:54:16yang terpenting buat gue sekarang adalah membahagiakan Paris
00:54:20setelah 17 tahun untuk gue penuh penyesalan
00:54:22jualan Paris
00:54:25ya
00:54:27lo bayar kopi gue
00:54:31telefon gue
00:54:33selamat menikmati
00:54:34selamat menikmati
00:54:35selamat menikmati
00:54:36selamat menikmati
00:55:06selamat menikmati
00:55:36selamat menikmati
00:55:38selamat menikmati
00:55:40selamat menikmati
00:56:10selamat menikmati
00:56:12permisi
00:56:13ya
00:56:17Paris
00:56:24kok aneh ya
00:56:28apa ada sesuatu yang mendesak sampai anak Paris cari-cari bumi
00:56:33bumi gak bikin salah lagi kan seperti waktu kemarin ambil koper kamu itu
00:56:38enggak bu sama sekali enggak
00:56:40justru bumi malah bantu saya
00:56:42menemukan orang yang udah terpisah dari saya semama ini
00:56:46ini foto saya waktu masih kecil menibu saya dan ayah saya yang meninggalkan kami 17 tahun
00:57:02berkat bumi saya bisa menemukan ayah saya lebih cepat bu
00:57:06selama ini saya cuma punya foto ini untuk mengenang ayah saya
00:57:10ayah
00:57:12ayah
00:57:16ayah
00:57:20ayah
00:57:22ayah
00:57:26ayah
00:57:28ayah
00:57:30ayah
00:57:32ayah
00:57:34ayah
00:57:35ayah
00:57:36ayah
00:57:37ayah
00:57:38ayah
00:57:39ayah
00:57:40ayah
00:57:42ayah
00:57:44ayah udah gak sabar lagi nunggu tidak ketemuan
00:57:46ayah kangen
00:57:49Kamu udah makan?
00:57:52Mbak, spageti aglio-lio.
00:57:55Si hafal, ayah.
00:57:58Satu spageti aglio-lio, satu karboniobik.
00:58:00Baik, Pak. Mohon ditunggu.
00:58:04Ayah, ayah udah ada denger kabar dari bumi hari ini?
00:58:13Sebenernya, nak, banyak sekali yang ayah ingin bicara-kan sama kamu.
00:58:16Salah satunya adalah, ayah ingin kita sama-sama lagi.
00:58:22Ayah, kamu, ibu.
00:58:29Mengenai bumi, ayah ingin kamu menjauhi bumi.
00:58:36Kenapa aku harus menjauhi bumi?
00:58:38Ayah, kalau bukan karena bumi, aku mungkin udah menyerah.
00:58:42Aku mungkin udah pulang ke Paris, ngelupain alasan aku kenapa aku datang ke sini.
00:58:48Ayah juga ngerasain hal yang sama kok.
00:58:51Bumi baik, pinter, ganteng, sopan, baru lulus sarjana tapi gak lebih dari itu.
00:58:56Kenapa, ayah?
00:58:57Karena dia bukan laki-laki yang baik untuk kamu.
00:59:05Jadi ini alasannya kenapa bumi gak angkat telepon dari aku?
00:59:09Suatu saat perasaan kamu juga bisa berubah kok.
00:59:13Pasti bisa.
00:59:14Perasaan ayah bisa berubah ke ibu.
00:59:20Puh, sampai tuh ayah salah besar.
00:59:26Bayangkan ayah, ketika ayah memilih seorang istri, apa ayah mau?
00:59:31Istri ayah menikah lagi saat ayah meninggal.
00:59:33Ayah gak pernah kasih aku contoh yang baik.
00:59:38Gimana mungkin, ayah?
00:59:40Kita baru aja ketemu, terus ayah minta aku ngelupain orang yang udah ada di hati aku.
00:59:45Kenapa segitu cepatnya sih ayah ngejudge orang lain?
00:59:49Sementara ayah butuh waktu segitu lamanya untuk menyadari kesalahan ayah sendiri.
00:59:54Udah cukup, ayah hancurin hati ibu.
00:59:57Biarin aku milih pilihan aku sendiri ayah.
01:00:04Ayah inget kenapa namaku Paris?
01:00:09Karena ibu cuma memiliki aku.
01:00:12Ibu gak bisa memiliki laki-laki yang dia cintai.
01:00:17Ayah mau hal itu terjadi sama aku juga.
01:00:19Paris.
01:00:22Duduk ya.
01:00:23Duduk saya.
01:00:24Dengar ayah.
01:00:28Gimana dia bisa ngajarin ayah kalau dia gak punya pengalaman?
01:00:31Ayah berubah.
01:00:32Ayah punya pendirian.
01:00:33Ayah berubah juga dalam hidup itu karena dia.
01:00:36Tapi ayah ngerasa dia bukan laki-laki yang cocok untuk kamu.
01:00:38Tidak.
01:00:40Tidak!
01:00:42Tidak!
01:00:44Lupain dia Paris.
01:00:46Paris!
01:00:54Silahkan.
01:00:55Terima kasih.
01:00:56Silahkan.
01:00:57Terima kasih.
01:01:12Kamu bicara apa sama ayah?
01:01:13Apa yang ayah kamu katakan itu benar?
01:01:21Gumi.
01:01:23Aku gak setuju ayah menentukan jodohku.
01:01:26Aku cukup kaget waktu ayah ngelarang kita untuk ketemu lagi.
01:01:29Dan yang paling bikin aku kaget, kenapa kamu mau ngakuin apa yang ayah minta?
01:01:32Kami gak ngakuin apa yang ayah minta.
01:01:38Kamu pikir aku gak tau sejarah kamu sama Pantai ini?
01:01:41Dan kamu pikir aku ada disini itu kebetulan?
01:01:46Aku nunggu kamu Paris.
01:01:50Lihat sana anak. Lihat. Lihat. Lihat.
01:01:51Kau tak bisa kecemanah ya Bu?
01:01:54Kau tak bisa kecemanah.
01:01:56Yuk.
01:01:57itu apa ini umur saya 8 hari ini uang tahun saya selamat uang tahun terima kasih
01:02:27dan aku akan selalu menunggu disini walaupun kau belum tentu akan datang
01:02:32i miss your stupid face
01:02:43aku gak akan pernah ngebiarkan apa yang seharusnya aku miliki itu hilang
01:02:57dan aku selalu berharap aku bisa berfoto dengan bapakku saat aku ulang tahun ke-8 dan seterusnya
01:03:04dan setelah aku ketemu kamu aku selalu berharap lagi
01:03:12aku gak mau kehilangan kamu walaupun ayah kamu pasti menghalangi aku
01:03:18menghalangi aku
01:03:25ibu
01:03:34ibu kenapa
01:03:40ibu
01:03:47ibu kenapa
01:03:52lagi kangen sama bapak ya
01:03:55ibu pernah minta polisi untuk melacak kendaraan yang diduga menabrak lari ayahmu
01:04:04berdasarkan kesaksian di lokasi
01:04:08tapi entah kenapa
01:04:13kendaraan itu gak bisa dilacak
01:04:17ibu ini kan orang kecil
01:04:23ibu udah gak ngerti saat itu bagaimana lagi
01:04:30sabar bu
01:04:32orang yang mengambil nyawa bapakmu itu
01:04:42dia juga menghilangkan kehidupan kamu dan ibu bersama ayahmu
01:04:48dia juga membunuh kesempatan untuk kamu hidup dengan ayah yang mencintaimu
01:04:57tapi kan kejadian itu udah lama bu
01:05:11ibu masih mau mencari pelakunya
01:05:15ibu mau menuntut pelakunya
01:05:17kalau ibu menuntut apakah ayah mau akan kembali
01:05:22ibu akan kembali
01:05:29bumi
01:05:32apakah kamu betul-betul bisa memaafkan orang yang menabrak ayahmu
01:05:48terus ibu mau bumi ngapain bu
01:05:50bumi
01:05:52bumi
01:05:56kamu betul-betul suka sama Pak Aris
01:05:59ibu sebenernya mau nyampain apa sih ibu?
01:06:01tuh
01:06:02kenapa ibu tiba-tiba nanya itu?
01:06:05apakah kamu siap?
01:06:21kalau orang yang menabrak ayahmu itu bapaknya Pak Aris
01:06:26ibu dimana bapak?
01:06:43iya kok belum pulang ya
01:06:45bapak?
01:06:54ibu selamat malam
01:06:59kami menemukan suami ibu kecelakaan
01:07:02karena jaraknya cukup jauh kami tidak melihat wajah pelakunya
01:07:06yang kami temukan hanya bar ini dan sebuah kue ibu
01:07:10ibu
01:07:14ibu
01:07:15ibu
01:07:16ibu
01:07:17ibu
01:07:18ibu
01:07:19ibu
01:07:21ibu
01:07:22ibu
01:07:23ibu
01:07:24Bu...
01:07:45Ini mobil Pasar Dewa, kan?
01:07:49Ya, betul. Ini mobil Pasar Dewa.
01:07:54Terima kasih telah menonton.
01:08:24Terima kasih telah menonton.
01:08:54Terima kasih telah menonton.
01:09:24Terima kasih telah menonton.
01:09:54Terima kasih telah menonton.
01:09:56Terima kasih telah menonton.
01:09:58Terima kasih telah menonton.
01:10:00Aku punya satu bagian patahan yang selalu ayah simpan.
01:10:04Buat ayah untuk bertahan.
01:10:06Analogi yang lucu ayah.
01:10:16Itu sebabnya ayah membuat aku patah.
01:10:20Tuh, kamu kok ngomong gitu?
01:10:24Maksud ayah, setiap ayah melihat bumi, ayah seperti melihat sebagian dari diri ayah.
01:10:28Itu.
01:10:29Bumi bukan ayah.
01:10:30Dan ayah.
01:10:32Dan ayah seharusnya sadar.
01:10:34Saat pertama kali ayah ketemu sama anak ayah yang harusnya ayah lakukan itu adalah membahagiakannya, ayah.
01:10:41Bukan malah menjatuhkannya.
01:10:43Dengar, Paris.
01:10:44Manusia perlu belajar jatuh untuk bisa belajar bangkit.
01:10:47Butuh rasa kehilangan untuk bisa belajar menemukan.
01:10:49Dan butuh ruang kosong untuk bisa tumbuh dan berkembang.
01:10:52Ayah sudah kehilangan segaranya.
01:10:55Sudah pernah.
01:10:57Dan mau ayah sampaikan, jangan sampai kamu kehilangan diri kamu sendiri.
01:11:01Kamu tahu, Paris.
01:11:05Dalam setiap laki-laki cuma punya satu wanita seumur hidupnya dalam hatinya.
01:11:10Gak peduli apakah dia nanti akan mendapatkannya atau tidak.
01:11:20Ayah tahu apa yang sedang aku melakukan.
01:11:26Ayah.
01:11:27Aku sedang memperjuangkan apa yang sesungguhnya aku cintai.
01:11:36Bukannya malah menyerah karena aku gak tahu lagi apa yang mau aku perjuangkan.
01:11:41Aku bukan ayah! Bumi bukan ayah!
01:11:57Eh!
01:11:59Eh!
01:12:00Eh!
01:12:01Tidak.
01:12:04Ah!
01:12:05Huh!
01:12:06Hah!
01:12:07Terima kasih.
01:12:37Kalau kamu kasih kesempatan aku sekali lagi.
01:12:44Tapi aku harus mempertanggungjawabkan sesuatu.
01:12:49Aku mungkin gak bisa menghidupkan kembali bapak dari seorang anak.
01:12:54Tapi paling tidak, aku bisa memberi dia kehadiran.
01:13:02Kamu yakin?
01:13:02Maka kamu melakukan ini hanya karena dia laki-laki yang dicintai oleh anakmu?
01:13:13Enggak, Ariana.
01:13:17Aku melakukannya karena aku yang melakukan suatu hal yang benar dalam hidupku.
01:13:22Aku capek.
01:13:23Capek karena sepanjang hidupku, aku harus menembus semua kesalahan aku.
01:13:36Aku ingin kita sama-sama lagi.
01:13:39Aku, Paris, kamu maafin aku.
01:13:53Kamu mau maafin aku.
01:14:07Aku ingin kita sama-sama.
01:14:37Aku gak mau pisah dari bumi, Bu.
01:14:43Aku cinta sama bumi.
01:15:07Aku ngom, aku harus menembus semua kesalahan aku.
01:15:30selamat menikmati
01:16:00selamat menikmati
01:16:30selamat menikmati
01:17:00selamat menikmati
01:17:30selamat menikmati
01:18:00selamat menikmati
01:18:30selamat menikmati
01:19:00selamat menikmati
01:19:30selamat menikmati
Be the first to comment