Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D memberi pesan kuat mengenai proses inovasi saat hadir dalam Rosi On Location di Universitas Diponegoro (UNDIP).

Ia menegaskan bahwa mimpi, pengetahuan, dan ketekunan adalah tiga kunci utama yang dimiliki setiap inovator.

Prof. Brian menjelaskan bahwa semua inovasi selalu berangkat dari masalah dan mimpi untuk memperbaikinya.

Menurutnya, di era saat ini pengetahuan tidak lagi terbatas dan dapat diakses dari mana saja.

Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan buku sebagai sumber belajar utama.

Selain mimpi dan pengetahuan, Prof. Brian menekankan pentingnya kerja keras dan kegigihan.

Ia memberi contoh perjalanan tiga inovator yang tampil dalam acara tersebut: ada yang berjuang delapan tahun, bahkan hingga 20 tahun, sebelum melihat hasil.

"Memang tak ada yang instan. Para inovator sering tak sabar, padahal sudah hampir sampai, lalu berubah lagi dan kembali ke nol," tambahnya.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/_SaL4pYE9E0

#mendiktisaintek #brianyuliarto #inovasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/634309/mendiktisaintek-brian-yuliarto-ajak-mahasiswa-terus-tekun-berinovasi-rosi
Transkrip
00:00Mas Jamal, kan kalau dengar soal RAIM itu sebenarnya relate ya.
00:04Mas Jamal tuh mengusahain inovasi di waktu untuk menerangi cilacap,
00:11karena gelap gulita, terus air gitu, langsung ketemu gak inovasinya?
00:16Langsung, oh ya, pakai panel surya, terus pakai angin, langsung berhasil?
00:21Yang jelas, sistem ini ya, tentu berawal dari pengalaman saya dalam dunia pendidikan.
00:26Saya kebetulan SMK itu otomotif ya, teknik kelistrikan dan sebagainya,
00:31sehingga disitu saya paham.
00:31Teknik apa?
00:33Kelistrikan, otomotif.
00:34Jadi, dengan sedikit pemahaman saya ini, dengan melihat, merasa gitu ya,
00:39karena amanat Bapak saya itu begini,
00:43kita tidak hanya menjadi orang pintar, tapi harus menjadi orang mengerti.
00:47Ketika kita memiliki sesuatu.
00:49Jangan hanya jadi orang pintar, tapi jadi orang mengerti.
00:52Mengerti gitu ya, jadi ketika kita sudah melihat sesuatu yang kita berpotensi,
00:58kita bisa nih, mungkin kalau saya berpikir pribadi untuk kepentingan saya,
01:01saya tidak mungkin ada di Dusun Bondan.
01:03Mungkin saya bisa bekerja di sebuah perusahaan besar, di luar negeri atau di mana.
01:07Itu yang aku mau tanya sih, kenapa ketika tinggal di daerah berasal dari Dusun Bondan,
01:12kenapa gak pergi merantau aja mencari kehidupan yang lebih baik?
01:14Kenapa Mas Bondan lebih, eh Mas Bondan, Mas Jamal, tetap memilih tinggal di Desa Bondan.
01:21Ya itulah karena rasa dan mengerti ya, bahwa dari mengerti ini perlu kita terapkan
01:27dan kita berikan kebermanfaatan kepada orang lain, begitu.
01:31Namun jelas dari sesuatu yang kita lakukan,
01:35bahwa Tuhan itu Allah SWT tidak akan berdiam diri.
01:40Sekalipun kita banyak pahir kehidupan yang kita jalani untuk mengabdi kepada masyarakat,
01:45tentu di situ juga Tuhan memberikan manfaat bagi kita.
01:48Pernah gak merasa, ah bodoh, ah udah deh capek deh.
01:51Karena kan Dusun Bondan bukan desa yang mudah mengakses apapun.
01:56Jadi ketika mengusahkan sesuatu dengan keterbatasan,
01:59pasti dong ada masa di mana, ah udah deh, bodoh amat, terserah deh.
02:04Ada gak masa itu?
02:05Kalau keluh kesah ada, tapi untuk menyerah tidak.
02:07Kirinya apa?
02:13Karena sampai saat ini saya masih terus melakukan sesuatu terobosan-terobosan yang terbaik
02:18untuk kepentingan masyarakat.
02:20Ketika saya berpikir berhenti, mungkin saya tidak akan berjalan sejak sekian tahun lamanya
02:24sampai hari ini saya berdiri di depan-depan teman-teman semuanya.
02:28Biasanya kan pasti teman-teman, kak kata-kata hari ini dong kak,
02:36kan pasti kayak gitu ya.
02:38Nah apa yang membuat Mas Jamal itu gak pernah mau berhenti?
02:42Gak mau menyerah dan terus mengupayakan inovasinya?
02:47Iya.
02:47Sampai bisa membuat cilacap menyala?
02:49Iya, yang jelas kalimat yang selalu saya ingat adalah
02:53teruslah memberikan manfaat bagi orang lain.
02:57Hanya itu.
02:58Iya, manfaat bagi orang lain oke.
03:00Manfaat buat diri sendiri kan harus dipikirin juga ya.
03:03Gak pikirin manfaat buat diri sendiri.
03:05Ya, jelas dengan apa yang kita lakukan dalam hal kebaikan itu
03:10akan kembali kebaikan kepada diri kita.
03:12Maka manfaat itu secara langsung juga akan kembali kepada diri kita.
03:17Karena kita tidak tahu ketika kita memberikan sesuatu yang
03:21memberikan manfaat kepada orang banyak,
03:23kita tidak tahu doa orang mana, masyarakat yang mana
03:27yang dapat dikabulkan untuk kebaikan kita dan keluarga.
03:31Itu prinsip saya.
03:32Bagaimana ini bisa berhasil, Mas Jamal?
03:38Ya, tentu dengan sistem ini ya, kita masyarakat saya tidak bisa sendirian
03:44untuk bisa menciptakan sebuah teknologi yang luar biasa.
03:48Tentu kami juga warga masyarakat di sana melakukan sebuah asesmen ya,
03:52Alhamdulillah dengan seiring berjalannya waktu kami bertemu dengan
03:56ya kita kami bilang orang-orang hebat dari Pertamina ya.
04:00Karena kita di jembatannya dari Pertamina untuk bisa
04:02mewujudkan harapan masyarakat tersebut.
04:06Dengan beberapa sistem yang kita coba tawarkan ya,
04:10mereka punya sesuatu untuk mengabulkannya.
04:12Nah, dari situlah teknologi itu juga bisa diterapkan.
04:16Ya, kebetulan saat itu itu dari Pertamina R4 Cilacap itu
04:20dari programnya, apa namanya itu, Perwira Pertamina
04:24ada program penerapan energi baru terbarukan ya.
04:28Yang mana disitu juga membutuhkan lokasi yang memang bisa diterapkan.
04:33Nah, dari masalah yang kami miliki disitu ketemulah.
04:36Nah, itulah perjalanan Tuhan yang tidak diduga oleh manusia.
04:40Sehingga Alhamdulillah pada saat itu kami juga bisa
04:45membangun sebuah pembangkit listrik yang bisa memberikan manfaat
04:50kepada dusun kami.
04:51Dengan berbagai persoalan yang sudah kita selesaikan
04:54dari kegelapan, kesulitan air bersih,
04:58terus sering terjadinya banjir ob laut yang sulit diketahui oleh warga,
05:01saat ini di kita juga ada sistem peringatan banjir lah kalau bahasa saya ya.
05:06Jadi di sana itu sekarang ada inovasi dari adanya listrik
05:09membuat sebuah sistem peringatan banjir.
05:12Jadi sebelumnya ketika banjir ob laut datang itu
05:15setiap satu tahun sekali, kami masyarakat tidak tahu tanda-tandanya gitu.
05:18Sehingga masyarakat harusnya kan para petani tambak ya.
05:21Para petani tambak tidak bisa mengantisipasi.
05:24Nah, Alhamdulillah dengan adanya peringatan banjir ini
05:27dari inovasi pembangkit listrik ini gitu ya,
05:30masyarakat bisa lebih sigap.
05:31Wah, sekian jam lagi air naik.
05:33Langsung persiapan masang waring dan sebagainya
05:35sehingga ini bisa mengurangi kerugian-kerugian bagi masyarakat juga.
05:39Oke, dan itu semua di lead atau di koordinasi Anda yang menjadi pemimpin ya?
05:46Tentu dalam sebuah persoalan ya,
05:50entah itu di tingkat masyarakat, pemerintah desa ataupun pusat,
05:53tetap kita harus ada satu orang yang berani
05:56istilahnya apa ya?
05:59Satu melangkah bersuara sekaligus berkorban.
06:03Tentu, saya yakin beliau-beliau yang ada di sini yang sangat luar biasa
06:06tidak lepas dari kata pengorbanan.
06:09Tinggal hanya saja level pengorbanan yang seperti apa.
06:12Saya rasa semuanya seperti itu pasti merasakan.
06:14Wow, tepuk tungguan dulu dong teman-teman.
06:19Pak Menteri, kira-kira kalau lihat kayak gini,
06:24Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, Sains dan Riset,
06:28dan Teknologi,
06:31gimana tuh bisa makin banyak orang-orang seperti Mas Jamal
06:34dan yang lain-lain.
06:37Ya, jadi memang sebenarnya kan ini apa yang dilakukan,
06:41itu adalah konsep inovasi ya, konsep inovator.
06:45Jadi tadi ada masalah,
06:47kemudian yang berikutnya ada wish, ada dream,
06:50ada mimpi, ada keinginan.
06:52Nah ini yang adik-adik mahasiswa juga tadi kita lihat belajar,
06:55semua tiga orang inovator ini punya keinginan, punya mimpi.
07:00Nah dari situ, maka teman-teman tadi knowledge,
07:04mendapatkan pengetahuan.
07:06Makanya pengetahuan itu apalagi era sekarang sudah limitless ya,
07:10tidak terbatas.
07:12Ambil pengetahuan sebanyak-banyaknya,
07:13tadi saya senang banget buku,
07:16jadikan buku itu sumber referensi.
07:19Nah setelah itu,
07:20narosi yang juga gak kalah penting,
07:21setelah ada dream, ada wish,
07:23yang berikutnya adalah ada kerja keras.
07:28Kalau yang di dalam buku begitu,
07:31great, persistent, perseverance.
07:34Jadi ada kerja keras,
07:36ada ketekunan,
07:37ada keteguhan.
07:39Nah saya yakin,
07:41ini contoh tadi,
07:43Bu Ciptaning,
07:458 tahun.
07:46Iya kan Mas Jamal,
07:48juga berapa tahun total?
07:5020 tahun lebih.
07:5020 tahun,
07:52jadi memang gak ada yang instan.
07:55Saya yakin juga,
07:56Raim.
07:57Raim apalagi,
07:59Pak Rektor tadi temuan banyak,
08:00itu pasti butuh waktu.
08:02Nah sering,
08:04para inovator itu gak sabar.
08:07Dia padahal sudah bergerak sedikit,
08:10udah mau ketemu,
08:10tapi dia gak sabar berubah lagi.
08:12Akhirnya nol lagi, nol lagi.
08:14Jadi saya ingat,
08:16kalau tokoh inovator itu kan salah satunya Thomas Alva Edison.
08:20Dia melakukan percobaan,
08:22seribu kali lebih,
08:24untuk bikin bohlam.
08:25Pesannya dia apa?
08:27Kegagalan terbesar seseorang adalah,
08:29ketika dia berhenti mencoba.
08:33Jadi jangan pernah berhenti,
08:34terus tekun.
08:36Pasti semua orang-orang sukses,
08:39itu adalah orang-orang yang,
08:41apa,
08:42punya keteguhan tinggi.
08:44Nah ini yang saya lihat,
08:46adik-adik kalian harus belajar,
08:48ketiga orang ini,
08:49mencerminkan proses inovasi
08:52dari mulai permasalahan
08:55sampai akhirnya menemukan solusi jalan-jalan keluarnya.
08:58Sampai jumpa di video selanjutnya.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan