Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TAPANULI UTARA, KOMPAS.TV - Anggota Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Sertu Rio Prasaja, yang tengah singgah di Kabupaten Tapanuli Utara berhasil diselamatkan dari timbunan longsor yang menerjang. Namun hingga kini, anak dan istrinya masih belum ditemukan.

Selasa (25/11/2025) malam, Sertu Rio Prasaja bersama keluarganya yang singgah di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, dikejutkan oleh longsor yang menerjang.

Longsor terjadi sekitar pukul dua, Rabu (26/11/2025) dini hari, dan mengarah langsung ke tempat mereka singgah.

Sertu Rio berhasil diselamatkan, namun istri dan satu orang anaknya, beserta empat anggota keluarga lainnya, masih dalam pencarian.

Baca Juga Tabrakan Beruntun di Lampu Merah Dawuan Cikampek Libatkan 10 Kendaraan, 2 Orang Meninggal Dunia di https://www.kompas.tv/regional/634269/tabrakan-beruntun-di-lampu-merah-dawuan-cikampek-libatkan-10-kendaraan-2-orang-meninggal-dunia

#longsor #sumatera #daruratbencana #bencanaalam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/634272/kisah-sertu-rio-berhasil-diselamatkan-dari-timbunan-longsor-anak-dan-istri-belum-ditemukan
Transkrip
00:00Kembali di Sapa Indonesia pagi saudara, anggota Kodim 0212 Tapanuli Selatan serta Rio Prasaja
00:07yang tengah singgah di Kabupaten Tapanuli Utara berhasil diselamatkan dari tim dan longsor yang menerjang.
00:13Namun hingga kini anak dan istrinya masih belum ditemukan.
00:19Selasa malam serta Rio Prasaja bersama keluarganya yang singgah di desa Sibalanga,
00:25kecamatan Adian Koting Kabupaten Tapanuli Utara dikejutkan dengan longsor yang menerjang.
00:31Longsor terjadi sekitar pukul 2 Rabu Dinihari mengarah langsung ke tempatnya singgah.
00:37Serturio berhasil diselamatkan namun istri dan satu orang anaknya
00:41diserta empat anggota keluarganya yang lain masih dalam pencarian.
00:55Setelah itu tiba-tiba nggak bisa lagi saya bilang sama orang babinsa-babinsanya,
01:11sama orang konsek, nggak bisa apa kita teruskan, besok aja lah kita teruskan.
01:15Takutnya nanti susulan, udah kami istirahat.
01:18Sampai lima kali, lima kali, enam kali lah. Yang ke enam kali ini lah.
01:22Tiba-tiba saya bangunkan, semuanya saya megang anak.
01:27Udah terimpit saya sama apa, dibawa sama tanah.
01:31Jadi anak ini tah terlempar kemana nggak tahu saya.
01:34Setelah itu nggak tahunya udah sampai kayak gini lah.
01:37Pasir, tanah itu tangan sama tangan.
01:41Udah segini udah sesak nafas saya, orang-orang amin,
01:44baru datang orang konsek, itulah membantu saya sampai keluar.
01:49Ujung-ujung terakhirnya itu, ya kaki inilah yang tertimpa.
01:55Ada satu tangan ya, orang-orang.
01:57Satu tangan tertimpa, saya bilang, ada tangan, kata orang konsek.
02:02Mungkin itu entah istri saya, entah kakak saya, entah adik saya.
02:06Cuma saya aja dicelamatkan dulu.
02:08Karena nggak mungkin lagi, yang tiba-tiba yang di bawah ada nafas lagi, nggak tahu saya.
02:13Udah saya depak, depaklah saya ke keren juga.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan