JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo membentuk satgas khusus darurat jembatan.
Hal itu ia sampaikan di sela pidato, saat Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta pada Jumat (28/11/2025).
"Sekarang adalah execution, sekarang adalah how to solve the problem, how to bring solution as fast as possible to the people. Rakyat kita yang paling miskin, rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu. Dia harus dapat segera aksi-aksi yang membela mereka," kata Prabowo.
Ia mencontohkan begitu banyak anak-anak sekolah harus menyeberang sungai.
"Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah. Tiap hari baik jalan sungai daripada harus muter. Tiap hari pakaian mereka basah. Basah di ruang kelas. Ya mengejar impian. Kadang ada yang sekolah kadang enggak. Kan khawatir ya orang tuanya,"jelasnya.
Lebih lanjut Prabowo meminta Menteri Dikti untuk mengerahkan semua mahasiswa tingkat 23 dari teknik sipil untuk terjun ke desa-desa merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut.
"Saya minta TNI dan Polri untuk juga kerahkan semua batalyon zeni, semua batalyon teritorial pembangunan, semua kompi-kompi lain semua terjun turun ke desa-desa tersebut cari titik-titik saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tidak ada. Kita bicara visibility study terlalu lama ini itu enggak ada seminar simposium. Kita kerjakan ini, kita selesaikan ini, anak-anak kita teriak, kita harus jawab di tengah pertemuan tahunan ini di mana saya merasa terima kasih,"katanya.
Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi
Baca Juga BNPB Sebut Prabowo Kirim 17 Starlink hingga 15 Perahu Karet ke Sumut di https://www.kompas.tv/regional/634250/bnpb-sebut-prabowo-kirim-17-starlink-hingga-15-perahu-karet-ke-sumut
#hariguru #pidatoprabowo #satgasdaruratjembatan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634257/instruksi-prabowo-untuk-satgas-darurat-jembatan-mereta-pertaruhkan-nyawa-ke-sekolah
00:00Saudara-saudara, tadi paparan, tadi peta sudah baik, sudah benar, tapi saya ingatkan sekarang adalah pelaksanaannya, sekarang adalah execution, sekarang adalah how to solve the problem, how to bring solution as fast as possible to the people.
00:26Rakyat kita yang paling miskin, rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu, dia harus dapat segera aksi-aksi yang membela mereka.
00:39Saudara-saudara, sebagai contoh saya ada saya punya staff yang bisa paparan, saya minta dipaparkan anak-anak yang nyebrang sungai.
00:53Di tengah kita di sini, di tengah, nah ini, ini adalah, suaranya bisa enggak?
01:05Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyebrang sungai.
01:14Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah.
01:22Tiap hari, tiap hari pakaian mereka basah, basah di ruang kelas.
01:29Kita mengejar impian, kadang-kadang ada yang sekolah, kadang enggak, kan khawatir ya orang tuanya.
01:34Kami keseringat di hambat banjir di saat kami pergi ke sekolah.
01:57Dan kami mohon kepada Bapak untuk membangun jalan kami ini.
02:01Karena kami, kami terciksa kalau kami pergi ke sekolah.
02:12Saudara-saudara,
02:13Para elit Indonesia, para pimpinan ini.
02:22Dan ada 300 ribu penyebrangan sungai.
02:25300 ribu jembatan yang seperti ini.
02:29Angka-angka pertumbuhan sangat bagus.
02:37Tapi rakyat kita,
02:41Tiap hari,
02:42Anak-anak,
02:44Kita tiap hari,
02:48Masuk sungai basah,
02:51Duduk di kelas basah,
02:54Pulang kembali basah.
02:56Ini yang saya minta kita sebagai pengelola negara.
Jadilah yang pertama berkomentar