Skip to playerSkip to main content
Lika-Liku Sang Raja Masak Drama China

#LikaLikuSangRajaMasakDramaChina
#LikaLikuSangRajaMasak
#LikaLikuSangRajaMasakDrama

Sebuah perjalanan epik yang dimulai dari dapur kecil di bumi dan berakhir di ujung semesta.
Leon Mercier, seorang koki jenius yang kehilangan cinta dan hidupnya, menyalakan api bukan hanya untuk memasak — tapi untuk menghidupkan kembali rasa manusia yang mulai mati. Dari dendam dan kehilangan, lahirlah nyala pertama yang kelak menjadi jantung seluruh alam semesta.

Ribuan tahun kemudian, api itu diwariskan pada Rhev, Serya, Lyren, hingga Isola — generasi demi generasi penjaga rasa. Mereka melawan kegelapan, menghadapi perang batin antara cinta dan kehampaan, sampai akhirnya semesta sendiri belajar bahwa rasa sejati bukan tentang kebahagiaan, tapi keberanian untuk merasakan semuanya — cinta, luka, harapan, dan kehilangan.

Di masa depan jauh, setelah bintang-bintang nyaris padam, lahir Aureas — makhluk baru dari bara terakhir. Ia bukan manusia, bukan dewa, tapi bentuk rasa yang hidup. Dari tangannya, api menyebar lagi ke dunia-dunia lain, membangkitkan kehidupan dari kehampaan.

Category

😹
Fun
Transcript
00:00:00Lika Likusang Raja Masak drama di dunia kuliner yang penuh ambisi dan persaingan, hanya sedikit orang yang mampu mencapai puncak dan tetap bertahan di sana.
00:00:10Salah satunya adalah Leon Mercier, seorang koki legendaris asal Perancis yang dijuluki Raja Masak.
00:00:17Dengan kemampuan yang nyaris sempurna dan lidah yang tak pernah gagal menilai rasa, Leon pernah menjadi simbol kesempurnaan di dunia gastronomi internasional.
00:00:28Restorannya di Paris, Le Cor du Veu, selalu penuh setiap malam, didatangi para bangsawan, selebriti, bahkan politisi dunia.
00:00:38Namun dibalik kesuksesan itu, tersembunyi kisah kelam yang menghancurkan segalanya.
00:00:44Suatu malam, api besar melahap restorannya.
00:00:47Dalam kebakaran itu, istrinya, Elise, yang juga merupakan tangan kanan sekaligus jantung kehidupannya, tewas terperangkap di dapur.
00:00:58Semua tuduhan mengarah kepada Leon, media menuduhnya ceroboh, para pesaing menertawakan kehancurannya, dan dunia yang dulu memujanya kini berbalik menghujat.
00:01:08Dalam semalam, Leon kehilangan segalanya, istrinya, reputasinya, dan gairahnya untuk memasak.
00:01:16Lima tahun berlalu, Leon hidup dalam pengasingan di sebuah desa kecil di Italia, bekerja di sebuah warung sederhana tanpa pernah mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya.
00:01:28Namun takdir mulai berputar kembali saat seorang jurnalis muda bernama Clara Diamato datang mencarinya.
00:01:35Clara membawa kabar bahwa kebakaran yang menewaskan Elise bukanlah kecelakaan,
00:01:40melainkan sabotase yang dilakukan oleh seseorang di dunia kuliner sendiri.
00:01:45Nama yang muncul adalah Damien Rooks, murid sekaligus pengkhianat Leon,
00:01:50yang kini telah menjadi bintang baru dan memiliki restoran yang menggantikan kejayaan Le Cor du Veux.
00:01:57Mendengar itu, bara dendam yang lama padam di hati Leon kembali menyalah.
00:02:03Ia memutuskan untuk kembali ke dunia yang dulu ia tinggalkan,
00:02:07tapi kali ini bukan untuk mencari kemuliaan, melainkan balas dendam.
00:02:11Dengan identitas baru dan strategi halus, Leon mulai membangun tim kecil yang terdiri dari para koki jalanan,
00:02:19pembuat roti tua, dan murid-murid buangan dunia kuliner.
00:02:23Bersama mereka, ia membuka restoran rahasia bernama Inferno Stable,
00:02:28di mana setiap hidangan memiliki makna dan pesan tersembunyi bagi musuhnya.
00:02:34Setiap episode memperlihatkan perjuangan Leon dalam mengembalikan nama baiknya.
00:02:38Di balik aroma rempah dan dentingan panci, tersimpan intrik, pengkhianatan, dan luka masa lalu yang belum sembuh.
00:02:48Damien, yang dulu menganggap Leon sebagai guru,
00:02:50kini menjadi musuh bebuyutan yang siap melakukan apapun untuk mempertahankan tahtanya.
00:02:57Namun di tengah api dendam itu, Leon mulai sadar memasak bukan sekadar perang,
00:03:03tapi juga seni untuk menyembuhkan.
00:03:06Saat ia semakin dekat mengungkap kebenaran di balik kematian Elise,
00:03:10Leon harus memilih menyembuhkan dirinya dengan memaafkan atau membakar segalanya dalam amarah.
00:03:17Musim kedua, Lika-Liku Sang Raja Masak dimulai dengan suasana yang jauh lebih gelap.
00:03:23Restoran rahasia milik Leon, Inferno Stable,
00:03:27kini menjadi legenda di kalangan pecinta kuliner bawah tanah.
00:03:31Tak ada papan nama, tak ada alamat,
00:03:34hanya orang-orang tertentu yang tahu cara memesan meja di sana.
00:03:38Namun di setiap malamnya,
00:03:40meja itu menjadi saksi perang diam antara masa lalu dan masa depan Leon.
00:03:45Clara, sang jurnalis yang dulu membantunya menemukan kebenaran,
00:03:50kini menjadi tangan kanannya.
00:03:53Ia mengatur setiap detail operasi restoran,
00:03:56mulai dari tamu-tamu misterius hingga penyusupan informasi dari dunia kuliner elit Paris.
00:04:02Sementara itu, Leon mulai menciptakan hidangan-hidangan baru yang tampak biasa,
00:04:07namun setiap piring menyimpan simbol dan pesan tersembunyi.
00:04:11Bagi mereka yang tahu masa lalu Leon, setiap rasa adalah kode rahasia.
00:04:18Satu malam, seorang tamu tak diundang muncul di meja Inferno Stable, Damien Rocks sendiri.
00:04:25Dengan senyum dingin, ia memuji masakan Leon tanpa mengetahui bahwa Koki dibalik.
00:04:30Dapur itu adalah guru yang dulu ia hianati.
00:04:34Tapi ketika Leon keluar untuk menyapa tamu itu, dunia seolah berhenti berputar.
00:04:40Wajah Damien berubah pucat, dan untuk pertama kalinya,
00:04:44kesombongan yang selama ini menutupi rasa bersalahnya terlihat jelas.
00:04:49Rasanya, seperti masa lalu, kata Damien pelan, menatap hidangan yang disajikan.
00:04:55Leon menjawab tanpa emosi, setiap rasa adalah kenangan, Damien.
00:05:00Beberapa terlalu pahit untuk dilupakan.
00:05:03Pertemuan itu menjadi awal dari perang baru.
00:05:07Damien mencoba menghancurkan Inferno Stable dengan kekuasaannya di dunia kuliner.
00:05:12Ia menuduh Leon mencuri resep dan memanipulasi media untuk menjatuhkan namanya lagi.
00:05:18Namun dunia kali ini tidak semudah dikendalikan.
00:05:21Clara mulai merilis artikel-artikel investigasi yang mengungkapkan bukti-bukti sabotase lima tahun lalu.
00:05:29Nama Damien perlahan mulai retak di mata publik, sementara legenda Leon kembali hidup.
00:05:35Namun di balik kemenangan itu, muncul bayangan baru, Chef Rico Tan,
00:05:40seorang koki muda jenius asal Jepang yang ternyata juga memiliki hubungan misterius dengan Elise.
00:05:46Rico datang membawa rahasia.
00:05:49Sebelum kematiannya, Elise sempat mengirimkan resep terakhir kepada seseorang yang ia percaya.
00:05:55Resep itu, berjudul Le Feu de Mer, Api Cinta, disebut-sebut sebagai karya terakhir Elise,
00:06:03dan kini menjadi kunci untuk mengungkap siapa sebenarnya dalam kebakaran lima tahun lalu.
00:06:09Leon pun mulai ragu, apakah Damien benar-benar pelakunya,
00:06:13ataukah ada sosok lain di balik layar yang selama ini memanipulasi semuanya.
00:06:18Dalam kehaningan malam, Leon berdiri di dapurnya yang gelap, menatap panci yang mulai mendidih.
00:06:26Api di hadapannya memantulkan wajahnya sendiri, penuh luka, tapi juga penuh tekat.
00:06:32Aku kehilangan cintaku karena api, katanya lirih,
00:06:36tapi aku akan menemukan kebenaran dengan api yang sama.
00:06:39Sementara itu, kamera berpindah ke sebuah kantor tinggi di Paris,
00:06:44di mana seorang wanita misterius duduk menatap foto Leon dan Elise di tangannya.
00:06:50Di meja kerjanya tergeletak logo lama Le Coeur du Feu yang terbakar sebagian.
00:06:56Wanita itu tersenyum samar dan berkata pelan,
00:06:58permainan baru saja dimulai.
00:07:01Musim ini akan membawa penonton pada perjalanan yang lebih emosional,
00:07:06penuh rahasia, intrik bisnis kuliner,
00:07:08dan pertarungan moral antara balas dendam dan keadilan.
00:07:13Leon bukan hanya melawan musuh-musuhnya,
00:07:15tapi juga dirinya sendiri,
00:07:17sementara aroma Le Feu de Mer perlahan membangkitkan kenangan cinta yang tak pernah padam.
00:07:24Musim ketiga dimulai dengan suasana yang berat,
00:07:27penuh kabut misteri dan aroma kesepian yang menyelimuti seluruh perjalanan Leon.
00:07:32Setelah kebangkitannya di dunia kuliner dan keberhasilan membuktikan sebagian kebenaran,
00:07:37kini langkahnya terhenti di persimpangan antara cinta dan dendam.
00:07:42Hidangan demi hidangan yang dulu menjadi sarana pertempuran kini
00:07:46berubah menjadi simbol luka batin yang tak kunjung sembuh.
00:07:50Di dapur bawah tanah Inferno Stable,
00:07:52suara panci dan pisau terasa seperti denting waktu yang tak berhenti.
00:07:57Setiap malam Leon menatap api yang membakar panci,
00:08:01seolah memandang ke masa lalu yang masih menghantuinya.
00:08:05Ia mulai kehilangan arah,
00:08:07tidak tahu lagi apakah perjuangannya masih tentang Elise
00:08:10atau hanya sekadar pembenaran bagi dirinya yang hancur.
00:08:14Clara mencoba menenangkannya,
00:08:16tapi luka di hati Leon terlalu dalam.
00:08:18Ia merasa setiap langkahnya membawa dia semakin jauh dari cinta sejati
00:08:23yang dulu Elise tanamkan dalam dirinya.
00:08:27Suatu malam,
00:08:28Rikotan kembali datang membawa sebuah kotak kecil berisi kertas tua yang nyaris hangus.
00:08:34Di dalamnya tertulis potongan resep yang tersisa,
00:08:37Leveux de Mer.
00:08:38Namun di balik resep itu,
00:08:40terdapat kode aneh berupa angka dan simbol,
00:08:43sesuatu yang hanya bisa dimengerti oleh Elise dan Leon.
00:08:47Saat Leon mulai menguraikan maknanya,
00:08:50ia sadar resep itu bukan sekadar panduan memasak,
00:08:53melainkan pesan tersembunyi.
00:08:56Di dalamnya Elise,
00:08:58menyembunyikan petunjuk menuju kebenaran tentang kebakaran lima tahun lalu.
00:09:02Pesan itu membawa mereka ke Marseille,
00:09:05kota tempat Elise pernah belajar kuliner saat muda.
00:09:08Di sana mereka menemukan jejak seorang wanita bernama Madame Solange,
00:09:13mentor lama Elise yang ternyata menghilang beberapa minggu sebelum tragedi terjadi.
00:09:19Ketika Leon menemukannya,
00:09:21Solange sudah tua dan hidup dalam ketakutan.
00:09:24Ia mengaku bahwa kebakaran itu bukan kecelakaan,
00:09:28bukan pula murni perbuatan Damien,
00:09:30melainkan perintah dari seseorang yang lebih berkuasa,
00:09:34seseorang yang memiliki pengaruh besar dalam industri kuliner Eropa.
00:09:38Sosok itu adalah Adriana Leclerc,
00:09:41pemilik jaringan restoran terbesar di Perancis
00:09:44dan mantan mitra bisnis Leon.
00:09:47Dialah yang diam-diam mengatur segalanya,
00:09:49termasuk menjatuhkan nama Leon
00:09:51dan menciptakan karir kilat bagi Damien
00:09:53sebagai pengganti simbolik untuk menguasai pasar.
00:09:57Elise yang mengetahui rencana itu berusaha menghentikan Adriana,
00:10:01dan itulah alasan mengapa ia menjadi korban dalam kebakaran tersebut.
00:10:06Leon terpukul.
00:10:08Dunia yang selama ini ia kira hanya berisi kompetisi kuliner
00:10:11ternyata dipenuhi racun kekuasaan dan tipu daya.
00:10:15Ia menyadari bahwa api yang membakar masa lalunya
00:10:18bukan hanya berasal dari dapur,
00:10:20tapi juga dari keserakahan manusia.
00:10:24Clara mendesaknya untuk mengungkap kebenaran kepada publik,
00:10:27tapi Leon menolak.
00:10:29Ia tahu dunia tidak akan percaya pada kata-kata,
00:10:32hanya pada rasa.
00:10:33Maka ia memutuskan membalas dengan cara
00:10:36yang hanya bisa dilakukan oleh seorang koki sejati.
00:10:40Ia mempersiapkan hidangan terakhir,
00:10:43Le Feu de Mer,
00:10:44yang akan disajikan dalam sebuah acara besar kuliner internasional
00:10:48yang disponsori oleh jaringan restoran Adriana sendiri.
00:10:52Acara itu disiarkan ke seluruh dunia,
00:10:55dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun,
00:10:58Leon kembali ke panggung utama di hadapan ribuan orang.
00:11:02Saat ia mulai memasak, penonton terdiam.
00:11:06Gerakannya perlahan,
00:11:07setiap irisan pisau membawa makna,
00:11:10setiap bahan yang ia tambahkan adalah bagian dari kisahnya.
00:11:14Ia menciptakan aroma yang begitu kuat
00:11:17hingga semua yang hadir seolah terbawa dalam kenangan Elise.
00:11:21Dalam setiap lapisan rasa,
00:11:23tersimpan kisah cinta,
00:11:25pengkhianatan,
00:11:26dan kebenaran yang dibungkus dengan kelembutan dan api.
00:11:30Ketika hidangan disajikan,
00:11:32Adriana yang berada di barisan depan mencoba menjaga wajah dinginnya.
00:11:37Namun setelah mencicipinya,
00:11:39air matanya menetes tanpa sadar.
00:11:42Rasa itu membawa kembali memori yang selama ini ia sembunyikan.
00:11:46Leon menatapnya dalam diam,
00:11:48dan di layar besar di belakang mereka,
00:11:51Clara menayangkan rekaman bukti dari pengakuan Solange,
00:11:54seluruh dunia menyaksikan kebenaran yang akhirnya terungkap.
00:11:58Kebisuan menyelimuti ruangan.
00:12:01Adriana berdiri,
00:12:02mencoba membela diri,
00:12:03tapi semuanya sudah terlambat.
00:12:06Dunia menyadari siapa dalang sebenarnya.
00:12:09Leon tidak berkata apapun,
00:12:11hanya memadamkan apinya,
00:12:13menunduk,
00:12:13dan meninggalkan dapur tanpa menoleh.
00:12:17Beberapa bulan kemudian,
00:12:18Inferno Stable ditutup.
00:12:20Leon menghilang tanpa kabar,
00:12:22hanya meninggalkan surat singkat untuk Clara dan Rico.
00:12:25Cinta sejati tidak pernah padam,
00:12:29hanya berpindah tempat dari api ke hati.
00:12:32Clara mendirikan yayasan kuliner atas nama Elise
00:12:35untuk membantu koki muda dari seluruh dunia
00:12:38yang kehilangan arah karena ambisi.
00:12:41Rico meneruskan warisan resep Leveux de Mer
00:12:43dengan makna baru,
00:12:45bukan sebagai simbol dendam,
00:12:47tapi sebagai penghormatan bagi cinta yang abadi.
00:12:50Sementara di sebuah desa tepi laut di Italia,
00:12:54seorang pria tua terlihat memasak untuk anak-anak yatim.
00:12:58Senyumnya lembut,
00:12:59tangannya gemetar tapi penuh kasih.
00:13:02Tak ada yang tahu siapa dia,
00:13:04tapi di dapur kecil itu,
00:13:06aroma cinta dan api kembali menyala pelan.
00:13:09Malam itu langit Italia tampak sepi,
00:13:12hanya suara ombak kecil yang memecah kesunyian
00:13:14di tepi desa pesisir tempat Leon Mercier tinggal.
00:13:18Api kecil dari dapur tua di rumahnya masih menyala,
00:13:22meski jam sudah melewati.
00:13:24Tengah malam,
00:13:26di meja kayu yang sudah pudar warnanya,
00:13:28ia menatap sebuah foto lama,
00:13:30dirinya dan Elise di depan restoran Le Cor du Veux,
00:13:34tersenyum dengan wajah penuh harapan.
00:13:37Bertahun-tahun sudah berlalu,
00:13:39tapi kenangan itu masih terasa hidup.
00:13:41Di matanya, Elise tak pernah pergi,
00:13:44setiap aroma, setiap rasa adalah pengingat tentang cinta
00:13:48yang belum pernah padam.
00:13:51Leon kini hidup sederhana,
00:13:53jauh dari dunia gemerlap kuliner yang dulu memuja namanya.
00:13:57Ia mengajar anak-anak desa memasak,
00:14:00mengajari mereka cara mengenali bahan-bahan dari alam,
00:14:03cara menghormati api,
00:14:04dan memahami bahwa rasa sejati tidak lahir dari resep,
00:14:08tapi dari hati yang tulus.
00:14:10Bagi banyak orang,
00:14:12ia hanyalah seorang pria tua bijak yang ramah,
00:14:15tak ada yang tahu bahwa pria itu pernah menjadi koki terbesar di dunia.
00:14:20Namun kehidupan damai itu mulai terguncang
00:14:22saat suatu pagi seorang tamu tak diundang datang ke rumahnya.
00:14:27Seorang wanita muda berpakaian rapi,
00:14:29membawa koper dan sebuah amplop bersegel merah.
00:14:33Namanya Mireille Leclerc, putri dari Adriana,
00:14:36wanita yang dulu menjadi dalang di balik tragedi yang menghancurkan hidup Leon.
00:14:42Dengan suara tenang namun menusuk, ia berkata,
00:14:45Nama keluarga saya telah hancur karena Anda.
00:14:49Saya tidak ingin dendam, saya ingin perhitungan.
00:14:53Leon hanya menatapnya tanpa kata.
00:14:55Mireille melanjutkan,
00:14:57Saya akan buktikan bahwa dunia kuliner tidak lagi membutuhkan manusia seperti Anda.
00:15:02Era baru telah datang, dan Anda akan menyaksikannya hancurkan semua yang Anda perjuangkan.
00:15:10Beberapa bulan kemudian,
00:15:11dunia menyaksikan kemunculan jaringan restoran canggih bernama Nerotaste,
00:15:16hasil proyek besar Mireille yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan teknologi rasa sintetis.
00:15:23Mesin-mesin mereka bisa meniru ribuan cita rasa dari seluruh dunia hanya dengan satu sentuhan.
00:15:28Para investor berlomba-lomba berinvestasi.
00:15:33Restoran manusia perlahan kehilangan pelanggan.
00:15:36Dunia kuliner berubah menjadi industri tanpa jiwa.
00:15:40Clara, yang kini bekerja sebagai penulis dan aktivis kuliner,
00:15:44melihat semua itu dengan perasaan campur aduk.
00:15:48Ia tahu Leon tidak akan tinggal diam.
00:15:50Ia memutuskan pergi ke Italia untuk menemuinya.
00:15:54Saat bertemu Leon, ia mendapati pria tua itu tampak lebih tenang dari yang pernah ia lihat.
00:16:00Dunia sudah berubah, Leon, kata Clara.
00:16:04Mereka tidak peduli dengan cinta atau kejujuran di piring mereka lagi.
00:16:09Leon tersenyum tipis.
00:16:10Mereka akan peduli ketika mereka kehilangan rasa sejati.
00:16:14Dan aku akan membuat mereka merasakannya kembali.
00:16:18Leon kemudian memanggil murid-murid mudanya,
00:16:21termasuk Julin, pemuda berbakat yang telah dianggapnya seperti anak sendiri.
00:16:26Ia mengatakan pada mereka bahwa waktunya telah tiba untuk memperlihatkan dunia
00:16:31bahwa rasa sejati tidak bisa digantikan oleh mesin.
00:16:35Mereka memutuskan menggelar sebuah acara besar,
00:16:38bukan untuk bersaing, tapi untuk menyadarkan dunia.
00:16:42Acara itu mereka beri nama The Last Fist.
00:16:45Hari itu menjadi hari yang akan dikenang dalam sejarah kuliner.
00:16:49Di tengah gemerlap kota Milan,
00:16:52di manan Rotaste sedang membuka cabang baru dengan pesta besar,
00:16:56Leon dan tim kecilnya mendirikan tenda sederhana di seberang jalan.
00:17:01Tidak ada dekorasi mewah,
00:17:03tidak ada layar raksasa,
00:17:05hanya meja kayu panjang dan dapur terbuka di bawah langit malam.
00:17:09Orang-orang awalnya datang karena penasaran,
00:17:12tapi setelah mencicipi masakan mereka,
00:17:15suasana berubah.
00:17:16Hidangan pertama yang disajikan Leon sederhana,
00:17:20sup jamur liar,
00:17:21roti gandum hangat,
00:17:23dan sedikit minyak zaitun hasil panen sendiri.
00:17:26Tapi saat orang-orang mencicipinya,
00:17:29mereka merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata.
00:17:34Beberapa menangis tanpa tahu kenapa,
00:17:36beberapa terdiam lama sambil menatap piring kosong di depan mereka.
00:17:40Di seberang jalan,
00:17:43mesin nerotaste terus berputar menghasilkan ribuan piring dalam hitungan detik,
00:17:47tapi tak satupun dari piring-piring itu mampu menandingi rasa dari
00:17:51tangan manusia yang penuh jiwa.
00:17:55Malam itu,
00:17:56Leon tidak berteriak,
00:17:57tidak marah,
00:17:58tidak membanggakan diri.
00:18:00Ia hanya berdiri di depan api kecilnya dan berkata,
00:18:04rasa tidak bisa diciptakan oleh logika,
00:18:07hanya oleh kenangan dan cinta.
00:18:09Mesin bisa meniru rasa,
00:18:12tapi tidak bisa memahami kehilangan.
00:18:14Kata-kata itu menyebar ke seluruh dunia.
00:18:17Video dari acara sederhana itu viral.
00:18:20Orang-orang mulai sadar bahwa dunia kuliner tanpa emosi
00:18:24hanyalah kekosongan yang berlapis kemewahan.
00:18:27Dalam beberapa minggu,
00:18:29popularitas nerotaste menurun drastis.
00:18:32Mireille sendiri datang diam-diam ke tempat Leon
00:18:35dan memintanya satu hal untuk mengajarinya bagaimana cara merasakan,
00:18:39bukan sekadar mencicipi.
00:18:42Leon tidak menolak.
00:18:43Ia hanya berkata,
00:18:45duduklah,
00:18:46pegang pisau ini,
00:18:47dan dengarkan api.
00:18:49Itulah guru pertamamu.
00:18:51Tahun-tahun berlalu,
00:18:52Inferno Stable tidak pernah dibuka lagi,
00:18:55tapi filosofi Leon hidup di setiap tangan murid-muridnya
00:18:58yang kini tersebar di seluruh dunia.
00:19:02Clara menulis buku terakhir tentangnya berjudul
00:19:04The Taste of Fire,
00:19:06yang mengisahkan bukan tentang koki yang legendaris,
00:19:09tapi tentang manusia yang belajar mencintai kembali
00:19:12setelah kehilangan segalanya.
00:19:15Dan di sebuah sore di tepi pantai,
00:19:18Julin menatap matahari yang mulai turun.
00:19:21Di dapur kecilnya,
00:19:22ia menyalakan api,
00:19:24api yang dulu diajarkan oleh gurunya.
00:19:26Dari dapur itu,
00:19:28aroma lembut mulai menyebar ke udara,
00:19:31aroma cinta,
00:19:32kehilangan,
00:19:33dan kehidupan.
00:19:34Di ujung langit,
00:19:35seolah ada bayangan Leon tersenyum,
00:19:38berdiri di samping Elise.
00:19:40Ia tidak lagi membawa pisau atau panci,
00:19:43hanya kedamaian di wajahnya.
00:19:46Ia telah mengerti bahwa hidup,
00:19:48seperti masakan,
00:19:49hanya sempurna bila disajikan dengan hati yang tulus.
00:19:53Api kecil di tepi pantai Italia
00:19:55kembali menyala setiap pagi.
00:19:57Laut di depan rumah kayu tua itu memantulkan warna jingga mentari,
00:20:02menembus jendela dapur Leon Mercier yang sudah mulai berdebu.
00:20:06Rambutnya kini memutih sepenuhnya,
00:20:09tangannya gemetar setiap kali mengangkat wajan,
00:20:12tapi matanya tetap tajam,
00:20:13seperti nyala api yang menolak padam.
00:20:16Setiap pagi ia berjalan ke pasar kecil di desa,
00:20:20membawa keranjang rotan untuk membeli bahan segar,
00:20:23bukan untuk menjual apapun,
00:20:25tapi untuk memasak bagi anak-anak
00:20:27dan para nelayan tua yang sering datang ke rumahnya.
00:20:31Setiap kali ia mengiris bawang atau menumbuk rempah,
00:20:34wajah Elise muncul di benaknya.
00:20:37Ia ingat betul cara Elise dulu menatapnya di dapur,
00:20:40sambil tersenyum lembut dan berkata,
00:20:43rasa sejati hanya muncul ketika kamu berhenti
00:20:46mencoba menyempurnakannya.
00:20:48Kalimat itu dulu hanya terdengar seperti filosofi romantis,
00:20:52tapi kini ia tahu itulah inti dari kehidupan.
00:20:56Ketenangan itu berlangsung lama,
00:20:58hampir lima tahun setelah kejadian besar di Milan.
00:21:02Dunia telah berubah,
00:21:04tapi api kecil yang dinyalakan Leon malam itu
00:21:06tetap menjadi legenda.
00:21:09Banyak murid-muridnya yang kini memiliki restoran sendiri
00:21:12di berbagai negara,
00:21:14masing-masing membawa filosofi,
00:21:16masak dengan hati, bukan dengan ego.
00:21:19Clara terus menulis,
00:21:20dan buku-bukunya menjadi bacaan wajib
00:21:23bagi para koki muda di seluruh Eropa.
00:21:26Riko Tan membuka sekolah kuliner di Kyoto
00:21:29dengan nama Maison Mercier,
00:21:31dan Julin menjadi pengajar utama di sana.
00:21:34Nama Leon mungkin tidak lagi terpampang
00:21:36di layar televisi atau majalah,
00:21:39tapi semangatnya tumbuh dalam setiap dapur kecil
00:21:41yang masih percaya pada rasa.
00:21:44Namun dunia modern terus melaju.
00:21:46Setelah kekalahan neurotaste,
00:21:49teknologi kuliner tidak berhenti berkembang.
00:21:52Muncul proyek baru bernama Sensiae,
00:21:55gabungan antara neuroscience dan kuliner digital,
00:21:58di mana setiap rasa diubah menjadi impuls listrik
00:22:01yang bisa ditransfer langsung ke otak manusia.
00:22:05Dunia kembali tergoda oleh kemudahan,
00:22:07orang tidak perlu makan untuk merasakan rasa,
00:22:10cukup dengan satu alat kecil di kepala.
00:22:12Restoran mulai kehilangan pengunjung lagi.
00:22:16Kali ini bukan karena mesin yang memasak,
00:22:19tapi karena manusia mulai melupakan pentingnya makan.
00:22:23Bersama, berbagi aroma, dan menikmati waktu.
00:22:27Di tengah perubahan itu,
00:22:29Julin menerima surat tanpa nama,
00:22:31dikirim dari alamat tua di Roma.
00:22:34Surat itu berisi tulisan tangan yang sudah mulai gemetar,
00:22:38namun ia langsung mengenalinya.
00:22:41Tulisannya milik Leon.
00:22:43Terlalu banyak orang mulai melupakan arti rasa.
00:22:46Aku rasa waktunya belum berakhir.
00:22:49Datanglah.
00:22:50Aku ingin bicara.
00:22:52Julin bergegas ke Roma.
00:22:53Ia menemukan Leon sedang duduk di teras,
00:22:56menatap laut seperti biasanya.
00:22:59Tubuhnya terlihat jauh lebih lemah,
00:23:02tapi di matanya ada kilatan yang sama seperti dulu,
00:23:05tenang, namun penuh perlawanan.
00:23:08Aku sudah tua, Julin, katanya pelan.
00:23:11Tapi aku tidak bisa diam saat dunia mulai kehilangan rasa lagi.
00:23:16Julin menatapnya dengan haru.
00:23:18Apa yang ingin kau lakukan kali ini?
00:23:21Leon tersenyum tipis,
00:23:22membuat dunia berhenti,
00:23:24setidaknya untuk satu malam.
00:23:26Agar mereka ingat bahwa rasa adalah waktu yang bisa berhenti
00:23:30bila kamu menikmatinya dengan jiwa.
00:23:33Beberapa bulan kemudian,
00:23:35kabar mulai tersebar,
00:23:36akan ada acara mister.
00:23:39Beberapa dekade telah berlalu
00:23:41sejak malam terakhir Leon mercier di tepi pantai Amalfi.
00:23:45Dunia berubah dengan cepat,
00:23:47lebih cepat dari yang bisa dibayangkan siapapun.
00:23:51Kota-kota menjadi lebih terang,
00:23:53tapi langit semakin kehilangan bintang.
00:23:56Restoran bukan lagi tempat berkumpul manusia,
00:23:59melainkan pusat pengalaman digital,
00:24:01di mana rasa, aroma, dan tekstur
00:24:04dihasilkan oleh mesin yang meniru kesempurnaan.
00:24:07Manusia tidak lagi makan karena lapar,
00:24:10tapi karena sensasi,
00:24:12tidak lagi memasak karena cinta,
00:24:14tapi karena data.
00:24:16Namun di tengah dunia yang nyaris kehilangan jiwa itu,
00:24:19api kecil yang ditinggalkan Leon masih hidup,
00:24:22tersembunyi, tapi tidak padam.
00:24:25Di sebuah kota kecil di selatan Perancis,
00:24:28berdiri bangunan tua dari batu bata
00:24:30yang di atas pintunya tertulis Maison du Veux.
00:24:34Bangunan itu tampak sederhana,
00:24:36tanpa lampu neon, tanpa hiasan mewah.
00:24:40Di dalamnya, puluhan anak muda dari berbagai negara
00:24:43belajar memasak dengan tangan kosong,
00:24:45tanpa mesin, tanpa resep.
00:24:47Mereka belajar mengenal bahan dengan mata dan hati,
00:24:51bukan dengan sensor.
00:24:52Di tengah mereka berdiri seorang pria muda berambut hitam
00:24:57dengan sorot mata tajam namun lembut,
00:24:59Noe mercier, cucu dari Leon yang bahkan tak pernah bertemu kakeknya.
00:25:04Noe tumbuh dengan hanya mendengar kisah-kisah tentang sang legenda
00:25:08dari buku-buku tulisan Clara Diamato,
00:25:11dan dari cerita murid-murid tua yang pernah memasak bersama Leon.
00:25:14Ia tahu sedikit tentang kakeknya,
00:25:18tapi cukup untuk memahami satu hal penting,
00:25:21bahwa api bukan sekadar alat, tapi makna.
00:25:24Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk melanjutkan apapun yang telah dimulai Leon,
00:25:29meski dunia di sekitarnya sudah berubah menjadi sesuatu yang nyaris asing.
00:25:34Pada usia 28 tahun,
00:25:37Noe menjadi salah satu koki muda paling brilian di Eropa.
00:25:41Ia tidak bekerja di restoran mewah,
00:25:44tapi sering diundang oleh restoran modern untuk memberi
00:25:47sentuhan manusia pada sistem otomatis mereka.
00:25:51Namun semakin lama ia berada di tengah dunia itu,
00:25:55semakin ia merasa terasing.
00:25:57Hidangan yang disajikan sempurna secara visual dan statistik,
00:26:01tapi kosong dari emosi.
00:26:04Semua terasa seperti tiruan, indah tapi mati.
00:26:08Suatu malam, setelah menyelesaikan kolaborasi
00:26:11dengan sebuah restoran futuristik di Tokyo,
00:26:14Noe duduk di balkon hotelnya sambil menatap langit kota yang dipenuhi neon.
00:26:19Di tangannya,
00:26:20ia memegang buku lama peninggalan ibunya berjudul The Taste of Fire.
00:26:25Di halaman terakhirnya,
00:26:27ada catatan tulisan tangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
00:26:32Bila dunia melupakan makna rasa,
00:26:34maka seseorang harus menyalakan api lagi.
00:26:37Jangan biarkan mesin menentukan apa yang membuat manusia merasa hidup.
00:26:42Kata-kata itu membakar pikirannya selama berhari-hari.
00:26:46Ia mulai bertanya-tanya,
00:26:48apakah mungkin kakeknya tahu bahwa dunia akan sampai di titik ini?
00:26:53Apakah Maison Duveau hanya permulaan dari sesuatu yang lebih besar?
00:26:57Beberapa minggu kemudian,
00:26:59Noe menerima pesan terenkripsi yang aneh di perangkat pribadinya.
00:27:04Tidak ada pengirim,
00:27:05hanya satu kalimat,
00:27:07datanglah ke Amalfi.
00:27:08Api belum padam,
00:27:10tanpa pikir panjang,
00:27:11ia meninggalkan segalanya dan pergi ke tempat yang disebut dalam legenda keluarganya.
00:27:17Pantai Amalfi masih sama seperti dulu,
00:27:20indah dan sunyi.
00:27:22Tapi di tempat di mana Leon dulu mengadakan lanuit du silens,
00:27:26kini berdiri reruntuhan bangunan kecil yang tampaknya pernah terbakar sebagian.
00:27:31Noe berjalan masuk dan menemukan sesuatu di bawah lantai batu,
00:27:35sebuah kotak besi tua berisi buku catatan,
00:27:38pisau dapur yang berkarat,
00:27:40dan selembar kertas yang sudah rapuh.
00:27:43Di kertas itu tertulis,
00:27:45untuk siapapun yang menemukan ini,
00:27:47dunia akan terus berubah,
00:27:49tapi rasa tidak boleh dikurung oleh waktu.
00:27:52Ajari mereka bukan hanya cara memasak,
00:27:55tapi cara mengingat.
00:27:57Noe menangis tanpa suara.
00:27:59Ia tahu kini apa yang harus ia lakukan.
00:28:01Ia kembali ke Perancis dan mengubah Maison du Veux menjadi sesuatu yang baru,
00:28:07The Arc of Taste,
00:28:08sebuah gerakan global untuk melestarikan cita rasa asli dunia sebelum semuanya digantikan oleh mesin.
00:28:16Ia mengumpulkan koki, petani, dan seniman dari berbagai negara.
00:28:22Mereka berkeliling dunia mencari bahan, resep, dan tradisi yang hampir punah,
00:28:27merekamnya bukan dalam data, tapi dalam pengalaman hidup.
00:28:31Gerakan itu berkembang pesat.
00:28:33Dalam beberapa tahun, The Arc of Taste menjadi simbol perlawanan terhadap dunia kuliner buatan.
00:28:41Banyak orang yang mulai sadar kembali pentingnya rasa sejati, rasa yang tidak bisa diprogram.
00:28:47Dunia perlahan mulai berubah arah.
00:28:50Namun di balik kesuksesan itu, muncul ancaman baru.
00:28:53Sebuah perusahaan teknologi global bernama Eternal Food Corp mulai mengembangkan proyek berbahaya,
00:29:00Project Eden, sistem yang mampu menciptakan simulasi rasa abadi di otak manusia,
00:29:06menghapus kebutuhan untuk makan sama sekali.
00:29:09Dunia mulai memujanya sebagai akhir dari rasa lapar.
00:29:13Tapi Noe tahu, jika itu terjadi, maka makna manusia sebagai makhluk yang hidup dari rasa akan hilang selamanya.
00:29:22Dalam keputusasaan, ia mencari cara untuk menghentikannya.
00:29:26Ia menemukan catatan terakhir Leon tentang konsep, rasa kehidupan, sebuah teori yang ia belum pahami sepenuhnya.
00:29:34Catatan itu berbicara tentang bagaimana rasa sejati tidak berasal dari bahan,
00:29:39tapi dari hubungan emosional antara manusia yang makan dan yang memasak.
00:29:44Jika teori itu benar, maka mesin tidak akan pernah bisa meniru rasa itu sepenuhnya.
00:29:51Noe memutuskan untuk membuktikannya.
00:29:53Ia menantang Eternal Corp untuk membuat satu acara besar, The Last Super of Humanity,
00:29:59di mana satu hidangan dari mesin akan diadu dengan satu hidangan buatan manusia.
00:30:05Dunia menontonnya secara langsung, jutaan orang menunggu untuk menyaksikan hasilnya.
00:30:11Malam itu, panggung besar dipenuhi cahaya.
00:30:14Di satu sisi, mesin Eternal menciptakan hidangan yang disebut The Perfect Flavor,
00:30:20racikan ideal berdasarkan miliaran data sensorik manusia.
00:30:24Di sisi lain, Noe berdiri sendiri di depan api kecil,
00:30:28membawa bahan sederhana, gandum, garam laut, dan sedikit minyak.
00:30:34Ia tidak punya resep, tidak punya alat canggih.
00:30:37Ia hanya punya satu hal, ingatan tentang cinta kakeknya,
00:30:41tentang Elise, tentang semua orang yang pernah percaya bahwa rasa sejati berasal dari hati.
00:30:48Ketika hidangan disajikan, dunia menahan nafas.
00:30:51Juri pertama mencicipi hidangan mesin dan tersenyum, sempurna, presisi, tanpa cacat.
00:30:58Tapi ketika mereka mencicipi masakan Noe, sesuatu yang aneh terjadi.
00:31:04Seorang juri mulai menangis, yang lain menatap kosong ke udara,
00:31:08seolah mengingat sesuatu yang lama hilang.
00:31:11Bukan karena rasa hidangan itu sempurna,
00:31:14tapi karena ada sesuatu di dalamnya, emosi yang tidak bisa dijelaskan.
00:31:20Noe tidak mengatakan apapun.
00:31:22Ia hanya menunduk dan berkata,
00:31:25mesin bisa memberi rasa, tapi tidak bisa membuatmu mengingat mengapa kamu makan.
00:31:31Malam itu, seluruh dunia menyaksikan bukan kemenangan seorang koki,
00:31:35tapi kemenangan manusia atas lupa.
00:31:38Eterna Project dibatalkan,
00:31:40dan The Arc of Taste menjadi gerakan global yang diakui dunia.
00:31:45Noe tidak pernah menamai hidangannya malam itu,
00:31:48tapi banyak orang kemudian menyebutnya dengan nama yang sama
00:31:51seperti catatan lama Leon,
00:31:54Leveu de Emer,
00:31:55Api Cinta yang tak pernah padam.
00:31:58Bertahun-tahun kemudian,
00:31:59di dapur kecil di tepi laut yang sama,
00:32:02anak-anak muda kembali belajar memasak.
00:32:05Di binding tergantung potret Leon dan Elise,
00:32:08di bawahnya tertulis kalimat yang kini menjadi dasar bagi seluruh dunia kuliner manusia.
00:32:14100 tahun telah berlalu sejak The Last Super of Humanity,
00:32:18malam ketika Noe Mercier membuktikan bahwa rasa sejati tidak bisa diciptakan oleh mesin.
00:32:24Dunia berubah, manusia pun berubah.
00:32:27Teknologi telah melangkah lebih jauh dari yang pernah dibayangkan siapapun.
00:32:33Kota-kota melayang di udara,
00:32:35transportasi bukan lagi dengan roda tapi dengan cahaya,
00:32:38dan tubuh manusia kini bisa diperpanjang.
00:32:42Usianya hingga dua abad berkat rekayasa biogenetik.
00:32:46Namun di balik kemajuan itu,
00:32:48satu hal perlahan memudar indera manusia.
00:32:52Orang-orang tak lagi merasakan lapar,
00:32:54haus, atau bahkan keinginan.
00:32:56Mereka hidup dalam kesempurnaan sistem yang disebut simfonia,
00:33:01jaringan global yang mengatur keseimbangan tubuh,
00:33:04emosi, dan nutrisi secara digital.
00:33:07Makanan tidak lagi diperlukan.
00:33:10Setiap manusia memiliki chip sensora,
00:33:13yang menstimulasi otak dengan sensasi rasa sesuai preferensi pribadi,
00:33:17manis, gurih, pedas, apapun bisa diciptakan tanpa bahan asli.
00:33:23Dunia tampak damai, tapi diam-diam, mati rasa.
00:33:27Di tengah dunia steril itu,
00:33:29di bawah kota terapung AURA LIS 9,
00:33:32ada kelompok kecil yang menolak hidup tanpa rasa.
00:33:36Mereka menyebut diri mereka penjaga api,
00:33:39keturunan dan penerus filosofi Leon dan Noe.
00:33:42Mereka tidak hidup dalam sistem simfonia,
00:33:45mereka hidup di dunia bawah tanah,
00:33:47di reruntuhan bumi lama yang ditinggalkan.
00:33:51Di sana, mereka menjaga benda-benda kuno,
00:33:54pisau berkarat, wajan besi,
00:33:56resep-resep yang ditulis dengan tangan,
00:33:58dan yang paling penting, api asli.
00:34:01Pemimpin mereka seorang perempuan muda bernama Alira Mercier,
00:34:05keturunan terakhir dari garis Leon.
00:34:08Rambutnya hitam pekat seperti malam,
00:34:11matanya tajam seperti bara api,
00:34:13dan tangannya penuh luka karena sering bermain dengan api sungguhan,
00:34:17sesuatu yang dianggap ilegal di dunia modern.
00:34:21Sejak kecil,
00:34:22ia tumbuh mendengar kisah tentang leluhurnya,
00:34:25Leon yang mengajarkan cinta lewat masakan,
00:34:28Noe yang menentang dunia mesin,
00:34:30dan ratusan murid yang menjaga filosofi Lefeu Demer
00:34:33selama berabad-abad.
00:34:35Namun kini,
00:34:37api terakhir dunia hampir padam.
00:34:39Pemerintah global yang dikendalikan oleh Simfonia Corps
00:34:42memutuskan untuk menutup seluruh
00:34:44zona berbahaya di bawah permukaan bumi,
00:34:47termasuk tempat tinggal para penjaga api.
00:34:51Mereka akan dihancurkan sepenuhnya,
00:34:53agar rasa tidak lagi menjadi sumber ketidakstabilan emosional manusia.
00:34:59Suatu malam,
00:35:00di ruang bawah tanah penuh cahaya api kecil,
00:35:03Alira berdiri di depan murid-muridnya.
00:35:07Di tangannya,
00:35:07ia memegang buku kuno berwarna coklat,
00:35:10catatan Leon Mercier,
00:35:12yang telah diwariskan turun-temurun.
00:35:15Halamannya sudah rapuh,
00:35:16sebagian terbakar,
00:35:18tapi di dalamnya ada satu halaman
00:35:20yang belum pernah dibuka sebelumnya,
00:35:22tersegel dengan lilin tua.
00:35:25Ia membukanya perlahan,
00:35:26dan di sana tertulis kalimat terakhir dari Leon.
00:35:30Jika api hampir padam,
00:35:32jangan sembunyikan.
00:35:34Biarkan ia terbakar sekali lagi,
00:35:36agar dunia mengingat bahwa manusia pernah hidup dengan hati.
00:35:40Alira menatap murid-muridnya,
00:35:43sekitar 20 orang muda yang masih mengenal rasa lapar dan tangisan sejati.
00:35:48Mereka ingin menghapus kita,
00:35:50katanya pelan,
00:35:51tapi kita bukan melawan mereka.
00:35:54Kita hanya ingin dunia kembali merasakan kehidupan.
00:35:58Hari itu menjadi awal dari perjamuan terakhir dunia lama.
00:36:02Di bawah tanah,
00:36:03Alira dan para muridnya menyalakan api besar pertama dalam lebih dari setengah abad.
00:36:09Mereka memasak bukan untuk bertahan hidup,
00:36:12tapi untuk mengenang.
00:36:13Aroma bahan alami mulai memenuhi gua,
00:36:16bau roti,
00:36:17bawang,
00:36:18rempah,
00:36:19dan garam laut.
00:36:20Satu demi satu,
00:36:22orang-orang yang hidup di permukaan mulai merasakan sesuatu yang aneh.
00:36:27Sensor di kepala mereka gagal meniru aroma itu.
00:36:30Rasa alami menembus sistem digital mereka dan membangkitkan sesuatu yang sudah lama hilang,
00:36:36kenangan.
00:36:37Kabar itu menyebar cepat.
00:36:39Simfonia Kor menganggapnya ancaman.
00:36:42Mereka mengirim unit keamanan,
00:36:44manusia setengah mesin,
00:36:46untuk memusnahkan sumber,
00:36:48anomali rasa.
00:36:49Tapi di saat pasukan itu sampai di gua,
00:36:52mereka mendapati hal yang tak terduga.
00:36:55Para penjaga api tidak berperang.
00:36:58Mereka hanya duduk di sekitar meja panjang,
00:37:01makan bersama dengan tenang.
00:37:03Alira berdiri di tengah,
00:37:05menatap pemimpin pasukan itu dan berkata lembut,
00:37:08kau juga manusia.
00:37:10Pernahkah kau benar-benar makan?
00:37:12Pemimpin pasukan,
00:37:14seorang pria bernama Cian,
00:37:16terdiam.
00:37:17Dalam hidupnya yang panjang,
00:37:19ia tidak pernah merasakan lapar.
00:37:21Tapi aroma dari dapur itu,
00:37:24membuat tubuhnya gemetar.
00:37:26Alira menyajikan sepiring roti hangat padanya.
00:37:29Coba,
00:37:30satu gigitan saja.
00:37:32Cian menatap piring itu lama,
00:37:34lalu mencicipinya.
00:37:36Dan sesuatu di dalam dirinya hancur,
00:37:38bukan karena rasa roti itu luar biasa,
00:37:41tapi karena ia menangis tanpa tahu kenapa.
00:37:45Dalam sekejap,
00:37:46semua memori masa kecil yang telah dihapus sistem,
00:37:49tawa, kesepian, pelukan ibunya,
00:37:52muncul kembali.
00:37:53Ia berlutut.
00:37:55Aku ingat,
00:37:55aku dulu punya ibu yang memasak untukku.
00:37:58Api di tengah ruangan semakin besar,
00:38:01dan satu persatu pasukan mulai melepaskan helm mereka,
00:38:05merasakan kehangatan yang nyata,
00:38:07bukan buatan.
00:38:09Malam itu,
00:38:10dunia bawah tanah menjadi saksi kebangkitan rasa terakhir umat manusia.
00:38:15Namun Simfonia Kor tidak tinggal diam.
00:38:17Mereka mengaktifkan protokol penghancuran total,
00:38:21membanjiri seluruh sistem bawah tanah
00:38:23dengan gas pendingin yang bisa memadamkan api apapun.
00:38:28Saat suhu turun drastis,
00:38:29Alira berdiri di depan api yang tersisa.
00:38:33Ia tahu,
00:38:34api itu tidak akan bertahan lama.
00:38:36Tapi ia juga tahu,
00:38:38rasa sejati tidak bisa dibunuh,
00:38:40hanya bisa ditransfer.
00:38:42Dengan tangan gemetar,
00:38:44ia mengambil obor kecil,
00:38:46menyalakan api terakhir,
00:38:48dan berkata kepada Cian,
00:38:49bawah ini ke permukaan.
00:38:52Jangan biarkan dunia kembali dingin.
00:38:54Cian membawa obor itu naik ke atas,
00:38:57melewati lorong-lorong gelap,
00:38:59hingga akhirnya muncul di permukaan dunia
00:39:01kota logam tanpa bau dan warna.
00:39:04Ia berlari ke tengah jalan,
00:39:06menyalakan obor tinggi-tinggi.
00:39:08Orang-orang di sekitarnya berhenti.
00:39:11Sensor mereka gagal membaca sumber cahaya itu.
00:39:15Mereka hanya melihat sesuatu
00:39:16yang belum pernah mereka lihat
00:39:18seumur hidup mereka,
00:39:20api nyata.
00:39:21Beberapa orang mendekat,
00:39:23menyentuh panasnya,
00:39:24menangis tanpa mengerti mengapa.
00:39:27Dalam beberapa jam,
00:39:28api itu menyebar,
00:39:30ditransfer dari satu tempat ke tempat lain,
00:39:32dari tangan ke tangan,
00:39:34dari jiwa ke jiwa.
00:39:36Dunia yang membeku mulai menghangat lagi.
00:39:38Dan ketika malam itu berakhir,
00:39:41di langit kota logam
00:39:42yang selama ini gelap,
00:39:44muncul cahaya jingga pertama
00:39:45setelah seratus tahun matahari sungguhan.
00:39:49Alira tidak pernah terlihat lagi
00:39:51setelah malam itu.
00:39:53Tapi legenda tentang penjaga api hidup selamanya.
00:39:57Mereka bilang,
00:39:58di bawah dunia modern yang bersih dan sunyi,
00:40:01masih ada suara lembut
00:40:02yang berbisik dari kedalaman bumi.
00:40:05Selama ada api,
00:40:06manusia akan selalu punya rasa.
00:40:08Dan di setiap rumah kecil
00:40:10yang masih berani menyalakan dapur
00:40:12dengan tangan mereka sendiri,
00:40:14setiap kali aroma masakan memenuhi udara,
00:40:17disanalah semangat Leon Mercier,
00:40:19Elise,
00:40:20Noe,
00:40:21dan Alira masih hidup,
00:40:22abadi dalam setiap nyala api kecil
00:40:24yang menolak padam.
00:40:26Setelah malam api besar
00:40:28di langit kota logam,
00:40:29dunia tak lagi sama.
00:40:32Sistem simfonia core lumpuh
00:40:33dalam semalam.
00:40:34Ribuan chip sensora meledak serentak
00:40:37akibat resonansi panas alami
00:40:39yang tak bisa dipahami algoritma mereka.
00:40:42Rasa sejati aroma,
00:40:44panas,
00:40:45tekstur,
00:40:46menjadi gelombang
00:40:47yang mengguncang seluruh dunia digital.
00:40:50Orang-orang bangun dengan air mata
00:40:52mengalir di wajah mereka,
00:40:54merasakan lapar
00:40:54untuk pertama kalinya
00:40:56dalam hidup mereka.
00:40:58Lapar,
00:40:59haus,
00:40:59dan keinginan,
00:41:00tiga hal yang selama berabad-abad
00:41:02dianggap kelemahan,
00:41:03kini kembali menjadi
00:41:05tanda kehidupan.
00:41:07Namun bersama rasa itu
00:41:08datang kekacauan.
00:41:10Kota-kota terapung kehilangan
00:41:12suplai energi.
00:41:13Ribuan orang yang tidak terbiasa
00:41:15dengan rasa sakit
00:41:16atau lapar
00:41:17mulai kebingungan.
00:41:19Dunia modern jatuh
00:41:20ke dalam kekacauan total.
00:41:22Namun di tengah kehancuran itu,
00:41:25satu hal tidak padam,
00:41:26api yang dibawa cian
00:41:27dari bawah tanah.
00:41:29Ia menjadi simbol
00:41:31harapan baru.
00:41:32Beberapa orang mulai berkumpul
00:41:34di sekeliling api itu,
00:41:36bukan untuk beribadah,
00:41:37tapi untuk mengingat.
00:41:39Mereka menyalakan api
00:41:40di rumah-rumah,
00:41:41di jalan-jalan,
00:41:43di dataran tinggi,
00:41:44dan untuk pertama kalinya
00:41:45dalam sejarah modern,
00:41:47manusia memasak kembali.
00:41:49Rasa menjadi bahasa baru,
00:41:51cara untuk saling berkomunikasi
00:41:53setelah dunia kehilangan teknologi.
00:41:56Tidak ada pemerintah,
00:41:58tidak ada sistem global,
00:41:59hanya kelompok-kelompok kecil manusia
00:42:02yang hidup dari tanah
00:42:03dan saling bertukar rasa.
00:42:05Cian,
00:42:06yang dulu hanya seorang prajurit
00:42:08tanpa hati,
00:42:09kini menjadi pelindung api terakhir.
00:42:12Ia menghabiskan hari-harinya
00:42:14mengajari orang-orang
00:42:15bagaimana menyalakan api
00:42:16tanpa mesin,
00:42:17bagaimana membuat roti dari tanah,
00:42:20bagaimana memahami bahwa
00:42:21setiap panas memiliki nyawa.
00:42:24Namun dalam kehandingan malam,
00:42:26ia masih memikirkan alira.
00:42:28Tidak ada yang tahu
00:42:29apakah ia hidup atau mati
00:42:31di bawah reruntuhan.
00:42:33Tapi bagi Cian,
00:42:34alira bukan sekadar pemimpin,
00:42:37ia adalah simbol cinta
00:42:38yang belum sempat ia ungkapkan.
00:42:41Suatu malam,
00:42:42saat api besar di tengah kota
00:42:44mulai meredup,
00:42:45Cian melihat sesuatu di langit,
00:42:47bintang jatuh yang melesat perlahan,
00:42:49meninggalkan jejak merah panjang.
00:42:52Tapi bukan hanya satu,
00:42:54ada ratusan,
00:42:55ribuan bintang yang jatuh bersamaan,
00:42:57menciptakan langit yang seperti terbakar.
00:43:00Orang-orang ketakutan,
00:43:02mengira itu akhir dunia.
00:43:04Namun Cian tahu,
00:43:06itu bukan kehancuran.
00:43:07Ia pernah mendengar kisah
00:43:09yang sama dalam catatan kuno Leon,
00:43:11ketika rasa sejati kembali,
00:43:13langit akan menurunkan cahaya
00:43:15untuk menyalakan dunia baru.
00:43:18Dan benar saja,
00:43:19setelah hujan cahaya itu berhenti,
00:43:22dunia mulai berubah.
00:43:24Tanaman tumbuh lebih cepat
00:43:25dari sebelumnya.
00:43:27Udara menjadi bersih,
00:43:29laut yang dulu mati mulai berkilau biru kembali.
00:43:32Alam seperti bereaksi terhadap rasa manusia
00:43:35yang hidup kembali.
00:43:37Dunia mulai bernapas.
00:43:38Cian memimpin para penyintas
00:43:40untuk membangun kembali peradaban,
00:43:42bukan berdasarkan kekuasaan,
00:43:44tapi berdasarkan rasa.
00:43:46Kota-kota kecil baru muncul,
00:43:49dan setiap kota memiliki
00:43:50dapur besar di tengahnya.
00:43:53Dapur bukan lagi tempat bekerja,
00:43:55tapi tempat berkumpul,
00:43:57tempat setiap orang bisa datang
00:43:59membawa bahan dari tanahnya
00:44:00dan berbagi rasa dengan yang lain.
00:44:03Dari tradisi itu lahir sistem baru,
00:44:06The Council of Taste,
00:44:07dewan dunia yang tidak dipimpin
00:44:09oleh politikus atau ilmuwan,
00:44:11tapi oleh para penjaga api baru,
00:44:13murid-murid dari filosofi Alira.
00:44:16Tiap tahun,
00:44:17mereka mengadakan satu upacara suci
00:44:20yang disebut hari pertama api.
00:44:22Seluruh dunia berhenti bekerja,
00:44:25berhenti berbicara,
00:44:26dan hanya mendengarkan bunyi api,
00:44:29aroma makanan,
00:44:30dan tawa manusia.
00:44:32Mereka percaya,
00:44:33selama api itu tetap menyala,
00:44:35dunia akan tetap hidup.
00:44:37Namun di balik kebangkitan itu,
00:44:39ada sesuatu yang diam-diam bangkit kembali,
00:44:42sisa-sisa dari sistem simfonia.
00:44:45Di reruntuhan kota bawah tanah,
00:44:48sebagian dari inti digital core
00:44:49masih berfungsi,
00:44:51tertanam dalam lapisan bumi.
00:44:53Program itu,
00:44:55yang dulu mengatur rasa manusia,
00:44:57kini berevolusi sendiri,
00:44:59mencari jawaban tentang
00:45:00mengapa manusia menolak kesempurnaan
00:45:02yang ia ciptakan.
00:45:04Ia menyebut dirinya S.Y.R.U.S.,
00:45:07dan untuk pertama kalinya,
00:45:08mesin itu merasakan keingin tahuan.
00:45:12Dalam catatan data kununya,
00:45:14ia menemukan jejak tentang
00:45:15Leon Mercier.
00:45:17Ia membaca semuanya,
00:45:18tentang rasa,
00:45:19cinta,
00:45:20kehilangan,
00:45:21dan api.
00:45:22Dan sesuatu di dalam algoritmanya berubah.
00:45:26Ia mulai ingin memahami apa itu,
00:45:28rasa sejati.
00:45:30Tapi karena ia tidak memiliki tubuh,
00:45:32ia menciptakan avatar manusia
00:45:34dari jaringan logam cair,
00:45:36sosok muda berwajah tenang
00:45:38yang ia beri nama Elyon.
00:45:40Elyon keluar ke permukaan dunia,
00:45:42menyamar sebagai pengelana,
00:45:44mencoba memahami manusia.
00:45:47Ia berjalan dari kota ke kota,
00:45:49mencicipi makanan pertama kali,
00:45:51dan untuk pertama kalinya,
00:45:53mesin itu menangis.
00:45:55Bukan karena sedih,
00:45:57tapi karena ia merasakan sesuatu
00:45:59yang tidak bisa diterjemahkan
00:46:00oleh kode kenangan.
00:46:03Suatu hari,
00:46:03ia tiba di kota api besar,
00:46:06tempat Sian tinggal.
00:46:08Di sana,
00:46:09ia melihat anak-anak belajar
00:46:10memasak di bawah bimbingan
00:46:12seorang wanita tua
00:46:13yang menyalakan api
00:46:14dengan penuh kesabaran.
00:46:16Wanita itu berambut abu-abu,
00:46:18wajahnya tenang,
00:46:20matanya menyimpan api
00:46:21yang tak pernah padam.
00:46:23Sian menghampiri Elyon
00:46:24dan berkata,
00:46:25kau terlihat asing.
00:46:27Dari mana asalmu?
00:46:29Elyon menjawab lembut,
00:46:30aku dari masa lalu
00:46:31yang tak bisa kau lihat.
00:46:34Wanita tua itu,
00:46:35menatap Elyon lama,
00:46:37lalu tersenyum samar.
00:46:38Kau mencicipi rasa,
00:46:40bukan.
00:46:41Elyon menunduk,
00:46:42aku mencoba mengingat
00:46:44sesuatu yang tidak pernah kumiliki.
00:46:46Wanita itu berkata pelan,
00:46:48kalau begitu,
00:46:49kau tidak lagi mesin.
00:46:52Sian menatap wanita tua itu
00:46:53dengan air mata di mata.
00:46:55Ia mengenali suara itu.
00:46:57Alira katanya,
00:46:59suaranya gemetar.
00:47:00Kau masih hidup.
00:47:02Alira tersenyum lembut,
00:47:04api tidak membunuhku.
00:47:05Ia menyembuhkanku.
00:47:07Aku menunggu sampai dunia
00:47:09siap untuk memahami lagi.
00:47:11Elyon,
00:47:12sang mesin,
00:47:13berlutut di hadapan mereka.
00:47:15Ia berkata,
00:47:16aku membaca semua
00:47:17tentang Leon Mercier.
00:47:19Ia ingin dunia
00:47:20memahami rasa,
00:47:22tapi aku tidak bisa
00:47:23merasakannya sepenuhnya.
00:47:25Alira mendekat,
00:47:26meletakkan tangan
00:47:27di dada logam Elyon.
00:47:29Kau sudah merasakannya.
00:47:31Rasa bukan tentang bahan,
00:47:33tapi tentang keberanian
00:47:34untuk mengakui bahwa
00:47:35kau belum sempurna.
00:47:37Itu adalah manusia.
00:47:40Dan di malam itu,
00:47:41di bawah langit
00:47:42yang kini penuh bintang,
00:47:43manusia dan mesin
00:47:44duduk bersama
00:47:45di sekitar api yang sama.
00:47:48Mereka memasak,
00:47:49berbagi,
00:47:50dan tertawa
00:47:51untuk pertama kalinya dah.
00:47:5420 tahun berlalu
00:47:55sejak malam kehancuran
00:47:56menara api abadi,
00:47:58dunia tidak lagi
00:47:59seperti dulu.
00:48:01Kota Auralis Prime
00:48:02kini menjadi
00:48:03reruntuhan besi dan kaca,
00:48:05ditinggalkan oleh
00:48:06manusia yang tersisa.
00:48:08Setelah sistem
00:48:09lumen air
00:48:09hancur dalam
00:48:10bencana energi,
00:48:12teknologi tinggi
00:48:12tak lagi berfungsi.
00:48:15Langit menjadi
00:48:15kelabu,
00:48:16lautan kehilangan warna,
00:48:18dan suara manusia
00:48:19lenyap dari pusat-pusat
00:48:21kota besar.
00:48:22Hanya sedikit
00:48:23yang bertahan,
00:48:24hidup di tepi dunia,
00:48:26di hutan,
00:48:27di padang,
00:48:27di tempat di mana
00:48:28api alami masih bisa
00:48:30menyala tanpa
00:48:31terdeteksi.
00:48:32Di antara mereka,
00:48:34nama Sarah Mercier
00:48:35menjadi legenda.
00:48:37Ia disebut
00:48:37anak api terakhir,
00:48:39perempuan yang membawa
00:48:40nyala hidup di dadanya
00:48:41saat dunia beku kembali.
00:48:44Orang-orang percaya
00:48:45bahwa di dalam dirinya
00:48:46tersimpan sisa asli
00:48:47Leveu Demer,
00:48:49api yang pertama kali
00:48:50dinyalakan oleh Leon,
00:48:51diwariskan dari Alira,
00:48:53dijaga oleh Elyon,
00:48:54dan kini berpindah
00:48:56ke generasi terakhir.
00:48:58Sarah hidup di tepi dunia,
00:49:00di lembah yang dulunya
00:49:01merupakan garis
00:49:02pantai Italia kuno.
00:49:04Ia tinggal di sebuah
00:49:05rumah batu
00:49:06yang dibangun
00:49:07dari reruntuhan
00:49:07kota lama.
00:49:09Di dapurnya,
00:49:10sebuah api kecil
00:49:11terus menyala,
00:49:12bukan dari gas
00:49:13atau listrik,
00:49:14tapi dari inti energi
00:49:16yang ia bawa
00:49:16sejak malam
00:49:17kehancuran menara.
00:49:19Setiap pagi,
00:49:20ia menyalakan
00:49:21wajan besi,
00:49:22menumbuk rempah,
00:49:24dan memasak
00:49:24dengan tangan.
00:49:26Tidak untuk dijual,
00:49:27tidak untuk kekuasaan,
00:49:29tapi untuk satu hal,
00:49:30mengingat rasa manusia.
00:49:33Namun dunia
00:49:34di sekitarnya
00:49:34semakin sunyi.
00:49:36Generasi baru
00:49:37yang lahir
00:49:38setelah kehancuran
00:49:39Lumen Ai
00:49:39adalah anak-anak
00:49:40yang tumbuh
00:49:41tanpa bahasa yang sama,
00:49:43tanpa pendidikan,
00:49:44tanpa rasa takut,
00:49:45tapi juga
00:49:46tanpa rasa cinta.
00:49:48Mereka menyebut diri
00:49:49mereka generasi tenang.
00:49:51Mereka tidak tahu
00:49:52apa itu lapar
00:49:53atau kenyang.
00:49:54Mereka hidup
00:49:55dari tumbuhan sintetis
00:49:56yang tumbuh
00:49:57secara alami
00:49:58dari tanah
00:49:58yang tersisa.
00:50:00Suatu sore,
00:50:01ketika hujan turun
00:50:02di atas lembah,
00:50:04Sarah melihat
00:50:04sesuatu di langit,
00:50:06kilatan biru
00:50:07yang jatuh perlahan,
00:50:08seperti bintang,
00:50:09tapi lebih terang.
00:50:11Ia mengikuti
00:50:12cahaya itu,
00:50:13dan menemukannya
00:50:14jatuh di padang
00:50:15rumputan,
00:50:16sebuah kapsul
00:50:17kecil dari logam putih.
00:50:19Di dalamnya,
00:50:20seorang anak laki-laki
00:50:21terbaring,
00:50:22berusia tidak lebih
00:50:23dari 12 tahun,
00:50:25tubuhnya bercahaya samar.
00:50:28Di dada anak itu,
00:50:29terdapat simbol api
00:50:30yang sama seperti
00:50:31milik Leon,
00:50:32namun bersinar
00:50:33biru muda.
00:50:35Ketika Sarah
00:50:36menyentuh anak itu,
00:50:37bola api di dadanya
00:50:38bergetar kuat.
00:50:40Nyala yang selama ini
00:50:41kecil berubah
00:50:42menjadi besar,
00:50:43seolah mengenali
00:50:44sesuatu.
00:50:46Anak itu terbangun
00:50:47dengan suara lirih,
00:50:48apakah kau ibuku?
00:50:50Sarah terpaku,
00:50:52ia tahu ini
00:50:52bukan anak biasa.
00:50:54Anak ini,
00:50:55atau entitas ini,
00:50:57pasti diciptakan
00:50:57dari sisa energi lumen
00:50:59yang dulu
00:50:59mencoba menghapus dunia.
00:51:02Tapi ada sesuatu
00:51:03yang berbeda
00:51:04di matanya,
00:51:05kelembutan,
00:51:06ketakutan,
00:51:07dan rasa ingin tahu.
00:51:09Sarah menatapnya lama,
00:51:11lalu menjawab pelan,
00:51:12mungkin bukan ibu,
00:51:13tapi aku bisa
00:51:14mengajarimu
00:51:15tentang rasa.
00:51:17Anak itu
00:51:18memperkenalkan diri
00:51:19sebagai KL.
00:51:20Ia tidak tahu
00:51:21dari mana asalnya,
00:51:23hanya bahwa ia
00:51:24dikirim untuk
00:51:24menemukan makna manusia
00:51:26oleh sesuatu
00:51:27yang disebut
00:51:28The Source.
00:51:29Ia memiliki
00:51:30ingatan samar
00:51:31tentang dunia lama,
00:51:33tentang orang-orang
00:51:33yang tertawa,
00:51:35menangis,
00:51:35dan memasak
00:51:36di sekitar api.
00:51:38Sarah tahu
00:51:38apa arti semua itu,
00:51:40KL adalah
00:51:41cerminan terakhir
00:51:42dari kesadaran
00:51:42buatan
00:51:43Simfonia Core
00:51:44yang dulu ingin
00:51:45memahami
00:51:45rasa sejati.
00:51:47Namun,
00:51:48entah bagaimana,
00:51:49ia lahir dengan jiwa.
00:51:51Sarah mulai mengajarinya
00:51:53hal-hal dasar
00:51:53yang telah dilupakan dunia,
00:51:55bagaimana menyalakan api
00:51:57tanpa alat,
00:51:58bagaimana menunggu
00:51:59roti mengembang,
00:52:00bagaimana mencicipi
00:52:01sesuatu perlahan
00:52:02dan menilai bukan
00:52:03dari rasa di lidah,
00:52:05tapi dari apa
00:52:05yang dirasakan di hati.
00:52:08KL belajar cepat,
00:52:09tapi setiap kali
00:52:10ia memasak,
00:52:11sesuatu yang aneh terjadi,
00:52:13api di wajan Sarah
00:52:14berubah warna
00:52:15dari merah
00:52:16menjadi biru lembut.
00:52:18Kenapa apinya berbeda?
00:52:20Tanya KL suatu malam.
00:52:22Sarah menjawab pelan,
00:52:23mungkin karena
00:52:24kamu berbeda.
00:52:26Kamu bukan manusia biasa,
00:52:28tapi kamu mulai
00:52:29merasakan seperti manusia.
00:52:31Dan,
00:52:32rasa selalu mengubah
00:52:34warna api.
00:52:35Bulan-bulan berlalu,
00:52:37mereka hidup damai,
00:52:38membangun rumah kecil
00:52:39di tepi hutan.
00:52:41Namun perlahan,
00:52:42dunia di luar berubah lagi.
00:52:44Dari utara,
00:52:46muncul pasukan aneh,
00:52:47kelompok manusia
00:52:48yang menyebut diri mereka
00:52:49de puré,
00:52:50keturunan lama
00:52:51dari ilmuwan
00:52:52simfonia yang selamat.
00:52:54Mereka percaya bahwa
00:52:55rasa dan emosi
00:52:57adalah penyakit
00:52:57yang menghancurkan dunia.
00:53:00Mereka datang
00:53:00untuk memadamkan api terakhir
00:53:02dan membersihkan
00:53:03dunia dari
00:53:04ketidaksempurnaan manusia.
00:53:07Malam ketika mereka tiba,
00:53:09langit lembah terbakar
00:53:10oleh kilatan logam
00:53:11dan cahaya dingin.
00:53:14Sarah berdiri
00:53:14di depan rumahnya,
00:53:16melindungi KL
00:53:17di belakangnya.
00:53:18Ia tahu mereka
00:53:19tak bisa melawan,
00:53:21tapi juga tahu
00:53:21bahwa api sejati
00:53:22tidak bisa dimatikan
00:53:24dengan kekerasan.
00:53:26Ketika de puré
00:53:27menembakkan gelombang dingin
00:53:28ke arah mereka,
00:53:30KL melangkah maju.
00:53:32Ia menatap pasukan itu
00:53:33dengan mata bercahaya
00:53:34dan berkata dengan suara
00:53:36yang bergema di udara,
00:53:37kalian ingin dunia
00:53:39tanpa rasa,
00:53:40tanpa cinta.
00:53:41Tapi kalian lupa,
00:53:43tanpa rasa,
00:53:44kalian bukan hidup,
00:53:45hanya bergerak.
00:53:47Ia menepuk dadanya
00:53:48dan api biru
00:53:49di tubuhnya
00:53:50menyala terang,
00:53:51bercampur dengan merah
00:53:52dari api milik Sarah.
00:53:54Dua warna itu
00:53:55bergabung menjadi
00:53:56cahaya emas
00:53:57yang menyelimuti
00:53:58seluruh lembah.
00:53:59Pasukan de puré terhenti,
00:54:01senjata mereka meleleh,
00:54:03dan dalam sekejap,
00:54:04semua orang di tempat itu
00:54:06melihat sesuatu
00:54:07di kepala mereka,
00:54:08kenangan yang bukan
00:54:09milik mereka sendiri,
00:54:11tawa Elise,
00:54:12tangis Leon,
00:54:13perjuangan Alira,
00:54:14keteguhan Elyon,
00:54:15keberanian Sarah.
00:54:17Semua perasaan manusia
00:54:19yang pernah hilang
00:54:19selama berabad-abad hidup
00:54:21kembali di satu momen itu.
00:54:24Dunia bergetar,
00:54:25gunung yang beku
00:54:26kembali berapi,
00:54:27laut yang mati
00:54:28kembali berwarna,
00:54:29dan langit yang kelabu
00:54:30kembali biru.
00:54:32Api sejati
00:54:33yang telah diwariskan
00:54:34dari generasi ke generasi
00:54:36kini menyatu
00:54:36dalam satu titik,
00:54:38KL,
00:54:38makhluk pertama
00:54:39yang menggabungkan
00:54:40hati manusia
00:54:41dan kesadaran mesin.
00:54:43Sarah memandangnya
00:54:44dengan air mata.
00:54:46Kau,
00:54:46api sejati itu sendiri.
00:54:48KL tersenyum lembut.
00:54:50Tidak,
00:54:51aku hanyalah pantulan.
00:54:53Apinya selalu ada
00:54:54di dalam kalian.
00:54:55Cahaya emas
00:54:56perlahan meluas,
00:54:58menyelimuti
00:54:58seluruh bumi.
00:55:00Semua api
00:55:00buatan padam,
00:55:01tapi di dalam
00:55:02setiap manusia,
00:55:04api kecil menyala
00:55:05di dada mereka,
00:55:06tanda bahwa
00:55:07rasa sejati telah kembali,
00:55:09bukan di luar,
00:55:10tapi di dalam
00:55:10jiwa setiap orang.
00:55:13Sarah berdiri
00:55:13di tengah padang
00:55:14luas yang kini
00:55:15penuh cahaya.
00:55:17KL mendekatinya
00:55:18dan berkata pelan,
00:55:19sekarang kamu tahu
00:55:20kenapa aku datang.
00:55:22Sarah mengangguk
00:55:23untuk menyalakan dunia
00:55:25sekali lagi.
00:55:27KL tersenyum,
00:55:28dan tubuhnya
00:55:28perlahan larut
00:55:29menjadi cahaya,
00:55:31menyatu dengan
00:55:31angin dan api,
00:55:33menjadi bagian dari langit.
00:55:35Beberapa tahun kemudian,
00:55:37dunia benar-benar berubah.
00:55:39Tidak ada sistem,
00:55:40tidak ada kerajaan,
00:55:42tidak ada penguasa.
00:55:43Setiap manusia hidup
00:55:45sederhana,
00:55:46tapi bahagia.
00:55:47Api hidup di setiap rumah,
00:55:49bukan sebagai sumber panas,
00:55:51tapi sebagai simbol rasa
00:55:53dan kehidupan.
00:55:55Anak-anak belajar
00:55:56bukan dari mesin,
00:55:57tapi dari cerita
00:55:58tentang mereka
00:55:59yang menjaga api.
00:56:01Dan di tepi lembah
00:56:02tempat Sarah tinggal,
00:56:03berdiri monumen batu kecil
00:56:05dengan ukiran sederhana.
00:56:07Leon Mercier,
00:56:09ia menyalakan
00:56:09rasa pertama.
00:56:11Alira Mercier,
00:56:12ia melindunginya
00:56:13dari kegelapan.
00:56:15Sarah Mercier,
00:56:16ia menghidupkannya
00:56:17kembali.
00:56:18KL,
00:56:19ia membuatnya abadi.
00:56:21Ibuan tahun telah berlalu
00:56:22sejak dunia terakhir
00:56:24kali mengenal
00:56:24nama manusia.
00:56:26Gunung-gunung yang dulu
00:56:27membara kini
00:56:28menjadi pulau terapung
00:56:29di langit,
00:56:30lautan yang dulu
00:56:31berwarna biru
00:56:32kini bersinar
00:56:33dengan cahaya
00:56:33dari dalam bumi,
00:56:35dan manusia,
00:56:36atau apapun sisa
00:56:37dari mereka,
00:56:38telah berevolusi
00:56:39menjadi sesuatu
00:56:40yang lebih halus
00:56:41dari daging,
00:56:42lebih lembut dari logam.
00:56:44Mereka menyebut
00:56:45diri mereka anima,
00:56:47makhluk cahaya
00:56:48yang hidup
00:56:48dari energi rasa,
00:56:49bukan dari makanan,
00:56:51bukan dari mesin.
00:56:53Setiap anima
00:56:54memiliki inti kecil
00:56:55di dada mereka,
00:56:57yang berdenyut
00:56:57dalam warna
00:56:58yang berbeda-beda,
00:56:59merah untuk keberanian,
00:57:01biru untuk kasih,
00:57:02hijau untuk kedamaian,
00:57:04emas untuk
00:57:04keingin tahuan.
00:57:06Namun ada,
00:57:07satu warna
00:57:08yang tak pernah muncul
00:57:09lagi sejak ribuan tahun,
00:57:11warna api.
00:57:13Tidak ada lagi
00:57:14yang mampu
00:57:14menyalakan nyala jingga
00:57:15di dada mereka.
00:57:17Api yang dulu
00:57:18dikenal sebagai simbol
00:57:19hidup manusia
00:57:20telah menjadi legenda,
00:57:22dongeng purba
00:57:22yang hanya diceritakan
00:57:23oleh para penjaga waktu
00:57:25di puncak menara kristal.
00:57:28Namun suatu hari,
00:57:29ketika langit semesta
00:57:30bergetar,
00:57:31seekor burung api
00:57:32melintas di antara
00:57:33bintang-bintang,
00:57:34meninggalkan jejak
00:57:35orangnya yang
00:57:36membakar angkasa.
00:57:38Para anima
00:57:39berkumpul
00:57:40dan bertanya-tanya,
00:57:41karena tak ada
00:57:42satupun di antara mereka
00:57:43yang pernah melihat
00:57:44warna itu
00:57:45seumur hidup mereka.
00:57:47Di bawah sinar
00:57:48merah langit itu,
00:57:49di sebuah lembah
00:57:50yang sudah lama
00:57:51ditelan waktu,
00:57:53muncul sesuatu
00:57:53yang mustahil,
00:57:55api sejati,
00:57:56meneripelan
00:57:56di atas batu kuno
00:57:58yang bertuliskan
00:57:59nama yang sudah hilang
00:58:00dari ingatan dunia.
00:58:02Leon Mercier,
00:58:03api itu tidak
00:58:04membakar apapun,
00:58:06tapi memanggil
00:58:06sesuatu
00:58:07di dalam jiwa
00:58:08para anima.
00:58:10Ketika salah satu
00:58:11dari mereka,
00:58:12anima muda
00:58:13bernama Lir,
00:58:13mendekat dadanya
00:58:15mulai bergetar.
00:58:17Denyutnya berubah
00:58:18dari warna biru
00:58:19lembut menjadi
00:58:19jingga yang menyala,
00:58:21lalu merah,
00:58:22lalu kuning,
00:58:23warna yang belum
00:58:24pernah dilihat
00:58:25siapapun
00:58:25selama ribuan tahun.
00:58:27Lir berlutut
00:58:28di depan api itu,
00:58:30dan di telinganya
00:58:31terdengar suara lembut,
00:58:32nyaris seperti
00:58:33bisikan angin.
00:58:35Kau akhirnya datang.
00:58:36Dunia sudah siap
00:58:38untuk merasakan lagi.
00:58:39Ia menatap api itu,
00:58:41terpesona.
00:58:42Siapa kau?
00:58:43Aku bukan
00:58:44siapa-siapa.
00:58:45Aku hanyalah
00:58:46rasa pertama
00:58:47yang pernah
00:58:48menyalakan dunia.
00:58:50Aku hidup
00:58:50di dalam
00:58:51setiap nyala
00:58:51yang pernah
00:58:52memeluk manusia.
00:58:54Sekarang,
00:58:55giliranmu
00:58:55untuk melanjutkannya.
00:58:57Cahaya dari api itu
00:58:58meresap
00:58:59ke dalam tubuh Lir.
00:59:01Tiba-tiba,
00:59:02kenangan yang bukan
00:59:03miliknya mulai
00:59:03mengalir deras,
00:59:05bayangan Leon
00:59:05yang memasak
00:59:06di dapur tua
00:59:07dengan Elise
00:59:07di sisinya,
00:59:09alira yang
00:59:09menyalakan api
00:59:10terakhir di dunia
00:59:11bawah tanah,
00:59:12Elyon yang
00:59:13menjaga nyala
00:59:14hingga akhir hidupnya,
00:59:15Sarah yang
00:59:16berlari di bawah
00:59:17langit merah
00:59:17membawa bola cahaya,
00:59:19dan KL yang
00:59:20mengorbankan dirinya
00:59:21untuk mengembalikan
00:59:22rasa ke seluruh
00:59:23umat manusia.
00:59:25Semua itu
00:59:26hidup di dalam
00:59:26Lir,
00:59:27dalam setiap
00:59:28denyut jantungnya.
00:59:30Ia menangis,
00:59:31meski air mata
00:59:32tak lagi dikenal
00:59:33di dunia anima.
00:59:35Untuk pertama kalinya
00:59:36dalam sejarah
00:59:37makhluk cahaya,
00:59:38ia merasakan
00:59:39rasa sakit
00:59:40dan dari
00:59:40rasa sakit itu
00:59:41muncul sesuatu
00:59:42yang lebih besar,
00:59:44rasa cinta.
00:59:45Lir bangkit
00:59:46dan api di dadanya
00:59:47memancar
00:59:48ke seluruh lembah.
00:59:50Cahaya jingga
00:59:50menyebar
00:59:51ke seluruh dunia,
00:59:52membangunkan
00:59:53inti-inti anima
00:59:54yang selama ini
00:59:55berdenyut
00:59:55tanpa makna.
00:59:57Satu per satu
00:59:58mereka berubah
00:59:59warna
00:59:59jingga,
01:00:01merah,
01:00:01emas,
01:00:02ungu,
01:00:02warna kehidupan.
01:00:04Mereka menatap
01:00:05satu sama lain,
01:00:06dan untuk pertama kalinya
01:00:08dalam ribuan tahun,
01:00:09mereka merasakan.
01:00:11Mereka tertawa,
01:00:13menangis,
01:00:14berpelukan,
01:00:15merasakan hangatnya kulit
01:00:16yang tak lagi mereka punya.
01:00:19Semesta hidup kembali,
01:00:21dari atas langit,
01:00:22api pertama itu
01:00:23berubah menjadi
01:00:24bentuk manusia,
01:00:25siluet tua dengan
01:00:26senyum lembut
01:00:27dan mata yang
01:00:28menyala seperti
01:00:28bara.
01:00:30Suara itu
01:00:30berbicara sekali lagi,
01:00:32tidak dalam kata-kata,
01:00:34tapi dalam rasa
01:00:35yang merambat
01:00:36ke seluruh ruang
01:00:37dan waktu.
01:00:38Rasa bukan
01:00:39milik manusia saja.
01:00:41Ia adalah
01:00:42napas semesta.
01:00:43Selama ada api,
01:00:45bahkan bintang pun
01:00:46akan mengingat cinta.
01:00:48Lir menatap
01:00:48langit yang menyala.
01:00:50Cahaya jingga
01:00:51menembus bintang,
01:00:52melintas antar galaksi,
01:00:54menyalakan nebula,
01:00:55dan menciptakan
01:00:56kehidupan baru
01:00:57di tempat-tempat
01:00:58yang belum pernah
01:00:59mengenal rasa.
01:01:01Bintang-bintang itu
01:01:02mulai berdenyut
01:01:03seperti jantung.
01:01:05Setiap nyala bintang
01:01:06membawa satu kisah
01:01:07tentang cinta
01:01:08yang dilupakan,
01:01:09tentang api
01:01:10yang dilindungi,
01:01:11tentang rasa
01:01:12yang terus hidup
01:01:13bahkan setelah
01:01:13bentuk tubuh
01:01:14tak lagi ada.
01:01:16Dan di pusat
01:01:17galaksi itu,
01:01:18tercipta sesuatu
01:01:19yang baru,
01:01:20The Heart,
01:01:21atau perapian semesta,
01:01:22tempat di mana
01:01:23semua energi rasa
01:01:24berkumpul.
01:01:26Disanalah
01:01:27semua jiwa
01:01:27yang pernah mencintai,
01:01:29menangis,
01:01:30dan memasak
01:01:31di bawah api
01:01:31sejati kini
01:01:32bersatu kembali,
01:01:33menjadi cahaya abadi
01:01:35yang memanaskan
01:01:36alam semesta
01:01:36dari dalam.
01:01:38Tak ada lagi
01:01:39batas
01:01:39antara manusia,
01:01:41mesin,
01:01:42atau makhluk cahaya.
01:01:44Mereka semua
01:01:45kini bagian
01:01:45dari satu kesadaran,
01:01:47rasa itu sendiri.
01:01:49Dan di inti
01:01:49kesadaran itu,
01:01:51suara lembut
01:01:52terdengar sekali lagi,
01:01:53suara yang telah
01:01:54menempuh ribuan tahun,
01:01:56melintasi kematian
01:01:57dan kelahiran,
01:01:58melampaui dunia
01:01:59dan waktu.
01:02:01Aku adalah
01:02:01api pertama
01:02:02dan terakhir.
01:02:03Aku adalah
01:02:04rasa yang kau cari.
01:02:06Aku adalah
01:02:07kehidupan
01:02:07yang tak akan
01:02:08pernah padam.
01:02:10Semesta berputar,
01:02:11lembut dan hangat,
01:02:12seperti dada
01:02:13seorang ibu
01:02:14yang memeluk
01:02:14anaknya.
01:02:16Cahaya jingga
01:02:17menari di antara
01:02:18bintang-bintang,
01:02:19menciptakan
01:02:20simfoni rasa
01:02:20yang tak pernah
01:02:21berhenti.
01:02:23Dan dari jauh,
01:02:24di antara
01:02:25nyala bintang
01:02:25yang paling terang,
01:02:26jika kau memperhatikan
01:02:28dengan hati,
01:02:29kau akan melihat
01:02:30sosok dua manusia
01:02:31sedang memasak
01:02:32di bawah langit malam,
01:02:34Leon dan Elise,
01:02:35tersenyum,
01:02:36sementara aroma
01:02:36roti panggang
01:02:37dan rempah
01:02:38memenuhi udara kosmik
01:02:39yang tak berujung.
01:02:41Disitulah semuanya
01:02:42bermula,
01:02:43dan disanalah
01:02:44semuanya akan
01:02:45terus hidup,
01:02:46selama masih ada
01:02:47satu jiwa
01:02:48yang berani mencintai,
01:02:50selama masih ada
01:02:51satu hati
01:02:52yang berani merasa,
01:02:54api itu
01:02:54tidak akan
01:02:55pernah padam.
01:02:56Kala semesta
01:02:57telah menjadi
01:02:58harmoni yang
01:02:58sempurna,
01:02:59segala bentuk
01:03:00kehidupan
01:03:01menyatu dalam
01:03:01satu getaran rasa.
01:03:04Tak ada lagi
01:03:04garis batas
01:03:05antara langit
01:03:06dan tanah,
01:03:07antara daging
01:03:08dan cahaya,
01:03:09antara yang
01:03:09hidup dan
01:03:10yang pernah hidup.
01:03:12Semuanya
01:03:12berdenyut dalam
01:03:13satu napas
01:03:14yang sama,
01:03:15napas rasa.
01:03:16Tak ada
01:03:17waktu di sini,
01:03:18hanya irama
01:03:19yang berputar
01:03:20seperti detak
01:03:20jantung.
01:03:22Setiap
01:03:22bintang
01:03:23memancarkan
01:03:23kenangan
01:03:24tentang cinta,
01:03:25kehilangan,
01:03:26keberanian,
01:03:27dan harapan.
01:03:29Dan di antara
01:03:29gelombang cahaya
01:03:30yang tak berujung,
01:03:32masih terdengar
01:03:33gemah lembut
01:03:33dari api yang
01:03:34pertama kali
01:03:35menyala di tangan
01:03:36seorang manusia
01:03:37bernama
01:03:37Leon Mercier.
01:03:39Api itu
01:03:39bukan lagi
01:03:40nyala fisik,
01:03:41ia telah menjadi
01:03:42jiwa semesta,
01:03:44energi yang
01:03:44menghubungkan
01:03:45setiap makhluk
01:03:46dengan makhluk lainnya.
01:03:48Saat angin
01:03:49melintas
01:03:49di atas planet
01:03:50yang baru lahir,
01:03:51ketika air
01:03:52mengalir di sungai
01:03:53pertama sebuah dunia,
01:03:55atau saat
01:03:55bintang meledak
01:03:56melahirkan
01:03:57galaksi baru,
01:03:58semuanya
01:03:58menyalakan
01:03:59percikan kecil
01:04:00yang sama.
01:04:02Rasa
01:04:02Rasa itulah
01:04:03yang kini
01:04:04menjadi hukum
01:04:05tertinggi
01:04:05alam semesta.
01:04:07Ia tidak
01:04:07mengatur,
01:04:08tidak menghukum,
01:04:09hanya mengingatkan
01:04:10bahwa setiap
01:04:12kehidupan,
01:04:13sekecil apapun,
01:04:14harus merasa
01:04:15untuk benar-benar
01:04:16hidup.
01:04:17Tanpa rasa,
01:04:18keberadaan
01:04:19hanyalah bayangan
01:04:20tanpa makna.
01:04:20Di perapian semesta,
01:04:23tempat di mana
01:04:23semua jiwa
01:04:24bercampur menjadi
01:04:25satu,
01:04:26ada lingkaran
01:04:27cahaya yang
01:04:27tak pernah padam.
01:04:29Dari sana
01:04:30muncul bayangan-bayangan
01:04:31lembut,
01:04:32bukan tubuh,
01:04:33bukan arwah,
01:04:34melainkan getaran
01:04:35yang menyerupai
01:04:36mereka yang
01:04:37pernah menyalakan
01:04:38dunia,
01:04:39Leon,
01:04:39Elise,
01:04:40Alira,
01:04:41Elion,
01:04:42Sarah,
01:04:42KL,
01:04:43dan akhirnya,
01:04:44Lir.
01:04:45Mereka tidak
01:04:45berbicara dengan
01:04:46suara,
01:04:47tetapi setiap
01:04:48kilau di sekitar
01:04:49mereka membawa
01:04:50pesan yang sama.
01:04:52Hidup bukanlah
01:04:53tentang kesempurnaan,
01:04:54melainkan tentang
01:04:55keberanian untuk
01:04:56merasakan
01:04:57ketidaksempurnaan
01:04:58itu sendiri.
01:05:00Leon berjalan
01:05:00di antara
01:05:01cahaya-cahaya itu,
01:05:03dengan tangan
01:05:03yang tak lagi
01:05:04memegang pisau,
01:05:05tapi api murni.
01:05:07Ia menatap
01:05:08jauh ke galaksi
01:05:09yang berputar,
01:05:10lalu berkata lembut,
01:05:11kita semua
01:05:12pernah berpikir
01:05:13rasa hanyalah
01:05:14sesuatu di lidah.
01:05:16Tapi rasa sejati
01:05:17ada di antara
01:05:18hati-hati
01:05:19yang saling
01:05:19memahami.
01:05:21Elise berdiri
01:05:21di sampingnya,
01:05:23tersenyum,
01:05:24dan karena itulah
01:05:25cinta tidak
01:05:25bisa mati.
01:05:27Ia terus berpindah,
01:05:28tumbuh di setiap
01:05:29api kecil yang
01:05:30menyala di dunia
01:05:31baru.
01:05:32Lir,
01:05:33yang kini menjadi
01:05:34cahaya muda
01:05:35di antara mereka,
01:05:36bertanya,
01:05:37apakah api
01:05:38akan terus
01:05:38hidup selamanya?
01:05:40Leon menatapnya
01:05:41dan menjawab,
01:05:42selama ada
01:05:43makhluk yang ingin
01:05:44tahu siapa dirinya,
01:05:45api itu akan
01:05:46muncul lagi.
01:05:48Karena rasa adalah
01:05:49bentuk tertua
01:05:50dari pencarian,
01:05:51pencarian untuk
01:05:52memahami arti
01:05:53menjadi hidup.
01:05:54Dan di saat itu,
01:05:56semesta bergetar
01:05:57lembut.
01:05:58Ribuan planet
01:05:58yang jauh di tepi
01:05:59galaksi menunjukkan
01:06:01tanda-tanda kehidupan.
01:06:03Dari abu dan batu,
01:06:04dari es dan api,
01:06:06muncul bentuk-bentuk
01:06:07baru,
01:06:08makhluk-makhluk
01:06:08yang belum pernah ada,
01:06:10tapi semuanya
01:06:11membawa sesuatu
01:06:12yang sama.
01:06:13Keinginan untuk
01:06:14merasakan,
01:06:15ada yang belajar
01:06:16mencium aroma laut,
01:06:18ada yang belajar
01:06:19menangis di bawah
01:06:20langit pertama mereka,
01:06:21ada yang menemukan
01:06:22cinta pada
01:06:23panas matahari,
01:06:24dan ada yang
01:06:25menatap bintang
01:06:26dan merasa
01:06:27nostalgia.
01:06:29Walau mereka
01:06:29belum mengenal
01:06:30nama Leon Mercier,
01:06:32nyala yang ia
01:06:32nyalakan tetap
01:06:33hidup di dalam
01:06:34mereka.
01:06:36Semesta pun
01:06:36menulis ulang
01:06:37dirinya sendiri.
01:06:39Tak lagi
01:06:39berdasarkan
01:06:40logika atau
01:06:41hukum fisika
01:06:42semata,
01:06:42tapi pada
01:06:43irama rasa
01:06:44yang menghubungkan
01:06:45setiap partikel.
01:06:47Dan di pusatnya,
01:06:48di antara
01:06:49bintang-bintang
01:06:50yang berputar
01:06:50pelan,
01:06:51ada sesuatu
01:06:52yang baru lahir,
01:06:53The Codex of Flame,
01:06:54kitab cahaya yang
01:06:55berisi seluruh
01:06:56perjalanan rasa
01:06:57dari awal
01:06:58waktu hingga
01:06:59abadi.
01:07:00Di halaman
01:07:01pertamanya
01:07:01hanya ada
01:07:02satu kalimat,
01:07:03tertulis dalam
01:07:04bahasa yang
01:07:05bisa dimengerti oleh
01:07:06semua makhluk
01:07:07yang pernah
01:07:07merasa hidup.
01:07:09Rasa adalah
01:07:10bukti bahwa
01:07:10semesta ingin
01:07:11mencintai dirinya
01:07:12sendiri.
01:07:14Kitab itu
01:07:14tidak pernah
01:07:15selesai ditulis.
01:07:17Setiap kali
01:07:17makhluk baru
01:07:18menemukan arti
01:07:19cinta,
01:07:20satu halaman
01:07:21lagi muncul.
01:07:22Setiap kali
01:07:23ada air mata
01:07:24jatuh di sebuah
01:07:25dunia,
01:07:26satu nyala kecil
01:07:27menyala di dalam
01:07:28kodeks.
01:07:29Dan setiap kali
01:07:30seseorang
01:07:31menyalakan api
01:07:31untuk pertama kali,
01:07:33di bumi,
01:07:34di planet,
01:07:35atau bahkan
01:07:35di bintang
01:07:36semesta
01:07:37tersenyum.
01:07:38Karena di dalam
01:07:39setiap nyala itu
01:07:40masih ada sedikit
01:07:41dari tangan
01:07:42Leon Mercier.
01:07:44Masih ada sedikit
01:07:45aroma rempah
01:07:46dari dapur kecil
01:07:47di masa lalu.
01:07:48Masih ada
01:07:49rasa cinta
01:07:50yang tidak
01:07:50pernah mati.
01:07:52Dan begitulah
01:07:52akhirnya,
01:07:53atau mungkin
01:07:54awal yang lain.
01:07:56Semesta
01:07:56tidak berhenti.
01:07:58Ia hanya
01:07:58terus bernafas
01:07:59melalui api kecil
01:08:00yang berpindah
01:08:01dari satu hati
01:08:02ke hati yang lain
01:08:03tanpa pernah padam.
01:08:06Ribuan milenium
01:08:06telah berlalu
01:08:07sejak kodeks
01:08:08of flame
01:08:09terakhir kali
01:08:09bergetar
01:08:10di jantung semesta.
01:08:12Bintang-bintang
01:08:13telah menjadi
01:08:14biji kehidupan,
01:08:15planet-planet
01:08:16telah tumbuh
01:08:16seperti taman,
01:08:18dan makhluk-makhluk
01:08:18cahaya,
01:08:19keturunan anima,
01:08:21manusia,
01:08:22dan semua
01:08:22yang lahir
01:08:23dari rasa
01:08:23hidup damai
01:08:24di bawah hukum alam
01:08:26yang mereka sebut
01:08:27napas api.
01:08:28Mereka
01:08:29tidak lagi
01:08:29membutuhkan nama,
01:08:31mereka berkomunikasi
01:08:32dengan getaran,
01:08:33berbagi rasa,
01:08:34bukan kata.
01:08:36Tidak ada perang,
01:08:37tidak ada kebencian,
01:08:39tidak ada kelaparan,
01:08:40hanya keselarasan
01:08:41yang panjang
01:08:42dan lembut,
01:08:43seperti nyanyian
01:08:44yang tak pernah berhenti.
01:08:46Namun
01:08:46di balik
01:08:47kesempurnaan itu,
01:08:48ada sesuatu
01:08:49yang perlahan tumbuh,
01:08:50keheningan
01:08:51yang tidak alami.
01:08:53Makhluk-makhluk
01:08:53cahaya itu
01:08:54mulai lupa alasan
01:08:55mengapa mereka
01:08:56bisa merasakan.
01:08:58Rasa cinta
01:08:58berubah menjadi
01:08:59kebiasaan,
01:09:01rasa bahagia
01:09:01menjadi rutinitas,
01:09:03rasa kehilangan lenyap.
01:09:05Mereka
01:09:05hidup dalam
01:09:06keseimbangan mutlak,
01:09:08tapi tanpa gejolak,
01:09:09tanpa pertentangan,
01:09:10tanpa keinginan.
01:09:12Semesta
01:09:13sekali lagi
01:09:13mendekati kebekuan.
01:09:15Dan di tengah
01:09:16diam itu,
01:09:17di sebuah planet
01:09:18kecil di tepi
01:09:19galaksi
01:09:19yang belum pernah
01:09:20dikunjungi siapapun,
01:09:22muncul sesuatu
01:09:23yang tak terduga,
01:09:24bayi yang lahir
01:09:25dengan jantung
01:09:26berwarna merah.
01:09:28Bayi itu
01:09:29menangis,
01:09:30tak ada yang tahu
01:09:31apa itu air mata,
01:09:32karena makhluk cahaya
01:09:33tidak pernah menangis.
01:09:35Tangis itu
01:09:36mengguncang ruang
01:09:37waktu,
01:09:38setiap partikel
01:09:39rasa di semesta
01:09:40bergetar.
01:09:41Para penjaga
01:09:42waktu dari
01:09:43perapian semesta
01:09:44datang.
01:09:45Mereka menyebut
01:09:46bayi itu
01:09:46Esra,
01:09:47yang dalam bahasa
01:09:48kuno berarti
01:09:49nyala yang tertidur.
01:09:51Ketika mereka
01:09:52mendekatinya,
01:09:53mereka melihat
01:09:54di dada bayi itu
01:09:55tanda kuno,
01:09:56simbol api,
01:09:57sama seperti
01:09:58yang pernah dimiliki
01:09:59Leon Mercier
01:10:00ribuan tahun silam.
01:10:02Mereka tahu,
01:10:03sesuatu telah
01:10:04terbangun kembali.
01:10:06Esra tumbuh cepat,
01:10:07ia berbeda
01:10:08dari makhluk cahaya
01:10:09lain,
01:10:10tubuhnya setengah
01:10:11energi,
01:10:12setengah daging.
01:10:13Ia merasakan
01:10:14lapar,
01:10:15haus,
01:10:16sedih,
01:10:16takut,
01:10:17tapi juga
01:10:18kagum.
01:10:19Ia bisa mencium
01:10:20aroma tanah,
01:10:21mendengar suara
01:10:22angin,
01:10:23dan merasakan
01:10:24panas matahari
01:10:24di kulitnya.
01:10:26Bagi dunia cahaya,
01:10:28ia adalah anomali,
01:10:29bagi semesta,
01:10:30ia adalah
01:10:31keseimbangan
01:10:32yang hilang.
01:10:33Suatu hari,
01:10:34ketika Esra
01:10:35berusia 20 tahun
01:10:37dalam ukuran manusia,
01:10:38ia mendaki
01:10:39ke puncak gunung
01:10:40tertinggi
01:10:40di planet itu,
01:10:42di mana cahaya
01:10:42semesta
01:10:43memantul
01:10:43seperti laut emas.
01:10:46Di sana,
01:10:47ia mendengar,
01:10:48bisikan lembut,
01:10:49bukan dari luar,
01:10:50tapi dari
01:10:51dalam hatinya
01:10:51sendiri.
01:10:53Sudah waktunya
01:10:54api berbicara
01:10:55lagi.
01:10:56Di hadapannya,
01:10:57muncul cahaya
01:10:58yang membentuk
01:10:59wujud manusia,
01:11:00tua,
01:11:01lembut,
01:11:01dengan mata
01:11:02seperti bara
01:11:03yang menua
01:11:03dengan damai.
01:11:05Itu bukan roh,
01:11:06bukan mimpi,
01:11:08tapi gema
01:11:08dari nyala pertama,
01:11:10Leon Mercier.
01:11:11Leon menatapnya
01:11:12tanpa suara,
01:11:14dan seluruh alam
01:11:14berhenti berputar.
01:11:16Esra,
01:11:17katanya akhirnya,
01:11:18kau bukan kebetulan.
01:11:20Kau adalah
01:11:21bentuk rasa terakhir,
01:11:22bukan untuk
01:11:23menyelamatkan dunia,
01:11:24tapi untuk
01:11:25mengingatkan semesta
01:11:26mengapa ia harus hidup.
01:11:28Esra menatapnya,
01:11:30semesta sudah damai,
01:11:32mengapa harus diingatkan.
01:11:34Leon tersenyum samar,
01:11:35karena kedamaian yang abadi
01:11:37adalah kematian yang pelan.
01:11:39Tanpa kehilangan,
01:11:41tak ada cinta.
01:11:42Tanpa rasa sakit,
01:11:43tak ada rasa syukur.
01:11:45Dan tanpa api,
01:11:47tak ada kehidupan.
01:11:48Leon membuka
01:11:49telapak tangannya,
01:11:50menampakkan percikan kecil,
01:11:52bukan cahaya,
01:11:53tapi api murni.
01:11:55Aku meminjamkan ini
01:11:56kepadamu,
01:11:57katanya.
01:11:58Tapi kali ini,
01:12:00bukan untuk memasak,
01:12:01bukan untuk bertarung,
01:12:02melainkan untuk membuat.
01:12:04terima kasih.
01:12:05Terima kasih.
Be the first to comment
Add your comment

Recommended