Skip to playerSkip to main content
Sebelum Malam Pertama

#drama #drakor #dracin
Transcript
00:00Kabut putih menggantung di antara lereng Gunung Linghua, menutupi pemandangan sawah berundak dan pepohonan pinus, yang seolah berdiri sebagai saksi bisu atas sejarah kelam desa itu.
00:11Setiap malam menjelang tengah malam, lonceng kuil tua di puncak, bukit berdentang tiga kali.
00:18Bukan untuk memanggil doa, melainkan untuk menahan sesuatu yang tak terlihat.
00:23Kutukan yang telah menelan banyak jiwa selama lebih dari seratus tahun.
00:27Konon, di masa lampau, desa Linghua pernah dihuni seorang wanita cantik bernama Liang Shu'er.
00:35Ia adalah tabib muda yang terkenal karena keahliannya menyembuhkan penyakit dan ramuan pemikat hati.
00:41Namun, dibalik senyum lembutnya, tersembunyi luka dan dendam yang mendalam.
00:47Suatu malam, ia dipermalukan dan dikhianati oleh tunangannya sendiri, pria yang memilih menikahi putri pejabat kaya demi jabatan.
00:55Liang Shu'er yang hancur meminum ramuan terlarang yang ia buat sendiri, lalu mati di depan kuil sambil bersumpah,
01:04Setiap cinta yang berani menyatu sebelum fajar akan aku kutuk dengan sial dan kematian.
01:09Sejak hari itu, setiap pasangan yang melakukan hoho hi he sebelum malam pertama resmi pernikahan selalu menemui nasib tragis.
01:16Ada yang mati dalam tidur, ada yang ditemukan kaku di tepi sungai, dan ada pula yang lenyap tanpa jejak.
01:24Tidak ada yang berani menentang kutukan itu lagi.
01:28Bahkan cinta pun menjadi sesuatu yang menakutkan di Linghua.
01:31Di tengah ketakutan itu, satu, orang yang berani menantang kutukan adalah Tetuahe.
01:39Pria berumur 70 tahun, penjaga kuil yang telah mengabdikan hidupnya untuk melindungi desa.
01:46Tubuhnya kurus, rambutnya putih panjang, namun matanya masih tajam menatap api dupa yang menyala di hadapannya.
01:53Kutukan ini tidak akan berhenti sebelum seseorang menebusnya dengan darah suci.
02:00Gumamnya lirih sambil menatap gelang giyok di tangannya.
02:04Satu-satunya peninggalan Liang Shu'er.
02:07Menurut legenda, gelang itu hanya akan bersinar bila disentuh oleh seseorang yang memiliki jiwa murni tanpa nafsu.
02:17Tetuah
02:18He pernah mencoba menghancurkan kutukan itu dengan berbagai cara, dari doa, pengorbanan hewan, hingga ritual penyucian bulan penuh.
02:27Namun tak ada satupun yang berhasil.
02:30Hingga suatu malam, ia memutuskan mencoba cara terakhir.
02:34Menghadapi arwah kutukan itu sendiri.
02:38Di ruang suci kuil, ia menggambar lingkaran pelindung dengan darah naga kering dan menyalakan 50 lilin berbentuk segi delapan.
02:45Di tengah ruangan, gelang giyok itu ia letakkan di atas altar batu.
02:50Lonceng kuil berdentang pelan dan udara di sekitarnya mulai dingin.
02:55Api lilin bergoyang, lalu satu persatu padam dengan sendirinya.
02:59Dari kegelapan muncul sosok perempuan bergaun, merah, wajahnya cantik namun matanya kosong, kulitnya pucat seperti kabut.
03:07Akhirnya kau memanggilku lagi, Tetuah He.
03:10Suara perempuan itu terdengar seperti desis dan nyanyian.
03:14Liang Shu'er, aku datang untuk mengakhiri penderitaan ini, kata Tetuah He dengan suara bergetar tapi tegas.
03:23Tidak ada yang bisa mengakhiri kutukan cinta, karena cinta selalu berawal dari nafsu dan nafsu adalah dosa.
03:32Kalau begitu, izinkan aku menanggung dosanya.
03:35Tetuah He lalu meminum ramuan pemurni yang telah ia racik.
03:41Ia berharap, dengan menyatukan dirinya dengan arwah kutukan, ia bisa menyerap kutukannya dan mengakhirinya.
03:48Namun saat tubuhnya bersentuhan dengan sosok Liang Shu'er, hawa dingin yang menusuk tulang, langsung membuatnya berteriak kesakitan.
03:55Ia berusaha menahan diri, tetapi tubuh tuanya tidak kuat menahan energi kutukan yang meledak dari tubuh wanita itu.
04:03Dalam kepanikan, gelang giok di altar jatuh dan berguling keluar dari lingkaran pelindung.
04:08Cahaya putih menyilaukan menerangi ruangan sesaat, lalu semuanya kembali gelap.
04:16Keesokan paginya, penduduk menemukan tetuah He terbaring di depan kuil.
04:21Napasnya tersisa satu-satu.
04:23Kulitnya membiru seperti mayat.
04:25Ia hanya sempat berbisik pada muridnya, Yaw Ren, sebelum menghembuskan napas terakhir.
04:31Temukan penerusku.
04:33Lihat siapa yang bisa membuat gelang itu bersinar.
04:37Dialah yang akan mematahkan kutukan.
04:40Bertahun-tahun kemudian, legenda itu menjadi dongeng di antara anak-anak.
04:44Tak ada yang berani mendekati gelang giok itu lagi.
04:48Hingga suatu hari, seorang pemuda bernama Lin Yuan,
04:52perantau dari desa Seberang, datang ke Linghua.
04:55Lin Yuan, 25 tahun, dikenal sebagai pria baik hati, namun keras kepala.
05:02Ia datang mencari pekerjaan, sebagai tukang kayu,
05:06tapi tanpa sengaja ia menyelamatkan seorang gadis desa yang hampir tenggelam di sungai.
05:11Meisha, gadis cantik berambut panjang yang merupakan keturunan jauh keluarga Liang Shu'er.
05:17Sejak saat itu, keduanya semakin dekat,
05:20tanpa tahu bahwa nasib mereka telah diikat oleh sesuatu yang lebih tua dari cinta itu sendiri.
05:25Suatu sore, saat mereka berjalan melewati kuil tua,
05:31Lin Yuan melihat gelang giok di dalam kaca altar.
05:34Tanpa tahu legenda di baliknya,
05:37ia membuka kaca itu untuk memeriksa ukirannya.
05:40Begitu jari-jarinya menyentuh permukaan giok itu,
05:43gelang tersebut tiba-tiba bersinar lembut seperti bulan purnama.
05:47Pendeta penjaga kuil yang melihatnya langsung tersentak dan bersujud, berteriak.
05:53Kutukan telah memilih penerusnya, Lin Yuan,
05:56yang tak mengerti apa-apa hanya berdiri kaku,
05:59sementara cahaya gelang meresap masuk ke kulitnya
06:01dan meninggalkan tanda samar di pergelangan tangannya,
06:05seperti ukiran naga kecil yang hidup dan berdenyut.
06:09Sejak malam itu, desas-desus mulai menyebar.
06:13Beberapa warga mengatakan mereka mendengar suara perempuan tertawa dari arah kuil.
06:18Ada juga yang melihat bayangan merah menari di atas air sungai.
06:22Dan di tengah ketakutan itu, Lin Yuan mulai bermimpi,
06:25mimpi tentang seorang wanita bergaun merah yang memanggilnya dengan lembut,
06:29kau, yang terakhir.
06:32Namun di balik semua itu,
06:34tetua He yang telah meninggal,
06:35ternyata meninggalkan satu gulungan kitab rahasia
06:38berjudul Zuhun, Penghancur Arwah.
06:43Kitab itu berisi cara untuk memutus kutukan Liang Shuer,
06:46tapi hanya bisa dilakukan oleh orang yang
06:49telah disentuh cahaya giyok dan mampu mencintai tanpa keinginan.
06:53Malam demi malam,
06:54Lin Yuan merasakan sesuatu berubah dalam dirinya.
06:58Suhu tubuhnya dingin setiap kali bulan penuh muncul
07:01dan gelang giyok yang kini ia simpan di tangannya selalu bergetar lembut.
07:06Meisha khawatir,
07:07namun ia juga merasakan ikatan,
07:10aneh, one, seolah ada kekuatan yang menarik mereka semakin dekat.
07:14Lin Yuan, kau harus pergi dari desa ini,
07:17ucap Meisha dengan air mata menetes di pipi.
07:21Tidak, kalau aku pergi,
07:22kutukan ini akan terus hidup.
07:25Aku harus mematahkannya,
07:28bahkan jika aku harus menghadapi arwah itu sendiri.
07:31Dan malam itu,
07:33di bawah langit yang diselimuti kabut,
07:36lonceng kuil berdentang lagi.
07:38Tanda bahwa kutukan telah terbangun untuk menuntut darah baru.
07:42Cahaya giyok di tangan Lin Yuan bersinar semakin kuat,
07:45menandai awal dari takdirnya sebagai penerus tetua He,
07:49dan satu-satunya harapan untuk mematahkan kutukan sebelum malam pertama benar-benar tiba.
07:54Malam itu, kabut di desa Linghua begitu tebal.
07:58Bulan Purnama memancarkan cahaya pucat di balik awan kelabu.
08:02Di rumah kayu di tepi hutan bambu,
08:04Lin Yuan duduk termenung.
08:06Ia menatap pergelangan tangannya yang berdenyut perlahan.
08:10Ukiran berbentuk,
08:12naga di bawah kulitnya tampak berkilau lembut,
08:14seolah hidup.
08:15Ia belum tidur selama tiga malam.
08:18Sejak gelang giyok itu bersinar,
08:20suara perempuan sering terdengar di telinganya.
08:24Kadang lembut memanggil namanya,
08:26kadang marah dan bergetar di udara.
08:29Sesekali bayangan merah melintas di jendela,
08:32membawa hawa dingin yang membuatnya sulit bernapas.
08:36Namun malam itu berbeda.
08:38Suara itu terdengar begitu jelas,
08:40seakan berdiri tepat di belakangnya.
08:43Lin Yuan,
08:44mengapa kau menyentuh gelangku?
08:47Tubuh Lin Yuan menegang.
08:49Ia menoleh perlahan,
08:50dan sosok perempuan bergaun merah muncul di depan pintu.
08:53Rambutnya panjang menjuntai.
08:56Wajahnya pucat dan penuh kesedihan.
08:58Kau,
09:00Liang Shu'er,
09:01ujar Lin Yuan perlahan.
09:03Aku tidak ingin kau mematahkannya.
09:06Balas suara itu.
09:08Aku hanya ingin kau mengerti.
09:10Tangan dingin itu menyentuh dada Lin Yuan.
09:12Seketika pandangannya berputar,
09:14gambar-gambar dari masa lalu muncul di benaknya.
09:18Ia melihat desa Linghua ratusan tahun lalu.
09:21Seorang gadis muda bernama Liang Shu'er berdiri di bawah pohon sakura.
09:25Di sisinya ada seorang pria bernama Wen Hao, tunangannya.
09:29Mereka berjanji menikah setelah panen musim semi.
09:33Namun takdir berbalik.
09:35Pada malam sebelum pernikahan,
09:37Wen Hao pergi dengan putri seorang pejabat.
09:40Liang Shu'er menunggu berhari-hari di bawah hujan.
09:43Hingga akhirnya mengetahui kebenaran pahit.
09:46Dengan hati hancur,
09:47ia membuat ramuan terakhir.
09:50Ramuan itu ia minum di depan kuil,
09:52sambil berucap bahwa cinta yang tidak tulus akan membawa celaka.
09:57Setelah malam itu,
09:58desa Linghua hidup dalam bayang-bayang kutukan yang panjang.
10:02Lin Yuan terbangun dengan tubuh gemetar.
10:05Ia mengerti sekarang.
10:07Liang Shu'er bukan hanya sosok pendendam,
10:10tapi juga seseorang yang terluka.
10:12Namun kutukan yang ditinggalkannya terlalu kuat.
10:15Anehnya, setiap kali bayangan itu muncul,
10:19gelang di tangan Lin Yuan justru bersinar lebih terang,
10:22seolah menolak kegelapan.
10:24Keesokan harinya, Lin Yuan pergi ke kuil.
10:27Ia menemui seorang pendeta tua bernama Master Gu,
10:30murid terakhir dari Tetuahe.
10:33Aku sudah mendengar kabar tentang gelang itu,
10:36kata Master Gu.
10:38Jika benar gelang itu memilihmu,
10:40berarti roh Liang Shu'er menandaimu sebagai penebus kutukan.
10:44Tapi berhati-hatilah.
10:46Kutukan ini bukan tentang kematian,
10:48melainkan tentang ujian hati.
10:51Ujian hati?
10:53Tanya Lin Yuan.
10:53Hanya mereka yang bisa mencintai dengan tulus,
10:58tanpa tergoda oleh hal duniawi,
11:00yang bisa menaklukannya.
11:02Lin Yuan mengangguk mantap.
11:04Ia bertekad mematahkan kutukan itu,
11:07walau harus mengorbankan dirinya.
11:10Hari berganti minggu.
11:12Lin Yuan dan Mei Xia semakin akrab.
11:15Gadis itu sering datang ke rumahnya membawa makanan.
11:19Kadang mereka berdoa bersama di kuil,
11:22kadang duduk di tepi sawah memandangi senja.
11:25Hubungan mereka tumbuh dengan indah,
11:27tapi bayangan kutukan selalu mengintai.
11:30Suatu malam, hujan turun deras.
11:33Petir menyambar,
11:34dan angin membuat pintu rumah berderak keras.
11:37Maisha datang tergesa-gesa dengan wajah ketakutan.
11:41Aku takut,
11:43ucapnya lirih.
11:44Ada suara aneh di luar.
11:45Kau bisa bermalam di sini,
11:49kata Lin Yuan.
11:51Aku akan berjaga.
11:53Namun malam itu,
11:54suara langkah kaki terdengar di atap.
11:57Lonceng kuil berdentang tiga kali.
12:00Suhu di dalam rumah turun.
12:02Lilin padam,
12:04hanya cahaya gelang giok yang tersisa.
12:07Lin Yuan.
12:08Suara lembut terdengar lagi.
12:11Bisakah kau mencintai tanpa melukai?
12:13Liang Xiaoyan muncul di antara kabut.
12:16Ia menatap Lin Yuan dan Maisha dengan pandangan sendu.
12:19Buktikan,
12:20bahwa cinta kalian tidak seperti manusia lainnya.
12:24Maisha menatap Lin Yuan.
12:26Ia tahu maksud dari kata-kata itu.
12:28Roh itu ingin menguji hati mereka.
12:31Jika mereka gagal,
12:32kutukan akan kembali aktif.
12:35Hari-hari berikutnya menjadi ujian berat.
12:37Lin Yuan dan Maisha menjalani ritual pemurnian yang diajarkan oleh Master Gu.
12:43Setiap malam,
12:44mereka duduk berhadapan di depan dupa,
12:46menggenggam tangan tanpa benar-benar bersentuhan.
12:50Mereka menatap mata satu sama lain sambil melantunkan doa dari kitab suci.
12:55Namun Liang Xiaoyan tak berhenti menguji mereka.
12:58Ia menebarkan bayangan masa lalu,
13:01memperlihatkan ilusi cinta dan godaan.
13:03Setiap kali mereka hampir tergoya,
13:06gelang di tangan Lin Yuan bersinar
13:07dan menghapus kegelapan di sekitar mereka.
13:11Tiga kali mereka gagal.
13:13Tapi pada malam keempat,
13:14saat bulan mencapai puncak,
13:16cahaya gelang berubah menjadi biru lembut.
13:20Guru,
13:21tanya Lin Yuan,
13:22apa arti warna biru ini?
13:25Itu tanda awal,
13:26jawab Master Gu.
13:27Namun ujian terakhir masih menunggu.
13:30Malam itu akan tiba.
13:32Hari pernikahan Lin Yuan dan Maisha pun datang.
13:34Penduduk desa berkumpul.
13:36Sebagian berdoa,
13:37sebagian takut.
13:39Tak ada yang berani tinggal hingga malam,
13:41karena legenda lama berkata bahwa
13:43pengantin di Linghua
13:44tak akan bertahan sampai fajar.
13:46Namun Lin Yuan dan Maisha tetap berdiri di altar.
13:49Mereka mengenakan pakaian sederhana,
13:52saling menggenggam tangan di bawah cahaya obor.
13:55Saat upacara selesai,
13:56lonceng kuil berdentang tiga kali.
13:59Langit cerah tiba-tiba gelap.
14:01Dari arah bukit,
14:02kabut merah turun perlahan.
14:04Malam itu adalah malam purnama.
14:06Malam ujian terakhir.
14:08Di kamar pengantin,
14:10Lin Yuan menatap wajah Maisha yang tenang.
14:13Apakah kau takut?
14:15Tanyanya lembut.
14:17Aku hanya takut kehilanganmu,
14:19jawab Maisha pelan.
14:21Cahaya gelang mulai bergetar.
14:23Bayangan merah muncul di antara tirai.
14:25Liang Shuar berdiri di sana,
14:27mengenakan pakaian rusak,
14:29matanya sendu namun tajam.
14:31Cinta kalian tidak suci,
14:33katanya dingin.
14:35Manusia mudah berubah.
14:37Buktikan bahwa kalian berbeda.
14:39Lin Yuan menatapnya dengan tenang.
14:42Cinta sejati bukan tentang tubuh,
14:44tapi tentang hati yang tetap setia.
14:47Kalau begitu,
14:48tunjukkan.
14:50Kabut menyelimuti kamar.
14:53Liang Shuar menciptakan ilusi,
14:55memperbanyak bayangan Maisha.
14:57Suara mereka bersahut-sahutan,
14:59memanggil nama Lin Yuan.
15:02Namun dalam kebingungan itu,
15:03Lin Yuan memejamkan mata dan berbisik.
15:07Aku memilih cahaya.
15:09Gelang di tangannya bersinar terang.
15:11Semua ilusi menghilang.
15:13Liang Shuar menatap Lin Yuan dengan senyum lembut,
15:16lalu berkata,
15:17Terima kasih.
15:19Kau telah mengajariku apa itu cinta sejati.
15:22Tubuhnya berubah menjadi kelopak bunga putih
15:25yang berputar di udara.
15:27Aroma wangi memenuhi kamar.
15:30Namun cahaya itu belum benar-benar menghapus kutukan.
15:34Ia hanya memindahkannya ke diri Lin Yuan.
15:37Ketika fajar tiba,
15:39Maisha terbangun sendirian.
15:41Lin Yuan telah hilang.
15:43Di atas bantal,
15:44gelang giok berkilau lembut di bawah sinar matahari pagi.
15:48Matahari terbit di atas pegunungan Linghua,
15:50menerobos kabut pagi yang menggantung lembut di udara.
15:54Burung-burung kembali bernyanyi,
15:56dan desa yang selama berabad-abad hidup dalam ketakutan kini
15:59diselimuti keheningan aneh.
16:02Tak ada lonceng kuil,
16:04yang berdentang,
16:05tak ada suara tangis,
16:06tak ada arwah yang berkelana.
16:08Namun di rumah pengantin,
16:10Maisha duduk membisu,
16:11memandangi gelang giok retak di atas bantal.
16:14Satu-satunya tanda keberadaan Lin Yuan yang kini telah lenyap.
16:17Ia memanggil-manggil nama Lin Yuan,
16:21tapi hanya gemas suaranya sendiri yang menjawab.
16:23Hawa hangat di kamar sudah berubah menjadi dingin.
16:27Udara terasa seperti berhenti berputar,
16:30seolah waktu ikut berduka.
16:33Kau janji akan menemuiku saat fajar,
16:35bisiknya dengan suara serak.
16:38Kenapa kau pergi?
16:40Di luar,
16:41warga mulai berdatangan.
16:43Mereka melihat gelang yang bersinar lembut
16:45dan Maisha yang menangis tanpa henti.
16:48Tak ada satupun yang mengerti
16:50apa yang sebenarnya terjadi malam itu,
16:52tapi semua tahu,
16:53kutukan Liang Shu Er telah berhenti.
16:56Tidak ada lagi aura kematian
16:58yang menggantung di langit Ling Hua.
17:00Namun bagi Maisha,
17:02kedamaian itu terasa seperti penjara baru.
17:05Tanpa Lin Yuan di sisinya,
17:07dunia menjadi kosong.
17:09Sementara itu,
17:10di tempat yang tak dijangkau manusia,
17:13Lin Yuan terbangun di padang
17:14yang dipenuhi bunga sakura putih.
17:17Udara di sana,
17:18tidak bergerak,
17:19dan setiap helai bunga yang jatuh
17:21seolah melayang tanpa arah.
17:23Ia menatap sekeliling.
17:24Tidak ada jalan,
17:25tidak ada matahari,
17:27hanya langit tanpa batas.
17:29Apakah?
17:31Ini dunia roh?
17:33Gumamnya pelan.
17:35Suara lembut menjawab dari belakang.
17:37Ya,
17:38kau berada di antara hidup dan mati.
17:41Dunia di mana jiwa yang menanggung kutukan berdiam sementara.
17:45Sosok itu muncul dari kabut.
17:47Liang Shiuer,
17:48tapi kali ini tidak bergaun merah.
17:51Ia mengenakan jubah putih lembut,
17:53rambutnya dibiarkan terurai alami,
17:55wajahnya tenang tanpa amarah.
17:58Tatapannya lembut seperti air dan penuh penyesalan.
18:01Aku tidak bermaksud menyeretmu ke sini, Lin Yuan,
18:05katanya.
18:07Kutukan itu harus berpindah ke seseorang
18:09yang bersedia menanggungnya tanpa dendam,
18:11dan gelang giyok memilihmu.
18:14Lalu,
18:16apa yang harus kulakukan sekarang?
18:19Kau bisa tetap di sini,
18:20menjadi penjaga antara dua dunia,
18:23atau
18:23mencari cara untuk kembali,
18:26meski itu berarti harus menebus dosaku sepenuhnya.
18:30Lin Yuan menatapnya lama.
18:32Aku tidak ingin menjadi penjaga.
18:34Aku ingin hidup.
18:36Aku ingin kembali pada Maisia.
18:38Jika aku harus menebus dosamu,
18:40aku akan melakukannya.
18:42Senyum tipis muncul di wajah Liang Shuer.
18:45Ia mengangguk pelan.
18:48Kalau begitu,
18:50bersiaplah menghadapi ujian terakhir.
18:52Jalan pemurnian jiwa,
18:54langit di atas padang bunga sakura
18:55berubah menjadi gelap.
18:58Ribuan kelopak bunga
18:59berterbangan seperti badai.
19:02Suara dentang lonceng
19:03dari dunia manusia terdengar samar.
19:06Liang Shuer mengangkat tangannya.
19:09Dan dari tanah muncul bayangan-bayangan.
19:12Masa lalu,
19:13sosok pria dan wanita yang saling berpelukan,
19:16menangis,
19:17bertengkar,
19:18berkhianat.
19:19Semua wajah itu adalah cerminan
19:20dari cinta-cinta yang berujung pada kutukan.
19:24Setiap pasangan yang mati
19:25karena sumpahku hidup di sini,
19:27terperangkap dalam kenangan terakhir mereka,
19:30ujar Liang Shuer.
19:31Jika kau ingin membebaskan mereka,
19:35kau harus menanggung rasa sakit yang mereka alami.
19:37Seluruhnya.
19:39Bayangan pertama datang mendekat.
19:41Seorang pria muda memeluk kekasihnya
19:43yang membiru karena racun.
19:45Ia menjerit dan menyesal.
19:47Saat Lin Yuan menyentuh bayangan itu,
19:50rasa sakit luar biasa menyeruak dari dada,
19:53seolah jantungnya dihimpit batu.
19:56Ia merasakan cinta dan kehilangan yang sama,
19:58sampai tubuhnya bergetar hebat.
20:00Tapi ia tidak melepaskan.
20:03Satu demi satu,
20:04ia menatap mereka dengan mata basah,
20:06menerima penderitaan tanpa menolak.
20:09Bayangan kedua datang,
20:11lalu ketiga, keempat.
20:13Hingga ratusan jiwa lewat di hadapannya.
20:16Setiap kisah adalah luka yang menusuk.
20:18Setiap kenangan adalah duka yang tak tertahankan.
20:22Namun Lin Yuan bertahan.
20:24Di setiap rasa sakit itu,
20:26ia mengingat wajah Meishia.
20:28Senyum hangatnya.
20:30Tatapan matanya.
20:31Suara lembutnya.
20:34Cinta itulah yang menjadi jangkar yang menahannya di antara dua dunia.
20:38Setelah yang terakhir lenyap,
20:39tanah di bawahnya mulai bersinar.
20:42Liang Shuer menatapnya dengan mata yang kini penuh air mata.
20:46Kau berhasil menanggung semuanya.
20:49Tidak ada manusia yang pernah mampu melakukan ini.
20:52Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan cinta,
20:56jawab Lin Yuan pelan.
20:58Cinta bukan untuk memiliki,
21:00tapi untuk menyembuhkan.
21:03Liang Shuer menunduk.
21:05Kau benar.
21:06Aku hidup seratus tahun dalam kebencian,
21:09tapi baru kali ini aku mengerti arti dari kata maaf.
21:12Ia mengangkat tangan,
21:15dan bunga sakura di sekeliling mereka mulai bercahaya,
21:19membentuk pusaran cahaya putih.
21:22Kutukanku telah berakhir,
21:24tapi jika kau ingin kembali ke dunia manusia,
21:26kau harus meninggalkan sesuatu yang berharga.
21:29Apa itu?
21:31Kenangan tentangku,
21:32dan mungkin sebagian kenangan tentang cinta.
21:36Lin Yuan terdiam lama,
21:38lalu mengangguk.
21:39Kalau itu harga untuk kedamaian,
21:41aku rela.
21:42Liang Shuer tersenyum,
21:44kali ini tulus.
21:45Ia mendekat,
21:46menyentuh dahi Lin Yuan.
21:48Selamat tinggal, penerus cahaya.
21:51Saat kau membuka mata,
21:53dunia akan berbeda.
21:54Tubuh Lin Yuan perlahan diselimuti cahaya.
21:58Liang Shuer berputar dan berubah
22:00menjadi kelopak-kelopak sakura putih
22:02yang terbang ke langit.
22:04Dalam sekejap,
22:05semua menjadi putih.
22:06Dan dari keheningan itu,
22:08terdengar bisikan terakhirnya.
22:10Terima kasih telah mencintaiku
22:12tanpa hoho hi he.
22:14Di dunia manusia,
22:15hujan turun ringan di atas desa Linghua.
22:18Kuil tua yang selama ini ditinggalkan kini
22:20memancarkan cahaya putih lembut.
22:23Para penduduk berkumpul di pelataran,
22:25menyaksikan pemandangan
22:26yang belum pernah mereka lihat.
22:29Bunga sakura putih bermekaran
22:30di tengah musim dingin.
22:33Meisha berdiri di antara mereka,
22:34air matanya mengalir tanpa sadar.
22:37Ia memegang gelang giyok yang retak.
22:39Tapi tiba-tiba gelang itu menyatu kembali.
22:43Tidak lagi hijau pucat,
22:44melainkan putih transparan seperti es.
22:48Dan di dalamnya,
22:49cahaya lembut berdenyut.
22:51Seolah jantung yang masih berdetak.
22:54Lin Yuan,
22:55kau di...
22:56Mana?
22:58Suara itu hanya berbisik.
23:00Tapi entah bagaimana,
23:01angin membawa jawaban yang hangat di telinganya.
23:04Aku selalu di sini.
23:06Ketika ia menoleh,
23:08seorang pria berdiri di bawah pohon sakura.
23:11Pakainya basah,
23:12rambutnya terurai,
23:13tapi wajahnya.
23:15Wajah yang tak mungkin ia lupakan.
23:18Lin Yuan,
23:19ia berlari,
23:20dan Lin Yuan tersenyum lembut.
23:23Mereka saling berpelukan dalam diam.
23:26Tidak ada cahaya,
23:27tidak ada suara gaib.
23:29Hanya dua hati yang akhirnya menemukan rumahnya kembali.
23:33Master Gu yang datang terlambat menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.
23:38Kutukan itu telah benar-benar patah,
23:41gumamnya.
23:43Darah dendam telah berubah menjadi cinta yang suci.
23:45Liang Shuer akhirnya tenang.
23:48Waktu berjalan.
23:49Beberapa bulan kemudian,
23:51desa Linghua berubah menjadi tempat yang ramai dan damai.
23:55Kuil tua kini menjadi tempat ziarah bagi pasangan muda yang ingin memohon restu cinta abadi.
24:01Di depan kuil,
24:02pohon
24:03Sakura Putih Mekar setiap musim semi,
24:06dipercaya sebagai jelmaan terakhir Liang Shuer.
24:08Lin Yuan dan Maisha hidup sederhana,
24:11membuka bengkel kayu di tepi sungai.
24:14Mereka dikenal sebagai pasangan yang tak pernah bertengkar,
24:16selalu saling memahami.
24:19Tapi di setiap malam purnama,
24:20Lin Yuan sering duduk diam di beranda,
24:23menatap gelang putih di tangannya.
24:25Kau masih memikirkannya?
24:27Tanya Maisha suatu malam.
24:30Yah,
24:30jawabnya pelan.
24:32Aku tidak mengingat wajahnya dengan jelas.
24:35Tapi setiap kali bunga Sakura jatuh,
24:37aku merasa seseorang sedang tersenyum di langit.
24:41Maisha tersenyum dan menyandarkan kepala di bahunya.
24:44Mungkin dia bahagia karena kau sudah menepati janji.
24:48Dan di langit malam itu,
24:50satu kelopak Sakura putih jatuh perlahan,
24:53menempel di jendela,
24:54memantulkan cahaya lembut seperti sinar giyok.
24:58Tahun demi tahun berlalu,
25:00Lin Yuan dan Maisha menua.
25:03Bersama,
25:03hingga suatu hari,
25:05saat usia mereka telah mencapai batas,
25:07gelang giyok itu pecah menjadi debu di tangan mereka berdua.
25:10Pada malam itu pula,
25:12pohon Sakura putih di depan kuil tumbuh dua cabang baru
25:15yang menjulang berdampingan.
25:17Satu di kanan,
25:18satu di kiri,
25:19seolah dua jiwa yang telah bersatu selamanya.
25:24Warga desa percaya,
25:26kedua cabang itu adalah Lin Yuan dan Maisha,
25:29penjaga cinta sejati yang menggantikan Liang Shu Er
25:32untuk menjaga keseimbangan dunia.
25:33Dan semenjak hari itu,
25:35setiap kali sepasang kekasih menikah
25:37di bawah pohon Sakura putih itu,
25:40lonceng kuil berdentang bukan untuk mengusir roh,
25:43tapi untuk memberkati mereka.
25:46Cinta sejati tidak menuntut kepemilikan.
25:50Ia hanya butuh keberanian untuk bertahan,
25:53bahkan ketika dunia mengutuknya.
25:55Begitulah,
25:56legenda desa Linghua pun berubah selamanya,
25:59dari kisah tentang kutukan menjadi kisah tentang penebusan.
26:02Dan di antara kabut pagi yang menyelimuti lembah,
26:06suara lonceng kuil kembali bergema.
26:08Lembut, damai, penuh makna.
Be the first to comment
Add your comment

Recommended