Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Rp40 triliun dari total Rp60 triliun dana desa per tahun dipakai mencicil biaya pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Dana desa dari Rp60 triliun, sekitar Rp40 triliun untuk nyicil Koperasi Merah Putih 6 tahun ke depan," kata Purbaya dalam Media Briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).

Selain itu, Purbaya akan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih karena tidak lagi berlaku setelah Inpres 17 2025 diterbitkan.

Video editor: Aqshal

#purbaya #menkeu #kopdes

Baca Juga Target Menkeu Purbaya untuk Ekonomi Indonesia di 2026: Bisa Tumbuh 6 Persen di https://www.kompas.tv/nasional/631030/target-menkeu-purbaya-untuk-ekonomi-indonesia-di-2026-bisa-tumbuh-6-persen



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/631054/menkeu-purbaya-ungkap-rp40-triliun-dana-desa-dipakai-bangun-kopdes-merah-putih
Transkrip
00:00Dana desa emang PMK itu gak berlaku, dicabut kalau gak salah ya, direvisi ya.
00:13Tapi yang jelas dana desanya dari 60 sekitar 40 untuk nyicil kooperasi Ngarah Putih 6 tahun ke depan.
00:22Jadi selama 40-40 sampai 6 tahun untuk membayar hutang yang 240 triliun yang dipakai untuk membangun 80 ribu kooperasi merah putih.
00:33Jadi seperti itu.
00:34Tapi implementasi nanti di Menteri Kooperasi ya?
00:42Menteri Kooperasi Pak Maman ya?
00:43Dana desa.
00:45Bukan itu, yang implementasi Menteri itu sama Dana Antara nanti.
00:58Himbara.
00:59Himbara, sorry.
01:00Dana Antara kan Himbara bawahnya.
01:02Jadi agernasinya pinjem ke Himbara, nanti setiap tahun kita cekil 40 triliun selama 6 tahun ke depan dari dana desa.
01:13Itu masih ada sisanya sedikit dalam desa.
01:17Oke tadi yang kedua, Pak.
01:23Nanti kita pelajarin yang itu.
01:30Saya gak ngerti itu apa sih?
01:40Percayaan dari investor siap yang bikin index-nya?
01:43Itu data dari mana?
01:52Anda yang berbele-bele jangan ngarang index, loh gak ada index-nya kan?
01:56Jadi gini, memang orang sedang melihat bagaimana KMNQ yang baru ini mengelola APBN-nya.
02:05Mereka kasih bertaruh lewat 3% apa enggak?
02:07Ekspansinya besar apa enggak?
02:10Saya pastikan di sini bahwa kita gak akan melanggar batas 3% deposit to GDP.
02:17Kita akan jaga semaksimal mungkin itu.
02:19Sehingga debt-nya kencang-kencang amat.
02:21Mungkin mereka ngelihat gini.
02:24Saya taruh uang 200 triliun.
02:25Wah, ekspansi tuh.
02:26Terusnya yang lainnya masih ada, ada MBG di sini masih ada.
02:32Yang sebagian orang yang salah ngerti adalah,
02:35200 triliun yang saya taruh itu, saya gak belanja.
02:39Saya cuma taruh uangnya di bank, dan uang itu masih punya saya.
02:42Tidak mempengaruhi anggaran sama sekali itu.
02:45Tidak mempengaruhi defisit.
02:46Jadi, saya belum even ekspansi nih.
02:49Masih pakai uang yang ada,
02:51cuman saya manage cash-nya dengan lebih baik.
02:55Dengan sedemikian rupa,
02:58sehingga cash yang ada tanpa memperbesar defisit,
03:03bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
03:05Kalau kita lihat kan ekonomi sudah mulai membaikkan sekarang.
03:09Retail sales naik kencang.
03:11PMI naik kencang.
03:13HSG naik.
03:14Hari ini turun kali dikit ya.
03:15Itu gak apa-apa, mereka teragu.
03:18Tapi, ya hanya gitu naik-naik begini.
03:20Karena kalau turun terus, naik terus,
03:22broker rugi.
03:23Turun terus rugi, flat juga rugi.
03:25Yang bagus begini.
03:26Kalau gak begini, mereka akan buat begini.
03:28Dengan menyebut, mengeluarkan berita yang beda-beda.
03:32Tapi yang jelas, gini akan naik terus ke atas.
03:34Karena fondasi ekonominya membaik terus ke depan.
03:36Jadi, ekonomi akan terus membaik.
03:40Seti bulan keempat, akan 5,5 lebih.
03:435,6, 5,7 saya bilang tadi.
03:45Tahun depan mungkin kita akan arahkan pertumbuhan ekonomi ke arah 6%.
03:50Jadi, fondasi seperti itu harusnya memberi keyakinan ke investor bahwa
03:54jangan wait and see lagi.
03:57Kalau wait and see, ketinggalan loh.
03:59Kedepan, tahun berikutnya juga akan kita dorong lebih cepat lagi.
04:02Akan lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat.
04:03Tanpa mengganggu fiscal sustainability.
04:08Jadi, kehatian-kehatian fisikanya kita jaga terus.
04:12Caranya gimana?
04:13Saya tadi jaga market domestik, sehingga produksi domestik bisa berproduksi dengan baik.
04:18Kita tutup barang-barang selundupan, jangan masuk dari segala sisi ya.
04:23Dari pakaian bekas, pakaian baru, yang gelundup ya.
04:26Barang-barang baja, nanti kita akan masuk ke baja tuh.
04:29Apalagi, sepatu.
04:32Nanti kita kerjasama dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri supaya mereka bisa berproduksi.
04:36Jadi, abis itu kita dengan tim di bottlenecking tadi, yang di kantor Menko itu,
04:42Satgas itu, kita hilangkan seluruh hambatan-hambatan di dunia bisnis secara bertahap.
04:50Jadi, ke depan ekonomi akan lebih bagus, lebih bagus, lebih bagus.
04:53Kalau Anda pemain saham, jangan lupa invest sekarang, nanti ketinggalan.
04:58Sekian lagi.
05:03Siang, terima kasih Pak kesempatannya.
05:05Grace dari Bloomberg News, Pak.
05:06Pertanyaan pertama, boleh Pak konfirmasi apakah benar KMNQ berencana untuk menerbitkan Panda Bonds
05:12mulai tahun depan, yaitu bond dalam denominasi Chinese Yuan Onshore ya Pak Renmin Pi.
05:17Pertimbangannya apa ya Pak?
05:18Apakah memang diversifikasi atau memang ada kebutuhan pembiayaan dalam mata uang Renmin Pi
05:24di dalam negeri yang juga semakin besar sehingga perlu di-expand bond, global bond ke mata uang Chinese tersebut?
05:31Apakah juga dalam rangka dedolarisasi mungkin Pak?
05:35Kedua Pak, kemarin kan Bapak bertemu dengan tim IMF.
05:39Ada yang bisa di-share nggak Pak? Apa yang Bapak share dengan tim IMF?
05:42Apa update apa atau mengenai ekonomi Indonesia?
05:46Atau juga mungkin yang ditanyakan atau yang disampaikan ke Bapak dari IMF mungkin pesan-pesan dari investor global.
05:53Terima kasih Pak.
05:54Panda Bonds saya baru dengar malah. Anda lebih dulu dari saya tahunya.
05:58Ada orang dalam Anda? Ada orang dalam ya?
06:01Nggak gini, saya belum dengar itu akan diterbitkan tahun depan.
06:04Belum, tapi mungkin itu selalu ada.
06:07Tapi kalau untuk menghandle tadi mismatch atau mengurangi ketergangan terhadap dolar ketika kita beli barang dari Cina,
06:16kan sudah ada bilateral agreement antara LTC, antara Indonesia dengan Cina,
06:25Rekal Kerenja Settlement kan, antara Indonesia dengan Cina sudah ada, jadi sudah bisa dijalankan.
06:31Itu sampai 30 miliar dolar itu limpetnya setahu saya, jadi masih cukup luas untuk mengurangi ketergangan kita terhadap dolar kalau mau.
06:42Yang dengan IMF saya ngomong apa ya? Saya ngomong kayak gini kok, seperti ini, sama apa yang tadi di ekonomi,
06:49ekonomi sudah membaik karena langkah-langkah kebijakan fiskal yang pas pada waktu itu sehingga uang yang dipakai bisa mendorong ekonomi dengan bagus.
07:01Saya tunjukkan juga consumer confidence sudah bagus, saya tunjukkan juga kepercayaan masyarakat kepemilitan sudah bagus
07:09karena fundamental kita sudah bagus, sambil kita tetap menjaga fiskal prudensi, saya enggak akan mengelewatin yang 3% tadi.
07:18Sepertinya mereka cukup puas, sepertinya.
07:23Anda mau kritik apa?
07:24Saya Radis Apu
07:35Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV dan media streaming lainnya.
07:42Kompas TV, independen, terpercaya.
07:45Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan