00:00Dana desa emang PMK itu gak berlaku, dicabut kalau gak salah ya, direvisi ya.
00:13Tapi yang jelas dana desanya dari 60 sekitar 40 untuk nyicil kooperasi Ngarah Putih 6 tahun ke depan.
00:22Jadi selama 40-40 sampai 6 tahun untuk membayar hutang yang 240 triliun yang dipakai untuk membangun 80 ribu kooperasi merah putih.
00:33Jadi seperti itu.
00:34Tapi implementasi nanti di Menteri Kooperasi ya?
00:42Menteri Kooperasi Pak Maman ya?
00:43Dana desa.
00:45Bukan itu, yang implementasi Menteri itu sama Dana Antara nanti.
00:58Himbara.
00:59Himbara, sorry.
01:00Dana Antara kan Himbara bawahnya.
01:02Jadi agernasinya pinjem ke Himbara, nanti setiap tahun kita cekil 40 triliun selama 6 tahun ke depan dari dana desa.
01:13Itu masih ada sisanya sedikit dalam desa.
01:17Oke tadi yang kedua, Pak.
01:23Nanti kita pelajarin yang itu.
01:30Saya gak ngerti itu apa sih?
01:40Percayaan dari investor siap yang bikin index-nya?
01:43Itu data dari mana?
01:52Anda yang berbele-bele jangan ngarang index, loh gak ada index-nya kan?
01:56Jadi gini, memang orang sedang melihat bagaimana KMNQ yang baru ini mengelola APBN-nya.
02:05Mereka kasih bertaruh lewat 3% apa enggak?
02:07Ekspansinya besar apa enggak?
02:10Saya pastikan di sini bahwa kita gak akan melanggar batas 3% deposit to GDP.
02:17Kita akan jaga semaksimal mungkin itu.
02:19Sehingga debt-nya kencang-kencang amat.
02:21Mungkin mereka ngelihat gini.
02:24Saya taruh uang 200 triliun.
02:25Wah, ekspansi tuh.
02:26Terusnya yang lainnya masih ada, ada MBG di sini masih ada.
02:32Yang sebagian orang yang salah ngerti adalah,
02:35200 triliun yang saya taruh itu, saya gak belanja.
02:39Saya cuma taruh uangnya di bank, dan uang itu masih punya saya.
02:42Tidak mempengaruhi anggaran sama sekali itu.
02:45Tidak mempengaruhi defisit.
02:46Jadi, saya belum even ekspansi nih.
02:49Masih pakai uang yang ada,
02:51cuman saya manage cash-nya dengan lebih baik.
02:55Dengan sedemikian rupa,
02:58sehingga cash yang ada tanpa memperbesar defisit,
03:03bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
03:05Kalau kita lihat kan ekonomi sudah mulai membaikkan sekarang.
03:09Retail sales naik kencang.
03:11PMI naik kencang.
03:13HSG naik.
03:14Hari ini turun kali dikit ya.
03:15Itu gak apa-apa, mereka teragu.
03:18Tapi, ya hanya gitu naik-naik begini.
03:20Karena kalau turun terus, naik terus,
03:22broker rugi.
03:23Turun terus rugi, flat juga rugi.
03:25Yang bagus begini.
03:26Kalau gak begini, mereka akan buat begini.
03:28Dengan menyebut, mengeluarkan berita yang beda-beda.
03:32Tapi yang jelas, gini akan naik terus ke atas.
03:34Karena fondasi ekonominya membaik terus ke depan.
03:36Jadi, ekonomi akan terus membaik.
03:40Seti bulan keempat, akan 5,5 lebih.
03:435,6, 5,7 saya bilang tadi.
03:45Tahun depan mungkin kita akan arahkan pertumbuhan ekonomi ke arah 6%.
03:50Jadi, fondasi seperti itu harusnya memberi keyakinan ke investor bahwa
03:54jangan wait and see lagi.
03:57Kalau wait and see, ketinggalan loh.
03:59Kedepan, tahun berikutnya juga akan kita dorong lebih cepat lagi.
04:02Akan lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat.
04:03Tanpa mengganggu fiscal sustainability.
04:08Jadi, kehatian-kehatian fisikanya kita jaga terus.
04:12Caranya gimana?
04:13Saya tadi jaga market domestik, sehingga produksi domestik bisa berproduksi dengan baik.
04:18Kita tutup barang-barang selundupan, jangan masuk dari segala sisi ya.
04:23Dari pakaian bekas, pakaian baru, yang gelundup ya.
04:26Barang-barang baja, nanti kita akan masuk ke baja tuh.
04:29Apalagi, sepatu.
04:32Nanti kita kerjasama dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri supaya mereka bisa berproduksi.
04:36Jadi, abis itu kita dengan tim di bottlenecking tadi, yang di kantor Menko itu,
04:42Satgas itu, kita hilangkan seluruh hambatan-hambatan di dunia bisnis secara bertahap.
04:50Jadi, ke depan ekonomi akan lebih bagus, lebih bagus, lebih bagus.
04:53Kalau Anda pemain saham, jangan lupa invest sekarang, nanti ketinggalan.
04:58Sekian lagi.
05:03Siang, terima kasih Pak kesempatannya.
05:05Grace dari Bloomberg News, Pak.
05:06Pertanyaan pertama, boleh Pak konfirmasi apakah benar KMNQ berencana untuk menerbitkan Panda Bonds
05:12mulai tahun depan, yaitu bond dalam denominasi Chinese Yuan Onshore ya Pak Renmin Pi.
05:17Pertimbangannya apa ya Pak?
05:18Apakah memang diversifikasi atau memang ada kebutuhan pembiayaan dalam mata uang Renmin Pi
05:24di dalam negeri yang juga semakin besar sehingga perlu di-expand bond, global bond ke mata uang Chinese tersebut?
05:31Apakah juga dalam rangka dedolarisasi mungkin Pak?
05:35Kedua Pak, kemarin kan Bapak bertemu dengan tim IMF.
05:39Ada yang bisa di-share nggak Pak? Apa yang Bapak share dengan tim IMF?
05:42Apa update apa atau mengenai ekonomi Indonesia?
05:46Atau juga mungkin yang ditanyakan atau yang disampaikan ke Bapak dari IMF mungkin pesan-pesan dari investor global.
05:53Terima kasih Pak.
05:54Panda Bonds saya baru dengar malah. Anda lebih dulu dari saya tahunya.
05:58Ada orang dalam Anda? Ada orang dalam ya?
06:01Nggak gini, saya belum dengar itu akan diterbitkan tahun depan.
06:04Belum, tapi mungkin itu selalu ada.
06:07Tapi kalau untuk menghandle tadi mismatch atau mengurangi ketergangan terhadap dolar ketika kita beli barang dari Cina,
06:16kan sudah ada bilateral agreement antara LTC, antara Indonesia dengan Cina,
06:25Rekal Kerenja Settlement kan, antara Indonesia dengan Cina sudah ada, jadi sudah bisa dijalankan.
06:31Itu sampai 30 miliar dolar itu limpetnya setahu saya, jadi masih cukup luas untuk mengurangi ketergangan kita terhadap dolar kalau mau.
06:42Yang dengan IMF saya ngomong apa ya? Saya ngomong kayak gini kok, seperti ini, sama apa yang tadi di ekonomi,
06:49ekonomi sudah membaik karena langkah-langkah kebijakan fiskal yang pas pada waktu itu sehingga uang yang dipakai bisa mendorong ekonomi dengan bagus.
07:01Saya tunjukkan juga consumer confidence sudah bagus, saya tunjukkan juga kepercayaan masyarakat kepemilitan sudah bagus
07:09karena fundamental kita sudah bagus, sambil kita tetap menjaga fiskal prudensi, saya enggak akan mengelewatin yang 3% tadi.
07:18Sepertinya mereka cukup puas, sepertinya.
07:23Anda mau kritik apa?
07:24Saya Radis Apu
07:35Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV dan media streaming lainnya.
07:42Kompas TV, independen, terpercaya.
07:45Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar