00:00Anda menyaksikan Kompas Bisnis Saudara bersama saya Putri Oktaviani.
00:04Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki ekonomi digital berkembang secara signifikan.
00:11Dalam rangka mendukung target pengembangan ekonomi digital,
00:14Bank Indonesia kembali menyelenggarakan festival ekonomi dan keuangan digital
00:18yang bersinergi dengan Indonesia Fintech Summit dan Expo.
00:23Lalu apa saja sebetulnya upaya dan kebijakan Bank Indonesia
00:26untuk berkontribusi dalam ekonomi digital Indonesia terhadap PDB.
00:31Kita akan bahas bersama dengan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia,
00:35Ibu Fitriya Irmitriswati.
00:37Ibu Fitriya, selamat pagi.
00:39Selamat pagi Mbak Uta, terima kasih kesendangannya, sehat Alhamdulillah.
00:43Alhamdulillah, luar biasa, Fekdi, ramai sekali hari ini Ibu?
00:47Ini hari pertama ya?
00:48Hari pertama, dari tiga hari.
00:50Dari tiga hari.
00:50Alhamdulillah ramai.
00:51Ibu Fitriya, kita bicara soal bagaimana sinergi kebijakan dan perkembangan ekonomi dan keuangan digital.
00:58Jadi mungkin dijelaskan dulu, soal asesmen Bank Indonesia terkait dengan pengembangan dan tantangan ekonomi
01:04dan juga keuangan digital saat ini termasuk kontribusinya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi saat ini.
01:09Silahkan Ibu Fitriya.
01:10Baik, terima kasih Mbak Uta.
01:11Jadi kalau kita lihat perkembangan pada saat inilah ya, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di global,
01:17di dunia global, yang namanya digitalisasi itu adalah keniscayaan, ya kan?
01:21Dia itu adalah gaya hidup baru, gitu ya.
01:24Istilahnya saat ini kita ketinggalan dompet, nggak masalah, tapi ketinggalan handphone panik, ya nggak?
01:30Karena semua ada di genggaman tangan kita, gitu ya.
01:34Nah, ekonomi keuangan digital Indonesia saat ini berkembang sangat pesat
01:38dan sudah mencapai 12,99 miliar transaksi pada saat ini untuk di triwulan terakhir.
01:45Nah, ini juga termasuk penggunaan Chris yang kalau Mbak Uta tentunya sangat familiar dengan penggunaan Chris.
01:52Chris adalah ya inovasi digital kebanggaan Indonesia, gitu ya.
01:57Kami itu mentargetkan Chris itu pada tahun ini punya 40 juta merchant,
02:04lalu kemudian 58 juta pengguna, dan 6,5 miliar transaksi di akhir tahun ini.
02:10Dan insya Allah pada posisi saat ini itu semua sudah terlewati.
02:14Sehingga kita boleh dibilang sudah bisa mencapai target.
02:18Nah, itu adalah salah satu kontribusilah ya digitalisasi yang dikembangkan oleh Bank Indonesia
02:24yang saat ini dapat dinikmati oleh masyarakat ini.
02:27Oke, semakin mudah kayaknya sekarang apa-apa orang-orang kalau bayar Chris-Chris-Chris ya?
02:30Iya, harus pakai Chris.
02:32Sekarang pakai Chris.
02:33Nah, kemudian Bu, bagaimana dukungan kebijakan Bank Indonesia
02:36untuk memperkuat dan juga mendorong ekonomi keuangan digital di Indonesia khususnya?
02:40Baik, jadi kalau Mbak Uta ingat mungkin Bank Indonesia sudah meluncurkan
02:45yang namanya Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 pada saat ini
02:50yang merupakan pengembangan atau penguatan dari Blueprint yang tahun 2025
02:55yang sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2019 sebetulnya.
02:59Jadi, setiap lima tahun sekali.
03:01Nah, di dalam Blueprint tersebut ada lima visi yang masih terus kita lanjutkan.
03:06Namun, untuk penguatan di 2030 ini kita fokus pada yang namanya 4IRD.
03:11Jadi, yang pertama adalah infrastruktur.
03:14Jadi, kita mengembangkan infrastruktur di SP Retail, kemudian sistem pembayaran retail ya,
03:21kemudian sistem pembayaran wholesale yang nilai besar dan juga sistem untuk datanya.
03:26Untuk datanya itu infrastrukturnya juga kita kembangkan.
03:29Nah, kemudian berikutnya adalah industri.
03:32Jadi, kita mengupayakan konsolidasi industri agar industri itu lebih kuat dan lebih siap
03:39untuk inovasi ke depannya.
03:41Nah, nomor tiga adalah inovasi.
03:44Jadi, kita terus memperluas akseptasi digitalisasi di masyarakat
03:48sambil kita terus mengembangkan inovasi.
03:51Dan kemudian jangan lupa, Chris termasuk di dalamnya tentunya inovasi.
03:55Kita kembangkan terus fitur-fiturnya.
03:57Dan kemudian yang keempat adalah internasional.
04:01Nah, internasional itu di mana kita berusaha punya cross-border payment
04:06untuk mendukung kemudahan bertransaksi dengan luar negeri tentunya.
04:11Kan Mbak Okta tahu kan bahwa Chris sudah bisa digunakan di beberapa negara pada saat ini.
04:17Chris Thailand, Singapura, dan Malaysia.
04:21Lalu kemudian Jepang juga sudah one leg, tapi nanti di leg berikutnya tahun depan kita bisa susul.
04:29Lalu kemudian juga beberapa sandboxing dengan negara lain kita lakukan.
04:33Dan yang terakhir adalah rupiah digital.
04:34Saat ini kita sedang kembangkan terus kita sudah lewat white paper, sekarang juga proof of concept.
04:40Jadi sekarang kita minta pendapat ke industri dan juga masyarakat untuk pengembangan rupiah digital.
04:46Jadi kita fokusnya saat ini di blueprint tersebut adalah 4 IRD tersebut.
04:504 IRD ini pertama menjadi strategi Bank Indonesia ya Bu ya tentunya untuk semakin mengembangkan ekonomi digital di Indonesia.
04:56Nah, selain tentunya ada kebijakan internal di Bank Indonesia, Bu Fitri ya gimana sinergi kebijakan
05:01dan juga program dengan otoritas, asosiasi, dan juga industri dalam menjawab tantangan ekonomi dan juga keuangan digital
05:07termasuk itu tadi Bu Soal mempercepat transformasi ekonomi keuangan digital di Indonesia.
05:11Baik, nah ini juga bagus sekali karena di mana-mana yang namanya digitalisasi kalau kita kerja sendiri itu kayaknya gak seru gitu ya.
05:19Kalau digitalisasi kerja sendiri kayaknya kita sok digital sendiri tapi gak nyambung sama yang lain gitu kan ya.
05:25Harus sinergi dan harus kolaborasi.
05:27Nah, kita punya banyak sekali beberapa program yang tentunya mendukung program Astacita Pemerintah gitu ya.
05:33Dari beberapa Astacita itu kita dukung dan yang paling penting adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya di aspek sistem pembayaran.
05:43Nah, kami tuh berkolaborasi dengan misalnya di dalam tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
05:51Itu bekerjasama dengan Kemenko Perekonomian dan juga beberapa kementerian lembaga lainnya
05:58di mana Gubernur Bank Indonesia juga menjadi anggota dan ini kita sudah melaksanakan berbagai program untuk daerah itu dapat maju digital mindset-nya.
06:10Nah, ini kita sudah berhasil dari tahun ke tahun meningkatkan tingkat digitalisasi daerah yang target tahun kemarin itu 75% sudah terlampaui.
06:24Lalu, kemudian target yang tahun ini 90% itu juga sudah terlampaui.
06:30Jadi, Alhamdulillah kalau terkait digitalisasi daerah itu sudah maju.
06:34Kemudian, kita juga berkontribusi, bekerjasama untuk digitalisasi Bansos misalnya.
06:39Lalu, kemudian transportasi.
06:41Dari sisi transportasi juga tadi kita sudah melunch yang namanya Chris Tap In Tap Out untuk sektor transportasi.
06:47Sehingga teman-teman berkendara dengan public transportation dapat menjadi lebih mudah.
06:54Dan banyak lagi seperti program Chris Jelajah Indonesia itu juga mengangkat yang namanya budaya Indonesia di daerah.
07:01Sehingga pariwisata di daerah itu semakin maju karena mudah wisatawannya bayar menggunakan Chris.
07:08Oke, harapannya semakin merata penggunaan Chrisnya.
07:11Dan juga tentunya itu tadi ya Bu, ya kayak sekarang kalau nggak buah handphone kemana-mana susah nih.
07:16Soalnya dompetnya ada di handphone.
07:17Nah, Bu, berhubung kita lagi ada di FECD XIFSE 2020.
07:21Nanti saya kayaknya mau ngobrol banyak lagi.
07:23Kita bicara soal FECD dan IFSE, Bu Fitriah.
07:25Tapi kita tidak terus nyenang.
07:26Soalnya, tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
07:28Terima kasih.
07:30Kembali di Kompas Bisnis, Saudara.
07:31Dan saat ini kita akan maju perbincangan bersama dengan Direktur DKSPBI, Bu Fitriah Irmitriswati.
07:37Bu Fitriah, kita sekarang lagi ada di FECD XIFSE 2025.
07:42Acaranya seru banget.
07:43Tadi dari pagi ya, Bu ya berarti ya?
07:44Dari pagi.
07:45Nah, pasti kan ada tujuan dan manfaatnya dong Bu ini tentunya untuk mempercepat transformasi ekonomi keuangan digital Indonesia.
07:52Mungkin boleh dijabarkan, Bu.
07:53Apa sih sebetulnya tujuannya adanya FECD XIFSE?
07:55Terima kasih, Mbak Okta.
07:56Jadi, FECD itu kan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia.
08:00Pada tahun ini kita berkolaborasi bersama dengan IFSE, gelarannya OJK, yaitu Indonesia Fintech Summit dan Expo.
08:08Di mana di dalam kolaborasi ini tentunya kita sepakat untuk melakukan showcase untuk digitalisasi di area ekonomi dan keuangan.
08:19Tentunya, baik dari sisi BI maupun dari OJK.
08:22Jadi, boleh dibilang gelaran tahunan ini merupakan pameran dan juga wadah gitu ya, bagi teman-teman juga semua di industri untuk men-showcasekan inovasi-inovasi digital terkini.
08:34Nah, jadi di area sistem pembayaran oleh Bank Indonesia dan di area keuangan oleh OJK, ini tentunya dimaksudkan untuk perluasan akseptasi digital di masyarakat.
08:44Jadi, masyarakat bisa semakin tahu, bisa semakin punya wawasan gitu ya, bahwa saat ini digitalisasi sudah menyentuh loh.
08:53Misalnya, ke area transportasi, kemudian juga ke apalagi saat ini area kripto juga sesuatu yang sangat diminati gitu ya, untuk dilihat dia sebagai aset, perkembangannya dan sebagainya.
09:04Nah, di Fekdi ini banyak sekali digital experience yang kita dapat tunjukkan kepada publik gitu ya, bahwa digitalisasi itu sudah sampai seberapa.
09:16Dan juga banyak sekali talk show dan juga diskusi-diskusi yang juga bagus sekali untuk dilihat dan juga istilahnya banyak booth yang bisa disamperin lah ya,
09:28untuk dicek gitu misalnya, oh kalau umpamanya saya mau tanya tentang perlindungan konsumen gitu misalnya, apakah yang nomor seperti ini bisa dicek nggak, fraud atau tidak gitu.
09:41Nah, itu bisa datang ke sini, bisa lihat inovasi-inovasi terkininya.
09:45Jadi, apa saja semua yang dapat meningkatkan akseptasi dan juga kebermanfaatan bagi masyarakat.
09:52Oke, termasuk bisa jajan-jajan nih Bu ya?
09:54Bisa banget.
09:54Tapi jangan lupa jajannya pakai kris dong bayarnya.
09:56Harus selalu pakai kris, di sini nggak ada yang nggak pakai kris.
09:58Nggak ada yang nggak pakai kris.
10:00Semua harus digital.
10:01Semua harus digital.
10:02Nah, Bu Fitriah menarik nih, berarti kan tadi kalau Bu Fitriah sempat mention soal ini sudah diselenggarakan tiap tahun Fekdi ini.
10:08Apa sih yang baru Bu di tahun 2025 ini?
10:09Nah, jadi setiap gelaran Fekdi setiap tahunnya selalu ada yang baru.
10:14Jadi kebaruan itu selalu kita cari.
10:16Dan tentunya karena kita memang komit untuk menampilkan inovasi-inovasi terbaru,
10:22pengembangan-pengembangan fitur yang sudah ada.
10:24Nah, untuk Fekdi dan IFSE pada tahun ini,
10:27tadi pagi kita sudah melunch yang namanya kris tap-in tap-out di area transportasi.
10:34Tadi saya sudah bilang.
10:35Jadi kalau mungkin Mbak Okta ingat di 14 Maret yang lalu tahun ini, di 2025,
10:40kita sudah meluncurkan kris tap-in jadi yang single price untuk beberapa moda transportasi termasuk DMRT.
10:48Nah, tapi baru satu harga nih.
10:50Baru dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, 14.000 rupiah dan sebaliknya.
10:55Nah, yang baru kita luncurkan ini, kita sudah bisa menggunakan kris tap,
11:00yaitu tap-in tap-out dengan multiple price.
11:03Jadi Mbak Okta bisa naik di Bundaran HI,
11:06turunnya bisa di Blok M, bisa di ASEAN,
11:08sesuai dengan tarifnya masing-masing.
11:11Jadi sudah bisa terbaca tuh.
11:12Nah, ada 15 PJP pada saat ini yang ikut sebagai first mover
11:17dan juga sehingga kris tap-in tap-out ini dapat digunakan di 5 moda transportasi,
11:24baik itu di Jakarta dan juga ada di area Jabodebek.
11:28Itu satu.
11:29Lalu kemudian yang kedua juga kebaruan lainnya,
11:31kita juga tadi melunch inisiasi sandbox untuk kris antar negara dengan Korea Selatan.
11:37Jadi sebentar lagi setelah periode sandbox sudah selesai,
11:41kris kita bisa dipakai di Korea Selatan dan juga Korea Selatan sebaliknya juga bisa pakai di sini.
11:47Jadi kalau mau jalan-jalan boleh.
11:49Nah, terus kemudian juga ada gelaran hackathon.
11:53Gelaran hackathon ini juga yang kedua,
11:55dan pada saat ini juga kita kolaborasi juga dengan OJK
11:58untuk penyelenggaraan hackathon 2025 ini,
12:01di mana sudah ada banyak sekali submission yang masuk
12:07dan kita juga sudah memilih finalis yang pada hari ketiga nanti akan diumumkan.
12:12Nah, kebaruannya adalah ada business matchingnya.
12:15Jadi kita sudah dari awal sudah memikirkan calon-calon off-taker potensial
12:21untuk masing-masing finalis.
12:23Jadi mereka di gelaran FECD ini mereka juga bisa datang dan bertanya langsung
12:30termasuk misalnya bisnis model dan sebagainya.
12:33Jadi sangat menguntungkan lah.
12:34Sangat menguntungkan dan nggak boleh dilewatin ya Bu ya?
12:36Nggak boleh dilewatin.
12:36Nah, kalau nggak boleh dilewatin berarti kalau misalnya masyarakat mau partisipasi,
12:39mau datang langsung ke IBN FECD XIFC 2025 ini,
12:42ini gimana nih bicara?
12:43Gampang sekali, tinggal hadir saja.
12:45Tinggal hadir saja, istilahnya walk-in saja gitu ya.
12:49Tentunya teman-teman harus registrasi gitu ya,
12:52karena akan ada banyak untungan gitu lah untuk apa namanya berada di area FECD ini.
12:58Dan juga teman-teman jangan lupa cek kegiatan-kegiatan,
13:02itu bisa di Instagram at FECD Official, itu juga bisa di cek.
13:06Jadi teman-teman bisa langsung target,
13:08oh saya mau lihat di mini stage yang ini gitu misalnya,
13:12pembicaraan tentang kripto.
13:13Nah, itu bisa datang di jam berapa?
13:15Jadi silahkan datang beramai-ramai dan juga sukseskan FECD dan IFC 2025.
13:21Oke, tempatnya di mana Bu?
13:22Tempatnya di JCC.
13:23JCC Senaya, di tengah ya Bu ya?
13:25Jangan sampai nggak datang berarti?
13:26Di tengah, jangan sampai nggak datang.
13:27Rugi, nunggu tahun depan.
13:30Oke, dan ini bisa didatangin dari tanggal 30 Oktober sampai 1 Oktober 2025.
13:35Betul, sampai 1 Oktober, 3 hari.
13:373 hari.
13:38Oke, terima kasih Direktur DKS PBI, Bu Fitriah Irmitriswati,
13:41sudah bersama di Kompas Bisnis.
13:43Ibu, sukses buat penyelenggaraan dari FECD, IFC 2025 ini semoga bisa memperkaya lagi
13:49dan juga mendukung pertemuan ekonomi lewat ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.
13:52Terima kasih, Bu Fitriah.
13:53Terima kasih banyak.
13:54Salam digital.
13:55Salam digital.
13:56Nah, saudara, usai juga kami akan kembali,
13:59tapi tetap bersama kami di Sampai Indonesia Pagi.