00:00PEMPROF Jabar
00:30PEMPROF Jabar
01:00Sudah selesai mendapat kejelasan dari Bank Indonesia.
01:03Bank Indonesia ini adalah Bank Sentral, jadi jangan sampai ada pertanyaan atau ada pernyataan,
01:10Kang Deddy datangnya ke Bank Sentral, bukan Bank Indonesia.
01:13Ujarnya dikutip Kamis 23 Oktober tahun 2025, KDM menjelaskan,
01:19dana yang disebut itu sebenarnya telah tercatat dalam laporan Keuangan per 30 September-Tember.
01:27Yang ada adalah pelaporan keuangan di tanggal The 30th of September.
01:33Ada dana yang tersimpan di kas daerah berbentuk giro sebesar 3,8 triliun rupiah.
01:38Jelasnya, ia menegaskan, dana tersebut bukan dana mengendap,
01:44melainkan sudah dialokasikan untuk berbagai keperluan.
01:48Jadi, uang yang diendapkan itu tidak ada,
01:51karena uang yang 3,8 triliun rupiah ini,
01:55hari ini sudah dipakai untuk bayar proyek,
01:58gaji pegawai,
01:59belanja perjalanan dinas,
02:01belanja,
02:02bayar listrik,
02:03belanja bayar air.
02:04Tegasnya, sebelumnya,
02:07Menteri Keuangan Purbaya Yudit Sadewa menyebut kemungkinan Pemprov Jabar
02:11menyimpan dana besar di bank,
02:13pernyataan itu sempat menimbulkan
02:15perdebatan antara Purbaya dan Gubernur Jawa Barat tersebut.
02:20Bahkan,
02:21Sekda Jawa Barat,
02:23Herman Suryatman,
02:24menyatakan,
02:24siap mundur jika benar dana 4,1 triliun rupiah.
02:29Itu mengendap diperbankan.
02:32Dalam video yang diunggah di Instagram,
02:33KDM sempat menanyakan langsung
02:36kepada Herman
02:37soal dana tersebut.
02:39Ia juga berkelakar
02:40bahwa rencana membuka
02:43lowongan sekda
02:44baru batal dilakukan.
02:46Jadi, saya merasa nggak enak nih.
02:48Soalnya,
02:50tadinya
02:50mau ada lowongan sekda,
02:52sekarang
02:53tidak ada.
02:55Jadi,
02:55ada nggak
02:56duit 4,1 triliun rupiah tersimpan?
02:59Tidak ada.
03:00Ujar KDM
03:01sambil tertawa.
03:02Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
03:05polemik
03:05mengenai dana
03:064,1 triliun rupiah
03:08milik pemerintah.
03:10Provinsi Jawa Barat
03:11akhirnya terjawab.
03:13Gubernur Jawa Barat,
03:14Deddy Mulyadi,
03:16memastikan tidak ada
03:17dana yang disimpan
03:18dalam bentuk deposito.
03:20Sebagaimana?
03:21Disinggung oleh
03:22Menteri Keuangan RI,
03:24Purbaya,
03:25Yudi,
03:25Sadewa.
03:26Purbaya sebelumnya menyebut
03:28bahwa
03:29Pemprov Jabar
03:30menyimpan deposito
03:31sebesar
03:324,17 triliun rupiah.
03:35Selain Jabar,
03:36ia juga menyinggung
03:37Pemprov DKI Jakarta
03:38dengan simpanan deposito
03:4014,683 triliun rupiah
03:43dan
03:44Pemprov Jawa Timur
03:456,8 triliun rupiah.
03:50Menurut Purbaya,
03:52data tersebut berasal
03:53dari Bank Indonesia BI
03:55yang menunjukkan
03:56dana mengendap
03:57di rekening kas.
03:58Daerah mencapai
03:59Rp 23,3 triliun.
04:04Dana tersebut
04:06terdiri dari
04:07simpanan pemerintah
04:08Kabupaten Rp
04:0913,4,2 triliun.
04:13Pemerintah Provinsi
04:1460,2 triliun rupiah
04:16dan Pemerintah Kota
04:1839,5 triliun rupiah.
04:25Menanggapi hal itu,
04:26Deddy Mulyadi bersama
04:28Sekretaris Daerah Sekda
04:29Jawa Barat,
04:31Herman Suryatman,
04:32langsung mendatangi
04:33kantor Bank Indonesia BI
04:35untuk meminta
04:36klarifikasi terkait
04:37kejelasan dana tersebut.
04:42Hasilnya,
04:43pihak BAI menegaskan
04:44tidak ada
04:45dana sebesar
04:46Rp 4,1 triliun rupiah
04:48sebagaimana
04:49diberitakan
04:50sebelumnya.
04:55Ini,
04:56kita sudah selesai
04:57mendapat kejelasan
04:58dari
04:59Bank Indonesia.
05:01Bank Indonesia ini
05:02adalah
05:02Bank Sentral.
05:04Jadi,
05:04jangan sampai
05:05ada
05:06pertanyaan
05:07atau ada
05:08pernyataan
05:08Kang Deddy
05:10datangnya ke
05:10Bank Sentral.
05:11Bukan Bank Indonesia.
05:13Jelasnya,
05:13melalui akun
05:14Instagram resminya.
05:18pernyataan ini
05:21disampaikan
05:21untuk menegaskan
05:22bahwa komunikasi
05:24antara platform
05:25dan nasabah
05:25masih berjalan
05:26meski kasus tengah
05:27diselidiki.
05:32Yang ada
05:33adalah
05:34pelaporan keuangan
05:35di tanggal
05:3630 September
05:37Tember.
05:37Ada dana
05:38yang tersimpan
05:39di kas daerah
05:39berbentuk giro
05:40sebesar
05:41Rp 3,8 triliun
05:42rupiah,
05:44kata Deddy.
05:48sisanya
05:50dalam bentuk
05:50deposito blood
05:51di luar kas.
05:53Daerah yang menjadi
05:53kewenangannya
05:54masing-masing.
05:55Blood
05:55sambungnya.
06:01Deddy juga
06:01menegaskan
06:02bahwa dana tersebut
06:04telah dialokasikan
06:05untuk berbagai
06:06kebutuhan.
06:07Mulai dari
06:07pembayaran proyek,
06:09gaji pegawai,
06:10belanja perjalanan,
06:12dinas,
06:13hingga operasional
06:14pegawai outsourcing.
06:18Jadi,
06:21uang yang diendapkan
06:22itu tidak ada
06:22karena uang
06:24yang Rp 3,8 triliun
06:26ini hari ini
06:27sudah dipakai
06:28untuk bayar proyek,
06:29gaji pegawai,
06:31belanja perjalanan
06:32dinas,
06:33belanja bayar,
06:34listrik,
06:35belanja bayar air,
06:37tegasnya.
06:41Sebelumnya,
06:43perdebatan terjadi
06:44antara Deddy Mulyadi
06:45dan Menteri Keuangan
06:46Purbaya Yudhi Sadewa
06:47mengenai
06:48dana 4,1 triliun
06:50rupiah tersebut.
06:55Bahkan,
06:56Sekda Jawa Barat
06:57Herman Suryatman
06:58sempat menyatakan
07:00siap mundur.
07:01Jika benar,
07:02dana itu
07:02mengendap
07:03di perbankan.
07:08Ia sempat bergurau
07:09bahwa rencananya
07:09membuka
07:10lowongan
07:11Sekretaris Daerah
07:12Sekda Baru
07:13yang saat ini
07:15di Jabat
07:16Herman Suryatman
07:17batal
07:18dilaksanakan.
07:22Herman sebelumnya
07:24menyatakan
07:24siap mundur
07:25jika terbukti
07:27berbohong
07:27soal
07:28dana
07:28Pemprov Jabar.
07:29Jadi,
07:33saya merasa
07:35nggak enak nih
07:36soalnya
07:36tadinya
07:38mau ada
07:39lowongan
07:39Sekda,
07:40sekarang
07:41tidak ada.
07:42Jadi,
07:43ada nggak
07:43duit
07:444,1 triliun
07:45rupiah
07:46tersimpan?
07:47Tidak ada.
07:48Ujar KDM
07:49kepada Herman
07:50yang duduk
07:51di sampingnya.
07:52Tidak ada.
07:52Tidak ada.
07:53Tidak ada.
07:55Terima kasih.
Komentar