Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung menyerahkan uang hasil sitaan dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit senilai Rp13 triliun kepada pemerintah.

Uang tersebut dikumpulkan dari tiga terdakwa korporasi, yaitu Wilmar Group, PT Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group.

Penyerahan uang sitaan dilakukan secara simbolis di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Senin (20/10/2025) siang, dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Kejaksaan Agung menyerahkan Rp2,4 triliun dari total Rp13,2 triliun yang telah disita.

Uang sitaan ini berasal dari hasil tindak pidana korupsi ekspor CPO dan produk turunannya pada periode 20212022.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kejaksaan Agung dalam mengembalikan kerugian negara serta menegakkan hukum terhadap tindak pidana korupsi di sektor komoditas strategis nasional.

Baca Juga Tajam! Sorotan Nasib Kelas Menengah, Swasembada Pangan, dan Iklim Investasi 1 Tahun Prabowo-Gibran di https://www.kompas.tv/nasional/624269/tajam-sorotan-nasib-kelas-menengah-swasembada-pangan-dan-iklim-investasi-1-tahun-prabowo-gibran

#kejagung #prabowo #korupsi #cpo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/624271/potret-prabowo-di-depan-uang-korupsi-cpo-rp-13-t-yang-dikembalikan-ke-pemerintah-kompas-malam
Transkrip
00:01Kejaksaan Agung menyerahkan uang hasil sitaan kasus korupsi ekspor CPO minyak kelapa sawit senilai 13 triliun rupiah ke pemerintah.
00:09Uang ini dikumpulkan dari tiga terdakwa korporasi yakni Wilmar Group, PT Musimmas Group, dan Permata Hijau Group.
00:18Uang hasil sitaan ini diserahkan Kejaksaan Agung di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Gedung Utama Kejagung pada Senin Siang.
00:26Kejagung secara simbolis menyerahkan 2,4 triliun rupiah, diantaranya dari total 13,2 triliun rupiah kepada pemerintah.
00:36Uang ini disita Kejagung dari tiga terdakwa korporasi kasus korupsi ekspor CPO minyak kelapa sawit periode 2021-2022.
00:47Rampasan negara berupa uang akan kami serahkan kepada Kementerian Keuangan
00:52dan sebagai instansi yang berwenang mengelola keuangan negara.
00:57Dan tadi kami kemarin kami telah melakukan eksekusinya, tinggal kami secara hari ini akan kami serahkan keseluruhan.
01:07Ini jumlahnya ini 13 triliun 255, tetapi tidak mungkin kami hadirkan di sini semua.
01:15Kalau 13 triliun akan kami-kami mungkin tempatnya yang tidak memungkinkan.
01:20Jadi ini sekitar 2 triliun, 4.
01:26Bahwa kejagungan terakhir merkuat satu penututan kepada grup korporasi yaitu Wilmar Group dan Musi Mas Group serta Permata Hijau Group.
01:37Total kerugian perekonomian negara itu 17 triliun.
01:41Presiden Prabowo Subianto bilang penyerahan uang pengganti kerugian negara jadi pertanda baik mengawali satu tahun pemerintahan Prabowo Gibran.
01:53Prabowo minta kejaksaan agung untuk terus mengejar uang negara yang diselawengkan,
01:58agar bisa dialokasikan untuk kepentingan rakyat.
02:01Kebetulan ini pas satu tahun saya dilantik sebagai presiden.
02:13Jadi saya merasa ini istilahnya tanda-tanda baik.
02:20Di hari satu tahun saya menyaksikan pemerintah Indonesia di kejaksaan sebagai bagian dari pemerintah Indonesia
02:29memperlihatkan dan membuktikan kepada rakyat kerja keras, kerja yang gigih, yang berani.
02:38Sehingga bisa membantu negara menyelamatkan kekayaan.
02:47Ingat, kalau kita lihat ini, ini sama dengan 8.000 sekolah kita perbaiki.
02:565 juta nelayan bisa hidup.
03:005 juta dengan uang yang ada di sini.
03:03Saya ini gerget, saya ingin kalau bisa kita kejar lagi itu ya.
03:12Kekayaan yang diselawengkan.
03:14Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan