Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Cuaca panas ekstrem dirasakan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara bahkan mencapai lebih dari 37 derajat Celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober 2025.

Menurut prakirawan cuaca BMKG, panasnya suhu udara disebabkan oleh gerak semu Matahari yang kini berada di wilayah selatan ekuator, tepatnya di Indonesia bagian selatan.

Suhu udara berkisar antara 36 hingga 38 derajat Celsius terjadi di sejumlah wilayah, seperti Tanah Merah, Jayawijaya (Papua), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Kalimantan Barat, dan Majalengka (Jawa Barat).

#bmkg #cuaca #jakarta

Baca Juga Cara Cek Penerima BLT Rp900 Ribu lewat Website dan Aplikasi Cek Bansos Kemensos di https://www.kompas.tv/ekonomi/623756/cara-cek-penerima-blt-rp900-ribu-lewat-website-dan-aplikasi-cek-bansos-kemensos



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/623761/bmkg-prediksi-cuaca-panas-ekstrem-mereda-akhir-oktober-2025-sapa-pagi
Transkrip
00:00Cuaca panas ekstrim dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
00:05Suhu udara mencapai lebih dari 37 derajat Celcius.
00:14BMKG memprediksi cuaca panas ekstrim berdiri di akhir Oktober 2025.
00:18Jadi menurut perakirawan cuaca BMKG, faktor panasnya suhu udara disebabkan gerak semua matahari
00:24di wilayah selatan Ekuator di Indonesia bagian selatan.
00:28Suhu 36-38 derajat Celcius terjadi di Tanah Merah, Jaya Widjaya, Papua, Kupang, Rusa Tenggera Timur, Kalimantan Barat, dan juga Majalengka, Jawa Barat.
00:40BMKG memperkirakan di akhir Oktober terjadi curah hujan tinggi setelah gerak semua matahari menjauhi Indonesia bagian selatan.
00:50Saat ini kita berada di bulan Oktober, yaitu adalah gerak semua matahari.
01:00Jadi saat ini posisinya ada di wilayah selatan Ekuator atau di sekitaran wilayah Indonesia bagian selatan.
01:06Kemudian dari data yang tercatat memang beberapa wilayah di wilayah Indonesia suhunya berkisar antara 36-38.
01:14Data observasi di wilayah Jakarta sendiri, Jabodetabek, masih berkisaran antara 33-35 di hampir sebagian selatan di Jabodetabek.
01:25Kemudian juga ditambah pengaruh dari monsoon Australia yang membawa masa udara kering.
01:30Jadi memang menambah terasanya jadi cukup panas ya di wilayah Indonesia bagian selatan.
01:38Tapi kejadian ini kemungkinan akan berakhir di sekitaran akhir Oktober yang kemungkinan akan membanyak hujan di wilayah Indonesia.
01:47Saudara berdasarkan keterangan badan geologi, klimatologi, dan geofisika atau BMKG,
01:52sebagai faktor panasnya suhu udara disebabkan oleh gerak semu matahari di wilayah selatan Ekuator di Indonesia bagian selatan.
02:02Udara panas yang berlangsung di Indonesia saat ini dipicu oleh sebuah fenomena alam yang bersiklus setiap tahunnya.
02:10Fenomena tersebut terjadi akibat adanya gerak semu matahari,
02:14bahkan kondisi cuaca cerah yang berlangsung di siang hari,
02:18juga menjadi penyumbang udara panas yang terjadi di Indonesia.
02:22Sementara angin muson Australia menyebabkan panas di Indonesia karena membawa udara kering dan hangat dari benua Australia.
02:48Udara ini membuat pembentukan awan sulit terjadi sehingga radiasi matahari langsung terasa lebih terik di permukaan.
02:56Untuk mengantisipasi panas ekstrim,
03:08Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk minum air yang banyak dan rutin,
03:14menghindari aktivitas luar ruangan di jam-jam terik,
03:17mengenakan pakaian longgar berwarna terang dan lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.
03:22Selamat menikmati.
03:24Selamat menikmati.
03:26Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan