- 3 bulan yang lalu
- #timnasindonesia
- #pssi
- #patrickkluivert
- #pelatihtimnas
JAKARTA, KOMPAS.TV - Buntut kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026, PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Patrick Kluivert.
Keputusan berpisah jalan diambil melalui mekanisme kesepakatan bersama antara kedua pihak. Kontrak Kluivert sendiri masih tersisa satu tahun, hingga Januari 2027.
Eks penyerang Timnas Belanda ini resmi diperkenalkan ke publik pada 12 Januari 2025. Ia menggantikan Shin Tae Yong saat Timnas sedang berjuang di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Pemerintah mendukung langkah PSSI memecat Patrick Kluivert sebagai evaluasi kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Menurut Analis Sepakbola, Whesley Hutagalung ini adalah momentum yang pas untuk evaluasi dan merombak kepengurusan internal PSSI.
Pemecatan Patrick Kluivert secara tidak langsung berimbas pada kepengurusan PSSI.
Baca Juga [FULL] Firzie Idris dan Zaenal Arif Soal Pelatih Timnas Baru: Cari yang Cocok dengan Timnas! di https://www.kompas.tv/olahraga/623499/full-firzie-idris-dan-zaenal-arif-soal-pelatih-timnas-baru-cari-yang-cocok-dengan-timnas
#timnasindonesia #pssi #patrickkluivert #pelatihtimnas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/623504/full-analis-sepakbola-whesley-bicara-soal-evaluasi-dan-benahi-kepengurusan-internal-pssi
Keputusan berpisah jalan diambil melalui mekanisme kesepakatan bersama antara kedua pihak. Kontrak Kluivert sendiri masih tersisa satu tahun, hingga Januari 2027.
Eks penyerang Timnas Belanda ini resmi diperkenalkan ke publik pada 12 Januari 2025. Ia menggantikan Shin Tae Yong saat Timnas sedang berjuang di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Pemerintah mendukung langkah PSSI memecat Patrick Kluivert sebagai evaluasi kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Menurut Analis Sepakbola, Whesley Hutagalung ini adalah momentum yang pas untuk evaluasi dan merombak kepengurusan internal PSSI.
Pemecatan Patrick Kluivert secara tidak langsung berimbas pada kepengurusan PSSI.
Baca Juga [FULL] Firzie Idris dan Zaenal Arif Soal Pelatih Timnas Baru: Cari yang Cocok dengan Timnas! di https://www.kompas.tv/olahraga/623499/full-firzie-idris-dan-zaenal-arif-soal-pelatih-timnas-baru-cari-yang-cocok-dengan-timnas
#timnasindonesia #pssi #patrickkluivert #pelatihtimnas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/623504/full-analis-sepakbola-whesley-bicara-soal-evaluasi-dan-benahi-kepengurusan-internal-pssi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saya akan membahas terkait dengan pemutusan kerjasama antara PSSI dengan Patrick Leifert bersama Wesley Huta Galung, analis sepak bola Indonesia, dan juga ada Ferry Sandria, mantan penyerang timnas Indonesia.
00:11Selamat siang Bapak-Bapak.
00:13Selamat siang.
00:14Bung Wesley, saya ke Anda. Ini Anda melihat pemutusan kerjasama antara PSSI dengan Patrick Leifert menjadi momentum untuk PSSI untuk melakukan evaluasi. Evaluasi apa saja yang harus dilakukan?
00:30Ya Mas, ini kita bicaranya agak jauh ya, karena selain evaluasi kepelatihan, ini pasti menyangkut juga evaluasi besarkan untuk perubahan di keurusan PSSI.
00:43Jadi ini pasti ada berimbasnya keputusan diambil untuk juga meredam isu-isu perubahan di federasi.
00:50Jadi PSSI kepelatihan ini sebenarnya mungkin momentum yang pas, karena tidak ada kompetisi yang keren dekat, sampai Juli, Agustus nanti Piala ASF, dan awal tahun 2027 Piala Asia.
01:04Mungkin ini jangka momentum yang pas juga untuk berbenah.
01:08Saya lihatnya itu sih.
01:09Kalau misalkan dari laga terdekat saja Anda sebutkan tadi, Juli, begitu artinya PSSI masih punya waktu yang panjang untuk mendapatkan tim pelatihan yang baru, begitu?
01:21Ya, pasti kan. Ada waktu nanti untuk uji cobanya di November, ada single match day, uji coba.
01:29Semoga kita sudah punya latih yang pas di situ, yang sekarang tidak punya program jangka panjang.
01:37Kita harus berpikirnya kontrak itu jangan sampai tahun, dua, tiga tahun, tiga tahun, mungkin tiga tahun, empat tahun untuk membangun proses peralian perubahan lagi.
01:48Karena ya maaf-maaf, kita sudah dibangunkan fondasinya oleh Juli Senia, oleh Tintayong, kemudian fondasi itu berubah lagi di era Patrick Lefort.
01:57Nah, kita coba lagi mengenal diri sendiri, seperti apa sih sepak bola Indonesia yang cocok buat kita, dan bertanjutannya seperti apa, dan transformasi ilmu yang jangan lupa.
02:08Jadi, siapapun pelatih kepala nanti harus men-transform ilmunya ke pelatih-pelatih di Indonesia, harus ada dalam kontrak PSSI.
02:15Ya, arah strategis jangka panjang, apa yang perlu dilakukan agar fondasinya semakin kuat, Bung Wesley?
02:22Bagi saya pertama adalah global development.
02:24Penguatan fondasi itu menyangkut kepada pelatih yang berkualitas, wasit yang berkualitas, kompetisi berjenjang yang bisa dikatakan aman dari jadwal yang rutin, yang bagus, yang stabil.
02:39Kemudian infrastruktur, jangan lupa peran dari pemerintah-pemerintah daerah sampai desa-desa, lalu sampai kepada perusahaan-perusahaan swasta harus ikut digandeng dengan blueprint yang jelas
02:53yang menguntungkan semua pihak. Jadi, football development itu yang tidak boleh ditinggalkan.
02:57Memainkan banyak, mengundang banyak pemain diaspora, naturalisasi boleh, tapi itu jangka pendek.
03:02Sejak 2010 kita mainkan naturalisasi, kita matakan 2010 ya, berapa gelar juara kita pakai yang kita dapat dengan pemakaian naturalisasi.
03:10Karena fondasinya, kalau tidak anak-anak kita yang kecil itu punya mimpi menjadi pemain nasional itu, kalau mau diadu sama saudaranya dari Eropa, fondasinya nggak kalah.
03:23Nggak timpang begini, anak kita main di lapangan berbatu, yang di Eropa lapangan rumput bagus, gizi bagus, nutrisi bagus.
03:29Siang ini, siapa yang perhatiin? Itulah football development yang harusnya berkelanjutan, menyangkut juga kelas kepala DSSI.
03:36Karena programnya harus berkesenambungan, tidak boleh, hanya memegang tim nasional.
03:42Bung Ferry, Anda sepakat dengan hal ini, apakah memang, tadi disebutkan oleh Bung Wesley, bahwa pemain diaspora ya boleh-boleh saja,
03:49tapi juga yang harus dioptimalkan adalah mungkin pembibitan begitu ya di daerah-daerah, bagaimana pemain-pemain lokal kita lebih mumpuni ke depannya?
03:59Ya, saya rasa saya juga sepedapat dengan Bang Bibi ya, yang saya dengar selama ini memang banyak pelukesah di pembinaan,
04:10khususnya di usia dini, di SSB, maupun di akademik ya.
04:15Semenjak adanya pemain-pemain di sekolah ini, kayaknya kita tidak punya kesempatan untuk bermain di tim nas,
04:22baik itu di senior, junior, maupun yang usia-usia muda.
04:27Ya, memang selama ini banyak guncang-guncang, omong-omongan, ada juga seorang menanyakan ke saya,
04:39ini Pak Perry bagaimana ini Indonesia ini?
04:41Kok pemainnya pemain di sepora semua, pemain asing semua, kesempatan untuk pemain lokal kita bagaimana?
04:46Saya juga bingung untuk menjawabnya, karena itu kan sudah program dari PCSI, program di sepora.
04:53Ya, saya rasa saya menyikapinya, ya kita harus bersaing dengan punya kualitas gitu.
05:00Jadi memang selama ini kesempatan untuk pemain lokal, untuk masuk tim nas ini memang agak kecil kesempatannya,
05:06karena di situ dinaungin oleh pemain-pemain di sepora, dan kualitasnya juga agak lumayan lebih bagus memang di sepora gitu.
05:16Dan di sini juga kita harus meningkatkan salah satu kompetisi kita di Liga 1 juga,
05:21kualitasnya lebih harus ditingkatkan lagi.
05:25Oke, menurut Anda untuk membentuk fondasi yang kuat ini, terutama untuk mengoptimalkan pemain-pemain lokal,
05:30harus dimulai dari mana dulu sih, Bung Ferry?
05:32Ya, ini kita harus sekuatkan fondasinya, development-nya ya, kita harus sekuatkan itunya dulu dari dasarnya dulu.
05:40Kalau kita memang tidak punya dasar, ya kita tidak bisa, karena dasar itu adalah salah satu tonggak kekuatan untuk maju ke depannya lagi.
05:51Bung Wesley, ini sebetulnya seberapa mendesak bagi PSSI kemudian,
05:57karena ini kan memang yang kerjasama yang diputus ini adalah satu tim,
06:01begitu termasuk tadi disebutkan oleh tim kepelatihan, tim U23 dan juga U20.
06:07Untuk mendapatkan pelatih yang baru ini, karena memang ini satu tim,
06:12ada target nggak sih perlu apakah dalam waktu dua minggu, satu bulan, begitu?
06:16Itu ada skala prioritas, Pak.
06:21Jadi, ke depan apa?
06:23Pertandingan paling besar, Pak.
06:26U23 sudah diberikan kepada Coach Indra Safri, itu saja sudah pertanyaan dan pertanda sebenarnya.
06:33Buat apa ada Giral Panember, kita semuanya sebagai pelatih U23,
06:37tapi untuk pelatih U23 yang disiigen, kita percayakan kepada Coach Indra Safri,
06:43itu semua pertanyaan dan pertanda sebenarnya.
06:45Lalu ke depan, yang ada ini kejuaraan, selain PEU-17,
06:49kemudiannya ada Coach Nova, tapi ke depan itu pasti targetnya PLA-AFF.
06:54Jadi, bagi saya, kalau saya orang federasi,
06:57untuk meredam gelombang-gelombang kekecewaan ini,
07:00target utama adalah juara AFF yang kita belum pernah juara.
07:03Jadi, target utama adalah pasti pelatih senior dulu.
07:05Kalau yang kebawahnya, itu akan mengikuti,
07:08karena tidak mudah mencari segerbong pelatih itu nggak mudah.
07:11Untuk yang satu visi, satu apa ya,
07:16cara bersihkan, cara pandang,
07:17karena itu berkelanjutan pelatih U17 menyiapkan pemain
07:21untuk misalkan U20, U23, U23,
07:24senior itu nggak boleh berbeda cara melatih dan filosofi bermain.
07:31Harus ada kesambungan itu, dari U16 sampai senior,
07:35filosofinya harus sama, dan itu tugas direktur teknik
07:38dan kepala-kepala pelatih di tingkatan ujian.
07:42Oke, kalau memilih pelatih yang baru,
07:45artinya ini sebetulnya cocok-cocokan dengan pemainnya nanti.
07:50Tapi ada secara umum,
07:53apa yang perlu dimiliki oleh pelatih yang baru nanti,
07:57apakah gaya komunikasi yang bagus pula,
08:00apakah juga nantinya ia harus memiliki waktu yang lebih banyak
08:04nantinya untuk pelatihan di kemudian hari?
08:09Benang tuh waktu yang banyak untuk pelatihan,
08:11itu saya senang kata-kata itu.
08:13Bagaimana mungkin kita mengenal
08:14sebab bola yang kita latih, tim kita latih,
08:17kalau kita tidak ada bersama-sama dengan tim.
08:19Tapi mana yang penting,
08:20saya pikir mungkin Bang Peri sepakat,
08:25seorang pelatih itu tidak hanya
08:26pengetahuan sepak bola,
08:28dia harus punya kemampuan,
08:30dan di kursus pelatih itu diajarkan psikologi,
08:33diajarkan soal gizi,
08:34diajarkan soal komunikasi,
08:36diajarkan hal-hal lain.
08:37Itu yang membedakan dia dengan pelatih lain.
08:40Lalu pembeda utamanya menurut saya,
08:43semua ilmu itu dipelajari bersama-sama oleh semua pelatih,
08:45pembedanya adalah insting dan keputusan.
08:48Keputusan itu menentukan hasilnya,
08:50pemain yang dipanggil siapa,
08:52strategi bermain sebagai siapa,
08:54strategi menentukan siapa,
08:55keputusan mengganti pemain itu,
08:57kapan dari bermain siapa,
08:58dan hasilnya,
09:00atas semua keputusan itu,
09:02pelatih yang bertanggung jawab.
09:04Itu sudah wajib.
09:06Orang pelatih melakukan.
09:08Saya sempat berdialog dengan beberapa analis sepak bola juga sebelumnya,
09:11memiliki nama-nama yang memang cukup kuat,
09:14begitu siapa saja yang nantinya akan menggantikan
09:17Patrick Levert,
09:19begitu nama-nama yang muncul.
09:20Prediksi Anda,
09:21Bung Wesley,
09:22siapa saja,
09:23nama yang kemungkinan berpotensi,
09:25akan menggantikan Patrick Levert,
09:27namun tahan dulu jawaban Anda,
09:28sesaat lagi kita akan kembali di Breaking News Kompas TV.
09:30Anda masih bersama kami saudara di Breaking News Kompas TV,
09:41Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia,
09:43Erick Tohir,
09:44mengumumkan pemberhentian kerjasama Patrick Levert
09:47sebagai pelatih tim nasional sepak bola putra.
09:50Hal ini diumumkan oleh Erick via akun Instagram resminya,
09:54dan menyebut terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan tim nasi Indonesia
09:59dan berjuang bersama untuk merah putih.
10:03Dalam akun Instagram resminya,
10:05Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia,
10:07Erick Tohir,
10:08mengunggah foto pelatih tim nasi Indonesia,
10:11Patrick Levert,
10:12dan mengatakan terima kasih kepada Levert,
10:15dan juga tim kepelatihan atas kontribusi
10:18selama hampir 12 bulan
10:20untuk PSSI dan tim nasi Indonesia.
10:23Erick juga mengatakan dengan penuh rasa hormat PSSI dan Levert,
10:27serta tim kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerjasama.
10:32Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan tim nasi
10:35dan berjuang bersama untuk merah putih.
10:39Erick juga berterima kasih untuk seluruh supporter,
10:42pemain, beserta keluarga,
10:44dan juga official yang sudah berjuang
10:46dan memberikan dukungan untuk tim nasi
10:49yang bisa melaju hingga ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2026
10:53yang merupakan sejarah dalam dunia sepak bola Indonesia.
10:59Erick akan melakukan evaluasi dan menentukan target
11:01bagi tim nasi Indonesia berikutnya
11:03untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA,
11:08Piala Asia 2027,
11:09dan Piala Dunia 2030.
11:15Sejumlah nama calon pelatih pengganti Patrick Levert
11:18bermunculan setelah kegagalan tim nasi Indonesia
11:20menuju Piala Dunia 2026,
11:23nama Sinteyong masih menyusahkan kenangan
11:25bagi supporter tim nasi,
11:27pelatih asal Korea Selatan ini
11:29pernah menangani skuad Garuda
11:30dari tahun 2020 sampai 2025.
11:34Ada juga nama lainnya adalah Jesus Kassas.
11:37Ia pernah melatih Irak
11:39dari 2022 sampai 2025.
11:43Kassas sukses mempersembahkan
11:45gelar Piala Teluk 2023.
11:50Kemudian yang juga digadang-gadang begitu
11:52memiliki potensi besar untuk menggantikan
11:55Patrick Levert adalah
11:57nama timur Kapadzde.
12:00Ia dipercaya memimpin Uzbekistan
12:02di empat laga sisa di grup A
12:04babak ketiga kualifikasi Piala Dunia
12:072026 zona Asia.
12:08Hasilnya dari empat pertandingan itu
12:11Uzbekistan dua kali menang
12:13dan dua kali imbang
12:14sekaligus lolos Piala Dunia 2026.
12:18Pada 6 Oktober 2025,
12:20ia turun pangkat menjadi
12:21asisten pelatih
12:23mendampingi Fabio Cannavaro.
12:26Dan untuk membahas
12:28siapa saja sih yang berpotensi
12:30menggantikan Patrick Levert
12:32di kursi pelatih
12:34tim nasi Indonesia,
12:35tadi kita sempat berbincang
12:37dengan Wesley Huta Galung,
12:39analis sepak bola Indonesia
12:40dan juga Daveri Sandria,
12:42mantan penyerang tim nasi Indonesia.
12:45Bung Wesley,
12:46tadi kita sempat terputus
12:47terkait dengan pertanyaan
12:49menurut Anda,
12:51siapa saja sih yang paling berpotensi
12:53untuk menggantikan Patrick Levert?
12:58Yang muncul nama-nama yang
13:00semua sumber ingin memberikan kontribusi,
13:03memberikan cara matukan
13:05sampai ke pelatih kayaknya
13:07yang dipesan di Irak,
13:10itu bukan mantan pelatih
13:12asisten pelatih Spanyol,
13:13yang diusin diri kayak dulu,
13:14punya track record.
13:15Tapi,
13:16mas,
13:17kita mengatih juga kepada
13:18blueprint-nya.
13:20Kita sudah punya
13:20juratih teknik,
13:21namanya Alexander Jur.
13:23Kita punya penasihat
13:24advisor,
13:26teknikal advisor, kan?
13:28Makanya Juris Rife.
13:30Kita punya
13:31head of coaching,
13:32namanya Simon Tahamat.
13:33itu semua Belanda.
13:35Nah, apakah
13:36mereka tidak dilibatkan
13:37dalam pencarian pelatih?
13:38akan berbeda lagi nanti
13:40gayanya filosofi bermainnya.
13:41karena kita sudah menentukan orang itu.
13:43Jadi,
13:44saya yakin
13:45technical director,
13:47technical advisor,
13:48pasti diajak diskusi
13:49untuk mencari
13:51pelatih yang cocok
13:52dan senada
13:53dengan program
13:54yang sudah dibangun.
13:55Oke,
13:58dari nama-nama tadi
13:59sempat saya bacakan
14:00Bung Wesley,
14:02ada nama Timur Kapazze,
14:04tadi juga ada Sinteyong,
14:05begitu.
14:06Anda melihat
14:07memang ada
14:08potensi besar
14:09begitu dari nama-nama ini
14:10untuk menggantikan
14:11dari Patrick Laivat?
14:14Kapazze,
14:15it's always boleh,
14:16tapi
14:16kalau Sinteyong
14:17saya meragukan
14:18pada CLBK,
14:20karena
14:20rasa-rasanya
14:22manajemen
14:22yang memecat
14:23pelatih yang baru
14:24meraih,
14:25memberikan kemenangan
14:262-0
14:26atas Arab Tauji
14:27November,
14:28dipecat Januari
14:29itu agak aneh ya
14:30untuk kemudian
14:30dihajar lagi.
14:32Kecuali memang
14:32sudah ketepet,
14:33sudah terdesak
14:34atas dukungan,
14:35atas pisakan orang lain.
14:36Tapi,
14:37kalau bagi saya melihat
14:38ada juga
14:39gengsi
14:40federasi
14:41untuk mengambil
14:42memperkerjakan
14:44kembali pelatih
14:45yang mereka pecat
14:45yang sampai sekarang
14:46kita nggak tahu
14:47alasan
14:47sesungguhnya apa.
14:49Itu kan
14:50banyak sekali.
14:51Saya dapat informasi
14:52dari A,
14:52dari B,
14:53dari C,
14:53mana sih kebenarannya
14:54karena
14:54federasi tidak
14:55memberikan
14:56alasan yang kuat
14:57memecat pelatih
14:58yang baru
14:58memberikan kemenangan
14:592-0
14:59atas Arab Saudi.
15:01Jadi,
15:02kalau mereka
15:02meng-hire kembali,
15:03memperkerjakan kembali,
15:05pasti
15:05dipertanyakan juga
15:07di bawah
15:09federasi.
15:11Oke,
15:11kalau
15:12Bung Ferry
15:13bagaimana?
15:14Apakah Anda
15:14punya prediksi sendiri
15:16terkait siapa saja
15:17yang akan menggantikan
15:18Patrick Clever?
15:19Ini saya sebagai
15:20mantap pemain,
15:22saya sarankan
15:22kepada
15:23federasi juga
15:24untuk memilih
15:25pelatih.
15:26Saya rasa ini
15:27benar-benar yang akurat,
15:28yang teliti,
15:29yang sabar,
15:30jangan terburu-buru
15:31karena kita juga
15:32masih punya banyak
15:33waktu,
15:33apalagi untuk
15:34menghadapi al-Asia
15:35nanti kita masih punya
15:36banyak-banyak waktu.
15:37Kalau bicara soal
15:38tiga pelatih ini,
15:39track recordnya mereka ini
15:40tiga-tiganya bagus.
15:41tapi kalau
15:42kalau buat saya sih
15:44sebenarnya
15:44nggak masalah
15:45siapa pelatihnya,
15:46yang penting
15:47mereka punya
15:49kualitas
15:50dan mereka punya
15:51prestasi,
15:52itu saja.
15:52artinya apa yang
15:57Anda harapkan
15:58nantinya
15:59yang perlu
16:00dimiliki oleh
16:00pelatih baru,
16:02karakternya yang harus
16:02seperti apa?
16:03Ya, saya rasa
16:05saya berharap
16:06pelatih ini
16:08punya karakter.
16:09Memang semua pelatih itu
16:10harus punya karakter.
16:12Punya karakter itu
16:13yang dimaksud bukan
16:13dia harus keras,
16:14harus lembut,
16:15enggak juga.
16:16Yang saya maksud ini
16:18di lain,
16:19di lain dia di lapangan,
16:20di luar lapangan juga
16:21dia juga bisa
16:23menganggap kita ini
16:24pemain
16:24sebagai adik,
16:26sebagai anak,
16:28sebagai teman,
16:29atau siapa saja
16:30yang bisa
16:32diajak komunikasi
16:33di luar lapangan.
16:35Begitu juga
16:35di dalam lapangan juga
16:37mungkin
16:38pemain dengan pelatih
16:39juga bisa
16:40menjaga
16:41apa namanya
16:42bahasa-bahasa
16:43yang inilah
16:45seperti bahasa-bahasa
16:46yang
16:46memang harus
16:48ketekik gitu.
16:49Tapi saya harap
16:50di sini juga
16:51pelatih
16:52yang sekarang ini
16:53saya harapkan
16:54yang bisa mengerti
16:56soal pemain.
17:00Oke, tiba-tiba sih.
17:01Pelatih ini juga
17:02bisa dianggap
17:03sebagai teman,
17:05sebagai kakak,
17:06sebagai ayah.
17:07Itu.
17:09Timnas Indonesia ini
17:11pernah di-arsiteki
17:12oleh beberapa
17:13pelatih
17:14yang memang
17:15dari berbagai
17:16benua dari Asia,
17:17dari benua biru,
17:18begitu juga
17:19sempat di-arsiteki.
17:21Menurut Anda
17:21yang paling cocok
17:22yang seperti apa sih?
17:23Apakah
17:23yang dari Asia
17:25seperti Sinteyong
17:26lebih cocok?
17:27Ataukah
17:27yang dari benua Eropa
17:29seperti
17:30Clyford
17:31yang lebih cocok?
17:32Bungu Wesley,
17:32singkat saja?
17:36Semuanya
17:37punya
17:37pelatih
17:37singkat,
17:38tapi saat ini
17:39kalau melihat
17:39persembangan
17:40serisan
17:41sepak bulan di Asia,
17:42saya lebih memilih
17:43pelatih
17:44Korea Selatan
17:45atau Jepang
17:45dengan
17:46etos kerjanya
17:47yang menurut saya
17:48cocok buat
17:49ini.
17:52Baik.
17:53Baik, terima kasih.
17:53Artinya memang
17:54karakter-karakter
17:56yang perlu
17:57dimiliki
17:58oleh
17:58pelatih ini
17:59tergambar pula
18:01juga nantinya
18:01terkait juga dengan
18:02kedisiplinan nantinya,
18:04juga komunikasi
18:05ataupun pola komunikasi
18:06dengan pemain
18:07nantinya itu yang
18:08perlu juga
18:09diperhatikan
18:10nantinya oleh
18:11PSSI dalam
18:12merekrut
18:13begitu pelatih baru
18:14untuk Timnas Indonesia.
18:15Terima kasih.
18:16sekali lagi
18:17atas waktu yang bersama kami
18:18Wesley Huta Galung
18:18analis sepak bola Indonesia
18:19dan juga
18:20Ferry Sentry
18:21yang mantan penyerang
18:22Timnas Indonesia
18:23telah bergabung bersama kami
18:25di Breaking News Kompas TV
18:26sehat selalu.
18:27Dan saudara
18:27demikian
18:28Breaking News Kompas TV
18:30terkait dengan
18:31PSSI yang mengakhiri
18:32kerjasama dengan
18:33Patrick Clevert
18:33kami akhiri.
18:35Terima kasih.
18:36Sampai jumpa.
Jadilah yang pertama berkomentar