Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 resmi terhenti setelah takluk dari Irak dengan skor 10 pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup B.

Kini, pertanyaan besar muncul: apa yang harus dibenahi setelah Indonesia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026? Apakah taktik yang diterapkan selama babak kualifikasi sudah efektif?

Untuk membahasnya lebih dalam, kita akan berdiskusi bersama analis sepak bola Gita Suwondo dan podcaster Box2Box Football Rossi Finza.

Baca Juga Analis Sepak Bola: Timnas Indonesia Imbangi Irak dari Sisi Permainan, Tapi Tidak dari Hasil di https://www.kompas.tv/olahraga/622571/analis-sepak-bola-timnas-indonesia-imbangi-irak-dari-sisi-permainan-tapi-tidak-dari-hasil

#timnasindonesia #indonesiavsirak #pialadunia2026 #patrickkluivert #kualifikasipialadunia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/622591/blak-blakan-pengamat-bola-soal-timnas-kalah-dari-irak-saudi-dan-gagal-piala-dunia-apa-yang-salah
Transkrip
00:00Saudara, lantas apa yang harus dibenahi usaha Indonesia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
00:06Apakah taktik yang diterapkan dalam pertandingan selama beberapa kualifikasi sudah efektif?
00:10Selengkapnya kita akan bahas bersama analis sepak bola Gita Suwondo dan podcaster Box2Box Football, Rosi Finza.
00:16Selamat pagi Mas Gita, selamat pagi Mas Rosi.
00:20Selamat pagi, Selamat pagi.
00:22Luar biasa.
00:24Nah, mungkin langsung kita ke Mas Gita terlebih dahulu.
00:26Mas, melihat hasil pertandingan tadi, kiranya apakah ada perubahan strategi dari permainan Indonesia yang berubah dibanding melawan Arab Saudi?
00:34Dan dinyatakan oleh Klaivert, sudah lebih baik.
00:37Tapi kalau dari perspektif Mas, seperti apa?
00:40Saya harus mengatakan surprise ya ngeliat line up tadi malam.
00:43Akhirnya saya bisa berpikir, oh ini orang ini mikir juga akhirnya.
00:47Artinya dia nggak keras kepala juga dengan taktiknya dia.
00:50Tetap dengan pola 4-3 dengan 2 back sejajar, tapi lebih ke 4-3-3 kemarin dia hanya Joe Pelopesti sebagai DM.
00:59Kemudian Tom Haye jadi attacking midfielder.
01:01Ada tambahan Calvin Verdong yang saya pikir ini missing link kita pada saat melawan Arab Saudi.
01:06Kemudian J.I. Zez dan Rizky Rido bermain luar biasa.
01:09Kevin Dix jadi back kanan.
01:10Artinya ini pilihan-pilihan yang terbaik di belakang termasuk penjaga gawang dan juga di tengah.
01:15Nah mungkin babak pertama kita agak kurang kekuatan di depan dengan Miliano ada di baku cadangan.
01:20Kemudian oleh Romani yang tampaknya masih hanya bisa bermain untuk satu babak ya.
01:25Makanya dia dimasukkan ke babak kedua.
01:28Dan Riki Kambuaya yang juga tidak terlalu bermain baik dibandingkan biasanya justru kali ini.
01:33Tapi secara keseluruhan sebenarnya ini tim terbaik yang dimiliki Clever dan harus dilancarkan Jepol dengan pilihannya dia.
01:40Untuk pertama kalinya dalam empat pertandingan menghadapi Irak kita bisa meredus kekuatan Irak sehingga mereka hanya menghasilkan dua shot on target sepanjang pertandingan.
01:50Biasanya mereka terus memburuk pertahanan kita tapi tidak kali ini.
01:54Walaupun hasilnya tetap tidak berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat Indonesia dan juga keinginan Clever sendiri dan juga tim pastinya.
02:02Wah oke. Nah ini tadi disebut dari empat pertandingan berarti kali ini juga akhirnya ada kepala yang diputar gitu ya mas ya.
02:10Otak yang akhirnya berjalan sinkron untuk akhirnya memecah pertahanan dari Irak.
02:15Nah kalau untuk Mas Rosi sendiri.
02:17Mas bagaimana Anda melihat taktik yang ditetapkan oleh Patrick Livert dan diterapkan di lapangan lalu.
02:22Sebenarnya kalau kita mau berbicara apple to apple apakah ada perbedaan signifikan dengan taktik yang waktu itu diterapkan oleh Shin Taeyong?
02:29Kalau secara apple to apple dengan Shin Taeyong jelas ada perbedaan ya.
02:34Karena kalau melihat bagaimana Patrick Livert bekerja terus kemudian Shin Taeyong dulu bekerja.
02:40Terlihat jelas bagaimana Patrick Livert berusaha lebih proaktif ketimbang Shin Taeyong yang dulu lebih pragmatis gitu.
02:45Jadi sebenarnya sih kalau buat saya pribadi antara proaktif atau pragmatis itu ada plus minusnya sendiri.
02:52Tinggal bagaimana menerapkan di lapangan pola-polanya itu udah tepat atau belum gitu.
02:57Sebagai contoh ketika kita menghadapi Arab Saudi kita main dengan formasi empat back tapi kerapatan antar lininya kurang terjaga.
03:06Makanya kemudian kita memberi banyak ruang untuk para pemain Arab Saudi gitu.
03:10Dan dari situ kemudian mereka mendapatkan peluang dan akhirnya mencetak gol gitu.
03:13Sementara ketika menghadapi Irak, formasi sama dengan empat back juga gitu.
03:20Tadi sudah dijelaskan, dipaparkan oleh Mas Gita.
03:21Tapi yang membedakan di pertandingan melawan Irak itu saya melihat bagaimana coach Patrick Livert bisa membuat gap antar lini yang tadinya ada pada pertandingan melawan Arab Saudi itu menjadi hilang.
03:36Menjadi nihil sama sekali.
03:37Dan itu yang sebenarnya bikin kita bagus sekali tampil di babak pertama.
03:41Irak kesulitan untuk membongkar pertahanan kita.
03:44Kesulitan untuk membangun serangan dari lini tengah.
03:46Sampai kemudian di babak kedua gerahan Arnold Platt yang mereka memasukkan Zidane Iqbal.
03:50Dan saya kira itu yang mengubah perbainan Irak pada babak kedua.
03:53Seperti itu kira-kira.
03:54Oke.
03:56Berarti artinya di laga awal Indonesia sempat menekan ya di awal.
04:00Tapi kenapa bisa kecolongan akhirnya untuk Mas Gita?
04:03Tadi Mas Gita bilang di awal kurang.
04:05Tapi sebenarnya kalau kita lihat menekan gitu Mas.
04:07Ya.
04:08Sebenarnya kalau kita katakan di babak pertama sih kita tidak dapat peluang.
04:12Itu aja intinya.
04:12Ada peluang dari Mariusz Yusra yang kemudian menyamping.
04:15Tapi selebihnya kita tidak dapat peluang.
04:17Tapi kita menguasai jalannya pertandingan jelas.
04:19Midfield itu punya kita.
04:21Kita lebih apa ya.
04:22Lebih pegang bola dibandingkan dengan Irak sendiri.
04:24Itu yang agak bikin saya kaget.
04:26Tapi memang pergantian kita di babak kedua.
04:29Dengan tiga pergantian awal.
04:30Miliano kemudian masuk oleh Romani juga.
04:33Masuk ke tidak se-apa ya.
04:36Pemain-pemain ini justru tidak membawa.
04:38Bukan tidak membawa hasil positif.
04:40Tidak sebagus pemain-pemain pengganti yang ditampilkan oleh Irak.
04:44Artinya tadi ya udah dibilang sama Rossi tadi kan.
04:46Ari Yassi masuk.
04:47Kemudian Zidane Iqbal masuk.
04:49Semuanya empat pergantian yang dilakukan Irak itu membuahkan hasil untuk mereka.
04:53Memang di mana-mana itu sebuah di dalam pertandingan di mana dua tim yang sangat seimbang.
04:59Yang harus yang biasanya pemenangnya adalah tim yang tidak melakukan blunder terlebih dahulu.
05:05Kalau kemarin mau dilihat detailnya adalah blunder dari Rizky Rido ya.
05:10Tapi saya gak menganggap itu sebuah kesalahan Rizky Rido.
05:12Blunder tapi dia mencoba mengatasinya dengan merebut bola kembali.
05:15Tapi kemudian bolanya direbut kembali oleh para pemain Irak.
05:18Dan kemudian kerjasama mereka yang diakhiri oleh Zidane Iqbal yang membuahkan hasil.
05:23Kalau kita bicara pertandingan yang pertama ada blunder dari Mark Locke.
05:26Tapi kemudian sepanjang pertandingan Mark Locke seperti tidak berfungsi di lapangan tengah.
05:30Tidak demikian dengan Rizky Rido.
05:32Dia bermain sangat baik.
05:33Membela pertahanannya dengan sangat baik.
05:35Banyak lirisnya yang baik.
05:36Banyak bloknya yang baik.
05:37Hanya tadi sebuah kesalahan kecil yang kemudian dihukum oleh Irak.
05:40Itu aja.
05:40Tapi selebihnya sebenarnya kita mengimbangi Irak dari sisi permainan.
05:45Tapi mungkin tidak dari sisi hasil.
05:47Ya mungkin kurang tepat kalau kita tidak menghargai pemain.
05:50Karena pemain-pemain ini sudah memberikan semuanya walaupun harus tersingkir.
05:54Andaikan ini hanya di putaran ketiga.
05:56Dimana kita masih punya sisa delapan pertandingan.
05:59Ini tim yang tadi malam bermain akan sangat menjanjikan.
06:02Mungkin tidak sekarang karena mereka tersingkir.
06:04Itu aja bedanya.
06:05Tapi kan memang balik-balik lagi.
06:06Tanya Rosy deh.
06:07Football itu selalu kejam terhadap hasil.
06:11Jadi memang bukan hanya faktor pemain, faktor strategi.
06:15Tapi timing juga penting.
06:16Mas, tapi kalau kita tadi lihat dari komposisi yang Mas jelaskan.
06:20Mas Gita menganggap berarti semua lini ini sudah bekerja dengan maksimal.
06:23Sudah tepat sasaran.
06:25Efektif seperti itu Mas.
06:26Sudah tepat.
06:26Mungkin di depan kita kurang gerget untuk cetak gol.
06:30Karena kita tidak bisa memakai oloran menit sepanjang 2x45 menit.
06:33Miliano Jonathans juga yang punya kecepatan di kanan tidak main sepanjang 2x45 menit.
06:38Hanya di bawah kedua.
06:39Tetapi balik-balik lagi setelah mereka masuk justru pergantian Irak yang membuat mereka lebih menguasai lapangan tengah.
06:45Itu tadi kenapa kemudian pasing-pasing kita yang bagus di bawah pertama harus kita ganti dengan crossing yang tidak membahayakan pertahanan Irak.
06:52Setelah mereka unggul baru kita main pasing-pasing kembali yang berbuahlah sebenarnya ke daerah pertahanan Irak.
06:57Walaupun tidak menghasilkan short on target.
06:59Tapi ada beberapa kali kita membahayakan pertahanan Irak.
07:02Luar biasa.
07:03Jadi Mas Rossi pertanyaan yang sama mungkin apakah semua lini sudah efektif.
07:07Dan pastinya ini kalau kita lihat ada keputusan pergantian pemain.
07:10Itu juga mungkin perspektif dari Mas Rossi seperti apa?
07:12Ya kalau melihat antar lini saya merasa bahwa ini jauh lebih baik ketimbang Arab Saudi.
07:18Tadi saya sudah menyebutkan bahwa ketika menghadapi Arab Saudi antar lini itu ada banyak sekali jarak yang bisa dimanfaatkan oleh pemain lawan.
07:25Nah pada pertandingan Irak ini tidak ada.
07:28Kita bisa melihat bagaimana ketika Irak berusaha melakukan beat-up serangan mereka biasanya mengalirkan bola ke pinggir.
07:35Karena di tengah itu compact buat para pemain Indonesia.
07:39Jadi kesatuan itu ada.
07:42Terus kemudian usaha kita untuk mengkreasikan peluang itu juga ada.
07:46Cuman yang kurang menurut saya mungkin perkara efektifitas aja kali ya.
07:49Beberapa kali juga saya melihat peluang salah satunya yang disepakannya di Alien or Raiders.
07:57Itu juga gagal.
07:58Padahal itu posisi dia ada tepat di depan gawang gitu.
08:00Jadi menurut saya itu efektifitas aja perkara efektifitas, perkara eksekusi.
08:05Dan mungkin kalau misalkan bisa evaluasi saya pikir kita juga harus bisa punya combination of play di sekitar kotak penalti lawan.
08:14Karena kalau melihat banyak sekali para pemain yang berdiri tapi kurang combination of play itu agak kurang rasanya ya.
08:21Makanya kemudian kita tadi lebih banyak crossing, lebih banyak kumpan daerah ke depan.
08:25Jadi saya pikir kalau evaluasi itu saja kalau menurut saya.
08:29Oke.
08:29Mas Gita, mungkin mirip-mirip dengan Mas Rossi pertanyaannya adalah terkait dengan evaluasi.
08:35Kiranya dari sisi kepelatihan, Patrick Livert bagaimana Mas kedepannya yang harus dipertahankan?
08:40Atau mungkin dievaluasi dan ditingkatkan?
08:42Lalu juga apakah harus dilakukan agar talenta lokal ini dapat bersaing dengan pemain diaspora?
08:48Iya. Kalau reward dan punishment harusnya ada.
08:52Tapi saya nggak menganggap bahwa punishmentnya itu harus kemudian dia keluar.
08:55Karena kalau keluar jadi kita balik lagi dari nol dengan kepelatihan yang baru siapapun yang jadi pelatih.
09:00Apalagi kalau pelatihnya dari luar.
09:02Dia pasti kan akan bawa apa ya asisten-asisten yang baru.
09:05Artinya kita mulai kembali dari nol.
09:06Ini kedepannya ada AFF tahun 2026.
09:09Ada Piala Asia di bulan Januari.
09:117 Januari 2027 sampai 5 Februari 2027.
09:15Artinya disinilah ujian bagi Clever sesungguhnya.
09:19Apakah dia bisa memainkan permainannya sepanjang pertandingan seperti hal yang sama dengan tadi?
09:25Kalau boleh dibilang ini salah satu permainan terbaik yang dia tampilkan sejauh ini.
09:29Dan dari 8 pertandingan di mana dia salah pasang pemain, salah formasi 4 kali dengan kekalahan.
09:35Baru kali ini dia kalah dengan dia formasi yang tepat.
09:38Jadi masih jangan di apa ya.
09:42Saya nggak setuju juga dengan tagar dia out.
09:45Karena masih harus apa ya.
09:46Harus diuji lagi apakah dia pantas atau tidak.
09:50Dan hanya dari turnamen itu dia bisa melakukan.
09:54Tapi AFF tahun 2026 dia tidak akan bisa memakai para pemain diaspora.
09:58Karena tidak akan diizinkan oleh klub.
10:00Itu yang membuat saya pikir kalau dia diperpanjang atau dipertahankan.
10:03Dia harus sering ada di turnamen-turnamen Super League.
10:07BRI Super League di Liga Domestik kita.
10:10Untuk memantau para pemain.
10:12Jadi terutama di lini depan ya.
10:14Karena sejauh ini kan kita punya bagaskara dari Dewa United.
10:19Punya striker-striker yang bisa terlihat lah dengan dia banyak memantau.
10:22Bisa mempoles pemain-pemain ini.
10:24Ramadhan Sananta tadi dimasukkan karena situasinya adalah kita harus mencatat kemenangan.
10:29Dia menggantikan Jopelo Pesci.
10:30Ada banyak Ramadhan dan Ramadhan Sananta yang lain yang ada di Liga kita.
10:34Yang bisa diperhatikan oleh Clever dan timnya.
10:37Untuk kemudian mencoba dimainkan di tim nasional.
10:40Karena Viva Match di bulan November nanti akan ada dua pertandingan.
10:43Pilihan pertandingan dari federasi yang juga harus bagus.
10:46Jangan sampai kita hanya menghadapi pertandingan-pertandingan dengan lawan yang lemah.
10:50Seolah-olah kita menang tapi sebenarnya tidak ada hasilnya.
10:52Seperti halnya pada saat kita mengalahkan China Taipei di bulan September lalu.
10:56Oke jadi otak, tubuh semua harus sinkron.
11:00Nah kalau untuk Mas Rosi tadi melihat ada beberapa pertandingan kedepannya.
11:04Salah satunya PLAC yang kita nanti-nantikan.
11:05Apakah ini jadi ajang untuk Patrick Leifert akhirnya membuktikan kalau evaluasi ini nyata.
11:10Dan terkait dengan line up seperti apa Mas?
11:15Line up untuk PLAC ya maksudnya?
11:17Betul, betul. Apakah harus ada yang di kulik-kulik lagi?
11:21Digodok lagi?
11:22Kalau menurut saya line up yang ada di tim nas sekarang sudah cukup bagus ya.
11:29Kita lihat juga Patrick Leifert juga berani untuk melakukan bongkar pasang.
11:34Ada yang dilepas tidak masuk squad.
11:35Ada juga pemain baru masuk squad gitu.
11:37Dan sejauh ini sih ada beberapa pemain yang saya catat.
11:40Bahkan dari sebelum lawan Arab Saudi dari dua pertandingan friendly sebelumnya termasuk Adrian Wibowo.
11:44Itu juga pada bagus mainnya gitu.
11:48Dan saya pikir sejauh ini bagaimana staf pelatih tim nas Indonesia melihat kebutuhan tim nas.
11:55Pemain yang cocok masuk atau enggak.
11:57Sejauh ini sudah cukup oke gitu sebetulnya.
11:59Jadi tinggal bagaimana meramu permainan di atas lapangan aja sebetulnya.
12:02Karena kalau kita bicara soal permainan di atas lapangan.
12:05Kita bisa melihat juga bahwa sebenarnya tidak sepenuhnya buruk.
12:09Oke lah kita jelek lawan Arab Saudi.
12:11Oke lah kita sempat dibantai oleh Australia.
12:13Cuma ada juga di mana permainan-permainan kita oke, tepat.
12:17Termasuk juga pertandingan lawan Irak semalam.
12:19Jadi mungkin kita bisa membangun sesuatu dari apa yang sudah kita lihat dari yang bagus itu.
12:24Jadi saya pikir kalau Patrick Lyford ingin bermain proaktif.
12:28Oke blueprintnya yang mana?
12:30Blueprint lawan Irak.
12:30Oke enggak apa-apa itu sudah bagus gitu.
12:32Tinggal apa yang perlu diperbaiki dilihat dari situ.
12:35Oh ternyata kalau misalkan kita ketemu gelandang yang cukup gesit.
12:38Cukup lihat seperti Zidane Iqbal.
12:39Kita masih kerepotan.
12:40Oke nanti kita cari tiktik-tiktiknya seperti apa.
12:43Oh kemudian kalau misalkan kita enggak punya oleh Romy ini bagaimana solusinya gitu.
12:48Apakah kita butuh pemain yang lebih direct atau lebih cair di lini depan.
12:53Bagaimana combination of play kita di sekitar kotak penalti lawan atau semacamnya gitu.
12:57Jadi banyak hal yang bisa dibangun dari apa yang kita lihat.
13:00Dari melihat apa ya gelas setengah penuh gitu ya.
13:06Dan itu masih banyak waktu untuk sampai Piala Asia tahun depan.
13:10Dan kita harapannya tentu saja evaluasi bukan cuma sekedar apakah pelatih dipecat atau tidak gitu ya.
13:16Karena kalau urusannya pecat pelatih tentu saja pertanyaan berikutnya adalah
13:19apakah pelatih penggantinya lebih baik dari pelatih yang sekarang.
13:23Karena percuma gitu loh kalau sama aja gitu.
13:25Nanti takutnya kita juga jalan di tempat gitu loh.
13:28Jadi saya pikir pertanyaan untuk memecat pelatih itu selalu lebih kompleks ketimbang reaksi-reaksi sementara sebetulnya ya.
13:34Kalau dipikirkan baik-baik gitu.
13:36Oke, Mas Rosi apakah ini berarti tandanya Patrick Liver harus lebih banyak?
13:41Spending time gitu ya.
13:43Meluangkan waktu bersama para pemain gitu.
13:45Dan kira-kira apa yang harus dilakukan Patrick Liver.
13:47Supaya tadi tuh evaluasinya nyata bisa dilihat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
13:52Pastinya, pastinya.
13:53Saya melihat kalau kebiasaan banyak pelatih tim nasional ya.
13:56Katakanlah Thomas Tuchel di tim nasi Inggris.
14:01Kita bisa melihat di setiap kekan ada di stadion-stadion di Premier League gitu.
14:06Dia memantau pemain siapa aja yang bisa masuk.
14:09Siapa saja yang mungkin ditepikan lebih dulu gitu ya.
14:12Dan saya berharap Patrick Liver juga seperti itu gitu.
14:14Di Liga Indonesia tadi sudah dipaparkan juga oleh Mas Gita gitu.
14:17Bagaimana supaya mungkin kita bisa melihat senantai-senantai yang lain gitu.
14:21Atau mungkin Patrick Liver juga lebih paham bagaimana menempatkan posisi atau role pemain di posisi yang tepat.
14:26Karena kita lihat ketika menghadapi Arab Saudi beberapa hari lalu,
14:30dia memainkan Yaakob Sayuri sebagai fullback ketika dia sebenarnya lebih bagus untuk offense sebagai wingback gitu.
14:35Jadi hal-hal seperti itu, keterbiasaan seperti itu yang mungkin bisa jadi evaluasi juga buat Patrick Liver.
14:40Oke.
14:41Kembali ke Mas Gita.
14:42Mas, berarti Mas Gita dan Mas Rossi di sini dua-duanya setuju.
14:44Tidak boleh short judgment.
14:46Tidak boleh terlalu tempra mental keputusannya.
14:48Tapi kira-kira apa yang harus dilakukan Mas oleh Patrick Liver dan kawan-kawan?
14:53Iya, itu tadi.
14:55Memantau semua talenta yang ada di Liga Domestik.
14:59Kenapa Liga Domestik?
15:00Karena itu sumber yang paling luas.
15:02Oke, kita punya pemain-pemain di Eropa.
15:04Tapi kan pemain-pemain di Eropanya itu-itu aja gitu loh.
15:07Jadi, ya sudah terpantau.
15:08Kalaupun kita ingin menambah pemain, kita harus naturalisasi dulu.
15:12Kalaupun ingin memantau pemain di sana siapa yang oke,
15:14ya harus dilihat kemudian mencoba dinaturalisasi.
15:17Kan lebih repot.
15:17Kenapa nggak mencoba dengan Liga Domestik dulu?
15:20Karena ke depannya ini kan kita masih punya dua pertandingan FIFA Messi di November.
15:24Dua pertandingan di bulan Maret.
15:25Kemudian dua pertandingan di Juni.
15:27Ada kemungkinan empat pertandingan di September.
15:29Dan dua pertandingan di November tahun depan untuk mengarah ke AFF dan juga Piala Asia.
15:34Jadi, masih banyak pertandingan-pertandingan.
15:35Itu tadi.
15:36Asal pilihan pertandingannya juga oke.
15:39Daripada memecat pelatih, kita harus bayar kompensasi.
15:41Yang mendingan uangnya dipakai untuk membina tim ini dengan pertandingan-pertandingan persahabatan
15:47yang mumpuni menuju ke AFF dan Piala Asia.
15:50Oke.
15:51Berarti dua-duanya sepakat kita ya.
15:53Dan semuanya pastinya apresiasi harus tetap diberikan kepada timnas Indonesia.
15:57Yang memang kalau saya bilangnya bukan pupus gitu harapannya.
16:00Atau pupus jalannya di Piala Dunia.
16:02Tapi harus kembali jadi bekal untuk pelajaran berikutnya.
16:07Di dalam laga-laga berikutnya yang akan datang seperti yang tadi Mas Gita dan Mas Rosi bagikan kepada kita.
16:14Lalu juga tadi, ini highlight yang menarik.
16:16Karena harus berkaca dan juga harus melihat potensi dari pemain-pemain di Liga Domestik.
16:21Nah, itu menurut saya yang jadi sorotan ya pada dialog kita pada hari ini.
16:24Terima kasih analisa Pak Bola, Mas Gita Suwondo, dan podcaster Box2Box Football, Mas Rosi Finza.
16:30Atas waktunya bergabung bersama kami secara daring.
16:32Jangan lupa tidur Mas-Mas.
16:35Sehat-sehat selalu.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan