- 3 bulan yang lalu
- #bom
- #sekolahswasta
- #kelapagading
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekolah North Jakarta Intercultural School di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara menerima ancaman bom dari nomor berkode internasional.
Tim gabungan Polres Jakarta Utara dan tim Gegana Polda Metro Jaya diturunkan untuk menyisir lokasi.
Tim gabungan dari Polres Jakarta Utara dan tim Gegana menyisir ruang kelas dan area lain di sekitar sekolah. Setelah melakukan penyisiran, polisi tidak menemukan adanya bom.
Sebelumnya, pesan berisi ancaman bom diterima staf marketing sekolah internasional tersebut.
Pesan itu menyebut soal bom yang dipasang di area sekolah. Pengirim pesan mengancam akan meledakkan bom jika pihak sekolah tidak mengirim uang tebusan 30 ribu dolar AS melalui Bitcoin.
Sebelumnya, ancaman bom juga terjadi pada dua sekolah swasta bertaraf internasional di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, pada Selasa (7/10/2025) siang kemarin.
Ancaman bom diterima pihak sekolah melalui pesan singkat maupun email.
Tim Jihandak Gegana Polda Metro Jaya langsung diterjunkan menyisir lokasi.
Puluhan personel Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap langsung melakukan penyisiran di area sekolah, mulai dari halaman, ruang kegiatan belajar, hingga area parkir.
Setelah melakukan penyisiran, polisi memastikan tidak ditemukan bom di sekolah tersebut.
Bagaimana polisi menangani kasus teror bom di tiga sekolah internasional ini, kita ulas bersama Penasihat Ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi.
Baca Juga Sekolah Swasta di Kelapa Gading dan Tangsel Terima Ancaman Bom, Siapa Pelakunya? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/621974/sekolah-swasta-di-kelapa-gading-dan-tangsel-terima-ancaman-bom-siapa-pelakunya-kompas-petang
#bom #sekolahswasta #kelapagading
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/621975/ancaman-bom-di-3-sekolah-pengirim-minta-tebusan-uang-bitcoin-ini-analisis-penasihat-ahli-kapolri
Tim gabungan Polres Jakarta Utara dan tim Gegana Polda Metro Jaya diturunkan untuk menyisir lokasi.
Tim gabungan dari Polres Jakarta Utara dan tim Gegana menyisir ruang kelas dan area lain di sekitar sekolah. Setelah melakukan penyisiran, polisi tidak menemukan adanya bom.
Sebelumnya, pesan berisi ancaman bom diterima staf marketing sekolah internasional tersebut.
Pesan itu menyebut soal bom yang dipasang di area sekolah. Pengirim pesan mengancam akan meledakkan bom jika pihak sekolah tidak mengirim uang tebusan 30 ribu dolar AS melalui Bitcoin.
Sebelumnya, ancaman bom juga terjadi pada dua sekolah swasta bertaraf internasional di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, pada Selasa (7/10/2025) siang kemarin.
Ancaman bom diterima pihak sekolah melalui pesan singkat maupun email.
Tim Jihandak Gegana Polda Metro Jaya langsung diterjunkan menyisir lokasi.
Puluhan personel Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap langsung melakukan penyisiran di area sekolah, mulai dari halaman, ruang kegiatan belajar, hingga area parkir.
Setelah melakukan penyisiran, polisi memastikan tidak ditemukan bom di sekolah tersebut.
Bagaimana polisi menangani kasus teror bom di tiga sekolah internasional ini, kita ulas bersama Penasihat Ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi.
Baca Juga Sekolah Swasta di Kelapa Gading dan Tangsel Terima Ancaman Bom, Siapa Pelakunya? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/621974/sekolah-swasta-di-kelapa-gading-dan-tangsel-terima-ancaman-bom-siapa-pelakunya-kompas-petang
#bom #sekolahswasta #kelapagading
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/621975/ancaman-bom-di-3-sekolah-pengirim-minta-tebusan-uang-bitcoin-ini-analisis-penasihat-ahli-kapolri
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Masih disampai Indonesia malam, sekolah North Jakarta Intercultural School di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara menerima ancaman bom dari nomor berkode internasional.
00:14Tim gabungan Polres Jakarta Utara dan tim Gegana Polda Metro Jaya diturunkan untuk menyisir lokasi.
00:21Tim gabungan dari Polres Jakarta Utara dan tim Gegana menyisir ruang kelas dan area lain di sekitar sekolah.
00:28Setelah melakukan penyisiran, polisi tidak menemukan adanya bom.
00:32Sebelumnya pesan berisi ancaman bom diterima staff marketing sekolah internasional tersebut.
00:38Pesan itu menyebut soal bom yang dipasang di area sekolah.
00:43Pengirim pesan mengancam akan meledakkan bom jika pihak sekolah tidak mengirim uang tebusan 30 ribu dolar AS melalui bitcoin.
00:58Ada laporan yang diterima oleh pihak sekolah itu hari kemarin tanggal 7.
01:03Namun kami dari pihak kepolisian diberitahukan oleh pihak sekolah itu tanggal 8, tadi pagi.
01:10Tadi pagi, dini hari, sehingga kami langsung ambil langkah-langkah yaitu menghubungi BRIMOB Gegana,
01:17dalam hal ini jibom, untuk pelasanan sterilisasi.
01:20Emang SOP kita begitu.
01:21Nah, kemudian setelah disteralisasi, ternyata hasilnya nihil.
01:25Nah, mengenai siapakah yang mengirim ancaman tersebut sedang dibentuk tim gabungan dari Reserse Pores Metro Jakarta Utara,
01:33kemudian Tangerang Selatan, dan DIR Cyber Polda Metro Jaya.
01:41Sebelumnya ancaman bom juga terjadi pada dua sekolah swasta bertaraf internasional di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang pada selasa siang kemarin.
01:50Ancaman bom diterima pihak sekolah melalui pesan singkat maupun email.
01:55Tim Jihanda Gegana Polda Metro Jaya langsung terjunkan menyisir lokasi.
02:00Puluhan personel BRIMO Polda Metro Jaya bersenjata lengkap langsung melakukan penyisiran di area sekolah,
02:05mulai dari halaman, ruang kegiatan belajar, hingga area parkir.
02:10Setelah menyisir lokasi, polisi memastikan tidak ditemukan bom di sekolah tersebut.
02:16Jibom Gegana BRIMO Polda Metro Jaya melakukan penyisiran, pengamanan,
02:27puji Tuhan Alhamdulillah hasilnya juga tidak ditemukan.
02:31Bahan peledak atau bom dan sejenisnya pelaku yang mengirimkan baik melalui WhatsApp maupun melalui email ancaman teror bom ini.
02:44Jadi sementara kita dalami, sementara kita melakukan langkah-langkah upaya penyelidikan.
02:49Bagaimana perkembangan terkini soal teror bom di sekolah internasional di Jakarta?
02:55Kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Jona Hamonangan dan juru kamera Bondan Wicaksono di Mapolres Metro Jakarta Utara.
03:03Jona, apa tindak lanjut polisi soal penanganan teror bom terhadap sekolah-sekolah internasional di Jakarta yang berurutan waktunya?
03:10Ya Friska, terkait dengan langkah yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Utara yang pertama adalah melakukan langkah preventif lebih dahulu.
03:21Jadi di wilayah kerja Polres Jakut ini ada beberapa sekolah internasional dan pasca kejadian teror,
03:26sekolah internasional dari Kelapa Gading ini maka dilakukan pengamanan, baik pengamanan terbuka atau tertutup.
03:31Terkait dengan adanya aksi teror yang terjadi kemarin atau hari ini akhirnya menjadi viral itu.
03:38Jadi memang dari pihak polisian akhirnya melakukan sterilisasi,
03:42di mana akhirnya ada tipe jindak bom, akhirnya melakukan pengecekan dan ternyata hasilnya adalah tidak ada atau tidak ditemukan bom sama sekali.
03:49Saat ini kondisi sekolah sudah kembali normal, aktivitas belajar-mengajar sudah kembali berjalan lancar tanpa ada kendala
03:57dan memang ada kekhawatiran di orang tua siswa tapi polisi meyakinkan sekali lagi bahwa ancaman ini ternyata tidak ada
04:05dan polisi meyakinkan sudah menjamin bahwa dari sterilisasi tidak ditemukan adanya satu atau banyak hal terkait dengan adanya ancaman bom.
04:12Nah terkait dengan adanya teror yang terjadi di mana teror ini kalau tidak ada uang yang dikirim khususnya melalui kripto
04:22maka akan ada bom yang meledak selama beberapa menit.
04:25Polisi tiri saat ini masih melakukan penyelidikan di mana penyelidikan pun akhirnya dibentuk tim gabungan
04:29dengan tim dari tim siber Polda Metro Jaya jadi dari tim siber pun akhirnya melakukan pengecekan
04:36terhadap pihak dari kripto apakah ada wallet atau dompet digital khususnya terkait dengan pengiriman 30 ribu dolar
04:45yang seperti diminta dalam bentuk bitcoin namun setelah dilakukan pengecekan
04:49ternyata tidak ada satupun akun atau digital wallet atas sama pihak tertentu yang dimintakan 30 ribu dolar tersebut.
04:57Sebabnya dari pihak dari pihak polisi dari Polda Metro Jaya akan melakukan pengecekan terkait dengan oknum ini
05:04apakah ini adalah oknum atau pihak yang mungkin hanya tanda kutip iseng
05:08atau ini adalah tindakan yang skam atau mungkin yang secara organisasi memang sengaja melakukan seperti ini.
05:14John, tapi kan pasti masih ada kekhawatiran dari orang tua murid terutama
05:18apa ada peningkatan pengamanan dari polisi ke sekolah internasional itu?
05:26Ya Friska, tadi Kapolres Metro Jakarta Utara menekankan bahwa untuk di wilayah kerja yang ada di wilayahnya
05:32ini memang ada peningkatan pengamanan.
05:34Jadi dikarenakan teror terjadi di salah satu sekolah di Kelpagading dan di sekitar juga sekolah internasional
05:39dilakukan pengamanan berupa penempatan personil, baik mungkin personil yang mungkin berjaga di luar
05:46atau personil yang pengamanan tertutup atau mungkin tanda kutip orang-orang intel yang berjaga di sekitarnya.
05:50Ini untuk menjaga adanya mungkin orang yang memanfaatkan situasi seperti ini
05:53dan mungkin meletakkan ancaman seperti bom gitu, seperti itu.
05:56Terima kasih Jona Hamonangan dan Juru Kamerabon dan Wicaksono dari Mapolres Metro Jakarta Utara.
06:03Bicara soal ini saudara, bagaimana polisi menangani kasus teror bom di tiga sekolah internasional?
06:09Kita ulas bersama penasihat ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Arianto Sutadi.
06:14Selamat malam Pak Arianto.
06:15Selamat malam Pak, Friska. Selamat malam Pak, Friska.
06:18Selamat malam. Yang jadi prihatin untuk kita semua dalam waktu berturutan
06:23ada teror ancaman bom terhadap tiga sekolah di Jakarta dan Tangerang.
06:28Bagaimana keseriusan polisi harus mengusut ini?
06:30Karena kalau ancaman setelah disisir tidak ada bom tapi bukan berarti itu semuanya aman begitu saja kan Pak Arianto?
06:35Ya, ini merupakan tantangan ya. Ini modus baru ini ya.
06:41Baru ada kejadian-kejadian seperti ini gitu.
06:43Tapi bagi saya ini malah ada untung ya kejadian kayak gini.
06:47Karena ini berarti sudah melatih ya kewaspadaan masyarakat untuk mau melaporkan sesuatu yang mengkhawatirkan gitu.
06:54Polisi itu ya kalau untuk bisa bertihak cepat itu kita butuh kecepatan juga daripada warga yang lapor.
07:01Nah ini dengan adanya warga yang berani melapor walaupun itu kelihatannya kan sepele ya itu kan cuma ancaman pakai WA gitu kan.
07:09Itu kalau seandainya warga tidak anu waspada kan dia acuh aja gitu.
07:14Tapi begitu lapor kepada polisi dan ini untuk polisinya juga untuk latihan juga.
07:18Saya dulu waktu dari Kapolda di Sulteng itu ya.
07:21Itu kalau ada misalkan kayak gini di telepon ternyata di sana juga tidak ada itu jangan marah saya bilang itu.
07:28Itu untuk latihan aja sama juga dengan sekarang ini.
07:31Itu ada ini kan ancaman nih.
07:32Kita pakai standar otomatis standarnya nggak bisa ecek-ecek gitu.
07:36Jadi sesuai dengan kekuatan yang lengkap dan kemudian perseturnya betul hati-hati tidak sembarono gitu.
07:43Perkara nanti kemudian tidak didapatkan ya tidak nggak usah kecewa itu petugas di lapangan biasanya gitu.
07:49Kadang-kadang kalau kita tidak bisa memberitahu pada anggota itu nanti kemudian kalau disitu lagi kemudian ada laporan lagi ternyata nggak lagi.
07:57Kemudian nanti belakang-belakangannya dianggap serius gitu.
08:00Jadi kejadian ini menurut saya ini merupakan latulah.
08:05Kewaspadaan ini meningkatkan kewaspadaan dari masyarakat dan juga aparatnya.
08:09Ada atau tidak ini harus ditangani dengan standar yang sama dengan keseriusan yang sama ya Pak Arianto.
08:15Tapi kalau kita lihat polanya ini kan masih sambil diusut.
08:19Tapi apakah ada kemungkinan pelakunya sama?
08:22Karena berturutan di tiga sekolah berbeda dalam waktu yang tidak jauh berbeda begitu.
08:28Iya. Kalau tahu tidak berlaku yang sama paling tidak kelompoknya ya.
08:33Ini kan itu kan modusnya kan dia mengirim WA.
08:36Tadi katanya WA-nya dari luar dan sebagainya.
08:39Iya, iya.
08:39Apakah itu betul apakah itu manipulasi kan sekarang zaman teknologi saya sendiri katek ya.
08:44Tapi kemajuan teknologi itu semua bisa artifisial bisa merubah semuanya gitu.
08:49Nah ini menjadi tantangan dari pelaih polisi.
08:52Ini dengan adanya tiga kejadian ini dan kemudian ternyata nihil.
08:55Ini anggap sebagai suatu latihan.
08:57Itu kayak gitu gitu.
08:59Nanti sehingga kalau ada yang serius kita betul-betul sudah waspada gitu.
09:04Ini kan polisi kan kemarin kan langsung menelacak ya.
09:07Melacak cyber.
09:08Yang berangkat ke sana kan jibom itu yang menjinakkan bom.
09:12Untuk menghilangkan ancaman.
09:15Tetapi kalau untuk pelakunya itu pakai cyber itu yang bisa mampu mendeteksi itu gitu.
09:19Sekarang saya dengar tadi dari Kabupatenya memang lagi dilacak oleh cyber itu untuk anu yang siapangirin dan sebagainya itu.
09:27Ya jadi pasti yang bisa.
09:29Nah nomornya dari luar negeri itu.
09:30Jadi kalau di dalam negeri sudah langsung ketangkap itu.
09:33Tapi bisa jadi itu nomor luar negeri bisa jadi tidak di luar negeri posisinya.
09:37Bisa jadi.
09:38Bisa jadi begitu ya Pak Arianto ya.
09:39Ya karena kecanggihan A ini.
09:41Tapi ini bisakah dikatakan sebagai modus baru untuk ancaman bom di sekolah ini Pak Arianto?
09:49Sepanjang ini saya baru dengar ini ya.
09:51Akhir-akhir ini ya.
09:52Yang namanya teror itu kan dulu kan kegiatan teror itu kan menimbulkan kengerian ya itu ya.
09:58Supaya dengan perilaku yang sepilih tetapi kemudian menimbulkan kengerian.
10:04Padahal kita di dalam menangkis itu pemerintah sudah bagus tuh.
10:08Contoh dulu ya kalau ada orang ngomong ada bom di pesawat.
10:11Sekarang kan langsung itu hukumannya kan berat gitu.
10:14Ya ya.
10:14Nah sejak ada itu kan gak ada gitu ya.
10:17Nah ini sekarang ini disini dia didarat kan sekarang ini ya.
10:22Ini seperti modus baru ya itu.
10:23Kalau menurut saya ini kayaknya semacam test the water gitu loh.
10:27Mereka itu lakukannya kayak gitu.
10:29Apalagi kan sekolah kita tahu ini daerah yang sangat rawan.
10:33Ada anak-anak di sana, ada guru di sana.
10:36Nah hampir dipastikan warga sipil yang kita katakan lemah gitu.
10:41Nah itu bagaimana sih Pak Arianto sebenarnya apakah perlu kita jadi,
10:47pasti khawatir orang tua, apakah perlu pengamanan yang lebih misalnya di sekolah
10:51dengan adanya kejadian ini atau seperti apa?
10:53Saya kira tidak usah.
10:55Jadi Bini dari pengalaman yang ada ternyata itu kan hanya waring kayak gitu
10:59dan setelah dicek tidak ada gitu ya.
11:00Jadi orang tua mestinya sekarang tidak perlu khawatir lagi dengan itu
11:04sepanjang masih ada kecepatan daripada warga yang waspada itu tadi gitu.
11:09Karena kalau kita jadi waspada, kemudian-kemudian khawatir,
11:13gak mengirimkan sekolah, kan rugi sendiri itu.
11:15Kita dipermainkan sama orang-orang yang bermain-main kan gitu.
11:18Nah sekarang ini yang penting adalah tetap kewaspadaan tinggi,
11:22kecepatan laporan tinggi dan polisinya kecepatan datang itu gitu.
11:28Karena tanpa ada kecepatan datang polisi kan orang masih was-was terus kan gitu.
11:32Tapi kalau sudah ditatangi, dikatakan clear kan berarti sudah aman gitu.
11:36Tapi gak usah dijadikan masalah sehingga itu menjadikan suatu kengerian.
11:41Itulah memang tujuan daripada pelaku itu kayak gitu menimbulkan kengerian itu.
11:44Dan Pak Arianto melihat kenapa sekolah yang disasar,
11:48karena di dalamnya juga lemah dan ada kekhawatiran tinggi pasti dari orang tua.
11:53Kita jawab usai jeda, disampai Indonesia malam.
12:03Kita masih membahas soal kasus teror bom di tiga sekolah internasional
12:07bersama penasehat ahli Kapolri Irjen Purnawirawan Arianto Sutadi.
12:11Pak Arianto, apakah memang targetnya sekolah tertentu
12:15karena memanfaatkan ketakutan tadi untuk tujuan teror?
12:19Ya, secara teoritis ya mbak, definisi daripada teror itu adalah suatu kegiatan ya
12:24yang menimbulkan efek kengerian yang sangat meluas.
12:28Jadi modus operandi ataupun cara-cara bergerak daripada terorisme itu adalah
12:32bagaimana cara menggunakan akal atau tindakan yang simpel,
12:37tapi dampaknya luas sekali.
12:38Nah kalau ini kan dampaknya luas, misalkan apa?
12:41Di sekolahan. Di sekolahan itu kan tempat orang yang khawatir ya dengan namanya.
12:45Sehingga kalau dia ada yang terluka dikit aja beda
12:49kalau itu kemudian pada orang-orang dewasa kan efeknya kan lebih secara kecil.
12:54Yang kedua ini, internasional itu.
12:57Sasaran internasional itu, Bu.
12:58Kalau sampai terjadi, dampaknya, gaungnya kan bukan hanya di Indonesia aja.
13:03Sampai di luar Indonesia.
13:04Ya itulah, itu ciri-ciri pada aksi teror gitu.
13:08Makanya dia selalu berusaha mencari dampak yang tinggi walaupun dengan kegiatan yang sangat simpel.
13:13Biasanya begitu sih yang dikali-kali.
13:15Iya, tapi untuk melacak pelakunya bukan hal yang mustahil dengan kemampuan tim cyber kita, Pak Arianto.
13:23Kalau ini ya kita melacak pelakunya,
13:27melacak pelakunya,
13:30itu ya harus bisa menemukan penemuan yang pengirim itu kan, pengirimnya itu.
13:35Nah ini jadi kecanggihan kita di cyber.
13:36Nah padahal peningkatan digital itu kan sangat dasyat ya, kemajuan teknologi itu ya.
13:43Padahal kita tahu lah, kemampuan aparat kita terbatas untuk itu.
13:48Makanya ini juga harus membutuhkan perhatian juga para pemegang kendali pemerintah ini,
13:54bahwa tantangan yang dihadap itu demikian tinggi.
13:58Apabila aparat tidak dipersenjatai dengan yang memadai,
14:02maka nanti yang menanggung risiko adalah rakyatnya.
14:04Seperti itu.
14:05Dan kalau dari pelaku Anda melihat memang sudah mempelajari ya,
14:10untuk di tiga sekolah internasional ini dengan modusnya sama,
14:13mengirim pesan ancaman baik itu email maupun dari pesan singkat, Pak Arianto.
14:18Ya kalau saya lihat ya ini kenapa kok sekolahan gampang menjadi sasaran,
14:22nama satu tadi ya dampaknya kan besar ya.
14:25Dan kemudian mudah karena apa?
14:27Di papan-papan sekolahan itu kan ada nomor WA-nya itu.
14:30Jadi di satu sisi itu mempermudah itu, nah ini langsung aja.
14:34Dan itulah yang juga mempersulit kita melacaknya itu karena,
14:38karena saya dengar tadi ya dari penyitik itu,
14:40ya itunya di papanya ada nomor WA-nya kemudian dia.
14:44Mudah dijangkau begitu ya Pak?
14:45Iya.
14:46Jadi siapapun bisa melakukan.
14:47Yang serius maupun orang yang main-main bisa melakukan.
14:52Dan sekarang apa yang harus dilakukan agar jangan sampai ada terror,
14:55ada atau tidaknya menambah ketakutan di sekolah-sekolah lain?
15:01Yang sekarang harusnya disampaikan pada publik ya,
15:04kalau ada seperti itu cepat dilaporkan saja,
15:06supaya cepat ditintak oleh polisi sehingga tidak menimbulkan
15:09kengerian orang dalam waktu yang lama.
15:10Satu-satunya adalah untuk menangisnya itu.
15:13Tidak usah, jangan menakut-nakuti masyarakat,
15:16tapi kecepatan kita itu melapor ya.
15:18Karena dengan kecepatan itu,
15:20maka sangat, itu langkah pertama untuk menyelamatkan daripada ancaman itu.
15:24Jika ada ancaman, kecepatan melapor itu yang penting.
15:27Menangan dari pihak sekolah,
15:28meskipun kondisinya pasti ada kepanikan,
15:31tapi setidaknya kecepatan melapor dan harus tahu melapor kemana itu ya Pak Arianto.
15:34Terima kasih penasihat ahli Kapolri,
15:36Irjen Purnawirawan Arianto Sudali.
15:38Terima kasih, selamat malam.
15:40Selamat malam.
Jadilah yang pertama berkomentar