Skip to playerSkip to main content
  • 3 months ago
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kerugian negara dari aktivitas tambang ilegal yang dilakukan enam perusahaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp300 triliun. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo kepada wartawan, Senin (6/10).
Transcript
00:00Hello everyone, I'm the media that I love.
00:07Today, I'm going to go to Banka.
00:17Tadi bersama-sama kita menyaksikan kegerahan rampasan negara dari perusahaan swasta yang melaksanakan pelanggaran hukum illegal mining tambang tanpa izin di kawasan PT Timah.
00:47Dan yang terlibat sudah dihukum dan siap berwajib kejaksaan juga sudah menyita 6 smelter.
01:07Dan di tempat-tempat smelter itu, sebagaimana kita lihat, sudah ada tumpukan tanah jarang dan juga ingot-ingot timah.
01:20Nilainya dari 6 smelter dan barang-barang yang disita mendekati 6-7 triliun.
01:34Tapi tanah jarang yang belum diurei, mungkin nilainya lebih besar. Sangat besar tanah jarang.
01:44Monoxid, monoxid. Monoxid itu satu ton itu bisa ratusan ribu dolar.
01:56Monoxid, total diketemukan limbangnya puluhan ribu. Puluhan ribu ton, mendekati 4 ribu ton.
02:12Kita bisa bayangkan kerugian negara dari 6 perusahaan ini saja, kerugian negara total ya, potensi kurang 300T.
02:28Kerugian negara sudah berjalan 300 triliun. Ini kita hentikan.
02:35Terima kasih telah menonton!

Recommended