Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Analisis Rocky Gerung soal Keretakan di Kalangan Purnawirawan TNI

Link Terkait : https://bali.suara.com/read/2025/09/26/082452/rocky-gerung-bongkar-keretakan-purnawirawan-tni-gara-gara-pemakzulan-gibran

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti isu keretakan di kalangan Purnawirawan TNI setelah muncul dorongan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyebut ada perbedaan sikap: sebagian mendukung pemakzulan, sebagian netral, sementara lainnya menilai langkah itu berlebihan, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan yang berada di pihak pemerintah.

Menurut Rocky, gagasan pemakzulan sejatinya konstitusional, meski sulit ditempuh karena komposisi DPR masih dikuasai Koalisi Merah Putih.

#Gibran #TNI #Rocky
Host/Video Editor: Nathan/Faqih
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Analisis Roki Gerung soal kertakan di kalangan Purna Wirawan TNI
00:04Pengamat politik Roki Gerung menyoroti isu kertakan di kalangan Purna Wirawan TNI
00:11setelah muncul dorongan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Raka Bumin Raka.
00:17Ia menyebut ada perbedaan sikap.
00:20Sebagian mendukung pemakzulan, sebagian netral.
00:23Sementara lainnya menilai langkah itu berlebihan.
00:26Termasuk Luhut Binsar Panjaitan yang berada di pihak pemerintah.
00:31Menurut Roki, gagasan pemakzulan sejatinya konstitusional.
00:36Meski sulit ditempuh karena komposisi DPR masih dikuasai koalisi merah putih.
00:43Ia menilai perbedaan persepsi hal biasa.
00:46Termasuk sikap PDIP yang punya alasan sendiri terkait Gibran.
00:50Roki juga menanggapi pernyataan Luhut yang menyebut pemakzulan sebagai tindakan kampungan.
00:57Baginya istilah itu sebatas ungkapan standar yang kerap terdengar sehari-hari.
01:04Namun ia mengingatkan kertakan di tingkat elit jangan sampai merembes ke masyarakat.
01:10Karena bisa memicu guncangan politik dan merusak proses demokrasi.
01:14Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan