Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Mahfud MD mengungkapkan bahwa Nadiem Makarim, saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, jarang berinteraksi langsung dengan kalangan perguruan tinggi.

Dalam pertemuan virtual yang diinisiasi Mahfud, para rektor mengaku baru pertama kali berdialog langsung dengan Nadiem.

Mahfud menilai Nadiem sebagai sosok yang bersih dan berintegritas, namun kurang memahami birokrasi pemerintahan, di mana komunikasi dan tata kelola formal menjadi sangat penting.

Pro TV - Televisi Digital Berjaringan

Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi)
-
SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE :
@protv_official | PROMEDIA TV
www.protv.id


#mahfudmd #nadiemmakarim #mendikbud #rektor #kampus #viral #fyp #berita
Transkrip
00:00Di bidang pendidikan, ini nggak bayangkan?
00:04Mahfud MD mengungkapkan bahwa Nadiem Makarim saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
00:09jarang berinteraksi langsung dengan kalangan perguruan tinggi.
00:12Dalam pertemuan virtual yang diinisiasi Mahfud,
00:15para rektor mengaku baru pertama kali berdialog langsung dengan Nadiem.
00:20Mahfud menilai Nadiem sebagai sosok yang bersih dan berintegritas,
00:24namun kurang memahami birokrasi pemerintahan,
00:26di mana komunikasi dan tata kelola formal menjadi sangat penting.
00:31Ingat waktu COVID, Pak Jokowi kan bilang,
00:38Pak Mahfud itu perguruan tinggi supaya diberitahu kebijakan komentar tangan.
00:45Di pikiran saya ini kan tugasnya Pak Mendikbud.
00:48Mendikbud.
00:49Lalu saya ajak si Nadiem ketemu melalui virtual dengan rektor seluruh Indonesia.
00:58Tahu nggak yang muncul di situ?
00:59Protes rektor saya, Alhamdulillah,
01:01Menteri bisa menegur kami selama ini kami nggak pernah.
01:04Muncul di forum Zoom itu, Pak?
01:06Rektor, rektor Universitas Diponegoro.
01:09Di Zoom itu, Menteri ya, Alhamdulillah,
01:11ada kebijakan, kami selama ini nggak pernah diberi arahan,
01:14nggak pernah ketemu.
01:15Ada Pak Nadiem hadir?
01:16Ada, saya ajak di situ.
01:18Saya bilang, Mbak Nadiem, Anda hadir lho.
01:20Ini uruan-uruan tinggi, saya kan polka.
01:23Saya bilang.
01:24Tapi Pak Presiden minta agar kampus-kampus diberi bicara.
01:28Saya kan keliling waktu itu ke UGM, ke UNER, ke kampus mana.
01:32Lalu saya ngumpulkan ormas-ormas,
01:34ngajak Pak Yakut juga.
01:37Nah, jadi itu.
01:39Menurut saya Nadiem itu adalah orang yang bersih.
01:42Bersih, tetapi tidak faham dioperasi dan pemerintahan.
01:48Itu satu.
01:49Sehingga juga, ya, apa, bahkan ada yang bilang nih,
01:56seorang puting di besar itu.
01:58Mau ketemu Pak Nadiem nggak bisa.
02:01Berkali-kali, tak bisa.
02:02Lalu di mana?
02:03Ditemui di kantor, di hotel.
02:05Karena konon, dia nggak ngantor di kantornya.
02:09Ditemunya di hotel.
02:11Mantan kejabat tinggi lah.
02:13Antara orang nomor satu, nomor dua lah.
02:15Itu yang bilang, kayak gimana tuh Pak Mahfud?
02:17Saya mau kantornya nggak bisa.
02:20Sesudah berkali-kali minta diterima di hotel, bukan di kantor.
02:25Nggak pernah juga.
02:26Jadi para elektor itu curhat ke Bapak ya?
02:27Iya, dia berpikirnya ano aja ya, apa, taktis aja.
02:32Bahwa ini kayak ngatur bisnis, ojek, dan sebagainya.
02:36Itu tak, tak, tak, tak, tak, gitu.
02:38Padahal birokrasi kan tidak begitu.
02:40Nggak faham, ya.
02:41Bahwa dia bersih, itu iya.
02:42Sub indo by broth3rmax
Komentar

Dianjurkan