Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah peristiwa penting mewarnai pemberitaan dalam sepekan terakhir. Tak hanya mengawal kasus tewasnya sopir ojol saat demonstrasi, namun juga gelombang aksi demo hingga tuntutan rakyat 17 plus 8.

Apakah suara rakyat yang menggema saat demonstrasi, sama menggemanya di ruang digital?

Kita akan bahas ini dengan Yan Kurniawan, Senior Analyst Drone Emprit.

Baca Juga Blak-blakan! Mantan Anggota DPR Beberkan 'Kesalahan' Sistemik di Legislatif, Begini Kata Peneliti di https://www.kompas.tv/nasional/615903/blak-blakan-mantan-anggota-dpr-beberkan-kesalahan-sistemik-di-legislatif-begini-kata-peneliti

#polisi #tuntutanrakyat178 #demo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/615905/bagaimana-gema-17-8-tuntutan-rakyat-di-media-sosial-saat-jatuh-tempo-begini-kata-drone-emprit
Transkrip
00:00Ini yang bakal kami bahas nanti bersama dengan narasumber kami yang sudah bersama saya disini
00:03Di Studio Kompas TV sudah bergabung Senior Analyst Drone M. Prit, Ian Kurniawan
00:06Mas Ian, apa kabar?
00:07Baik, Mas.
00:08Terima kasih sudah mau datang bersama kami di Studio Kompas TV kali ini
00:10Hari ini deadline soal tuntutan 17 plus 8 yang disampaikan oleh banyak elemen masyarakat dalam berbagai unjuk rasa
00:18Tapi kalau membaca data Anda saat ini, kalau melihat peta netizen terkait demonstrasi
00:22Masalah tuntutan demonstrasi malah terbilang minim angkanya
00:26Ini termasuk 17 plus 8 itu kan sejauh mana analisis Anda soal ini?
00:29Jadi gini, ini tuntutan demonstrasi itu semua tuntutan
00:34Termasuk di adanya tuntutan 17 plus 8
00:39Ada tuntutan buru, terus kedua ada tuntutan ojol
00:43Tanggal 7 nanti ojol itu demo
00:46Iya, kabar begitu
00:47Nah dari sini kita bisa lihat, ternyata masih kecil ini
00:50Mungkin publik kaget gitu
00:52Nah yang paling besar apa? Ini Mas, Brimob Tabrak Ojo
00:57Kasus Avan ini berarti
00:58Masuk Avan ini gitu
00:59Makanya harus lebih ini kita, lebih cermat gitu
01:02Bahwa sebetulnya, apa namanya
01:05Di suasana kebatinan publik ini masih fokus pada itu
01:10Oke
01:10Ya Brimob Tabrak Ojo itu
01:12Berarti apa aspirasi ojol itu harus dilihat
01:17Terus kedua, perbaikan untuk langkah ke depan
01:22Polri dalam menangani demonstran itu juga harus jadi perhatian
01:27Karena kalau terus dilakukan secara represif
01:31Kemungkinan besar ketika ada demo akan terjadi hal yang sama gitu
01:36Ada timbul korban lagi, korban lagi
01:39Oke tapi kalau menariknya gini, karena angkanya malah terbilang kecil ketimbang topik-topik lainnya
01:45Sementara untuk deadline 17 poin dalam seminggu itu hari ini
01:48Sentimen apa yang Anda tangkap dari tuntutan demonstran sepanjang data yang saya lihat
01:53Itu Anda kumpulkan itu dari tanggal 10 Agustus sampai hari ini
01:57Sentimennya itu ke arah mana sebetulnya soal 17.8 itu?
02:00Kalau bisa kita lihat slide selanjutnya
02:02Di slide selanjutnya itu di peta percakapan
02:05Ya ini mas, kita bisa lihat mas
02:08Secara percakapan itu memang 17.8 itu dia paling mendominasi
02:15Itu pertama
02:17Tapi harus dilihat juga ternyata ada tuntutan-tuntutan lain
02:21Contoh misalkan mas kita lihat sebelah kiri itu
02:24Itu tuh yang merah itu
02:26Itu tuntutan hostum
02:28Hostum tuh hapus outsourcing tolak upamura
02:33Itu siapa yang menginisiasi? Itu kelompok buru
02:36Ya terus itu paling bawah mas
02:38Ada 10 tura
02:3910 tuntutan rakyat
02:42Terus disini nih ini ada akun-akun mahasiswa yang secara personal
02:46Dia munculkan yaitu terkait dengan minta keadilan bagi afan
02:50Nah yang menarik adalah di 17.8 ini
02:55Ini pertama ya
02:57Sepertinya coba mungkin saya salah
02:59Gak spesifik bicara terkait dengan OJOL
03:01Padahal ya isu ini ya demo ini itu kan diterigger oleh apa mas?
03:08Kematiannya afan kurniawan
03:11Terus kalau mas ingat lagi
03:13Dalam satu tahun
03:14OJOL itu berapa kali demo
03:16Berapa kali demo besar
03:17Minimal itu dua kali mas
03:19Dan yang saya ingat salah satunya adalah
03:21Ketika mereka gak dapat THR
03:23Artinya kan kalau kita mau baca suasana batin masyarakat secara kontekstual
03:29Kan problemnya disini sebetulnya
03:31Oke
03:31Ya kalau di tuntutan 17.8 ya bukan salah mas
03:36Tapi kalau untuk jangka pendek itu sebetulnya bukan urusan pengamanan
03:41Tarik TNI dari pengamanan sipil
03:43Itu penting tapi gak sekarang
03:45Oke tapi sorry saya potong
03:47Tapi dengan poin yang jadi fokus perhatian publik sekarang adalah masalah deadline 17.8 itu
03:52Saat di realitanya di banyak demonstrasi mereka menuntut
03:56Atau masa menuntut 17 poin itu segera direalisasikan hari ini
04:01Tapi ternyata di media sosial malah kebalikannya
04:04Apa yang membuat ini bisa terjadi?
04:07Masalah kepercayaankah teraskah atau apa sebetulnya?
04:10Jadi gini kalau dari data ini kelihatan mas bahwa tuntutan 17.8 ini memang masih di medsos
04:18Disuarakan oleh kawan-kawan ya terutama didominasi oleh kawan-kawan koalisi masyarakat sipil
04:24Contoh misalkan disitu ada akun bareng warga
04:27Ya terus kedua itu ada akun-akun kayak YLBAI kontras dan sebagainya
04:32Baik
04:32Gitu nah mereka ini memang biasa dekat dengan masyarakat
04:35Cuma isu mereka tuh isu spesifik
04:38HAM misalkan gitu ya
04:40Dan padahal dalam konteks sekarang dua isu mas
04:44Pertama itu ketidakadilan
04:46Terus kedua DPR yang tidak mendengar
04:49Baik
04:49Gitu
04:49Terus yang ketiga lebih spesifik lagi kejadian afwan-kurniawan ini
04:53Ini memicu pada ini loh
04:56OJOL itu itu punya problem juga
04:58Kenapa saya berani ngomong kayak gitu
05:00Tanggal 7 OJOL itu
05:02Itu akan demo
05:03Oke
05:03Kenapa mereka demo?
05:04Karena merasa kok saya nggak diperhatikan
05:07Kurang lebih seperti itu
05:08Dan itu yang juga bakal dinamis datanya bakal dibaca teman-teman
05:11Iya
05:12Lebih lagi dengan kondisi DPR sudah memberikan respons
05:15Atas tentutan 17-18 itu
05:17Mas Sian terima kasih banyak
05:18Sudah berbagi pandangannya
05:19Termasuk data-data yang dibagikan bersama kami di Kompos TV kali ini
05:22Itu gambaran di dunia mayanya
05:24Audrey dan dunia nyatanya
05:26Sekarang kan ternyata DPR sudah memberikan respons juga
05:29Audrey
05:29Terima kasih telah menonton!
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan