Skip to playerSkip to main content
  • 7 months ago
Transcript
00:00:00Pahans!
00:00:02Ngo-mortadi pagi Nyonya Cindi telepon!
00:00:06Dia bilang apa?
00:00:07Nyonya bilang suruh kami membantunya mengemas koper dan antar ke tempatnya.
00:00:12Apa dia sudah kasih alamat?
00:00:13Kasih aku.
00:00:22Selamat pagi. Bagaimana tidurmu semalam?
00:00:24Cukup baik, tidurnya nyak sampai pagi.
00:00:25Kalau begitu, aku biar asisten mengambil produk kemarin.
00:00:27Kamu pakai akun itu untuk melakukan pengecekan kualitas.
00:00:29Baik, bos.
00:00:30Aku pergi dulu.
00:00:37Halo.
00:00:38Bos, apa kamu beneran undurkan diri?
00:00:39Iya, aku sudah kerja di perusahaan Rino.
00:00:41Maukah kamu ikut aku?
00:00:43Aku pertimbangkan dulu.
00:00:45Kamu pasti nggak tahu, hari ini saat Pak Hans kerja ekspresinya sangat mengerikan.
00:00:49Bahkan manajer proyek yang melapor sesuatu pun hampir saja ketakutan sampai nangis.
00:00:53Apa kamu sedang bertengkar dengan Pak Hans?
00:00:55Bukan bertengkar, melainkan pisah rumah.
00:00:57Selain itu, kami sudah mau cerai.
00:00:59Tapi, kalau begini, bukankah menguntungkan Alice?
00:01:02Ria sebaik Pak Hans, meski sudah menikah, pasti masih ada banyak orang yang suka dia.
00:01:07Ria yang nggak setia sepertinya.
00:01:08Untuk apa mau dengannya?
00:01:09Kalau Alice mau, ya kasih saja.
00:01:11Aku nggak mau.
00:01:13Pak Hans?
00:01:17Pak Hans?
00:01:18Berikan ponsel padaku.
00:01:21Sindi, aku kasih kamu.
00:01:25Waktu satu hari.
00:01:26Untuk pindah kembali.
00:01:27Mana Tina?
00:01:28Kamu akan melihatnya setelah kembali.
00:01:29Nggak perlu, aku bisa bawa dia pergi.
00:01:37Kamu mau mengundurkan diri?
00:01:38Nggak.
00:01:39Nggak.
00:01:40Nggak peduli tawaran apa yang Sindi berikan.
00:01:42Aku akan memberimu tiga kali lipat.
00:01:44Terima kasih Pak Hans.
00:01:45Aku lahir adalah anggota grup Lukman.
00:01:46Mati juga akan menjadi hantu grup Lukman.
00:01:48Kedepannya jika dia menghubungimu lagi, harus lapor kepadaku.
00:01:50Harus lapor kepadaku.
00:02:03Tina jamu cukup tinggi.
00:02:04Nggak heran, kamu itu unggulan grup Lukman.
00:02:06Hans mengeliminasi kamu demi Alice, itu adalah kerugian terbesar mereka.
00:02:10Dia nggak bisa melihat nilaiku.
00:02:11Pasti ada orang yang bisa melihat nilaiku.
00:02:13Kalau begitu, aku sangat beruntung menjadi penampung bagat sepertimu.
00:02:15Sindi?
00:02:18Kenapa kamu kemari?
00:02:20Pak Hans, kenapa hari ini ada waktu kemari?
00:02:23Kamu mengambil orangku?
00:02:24Apakah sudah minta izin denganku?
00:02:27Ini nggak ada hubungannya dengan Rino.
00:02:29Aku sendiri yang ingin bergabung.
00:02:30Bahas nanti setelah pulang.
00:02:32Oh iya, dia besok nggak akan datang lagi.
00:02:34Kamu cari orang lain saja.
00:02:36Kenapa kamu ikut campur dalam pekerjaanku?
00:02:38Karena aku adalah bosmu dan juga suamimu.
00:02:41Aku sudah mengajukan cerai dan surat pengunduran diri juga sudah aku kirim ke email kamu.
00:02:44Apakah kamu belum terima?
00:02:45Aku nggak menyetujuinya.
00:02:47Kamu yang mengajukan cerai dengan Hans.
00:02:49Hebat ya, Sindi.
00:02:50Karena kamu sudah mencampakkan Hans masalah suami istri kalian.
00:02:52Aku nggak akan ikut campur.
00:02:54Sindi, tunggu setelah kamu bercerai.
00:02:56Baru datang cari aku.
00:02:57Nggak perlu repot-repot.
00:02:59Kami nggak akan bercerai.
00:03:04Sindi, jangan paksa aku dalam mobil.
00:03:06Kamu nggak tahu malu?
00:03:08Nggak tahu malu juga suamimu.
00:03:09Tahan.
00:03:10Lepaskan!
00:03:13Lepaskan!
00:03:19Lepaskan aku!
00:03:20Terus saja mengelihat.
00:03:23Turunkan aku!
00:03:24Aku bisa jalan sendiri!
00:03:28Pak Nyonya, aku pamit dulu.
00:03:32Nyonya?
00:03:33Mereka semua memanggilmu Nona Sindi.
00:03:34Sekarang sudah panggil Nyonya.
00:03:35Masih nggak merasa senang.
00:03:36Kita sudah bercerai.
00:03:37Kedepannya tetap panggil aku Nona Sindi saja.
00:03:42Aku sudah meminta Elis hapus unggahan di pertemanan itu.
00:03:45Jadi?
00:03:46Kita nggak akan bercerai.
00:03:48Aku nggak sedang memohon persetujuanmu.
00:03:51Kenapa?
00:03:52Apanya kenapa?
00:03:53Kenapa harus bercerai?
00:03:54Dulu yang mau nikah itu kamu.
00:03:55Sekarang kamu bilang cerai.
00:03:56Langsung cerai.
00:03:57Lalu, kenapa kita harus nikah?
00:03:58Orang di luar semua bilang,
00:03:59kalau dulu aku yang memberimu obat.
00:04:00Jadi, kamu ingin bertanggung jawab.
00:04:01Kamu ingin bertanggung jawab.
00:04:02Makanya menikah denganku.
00:04:03Dari awal,
00:04:04penikahan kita sama sekali tidak terhormat.
00:04:05Sekarang, aku melepasmu pergi.
00:04:06Apa nggak boleh?
00:04:07Bukan begini.
00:04:09Kamu merasa penikahan kita tidak terhormat?
00:04:11Aku sudah hilang ingatan.
00:04:12Bagaimana aku tahu ucapan orang lain itu benar atau nggak.
00:04:14Tapi,
00:04:15penikahan aku dengan Hans,
00:04:16benar-benar membuatku tersiksa.
00:04:17Apakah karena aku mengajukan cerai padamu,
00:04:18jadi kamu merasa malu?
00:04:19Begini saja.
00:04:20Kedepannya kalau keluar,
00:04:21kamu bilang saja.
00:04:22Kalau kamu yang mencampakkan aku.
00:04:23Bagaimana?
00:04:26Apa karena Rino?
00:04:28Apa?
00:04:29Karena Rino,
00:04:30jadi kamu ingin bercerai denganku.
00:04:32Kamu sendiri yang bimbang.
00:04:33Malah berfikir orang lain sama denganmu.
00:04:36Aku bimbang?
00:04:37Masalah kamu dan Alice,
00:04:38aku nggak akan ungkit lagi.
00:04:39Tapi,
00:04:40kenapa kamu memfit aku?
00:04:41Kedepannya kamu jangan lagi berkontak dengan saudara keluarga gurah itu.
00:04:42Aku akan percaya pengucapannya.
00:04:43Oh,
00:04:44kamu tanpa alasan memberi 20 miliar kepada Alice.
00:04:46Aku bekerja di bawah Yandi.
00:04:47Memangnya kenapa?
00:04:48Aku tahu kamu merasa keberatan tentang Alice,
00:04:50tapi 20 miliar itu memang kompensasi yang harus diberikan kepadanya.
00:04:52Dan juga,
00:04:53karena kamu produknya mengalami kerugian besar,
00:04:54banyak kerusahaan yang menuntut kompensasi darinya.
00:04:56Dia sendiri yang nggak bersikap jujur.
00:04:57Malah melakukan hal-hal yang merugikan konsumen.
00:04:59Aku hanya mengekspos dia.
00:05:00Kamu langsung merasa aku yang salah.
00:05:01Itu bukan niatnya.
00:05:02Lalu,
00:05:03apa niatnya?
00:05:04Produk dia yang nggak memenuhi standar itu,
00:05:05apakah kamu tahu bisa menyebabkan kerusakan wajah pada konsumen yang percaya padanya?
00:05:08Sekarang sudah diselesaikan.
00:05:09Kalau tapi kamu seneng tak suka dengan cara penyelesaianku.
00:05:11Cukup! Aku benar-benar sudah muat!
00:05:22Cindy, kau sedih kamu mau kabur dari rumah lagi.
00:05:26Tolong perhatikan ucapanmu.
00:05:28Berpisah rumah karena ingin bercerai.
00:05:33Aku sudah bilang, jangan bahas masalah perceraian.
00:05:39Iya, lihatlah.
00:05:40Lihat apa?
00:05:41Karena kamu suka memeriksa ponselku.
00:05:42Sejak kapan aku suka memeriksa ponselmu?
00:05:44Diriku di masa depan,
00:05:45sepertinya memang mencintai Hans dengan sangat rendah diri.
00:05:48Tapi nggak mungkin sampai memeriksa ponselnya.
00:05:50Apakah aku secemas itu?
00:05:53Kamu dulu sering memeriksa ponselku.
00:05:54Lihat apakah aku berkontak dengan wanita lain.
00:05:56Dan kita juga sering bertengkar karena ini.
00:05:58Kamu sudah lupa?
00:06:00Nggak lupa.
00:06:02Karena sudah bertengkar banyak kali,
00:06:03kenapa masih memeriksa ponsel?
00:06:05Sekarang kamu marah.
00:06:06Kamu pikir dengan sikapmu begitu,
00:06:07aku akan berhenti marah.
00:06:09Karena kamu bisa melihat ponselku.
00:06:10Aku juga bisa melihat ponselmu.
00:06:12Berikan ponselmu.
00:06:13Kamu...
00:06:15mau memeriksa ponselku?
00:06:19Cindy,
00:06:20aku sudah bilang padamu beberapa kali.
00:06:22Jangan sembarangan memeriksa ponselku.
00:06:25Hans,
00:06:26aku nggak suka kamu selalu berkontak dengan wanita itu.
00:06:31Hans,
00:06:32aku nggak suka wanita itu.
00:06:33Selalu mengirim pesan padamu.
00:06:34Selalu menghubungimu larut malam.
00:06:35Aku sudah bilang padamu banyak kali.
00:06:38Jangan sembarang melihat ponselku.
00:06:39Masih ada banyak kerjaan yang harus aku urus.
00:06:41Kamu seperti ini akan membawa masalah bagiku.
00:06:42Maaf, Hans.
00:06:44Maaf,
00:06:45aku bukan sengaja.
00:06:46Aku hanya melihat dia memanggilmu begitu mesra.
00:06:48Jadi,
00:06:49aku...
00:06:50Sudah,
00:06:51jangan bicara lagi.
00:06:52Kedepannya jangan begitu lagi.
00:06:54Ternyata,
00:06:55aku begitu rendah diri di hadapan Hans.
00:06:58Cindy,
00:06:59jangan menangis.
00:07:00Hans,
00:07:01di dalam ponselku banyak pesan-pesan tentang pekerjaan.
00:07:06Kalau kamu lihat,
00:07:07nanti akan bermasalah bagiku.
00:07:09Ini perkataan yang pernah aku katakan padamu waktu dulu.
00:07:12Aku sudah lelah.
00:07:13Aku tidur di kamar tamu.
00:07:17Kamu tidur di kamar utama?
00:07:18Aku tidur di kamar tamu.
00:07:20Cindy,
00:07:28wangi sekali.
00:07:29Hans,
00:07:30kamu masuk.
00:07:31Aku barusan di luar memanggilmu.
00:07:32Kamu nggak dengar.
00:07:33Aku nggak dengar.
00:07:34Berarti kamu bisa sembarangan masuk.
00:07:36Cindy,
00:07:37kita sudah lama.
00:07:41Koleh nggak jangan marah lagi?
00:07:42Besok setelah ke kantor,
00:07:43aku akan mengembalikan posisi pekerjaanmu.
00:07:47Hans,
00:07:48aku nggak sedang marah.
00:07:49Kamu jangan berpikir tidur satu kali.
00:07:50Semua masalah selesai.
00:07:51Kalau begitu dua kali.
00:07:52Kamu juga tahu,
00:07:53aku nggak akan cuma satu kali.
00:07:55Hans,
00:07:56turunkan aku.
00:07:58Turunkan aku.
00:07:59Hans!
00:08:02Jangan marah lagi.
00:08:03Dulu bertengkar,
00:08:04kamu biasanya meredah sendiri.
00:08:05Kali ini kamu sampai mau kabur dari rumah.
00:08:06Seharusnya sudah cukup marahnya.
00:08:08Ini menandakan bahwa,
00:08:09dulu saat bertengkar,
00:08:10aku bisa membujukmu.
00:08:11Sekarang aku nggak mau bujuk lagi.
00:08:12Jadi, kamu merasa nggak nyaman.
00:08:13Hans,
00:08:14jadi orang jangan standar ganda.
00:08:16Kamu begitu ingin cerai denganku?
00:08:17Jangan bilang kamu kira aku sudah mengamuk.
00:08:19Hans,
00:08:20aku memberitahumu dengan jelas.
00:08:21Aku pasti akan bercerai denganmu.
00:08:22Aku sudah lelah.
00:08:23Sudah cukup muak.
00:08:29Makan sarapan dulu.
00:08:30Aku makan di kantor saja.
00:08:33Sarapan dulu.
00:08:34Kalau nggak,
00:08:35jangan berharap kemanapun.
00:08:42Aku sudah pesan ke dapur.
00:08:44Semua produk susu nggak akan dibuat lagi.
00:08:51Kamu nanti malam mau makan yang manis atau asin?
00:08:53Aku masih ada rapat.
00:08:54Kamu makan sendiri dulu.
00:09:00Cindy,
00:09:01kamu kenapa?
00:09:06Kak Hans sangat perhatian.
00:09:08Tahu makanan manis apa yang aku suka.
00:09:12Jangan sentuh aku.
00:09:14Apakah kamu merasa nggak nyaman?
00:09:15Apa urusannya denganmu?
00:09:16Kalau kamu benar perhatian padaku,
00:09:17segera tanda tangan di surat cerai itu.
00:09:19Surat cerai?
00:09:20Aku sudah merobeknya.
00:09:21Kalau begitu,
00:09:22aku akan membuatnya lagi.
00:09:26Pak Hans,
00:09:27Nyonya hanya marah padamu.
00:09:28Nggak akan serius bercerai denganmu.
00:09:30Benarkah?
00:09:31Nyonya begitu mencintaimu.
00:09:32Bagaimana mungkin rela bercerai denganmu?
00:09:35Aku rasa mungkin
00:09:36karena masalah Nona Elis.
00:09:45Pak Rino, ada instruksi apa?
00:09:46Aku sudah bernegosiasi dengan Hans.
00:09:48Di pihak mereka,
00:09:49sikapnya sangat tegas.
00:09:50Nggak mau melepas orang.
00:09:51Setahuku,
00:09:52pengunduran diri nggak perlu persetujuannya.
00:09:54Pengunduran diri nggak perlu.
00:09:55Tapi perceraian perlu.
00:09:58Cindy,
00:09:59bisa nggak kamu memberitahuku?
00:10:00Kenapa kamu ingin bercerai dengan Hans?
00:10:02Kalian,
00:10:03kenapa?
00:10:04Semuanya bertanya begitu padaku.
00:10:05Dia sudah berselingkuh dariku.
00:10:06Kenapa aku nggak boleh bercerai?
00:10:07Kamu dulu sangat mencintainya.
00:10:09Mencintainya dengan seluruh jiwamu.
00:10:10Kalau ada wanita lain di sampingnya,
00:10:11kamu akan langsung panik.
00:10:13Orang seperti Elis itu,
00:10:14kamu harusnya bersaing dengannya.
00:10:15Bagaimana bisa menyerah begitu saja?
00:10:16Aku sudah berpikir dengan jernih.
00:10:18Di dunia ini,
00:10:19ada banyak pria.
00:10:20Kenapa harus cari yang bimbang?
00:10:21Aku nggak percaya.
00:10:22Kamu dulu mencintainya.
00:10:23Bisa sampai lupa dengan diri sendiri.
00:10:25Jangan bilang kamu ingin menggunakan cara ini
00:10:27untuk mempertahankan dia.
00:10:28Dulu aku secinta apa sama dia
00:10:29sampai kalian semua beranggapan begitu?
00:10:31Sudah telepon sepanjang hari.
00:10:36Mengganggu sekali.
00:10:38Aku langsung blokir dia saja.
00:10:39Dengan begitu, kamu baru bisa percaya, kan?
00:10:49Cindy, kamu benar-benar ini?
00:10:51Kak, sedang ngobrol apa?
00:10:53Cindy blokir Hans.
00:10:56Blokir?
00:10:57Cindy, kamu ini gila atau hilang ingatan?
00:10:59Kamu lupa kalau dulu kamu itu sangat mencintai Hans?
00:11:04Aku dulu sangat mencintainya.
00:11:06Cinta sampai nggak mungkin meninggalkannya.
00:11:09Kenapa aku yang berumur 18 tahun?
00:11:11Jelas-jelas nggak suka dengannya,
00:11:12tapi masih bisa merasakan rasa sakit yang menyayat hati
00:11:15saat Cindy 23 tahun.
00:11:16Cindy, kamu kenapa?
00:11:18Kenapa setelah bunuh diri,
00:11:20rasanya agak aneh?
00:11:21Tidak apa-apa.
00:11:23Bahkan Peter pun bisa menebak kalau aku amnesia.
00:11:26Hans sebagai suami sama sekali nggak menyadarinya.
00:11:29Sama sekali nggak mencintaiku.
00:11:30Kenapa aku harus mencintainya?
00:11:36Pak Hans, Pak Rino sekarang nggak ada di kantor.
00:11:38Aku cari istriku.
00:11:39Istrimu, Cindy.
00:11:42Pak Rino?
00:11:43Istrinya adalah Cindy?
00:11:45Pak Rino, Pak Hans datang kemari.
00:11:52Kenapa blokir aku?
00:11:54Cindy, selesaikan masalahmu sendiri.
00:12:04Hapus blokirnya.
00:12:05Sudah hapus kontak. Aku nggak bisa cari lagi.
00:12:07Kalau begitu, tambahkan lagi. Simpan kembali nomorku.
00:12:09Aku nggak tahu nomormu.
00:12:11Kamu selalu hafal nomorku. Bagaimana mungkin nggak tahu?
00:12:15Aku sudah lupa. Memangnya nggak boleh.
00:12:17Bagaimana mungkin?
00:12:19Cindy, apakah kamu amnesia?
00:12:23Cindy, beberapa saat ini kamu sangat aneh.
00:12:25Apa kamu amnesia?
00:12:26Aku nggak tahu kamu bilang apa.
00:12:28Kalau kamu nggak amnesia, kenapa kamu mau cerai denganku?
00:12:30Kamu lupa kita pernah menikah.
00:12:31Kamu juga lupa kamu betapa mencintai aku.
00:12:33Jadi ingin cerai denganku, kan?
00:12:34Nggak. Aku nggak amnesia.
00:12:36Aku nggak lupa kalau aku mencintaimu.
00:12:37Aku hanya ingin cerai saja.
00:12:39Aku nggak boleh akui aku amnesia.
00:12:41Kalau nggak dengan sikap Hans,
00:12:42dia nggak akan biar aku cerai dengannya.
00:12:43Baik.
00:12:46Aku tanya padamu kapan aku ulang tahun?
00:12:49Tanggal 10 Oktober.
00:12:50Untungnya aku pernah periksa.
00:12:51Kapan kita pertama kali berhubungan?
00:12:53Aku nggak ingin jawab.
00:12:54Apa nggak bisa jawab?
00:12:57Pertama kali kita buat di mana?
00:12:59Gaya apa? Buat berapa lama?
00:13:00Aku bilang apa padamu?
00:13:01Aku nggak ingat masalah yang sudah lama itu.
00:13:03Aku tanya kamu beberapa hal biasa.
00:13:05Biasanya berapa kali kita berhubungan?
00:13:07Suka di mana? Aku suka lihat bagian apa?
00:13:09Suka cium bagian apa?
00:13:11Yang kamu tanya itu tentang kesukaanmu.
00:13:13Aku mana tahu?
00:13:14Aku tanya kamu beberapa pertanyaan lagi.
00:13:15Kamu paling suka aku cium kamu bagian apa?
00:13:17Ketika aku memegang pinggangmu,
00:13:19apa responsmu?
00:13:20Apa responsmu ketika kamu merasa nyaman?
00:13:24Aku nggak ingin jawab.
00:13:25Nggak ingin jawab atau nggak bisa jawab?
00:13:27Tentu saja nggak bisa jawab.
00:13:28Aku sudah amnesia.
00:13:29Bagaimana jawab?
00:13:30Aku saja nggak tahu aku suka di cium bagian mana.
00:13:33Hans, apa kamu merasa hal amnesia itu bisa terjadi pada diriku?
00:13:36Sungguh nggak masuk akal.
00:13:42Itu, Elise-mu sudah mencarimu.
00:13:44Jangan membuang waktu untukku.
00:13:46Sebaiknya kita berpisah dengan damai.
00:13:48Hadiru.
00:13:56Ke rumah sakit.
00:14:00Halo?
00:14:01Hans, apa aku sudah mengganggumu?
00:14:02Kalau tahu, kenapa telepon?
00:14:04Maaf.
00:14:05Apa beberapa saat ini Nona Cindy marah denganmu?
00:14:08Aku dengar orang perusahaan bilang suasana hatimu kurang baik.
00:14:11Bukan urusanmu.
00:14:18Hans, kenapa kamu kemari?
00:14:20Saat Cindy bunuh diri, apa yang terjadi?
00:14:22Pak Ivan, aku pergi dulu.
00:14:24Baik.
00:14:27Hans, apa yang terjadi pada Cindy?
00:14:30Aku merasa dia amnesia.
00:14:34Amnesia?
00:14:35Benar.
00:14:36Dia nggak ingat perasaan dariku.
00:14:37Bahkan mau cerai denganku.
00:14:39Ini nggak bisa menyatakan dia amnesia.
00:14:41Kalau dia nggak amnesia, kenapa dia cerai denganku?
00:14:43Mungkin karena masalahmu dan Elise sudah membuatnya pasrah.
00:14:45Bagaimanapun kamu terhadapnya, nggak begitu baik.
00:14:46Meski dia sangat mencintaimu, kamu nggak mencintainya.
00:14:48Bukankah cerai sangat baik?
00:14:49Siapa bilang aku nggak mencintainya?
00:14:51Kamu...
00:14:52Kamu cinta dia.
00:14:53Sekarang hal terpenting adalah mengetahui jelas dia ada amnesia atau nggak.
00:14:59Ini riwayat medisnya sebelum bunuh diri.
00:15:01Kamu lihat dulu.
00:15:04Waktu itu dia menyayai tangannya sampai darah terus mengalir.
00:15:06Tapi nggak mengancam nyawa.
00:15:07Kukira dia hanya semalamena.
00:15:11Iya.
00:15:12Dulu dia sering melakukan hal itu untuk menarik perhatianku.
00:15:14Benar.
00:15:15Jadi saat dia menelponmu, kamu juga nggak kembali.
00:15:18Bahkan mengatakan kata yang kasar.
00:15:20Jadi dia terkena rangsangan.
00:15:22Pak Hans.
00:15:23Nyonya bunuh diri.
00:15:24Apa masih hidup?
00:15:25Masih.
00:15:26Jangan gunakan hal ini menggangguku.
00:15:28Saat itu, dia benaran mau bunuh diri.
00:15:31Aku nggak tahu dia benaran mau bunuh diri atau nggak.
00:15:36Tapi lukanya sangat dalam.
00:15:37Aku bahkan membantunya menjahit luka itu.
00:15:39Tapi, meski dia benaran bunuh diri.
00:15:41Kamu juga nggak akan suka pada wanita yang kayak begitu.
00:15:46Sebelum dia bunuh diri, ada bilang sesuatu nggak?
00:15:49Nggak ada.
00:15:50Hanya tanya apa kamu bisa datang melihatnya.
00:15:51Saat itu kamu bilang.
00:15:52Jangan bilang lagi.
00:15:54Aku tahu aku ngomong apa.
00:15:56Bibi, ini hadiahku untukmu.
00:15:59Cepat lihat suka nggak?
00:16:01Elise, kamu benaran baik.
00:16:03Bibi, apa aku membuat kak Hans marah?
00:16:07Kenapa?
00:16:08Sebelumnya aku ke kantor.
00:16:09Cari dia untuk berterima kasih.
00:16:11Karena membantuku.
00:16:12Tapi, Cindy sepertinya bertengkar dengannya.
00:16:15Jadi, suasana hati kak Hans nggak baik.
00:16:17Aduh, Elise.
00:16:18Bukankah aku pernah bilang padamu.
00:16:20Kalau ada masalah, kamu cari saja aku.
00:16:22Bibi, maaf.
00:16:24Aku nggak nyangka.
00:16:25Kak, nona Cindy begitu keberatan.
00:16:30Ibu, Hans.
00:16:31Kamu sudah datang.
00:16:32Ada apa?
00:16:33Aku suruh kamu kemari untuk tanya kenapa kamu dengan Cindy.
00:16:37Nggak apa-apa.
00:16:39Dia hanya marah padaku.
00:16:40Elise bilang padaku Cindy ribut cerai denganmu.
00:16:43Kamu mengadu pada ibuku.
00:16:48Kak Hans, maksudku bukan begitu.
00:16:50Aku hanya nggak ingin Cindy bertengkar denganmu karena masalahku.
00:16:55Bu, ada apa?
00:16:57Bukan aku yang suruh dia datang.
00:17:03Cindy, aku suruh kamu kemari untuk tanya ada apa denganmu dan Hans.
00:17:07Kalau nggak ingin cerai, hiduplah dengan baik.
00:17:10Wajar saja suami istri bertengkar.
00:17:12Tapi, jangan selalu mengungkit masalah cerai karena akan merusak hubungan.
00:17:17Ibu, aku beneran mau cerai.
00:17:19Kenapa?
00:17:20Apa karena masalah Elise?
00:17:22Elise juga di sini.
00:17:23Kalian bisa mengatakannya di sini dengan jelas.
00:17:25Bibi, mungkin karena aku kurang baik.
00:17:28Aku nggak harusnya di perusahaan meminta bantuan Kak Hans setelah difitnah oleh nona Cindy.
00:17:34Itu tuduhan palsu atau benar?
00:17:36Kamu tahu sendiri.
00:17:37Kak Cindy, aku tahu kamu keberatan denganku.
00:17:39Kamu lebih tua dariku.
00:17:41Jangan panggil aku kakak.
00:17:42Aku takut berumur pendek.
00:17:43Ibu, aku akan mengatasi hal ini dengan baik.
00:17:49Aku nggak akan cerai dengan Cindy.
00:17:51Kak Hans.
00:17:52Sudahlah.
00:17:53Itu urusan mereka.
00:17:54Kita jangan ikut campur.
00:17:55Mari duduk.
00:18:00Apa masih sakit?
00:18:02Sekarang baru tanya.
00:18:03Sudah terlambat.
00:18:04Saat itu.
00:18:05Kenapa kamu bunuh diri?
00:18:06Aku juga nggak tahu.
00:18:08Jadi kamu benaran amnesia.
00:18:10Aku nggak amnesia.
00:18:11Bukan begitu.
00:18:12Alice itu sudah kejar sampai rumah.
00:18:14Ibumu juga suka dia.
00:18:15Lebih baik kamu cerai saja denganku.
00:18:17Kamu nggak mungkin biarkan dia jadi orang ketiga terus.
00:18:19Aku mau jelaskan berapa kali padamu.
00:18:20Aku nggak ada selingkuhan.
00:18:21Aku juga nggak ada waktu selingkuh.
00:18:23Em...
00:18:24Lagian, punya kamu saja sudah repot.
00:18:26Aku mana ada waktu luang untuk mencari masalah pada diri sendiri.
00:18:29Kalau merasa aku merepotkan, cerai saja.
00:18:34Ayo jalan.
00:18:35Kemana?
00:18:36Ke rumah sakit.
00:18:37Luka di tanganku sudah sembuh.
00:18:38Nggak perlu ke rumah sakit.
00:18:40Saat berhenti.
00:18:45Periksa dulu luka di tangannya.
00:18:47Lalu periksa otaknya.
00:18:48Kenapa mau memeriksa otaku?
00:18:49Dia mencurigaimu amnesia.
00:18:54Cindy.
00:18:55Patullah.
00:18:56Buatlah periksa ini.
00:18:57Setelah memastikan kamu periksa saja.
00:18:58Aku baru tenang.
00:18:59Aku sudah berulang kali bilang aku nggak amnesia.
00:19:01Kalau begitu periksalah.
00:19:03Apa kamu bohong?
00:19:04Amnesia pasti nggak bisa diperiksa.
00:19:09Baik.
00:19:10Aku buat.
00:19:11Tapi kamu harus menjanjikan satu syarat padaku.
00:19:13Syarat apa?
00:19:14Kalau hasilku nggak amnesia, kamu nggak boleh ganggu aku.
00:19:16Bahkan harus biarkan aku kerja di perusahaan Rino.
00:19:18Baik.
00:19:19Lihatlah.
00:19:20Hasil pemeriksaan otaku baik-baik saja.
00:19:23Obat di pergelangan juga sudah diganti.
00:19:25Aku pergi dulu.
00:19:26Aku suruh sopir antar kamu.
00:19:28Hans, sebaiknya kita secepat mungkin cerai.
00:19:30Begini terus.
00:19:31Benar-benar nggak menarik.
00:19:32Saat aku bunuh diri, kamu nggak menjemuhku.
00:19:33Artinya kamu nggak suka aku.
00:19:35Jadi cerai denganku nggak akan merugikanmu.
00:19:37Aku nggak perlu kamu kasih tahu pemikiranku bagaimana.
00:19:39Kamu nggak tahu apa yang aku pikirkan.
00:19:41Jadi nggak bisa membantuku buat keputusan.
00:19:42Anggap saja aku sedang membuat keputusan untuk diriku.
00:19:44Hans, aku nggak senang dengan pernikahan ini.
00:19:46Kita sebaiknya cerai saja.
00:19:48Bagaimana hasilnya?
00:19:51Memang agak aneh.
00:19:52Apa Cindy nggak mau akui?
00:19:54Iya.
00:19:55Pemeriksaan tadi hanya bohongan.
00:19:56Hasil pengamatannya padanya menemukan kalau dia benaran Amnesia.
00:20:01Kenapa dia nggak mau akui?
00:20:03Nggak tahu.
00:20:04Mungkin nggak ada rasa aman.
00:20:05Juga nggak mempercayain.
00:20:09Cindy, kondisi kerjamu beberapa hari ini sangat baik.
00:20:11Aku lihat video pemanasanmu itu punya respon yang baik.
00:20:13Yang penting kamu suka saja.
00:20:14Em, apa Hans nggak mencarimu dalam beberapa hari ini?
00:20:17Dia, dia seharusnya sedang membahas dengan pengacara mengenai penulisan surat cerai.
00:20:20Hans begitu kaya, kamu berencana dapat berapa?
00:20:23Itu semua hartanya.
00:20:24Mengenai harta setelah menikah, aku juga nggak serakah.
00:20:26Terserah saja dengannya.
00:20:27Aku bukan wanita polos yang nggak mau sebesar pun.
00:20:29Tapi aku nggak serakah.
00:20:31Kalau ada, aku terima.
00:20:32Kalau nggak ada, aku bakal cari sendiri.
00:20:34Sekarang pikiranmu sangat terbuka.
00:20:36Kenapa dulu nggak seperti ini?
00:20:38Dulu?
00:20:39Apa dulu aku nggak seperti ini?
00:20:41Dulu semua orang tahu kalau kamu mengawasi Hans dengan ketat.
00:20:44Bahkan bersikap penuh diri, di sisinya.
00:20:47Semua orang bilang, kamu cuma nasib baik karena bertemunya.
00:20:50Jadi kamu sangat panik, setiap hari.
00:20:52Nggak heran.
00:20:53Kalian melihatku seperti melihat hantu.
00:20:55Kamu memang sudah berubah.
00:20:56Nggak, nggak seperti dulu lagi.
00:20:59Tentu saja.
00:21:00Yang dulu lebih baik atau sekarang?
00:21:03Tentu saja sekarang.
00:21:04Terus bertahan.
00:21:05Kata bos benar.
00:21:06Oh ya, beberapa hari lagi ada pesta selebriti.
00:21:08Itu bisa berbincang dengan klien.
00:21:10Maukah kamu pergi?
00:21:12Asal harga pas, aku akan pergi.
00:21:21Nyonya Cindy, maaf sudah membuatmu menunggu lama.
00:21:28Ngapain kamu kemarin?
00:21:29Kita sudah cerai.
00:21:30Belum buat prosedur.
00:21:31Jadi belum resmi.
00:21:32Sekarang kamu masih istriku.
00:21:33Atau kamu sudah setuju cerai?
00:21:34Aku nggak bilang begitu.
00:21:35Apa Cindy itu adalah istri Hans yang misterius itu?
00:21:37Cantik juga dia.
00:21:38Tapi wanita cantik sangat banyak.
00:21:40Nggak tahu pakai cara apa bersama dengan Hans.
00:21:42Memang susah dibilang.
00:21:43Apa Pak Hans dengan istrinya yang rendahan itu sudah cerai?
00:21:46Kenapa aku merasa hubungan mereka cukup baik?
00:21:49Apa kabar cerai itu hanya rumor?
00:21:51Tadi aku dengar Pak Hans bilang wanita itu istrinya.
00:21:59Pak Hans, kamu sudah datang.
00:22:01Ada apa?
00:22:02Ada apa?
00:22:03Bisakah bicara di sana?
00:22:05Nggak bisa.
00:22:08Apa takut nona Cindy marah?
00:22:10Kita hanya bahas masalah kerja.
00:22:12Menurutku dia nggak akan kebaratan.
00:22:14Bahas masalah kerja?
00:22:15Bahas apa?
00:22:16Atau bahas bagaimana menggunakan uang konsumen
00:22:18untuk membuat produk berkualitas jelek itu lalu membuat wajah orang rusak.
00:22:21Cindy, jangan asal ngomong.
00:22:22Kita sudah buat siaran langsung mengenai laporan kualitas
00:22:24dan berhasil membuktikan produk kami nggak ada masalah.
00:22:26Kamu mau apa lagi?
00:22:27Nggak mau apa-apain.
00:22:29Tapi kamu sudah menghancurkan karirku.
00:22:31Aku nggak akan mengampunimu.
00:22:36Cindy, ada apa?
00:22:37Nggak apa-apa bos.
00:22:38Ayo kita bahas kerjasama.
00:22:40Cindy, kamu ikut aku saja.
00:22:42Bukankah kamu ada, Elise?
00:22:46Cindy.
00:22:47Kak Hans.
00:22:48Kelak masalah kerja.
00:22:49Bahas aja sama sisanku.
00:22:50Eh, apa karena Cindy?
00:22:52Kita hanya bahas masalah kerja.
00:22:54Dia sudah keberatan.
00:22:55Kalau aku pasti nggak akan membuatmu sulit.
00:22:58Sekarang kamu sudah membuatku kesulitan.
00:23:04Cindy, hebat kamu.
00:23:06Kamu pakai obat apa untuk Kak Hans?
00:23:09Bodoh.
00:23:10Beraninya kamu memarahiku?
00:23:12Kalau kata bodoh, bukan memarahimu.
00:23:13Apa sudah memujimu?
00:23:14Jangan cari masalah.
00:23:15Eh, kamu mendorongku.
00:23:18Kamu sudah mengadangku.
00:23:19Kenapa aku nggak boleh mendorongmu?
00:23:20Apa mau melangkahi tubuhmu?
00:23:22Kamu.
00:23:23Kamu sungguh semena-mena.
00:23:25Kak, siapa yang semena-mena?
00:23:28Apa kamu kira jadi istrinya?
00:23:29Kak Hans akan menyukaimu.
00:23:31Kalau waktu itu kamu nggak mengandalkan obat menjadi istrinya,
00:23:34Hans mana mungkin menikahi wanita sepertimu?
00:23:36Kenapa kamu nggak mencoba jadi istrinya?
00:23:38Apa kamu anggap Hans bodoh?
00:23:39Siapa yang mau tidur dengannya?
00:23:41Dia harus dengan siapa?
00:23:43Kalau begitu, orang yang mau memberinya obat berahi sudah sampai berlan.
00:23:47Siapa yang tidur dengannya?
00:23:49Siapa yang mau bersamanya?
00:23:50Kalau benaran mau kasih dia obat berahi, pasti sudah antre sampai berlan.
00:23:53Pak Hans, apa katanya Cindy benaran atau nggak?
00:24:00Orang yang ingin memberimu obat berahi sudah sampai berlan.
00:24:03Cepat suruh pembuat acara hentikan.
00:24:05Selain itu, suruh Cindy kemari.
00:24:07Kalau kamu hebat, jangan hindar.
00:24:10Kamu kira semua orang seperti reaksimu yang lambat?
00:24:12Bisa hindar malah nggak mau.
00:24:14Kapan kamu berubah menjadi pandai bicara?
00:24:16Dulu di depanku, kamu selalu bersikap penakut.
00:24:19Bahkan nggak berkata keras.
00:24:20Aku kalau benaran penakut, nggak akan mengungkapkan standar logam produk sekret melewati batas.
00:24:25Dulu aku sangat sopan, jadi menoleransimu.
00:24:28Nggak disangka wanita sepertimu malah menganggap rasa sopan orang sebagai alasan untuk semena-mena.
00:24:34Kamu?
00:24:37Memang wanita dari kampungan nggak berlapang dada.
00:24:40Seperti permen karet yang terus lengket pada kak Hans.
00:24:43Emang kenapa kalau kamu semena-mena, apa dia akan mencintaimu?
00:24:48Waktu itu, kamu mengancamnya dengan membunuh diri untuk dia membelamu.
00:24:52Tapi dia masih saja membantuku melunasi 20 miliar itu.
00:24:56Bahkan nggak mau melihatmu.
00:24:59Cindy, kamu harus berpikir kak Hans mencintaimu atau nggak?
00:25:04Jadi aku nggak mau pria ini lagi.
00:25:07Kak Hans, sebenarnya cinta kamu atau nggak?
00:25:10Jadi aku nggak mau pria ini lagi.
00:25:13Ternyata Cindy mau cerai dengan Pak Hans, benar-benar membuat orang kaget.
00:25:16Cindy juga ada martabat.
00:25:18Dia nggak mau menerima suami yang selingkuh demi uang.
00:25:20Cialis memang keterlaluan.
00:25:22Setelah bagaimanapun, Cindy adalah istri sah.
00:25:24Meski datang dari keluarga miskin, dia adalah istri sahnya.
00:25:27Alice begitu belak-belakan.
00:25:29Oh, kalau aku adalah Cindy, aku juga nggak terima.
00:25:31Wajar saja dulu pernah dengar kalau Cindy mengawasi Hans dengan ketat.
00:25:35Ada Alice sih, sahabat begini.
00:25:37Aku sebagai istrinya pun nggak tahan.
00:25:39Kenapa belum ditutup CCTV-nya?
00:25:40Mana pembuat acaranya?
00:25:42Maaf, Pak Hans.
00:25:43Pembuat acara sedang memperbaikinya.
00:25:45Sementara nggak bisa menutup CCTV.
00:25:46Ini perlu menutup semua listrik gila.
00:25:48Kenapa layar ini bisa tersambung dengan CCTV kolam renang?
00:25:51Pembuat acara sedang memeriksa.
00:25:53Jodoh Pak Hans benar-benar baik.
00:25:55Bahkan istri dan sahabat sendiri bisa bertengkar di kolam renang demimu.
00:25:59Benar-benar buat iri orang biasa seperti kami.
00:26:02Aku selalu benci orang yang sok pintar.
00:26:05Kamu tunggu saja balasannya.
00:26:07Pak Hans bilang apa?
00:26:08Aku nggak mengerti.
00:26:09Cindy adalah istriku.
00:26:11Masih kamu berusaha, juga nggak ada gunanya.
00:26:17Pak Rino, masalah yang kamu suruh sudah dilakukan.
00:26:20Ambil lupa kalian.
00:26:21Selain itu jangan biarkan orang lain tahu.
00:26:23Pak Rino tenang saja.
00:26:24Akan hal ini.
00:26:25Nggak akan ada yang tahu kita melakukan sesuatu di CCTV.
00:26:27Pegilah.
00:26:28Baik.
00:26:29Apa kamu benaran mau cerai dengan Kak Hans?
00:26:35Meski aku benaran cerai dengannya.
00:26:37Tapi sikapnya padamu nggak ingin kamu menjadi istrinya.
00:26:39Cindy, kamu jangan sok tahu.
00:26:41Kalau bukan karenamu, aku akan menikah dengannya sesuai wasiat kakek.
00:26:44Iya, memang kamu yang menjadi orang ketiga di antara kamu.
00:26:47Kamu sudah waktunya cerai dengannya.
00:26:49Akhirnya mengatakan kata hatimu.
00:26:51Nggak berpura-pura lagi?
00:26:52Bukankah sebelumnya kamu sangat pandai aktif di depan ibunya Hans dan Hans?
00:26:55Itu namanya lapang dada dan perhatian.
00:26:58Nggak ingin Bibi dan Kak Hans mengkhawatirkanku.
00:27:00Nggak seperti kamu yang setiap hari cari masalah untuk Hans.
00:27:03Kalau kamu hebat, suruh dikasih kamu 20 miliar lagi.
00:27:05Apa maksudmu?
00:27:06Apa kamu kira masalah standar produkmu sudah berlalu begitu saja?
00:27:09Aku sudah berhasil memeriksa produkmu yang murahan itu.
00:27:12Kamu memang kejam terhadap konsumen yang percaya padamu.
00:27:15Modal beberapa ribu saja.
00:27:17Kamu mau dapat keuntungan jutaan.
00:27:19Bahkan nggak bisa menjamin kualitasnya.
00:27:21Cindy, apa maksudmu?
00:27:25Sebelumnya Hans membantumu melewati bahaya itu.
00:27:27Tapi kamu nggak tahu berterima kasih.
00:27:29Malah mengandalkan dirimu ada andalan.
00:27:31Jadi makin semena-mena.
00:27:32Nyalimu sungguh besar.
00:27:33Kamu itu iri Kak Hans membantuku?
00:27:35Iya.
00:27:36Aku memang nggak serius dalam membuat produk sekret.
00:27:39Tapi bisa bagaimana?
00:27:41Aku sudah mengeluarkan uang untuk mencari orang promosi.
00:27:44Aku itu banyak kenalan.
00:27:45Jadi emangnya kenapa kalau kualitasku jelek?
00:27:48Produk kami memang ada efek memutihkan.
00:27:51Kalau bukan kamu yang ikut campur, sekret aku sudah menjadi merek terkenal.
00:27:55Alice, kamu memang nggak tahu malu.
00:27:58Bisa-bisanya mengatakan perbuatan ilegal dengan santai.
00:28:01Kamu nggak usah pura-pura baik di depanku.
00:28:03Kalau kamu ada kesempatan mencari uang sepertiku,
00:28:05apa kamu nggak mau?
00:28:07Modalku memang rendah, tapi ini baru bisa menunjukkan keuntunganku tinggi.
00:28:10Bukankah begitu?
00:28:12Kamu bisa mengambil keuntungan yang masuk akal.
00:28:14Tapi kamu malah mengurangi bahan, bahkan berbuat licik untuk mendapatkan harga mahal dengan produk berkualitas rendah.
00:28:19Apa kamu nggak tahu malu?
00:28:21Emangnya kenapa?
00:28:23Adanya bantuan Kak Hans, sekret aku akan segera masuk ke pasaran saham.
00:28:27Saat itu, kamu si pemeriksaan kualitas dari kampungan bisa gunakan apa bandingkan denganku?
00:28:32Aku ada menginvestasi produk sekret itu.
00:28:35Nggak disangka produk sampah.
00:28:37Jadi mengenai kualitas sekret, nggak sesuai standar bukan rumor dong?
00:28:40Tak heran, Pak Hans membantunya ganti rugi. Ternyata pemeriksaan kualitasnya nggak lewat standar.
00:28:44Apa sekarang tarik investasi masih sempet?
00:28:47Apa ini seleranya Pak Hans?
00:28:49Sahabat Pak Hans memang hebat sampai menipu semua investor.
00:28:52Benar-benar menaruhkan reputasi sendiri.
00:28:59Cindy, aku hanya bisa membantu sampai sini.
00:29:01Cindy, Kak Hans bukan orang yang bisa kamu mau.
00:29:04Setelah kalian cerai, kamu sebaiknya pulang kampung.
00:29:07Lingkaran orang kaya seperti kami, tak mudah dimasukin kamu.
00:29:11Apa kamu kira aku benaran mau ke lingkaranmu itu?
00:29:13Elis, suatu hari kamu akan dapat karmanya.
00:29:19Hans sudah datang. Coba kamu tanya, dia mau menikahimu atau nggak?
00:29:23Cindy, bicara dengan baik. Kenapa kamu turun tangan padaku?
00:29:27Aduh, sudah zaman apa? Masih pakai trik polos ini untuk mencelakai orang.
00:29:33Cindy, kalau kamu nggak suka aku, bilang saja padaku.
00:29:36Kamu jangan buat orang. Aku benaran akan mendorongmu.
00:29:40Cindy.
00:29:41Kak Hans, tolong aku. Kak Hans.
00:29:49Apa kamu terluka?
00:29:51Sepertinya dia yang ada masalah.
00:29:53Kak Hans, tadi kamu menendangku. Apa kamu menganggapku sebagai Cindy?
00:29:57Maaf, tadi aku melihatmu menarik Cindy. Juga nggak tahu kamu mau buat apa.
00:30:00Jadi demi keamanan, aku hanya bisa menendangmu untuk kamu berpikir tenang.
00:30:04Bukan begini. Cindy yang menarikku. Semua ini rencananya.
00:30:0845 derajat di atas kepalamu ada CCTV.
00:30:12Benaran ada CCTV.
00:30:14Cindy, ini semua rencanamu. Kan kamu ingin mencelakaiku? Kan baru berbuat begini?
00:30:18Aku bukan peramal. Bagaimana bisa meramal setiap katamu?
00:30:21Tolong aku!
00:30:26Apa kamu nggak tolong dia?
00:30:27Tolong!
00:30:29Air di kolam nggak setinggi dadamu.
00:30:31Lepaskan aku. Aku bisa jalan sendiri.
00:30:33Periksa dulu kamu ada luka atau nggak.
00:30:35Aku nggak terbuat dari kaca.
00:30:36Tadi Alice hanya menarikku saja. Aku nggak terluka.
00:30:38Mana tahu tarikannya membuat otakmu jadi rusak.
00:30:42Sekarang Cindy sudah amnesia. Jadi nggak boleh merangsangnya.
00:30:45Tunggu dia pulih. Pasti nggak akan cerai denganku.
00:30:51Aku akan suruh dokter memeriksamu.
00:30:55Aku baik-baik saja. Perbuatanmu terlalu berlebihan.
00:30:59Patuhlah. Biar dokter periksa.
00:31:02Hans, apa kamu merasa aku masih amnesia?
00:31:04Bukan merasa. Kamu memang amnesia.
00:31:08Meski aku nggak amnesia, aku juga akan cerai denganmu.
00:31:10Selain itu, hari ini kamu di depan umum memanggil kunyonya Cindy.
00:31:13Ini membuatku sangat repot.
00:31:15Kamu hanya nggak inget. Nggak apa-apa. Aku akan menunggumu ingat kembali.
00:31:21Apa kamu merasa setelah aku ingat? Aku akan berubah pikiran.
00:31:23Kamu mencintaiku.
00:31:25Tapi kamu nggak mencintaiku. Selain itu, aku nggak mencintaimu lagi.
00:31:28Aku mencintaimu. Apa kamu lupa?
00:31:32Eh, aku nggak mengganggu kalian, ya kan?
00:31:35Cepat masuk.
00:31:39Kenapa wajahmu terlihat masam? Siapa yang mau berubah?
00:31:41Dia.
00:31:43Aku sudah dengar kalau Cindy dan teman mesramu terjadi konflik.
00:31:46Lalu didorong ke kolam.
00:31:47Dia bukan teman mesraku.
00:31:48Siapa yang nggak tahu kalau dia teman mesramu?
00:31:51Apa hubungan sejak kecil bisa dilupakan begitu saja?
00:31:54Ivan juga teman sejak kecilku.
00:31:55Apa dia juga teman mesraku?
00:31:57Eh, jangan membuatku gelih.
00:32:01Sudah kubilang padamu, dia hanya teman cucu kakek.
00:32:05Benarkah? Kalian sungguh cocok.
00:32:07Kamu sudah amnesia. Jadi aku nggak mau keberatan denganmu.
00:32:10Ivan, cepat periksa dia.
00:32:11Maaf semuanya, aku yang membuat gagal acara malam ini.
00:32:19Aku membuat Nona Cindy marah.
00:32:21Jadi dia mendorongku ke kolam.
00:32:23Aku nggak menyalahkannya.
00:32:25Nona Elis, aku masih ragu akan investasi yang dibahas waktu itu.
00:32:28Jadi aku nggak investasi dulu.
00:32:30Kenapa? Bukankah kamu janji mau investasi secret aku?
00:32:33Aku juga nggak investasi dulu.
00:32:35Kerjasama kita berakhir sampai sini saja.
00:32:37Semua projek yang aku investasi akan diberhentikan.
00:32:41Elis, kamu sungguh buat kami kecewa.
00:32:43Apa yang terjadi?
00:32:44Kenapa kalian mau menarik investasi?
00:32:47Nasibmu sungguh beruntung.
00:32:48Baru diketahui saat ini.
00:32:50Tapi kelak ada berapa banyak ganti rugi yang perlu dibayar.
00:32:53Aku nggak tahu.
00:32:54Ganti rugi apaan?
00:32:55Apa yang kamu katakan?
00:32:56Kenapa aku nggak mengerti?
00:32:57Tadi perkataan dan perbuatanmu pada Cindy sudah dilihat dan didengar mereka.
00:33:07Elis, nggak disangka kamu lah yang tukang goda pria orang.
00:33:13Bisa-bisanya aku percaya padamu sampai mengira Cindy yang merebut priamu.
00:33:16Bukan aku.
00:33:18Semua salah Cindy.
00:33:20Semua salah dia.
00:33:22Dia yang merebut Kak Hans.
00:33:24Hans sama sekali nggak menyukaimu.
00:33:26Kamu sendiri yang berangan-angan.
00:33:33Kak Hans?
00:33:34Di mana Kak Hans?
00:33:35Apa yang mau kamu lakukan?
00:33:36Kak Hans!
00:33:37Kak Hans!
00:33:38Bantulah aku!
00:33:41Kak Hans!
00:33:42Kak Hans!
00:33:43Bantulah aku!
00:33:44Dia panggil kamu.
00:33:45Apa nggak mau jawab?
00:33:46Kau!
00:33:47Kamu kuat sederhana bisriku.
00:33:48Kamu wakilis aku saja.
00:33:49Mimpi saja.
00:33:50Aku saja deh.
00:33:51Kalau nggak, dia pasti ribut sampai tengah malam.
00:34:00Kak Hans, tadi mereka semua mau menarik investasi.
00:34:03Aku harus bagaimana?
00:34:04Cari saja investor itu.
00:34:05Tapi mereka menarik investasi karena Cindy.
00:34:08Menarik investasi karena mereka merasa nggak ada untung.
00:34:10Nggak ada hubungannya dengan Cindy.
00:34:12Semua karena Cindy sengaja menjebakku di kolam renang.
00:34:14Terlalu terjadi hal begini.
00:34:16Kenapa kamu mau terjebak?
00:34:19Kamu ketawa apa?
00:34:20Nggak apa-apa.
00:34:21Ini pertama kalinya aku melihat Pak Hans melawan.
00:34:23Jadi merasa menarik.
00:34:24Iwan, persilahkan dia keluar.
00:34:27Kak Hans!
00:34:28Pak Hans!
00:34:33Cindy, kamu baik-baik saja kan?
00:34:35Dia sangat baik.
00:34:36Kamu sudah bisa pergi.
00:34:37Pak Hans nggak usah begitu panik.
00:34:39Aku hanya khawatir pada bawahanku saja.
00:34:40Orang berniat jahat terlalu banyak.
00:34:42Jadi ada baiknya waspada.
00:34:43Pak Hans yang begitu waspada,
00:34:44kenapa bisa biarkan wanita bermaksud jahat mendekatimu?
00:34:47Sudahlah. Aku sudah lelah.
00:34:49Kalian pulang dulu.
00:34:50Baik, aku antar kamu.
00:34:53Bukan nggak apartemen yang kamu sewa di sebelah perusahaan.
00:34:55Aku antar kamu.
00:34:56Kenapa Rino ini terasa aneh?
00:34:58Sepertinya sedang rebut aku dari Hans.
00:35:01Nggak boleh.
00:35:02Masalahku dan Hans belum kelar.
00:35:04Nggak usah, Pak Rino.
00:35:05Terima kasih atas perhatianmu.
00:35:06Besok aku akan selesaikan laporan kualitas dengan tepat waktu.
00:35:09Kalau begitu, jaga kesehatanmu.
00:35:11Hans, kamu bawa aku kemana?
00:35:21Pulang.
00:35:22Kita sudah cerai.
00:35:23Itu bukan rumahku.
00:35:24Aku mau kembali ke apartemen.
00:35:26Cindy, kamu hanya amnesia.
00:35:29Meski aku amnesia, aku juga akan cerai denganmu.
00:35:31Apa perlakuanmu begini sangat berarti?
00:35:33Berarti.
00:35:34Cindy, waktu itu kamu yang duluan keranjangku.
00:35:36Sekarang kamu bilang nggak berarti.
00:35:38Anggap saja waktu itu aku yang salah.
00:35:41Sekarang aku mau memperbaiki kesalahan ini.
00:35:43Apa boleh?
00:35:45Apa kamu sudah menyesal?
00:35:46Iya, aku sudah menyesal.
00:35:47Cindy, kamu sudah amnesia.
00:35:49Aku nggak mau keberatan denganmu.
00:35:50Pak Hans, kemana kita?
00:35:52Kediaman Lukman.
00:35:53Apartemen.
00:35:56Pak Hans, ini...
00:35:57Hans, aku mau kemanapun.
00:35:58Kamu nggak bisa biar aku buat keputusan.
00:36:00Kenapa aku nggak boleh cerai denganmu?
00:36:04Ke apartemen.
00:36:05Baik.
00:36:08Ngapain kamu ikut aku?
00:36:12Sudah malam.
00:36:13Aku khawatir padamu.
00:36:14Setidaknya biar aku melihatmu masuk.
00:36:17Baiklah.
00:36:22Aku sudah mau istirahat.
00:36:23Kamu pulang dulu.
00:36:27Ngapain kamu?
00:36:29Di mana kamar mandi?
00:36:30Aku mandi dulu.
00:36:32Apa maksudmu?
00:36:33Tinggal bersamamu.
00:36:35Aku nggak setuju.
00:36:36Ini rumahku.
00:36:37Kamu harus pulang.
00:36:38Rumah yang kamu sewa termasuk harta suami istri.
00:36:40Apa salahnya aku tinggal bersamamu?
00:36:44Kenapa dulu nggak merasa Hans begitu berengsek?
00:36:47Sekarang dia sudah tahu aku amnesia, juga nggak mau cerai denganku.
00:36:52Apa yang dia pikirkan?
00:36:53Bukan nggak pernah lihat.
00:36:54Apa sudah terpesona?
00:36:55Kamu juga bilang aku sudah pernah lihat.
00:36:56Jadi nggak ada yang perlu dilihat lagi.
00:36:57Matamu terlihat kagum.
00:36:58Meski kamu amnesia, kebiasaanmu masih saja nggak berubah.
00:36:59Sudah aku bilang, tak ada yang kulihat.
00:37:00Aku hanya merasa tindakanmu kurang sopan.
00:37:02Apa sudah terpesona?
00:37:04Kamu juga bilang aku sudah pernah lihat.
00:37:06Jadi nggak ada yang perlu dilihat lagi.
00:37:08Matamu terlihat kagum.
00:37:09Meski kamu amnesia, kebiasaanmu masih saja nggak berubah.
00:37:12Sudah aku bilang, tak ada yang kulihat.
00:37:14Aku hanya merasa tindakanmu kurang sopan.
00:37:18Hans!
00:37:21Kamu sudah amnesia.
00:37:22Sekarang kamu adalah Cindy yang baru 18 tahun, kan?
00:37:25Kamu tahu aku sudah amnesia.
00:37:26Jadi jangan ada pemikiran buruk terhadapku.
00:37:28Apa kamu sudah lupa semuanya?
00:37:31Bahkan lupa bagaimana kita bersama.
00:37:34Kalau ingatanmu makin mundur,
00:37:36kamu akan tahu apa yang aku akan lakukan.
00:37:44Waktu itu kamu juga takut seperti ini.
00:37:46Ingin menolak, tapi nggak tahan beri respons.
00:37:49Siapa yang beri respons?
00:37:52Cindy, Alice sudah mendapatkan hukuman.
00:37:54Bisakah jangan marah karena dia lagi?
00:37:56Menurutku, kamu akan membantunya.
00:37:58Aku membantunya karena kakek.
00:38:00Kelak nggak akan lagi.
00:38:01Bisakah jangan marah denganku karena hal ini lagi?
00:38:04Julu, aku sering bertengkar denganmu.
00:38:06Sudah berlalu.
00:38:07Aku ingin tahu hal apa yang aku lakukan.
00:38:09Sampai kamu begitu membenciku.
00:38:11Bahkan aku bunuh diri.
00:38:13Kamu juga nggak datang melihat.
00:38:17Aku sudah mengerti.
00:38:18Jangan katakan lagi.
00:38:19Cindy, waktu itu aku nggak tahu kamu benaran bunuh diri.
00:38:23Aku kira kamu membohongiku lagi.
00:38:25Aku ingin menenangkan diri dulu.
00:38:28Baik.
00:38:29Tapi aku nggak akan pergi.
00:38:30Baiklah.
00:38:31Kamu tidur di sofa.
00:38:32Aku kembali ke kamar.
00:38:36Aku sudah bilang aku mau menenangkan diri.
00:38:38Tidur bersama juga bisa.
00:38:40Kamu tahu aku sudah amnesia.
00:38:42Sekarang aku hanya Cindy yang 18 tahun.
00:38:44Bahkan nggak pernah menggenggam tangan pria.
00:38:46Mana mungkin tidur bersamamu.
00:38:50Tidurlah. Aku tidur di sofa.
00:38:52Ingat tutup pintu.
00:38:53Baik.
00:38:54Baik.
00:38:552
00:39:05Cindy.
00:39:28Nggak apa-apa. Ada aku.
00:39:31Hans, dasar jahat.
00:39:33Nggak apa-apa. Ada aku.
00:39:45Hans, kamu...
00:39:46Semani aku tidur bentar.
00:39:48Bukankah kamu bilang nggak akan masuk ke kamarku?
00:39:51Semalam ada petir. Aku khawatir kamu takut. Jadi datang menenangkanmu.
00:39:56Alhasil, kamu terus menarikku.
00:39:58Aku nggak percaya. Aku sudah begitu dewasa. Mana mungkin aku takut petir.
00:40:01Baiklah.
00:40:03Ini bukti semalam.
00:40:05Hapus. Hapus. Hapus.
00:40:11Cepat hapus.
00:40:13Hans, jangan angkat lagi.
00:40:15Pria nggak boleh nggak angkat.
00:40:17Hans.
00:40:19Sudahlah. Pagi-pagi sudah marah.
00:40:21Itu karenamu sengaja buat aku marah.
00:40:22Tunggu dulu.
00:40:23Ibuku.
00:40:24Ibuku.
00:40:25Angkatlah. Aku nggak keluar suara.
00:40:30Nanti baru telepon dia.
00:40:32Masih ada hal penting yang mau dibuat.
00:40:34Ibu Moore.
00:40:44Lepaskan.
00:40:45Di depan ibu, harus romantis.
00:40:47Jangan buat dia khawatir.
00:40:48Lagian sudah mau cerai.
00:40:49Jadi ada baiknya dia duluan terbiasa.
00:40:50Elise, kamu nangis terus.
00:40:59Juga bukan cara yang baik.
00:41:00Aku sudah menyuruh Hans pulang.
00:41:02Kalau kamu ada apa, bilang saja padanya.
00:41:05Ibu.
00:41:07Kak Hans.
00:41:08Sekret aku dituntut orang.
00:41:11Sayang sekali.
00:41:12Kak Hans, bagaimana ini?
00:41:14Kalau gugatan kali ini kalah,
00:41:15aku harus membayar ganti rugi yang besar.
00:41:17Kalau begitu, suruh Hans bantu kamu bayar sekali lagi.
00:41:19Lagian sebelumnya juga begitu.
00:41:20Cindy.
00:41:23Cindy, hal apa yang kubuat hingga menyinggungmu
00:41:26sampai kamu menargetkanku?
00:41:28Dulu kamu memfitnahku.
00:41:29Apa sekarang membuat perusahaanku bangkrut,
00:41:31baru puas?
00:41:32Kalau kamu hebat,
00:41:33siapa yang bisa membuatmu bangkrut?
00:41:35Kamu kira investor itu bodoh?
00:41:36Nggak mau dapat keuntungan?
00:41:37Mereka bisa saja menginvestasi orang jahat,
00:41:39tapi nggak akan menginvestasi orang bodoh.
00:41:41Hanya saja,
00:41:42kamu dua-duanya ada.
00:41:43Bibi,
00:41:44mana boleh dia berkata begitu padaku?
00:41:47Sebelumnya kakekku menganggap Kak Hans
00:41:49sebagai cucu kandung.
00:41:50Dia baru meninggal tak lama.
00:41:52Cindy sudah menginjakku.
00:41:54Itu kakekmu, bukan kakekku.
00:41:55Apa aku perlu membantumu menjadi cucu berbakti?
00:41:57Cindy, jaga sikapmu.
00:41:59Sikapku memang kurang baik,
00:42:00jadi aku nggak di sini.
00:42:01Ibu,
00:42:02ini terakhir kali aku memanggilmu ibu.
00:42:04Lagian,
00:42:04aku sudah mau cerai dengan Hans.
00:42:06Harap, kelak,
00:42:06kamu bisa mencari menantu yang sesuai seleramu.
00:42:09Apa?
00:42:09Kamu benaran mau cerai dengan Hans?
00:42:12Iya, sesuai kemauan kalian.
00:42:13Ibu,
00:42:15kami nggak akan cerai.
00:42:18Sekarang aku yang mau cerai denganmu,
00:42:20bukan kamu yang mau cerai denganku.
00:42:21Kak Hans begitu baik padamu,
00:42:23kamu masih mau cerai dengannya.
00:42:25Cindy,
00:42:25kamu sungguh kejam.
00:42:26Dia sepertinya lebih baik padamu.
00:42:28Kasih 20 miliar pun tanpa ragu.
00:42:30Bukankah kamu berharap aku cerai dengannya?
00:42:32Kebetulan,
00:42:33kamu bisa jadi istrinya.
00:42:34Cindy,
00:42:35katamu sungguh tak enak didengar.
00:42:36Kakek dia adalah sahabat keluarga kami.
00:42:39Memang sahabat keluarga Lukman,
00:42:40bukan sahabatku.
00:42:41Sebentar lagi,
00:42:42aku bukan menantu keluarga Lukman.
00:42:43Aku memang suka,
00:42:44Kak Hans,
00:42:44tapi aku diam-diam suka.
00:42:46Asalkan dia hidup dengan baik saja.
00:42:48Kalau dia senang hidup bersamamu,
00:42:50aku nggak akan buat apa-apa.
00:42:52Tapi wanita sepertimu
00:42:53nggak pantas bersamanya.
00:42:54Iya,
00:42:55kalian memang cocok dan serasi.
00:42:57Baik,
00:42:58aku setujui kalian.
00:43:02Ibu,
00:43:02aku sudah bilang,
00:43:03kami nggak akan cerai.
00:43:04Kamu jangan maksudku.
00:43:05Aku nggak memasakmu.
00:43:06Aku hanya mau mempertahankan
00:43:07keharmonisan kedua keluarga.
00:43:09Aku nggak akan ikut campur hal ini lagi.
00:43:11Aku mau perawatan dulu.
00:43:13Kelak,
00:43:13jangan ganggu aku lagi.
00:43:14Bibi,
00:43:15bukankah kamu bilang akan membelaku?
00:43:17Aku hanya membantu yang logis.
00:43:19Elise,
00:43:20kali ini perbuatanmu agak keterlaluan.
00:43:22Sebaiknya,
00:43:22kamu dan Hans,
00:43:23bicaralah dengan baik-baik.
00:43:25Aku yang tua ini
00:43:25nggak ikut campur.
00:43:32Kak Hans,
00:43:33saat kakek masih hidup,
00:43:35kamu berjanji padanya
00:43:36akan menjagaku.
00:43:37Sekarang agak nyesal.
00:43:38Kak Hans,
00:43:39kenapa kamu berkata begini?
00:43:41Kakemu adalah orang yang logis.
00:43:42Kalau nggak,
00:43:43aku nggak akan melihat mukanya
00:43:44untuk membantumu.
00:43:45Aku percaya dia yang di atas
00:43:45akan mengerti.
00:43:46Kalau aku sudah berusaha.
00:43:47Kamu yang serakah.
00:43:48Apa kamu beneran
00:43:49nggak mempeduli padaku lagi?
00:43:50Aku sudah membantumu.
00:43:51Aku mau kerja dulu.
00:43:55Tolong antaraku sampai bawah perusahaan.
00:43:56Terima kasih.
00:43:57Baik.
00:43:58Setelah kamu pulang,
00:43:59aku jemput kamu.
00:44:00Nggak usah.
00:44:00Apartemanku dekat dengan perusahaan.
00:44:02Jalan saja sudah sampai.
00:44:03Kalau begitu,
00:44:04aku menunggumu di apartemen.
00:44:06Hans,
00:44:07aku mau cerai denganmu.
00:44:08Apa kamu nggak ngerti?
00:44:11Cindy,
00:44:12kamu amnesia.
00:44:13Setelah kamu ingat,
00:44:14pasti nggak begini.
00:44:16Apa kamu merasa setelah ingatanku pulih,
00:44:17aku akan bersamamu lagi,
00:44:19lalu mencintaimu dengan rendah diri?
00:44:21Aku nggak ada maksud begitu.
00:44:22Hans,
00:44:23setelah aku sadar,
00:44:24aku hanya merasakan ketidaksabaran
00:44:25dan keabayanmu.
00:44:27Meski kamu dan Alice
00:44:28nggak ada apa-apa,
00:44:29apa kamu ada melakukan
00:44:30kewajiban seorang suami?
00:44:31Kamu membiarkan dia terus menyakitiku,
00:44:33bahkan kamu malah membantunya.
00:44:35Kamu membuatku merasa sangat lelah
00:44:37dalam pernikahan ini.
00:44:38Jadi kita sebaiknya cerai saja.
00:44:39Cindy,
00:44:44bagaimana kerjaanmu beberapa saat ini?
00:44:46Baik kok.
00:44:47Ada apa, Pak Reno?
00:44:48Aku merasa kamu
00:44:49terus menghindariku.
00:44:51Nggak kok.
00:44:52Pak Reno,
00:44:53kenapa bisa tahu?
00:44:54Cindy,
00:44:54kamu orang yang pintar.
00:44:55Bagaimana aku padamu?
00:44:57Kamu tahu jelas,
00:44:57kan?
00:44:58Pak Reno,
00:44:59bercanda saja.
00:45:00Kamu adalah kakaknya Peter.
00:45:02Di dalam hatiku,
00:45:03aku selalu menganggapmu sebagai kakak.
00:45:04Tapi kamu jangan khawatir.
00:45:05Mengenai masalah kerajaan,
00:45:06kalau ada masalah,
00:45:07kamu bisa bilang padaku.
00:45:08Kata Peter benar.
00:45:10Di dalam hatimu hanya ada Hans.
00:45:13Sebaiknya jangan mengelak dulu.
00:45:14Kalau nanggak,
00:45:15Reno pasti mengira kita ada kemungkinan.
00:45:17Cindy,
00:45:18coba tebak siapa yang antar bunga ini.
00:45:21Ah,
00:45:21kesehatan.
00:45:22Kak,
00:45:23ngapain kamu di sini?
00:45:25Terima kasih.
00:45:25Tentu saja, Hans.
00:45:27Saat aku baru masuk,
00:45:28aku melihatnya menunggumu di depan
00:45:29sambil memegang mawar ini.
00:45:31Kamu pasti nggak tahu
00:45:31kalau karyawati perusahaan
00:45:33terus menatapnya.
00:45:36Aku sangat suka.
00:45:37Sudah waktunya pulang kerja,
00:45:38aku pergi dulu.
00:45:42Cindy.
00:45:47Cukup baik.
00:45:48Ayo pulang.
00:45:48Tidak usah buru-buru.
00:45:49Aku sudah pesan restoran.
00:45:50Apapun bisa,
00:45:51cepat jalan.
00:45:57Kak,
00:45:58sepertinya mereka rujuk lagi.
00:45:59Sebaiknya kamu menyerah saja.
00:46:01Itu tunggu mereka benaran rujuk.
00:46:02Baru bilang.
00:46:03Baru bilang.
00:46:04Apa kamu bisa mereka
00:46:05nggak akan cerai selamanya?
00:46:06Kak,
00:46:06pemikiranmu sangat berbahaya.
00:46:08Kamu akan menjadi orang ketiga.
00:46:10Apa aku merusak hubungan mereka?
00:46:12Aku ini dinamakan menantikan.
00:46:22Aku sudah selesai makan.
00:46:24Cindy.
00:46:25Apa kamu lupa hari ini?
00:46:27Hari apa?
00:46:28Hari apa?
00:46:28Maaf.
00:46:29Hari ini aku menyadari
00:46:30kalau Rino suka padaku.
00:46:31Aku nggak ingin membuatnya
00:46:32merasa kami ada kemungkinan
00:46:34jadi ikut keluar denganmu.
00:46:36Jangan salah paham.
00:46:37Hari ini adalah hari peringatan
00:46:38pernikahan kita.
00:46:40Kebetulan makanan ini
00:46:41dianggap jadi perpisahan kita.
00:46:44Aku ke kamar mandi dulu.
00:46:50Hans.
00:46:50Cindy.
00:46:56Bisakah kamu cepat pulih ingatan?
00:46:58Nggak ada gunanya.
00:46:59Meski aku ingat,
00:47:00aku akan cerai denganmu.
00:47:01Nggak akan.
00:47:02Kamu sangat mencintaiku.
00:47:04Kamu hanya lupa.
00:47:04Apa ini istri Hans yang dari kampung?
00:47:20Pakaian apa ini?
00:47:22Buat malu saja.
00:47:23Cindy.
00:47:24Aku nggak berencana punya anak.
00:47:25Kalau aku hamil,
00:47:27apa kamu akan abaikan Alice?
00:47:31Jangan gunakan anak sebagai alasan.
00:47:33Kalau ada, gugurkan saja.
00:47:34Ada apa?
00:47:47Jangan sentuh aku.
00:47:49Kamu buat aku jijik.
00:47:52Kenapa kamu...
00:47:54Cindy?
00:47:56Cindy!
00:48:00Doktor!
00:48:02Nggak usah.
00:48:03Aku baik-baik saja.
00:48:03Tadi kamu pingsan.
00:48:05Sebaiknya kita...
00:48:06Aku bilang, nggak usah.
00:48:07Apa kamu nggak ngerti?
00:48:08Cindy.
00:48:08Aku sudah ingat tentang lima tahun ini.
00:48:11Aku sudah ingat.
00:48:12Cindy.
00:48:13Ternyata cintaku padamu sangat rendah diri.
00:48:16Hans,
00:48:16aku sangat lelah.
00:48:18Cerai saja.
00:48:24Kamu sudah mabuk.
00:48:26Jangan minum lagi.
00:48:26Kenapa dia mau cerai denganku?
00:48:27Kenapa dia mau cerai denganku?
00:48:30Sudah nggak mencintaimu.
00:48:32Sebelumnya, aku kira dia hanya amnesia.
00:48:35Baru minta cerai denganku.
00:48:37Nggak disangka setelah ingatannya pulih,
00:48:40dia masih mau cerai denganku.
00:48:41Bukankah wanita memang begini?
00:48:42Kamu nggak baik padanya.
00:48:43Dia pasti akan pasrah.
00:48:44Kenapa dia merasa pasrah?
00:48:46Apa aku nggak baik padanya?
00:48:47Hans, kita semua adalah teman.
00:48:49Aku nggak bisa mengkritikmu.
00:48:50Perbuatanmu terhadap Cindy yang sebelumnya
00:48:52membuat semua orang merasa kamu nggak mencintainya.
00:48:54Kalau nggak mencintainya,
00:48:56apa aku akan menikahinya?
00:48:57Aku bukan tuan muda kaya yang harus bergantung pada keluarga.
00:49:00Pernikahanku bisa diputuskan diriku.
00:49:03Semua orang bilang,
00:49:04Cindy memberimu obat berai.
00:49:05Baru berhasil menjadi istrimu.
00:49:07Lalu kamu begitu baik pada Elise,
00:49:09bahkan aku merasa kamu nggak mencintainya.
00:49:13Apa kamu mengatakan sesuatu padanya?
00:49:16Di saat dia bangun dari bunuh diri itu,
00:49:18aku kira dia sengaja buat onar.
00:49:21Jadi aku bilang,
00:49:23kamu nggak suka wanita yang semena-mena.
00:49:29Aku terima pukulan ini.
00:49:31Sebelumnya,
00:49:32aku memang berkata kasar pada Cindy.
00:49:34Tapi Hans,
00:49:35kalau kamu nggak begitu dingin pada Hans,
00:49:37kami nggak akan berbuat begitu padanya.
00:49:40Iya, orang yang patut dipukul adalah aku.
00:49:45Hans, kemana kamu?
00:49:47Menembus dosa.
00:49:53Apa dia adalah nyonya, Cindy?
00:49:55Nasibnya sungguh baik.
00:49:56Pak Hans memberinya bunga lagi.
00:49:58Iya, bos.
00:49:58Sehebat dia.
00:49:59Setiap hari antar jemput dia,
00:50:01sepertinya sangat mencintainya.
00:50:08Cindy,
00:50:08rencana pengoperasian aku sebelumnya.
00:50:09Aku sudah kirim ke kamu.
00:50:10Kamu laksanakan sendiri.
00:50:11Baik, Pak Rino.
00:50:12Apa kamu dan Hans sudah baik, Hans?
00:50:14Dia membuat perusahaan merasa terganggu?
00:50:16Aku akan bilang padanya.
00:50:18Kamu nggak langsung jawab,
00:50:19sama saja menolakku.
00:50:20Benar, kan?
00:50:21Maaf, Pak Rino.
00:50:22Aku nggak ingin bahas perasaan.
00:50:23Masalahku dan Hans belum selesai.
00:50:25Kalau begitu,
00:50:25aku bisa tunggu kamu selesaikan.
00:50:27Maaf, Pak Rino.
00:50:28Maksudku bukan begitu.
00:50:29Rino, dia sudah bilang nggak suka kamu.
00:50:31Kalau kamu terus mengganggunya,
00:50:33sama saja nggak sopan.
00:50:34Kamu sudah mau menjadi mantannya.
00:50:36Bisa bilang apa?
00:50:37Kalau nggak suka mawat,
00:50:41bagaimana bunga bakung?
00:50:41Aku juga nggak suka.
00:50:43Kalau begitu,
00:50:44setiap hari aku antar bunga yang berbeda,
00:50:45pasti ada yang kamu suka.
00:50:47Aku nggak suka bunga.
00:50:49Bagaimana dengan rumah,
00:50:50mobil, dan saham?
00:50:51Cindy,
00:50:52asal kamu suka,
00:50:53aku bisa kasih apa saja.
00:51:03Hans,
00:51:03aku bilang sekali lagi,
00:51:04kita akan cerai.
00:51:06Jangan buat hal tak berguna lagi.
00:51:07Cindy,
00:51:08dulu aku kurang perhatian.
00:51:09Itu salahku.
00:51:10Sekarang aku baru tahu.
00:51:12Setelah kamu menikah denganku,
00:51:13hidupmu menjadi nggak senang.
00:51:15Dulu aku hanya fokus kerja,
00:51:16jadi mengabaikan perasaanmu.
00:51:17Aku akan berubah.
00:51:18Tolong kasih aku kesempatan lagi, ya?
00:51:20Hans,
00:51:21aku sudah ingat semuanya.
00:51:23Dulu,
00:51:23aku memang melakukan banyak hal
00:51:25yang membuatmu kesal.
00:51:26Aku bisa mengerti.
00:51:30Saat itu,
00:51:30aku baru pulang dari kampung,
00:51:32lalu menikah denganmu.
00:51:34Aku benar-benar merasa takut,
00:51:36jadi saat itu,
00:51:37kamu akan membenciku.
00:51:38Bahkan,
00:51:39aku juga merasa nggak nyaman.
00:51:41Bukan begitu.
00:51:42Karena aku sudah menikahimu,
00:51:43aku harus membantumu melewati hari-hari
00:51:45yang kamu takuti.
00:51:46Aku nggak menjalankan kewajiban suami dengan baik.
00:51:48Maaf.
00:51:49Aku juga bukan istri baik.
00:51:51Setiap hari hanya mencurigaimu.
00:51:52Bahkan ingin memeriksa statusmu.
00:51:55Juga selalu menyimpan rahasia.
00:51:57Lalu,
00:51:58diprovokasi oleh Alice.
00:51:59Karena itu,
00:52:04aku baru menyadari kita nggak cocok.
00:52:06Hans,
00:52:07sebaiknya kita cerai saja.
00:52:18Sayang,
00:52:19ayah nggak menyukaimu.
00:52:21Kelak,
00:52:21hanya ibu yang menjagamu.
00:52:23Kamu nggak akan menyalahkanku.
00:52:25Kan?
00:52:26Cindy,
00:52:28kakakku beneran suka kamu.
00:52:30Bagaimana kamu pertimbangkan dia setelah kamu cerai?
00:52:32Nggak bisa.
00:52:34Aku dan kakakmu sejak kecil tumbuh bersama.
00:52:36Setiap teringat aku bersamanya,
00:52:37aku akan merasa kami melakukan inses.
00:52:40Inses?
00:52:42Alice,
00:52:43ngapain kamu kemari?
00:52:44Cindy,
00:52:45kamu sudah mencelakaiku.
00:52:50Oh!
00:52:53Hans!
00:52:54Cindy,
00:53:00kamu baik-baik saja, kan?
00:53:02Hans,
00:53:03kamu jangan bicara.
00:53:04Jangan nangis.
00:53:05Hans,
00:53:06kamu nggak boleh mati.
00:53:07Sudah dengar belum?
00:53:08Kamu nggak boleh mati.
00:53:09Cindy,
00:53:10kalau aku ada sesuatu,
00:53:12kamu mulailah hidup barumu.
00:53:15Dulu,
00:53:16aku nggak baik padamu.
00:53:17Aku merasa bersalah padamu.
00:53:19Kelak,
00:53:20nggak akan lagi.
00:53:20Hans,
00:53:24jangan menakutiku.
00:53:26Jangan menakutiku.
00:53:27Bibi!
00:53:32Kalau anakku ada apa-apa,
00:53:34aku nggak akan mengampunimu.
00:53:36Bibi bukan begini.
00:53:37Aku ingin membunuh Cindy.
00:53:40Nggak ingin menyakiti Hans.
00:53:42Semua karena Cindy.
00:53:46Kalau bukan dia yang menggoda ke Hans,
00:53:49membantunya mengadang pisau,
00:53:50Hans nggak akan terluka.
00:53:54Kamu?
00:53:55Aku beritahu kamu,
00:53:57kalau Hans terjadi sesuatu,
00:53:58kamu bersiap masuk penjara seumur hidup.
00:54:00Bibi,
00:54:01kenapa kamu nggak menyalahkannya?
00:54:03Ini semua karena Cindy.
00:54:04Kenapa kamu nggak menyalahkannya?
00:54:07Kukira dulu,
00:54:08kamu hanya semena-mena dan agak angku.
00:54:11Nggak disangka kamu begitu jahat.
00:54:13Bahkan nggak pandai bedakan benar dan salah.
00:54:16Hans sebagai seorang suami,
00:54:18apa dia salah kalau melindungi istrinya?
00:54:20Orang yang menyakitinya adalah kamu.
00:54:23Aku kasih tahu kamu,
00:54:24kalau putraku ada masalah,
00:54:26aku akan buat kamu sengsara.
00:54:28Pengawal,
00:54:29bawa dia pergi.
00:54:31Bukan begini.
00:54:34Cindy,
00:54:35bagaimana kondisi Hans?
00:54:37Dokter bilang.
00:54:40Lihat takdir.
00:54:41Astaga.
00:54:45Cindy,
00:54:46kenapa kamu?
00:54:52Cindy,
00:54:52kamu sudah hamil dua bulan.
00:54:54Kenapa nggak kasih tahu kami?
00:55:00Agak pelan.
00:55:01Kamu sudah tahu.
00:55:04Kalau kamu nggak pingsan dan dikasih tahu dokter,
00:55:06aku masih nggak tahu.
00:55:08Apa Hans tahu?
00:55:10Kenapa kamu membohongi kami?
00:55:12Hans nggak suka anak-anak.
00:55:14Jangan percaya.
00:55:16Tapi dia akan tanggung jawab.
00:55:18Dia bilang,
00:55:19kalau aku hamil,
00:55:20gugurkan saja.
00:55:22Cindy,
00:55:23bukan aku membelanya.
00:55:24Aku tahu sikap putraku.
00:55:27Perkataannya hanya perkataan marah.
00:55:30Kalau kamu benaran hamil,
00:55:32dia pasti tanggung jawab.
00:55:34Sejak kalian menikah,
00:55:35kalian terlihat aneh.
00:55:37Tapi dia nggak pernah mau pisah denganmu.
00:55:40Juga nggak ada wanita lain.
00:55:42Aku tahu,
00:55:42meski dia ada banyak kebiasaan buruk,
00:55:44tapi dia nggak jahat.
00:55:46Dia sangat baik.
00:55:53Ibu,
00:55:54bagaimana dia?
00:55:56Dokter bilang,
00:55:56kalau malam ini bangun,
00:55:57dia akan baik-baik saja.
00:55:59Kalau nggak bisa bangun...
00:56:00Ibu,
00:56:01kamu juga sudah lelah.
00:56:02Biar aku yang jaga.
00:56:04Baiklah.
00:56:05Kalau ada apa-apa,
00:56:06segera kabari aku.
00:56:07Baik.
00:56:13Hans,
00:56:14bukankah kamu mau menembus dosa?
00:56:16Kenapa kamu belum bangun?
00:56:18Kalau kamu nggak bangun,
00:56:19aku akan pergi dengan pria lain.
00:56:21Hans,
00:56:22kamu pasti nggak tahu aku sudah hamil, kan?
00:56:25Saat itu,
00:56:25aku bunuh diri.
00:56:26Karena kamu bilang ingin menggugurkan anak.
00:56:29Aku takut.
00:56:30Tadi ibu baru bilang padaku,
00:56:32kalau itu hanya perkataan marahmu,
00:56:34setelah kamu bangun,
00:56:35harus jelaskan padaku.
00:56:38Kalau kamu nggak bangun,
00:56:40aku akan menikah dengan orang lain.
00:56:42Lagian,
00:56:42kita nggak tanda tangan surat peranikah,
00:56:44jadi aku bisa mendapatkan sebagian hartamu.
00:56:45Lalu,
00:56:46aku menyuruh anakmu panggil orang lain sebagai ayah.
00:56:59Hans,
00:57:00kamu bisa bangun atau nggak?
00:57:10Dokter bilang,
00:57:11kalau kamu nggak bangun,
00:57:12kamu nggak bisa bangun lagi.
00:57:13Sebenarnya,
00:57:14pertanyaan waktu itu,
00:57:15aku masih ingat.
00:57:17Aku hanya nggak ingin bilang.
00:57:19Pertama kali kita di mana?
00:57:21Aku pernah bilang apa padamu.
00:57:22Aku sudah lupa dengan masa lalu itu.
00:57:24Kalau begitu,
00:57:25aku tanya hal biasa.
00:57:27Berapa frekuensi kita buat hal itu?
00:57:28Suka di mana?
00:57:29Aku sudah bagian mana?
00:57:30Aku suka cium di mana?
00:57:32Yang kamu tanya adalah kesukaanmu.
00:57:34Aku mana tahu?
00:57:35Aku tanya kamu lagi.
00:57:36Kamu suka aku cium bagian mana?
00:57:38Ketika aku memegang pinggangmu,
00:57:40apa reaksimu?
00:57:41Ketika kamu merasa nyaman,
00:57:43apa reaksimu?
00:57:44Siapa yang akan tanya pertanyaan kelewatan ini?
00:57:50Tapi sekarang aku ingin jawab.
00:57:55Pertama kali kita di hotel,
00:57:57buat sampai tiga pagi.
00:58:00Frekuensi kita,
00:58:01sehari sekali.
00:58:03Kamu paling suka wajahku.
00:58:06Biasanya,
00:58:06kamu paling suka di kamar tidur.
00:58:10Salah.
00:58:11Aku paling suka di kamar mandi.
00:58:14Kamu sudah bangun.
00:58:16Selain itu,
00:58:18frekuensi kita.
00:58:19Cukup.
00:58:20Jangan bilang lagi.
00:58:23Anakku gak boleh panggil orang lain, ayah.
00:58:29Baik.
00:58:36Kali ini,
00:58:41nasib putraku sungguh baik.
00:58:43Ha, ha, ha.
00:58:45Eh,
00:58:45kalian minggir dulu.
00:58:46Jangan buat istriku dan anakku terjepit.
00:58:49Bukankah kamu bilang gak suka anak kecil?
00:58:51Meski ada,
00:58:51juga mau gugurkan.
00:58:52Benar itu.
00:58:53Bukannya kamu paling bencana kecil?
00:58:55Lagi-lagi mengatakan kekurangannya.
00:58:57Lihat,
00:58:57kamu yang menjebak dirimu.
00:58:59Gak apa-apa.
00:59:00Cindy,
00:59:00kalau dia gak suka,
00:59:01kakakku pasti mau.
00:59:02Pergi sana.
00:59:03Itu hanya perkataan marahku.
00:59:05Aku akan menjaga mereka dengan baik.
00:59:07Baik.
00:59:08Aku percaya padamu.
00:59:12Sayang,
00:59:13aku ini ayah.
00:59:15Hans,
00:59:15apa kamu hanya bisa berkata begitu saja?
00:59:17Sayang,
00:59:18ini aku,
00:59:19ayahmu.
00:59:20Hans,
00:59:21terkadang aku mencurigai IQ kamu sangat rendah.
00:59:23Kamu yang katakan.
00:59:24Baik.
00:59:29Sayang,
00:59:30aku ini ibumu.
00:59:31Sayang,
00:59:37aku mau makan durian.
00:59:41Baik.
00:59:43Tunggu aku.
00:59:45Sayang,
00:59:46aku mau makan es krim.
00:59:48Gak boleh makan es.
00:59:49Tapi aku hanya ingin makan es.
00:59:50Yang lain gak ingin.
00:59:52Kamu ingin membuatku kelaparan.
00:59:53Kamu hanya peduli anak.
00:59:54Gak peduli aku.
00:59:55Baik.
00:59:57Hanya boleh makan sedikit.
01:00:00Selain itu,
01:00:01tunggu meleleh.
01:00:02Baru telan.
01:00:04Ya.
01:00:11Sayang,
01:00:12aku ingin minum sesuatu.
01:00:15Minum apa?
01:00:16Aku buatkan.
01:00:18Aku takut kamu memarahiku.
01:00:19Meski kamu ingat makan bintang di langit,
01:00:21aku akan buatkan kasih kamu.
01:00:22Aku ingin minum biak.
01:00:24Apa?
01:00:27Sayang,
01:00:28makan saja aku.
01:00:32Sayang,
01:00:33terima kasih penjagaanmu.
01:00:35Aku akan menjagamu selamanya.
01:00:41Terima kasih.
01:00:42Terima kasih.
Comments

Recommended