Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utamaLewati ke footer
  • 2 hari yang lalu
BANDUNG, KOMPAS.TV - Bagi warga Bandung dan sekitarnya, nama Cikapundung mungkin tak asing lagi, apalagi dengan Pasar Antik Cikapundung. Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan museum hidup yang menyimpan ribuan cerita dari masa lalu. Beragam koleksi lawas dijual, mulai dari kamera analog, televisi lawas, piringan hitam, hingga furnitur kuno bisa ditemukan di sini.

Suasana di pasar ini terasa berbeda. Di setiap sudutnya, tumpukan barang antik seolah bercerita tentang masa lalu. Bahkan koleksi lawas yang dijual di Pasar Antik Cikapundung ini usianya dari puluhan hingga ratusan tahun yang lalu.

Menurut pedagang, konsumen yang datang tak hanya kolektor, namun banyak juga anak muda yang datang ke sini untuk mencari barang unik buat dekorasi rumah ataupun kafe. Untuk harganya pun beragam. Barang antik yang semakin tua dan susah didapat, harganya akan semakin mahal.

Salah satu yang paling banyak dicari konsumen anak muda adalah piringan hitam dan kaset pita. Walaupun zaman sudah serba digital, sensasi mendengarkan musik melalui piringan hitam berbeda dan lebih asyik.

Jika Anda bosan dengan pusat perbelanjaan modern, cobalah luangkan waktu untuk mampir ke Pasar Antik Cikapundung. Rasakan sensasi menelusuri lorong waktu dan temukan harta karun tersembunyi untuk dibawa pulang.

#pasarcikapundung #bandung

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/614008/pasar-antik-cikapundung-bandung-barang-lawas-piringan-hitam-hingga-kamera-analog-dijual-di-sini
Transkrip
00:00Bagi warga Bandung dan sekitarnya, nama Cikapundung mungkin tak asing lagi.
00:05Apalagi dengan pasar antik Cikapundung.
00:09Pasar ini bukan sekedar tempat jual-beli,
00:12melainkan museum hidup yang menyimpan ribuan cerita dari masa lalu.
00:19Beragam koleksi lawas dijual,
00:22mulai dari kamera analog, televisi lawas, piringan hitam,
00:26hingga furnitur kuno dapat Anda temukan di sini.
00:32Suasana di pasar ini terasa berbeda.
00:35Di setiap sudutnya, tumpukan barang antik seolah bercerita tentang masa lalu.
00:42Bahkan, koleksi lawas yang dijual di pasar antik Cikapundung ini,
00:47usianya dari puluhan hingga ratusan tahun yang lalu.
00:51Menurut pedagang, konsumen yang datang tak hanya kolektor,
00:56namun banyak juga anak muda yang datang ke sini
01:00untuk mencari barang unik untuk dekorasi rumah ataupun kafe mereka.
01:07Untuk harganya pun beragam.
01:10Barang antik yang semakin tua dan susah didapat,
01:13harganya pasti akan semakin mahal.
01:16Sebut paling antik ya mungkin dari segi usia gitu ya itu,
01:24kayak misalnya itu berangka, benda-benda kayak mesintik jaman dulu,
01:28kolonia, radio, radio tua.
01:30Semakin tua semakin antik kayak mungkin.
01:32Semakin antik ya.
01:34Dan ada satu hal lagi,
01:35kalau seandainya barang tersebut antik dan masih berfungsi dengan baik
01:40atau memiliki estetika yang tinggi seperti lukisan
01:43dan juga tingkat kesulitan mendapatkannya susah
01:46karena barang-barang yang dicari itu mungkin jadi lebih mahal.
01:49Salah satu yang paling banyak dicari konsumen anak muda
01:53adalah piringan hitam dan kaset pita.
01:56Walaupun zaman sudah serba digital,
02:00sensasi mendengarkan musik melalui piringan hitam
02:03berbeda dan pastinya lebih asik.
02:08Saya lebih ke audio player portable,
02:12kaset pita, piringan hitam, gitu.
02:16Berapa saya mencari itu kan?
02:18Ini emang minat atau gimana?
02:20Jadi kayak dengerin musik misal di era yang sekarang digital ya.
02:26Memang kualitas suara nggak lebih baik dibandingkan digital.
02:30Tapi si vibes-nya yang dapat di rilisan fisiknya
02:35khususnya di kaset pita sama di piringan hitam.
02:39Jika Anda bosan dengan pusat perbelanjaan modern,
02:43cobalah luangkan waktu untuk mampir ke pasar antik Cikapundung.
02:47Rasakan sensasi menelusuri lorong waktu
02:51dan temukan harta karun tersembunyi untuk dibawa pulang.
02:56Reza Pratama, Kompas TV, Bandung, Jawa Barat.
03:02Terima kasih.
03:09Terima kasih.

Dianjurkan